Tips Membuat Cake dan Muffin dengan Sukses

Rahasia Sukses Pembuatan Muffin dan Cake
Muffin dan Cake
Kali ini mau posting tentang tips cara membuat cake dan muffin supaya sukses. Ya..walapun banyak sudah yang menulis tentang hal ini. Tapi tidak ada salahnya saya tulis juga di blog ini. Ya paling tidak buat dokumentasi pribadi dan syukur-syukur bisa berguna buat yang mengalami kegagalan membuat cake dan muffin dan butuh sedikit pencerahan supaya bisa sukses.

Ingat dulu waktu pertama kali membuat cake sendiri..he he he gagal..tetapi tidak total secara masih bisa dimakan ha ha ha..menghibur diri sendiri.
Jadi kejadiannya waktu tertarik mau membuat black forest. Lah waktu itu mikir enak kali ya kalau bisa membuat black forest sendiri. Mulai searching di internet, nah setelah ketemu resep yang sekiranya mudah dibuat ya mulai deh mempersiapkan semuanya.

Karena baru awal ya sudah cukup dengan menggunakan oven tangkring. Waktu itu saya beli yang merk Hock. Pilih yang ukurannya paling kecil..he he he secara lebih murah. Mulai juga membeli loyang, waktu itu saya membeli loyang bundar..he he he soalnya di resepnya menggunakan loyang bundar..jadi ikuti saja ya..
Kemudian membeli timbangan analog yang ketelitiannya 200 gr dan yang pasti membeli mixer. Mixer yang saya beli merk Cosmos, ya cukup murah sih dan awet juga lho..sudah 6 tahun usia mixer ini..


Nah mulai deh mempersiapkan bahan, mulai mengikuti resep. Ketika di bagian masukkan margarin cair ke adonan, aduk dengan spatula dengan teknik lipat..he he he mikir..gimana itu ya..
Ya sudah aduk saja deh...
Ternyata waktu matang cakenya tidak mengembang, tidak bisa dibilang bantat sih..he he he tapi ini kan jenis sponge cake kok jadi kayak muffin ya..padat gimana gitu...
Dan yang paling parah ternyata ada endapan di dasar yang agak keras...oalah..ternyata itu baru tahu kalau margarinnya tidak rata waktu di aduk. Jadi mengumpul di bagian bawah.

Kemudian mencoba lagi...sudah agak mendingan..waktu di oven mengembang dengan sempurna, sudah senang sekali..tetapi ketika keluar oven..ha ha ha tentu bisa ditebak ya..yup..cake nya kempes...he he he
Lalu pernah juga membuat cake tetapi cakenya menggembung di tengah saja..lha lucu ya..jadi kayak muffin juga donk ya..
Kalau muffin sih baru-baru ini saja mulai suka membuatnya, karena menurut saya mudah sih membuatnya. Adonan hanya dicampur-campur kemudian dipanggang..selesai. Nah dulu pertama buat muffin ya walaupun muffin itu padat ya strukturnya, kok bisa bantat juga ya..kebayang tidak muffin yang bantat? he he he..pengembangannya tidak banyak, jadi kalau kita masukkan adonan 3/4 cetakan itu mau 1 cetakan aja tidak..he he he..

Kemudian setelah berkutat dengan kegagalan tentunya tidak mau kan gagal terus..mulai deh cari-cari tips cara membuat cake dan muffin dengan sukses.
Berburu tips di internet..banyak sekali jawaban...
Tetapi untuk lebih mudah memahami tips-tips tersebut ada baiknya kita tahu dulu ya jenis-jenis cake itu apa saja dan apa sih muffin itu.
  • Sponge Cake, cake ini biasa kita tahu namanya bolu ya...dulu waktu masih kecil tahunya kalau sudah membantu emak di dapur membuat bolu ya caranya seperti membuat sponge cake ini. Jadi sponge cake ini metodenya telur dan gula dikocok dulu sampai mengembang (jika memakai emulsifier seperti SP, Ovalet atau TBM maka sekalian dikocok pada tahap ini ya), tanda mengembang ketika adonan sudah terlihat jejak dan apabila kita angkat mixer maka adonan tidak jatuh ya. Ada yang bilang kayak jambul petruk..Setelah mengembang baru kemudian kita masukkan tepung-tepungan sesuai resep yang sudah diayak (tepung terigu, tepung maizena, coklat bubuk dan tepung apa saja ya termasuk juga tepung ketan hitam). Lalu kita masukkan margarin cair dan terakhir bahan tambahan lain misalnya pisang atau buah kering atau yang lainnya.
  • Chiffon Cake, cake dimana putih telur dan kuning telur dikocok terpisah. Kuning telur diaduk bersama bahan-bahan lain sementara putih telur dikocok sampai kaku dengan sedikit gula pasir. Baru kemudian disatukan. Bahan lain seperti pisang, chocochips ditambahkan setelah bahan tercampur semua. Chiffon cake mengembang karena putih telur jadi bukan karena penambahan bahan kimia seperti baking powder atau baking soda.
  • Butter Cake, dimana mentega/margarin dikocok terlebih dahulu bersama gula sampai gula larut lalu ditambahkan sebagian telur yang digunakan. Masukkan telur satu dulu. Setelah rata, baru tambahkan telur yang lain dan begitu seterusnya. Sisa telur bisa dimasukkan bergantian dengan tepung terigu. Pengocokan tidak boleh dilakukan terlalu lama ya supaya tepung tidak menjadi elastis seperti halnya roti dan supaya cake tidak banyak remahnya.
  • Cake tanpa mixer, kalau yang ini gampang sekali, tinggal campur bahan-bahan kering di mangkuk, kemudian campur bahan-bahan basah di mangkuk lainnya. Setelah itu baru digabungkan. Ada yang caranya bahan kering dimasukkan ke bahan basah, ada juga yang sebaliknya. Nah jika mau menambahkan bahan tambahan setelah bahan kering dan basah digabungkan.
  • Muffin, pada dasarnya sama seperti cake tanpa mixer, hanya saja kalau cake dipanggang menggunakan loyang tetapi kalau muffin menggunakan cup muffin.


