resep sambal bawang bu rudy


Jadi ceritanya neh, cabai rawit merah sedang turun harga belakangan ini, hmmm memang sudah niat sejak harga cabai turun mau buat lagi sambal bawang ala bu Rudy ini, akhirnya kemarin baru deh kesampaian. Beli cabai rawit merah 250 gr hanya seharga 8 ribu rupiah, mantap. Dulu itu ingat harga selangitnya cabai ini sampai 180 ribu rupiah perkilo.

Selain sambal bawang begini, cabai rawit merah itu enaknya dibuat sambal korek, hanya diulek dengan garam sudah cukup sedap menurut saya, apalagi kalau disiram minyak panas lagi, makin sedap. Nah kalau tanpa disiram minyak, sesudah menyantapnya maka mulut akan sangat bau bawang ha ha ha... menyingkir dulu dari orang-orang, kalaupun masih mau dekat-dekat jangan mengobrol, cukup senyum-senyum, mengangguk dan menggeleng hi hi hi...

Oh iya bicara sambal bawang bu Rudy, memang ya sambal ini cukup fenomenal, dulu saya pernah coba buat di sini sambal bawang ala bu Rudy, tapi dulu itu kan belum pernah makan versi aslinya. Kebetulan ketika ke Surabaya hampir setahun yang lalu saya sempat titip sambal bawang bu Rudy ini kepada saudara sepupu saya. Tadinya saya mau beli sendiri tapi saudara saya menawarkannya karena katanya di dekat kantornya ada yang jual sambal bu Rudy, ok deh kak, sipp kalau begitu.

Yang saya titip adalah sambal bawangnya dan sambal terasinya, dari segi rasa saya lebih suka sambal bawangnya. Hmmmm pedasnya tentu mantap ya sambal bu Rudy ini, apalagi yang tidak tahan pedas sama sekali. Menurut saya pedas tapi tidaklah sepedas sambal korek yang biasa saya buat, dower-dower deh bibir kalau makan sambal korek mentah yang saya buat. 

Oh iya sepupu saya pernah katakan, kalau sambal bu Rudy itu buat sendiri saja, goreng cabai, bawang, lalu haluskan, beri garam kemudian tuangkan minyak panas ke sambal tersebut. Katanya ada temannya yang suka buat sambal begini dan rasanya sudah sama... hmmmm kapan-kapan saya coba, tapi saya itu harus tahu dulu versi aslinya sambal bawang bu Rudy ini jadi bisa membandingkan rasanya.

Nah kesimpulannya sambal bawang yang saya buat kali ini tidak mirip 100%, sepertinya kurang asin, tapi saya tidak mau menambahkan garam lagi, dan pedasnya kurang menggigit, hmmm mungkin di sini saya agak terlalu lama menggoreng bawang dan cabai rawit merahnya, atau malah harus diberi sedikit merica ya, ha ha ha... Tapi untuk sambal rumahan sambal begini sudah mantap he he he...

Okeh deh tanpa lama-lama berikut saya tuliskan resep sambal bawang yang saya buat kali ini ya..

Sambal Bawang Bu Rudy Wanna Be

Bahan :
  • 175 gr cabai rawit merah, aneka warna, mulai dari yang hijau, merah dan orange, petik tangkai, cuci
  • 175 gr bawang merah, kupas, cuci
  • 1/2 sendok teh garam, sesuaikan dengan selera
  • 1/2 sendok teh kaldu bubuk, yang ini optional
  • 150 ml minyak goreng

Cara membuat :
Panaskan minyak, goreng cabai dan bawang utuh sampai lunak, angkat, tiriskan, biarkan hangat, kemudian haluskan kasar, di sini saya gunakan chopper. Tuangkan di wadah tahan panas, beri garam dan kaldu bubuk, sisihkan. Panaskan kembali minyak bekas menggoreng bawang cabai sampai benar-benar panas, angkat dan tuangkan ke wadah berisi sambal, aduk rata.



sambal bawang bu rudy surabaya


Nah semoga resep sambal bawang bu Rudy wanna be ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..



Selamat mencoba....




resep ayam pinadar batak

Haloooo... wah tidak berasa ya, kita sudah berada di penghujung bulan September, berapa hari lagi sudah masuk bulan Oktober lagi, cepat sekali waktu berlalu ya... aih aih sudah berasa tua sekali neh saya. Apalagi kalau sudah datang ke sekolah Sophie, berasa sekali tuanya ha ha ha... waktu saya SD sudah terasa lama sekali.

Wokelah, walaupun bulan ini termasuk bulan yang sangat tidak produktif buat saya ngeblog, tapi mumpung ada kesempatan saya posting lagi neh. Nah kali ini saya posting resep ayam pinadar khas Batak ya. Hmmm sudah tahu donk ya, apa sih khasnya masakan dari tanah Batak, apalagi kalau bukan penggunaan andaliman. Uhuy.. baru di Batam saya bisa melihat bahkan memasak masakan dengan andaliman ini secara sangat mudah sekali menemukan andaliman di pasar.

