Khas Toraja : Ayam Pammarasan (Ayam Kluwak)

khas toraja : ayam pammarasan
ayam kluwak

Satu lagi makanan khas Toraja yang saya masak...ayam pammarasan atau ayam kluwak. Setelah sebelumnya pernah buat pa'piong bura' (ayam batang pisang). Masih dalam edisi latah...lihat postingan mas Cumilebay ketika berwisata ke tana toraja. Mas cumi ada sebutkan makanan satu ini. Hanya waktu itu mas cumi makan yang versi ikan mas.

Secara saya tidak suka makan ikan mas, akhirnya kembali lagi ke ayam..hadeuh..ayam lagi..ayam lagi..Ya bagaimana ya saya tidak suka ikan air tawar dan ikan laut hanya sukanya ikan tongkol dan ikan benggol..he he he...

Nah biasa dulu makan ini di Surabaya, kakak sepupu malah pakai ikan gabus. Ya jadi terpaksa makan deh, ya tentu saja sisihkan ikan gabusnya, makan sayur dan bumbunya saja. Dan sebenarnya masakan ini sih menggunakan sayur pangi. Hmmm apakah sayur pangi itu? saya sendiri ya kok masih belum tahu benar bentuk aslinya sebelum dimasak. Dan cari-cari sumber ya kok susah ya...rasanya sih seperti rebung begitu, hanya teksturnya halus. Dulu ingat kalau tidak salah alm. bapak pernah bilang kalau sayur pangi ini ya satu pohon dengan kluwak. Kalau kluwak itu kan bijinya, nah pangi ini buahnya...(hmmm mungkin saya salah ya..sudah lupa)

Yang mas Cumi makan itu pammarasan menggunakan kacang panjang, jadi ya saya gunakan saja kacang panjang, secara di mana saya dapatkan sayur pangi di Batam ini? Dan rasanya bagaimana? ya mendekati rasa pammarasan ikan gabus yang pernah saya makan.

Apa bedanya dengan rawon? ternyata setelah saya bandingkan, ayam pammarasan ini tidak menggunakan kunyit, ketumbar, jinten, dan kemiri. Jadi rasanya lebih mild tetapi tajam rasa kluweknya. Secara kluwek yang dipakai cukup banyak. Untuk resep sendiri saya gunakan resep dari blog kabar toraja- pantollo pangi rangka pammarasan. Sedikit perbedaan, bumbu-bumbu saya haluskan, tidak diiris, dengan maksud supaya lebih nendang bumbunya. Cabe khas toraja yang disebut katokkon tentu saja saya skip dan saya ganti dengan cabai rawit merah yang agak banyakan.

Saya sendiri belum pernah makan yang namanya katokkon ini, yang katanya pedas sekali..hi hi hi jadi penasaran. Ya walaupun bapak orang toraja, tetapi saya belum pernah ke sana..he he he...masih untung mas Cumi donk yak...

Untuk membuat ayam pammarasan ini, saya gunakan 8 buah kluwak yang masih bagus isinya. Jadi ya warna masakan ini benar-benar kehitaman. Hmmm belajar dari pengalaman akhirnya saya sudah dengan sangat mudah memilih kluwak yang bagus..yippi....mau tahu tipsnya..silakan lihat di resep rawon ya, ada tips dan foto kluwaknya...

Okeh, lanjut ke resep saja...seperti biasa kepanjangan cuap-cuapnya...

Khas Toraja : Ayam Pammarasan (Ayam Kluwak)

Bahan :
  • 1 kg daging ayam, potong sesuai selera (saya gunakan bagian dada tanpa kulit)
  • 2 buah jeruk nipis
  • 350 gr kacang panjang, potong-potong
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
  • 5 lembar daun jeruk
  • 2 ruas lengkuas, memarkan
  • 20 butir cabai rawit merah, biarkan utuh
  • 1 lembar daun kunyit, sobek-sobek
  • 200 ml air
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • 1 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh merica bubuk

Bumbu halus :
  • 10 butir bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 3 cm jahe
  • 3 cm lengkuas 
  • 1 batang serai bagian putihnya
  • 8 buah kluwak yang direndam dengan air panas

Cara membuat :
  1. Lumuri daging ayam dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 10 menit, bilas
  2. Tumis bumbu halus, daun jeruk, serai, daun kunyit serta lengkuas hingga harum
  3. Masukkan potongan daging ayam, aduk rata, masak hingga ayam berubah warna
  4. Tambahkan air, lalu masukkan cabai rawit, masak hingga ayam matang, air mulai menyusut dan kuah mengental
  5. Masukkan kacang panjang, aduk rata, tambahkan garam dan merica bubuk, aduk rata
  6. Masak hingga kacang panjang matang tetapi masih kriuk-kriuk, cicipi rasanya
  7. Angkat dan siap disajikan

Okey..semoga resep khas toraja ini yaitu ayam pammarasan (ayam kluwak ) bisa bermanfaat ya..silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera ya....




NewerStories OlderStories Home

4 comments:

  1. mbak, ini rasanya pedes apa gimana? pas banget tadi ke kerfur abis beli kluwak, iseng aja kepikiran tadinya mau bikin rawon. Tapi kok baca resepmu ini jadi pengen suruh mbakku bikin (bukan aku pastinya yg masak, hehehe)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini ga pedes mba, cuma kalau kegigit cabe rawitnya baru pedes..
      kalau mau pedes, cabenya dihalusin bareng bumbu halus lainnya...ini rasanya beda dengan rawon ya mba...ga senendang rawon secara minus bumbu2 yang kusebutin di atas, rasanya lebih mild dan kluwaknya lebih berasa, kalau ga mau berasa banget kurangi aja kluwaknya sedikit...

      Delete
  2. Jadi ......... kakak turunan toraja tapi blm perna ke tana toraja ??? serius ??? sumpah ?????? Hmmm anda gagal sebagai turunan toraja, aku maluuuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. He he he...aku maluuuuuu juga....aku gagal.....

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.