Roti Beruang (Bear Bread)



roti beruang tanpa ulen

Beberapa waktu lalu buat roti bentuk beruang (bear bread) ini sebagai bekalnya Sophie. Kalau saya katakan cukup mudah membuat roti ini secara masih setia dengan resep roti tanpa ulen, again? yup selama belum ada mesin roti, gunakan saja resep ini, karena masih malas mengulen lama-lama, he he he... walaupun ada juga resep roti lembut ala Victoria Bakes - killer soft bread yang sudah saya coba buat, lembut tapi butuh diuleni, jadi nanti-nanti deh buat lagi, siapkan mental dan siapkan lengan dulu ha ha ha...

Hmmm penampakan roti ini tidak begitu mulus, secara agak over proofing neh, jadi yang belum tahu over proofing maksudnya adalah terlalu lama waktu fermentasinya. Biasanya berpengaruh di permukaan roti atau bakpao yang menjadi berkerut. Ya begitu deh ya, kalau membuat olahan begini harus jeli juga. Nah kenapa juga bentuknya tidak mulus begini tetap saya posting... ini namanya dibuang sayang, karena kapan lagi neh mau membuat roti beruang ini, pas lagi moodnya datang. 

Membuat roti ini hanya menonjolkan bentuk saja ya, mengenai resep, silakan gunakan resep favorit ya, karena memang resep favorit masing-masing orang berbeda, sebut saja ada yang suka dengan resep roti tanpa ulen, saya ngacung ah... nah ada yang suka dengan resep roti tangzhong, atau resep roti killer soft bread, resep roti pakai biang, dll.. 

Yang baru mau mencoba membuat roti, monggo, silakan lihat resep mudah roti tanpa ulen di bawah ini, walaupun tanpa ulen hasilnya tetap empuk. Nah roti ini memang lembut kala hangat tapi agak sedikit berkurang kelembutannya dibandingkan hangat, tapi masih tetap empuk, asal..... roti begitu sudah dingin langsung disimpan di wadah kedap udara. Keesokan harinya roti tidak akan keras, masih bisa dinikmati. Namanya juga roti rumahan ya, jadi roti begini tidak menggunakan tambahan bahan pengempuk, lalu tanpa ulen lagi.

Nah kalau mau membuat roti rumahan tanpa bahan pengempuk, boleh lihat resep roti tangzhong di sini, roti abon dan roti kismis. Roti ini tetap empuk karena menggunakan pasta tepung, kenapa bisa begitu? penasaran? silakan lihat pembahasan lebih jauh di sini roti tetap empuk beberapa hari dengan water roux / tangzhong. Resep roti ini tetap juga harus diuleni sampai kalis elastis ya...jadi bukan resep roti tanpa ulen... semoga ke depan akan ada resep roti water roux tanpa ulen... harus dibuat dulu resepnya...sipppp

Sekarang bicara ngelantur dulu ya, di postingan saya sebelumnya di tumis pepaya muda dengan teri pada tanggal 24 Oktober 2016, saya cerita tentang kucing yang sudah beberapa kali tidak jemu naik pohon tetapi tidak bisa turun sampai berhari-hari sampai ada yang menurunkannya. Nah ternyata kejadian berulang lagi, sudah 2 hari kucingnya nangkring lagi di atas pohon, jadi hanya berselang 10 hari kucingnya sudah kembali mengulangi perbuatan konyolnya.

Mana sudah 2 hari ini berturut-turut hujan, betah lagi hujannya berjam-jam. Ternyata memang si kucing ini tidak kapok naik pohon. Nah sudah hujan begini apakah tidak akan kapok ya? Entahlah sekarang saya harus minta tolong lagi sama sekuriti komplek neh. Ahai... sungguh terlalu si kucing ini. Tapi dibiarkan saja kok kasihan ya... tadi saya coba panggil turun, dia hanya mengeong lemah.

Aih aih... cukup ah cerita kucingnya ya.. sekarang kembali ke resep roti beruang ini. Nah resepnya sama saja ya dengan resep roti tanpa ulen lainnya, silakan temukan resep roti lainnya di kategori roti ya. Nah untuk prosesnya cukup mudah hanya membuat roti bulat dengan isian sesuai selera, lalu beri tambahan bulatan kecil untuk telinganya. Untuk mata gunakan chocochips dan untuk hidung gunakan kismis.