Begitu juga teman-teman andaliman yang lain misalnya kincung atau kecombrang, bawang batak bahkan yang namanya asam cekala. Satu set ini biasa digunakan untuk memasak masakan khas Batak yang sampai saat ini belum mood saya coba, tak lain dan tak bukan adalah arsik. Secara saya itu kan bukan penggemar ikan mas. Jadi suatu saat saya coba tapi mungkin tidak menggunakan ikan mas, namanya bukan arsik kali ya kalau begitu.

Nah kembali pada ayam pinadar ini, masakan ini sih sebenarnya sudah lama ingin saya coba, penasaran juga dengan rasanya dan sepertinya enak jika dilihat dari bahan dan bumbu-bumbunya. Ahai mumpung mudah kan mendapatkan andaliman, kenapa tidak coba buat. Lagian sekarang andaliman sedang turun harga, 5 ribu rupiah dapat banyak he he he...

Bicara andaliman, sensasi menyantap masakan berbahan andaliman ini sungguh unik, ada rasa tertinggal di lidah ketika selesai menyantapnya, sensasi kelu dan pedas di lidah.

andaliman

Nah bagaimana dengan rasa ayam pinadar sendiri, kalau saya katakan sedap. Cocok dengan lidah saya yang penyuka pedas. Wah terima kasih buat mba Luluk Williams untuk resep ayam pinadar mantap ini secara saya menggunakan rujukan dari blognya mba Luluk. Sedikit beda di takaran saja, saya sesuaikan saja dengan selera saya. Oh iya di sini saya hanya menggunakan ayam negeri bukan ayam kampung, yang sini sesuaikan dengan selera saja.

Berikut langsung ke resep ya.. silakan...

Ayam Pinadar

Bahan :
  • 800 gr daging ayam, saya gunakan tanpa kulit, potong sesuai selera
  • 1 buah jeruk nipis ukuran besar
  • 5 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 2 sendok makan kelapa parut sangrai, haluskan
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis
  • 200 ml air
  • 1 sendok teh garam

Bahan yang dihaluskan :
  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 2 cm jahe
  • 2 cm lengkuas
  • 2 batang serai, ambil bagian putihnya
  • 1 sendok teh merica butiran
  • 2 sendok makan andaliman
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 10 butir cabai rawit
  • 5 butir kemiri
  • 1 buah hati ayam
 
Cara membuat :
Bersihkan ayam, lumuri dengan air jeruk nipis secara merata, diamkan selama kurang lebih 10 menit, bilas, sisihkan. Panaskan minyak sampai benar-benar panas, masukkan daun jeruk, daun salam, tambahkan bahan yang dihaluskan masak hingga harum. Tambahkan potongan daging ayam, masak hingga berubah warna, tambahkan air dan garam, masak hingga ayam matang dan kuah menyusut, cicipi rasanya. Angkat dan siap dihidangkan.


ayam pinadar batak style

Nah mudah kan ternyata memasak ayam pinadar khas Batak ini, silakan mencoba ya, semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...






resep pizza bun tanpa telur tanpa ulen

Hola.. jumpa lagi neh, sippp kali ini saya semangat rajin posting, paling tidak sebelum berakhir bulan September ini sudah bertambah lagi postingan saya yang jumlahnya sangat sedikit ini, ya lumayanlah ya buat menambah jumlah postingan. Hmmmm apa yang saya bagikan kali ini, ini resep mudah sekali, hanya pizza bun tanpa telur dan tanpa ulen.

Walaupun tanpa telur dan tanpa ulen, tenang pizza bun ini empuk, sedapnya itu memang dikala baru keluar dari oven, keju mozarella masih meleleh, nah bukankah yang begini ini kan yang dicari kalau menikmati pizza, keju yang ngaret khasnya pizza ini.

Kalau sudah dingin tentu saja walaupun tetap nikmat tapi tetap tidak senikmat disantap kala hangat. Seperti halnya pizza bun ini, saya selesai memanggang jam 6 pagi, jam 8 malam masih tetap enak, dengan catatan pizza bun ini disimpan di wadah kedap, kalau tidak bisa keras neh.

Nah bagaimana proses membuatnya, wah kalau saya katakan sangat mudah, seperti halnya membuat roti biasa, hanya tentu isiannya khas pizza ya. Dan mempersiapkan adonannya juga super gampang. 

Dan seperti biasa, Sophie selalu suka dengan olahan makanan begini. Jadi tadi pagi saya bawakan pizza bun ini untuk bekalnya di istirahat pertama. Istirahat kedua saya hanya bekalkan sisa isian pizza bun ini dan ayam goreng tepung krispi. Sayangnya tadi saya tidak sempat membuatkan sayuran untuknya. 

