Diet Rendah Garam #25 : Bale Nasu Khas Bugis



resep bale nasu khas bugis

Masakan ini saya buat karena pertama, ngiler dengan postingan mba Yuyu, bale nasu bolu atau ikan bandeng masak asam. Nah masakan bale nasu ini adalah masakan khas Bugis. Yang kedua, saya buat karena saya memang sedang mau memasak menu diet rendah garam. Dan bale nasu atau ikan masak asam ini memenuhi kriteria menu diet rendah garam.

Nah saya sempat bingung juga nih dengan bale nasu atau ikan masak asam ini, apa bedanya dengan ikan palumara ya? jadi saat saya posting ini saya masih mengira-ngira, secara ada yang bilang bale nasu ini ya ikan palumara. Tetapi begitu saya googling, ikan palumara itu lebih banyak bumbunya, tidak seperti bale nasu yang bumbunya minimalis.

Dari segi penampakan, bale nasu yang saya buat cenderung lebih bening dan lebih kuning, kalau sekilas dilihat malah mirip pindang khas Sumsel deh. Ini mungkin karena asam jawa yang saya gunakan saya saring dulu kali ya. Atau karena air yang saya gunakan lebih banyak? he he he secara saya suka banyak kuah, nah mungkin sebaiknya kalau air diperbanyak, asam jawa yang digunakan juga harus lebih banyak. Tetapi secara keseluruhan bale nasu yang saya buat pas dengan selera saya.

Kalau melihat bumbu yang digunakan memang sempat ragu, bagaimana nih bumbunya kok minimalis sekali? apa rasanya ya? dan memang terbukti bumbu minimalis belum tentu kurang nendang rasanya, justru dengan bumbu minimalis ini malah terasa enak sekali. Inilah yang disebut dengan simply delicious itu ya, ha ha ha.....

Jadi nih saya pakai resep dari Dapoer Yuyu - bale nasu. Nah mba Yuyu ini asli Bugis jadi cukup banyak resep ala Bugis yang sudah dishare di blognya. Yang butuh resep-resep khas Bugis, silakan meluncur ke sana ya.

Terima kasih sekali ya mba Yuyu resepnya, mantap top markotop deh. Segar sekali rasanya, duh nikmat disantap dengan nasi hangat dan sayuran rebus. Sayang saya tidak buat sambal, tetapi dengan menggunakan cabai rawit merah utuh yang cukup banyak sudah enak sekali menurut saya. Ketika disantap tinggal haluskan saja cabainya dengan sendok, pedas mantap. 

Hmmm ikan yang saya pakai adalah ikan tongkol, sama dengan resep mba Yuyu, walaupun memang bisa menggunakan ikan apa saja, sama halnya dengan resep lempah kuning nanas dan gangan ikan, bisa pakai ikan apa saja. 

Okey deh, lanjut ke resep ya, yang mau mencoba masakan khas Bugis yang sayang kalau dilewatkan, yuk mari kemari... ini dia...
(resep yang saya tulis sudah ada modifikasi oleh saya)


Bale Nasu Khas Bugis

Bahan :
  • 1 kg ikan tongkol, potong sesuai selera, cuci kemudian lumuri dengan 1 sendok makan air asam jawa, diamkan selama kurang lebih 15 menit, bilas
  • 1000 ml air (bisa dikurangi airnya jika mau kuahnya lebih kental)
  • 5 butir bawang merah iris, lalu remas-remas
  • 1 sendok makan asam jawa, larutkan dengan 50ml air, saring
  • 1 1/2 sendok teh kunyit bubuk
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1/4 - 1/2 sendok teh garam (bisa diskip jika mau sama sekali tanpa garam)
  • 20 butir cabai rawit merah (sesuaikan dengan selera banyaknya dan jenis cabai rawitnya)
  • gula dan penyedap jika suka (saya tidak pakai)

Cara membuat :
  1. Masukkan air ke dalam panci, kemudian tambahkan bawang merah, garam dan air asam jawa, kunyit bubuk, merica bubuk, aduk rata
  2. Tambahkan ikan dan cabai rawit, masak dengan api sedang hingga air mendidih, biarkan dimasak hingga 10 menit kemudian, cicipi rasanya
  3. Angkat dan siap disajikan


ikan tongkol masak asam khas bugis

Nah mudah bukan memasak bale nasu atau ikan masak asam khas Bugis ini kan? semoga resep ini bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera ya...



NewerStories OlderStories Home

2 comments:

  1. Duh jd ngiler liat Bale Nasu,mbak Monic.Cantik banget hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. he he he yang punya resep muncul.... terima kasih ya mba resepnya, ini namanya asli enak... sederhana tetapi maknyuss

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.