Ayam Jamur Bakso Lada Hitam


resep ayam jamur bakso lada hitam

Hari ini saya posting resep yang termasuk resep lama yang sudah ngendon di draft ya, resep ayam jamur dan bakso lada hitam. Secara sampai hari ini mood cooking dan baking saya masih entah di mana berada. Jadi belum ada keinginan berada di dapur lama-lama.

Trus makan apa donk? huahaha...ya makan sih tetap, jadi ceritanya sedang suka makan di luar, hitung-hitung wisata kuliner di daerah Batam. Hmmmm mungkin nanti saya posting beberapa review saya ketika makan di luar rumah ya...

Kadang saya ingat bawa kamera, seringnya tidak, jadi motretnya pakai handphone saja, atau malah ada yang sama sekali tidak saya abadikan, sedang tidak mood foto-foto. Jadi maklum nanti ya kalau gambarnya seadanya, he he he....walaupun selama ini foto-foto saya juga seadanya sih....upsss malu...

Ya sampai hari ini kemampuan saya memotret jalan di tempat, begitu-begitu saja...duh kenapa ya...mau menyalahkan kamera ya tidak bisa donk...orang kalau kameranya apa saja kalau namanya bisa foto-foto ya bisa...jenis kamera tidak ada alasan.. hmmm jadi kembali lagi pada kemampuan food photography dan food styling saya yang tidak memadai, ha ha ha...

Okey deh kembali kepada cerita makan di luar rumah, jadi sekarang itu kalau mau makan di luar pasti ngomong ke Sophie, kita mau makan ke restoran. Nah biasanya bapaknya tanya, mau makan restoran mahal atau murah. Biasanya Sophie selalu bilang restoran murah saja. Itu sih suka-suka dia saja, secara dia belum mengerti yang murah dan mahal itu yang bagaimana.

Nah sedikit cerita, sore-sore ajak Sophie keluar, bilang mau ke restoran murah, dia langsung semangat, bayangan dia di restoran, duduk, pesan makan dan banyak meja kursi tentu saja, dengan om dan tante pramusaji. Eh ternyata kami ajak dia ke rumah makan, lebih tepatnya kami sebut warung kali ya, warung pecel tumpang khas Kediri. 

Lokasinya tidak jauh dari rumah. Nah begitu sampai di tempat, memang tempatnya tidak besar, hanya memanfaatkan halaman rumah saja dengan beberapa meja dan kursi. Langsung saja Sophie bilang, ini bukan restoran, Pipi tidak mau.... tetapi selanjutnya dia hanya menurut saja, ikutan masuk dan ikutan saya memesan untuk dibawa pulang. Sambil sesekali Sophie mengajak ngobrol si ibu penjual nasi pecel ini. 
Warung pecel ini sudah cukup lama ada, pemiliknya ibu Hanna. Nah sebelum menikah, saya dan bapaknya Sophie sering makan di sana, dulu malah lebih beragam menunya, tidak hanya sego pecel. Ada cah kangkung, capcay, sop, ayam tepung saus dan beragam menu lainnya. Dan masakan di sana memang masakan khas Jawa. Neh secara baru sekali selama di Batam saya makan cah kangkung tapi manis berkecap, he he he...

Bahkan ketika Sophie masih kecil suka makan di sana juga, tapi Sophie tentu tidak ingat kalau dia dulu sering kami ajak ke sana.

Hmmm walaupun sederhana, pecel tumpang khas Kediri ibu Hanna ini laris juga lho, dan memang yang beli kebanyakan orang Jawa juga sih, kecuali kami tentu saja. Bukan orang Jawa, tapi lidah kami sudah terbiasa dengan yang namanya sego pecel dan pelengkapnya yang tidak ketinggalan, ayam atau telur bumbu bali.

Secara dulu, di Surabaya, hampir tiap hari makan sego pecel, dan walaupun rasanya enak, harganya murah, he he he...
Oh iya dulu sempat kaget ketika pertama kali ke Surabaya, saya dan teman saya sarapan nasi pecel di daerah dekat kampus. Nah waktu itu makan nasi pecel pakai telur 2 porsi dan 2 gelas teh hangat. Begitu mau bayar, berapa pak? 1700 mba..begitu kata penjualnya.... saya bilang ini dua porsi loh pak...iya mba semuanya 1700. Saya pandang-pandangan dengan teman saya sambil bayar nasi pecelnya...wow murah sekali....

Dan ternyata setelah saya menetap di Surabaya, baru terbiasa dengan harga yang murah, secara dulunya tinggal di Bekasi dimana harganya 2 kali harga di Surabaya kalau boleh saya katakan.