Dan senangnya itu Sophie selalu menghabiskan bekal yang saya bawakan, hmmm nih anak doyan makan atau lapar atau patuh terhadap gurunya, secara Sophie katakan gurunya selalu berpesan habiskan bekalnya. Eh tapi di awal karena belum begitu paham dengan porsi Sophie, beberapa kali dia tidak habiskan bekalnya, kebanyakan, jadi sudah saya kurangi dan sekarang sudah pas takaran yang saya beri untuknya.

Okeh deh berikut resepnya ya, sudah malam, saya bingung mau menulis apa lagi he he he.. resep kurang lebih sama dengan resep pizza cone ataupun calzone. Hanya di sini saya tambahkan sedikit takaran tepung terigunya.

Pizza Bun

Bahan roti :
  • 125 ml air hangat
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok teh ragi instan
  • 180 gr tepung terigu serbaguna/protein sedang
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak goreng 

Bahan isian :
  • 3-4 sendok makan saus tomat atau bisa dicampur saus sambal * ( campur bahan bertanda *, aduk rata)
  • 1/2 sendok makan gula pasir *
  • 50 gr keju mozarella parut kasar
  • tumisan ayam

Bahan tumisan ayam :
  • 100 gr dada ayam tanpa kulit dan tulang, potong kecil
  • 1 buah bawang bombay ukuran sedang, potong kecil
  • 3 siung bawang putih, cincang
  • 1 sendok makan kecap asin
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan olesan : 
  • susu cair

Bahan taburan :
  • oregano kering (optional)

Cara membuat tumisan ayam :
Tumis bawang putih sampai harum, masukkan bawang bombay, aduk sebentar, masukkan daging ayam, masak hingga berubah warna, tambahkan merica bubuk dan kecap asin, cicipi rasanya, angkat dan sisihkan.


Cara membuat adonan roti pizza :
Larutkan gula dengan air hangat, tuangkan ragi instan, aduk rata dan biarkan hingga berbuih. Di mangkuk campur tepung terigu dan garam, tuangkan larutan ragi instan, aduk dengan sendok hingga tercampur, tambahkan minyak, aduk dengan tangan hingga tercampur. Begitu sudah tercampur, bulatkan adonan, tutup mangkuk dan diamkan selama kurang lebih 20 menit.


Penyelesaian :
Kempiskan adonan, bagi adonan menjadi 10 bagian, bulatkan masing-masing, letakkan di wadah bertabur tepung tipis. Ambil satu bulatan yang pertama dibentuk, pipihkan dengan tangan di alas bertabur tepung tipis, beri keju mozarella parut, beri saus, beri tumisan ayam dan beri lagi keju mozarella, tutup dan bulatkan kembali. Letakkan di loyang teflon atau loyang beroles margarin. Lakukan sampai selesai. Sementara itu panaskan oven set di suhu 200 derajat celcius. Oles permukaan adonan roti dengan susu cair, taburi dengan oregano kering. Panggang dengan api bawah selama kurang lebih 10 menit sampai bagian bawah terlihat kecoklatan. Panggang dengan api atas kurang lebih selama 2 menit untuk lebih menggelapkan bagian permukaan. Keluarkan dari oven dan dinginkan sejenak, santap di kala hangat.


resep no knead pizza bun

Nah semoga resep pizza bun tanpa telur tanpa ulen ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...





resep mie celor palembang

Wah ternyata postingan saya di bulan September ini sangat sedikit sekali, hi hi hi baru sadar saya kalau memang di bulan ini saya sering absen ngeblog. Baiklah, untuk menambah sedikit lagi jumlah postingan, hari ini saya posting resep mie celor Palembang lagi ya. Dulu pernah buat juga, nah kali ini ada sedikit perbedaan saja, di jenis mie yang digunakan dan jenis kecap asin juga.

Jadinya kuah mie ini agak sedikit gelap warnanya. Mie yang saya gunakan kali ini adalah jenis mie lidi. Kalau di Batam sih mie lidi kering sangat umum dan sangat mudah untuk ditemukan, di pasar tradisional sampai di swalayan. Memang sih sangat umum di sini orang memasak mie dengan mie lidi, sebut saja mie Aceh, di mana selama saya beli mie Aceh, mie yang digunakan adalah mie lidi ini. Atau juga mie gomak, hmmmm kalau bicara mie gomak, saya itu ketemu dengan penjual mie gomak hanya kalau bulan puasa saja, banyak yang jual di bazaar Ramadhan. Atau saya saja yang kurang info ya tentang mie gomak ini.

Oh iya contoh mie lidi kemasan bisa lihat di postingan saya mie gomak goreng ya, siapa tahu ada yang belum punya bayangan bentuk mie lidi ini. Cuss ke link yang saya cantumkan ya.

Nah kalau mie celor sendiri saya terus terang belum pernah makan yang versi beli di Batam ini, makan mie celor kalau buat sendiri. Tidaklah lazim mie celor di Batam, tidak seperti pempek, tekwan bahkan model. Jadi kalau ingin makan mie celor, cusss ke dapur saja deh.

