Wajik Ketan Selai Nanas (Wajik Bandung / Wajik Kletik)



resep wajik kletik selai nanas

Okey deh saatnya posting kue tradisional yang sudah lama dikenal ya, tetapi entah ini asalnya dari mana otentiknya. Kalau biasanya sih memang dikenal dengan nama wajik kletik ataupun wajik bandung. Nah kalau kami sekeluarga hanya menyebutnya wajik.

Wajik ini sudah dari saya kecil sering dibuat oleh ibu saya. Nah dulu kalau kecil memang tugas kami anak-anak di rumah hanya membungkusnya. Dengan training seadanya, akhirnya kami semua mahir membungkus wajik ini dengan bentuk yang sama, seperti gambar yang saya tampilkan.

Resep ini adalah resep andalan ibu saya, dan semua yang makan wajik ini akan suka dengan rasanya, tentu bagi yang suka makanan manis begini ya. Nah wajik ini awalnya dibungkus masih lembut, tetapi lama-lama (entah berapa lama ya saya kurang tahu pastinya), maka permukaan wajik akan mengeras, tetapi dalamnya masih empuk, nah inilah enaknya wajik ini.

Foto yang saya ambil ini wajiknya baru beberapa hari saja, kurang lebih 5 hari, bagian luarnya belum mengeras. Jadi butuh waktu lebih lama lagi.

Standar membungkus wajik ini sih sebenarnya tidak ada ya, hanya memang biasanya menggunakan kertas minyak warna-warni dan selain dengan cara membungkus yang biasa dilakukan oleh ibu saya, ada juga yang tidak mau repot hanya dengan melipatnya seperti amplop begitu saja.

Okey deh untuk membuat wajik ini, ibu saya menggunakan kelapa utuh yang benar-benar masih berkulit, what...jadi ada proses mengupas kulit terluar dan tentu saja batok kelapanya. Nah lalu proses yang cukup membosankan adalah memarutnya manual dengan parutan khusus kelapa parut yang matanya kecil dan tajam. Parutan ini hanya saya lihat banyak dijual di Palembang, belum pernah saya lihat ada di Batam.

Jadi saya kebagian memarut kelapa yang berjumlah 2 butir, ups lebih tepatnya 1 1/2 kali ya, yang 1/2 butir sudah dikerjakan ibu saya. H2C juga tangan saya akan jadi korban seperti yang selama ini terjadi kalau saya menggunakan parutan tajam tersebut. Eits ternyata keahlian dan kewaspadaan saya meningkat, tangan saya selamat dari mata tajam parutan.

Nah kalau dilihat penampakannya, wajik tersebut ada titik-titik hitam, itu adalah kulit ari kelapa yang tidak dibuang. Yang tidak suka dengan penampakan tersebut, bebas kok untuk membuang kulit ari kelapanya.

Membuat wajik ini walaupun bahannya sederhana, tetapi proses memasaknya lumayan lama bok, dan harus sering diaduk adonannya, dan yang pasti harus dimasak sampai benar-benar mengental, kalau ibu saya bilang sampai ketika diaduk, adonan tidak lengket lagi di wajan. Hmmm membosankan memang, tetapi hasilnya sungguh terbayar.

Okey deh yang mau tahu dengan resep wajik ala ibu saya ini, berikut resepnya...

Wajik Ketan Selai Nanas

Bahan :
  • 750 gr ketan putih
  • 1 1/2 kg gula pasir
  • 2 butir kelapa ukuran sedang, parut (jika suka bisa buang kulit ari kelapa)
  • selai nanas dari 2 buah nanas ukuran sedang + 400 gr gula pasir (lihat cara buat selai nanas, catatan: ibu saya tidak menambahkan cengkeh dan kayu manis, jika suka bisa tambahkan sendiri)
  • 500 ml air panas
  • 2 sendok teh garam
  • kertas minyak secukupnya, potong ukuran 8cmx8cm

