Ayam Masak Mandar



resep ayam masak mandar

Posting resep ayam masak Mandar dulu ya, modifikasi dari resep bau peapi khas Mandar. Nah waktu masak bau peapi saya pikir, hmmm kalau ikannya diganti ayam bagaimana, sepertinya enak juga, dan benar ternyata enak juga. Walaupun tanpa lasuna atau bawang khas Mandar, hanya menggunakan bawang merah biasa... tapi enak..enak..

Oh iya neh, saya kemarin mendapat komentar dari salah satu komentator setia Monic's Simply Kitchen, mba Rini di Medan, mengatakan kalau anak bungsunya mba Rini telah tiada, membaca komentar mba Rini saya menjadi sangat berduka, secara walaupun hanya ketemu di dunia maya, tapi serasa sudah akrab. Ah saya masih ingat komentar mba Rini di bulan Oktober, tentang ulang tahun bungsu kesayangan mba Rini, mba Rini katakan kalau ultah si bungsu hanya buat cake coklat ganache dan dihias cherry, sedang tidak ingin repot membuat blackforest cake.

Semoga mba Rini, suami dan anak-anak tabah ya mba.. diberi kelapangan dada menerima semua cobaan ini ya mba.. ah saya bisa merasakan duka mba Rini, kehilangan anak yang disayang, semoga anak tercinta mendapat tempat yang layak di sisi-Nya, amin.

Makin tersentuh apalagi tadi pakai acara nonton film Collateral Beauty pulak tentang seorang bapak yang kehilangan putri tersayangnya yang menghancurkan dunianya. Apalagi biasa ya kalau film seperti ini suka ada cerita sharing di perkumpulan di mana orang-orang berkumpul mengisahkan tentang bagaimana rasanya kehilangan anak, duh jadi semakin sedih apalagi membayangkan mba Rini di Medan sana.. hiks.. hiks.. semoga mba Rini tabah ya mba...

Okeh deh, kembali ke resep ayam masak Mandar ini, nah tentu saja yang khasnya di sini adalah penggunaan asam mangganya. Nah sahabat maya saya satu lagi yang belakangan ini juga menjadi komentator setia seperti halnya mba Rini, mba Ima pemilik blog Dapur Ima, dengan baik hati mengirimkan asam mangga kepada saya, aih jadinya saya punya stok asam mangga neh. Kapan ingin makan bau peapi atau masakan ayam masak Mandar ini maka tinggal masak saja.

Kalau tidak ada asam mangga, bisa ganti dengan asam jawa atau asam jenis lainnya, hmmmm ada ide juga dari mba Rina Audie kalau diganti belimbing wuluh, nah saya rasa juga bisa, selama menggunakan bahan yang bisa memberikan rasa asam.

kaloe asam mangga

Okeh.. sippp berikut resep ayam masak Mandar yang saya buat ya.. pada dasarnya sama saja dengan resep bau peapi khas Mandar yang pernah saya posting sebelumnya.

Ayam Masak Mandar

Bahan :
  • 800 gr daging ayam, potong-potong cuci bersih
  • segenggam asam mangga
  • 5 butir bawang merah iris, atau lasuna Mandar, iris
  • 10 butir cabai rawit, haluskan (atau sesuaikan dengan selera jumlahnya)
  • 15 butir cabai rawit utuh (tambahan saya)
  • 1/2 sendok teh kunyit bubuk
  • 3 sendok makan minyak goreng (resep asli menggunakan minyak kelapa Mandar)
  • 1 sendok teh garam
  • 500 ml air
Cara membuat :
  1. Cuci asam mangga lalu rendam dengan air, biarkan kurang lebih selama 10 menit
  2. Campur minyak, bawang merah/lasuna, kunyit bubuk, sisihkan
  3. Bersihkan potongan ayam, buang lemak dan kulitnya, bilas hingga bersih, kemudian tiriskan asam mangga, air rendaman asam mangga ini dipakai untuk membilas lagi potongan ayam
  4. Remas-remas bawang merah/lasuna yang sudah dicampur bubuk kunyit dan minyak tersebut, remas-remas dengan ujung jari selama kurang lebih 20 detik
  5. Lumuri potongan ayam dengan bumbu bawang, masukkan potongan ayam ke dalam panci atau wajan, beri air dan cabai rawit halus dan cabai rawit utuh, serta asam mangga, masak hingga ayam matang dan air sedikit berkurang (karena saya suka berkuah, jadi saya masak hingga ayam matang saja, masih berkuah cukup banyak), cicipi rasanya, tambahkan garam jika perlu, angkat dan siap dihidangkan


resep ayam mandar

Nah semoga resep ayam masak Mandar ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...


NewerStories OlderStories Home

2 comments:

  1. Iya, mba Monic. Sedih banget nih. Pantesan mba Rini jarang muncul, ternyata anaknya sakit dan dipanggil Yang Maha Kuasa.
    Semoga mba Rini dan keluarga diberi kesabaran.

    Maaf komentarnya jadi tidak ada hubungannya dengan judul resep yang mba posting kali ini, saya jadi kehabisan kata-kata setelah membaca komentar mba Rini diposting sebelumnya ditambah lagi dengan cerita mba Monic di atas.
    Hiks..., hiks...

    ReplyDelete
    Replies
    1. he eh neh pantes jarang muncul ya mba Rini, ternyata mba Rini lagi berduka.. iya mba semoga mba Rini dan keluarga diberi ketabahan ya mba.. berharap yang terbaik untuk mba Rini

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.