Waktu pulang ke Palembang beberapa minggu lalu, sempat ingin makan mie celor, tapi maunya yang mie celor 26 Ilir yang terkenal itu, tapi jauh sekali ya kalau mau makan mie celor sampai harus ke 26 Ilir. Akhirnya ya sudah tidak jadi deh, untungnya tidak begitu ingin, hanya ingin sesaat. Big bro saya menawarkan beli mie celor di pasar, lah kalau di pasar kan harus pagi belinya, waktu itu saya inginnya sore hari, mana ada lagi di pasar. Ketika pagi harinya keinginan makan mie celor entah sudah terbang ke mana.

Mie celor sendiri sih biasanya didampingi dengan sambal merah khas Palembang, berhubung saya tidak begitu suka dengan sambal begini, jadi setiap membuat mie celor saya lebih suka menambahkan irisan cabai rawit saja.

Oh iya taburan mie celor bisa daun kucai atau daun seledri ya, berhubung saya tidak ada stok daun kucai jadi kembali lagi ke selera asal gunakan daun seledri. Enak mana donk? kalau saya sih lebih suka dengan daun kucai karena daun seledri terlalu tajam untuk mie celor ini. Eits tapi itu kembali lagi kepada selera.

Nah kalau ditanya neh, Sophie suka tidak dengan mie celor, tentu saja dia tidak suka, he he he... apalagi kalau melihat potongan udang seperti pada foto. Tapi tanpa potongan udang pun dia merasa mungkin ya aroma udangya jadi dia tidak suka. Padahal ini enak sekali loh Sophie.. itu kata emaknya yang sudah dari kecil menyantap mie celor ini.

Okeh deh, walaupun kurang lebih sama lah ya dengan resep mie celor sebelumnya yang pernah saya posting di sini tapi saya tuliskan lagi ya, dengan sedikit modifikasi tentu saja.

Mie Celor Palembang

Bahan :
  • 500 gr udang ukuran sedang
  • 200 ml santan (saya gunakan 2 buah santan instan @65ml ditambah air)
  • 3 sendok makan kecap asin (di sini saya gunakan kecap asin gelap/dark soy sauce, gunakan saja kecap asin biasa kalau tidak ada dark soy sauce)
  • 5 sendok makan tepung terigu, larutkan dengan 100ml air
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok teh garam atau tambahkan jika dirasa kurang asin, sesuaikan dengan selera
  • 1750 ml kaldu udang
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 1 genggam ebi, rendam dengan air hangat
  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih

Bahan pelengkap :
  • mie kuning, bisa gunakan mie kuning basah atau mie telur kering atau juga mie lidi, untuk mie telur atau mie lidi, masak sampai mie empuk sesuai petunjuk kemasan, untuk mie kuning basah, seduh sebentar mie dengan air panas
  • tauge secukupnya, seduh dengan air panas
  • telur rebus secukupnya
  • daun seledri atau daun kucai, iris
  • bawang goreng
  • sambal cabai rawit yang direbus lalu dihaluskan atau irisan cabai rawit

Cara membuat :
Kupas kulit udang, lepaskan kepalanya, buang kotoran di punggung udang, cuci bersih kulit, kepala dan daging udang. Siapkan air, rebus kulit dan kepala udang sampai air mendidih dan biarkan mendidih kurang lebih selama 5 menit, saring kaldu udang, sisihkan.
Potong-potong daging udang menjadi 3 atau 4 bagian, sisihkan. Masak kembali kaldu udang dengan panci cukup besar. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan daging udang, masak hingga berubah warna, angkat dan tuangkan ke dalam panci berisi kaldu udang. Tuangkan santan, aduk hingga rata, tambahkan garam, kecap asin, dan merica bubuk. Masak hingga mendidih sambil diaduk-aduk. Tambahkan larutan terigu, masak hingga mengental, cicipi rasanya, tambahkan apa yang dirasa perlu.

Cara menyajikan :
Siapkan piring saji, tata mie, beri tauge, siram dengan kuah kaldu, beri telur rebus, taburan daun seledri atau kucai, taburi dengan bawang goreng dan beri irisan cabai rawit. Siap disantap kala hangat.



resep mie celor khas palembang

Nah semoga resep mie celor Palembang ini bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya....



Selamat mencoba...





resep roti goreng sarden kentang

Kemarin saya buat roti goreng lagi, sudah lama sepertinya saya tidak buat roti goreng. Hmmm isi apa ya, ahai saya teringat ketika saya ke Indomaret beberapa hari sebelumnya saya beli sarden, iseng sih beli sarden. Terkadang saya itu suka merasa takut-takut juga beli sarden tapi saya sebenarnya suka dengan sarden he he he...