Cara membuat :
  1. Cuci bersih ketan, rendam selama 5-8 jam
  2. Sangrai kelapa parut hingga kering dan berwarna kecoklatan, angkat, sisihkan 
  3. Tiriskan ketan, kukus hingga setengah matang dengan api besar kurang lebih selama 15 menit, lalu siram-siram dengan air panas yang sudah dicampur garam, sambil diaduk hingga rata, kukus kembali hingga matang, kurang lebih selama 20 menit, tes sudah matang atau belum dengan mencicipinya
  4. Ambil wajan ukuran cukup besar, campur semua bahan, aduk rata dan masak hingga benar-benar mengental, bisa disendokkan dan adonan tidak lagi lengket di wajan
  5. Angkat, lalu panas-panas bungkus sesuai selera (jika mau membungkus seperti gambar, ambil kertas minyak, ambil kurang lebih 1 sendok makan adonan, letakkan di tengah kertas, pertemukan ujung-ujung kertas)
  6. Letakkan di wadah yang cukup besar, jangan bertumpukan, beri jarak antar wajik
  7. Diamkan di tempat yang cukup sejuk, terlindung dari matahari, dan diamkan selama beberapa hari (kurang lebih 3-4 hari), baru kemudian diletakkan di wadah tertutup (itu yang biasa ibu saya lakukan ya)

resep wajik ketan bandung

Nah semoga resep wajik ketan selai nanas atau wajik bandung atau wajik kletik ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga suka....

Selamat mencoba....


NewerStories OlderStories Home

17 comments:

  1. Hemmm enaknya kak Monica, dulu pas saya masih kecil ikutan membungkusnya, bungkusnya kan pakai kertas delancang begitu kalau derah saya menyebutnya dan kertasnya warna - warni (nyeni mbak ew), hehehe. Tapi giliran di suruh makan oleh ibu, aku selalu menolaknya. Tapi lama - kelamaan aku jadi menyukainya. Sekarang malah kangen ama yang gini - ginian. Mantab dah kak, bisa membuat ngiler dan berimajinasi saya, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas Anis, biasanya wajik gini biar lebih meriah kertasnya warna-warni, he he he... wajik ini memang makanan yang ngangenin...bener deh...

      Delete
  2. Mau mbak Monic tapi malas bikinnya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Yuyu, kalau bikin sendiri kok rasanya malas ya...ini juga kalau ga bareng ibu saya, entah apa saya mau buat wajik sendiri...wakakak...

      Delete
  3. Didiamkan ditempat dingin apa gk jadi tengik mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Saidani,
      didiamkan di tempat sejuk berangin sih mba tepatnya, istilahnya itu diangin-anginkan dengan catatan antara wajik satu dengan lainnya tidak saling menempel, malah di tempat panas akan tengik mba, itu sih berdasarkan pengalaman ibu saya sih yang sudah lebih dari 20 tahun membuat wajik ini, saya sendiri belum pernah membuatnya sendiri secara langsung, masih nebeng..

      Delete
  4. o,saya pernah buat mbak tapi hasilnya lengket,gkbisa dimakan,pernah gk dijemur malah bejamur,tapi belum pernah nyoba resep mbak monic,saya mo nyobalah buat lebarAN SEMOGA JD DAn nggak lengket.terima kasih resepnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau resep ini memang di hari pertama masih lengket mba, tapi hari kelima dst sudah mudah dibuka hanya belum mengeras, nah kalau lebih lama lagi, saya lupa berapa lama, akan sangat mudah dibuka karena permukaan sudah keras, tapi bagian dalam tetap lembut, nah kalau wajik begini yang saya suka

      semoga cocok ya mba dengan hasilnya, diangin-anginkan bukan dijemur ya mba, simpan di dalam ruangan saja, dan wajik tidak ditumpuk, ruangan terbuka begitu lah kira-kira, kalau ibu saya simpan di ruang nonton tv, tapi ruangannya terbuka, nyambung dengan ruang tamu, jadi diangin-anginkan di ruangan cukup luas tapi tanpa terkena sinar matahari langsung, jadi udara cukup sejuk

      Delete
  5. terima kasih mbak,mbak monic klu gulanya dikurangi bisa gk,saya takut manis

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mba Saidani, kalau gulanya dikurangi bisa pengaruh di kekerasan wajiknya mba, kalau sudah lama kan bagian luar keras, nah itu efek gulanya, kalau dikurangi bisa jadi tidak akan sekeras yang diharapkan
      tapi boleh dicoba mba.. siapa tahu sudah cocok dengan tekstur yang dikurangi gulanya tersebut

      Delete
  6. Gulanya langsung di campur semua k sama wajiknya nggak di campur air k

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas gulanya dicampur saja langsung dengan semua bahan, tanpa campuran air ya, nanti kan gulanya meleleh sendiri kena panas, jadinya bisa bercampur dengan baik dengan bahan-bahan lainnya

      Delete
  7. Selai nya gulanyasama ketan nya sama kelapanya di jadikan satu k?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, semua bahan dijadikan satu di wajan besar, baru diaduk sampai mengental

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Silakan kalau mau mempromosikan blog/website, gunakan komentar dengan nama atau nama blog/website dan url, tetapi komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.