Mangut Ikan Salai (Ikan Asap)



mangut ikan asap

Hari ini saya posting resep masakan yang saya tidak suka, loh kok bisa? walaupun saya tidak suka masakan ini, tapi tetap ya saya masak, karena kesukaan bapaknya Sophie dan memang dia sengaja minta dimasakkan mangut ikan salai ini.

Nah saya pernah dan sering bahkan ya mengatakan kalau saya itu tidak suka dengan ikan asap, jadi sampai saat ini saya tidak mau makan masakan dengan ikan asap. Hmmm memang sih dari kecil saya tidak pernah makan makanan dengan ikan asap begini, setahu saya ya.. tapi setelah saya pikir-pikir ada satu jenis ikan teri yang saya paling tidak suka dari dulu, warnanya kehitaman seperti ikan asap dan baunya setelah saya pikirkan memang itu ikan teri yang diasapkan. Nah di rumah sering sekali ibu saya menggoreng ikan teri ini. Tapi saya tidak pernah mau makan, kesan saya waktu itu ikan teri yang itu aromanya saya tidak suka.

Nah kalau kami di sana menyebutnya ikan teri campa, campa di sini artinya hambar. Bukan jenis ikan teri yang biasanya yang asin. Alm bapak saya selalu katakan, ini enak.. cobalah.. kenapa kamu tidak mau makan ikan teri ini? mmmmm.. tidak suka begitu kata saya. Walaupun tahu kalau saya tidak suka, bapak saya ini selalu membujuk saya untuk memakannya.. tetap teguh.. tidak mau makan ikan teri campa ini. Namanya juga selera kan ya.. tidak bisa dipaksakan.

Kenangan akan teri campa ini tidak berlanjut ketika saya kuliah di Bandung, saya tidak pernah menemukan makanan beraroma sama dengan ikan teri campa ini di Bandung, hmmm mungkin karena jajahan kuliner saya tidak begitu lebar kali ya, namanya juga anak di rantau, entahlah.

Eh ketika saya ke Surabaya, saya menemukan menu yang katanya mangut iwak pe.. sempat penasaran apa sih mangut iwak pe itu? dan apa sih iwak pe? setahu saya kalau di Palembang, iwak artinya ikan, dan memang sama, jadi ternyata iwak pe itu ikan pari. Hmmm dari penampilannya menggoda, karena penasaran saya coba, dan eng ing eng.. rasanya saya tidak suka. Dan selidik punya selidik ternyata iwak pe di sini adalah ikan pari yang sudah diasapkan.

Sejak saat itu saya menghindari makanan yang bernama iwak pe ini..he he he. Padahal di Surabaya itu banyak juga jenis ikan asap yang saya baru tahu ketika saya ambil jalan pintas dari Sukolilo ke Perak lewat daerah pantai Kenjeran. Jalan pintas tersebut sampai lewat ke beberapa jalan rumah penduduk yang notabene boleh dikatakan mengolah hasil laut. Di sana saya baru melihat kalau ada bangunan khusus untuk mengasapkan ikan. Saya melihat beberapa jenis ikan diasapkan dan ada yang sudah berwarna kehitaman.

Dan begitu saya sampai di Batam, saya baru tahu juga kalau ada salah satu menu masakan padang berupa gulai ikan salai. Ahai.. dari warnanya saya tahu nih ikan pasti ikan asap dan benar memang ikan salai itu ikan asap, dan biasanya saya selalu melihat ikan salai di sini adalah ikan lele. Dan lagi neh.. ternyata di penjual ikan teri dan ikan asin, pasti ada ikan salai lele ini. Hmmm ternyata ada juga ikan salai dari ikan lele anakan.

Ternyata eh ternyata bapaknya Sophie itu doyan ikan asap.. alamak.. jadi kalau dia mau makan ikan asap ya beli saja di rumah makan padang. Nah ini sudah beberapa kali dia ingin dimasakkan ikan asap, biasanya saya gulai, campur dengan pakai atau kacang panjang. Kalau saya sedang tidak mood sama sekali, masakan begini sama sekali tidak saya cicipi rasanya, entah enak atau tidak, tapi yang makan tidak pernah protes.

Kalau saya sedang baik hati saya cicipi, tapi..ada tapinya neh, saya cicipi rasa kuahnya saja, sebelum ikannya dimasukkan he he he.. Setelah itu terserah rasanya bagaimana. Hmmm tapi enaknya sama bapaknya Sophie itu tidak begitu mementingkan rasa umami buatan, dalam artian tidak suka dengan rasa umami berlebihan karena penambahan penyedap. Jadi masakan begini dia tidak pernah protes walaupun entah rasanya bagaimana.

Beberapa kali dia menawari saya mencoba gulai atau mangut ikan asapnya, tapi tetap ya saya tidak mau, entahlah, kalau yang ini saya sama sekali tidak mau mencobanya lagi, saya sudah tahu rasanya dari aromanya saja. Dan untungnya saya masih tahan dengan aromanya he he he..