Kalau tidak mengingat bahwa sarden itu makanan kaleng yang tentu saja tidak baik kalau dikonsumsi sering-sering mungkin saya akan sering neh memasak sarden. Tapi... sekali-sekali boleh lah ya..he he he...

Kalau bicara sarden kaleng begini, saya itu paling suka kalau masak sarden diberi banyak tomat, diberi bawang bombay dan diberi air asam jawa, lalu ditambahkan cabai rawit utuh yang banyak, beuh sudah deh yang ini pokoke favorit, dulu pernah saya posting di sini Tumis Sarden Pedas. Tapi memang sih tidak semua suka dengan sarden ya, berhubung rasanya ikan sekali he he he.. ada juga yang memang tidak tahan juga dengan menyantap ikan kaleng begini, tidak cocok di lidah atau tidak cocok di tubuh.

Oh iya sebenarnya bisa sih kalau mau sedikit repot membuat sarden sendiri, walaupun agak lama membuatnya tapi sebanding deh dengan rasanya. Rasanya tidak kalah dengan sarden kalengan, sedap deh. Nah dulu saya pernah membuatnya, dulu itu membuat sarden begini karena memang pas di pasar ada ikan sarden, belakangan tidak pernah lihat lagi. Mungkin di pasar yang lain ada kali ya, belum pernah ke pasar lain lagi selama ini.

Oh iya kembali ke roti goreng sarden ini, nah ternyata sarden kaleng yang saya pilih itu adalah sarden dengan saus ekstra pedas, duh saya tidak periksa lagi ketika mencomotnya, saya pikir saya ambil yang saus tomat. Hmmm saya cicipi dulu, sepertinya tidak pedas neh, apalagi kalau dimasak dengan campuran kentang, hilanglah rasa pedasnya. Tapi eh tapi begitu rotinya sudah matang dan dimakan oleh Sophie, hulala... Sophie protes, pedas sekali katanya.. makannya sambil berkeringat he he he.. tapi saya katakan Sophie kan sudah SD, masak pedas sedikit tidak bisa tahan? ha ha ha... ini dasar emaknya saja yang malas bebuatan lagi.

Memang sih roti goreng ini saya maksudkan untuk bekalnya Sophie, tapi untungnya ternyata Sophie masih bisa tahan menyantap roti goreng ini. Tapi menurut saya memang roti goreng ini sama sekali tidak pedas, campuran kentangnya membuatnya tidak begitu berasa pedas.

Untuk kentangnya sendiri di sini saya gunakan kentang yang sudah dikupas, dipotong kotak lalu direbus sampai empuk, angkat, tiriskan dan haluskan kasar. 

Biasanya membuat roti goreng saya sempatkan untuk menimbang masing-masing adonan yang sudah saya bagi, tapi berhubung mau cepat maka kali ini saya kira-kira saja ukurannya, ya lumayanlah tidak beda jauh ukurannya. Mau dikonsumsi sendiri jadi tidak masalah.

Wokeh.. sekarang lanjut ke resepnya ya, aih aih biasa ya, saya masih pakai resep roti goreng andalan, belum bisa pindah ke resep lain dulu. Padahal sudah saya niatkan kapan-kapan coba pakai resep roti goreng yang lain, hmmmm lain kali mungkin ya.

Sipp berikut resepnya ya.. silakan..

Roti Goreng Kentang Sarden

Bahan roti :
  • 200 gr tepung terigu protein tinggi, misal merk cakra kembar atau golden eagle
  • 1 1/2 sendok makan gula pasir
  • 1 sendok teh ragi instan
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1 butir telur
  • 1 bungkus santan instan kemasan 65ml
  • 30 ml air
  • 1 sendok makan margarin

Bahan isian :
  • 1 kaleng sarden ukuran kecil
  • 3 buah kentang ukuran sedang, berat total kurang lebih 250gr
  • 1 buah bawang bombay ukuran sedang, potong ukuran agak besar atau sesuai selera
  • 5 siung bawang putih, cincang
  • 1 sendok makan air asam jawa kental
  • 1/2 sendok teh garam

Bahan pencelup dan pelapis :
  • 300 ml air
  • tepung panko/tepung panir/tepung roti (saya gunakan tepung roti orange)

Cara membuat isian :
Kupas kentang, potong kotak ukuran sedang, rebus hingga empuk, angkat, tiriskan dan lumatkan kasar dengan garpu, sisihkan.
Tumis bawang putih sampai harum dan keemasan, masukkan bawang bombay, tumis sebentar, masukkan sarden, masak sambil dihancurkan, kemudian tambahkan kentang dan garam serta air asam jawa, aduk rata, aduk dan cicipi rasanya. Angkat dan dinginkan sejenak.

