Balado Jengkol (Sambalado Jariang)



sambalado jariang

Yuhu... hari ini saya posting resep sambal yang beraroma tajam dulu ya, he he he... yup balado jengkol dan teri atau bahasa Minangnya Sambalado Jariang. Kalau bicara jengkol, tidak semua suka dengan jengkol, termasuk saya....jengkol bukanlah termasuk jenis makanan yang saya santap, saya tidak suka jengkol, tapi itu dulu... sekarang saya sudah biasa menyantap jengkol, hanya tidak banyak, beberapa butir saja.

Sejak kecil memang kami di rumah tidak pernah makan yang namanya jengkol, pete, apalagi kabau.. apa tuh kabau? kalau orang Palembang atau mungkin orang Sumatera tahu ya namanya kabau itu. Mirip jengkol juga hanya kulit arinya hitam legam dan bentuknya kecil. Jadi makanan berbau tajam begini tidaklah masuk daftar makanan di rumah. 

Saya mulai makan jengkol ketika sudah menikah, secara bapaknya Sophie doyan yang namanya jengkol, pete apalagi. Tapi karena saya tidak pernah masak pete dan jengkol sebelumnya, jadi biasanya hanya bisa beli. Dan saya mulai coba makan, hmmm awal makan agak aneh, tapi lama-lama suka juga, tapi tetap tidak suka sekali, biasa saja.

Lalu coba masak sendiri, tapi baru coba masak pete dulu, jengkol belum pernah. Nah baru beberapa bulan belakangan ini ada satu warung tenda yang jadi langganan. Buka sore sampai malam hari. Nah di warung tenda ini menunya adalah nasi goreng pete dan nasi goreng kampung, ayam penyet lalu ada beberapa ikan asin, teri, ikan salai dan tidak ketinggalan jengkol dan pete.

Biasanya kalau ke sana, pesanan bapak Sophie adalah campuran ikan teri dan ikan asin dibuat satu porsi, lalu jengkol dan pete satu porsi. Nah sejak mulai sering ketemu ulat di pete, akhirnya hanya jengkol saja. Dan setelah saya coba beberapa kali enak juga sambal jengkolnya. Oh iya si pemilik warung tenda ini adalah orang Minang jadi masakannya tidaklah manis ya, jadi seperti masakan minang pada umumnya.

Nah yang membuat enak jengkolnya itu adalah karena jengkolnya digoreng garing. Jadi kalau ada yang pesan jengkol, baru deh si jengkol-jengkol ini dikupas, lalu dipotong dan langsung digoreng garing. 

Dan setelah sering beli, akhirnya baru tergerak untuk coba masak sendiri, biar lebih puas. Tinggal beli jengkolnya di pasar. Kebetulan memang jengkol selalu ada di pasar, harganya rata-rata 20 ribu rupiah saat ini. Cukup murah kali ya... dulu pernah waktu saya belanja yang lain, pas ada pembeli yang mau membeli jengkol, harganya seribu rupiah perbuah. Wuih mahal saya pikir untung saya tidak suka jengkol waktu itu ya. 

Kalau beli jengkol, pembeli bebas memilih jengkolnya, hanya saja, saya belum mahir memilih jengkol, jadi biasanya saja pilih yang kelihatan penuh saja dan tidak keriput, lalu kulitnya tidak terlalu berlebihan, maksudnya tidak terlalu lebar, supaya tidak terlalu berat, yang ujung-ujungnya berharap bisa menambah jumlah jengkol per kilonya, halah...dasar ya...

Okey deh, kembali ke resep balado jengkol kali ini, saya beli jengkolnya hanya 700 gr, nah saya lupa hitung berapa buah dan saya juga lupa untuk menimbangnya setelah kulit luarnya dikupas.

Sipp yang suka jengkol dan mau coba juga resep balado jengkol seperti yang saya buat, silakan ya... ini dia resepnya...

Balado Jengkol (Sambalado Jariang)

Bahan :
  • 700 gr jengkol dengan kulit luar, kupas, biarkan kulit arinya, masing-masing potong 3 bagian, goreng hingga garing
  • 150 gr teri, goreng garing
  • 3 butir asam kandis
  • 20 butir cabai rawit utuh
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis
 
Bahan sambal :
  • 100 gr cabai merah keriting
  • 6 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 2 buah tomat ukuran besar
     
teri jengkol dimasak balado



Cara membuat :

  1. Haluskan bahan sambal (saya gunakan blender dengan sedikit air), tumis hingga tidak langu, masukkan asam kandis dan cabai rawit utuh, masak hingga kering
  2. Masukkan jengkol goreng dan teri goreng, aduk rata, tambahkan garam, cicipi rasanya, angkat dan siap dihidangkan

balado teri jengkol

Nah mudah sekali kan membuat balado jengkol teri atau sambalado jariang ini, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera...


Selamat mencoba...


NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.