Pindang Ayam Kemangi (Palembang)



resep pindang ayam kemangi

Kemarin itu kok ya kepikiran mau makan pindang ayam kemangi ini, itu loh masakan pindang khas Palembang. Mungkin karena sudah lama tidak makan kali ya, jadi ingin makan atau mungkin karena ingin makan yang tidak begitu berat.

Kalau di Palembang sendiri, masakan pindang bisa macam-macam jenisnya, sebut saja pindang tulang yang memang sangat terkenal, lalu pindang udang, pindang ikan patin yang biasanya dicampur juga dengan tempoyak dan tentu saja pindang ayam.

Selain itu ikan gabus pun enak dijadikan pindang. Nah kalau dulu kecil, biasanya ibu saya sering masak pindang ikan gabus. Aih dulu saya masih suka makan ikan gabus, nah sekarang entahlah, saya tidak mau lagi makan ikan gabus, kecuali ikan gabusnya diolah menjadi pempek, padahal kalau membayangkan makan pempek ikan gabus agak geli tapi berusaha tidak memikirkannya, lanjut terus makan... pura-pura tidak tahu ha ha ha...

Kalau ikan patin, sampai sekarang saya juga tidak mau makan, jadi kalau ibu saya masak pindang ikan patin atau pepes ikan patin, hmmmm lewat saja deh...pass dulu.. tapi ibu saya dan adik saya suka dengan olahan ikan patin ini. Jadi sampai sekarang saya belum pernah masak ikan patin sendiri he he he.. namanya juga selera ya... beda orang beda selera.

Kalau saya tetap pindang ikan tongkol adalah favorit, nih saya pernah posting resep pindang kuning ikan tongkol di blog ini. Oh iya dulu saya pernah posting resep pindang ayam ini, tapi waktu itu buat versi diet rendah garam, secara memang garamnya dikurangi. Nah pindang ayam ini memang cocok untuk diet karena memang memasaknya tanpa minyak. Ikan bisa diganti dengan ikan-ikanan sesuai selera.

Membuatnya juga sangat mudah, bumbu hanya diiris, dan menjadikan masakan ini masakan yang ringan. Nah tadinya saya ingin mencampur irisan cabai rawit atau cabai rawit utuh di pindang ini, tapi berhubung saya mau Sophie juga makan, jadi saya buat sambal cabai rawit terpisah saja. Ealah tapi tetap saja Sophie tidak mau makan ayam kuah. Hmmmm ujung-ujungnya telur ceplok lagi buat dia.

Sambal cabai rawit yang saya buat mentah saja, hanya bawang putih, cabai rawit dan garam, begitu sudah dihaluskan masukkan ke mangkuk, beri air jeruk nipis. Aihhh dulu sambal begini adalah favorit saya. Kalau ibu saya membuat bandeng bakar, sambalnya sambal begini saja. Tapi nikmatnya beuh.... terkenang sampai sekarang, jadi takana jo kampuang ini.

Nah untuk pindang ayam kemangi ini saya buat menggunakan dada ayam tanpa kulit ya, kalau di pasar di Batam ini disebut ayam sate. Jadi biasanya kalau mau membeli khusus dada ayam, selalunya beli ayam sate, dada ayam saja tanpa sayapnya, tapi masih berkulit sih. Nah kulitnya tinggal dibuang saja kalau mau.. dan biasanya memang saya tidak pernah menggunakan kulitnya untuk dada ayam begini. Selalunya saya stok dada ayam begini, jadi sewaktu-waktu butuh tinggal gunakan, apalagi kalau ada request ayam kupuk kecil (popcorn chicken ala2).

Sippp ah... lanjut ke resep ya sekarang, ini dia..silakan..

Pindang Ayam Kemangi (Palembang)

Bahan :
  • 500 gr dada ayam tanpa kulit, potong-potong kecil
  • 3 buah tomat ukuran kecil, potong-potong
  • 1 batang daun bawang, potong melintang ukuran kurang lebih 1-2cm
  • 3 butir asam kandis
  • 2 genggam daun kemangi
  • 1 sendok teh garam
  • 1 ruas jahe, memarkan
  • 1 ruas lengkuas, memarkan
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 1000 ml air

Bumbu iris :
  • 4 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit

Cara membuat :
Didihkan air, masukkan bumbu iris, jahe, lengkuas, daun salam, serai dan asam kandis, biarkan lagi hingga mendidih sekali lagi, masukkan potongan ayam, masak hingga ayam matang, tambahkan tomat dan daun bawang, beri garam, aduk rata, cicipi rasanya. Begitu sudah pas rasanya, sesaat sebelum diangkat masukkan kemangi, matikan api, siap dihidangkan.



Nah semoga resep pindang ayam kemangi (Palembang) ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...

Temukan resep pindang-pindang lainnya di label kategori pindang ya.... ini dia... pindang



Selamat mencoba...




NewerStories OlderStories Home

4 comments:

  1. Sekedar info nih mba Monic, pindang itu dalam bahasa Mandar adalah piring. Dulu pertama kali dengar nama masakan namanya pindang ini dan itu, rasanya mau tertawa, tapi lama-lama jadi terbiasa.

    Toss, mba. Saya juga tidak suka makan ikan gabus. Kepalanya seperti ular gitu, hih ngeriiii. Walaupun bergizi tinggi karena mengandung albumin, tetap saja saya tidak suka.
    Kalo ikan Patin belum pernah liat aslinya apalagi menyantapnya. Heheheh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha ha ha... beda bahasa beda arti.. oh jadi pindang itu bahasa Mandarnya artinya piring..
      dulu saya malah heran juga ketika menginjak tanah jawa dengar kata ikan pindang...loh kok begini, ikan asin disebut pindang.. tapi ternyata di tanah jawa yang lain ada juga pindang mirip pindang palembang yaitu masakan berkuah.. he he he..

      toss ga suka ikan gabus..

      oh di sana ga ada ikan patin ya..kalau di Batam di pasarnya selalu ada ikan patin, biasanya sih ikan beku, jarang ada yang ikan hidupnya

      Delete
  2. Segeeeer kyk nya tu mba....
    BTW klo bumbunya dihalusin bisa gk mba? Biar lbh berasa gitu...

    RINI

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Rini, seger...
      bisa banget mba kalau bumbunya dihaluskan.. sebenarnya memang ada versi bumbu halus dan iris, tergantung yang masak maunya gimana, he he he

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Silakan kalau mau mempromosikan blog/website, gunakan komentar dengan nama atau nama blog/website dan url, tetapi komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.