 
Cara membuat :
  1. Di mangkuk, campur tepung, gula pasir, ragi instan dan garam, aduk rata, tambahkan telur, santan dan air, aduk rata dan uleni hingga kalis kurang lebih selama 2 menit
  2. Tambahkan margarin, uleni lagi selama kurang lebih 3-5 menit, bulatkan adonan dan tutup lalu diamkan selama kurang lebih 1 jam hingga mengembang kurang lebih 2x lipat (sesuaikan lamanya dengan suhu ruangan, jika panas bisa lebih cepat, jika dingin bisa lebih lama, kalau mau cepat bisa letakkan air panas di rak bawah oven dan adonan di rak atas oven yang tidak menyala, tutup oven, maka adonan akan lebih cepat mengembang)
  3. Kempiskan adonan, bagi menjadi 12 bagian, lalu bulatkan masing-masing, letakkan di wadah bertabur tepung tipis
  4. Ambil satu bulatan yang pertama kali dibuat, pipihkan dengan tangan, beri bahan isian, bulatkan kembali, letakkan di wadah bertabur tepung tipis, lakukan sampai selesai
  5. Ambil adonan roti, celupkan ke dalam air, balurkan ke dalam tepung roti, lakukan sampai adonan habis, biarkan mengembang selama kurang lebih 20 menit
  6. Siapkan penggorengan, panaskan dan beri minyak yang cukup banyak, goreng dengan api kecil sampai garing, kuning kecoklatan, balik dan lakukan hal yang sama
  7. Angkat dan tiriskan

resep roti goreng sarden

Nah semoga resep roti goreng kentang sarden ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...






bento mr smiles n pizza

Postingan kali ini bento lagi ya, lumayan deh menambah judul di label bento blog ini. Hmmm walaupun masih sama ya, masih tema bento sederhana. Nah yang ini bentonya Sophie ke sekolah beberapa waktu yang lalu, di waktu saya masih mood ngebento. Belakangan ini saya sudah malas sekali ngebento, jadi bekalnya Sophie asal masukkan saja ke tempat bekalnya Sophie.

Untuk bekalnya, saya sediakan 2 tempat, satu untuk snack yang dimakan ketika istirahat pertama dan satunya lagi nasi untuk istirahat kedua saat makan siang. Di awal saya masih rajin neh bebuatan makanan, belakangan malas sekali, apalagi habis pulang dari Palembang minggu lalu, hmmm rasanya semakin malas saja. Kalau sudah terlalu malas saya bekalkan Sophie roti tawar dengan selai saja, dan pernah untuk makan siangnya saya hanya bekalkan nasi telur dadar yang didalamnya sudah saya beri irisan tomat dan bawang, bumbui merica bubuk dan garam. Haiyaaa... untung Sophie itu anaknya tidak suka protes, terima saja.

Bekal begitu ya habis juga, hi hi hi... lapar kali ya.. jadi apa yang diberi emaknya ya disantap saja. Sampai hari ini Sophie tidak pernah jajan di kantin sekolahnya, ya iya kan secara emaknya tidak pernah beri uang juga kali ya. Lagian masih kelas satu SD kan ya, dan untungnya sampai hari ini Sophie tidak pernah minta jajan di sekolah. Walaupun ada temannya juga yang sudah sering jajan di sekolah. 

Eh tapi sempat protes ke bapaknya ketika saya di Palembang, ceritanya kan bapaknya bekalkan dia nasi goreng. Lalu katanya ke bapaknya, kok nasi goreng terus... padahal bapaknya baru itu memberi bekal nasi goreng. He he he, ya iyalah secara memang nasi goreng merupakan bekal praktis juga yang saya buatkan untuk Sophie. Biasanya nasi goreng dengan sayuran beku campur, di mana sayuran beku campur ini saya buat sendiri dan selalu tersedia di freezer. Temukan cara membuat sayuran beku sendiri di rumah di link ini ya : Homemade Frozen Mixed Vegetables.

Kemudian ketika saya sudah kembali lagi di Batam, bapaknya cerita kalau baru sekali diberi bekal nasi goreng kok protes, lah kamu yang sering beri bekal nasi goreng, tiba sekali di saya langsung protes deh...

Bapaknya bertanya, enak mana masakan bapak atau ibu? lalu dijawab cepat oleh Sophie, masakan ibu lebih enak. Ahaiiii.... pintar kamu nak ha ha ha...

Nah untuk bento yang saya posting kali ini, menunya ya tidak lepas dari ayam, kali ini saya goreng dengan baluran tepung roti. Lalu ada tamagoyaki dengan isian wortel rebus yang dipotong dadu kecil serta cincangan brokoli rebus. Untuk pelengkap saya tambahkan juga brokoli dan wortel rebus, dan dipercantik dengan hiasan keju lembaran yang saya cetak dengan cookie cutter.

Oh iya, pernah sekali saya beri bekal ikan dori goreng tepung, hmmm ternyata memang Sophie itu tidak suka ikan, mungkin di pikiran dia ikan itu cocoknya hanya untuk kucing he he he.. dan memang aneh juga sih, udang yang menurut saya enak, sampai saat ini dia tidak suka, apalagi cumi maupun kepiting. Tapi pernah dia tidak tahu, kata bapaknya sekali dibuatkan bakwan jagung dengan campuran udang, memang sih samar rasanya, ya dimakan saja tanpa protes, tapi kalau sudah ketahuan bentuk udangnya, mana mau dia makan.