Jadi memang ya, selera tidak bisa dipaksakan, walaupun ada juga neh yang tadinya tidak suka eh lama-lama jadi suka. Seperti makan pete atau jengkol, nah dulu makanan ini tidak pernah saya coba, secara dari kecil tidak pernah makan, ketika sudah mulai bersama dengan bapaknya Sophie yang doyan pete serta jengkol, saya mulai beradaptasi makan kedua jenis ini, dan ternyata lidah saya masih bisa menerimanya, walaupun makannya juga tidak banyak.

Jadi untuk setiap makanan memang tiap orang itu berbeda ya.. jadi jangan juga hueks hueks melihat orang lain makan  makanan yang kita tidak suka, tetap hargai orang lain. Kalau kita tidak suka bukan berarti makanan itu makanan sampah sampai perlu kita hueks hueks, nah apalagi di depan orang ketika orang lain makan makanan tersebut, akan sangat menyakiti hatinya bukan? walaupun memang kita hampir muntah karenanya.. ha ha ha..

Jadi setiap manusia itu berbeda, alangkah indahnya kalau setiap orang bisa menghargai perbedaan. Tentu akan damai dunia ini, iya kan.. nyatanya memang tidak semudah itu berbicara begini, pada prakteknya sangatlah sulit kan. Hal yang berbeda malah mengundang konflik, aih aih..  

Sipp ah.. berikut resep mangut ikan salai atau ikan asap yang saya buat ya... resepnya ya itu itu juga, sama seperti resep mangut ikan tongkol atau mangut ikan kakap..

Mangut Ikan Salai

Bahan :
  • 300 gr ikan salai atau ikan asap (di sini saya menggunakan ikan lele asap)
  • 5 lonjor kacang panjang, potong-potong
  • 2 genggam daun kemangi
  • 2 buah tomat ukuran sedang, belah 6 memanjang
  • 2 batang daun bawang, potong 2cm
  • 5 lembar daun jeruk
  • 3 cm lengkuas, memarkan 
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 65 ml santan instan
  • 300 ml air 
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 8 buah cabai merah keriting
  • 5 butir cabai rawit merah
  • 2 cm jahe
  • 2 cm kunyit
  • 2 sachet terasi (@5gr)
  • 5 butir kemiri

Cara membuat :
  1. Cuci ikan, bilas, goreng sebentar saja, angkat dan tiriskan
  2. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan lengkuas, serai, daun salam dan daun jeruk, masak hingga harum
  3. Masukkan santan dan air, aduk rata, masak hingga mendidih
  4. Tambahkan tomat dan kacang panjang, beri garam, aduk rata, cicipi rasanya
  5. Masukkan ikan salai, tambahkan daun bawang, masak sebentar, cicipi lagi rasanya, kemudian sesaat sebelum diangkat masukkan kemangi, aduk dan masak sebentar saja sampai kemangi sedikit layu, angkat dan siap disajikan

mangut ikan salai lele

Nah semoga resep mangut ikan salai atau ikan asap ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..


Selamat mencoba...


NewerStories OlderStories Home

6 comments:

  1. Aq jg gk suka sm ikan salai ini mba...hihihi

    RINI

    ReplyDelete
    Replies
    1. toss mba Rini.. selera kita sama he he he

      Delete
  2. Sarat makna lagi nih cerpennya, mba.

    Jadi begitu ya, mba, kalau sudah punya pasangan hidup? Walaupun kita tidak suka, tapi harus tetap bisa membuatkannya untuk suami tercinta.

    Kalo saya nih, mba. Selama ini hanya memasak atau bikin kue yang saya suka aja. Kalau tidak suka, saya tidak akan belajar bagaimana cara memasaknya. Heheheh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha ha ha... bisa saja neh mba Ima..

      iya begitu deh mba, tidak harus bisa sih, tergantung pasangan hidupnya, kalau maksa ya harus, kalau tidak maksa ya tidak harus he he he

      iya maunya sih begitu mba, maunya masak atau buat kue kesukaan aja, lah tapi kasihan donk yang serumah kalau ga suka, melongo aja donk hi hi hi

      Delete
  3. salut mbak monic bisa masaki buat orang lain meskipun gak suka. kebalikannya mbak monic aq suka ikan asap :))

    kalo sophie suka juga mba?
    hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. aih aih Ummu Ghazi bisa aja deh..
      oh iya kebalikan ya... beda selera kita Umm..he he he..

      ga suka juga Sophienya.. sudah disodorin makan sama bapaknya, eh lari anaknya, ga mau katanya he he he.. sama kayak emaknya berarti

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Silakan kalau mau mempromosikan blog/website, gunakan komentar dengan nama atau nama blog/website dan url, tetapi komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.