Resep Ayam Tuturaga khas Manado



ayam tuturaga

Demam masakan Manado masih berlanjut huahahaha... jangan kabur dulu ya.. begini ini karakter pemilik blog, selagi belum bosan ya bakalan itu-itu terus he he he. Nah kali ini masih masakan ayam, dan kali ini adalah ayam tuturaga

Kalau saya katakan ayam tuturaga ini mirip ayam woku, hanya saja bersantan dan rasanya malah mirip masakan mangut, pernah posting mangut ikan tongkol dan mangut kakap sebelumnya. Sedaplah pokoknya.. 

Nah memasak masakan jenis begini tidak butuh lama untuk memasaknya, jadi tadi sambil menonton serial favorit di FOX dan jika iklan pindah ke FOX Crime akhirnya selesai juga sebelum saatnya menjemput Sophie pulang sekolah.

Tadinya saya itu ragu mau menambahkan santan di masakan ini, tapi kalau tidak bersantan, namanya bukan ayam tuturaga donk ya, menyalahi konsep. Hmmmm sebelum ditambah santan sudah saya cicipi rasanya dan enak donk, tambahkan santan makin enak.. makin gurih dan makin mirip dengan mangut rasanya, hanya ini mangut ayam he he he.

Karena ini makanan pedas dan memang saya buat cukup pedas untuk ukuran anak-anak, jadi tadi Sophie saya buatkan saja ayam goreng simpel, berbumbu bawang putih, garam, kunyit bubuk dan merica hitam. Sedap rasanya walaupun bumbunya simpel, dan masakan begini jadi favoritnya Sophie. Untuk sayurannya, tumis saja kapri dicampur jamur white crab berbumbu bawang putih, garam dan merica, simpel. 

Jadi memang untuk Sophie itu masakan tidak perlu aneh. Beberapa waktu yang lalu saya masak pasta untuk dia tapi saya beri saus tomat botolan, tidak berapa lama dia batuk-batuk. Jadi bertambah lagi varian yang membuatnya batuk. Sejak saat itu saya belum pernah lagi membuatkannya pizza bersaus tomat, padahal Sophie sudah beberapa kali minta pizza. Saya katakan nanti ya nak, belum buat saus tomatnya.... ahai emaknya masih malas membuat saus tomat sendiri, belum mood. Untungnya anak ini sabar... jadi di saat-saat tertentu hanya berkata, nanti kalau ibu sudah buat saus tomat, buat pizza ya... hi hi hi... emaknya belum buat juga sampai hari ini.

Untungnya Sophie itu tidak bandel, jadi untuk makanan dan minuman dia selalu bertanya, Pipi boleh makan ini tidak? boleh minum ini? jadi ketika belanja di swalayan terkadang dia ingin sesuatu sebut saja makanan anak-anak, lalu kami katakan tidak boleh nak, nanti batuk. Akhirnya dia menurut. Suatu ketika temannya ulang tahun dan pulangnya dia membawa goodie bag, tapi isinya semua makanan anak kemasan pabrikan. Lalu sebelum dia buka goodie bagnya, dia tanya, yang mana yang boleh Pipi makan? lalu saya periksa, oalah nak... tidak ada yang boleh.. oh tidak ada ya... begitu saja katanya, sedikit kecewa di wajahnya tapi dia mengerti menderitanya kalau batuk. Aih aih untungnya kalau dia sudah mengerti.

Uppps kembali lagi ke resep ayam tuturaga ini ya, nah yang saya buat ini ala-ala saya ya... seperti biasa saya tidak menambahkan daun pandan ke masakan begini, belum mood, suatu saat nanti deh. Padahal daun pandan ada stoknya di kulkas. Kebetulan ada di penjual bumbu, jarang-jarang ada. Sekalinya beli 1 pokok begitu, murah hanya seribu rupiah. Si uni penjuan berkomentar ketika saya membeli daun pandan ini,  banyak kan daun pandan seribu, daripada minta ke tetangga, iya kan... ha ha ha tahu saja nih si Uni. 

Tapi saya memang tidak punya tetangga yang punya daun pandan, bagaimana bisa minta? sekalinya pernah lihat ada yang menanam daun pandan tapi di blok lain yang cukup jauh, aih aih masa iya minta daun pandan ke sana...padahal duh ngiler lihat daun pandannya.. banyak sekali dan subur-subur menghijau.