Untuk snack Sophie yang ini saya buatkan pizza topping ayam rebus, brokoli rebus dan wortel rebus yang dipotong dadu, jadi ceritanya bekal kali ini nuansa ayam, brokoli dan wortel he he he... 

Nah seperti yang sudah-sudah, bentuk Mr. Smiles ini saya gunakan plastik wrap untuk membentuknya, siapkan plastik wrap, isi nasi secukupnya dan bentuk bulat, buka plastik, tata di wadah kemudian hias dengan nori yang sudah dibentuk dengan nori punch. Kalau tidak ada nori punch bisa digunting manual ya, hanya memang lebih sulit, apalagi bagi saya yang jari-jarinya besar-besar ha ha ha... Contoh membentuk nasi dengan plastik wrap bisa lihat di bento : rabbit.

Sippp ah... untuk resep dan cara membuat tamagoyaki, cuss ke link ini nih : tamagoyaki telur dadar Jepang. Lalu untuk resep pizza silakan cuss ke link ini : Pizza Vegetarian Tomat Ceri, tinggal ganti saja toppingsnya sesuai selera ya. Di sini saya gunakan wortel rebus yang dipotong dadu, brokoli rebus dipotong kecil dan ayam rebus yang disuwir.

Temukan bento-bento sederhana lainnya yang sudah pernah saya bagikan di blog ini ya, siapa tahu bisa menjadi inspirasi walaupun masih sangat sederhana dan gayanya juga itu lagi itu lagi he he he...

Untuk membuat ayam goreng tepung roti, sangat mudah begini caranya :

Ayam Tepung Roti

Bahan :
  • 50 gr dada ayam, potong lebar tipis kurang lebih tebal 5mm
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 butir putih telur 
  • tepung roti secukupnya

Cara membuat :
Lumuri dada ayam dengan garam dan merica bubuk, celupkan ke dalam putih telur, balurkan ke dalam tepung roti, goreng hingga matang, garing dan kecoklatan, angkat dan tiriskan. 



Wokeh deh, silakan berkreasi dengan bento-bento yang lain ya, bento yang saya buat ini semoga bisa menjadi inspirasi buat emak-emak yang mau sedikit repot menyiapkan bekal untuk buah hati tercinta, tentu kreasi masing-masing akan menjadi sangat unik. Silakan berkreasi dengan makanan kegemaran buah hati dengan bentuk yang disuka.


Selamat ngebento........

 




cake buah kukus simple

Beberapa waktu yang lalu saya buat cake buah kukus lagi.. lagi ceritanya secara saya punya stok buah kering campur, hmmm kepikiran mau buat cake buah ini lagi. Karena rasanya sedap menurut saya, hmmm tapi kali ini saya sedikit modifikasi di takaran gula. Saya tambah sedikit takaran gulanya supaya lebih basah cakenya.

Cake buah kukus kali ini saya gunakan loyang persegi, jadi hasilnya tidak begitu tinggi dibandingkan percobaan saya sebelumnya yang menggunakan loyang bundar. Oh iya cake ini menggunakan gula pasir yang dikaramel ya, jadi supaya gulanya tidak pahit, gunakan gula lokal. Kalau di swalayan biasanya ada gula pasir lokal, gunakan saja yang ini. Butirannya lebih besar dan warnanya lebih kuning. Biasanya saya beli kalau tidak di lotte, ya di hypermart atau carrefour. Di swalayan ini memang tersedia gula pasir lokal, tertulis kok di kemasannya gula pasir lokal. Dan memang gula karamel dengan gula pasir lokal hasilnya tidak pahit.

Nah bicara tentang cake buah kukus ini, memang membutuhkan waktu yang lama untuk mengukusnya, minimal 1.5 jam, jadi sediakan air yang cukup banyak di kukusan ya. Cake ini akan lebih tahan lama jika waktu mengukus lebih lama, sekitar 4 jam, hmmmm.. lama kan.

Aih aih tapi masih kalah donk waktu kukusnya dengan kue khas Palembang yang namanya bolu 8 jam. Bolu legit yang memang membutuhkan waktu sekitar 8 jam untuk memasaknya, waduh.. tapi memang karena adonannya sangat cair jadi dibutukan waktu yang lama. Dulu beberapa kali ibu saya membuat bolu 8 jam ini, waduh walaupun bahannya sedikit, tapi membutuhkan usaha yang lumayan, setiap beberapa waktu, saya lupa... air kukusan harus ditambah. 

