Bakpao Unti Kelapa



resep bakpao unti kelapa

Puffff.... sudah bulan Mei lagi ya, tidak berasa kita sudah sampai di bulan kelima tahun ini, sudah banyak juga yang kita lewati ya selama 4 bulan lalu. Cepat sekali rasanya waktu berlalu, ah masa-masa kecil, masa sekolah ternyata sudah jauh sekali terlewat...jiahhhh.. itu saya kali ya.. lah yang unyu-unyu baru lulus sekolah kan tentu masih panjang perjalanan, betul?

Nah ceritanya masih demam bakpao juga neh, belum bisa move on ceritanya wakakak... jadi setelah suka sekali dengan bakpao yang saya buat, hmmm kali ini mau coba buat bakpao yang isinya unti kelapa, colek dulu mba Rini dari Medan yang favoritnya adalah bakpao unti kelapa kelapa ini. Kalau saya sih sebenarnya bakpao unti kelapa itu adalah pilihan terakhir hi hi hi... secara kalau isian unti kelapa saya hanya doyan kalau sudah jadi dadar gulung ataupun kue ketan yang hijau itu, yang bentuknya mirip pare bulet itu, atau malah kue bugis kalau di Palembang disebutnya, kue tepung ketan juga yang isian unti kelapa dan dibungkus daun pisang dan bentuknya limas segi empat.

Karena saya penasaran dengan bakpao buatan saya neh, jadi sejak membuat bakpao beberapa waktu lalu, saya itu sampai coba lagi beli bakpao di penjual kue pagi hari, harganya 2 ribu rupiah, ukurannya lebih kecil sedikit dari yang saya buat dan isinya unti kelapa tapi unti kelapanya tidak begitu greget kalau kata saya. Hmmm jadi ada pembanding deh... jadi sudah tahu mau buat unti kelapanya yang bagaimana. Lalu saya juga pernah coba lagi beli bakpao di penjual bakpao keliling yang sebenarnya sudah lama sekali saya tidak beli, kesan saya dulu itu bakpaonya tidak cocok dengan selera saya. Nah bakpao di penjual keliling ini hanya ada isian kacang hijau, kacang merah dan coklat, harga 1 buah dengan ukuran cukup besar dan harga 5 ribu rupiah.

Nah mengenai rotinya, saya lebih suka buatan saya ha ha ha.... pede sekali saya ya.. nah urutan kedua baru yang harga 5 ribu lalu yang terakhir baru deh yang harga 2 ribu. Ihhhh tapi namanya juga selera kan ya.. selera orang boleh sama dan boleh beda, tidak ada yang boleh protes, betul?

Jadi ingat nonton acaranya Cak Lontong tadi malam, teka-teki silangnya ada pertanyaan, kalau minuman terlalu banyak ditambahkan gula akan menyebabkan.... cocok sekali kalau dijawab diabetes.. di mana bantuan huruf adalah s di posisi terakhir kata. Ternyata oh ternyata setelah peserta sibuk berpikir dan menjawab, semua salah.. ternyata jawabannya adalah diprotes..ha ha ha serius saya ngakak, apalagi ketika sudah diterangkan oleh Cak Lontong kenapa kok bisa begitu jawabannya. Ada yang penasaran jawabannya kenapa begitu?

Jadi kalau seseorang menyiapkan minuman buat orang lain, ternyata kemanisan terlalu banyak gula, nah orang yang minum akan protes, kemanisan nih... begitulah kira-kiranya, kalau melihat sendiri acara tersebut tentu akan ngakak, mendengar suara dan gaya Cak Lontong yang saya katakan edan, ngocol.

Kembali lagi ke bakpao unti kelapa ini, jadi ceritanya ada sedikit insiden di dapur ketika saya mengukus bakpao ini, selain suhu udara yang cukup dingin karena cuaca Batam sedang bersahabat, jadinya lebih lama waktu proofingnya, tapi saya tidak sabar dan terjadi sesuatu di mana saya terlambat menyadari kalau saya sudah memasukkan bakpao ke dalam kukusan tapi air di dalam kukusan belum mendidih, masih sedikit uapnya. Nah loh saya hanya berharap semoga tidak masalah.. aih tapi ternyata bakpaonya kurang begitu mengembang, jadi sedikit lebih padat walaupun masih empuk, tapi tentu tidaklah seempuk bakpao coklat ataupun bakpao ayam yang pernah saya posting sebelumnya.

Hmmmm jadi neh, sekedar mengingatkan buat pembaca, kalau mengukus bakpao itu pastikan air di kukusan sudah mendidih ya, jadi kukusan sudah beruap banyak. Lalu jangan lupa untuk tidak terlalu lama mengukus dan pastikan juga jangan terlalu lama proses proofing kalau tidak bakpao akan berkerut, penampilannya jadi jelek.

Okey deh, untuk resep rotinya dan cara membuatnya, silakan lihat di resep bakpao ayam ya, yang saya bagikan kali ini hanya resep unti kelapa yang saya buat saja.

Oh iya gula merah yang saya gunakan kali ini adalah gula batok dari Palembang, masih ada sisa yang lama, dan tidak sayang lagi dipakai karena saya sudah bawa lagi gula batok 1 kg lagi dari Palembang he he he... jadi sisa yang lama tidak masalah deh tidak dibuat cuko, kan masih ada lagi.

Unti Kelapa isian Bakpao

Bahan :
  • 250 gr kelapa parut, gunakan kelapa parut setengah tua (sayangnya di Batam belum ketemu yang jual begini, jadinya saya pakai kelapa parut biasa)
  • 100 gr gula merah, sisir
  • 2 lembar daun pandan, potong-potong ukuran kurang lebih 5cm
  • 1/2 sendok teh garam

Cara membuat :
Di panci campur semua bahan dan masak sampai mengering, cicipi rasanya, angkat dan dinginkan, siap digunakan.


Nah semoga resep yang saya bagikan kali ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..
(upppsss maaf gambarnya hanya satu...)


Selamat mencoba....


NewerStories OlderStories Home

6 comments:

  1. Ihh...jd encess liat gbr nya....suka bgt bakpao unti kelapa gulmer kyk gini...mauuuuu!!!

    RINI

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya yang ini favorit mba Rini banget ya mba.. he he he

      Delete
  2. Betul! Betul! Betul!
    Selera orang boleh sama atau beda, tidak ada yang boleh protes. Heheheh

    Sama, mba. Bakpao unti kelapa juga pilihan terakhir saya. Di kampung saya, pilihannya cuma dua, isi unti kelapa dan kacang, yang isinya ayam dan coklat adanya di bagian kota. Jadi saya biasanya pilih yang kacang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sippp benar itu mba Ima.. sepaham kita ya

      tosss sama selera kita.. eh tapi kalau buat sendiri kok bakpao unti kelapa ini lebih enak ya ha ha ha...
      dasar...dasar...

      Delete
  3. Toss, mba.

    Itu karena mba Monic dasarnya udah jago masak dan bikin kue, jadi bikin apapun rasanya pasti ueenaak, mba. 👍👌😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakak...ga juga jago masak dan bikin kue kok mba, hanya karena buat sendiri kan jadi sesuai selera he he he.. bisa diatur takarannya sesuai selera

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Silakan kalau mau mempromosikan blog/website, gunakan komentar dengan nama atau nama blog/website dan url, tetapi komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.