Di rumah saya itu terkendala kalau hal tanam menanam, lahan semua dimanfaatkan dan saya belum mood lagi menanam dengan menggunakan polybag. Secara dulu pernah mencoba, ceritanya sedang hobi menanam, jadi saya coba tanam cabai, tomat, pare dan melon. Tapi semua tidak membuahkan hasil, semua terserang hama putih. Sempat berbuah tapi kerdil... akhirnya saya menyerah.. belum mood lagi menanam bahkan untuk pandan sekalipun.

Okeh deh, lanjut ke resep ah sekarang, ini dia resepnya.. silakan..

Ayam Tuturaga

Bahan :
  • 800 gr daging ayam tanpa kulit, potong sesuai selera
  • 1 buah jeruk nipis ukuran besar
  • 2 genggam daun kemangi
  • 2 lembar daun kunyit, sobek-sobek
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 300 ml air
  • 200 ml santan (saya gunakan 65ml santan instan +air)
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu halus :
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 5 butir kemiri, sangrai
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 10 butir cabai rawit
Cara membuat :
Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 10-15 menit, bilas, sisihkan. Tumis daun jeruk, daun kunyit dan serai sampai daun-daunan berubah warna, masukkan bumbu halus, masak hingga harum dan tidak langu, masukkan potongan daging ayam, aduk rata dan masak hingga ayam berubah warna. Tambahkan air, masak hingga ayam matang, beri garam, aduk rata, cicipi rasanya. Tambahkan santan, masak hingga mendidih sambil sesekali diaduk, cicipi lagi rasanya, jika perlu tambahkan garam, kemudian sesaat sebelum diangkat masukkan daun kemangi.


resep ayam tuturaga

Nah semoga resep ayam tuturaga khas Manado ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...




NewerStories OlderStories Home

6 comments:

  1. Wah...Sophie mirip anakku yg cewe mba. Klo ada snack suka tanya boleh dimakan apa ngga. Nah...klo di sekolah dia jajan yg saya larang dia jajanin jg, sampe rumah dia cerita. Trus nanya, "gpp kan, ma td jajan ini itu?" Lah klo udh dimakan mau gmn lg? Hihi..

    Rini

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya ya mba, mirip ya kelakuannya.. hi hi hi lucu mba.. jajan di sekolah pulangnya baru tanya gpp, pasti dengan wajah polosnya kan mba..kebayang he he he
      tapi memang kalau sudah di sekolah susah ya mba kalau anak-anak jajan, begitu banyak jajanan
      nah ini Sophie baru TK, jadi belum ada cerita jajan2, selalu bawa bekal, entah nanti SD, semoga tetap setia dengan bekalnya he he he

      Delete
  2. Memangnya Pipi cantik Sophie sakit apa, mba? Kok banyak pantangan makan seperti saya?

    Untungnya dia pengertian ya, mba? Anak yang baik deh si Pipi ini.

    Eh tapi, meskipun ada pantangan makan, badannya bagus ya, mba? Kalo saya mah kuyuuus banget, heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya gitu mba, setiap kali makan makanan pabrikan mesti batuk, curiganya sih dia alergi pengawet, pemanis buatan dan pewarna mungkin ya, pokoknya makanan dan minuman kemasan sudah tidak bisa lagi dia makan, pasti batuk parah

      he eh dia pengertian, sudah tahu kali menderitanya ketika batuk, jadi dia tidak mau lagi mba

      iya mba makannya sih tetap banyak he he he.. selagi buat sendiri atau tanpa bahan2 pengawet dan pemanis buatan, selama emaknya rajin buat2 makanan, makannya tetap lanjut dan semakin gembul he he he..

      mba Ima belum bisa gemuk mungkin karena beda pantangan, kalau Sophie kan selama homemade ya tidak masalah..

      Delete
  3. Oh gitu, mba. Tapi kan memang makanan rumahan lebih sehat dan berkualitas, mba.

    Sehat selalu ya Pipi Sophie cantik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Ima, makanya nih harus rajin buat makanan sendiri he he he

      iya tante Ima, terima kasih ya..

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.