Okeh terbiasa dengan harga murah di Surabaya, begitu sampai di Batam, syok...harganya mahal sekali. Pernah beli nasi pakai telur, saya kaget, hargarnya 2 kali lebih mahal daripada nasi pakai ayam di Surabaya...waduh ampun DJ, mahalnya..

Coba masak sendiri, beli sayur, itu yang namanya sawi hijau atau caisim, satu ikat kecil 4 ribu dan tentunya ditimbang dulu. Wuih, dulu di Surabaya ibu kos saya beli sawi hanya 500 rupiah tapi banyak sekali. Duh....

Nah beli telur, hitung perbiji, atau perpapan yang isinya 30 butir.  Sempat berpikir aneh ya...baru ini saya di Batam beli telur hitungan perbiji, bukan perkilo. Okeh yang aneh lagi yang butuh penyesuaian semua ditimbang, beli serai 1 batang ditimbang, beli jahe sejempol ditimbang.  Lalu beli kangkung berikut akar-akarnya ditimbang pulak...waduh, yang parah lagi, beli durian berikut kulit dan tangkainya ditimbang juga, hadeuh....

Ai...ai tetapi sekarang sudah terbiasa dengan mahalnya harga kebutuhan sehari-hari, secara sudah bisa beradaptasi. Malah kalau harga murah jadi kaget, he he he... Oh iya saya waktu ke pasar di Palembang bulan Desember lalu sempat kaget dan tidak percaya, tanya kemangi satu ikat berapa? hanya seribu rupiah, sampai saya tanya lagi penjualnya untuk memastikan...masih ada harga seribu di Palembang, lalu tanya daun katuk, hanya tengah duo (baca: 1500 rupiah) kata penjualnya...duh murahnya...

Okey, ini yang namanya penyakit kalap orang yang biasa belanja dengan harga mahal ketemu dengan harga murah, jadi langsung beli banyak dan apa dirasa murah dibeli, entah kapan mau dimasak, ha ha ha... pasti banyak kan yang begitu....

Wuahhhhh ngelantur kemana-mana, secara lagi mendung neh di Batam, lah apa hubungannya juragan? he he he...

Okey deh lanjut ke resep ya....resep ini mirip dengan resep untuk toppingnya pizza ayam bakso lada hitam, dan ternyata pizza dengan topping ini enak juga lho...yang mau lihat resepnya silakan lihat di resep pizza ayam bakso lada hitam ya.... silakan meluncur ke sana...


Ayam Jamur Bakso Lada Hitam

Bahan  :
  • 200 gr fillet dada ayam, potong kecil dan tipis
  • 10 butir bakso ikan, potong 2 bagian
  • 10 buah jamur shitake, potong 2 bagian
  • 100 gr kapri, bersihkan
  • 5 siung bawang putih, memarkan lalu cincang
  • 1 buah bawang bombay ukuran besar, potong kotak kecil
  • 1 sendok teh merica hitam, ulek kasar
  • 1 sendok teh minyak wijen
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 1 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan kecap asin
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • 1/4 sendok teh garam jika dirasa kurang asin

Cara membuat :
  1. Marinade ayam dengan minyak wijen, saus tiram, kecap asin, kecap manis, merica bubuk, diamkan selama kurang lebih 10 menit
  2. Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum, masukkan ayam yang sudah dibumbui, tambahkan bakso ikan, masak hingga ayam berubah warna
  3. Masukkan kapri, jamur shitake dan merica hitam, masak hingga kapri  dan jamur matang
  4. Cicipi rasanya, tambahkan apa yang dirasa perlu

Nah semoga resep ayam jamur serta bakso lada hitam ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba semoga cocok dengan selera....


Silakan mencoba....


NewerStories OlderStories Home

6 comments:

  1. Wah tau aja si Sophie, mana restoran dan bukan. Nah pertama kali aku membaca yaw kak Monica itu aku udah curiga, pasti dahulu orang tuanya suka yang murah - murah, eh ternyata benar. Walaupun sekarang sudah bisa menyesuaikan harga yang mahal. Nurunkan ke anaknya, tapi ntar kalau udah tahu mana yang mahal dan murah,,, dia pastinya suka yang mahal - mahal. Memang iya sieh kak, yang mahal biasanya enak, hehehehe. Salam buat Sophie kak Monica :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. he he he ya gitu deh mas Anis....
      sippp disampaikan salamnya ke Sophie dari oom Anis

      Delete
  2. Aduh dek sophie, kenapa mau nya restoran murah ??? pilih yg mahal dong yaaa lainkali hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha ha ha iya om Cum...maunya yang murah aja...

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Silakan kalau mau mempromosikan blog/website, gunakan komentar dengan nama atau nama blog/website dan url, tetapi komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.