Berikut tips-tipsnya :
  • SPONGE CAKE, telur dikocok bersama gula pasir (bisa telur utuh, bisa kuning telur saja, atau putih saja). Pengocokan dilakukan sampai adonan cukup kental ditandai dengan adonan kelihatan sudah memucat, dan terlihat jejak garis yang ditinggalkan. Bila jejak tersebut lama hilangnya, tandanya adonan sudah cukup kental. Kemudian kecilkan kecepatan mikser lalu kocok sampai gelembung udaranya hilang.

    Pengocokan telur juga bisa dilakukan dengan cara mangkuk berisi telur direndam dalam air hangat selama dikocok dimana tujuannya untuk membuat telur mengembang sempurna. Karena telur baru bisa mengembang sempurna kalau suhunya 40 derajat Celcius. Ini bisa kita lakukan jika kita tidak menambahkan cake emulsifier.

    Pada waktu inilah merupakan waktu yang tepat untuk memasukkan tepung terigu. Tepung sebaiknya diayak langsung di atas adonan waktu diaduk agar tidak berbutir-butir. Aduk seluruh adonan sampai telur tercampur rata dengan cara aduk lipat. Kemudian masukkan margarin cair, santan, atau minyak goreng. Aduk kembali dari bawah ke atas agar cairan yang jatuh ke bawah bisa ikut teraduk. Masukkan bahan tambahan sesudahnya, jik ada. Kemudian tuangkan di loyang dan hentakkan loyang supaya udara terjebak bisa keluar.

    Satu hal yang penting nih...kadang-kadang pernah kan makan sponge cake tapi kok kering sekali ya...nah hal ini karena ketika margarin dicairkan itu margarin sampai mendidih dimana saat itu air di margarin sudah menguap. Jadi gunakan api kecil ya..kalau saya selalu mengangkat pancinya sedikit ke atas jadi tidak terkena api langsung. Warna margarin harus keruh dan tidak ada bagian yang terpisah. 

  • BUTTER CAKE, margarin atau mentega dikocok bersama gula pasir sampai gula larut atau hancur. Pilih gula yang berbutir halus tetapi bukan gula tepung ya. Ini bisa kita lakukan dengan memblender gula pasir kita. Hal ini dikarenakan supaya kita tidak mengocok terlalu lama.
     
  • CHIFFON CAKE, pastikan mengocok putih telur dengan tepat sampai kaku kemudian perhatikan saat memasukkan putih telur ke adonan secara perlahan supaya tidak ada udara terjebak yang akan menyebabkan cake menjadi padat dan tidak mengembang sempurna.

  • CAKE TANPA MIXER dan MUFFIN, ketika mulai mencampur bahan basah dan kering jangan sampai mengaduk terlalu lama, menurut pengalaman saya lebih baik mengaduk cepat asal rata, jadi patokan waktu saya kurang lebih 10 detik, nah dalam waktu tersebut usahakan cepat mengaduk.