Okey deh berikut resepnya ya... silakan....

Roti Beruang (Bear Bread)

Bahan :
  • 125 ml susu cair hangat
  • 1 sendok makan gula pasir
  • 1 sendok teh ragi instan
  • 150 gr tepung terigu protein tinggi, misal merk cakra kembar atau golden eagle
  • 50 gr tepung terigu protein sedang, misal merk bola salju atau segitiga biru
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1 sendok makan gula pasir
  • 1 butir kuning telur
  • 1 sendok makan margarin, lelehkan

Bahan olesan :
  • 1 kuning telur + 1/4 sendok teh madu

Bahan isian :
  • kismis secukupnya atau isian lainnya sesuai selera
Bahan mata dan hidung :
  • chocochips
  • kismis

Cara membuat :
  1. Di mangkuk cukup besar, tuang susu cair hangat, beri gula, aduk sampai gula larut. Taburkan ragi instant, tunggu sampai ragi instant larut kurang lebih 5 menit, lalu aduk dengan sendok sampai tercampur rata, diamkan selama kurang lebih 10-15 menit sampai muncul gelembung udara di permukaan larutan
  2. Di mangkuk yang lain campur terigu, gula dan garam, masukkan ke dalam larutan ragi instan, tambahkan kuning telur, aduk hingga membentuk adonan yang kenyal (saya gunakan sendok kayu)
  3. Beri mentega/margarin cair, aduk kembali dengan sendok kayu sebentar, lalu supaya rata saya aduk dengan tangan (mirip menguleni hanya tetap di dalam mangkuk dan hanya sampai tercampur rata, kira-kira selama kurang dari 1-2menit saja)
  4. Bentuk bulat adonan, tutup dengan plastik wrap (saya tutup dengan piring plastik saja), diamkan selama kurang lebih 20 menit
  5. Setelah 20 menit, kempiskan adonan, bulatkan kembali adonan dengan cara menarik bagian atas ke bawah sehingga membentuk bola. Lalu fermentasikan lagi selama 20 menit. Lakukan sampai 3 x proses ini, jadi total waktunya 1 jam ya
  6. Setelah proses 3x fermentasi, kempiskan adonan, bagi menjadi 10 bagian, dengan berat kurang lebih 39 gr, bulatkan masing-masing. Letakkan di wadah bertabur tepung tipis, biarkan selama kurang lebih 5-10 menit hingga mengembang
  7. Ambil dua bulatan yang, masing-masing bagi 8 bagian, bulatkan, jadi ada 16 buah bulatan kecil. Ambil sisa bulatan besar, gilas atau tekan dengan tangan, beri isi, bulatkan kembali, letakkan di loyan bersemir margarin, beri telinga berupa 2 buah bulatan kecil, tempelkan saja di bagian atasnya, karena begitu mengembang bulatan akan menempel dengan baik. Lakukan sampai selesai. Beri mata menggunakan chocochips, hidung menggunakan kismis sembari sedikit ditekan perlahan. 
  8. Sementara itu panaskan oven, set di suhu 180 derajat celcius. Olesi permukaan roti dengan bahan olesan, tekan kembali kismis dan chocochips secara perlahan.
  9. Panggang selama kurang lebih 13- 18 menit atau sampai permukaan roti kecoklatan, keluarkan dari oven dan dinginkan sejenak.

resep roti tanpa ulen

Nah semoga resep roti beruang (bear bread) ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...



NewerStories OlderStories Home

4 comments:

  1. Nanti kalau sudah boleh makan telur dan lemak-lemak, pasti saya buat ini. Lucu banget, mbak.

    Eealah... Kucing... Kucing....
    Mbak Monic, kalau kucingnya naik pohon lagi, difotoin ya, mbak. Penasaran banget sama kucing bandel itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Ima, roti ini buat lucu2 an cocok neh he he he..
      sippp mba nanti kalau kucingnya naik pohon lagi difotoin deh

      Delete
  2. Hallo mba monic, salam kenal. Blognya keren, resep2 roti tanpa ulennya menarik banget. Ijin share resepnya ya mba.����

    ReplyDelete
    Replies
    1. hallo juga mba.. salam kenal juga
      aih aih terima kasih ya sudah dibilang keren blog saya, jadi geer neh he he he
      silakan dishare mba.. terima kasih ya..

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.