Triple Chocolate Brownies Sungai



resep triple choco brownies sungai

Waduh... ini namanya terlambat sekali latahnya, resep triple chocolate brownies atau brownies sungai ini sudah lama sekali booming ya, baru sekarang saya ada keinginan mencoba membuatnya sendiri. Walaupun hasilnya tidaklah seperti yang saya harapkan, tapi lumayanlah.. karena ada kesalahan di pemanggangan neh...

Jadi seharusnya brownies ini akan muncul shiny crustnya dengan sangat cantiknya, tapi ternyata brownies yang saya buat ini tidaklah muncul shiny crustnya, wah sayang sekali, padahal kalau muncul pasti bagus ya... he he he...

Oh iya, neh resepnya kan banyak ya sudah beredar, nah saya ambil referensi dari blognya mba Lys Ty - Triple Chocolate Brownies. Dengan mengikuti resep yang sudah dimodifikasi sesuai dengan selera mba Lys, takaran gulanya dikurangi dan takaran coklat bubuknya ditambah, lalu tanpa penggunaan baking soda dan baking powder. Hmmm ternyata menurut saya, rasanya agak sedikit kurang manis he he he....sedikit lagi gulanya baru pas sepertinya..  eh tapi yang seleranya memang tidak suka manis, cocok donk dengan resep ini...betul? dan ternyata brownies yang saya buat ini benar-benar gelap, secara saya menggunakan campuran coklat bubuk yang sangat gelap, merk elmer dan coklat bubuk merk tulip.

Hmmm karena oven saya ini hanya satu rak saja dan merupakan tipe oven gas, jadi saya hanya memanggangnya di satu rak saja. Waktu pemanggangan pun sudah saya kurangi dari waktu di resep tercantum, itu juga masih menghasilkan brownies yang sedikit kering. Nah karena saya baru pertama kali neh buat brownies begini, jadi saya harus mengenali lagi karakter oven saya untuk resep ini, jadi lain kali saya bisa atur lagi waktu pemanggangannya. 

Sippp jadi kesimpulannya, resep bisa sama, tapi tentu saja hasil eksekusi berbeda ya, banyak faktor yang mempengaruhinya, perlunya jam terbang dan insting dalam cooking dan baking itu perlu. Dan insting akan semakin bagus kalau jam terbang semakin lama.

Jadi yang pertama kali mencoba resep, ealah gagal neh, jangan menyerah... coba lagi.. kalau tidak mood mencoba resep yang sama, coba resep yang lain. Pertajam insting dengan pengalaman di dapur....

Nah saya pernah dulu ya... coba membuat kue talam labu kuning, pakai resepnya mba Ricke - Just Ordinary Kitchen, gagal.. coba tuh.. kue talam saja gagal... dan resep mba Ricke kan terkenal bagus dan jarang gagal ya...jadi apa saya menyalahkan resep, tentu tidak donk, saya tahu itu kesalahan saya... namanya sadar diri ha ha ha...

Lalu dulu juga saya mencoba resep cake coklatnya mba Endang-JTT, cake coklat dengan ganache.. gagal juga, walaupun tetap lembut tapi hitungannya bantat, dengan resep yang sama karena bantat, saya hanya menghasilkan setengah bagian saja dari resep aslinya. Bayangkan sudah dengan foto step by step juga masih gagal... piye toh nduk...

Kalau bicara pengalaman di dapur, oalah..sudah banyak resep bagus yang saya coba tapi berakhir gagal di tangan saya, sebut juga resep dari mba Hesti - Hesti's Kitchen..duh ini resep dari mba Hesti kan bagus-bagus ya... eh tapi semakin lama saya mencoba, semakin banyak yang berhasilnya kok.. intinya selain mengikuti resep, gunakan juga insting nah lama-lama malah bisa memodifikasi resep lalu akhirnya bisa juga neh membuat my own signature dish.... hulala...

Ok sippp kembali ke resep brownies sungai ini ya.. kenapa namanya brownies sungai, wah sudah banyak ulasan tentang ini ya.. ceritanya Ummu Allegra itu kelebihan coklat leleh dan akhirnya dituang saja di atas permukaan brownies membentuk aliran sungai. Ealah ternyata booming ya...

Berikut resep triple chocolate brownies atau brownies sungai ini ya... oh iya sebelum lebih jauh, terima kasih buat Ummu Allegra untuk resepnya dan mba Lys Ty yang sudah memodifikasi resepnya dan yang saya contek resepnya...