 Trouble shouting cake dan muffin :
  1. Terdapat lapisan keras di bagian bawah cake : terjadi karena margarin tidak diaduk dengan rata, Cara mudahnya begini ya supaya rata, ketika akan memasukkan margarin, ambil sedikit adonan kemudian campurkan dengan margarin di mangkuk, aduk hingga benar-benar tercampur rata, baru kemudian masukkan ke dalam adonan kembali dan aduk rata. Menurut saya cara ini lebih mudah dan cepat sehingga adonan tidak terlanjur turun kembali karena kita terlalu lama mengaduk margarin.
  2. Cake bantat : terjadi karena suhu oven tidak stabil yang bisa terjadi karena kita sering buka tutup oven. Kemudian bisa terjadi karena kurang waktu pengocokan atau malah terlalu lama. Kemudian suhu oven terlalu rendah sehingga tidak bisa mengembang dengan sempurna. Perhatikan untuk selalu memanaskan oven sebelum adonan masuk. Nih yang biasa saya lakukan adalah untuk 5 - 10 menit pertama saya selalu set oven di suhu tinggi kemudian baru saya kecilkan sesuai resep. Selama ini berhasil ya...
  3. Muffin/cake tanpa mixer bantat : terjadi karena baking powder/baking soda tidak fresh lagi, kemudian ada komposisi tertentu di baking powder yang kurang bagus. Makanya suka disarankan untuk memakai baking powder double action. Nah walaupun sampai sekarang masalah double action atau single action kadang susah untuk menentukannya jika kita membeli di toko bahan kue secara eceran. Biasa saya suka tanya sama penjualnya merk apa yang di jual. Tetapi tidak tahu apakah bagus atau tidak. Nah jadi kalau mau berekperimen ya coba segala merk. Saya sudah mencoba 4 merk selama ini dan hanya 2 yang bagus..he he he.. Atau bisa juga terjadi karena kita terlalu lama mengaduk ketika bahan basah dan kering bercampur.
  4. Cake lembut hanya ketika hangat tetapi keras setelah dingin. Ini berarti margarin yang kita gunakan kurang bagus kualitasnya dimana margarin tersebut kalau dingin suka membeku. Nah saya pernah nih mencoba suatu merk margarin..saya mengalami hal ini, begitu saya ganti margarinnya maka tidak lagi terjadi hal ini.
  5. Cake mengembang ketika di oven tetapi mengempis ketika keluar dari oven, hal ini terjadi karena penggunaan tepung yang kurang. Pastikan membaca resep dengan tepat dan pastikan menimbang bahan dengan tepat juga.
  6. Cake terlalu kering, terjadi karena penggunaan tepung yang terlalu banyak kemudian margarin kita cairkan sampai mendidih.
  7. Cake gosong padahal bagian tengah belum matang, terjadi karena suhu oven terlalu tinggi.
  8. Cake keras dan terbelah, terjadi karena kurang gula atau telur
  9. Cake mempunyai kulit yang tebal dan renyah, terjadi karena terlalu lama memanggang yang bisa disebabkan karena cake terlalu cair dan volume adonan terlalu tinggi atau penggunaan gula yang terlalu banyak.
  10. Muffin tumpah ruah jadi tidak mempunyai permukaan yang bagus menggelembung, terjadi karena terlalu banyak mengisi adonan di cetakan, usahakan untuk tidak mengisi penuh cetakan, cukup 3/4 saja.
  11. Permukaan cake lengket dan basah, terjadi karena bagian atas cake belum matang sempurna. Gunakan api atas jika perlu, walaupun saya tidak pernah menggunakan api atas karena karakter oven saya yang selalu cepat membuat gosong bagian atas walaupun diset paling kecil sekalipun. Bisa juga tetap gunakan api bawah tetapi dengan suhu rendah.
Wah panjang juga ya jadinya..selamat mencoba ya untuk membuat cake...jangan takut gagal...dan semoga tips-tips cara membuat cake dan muffin ini  bermanfaat...semoga sukses...


NewerStories OlderStories Home

18 comments:

  1. Hai Mbak Monica... Aku suka postingan ini... Izin copas dan share ya... Sorry waktu pertama posting belum tampil link nya.... maklumin yaaa newbie di dunia blogger :) ***shy***

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Mei...
      iya mba silakan copas n share..thanks ya infonya...thanks sudah link back ke sini.
      ok...ditunggu posting2 berikutnya di meine little welt...he he he ga apa2 mba, namanya juga belajar ya...

      Delete
  2. Iyaa... TQ 4 support... :) Baru mau mulai nge-blog... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sippp...yang penting semangat..he he he...

      Delete
  3. Semangat sih semangat Mbak.... namanya juga masih baruuuu... tapi setting2 segala masih bla-blo nihhh.... banyak ga ngerti gmana bisa muncul begini or begitu... masih raba-raba, trial and error... Nanti kalo sudah rapi kayak blog Mbak naaahhh udah enak deh bacanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. he he he iya ya..kalau baru belajar masih berantakan..dulu aku jg gitu...
      trs ganti template terus...cari2 mana yang pas menurut selera....ini mau ganti lagi..tapi kalau ganti template ntar ada setting yang berubah, belum mau repot dulu..he he he ..

      ok deh selamat setting2 blog ya...kalau ada yg mau ditanyakan silakan ya...kalo bisa bantu jawab ya bakal dijawab..kl ga bisa jawab..ya gimana donk..ha ha ha..terpaksa tanya mbah google

      Delete
  4. saya sukaaaa banget dgn sharing dan postingannya...manfaat buat saya
    ijin copy-paste ya mbak,buat arsip sendiri
    ijin copy-paste juga buat resep-serep mufinnya...ga' sabar pengen segera praktekin
    tingkiyuuuuu bianget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Aviani,
      wah senang deh bisa bermanfaat ya...silakan mba di copy paste...
      selamat mencoba ya resep-resep muffinnya...
      terima kasih sudah mampir ya...

      Delete
  5. bunda monica ,, waah rempong jg ya buat kue... kalau bikin bolkus waktu dikukus mekar bgt eh giliran buka kukusan ko langsung pada malu malu tuh bolkud nya mimpes pe pes. kenapa ya bunda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Hima...
      iya mba rempong buat kue itu ya...tetapi kalau sudah biasa pasti ga berasa rempong lagi..
      kalau kejadian bolu kukus kempes ketika kukusan dibuka itu tandanya belum waktunya dibuka mba...bolu kukus masih tahap mengembang dan belum set, jadi begitu kukusan dibuka maka perbedaan suhu akan menyebabkan dia kempes, nah sebaiknya ikuti waktu mengukus di resep, atau setidaknya tambahkan sedikit sekitar 2-3 menit dari waktu di resep sampai bolkusnya benar-benar set
      semoga membantu ya jawaban saya..terima kasih sudah mampir...

      Delete
  6. Malam- malam saya browsing cari info mengatasi cup cake dan muffin yang basah permukaanya. Ketemulah dengan postingan di Blog Mba Monica ini. Wuaah ternyata penjelasannya lengkap bangeet. Masalah cupcake yang permukaannya basah dapet solusinya terus dapet info soal tips dan trik membuat segala jenis cake dan muffin. Terima kasih ya Mba atas sharing ilmunya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah senang deh bisa bermanfaat ya tulisan di blog saya ini,
      sama-sama..terima kasih sudah mampir Ukhtu...

      Delete
  7. Hi Mba Monica..
    Thanks buat tips nya...kemarin saya bikin marmer cake, keluar dari oven, kue bagus, bagian atas kering..setelah kue benar benar dingin, saya pindahkan kue dari cooling rack ke tempat kue (tertutup rapat), malam harinya saya lihat bagian atas kue jadi basah. Kenapa ya? Kalau sekarang saya panggang ulang, bisa kali ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Venny,
      iya mba cake jenis butter cake ataupun cake lain dengan kandungan gula cukup banyak memang suka begitu, keluar dari oven bagian atas kering, setelah dingin suka basah atasnya..
      bisa kok mba panggang ulang, sebentar saja asal kering... bisa gunakan api atas saja

      Delete
  8. Mba monic, mau tanya sedikit donk.. Saya ini udh berkali buat cupcake, saat keluar dari oven memang masih empuk tp setelah 2-3 hari itu selalu jadi keras. Saya baca tips nya dari mba monic itu margarin yg digunakan bepengaruh jg yah pada hasil, saya biasa pake margarin bl** b**d kadang belinya yg sachet atau kadang beli yg kiloan di toko kue.
    Munurut mba monic margarin yg bagus itu merk apa ? Tolong bantu donk mba.. Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Tri,
      untuk cake sendiri atau cupcake, kalau setelah beberapa hari suka keras kalau dia bersentuhan langsung dengan udara, jadi tanpa ditutup kondisinya, he he he setahu saya ya, biasanya saya juga mengalami hal itu..
      Iya mba kalau menurut pengalaman saya memang margarin yang digunakan berpengaruh ke hasil, nah menurut saya pribadi, saya lebih suka pakai bl** b**d kok dibanding margarin lain, karena hasilnya lebih enak dan tidak keras, hanya memang yang harus diperhatikan cara melelehkan margarinnya jangan sampai mendidih, cukup larut saja (kalau pakai margarin cair). Nah untuk mengetahui mana margarin yang bagus dan sesuai selera memang sebaiknya uji coba sendiri mba, biasanya kan selain bl** b**d ada p*l**a, s***s, f*rv***a... silakan bereksperimen menentukan mana yang disuka... kadang-kadang ya kita suka fanatik dengan merk juga, he he he...

      Delete
  9. Suka sama postingan mbak monic, semua pertanyaan saya terjawab hanya dengan baca pstingan mba.. :) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo....wah senang deh kalau bisa bermanfaat apa yang saya tulis...terima kasih ya sudah mau mampir dan meninggalkan jejak...
      jangan bosan mampir ya, he he he....

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.