Brownies Sungai

Bahan :
  • 3 butir telur
  • 125 gr gula pasir (lain kali saya tambah sedikit lagi takarannya)
  • 100 gr gula palem (palm suiker)
  • 115 ml minyak sayur
  • 1 sendok teh ekstrak vanila
  • 100 gr dark cooking coklat, lelehkan
  • 50 gr coklat bubuk
  • 200 gr tepung terigu serbaguna (tepung terigu protein sedang, misal merk segitiga biru atau bola salju)
  • 100 gr chocochips

Cara membuat :
  1. Siapkan loyang ukuran 20cmx20cm atau 22cmx22cm (saya gunakan loyang 22x22cm), olesi dengan minyak sayur, alasi dengan kertas baking atau kertas roti bagian bawah sampai sisi-sisi loyang, sisihkan
  2. Panaskan oven, set di suhu 190 derajat celcius
  3. Campur tepung terigu dan coklat bubuk, sisihkan
  4. Campur telur, gula pasir dan gula palem serta ekstrak vanila, kocok dengan mixer selama 1 menit cukup sampai gula larut (saya hanya kocok dengan balloon whisk selama kurang lebih 2 menit)
  5. Masukkan campuran coklat bubuk sambil diayak, aduk rata dengan spatula (saya menggunakan balloon whisk)
  6. Tuangkan minyak, aduk rata kembali, tuangkan coklat leleh, sisakan kurang lebih 2 sendok makan untuk motif sungai, aduk rata kembali
  7. Masukkan chocochips, aduk rata, tuang ke dalam loyang, ratakan permukaan, beri motif aliran sungai dengan coklat leleh (masukkan sisa coklat leleh ke dalam kantong segitiga, gunting ujungnya kurang lebih sebesar 3mm, tuangkan ke permukaan adonan brownies), taburi dengan chocochips
  8. Panggang selama kurang lebih 25 menit di rak atas, lalu pindahkan ke rak tengah dan turunkan suhu oven menjadi 150 derajat celcius, panggang kembali selama kurang lebih 25 menit (saya hanya menurunkan suhu saja secara oven hanya 1 rak)
  9. Keluarkan dari oven, dinginkan dan potong-potong  

Resep Asli
untuk 3 loyang ukuran 30x10cm

Bahan :
  • 6 butir telur
  • 400 gr gula pasir
  • 250 gr gula palem
  • 225 ml minyak goreng
  • 1-2 sendok teh vanila
  • 400 gr tepung terigu protein sedang
  • 50 gr coklat bubuk
  • 1 sendok teh baking powder
  • 1 1/2 sendok teh soda kue
  • chocochips secukupnya 

Cara membuat :
sama seperti cara membuatnya di atas....



resep brownies sungai ummu allegra

Nah semoga resep triple chocolate brownies atau brownies sungai ala Ummu Allegra ini bisa bermanfaat ya... silakan mencoba semoga cocok dengan selera...



Selamat mencoba...




NewerStories OlderStories Home

8 comments:

  1. Hi....mba monic, aku dah coba pao nya. Lembut, enak! Kpn2 aku mo coba yg pake serikaya pandan ahh... BTW bronisnya bikin ngileeeerr hehehe. -Rini ~Medan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Rini, oh iyakah sudah coba paonya ya mba? wah senang deh kalau suka dengan rasanya.. wuih iya enak mba yang pake srikaya pandan
      he he he walaupun ga muncul shiny crustnya syukur deh penampakannya bisa juga buat ngiler he he he...

      Delete
  2. bialin telat gak apa, yang penting dah nyobain dan tau rasanya hihi...aku kok kemecer dengan warna hitam dari coklatnya ya. terkesan legit gitu loh. Duh langsung mak cleguk diriku

    ReplyDelete
    Replies
    1. he eh ya mba lebih baik telat daripada ga sama sekali ya he he he..
      iya neh mba jadinya hitam legam gitu ya bronisnya

      Delete
  3. Browniesnya cantik kok, mba Monic.
    Ini pasti saya suka, soalnya lebih terasa coklatnya.

    Saya sudah membaca begitu banyak resep Brownies dan pernah coba buat resep Chunky Brownies dari Tabloid Nova. Namun setiap kali mau Brownies lagi, pasti deh saya pilih resep andalan saya yang lebih ekonomis, hehehe....
    Mungkin karena hasil modifikasi sendiri Bolu Cokelat disebut Brownies, hehehe.... atau Cakey Brownies.
    Bila ingin hasil yang lebih padat, dikocok pakai whisk aja.
    Begitulah, susah pindah ke lain hati, hehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba kalau yang ini nyoklat banget mba Ima...
      he eh kalau sudah punya resep andalan ya balik lagi itu lagi itu lagi ya mba.. susah pindah ke lain hati ya.. halah...

      Delete
  4. Hmmmmm lekker mbaaaa :) biarpun mba shiny malu untuk muncul, yang penting enak hihi ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Lys, tapi jadinya penasaran... bronisnya mba Lys cantik gitu shiny crustnya..duh kalau ada mood mau coba lagi he he he...

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.