Bagaimana rasanya? yang tidak suka bau telur, jangan makan bolu ini, rasanya benar-benar telur, sangat legit dan tentu saja berlemak he he he... seperti halnya kue maksuba, bolu 8 jam ini rasanya super legit. Penggunaan telur yang banyak, gula dan susu kental manis membuatnya menjadi kue yang cukup eneg kalau dimakan dalam jumlah banyak. 

Wokeh, kembali ke cake buah kukus ini, cake ini tergolong mudah untuk dibuat, tanpa butuh mixer, dan tanpa butuh oven tentunya. Tapi tentu saja membutuhkan kukusan ukuran cukup besar.

Sippp, sudah malam ya... langsung ke resep ya, ini saya copy saja dari resep yang sebelumnya, hanya saya ganti takaran gula pasirnya. Untuk tambahan gambar proses, supaya ada bayangan, cuss ke link ini ya... steamed mixed fruits cake.

Cake Buah Kukus
resep hasil modifikasi sendiri
untuk loyang diameter 18 atau 20cm atau loyang persegi 20x20cm

Bahan :
  • 325 gr gula pasir lokal
  • 75 ml air matang suhu ruang
  • 200 gr buah kering campur
  • 200 gr margarin atau mentega (saya gunakan blueband cake n cookie)
  • 300 gr tepung terigu serbaguna/protein sedang *campur dengan menggunakan balloon whisk
  • 1 sendok teh baking soda *
  • 3 butir telur ukuran sedang (berat dengan cangkang kurang lebih @60gr)
  • 1/2 sendok teh vanila bubuk

Cara membuat :
Masak gula pasir hingga mencair dengan api kecil, tambahkan air, aduk hingga gula larut, masukkan mentega/margarin, aduk kembali hingga mencair, tambahkan buah kering, aduk-aduk dan biarkan hingga mendidih, angkat dan biarkan hangat kuku. Sementara itu panaskan kukusan, siapkan loyang, olesi dengan minyak.
Begitu sudah hangat kuku, masukkan campuran tepung secara bertahap (2 atau 3 tahap), aduk rata dengan cepat. Di mangkuk lain, kocok telur hingga berbuih, masukkan bubuk vanila, kocok lagi sebentar. Tuangkan kocokan telur ke dalam adonan tadi, aduk rata. Tuangkan ke dalam loyang, alasi tutup kukusan dengan kain lap bersih.
Kukus dengan api sedang selama kurang lebih 1 jam. Lanjutkan kembali mengukus selama kurang lebih 1/2 jam - 2 jam dengan api kecil. Matikan api, biarkan cake dingin di dalam kukusan. Keluarkan jika sudah dingin, keluarkan dari loyang dan siap dipotong-potong.

Catatan : 
Cake ini sebenarnya membutuhkan waktu kukus yang lama sekitar 4-6 jam untuk membuat cake lebih tahan lama, walaupun hanya membutuhkan waktu 1-2 jam saja untuk mematangkan cake. Untuk membuat cake lebih lembab, setelah dingin, tusuk-tusuk cake dengan tusuk sate, beri olesan jus jeruk atau jus apel untuk melembabkan cake. Tutup kembali cake dengan alumunium foil. Cake akan terasa lebih enak jika sudah didiamkan selama semalaman atau lebih.


resep cake buah kukus

Nah semoga resep cake buah kukus kali ini bisa tetap bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...




resep cake pisang chocochips

Halooo pembaca sekalian, masih setia mampir di sini? duh duh maaf ya belakangan ini kok saya sering absen ngeblog. Entahlah belakangan ini rasanya sejak Sophie sekolah kok waktu terbatas ya, hmmm kebayang dan salut buat emak-emak yang tetap bisa eksis walaupun punya seabrek kegiatan di dunia nyata.

Nah hari ini saya hanya mau posting resep cake pisang lagi, cakenya sih biasa ya, cake pisang simple yang sudah beberapa kali saya buat dan beberapa waktu yang lalu malah sudah saya posting di blog ini, hanya saja kali ini ada tambahan chocochipsnya. Kalau ditanya rasa, beuh tentu saja cake ini kesukaan saya, lembut dan berasa sekali pisangnya.

Hanya saja menurut saya walaupun cake ini sedap, ada tapinya neh, tapi pisangnya kurang halus ketika saya lumatkan alhasil penyebaran pisang tidak merata, bahkan cenderung berkumpul di bagian dasar loyang. Lalu satu lagi, cake ini keriput, kurang kokoh, entah ini karena telur yang saya gunakan agak lebih besar dari biasanya atau juga karena ceritanya saya menggunakan mixer baru, eng ing eng.. jadi masih coba-coba dengan alat baru, masih menyesuaikan waktu kocok adonan, entahlah.

Yang mengikuti postingan saya sebelumnya tahu kan ya kalau saya cerita bahwa mixer saya sudah tamat riwayatnya, alhasil kalau mau tetap eksis dengan cake bermixer harus beli mixer baru. Hmmm akhirnya dengan segala pertimbangan dan tentu saja budget, akhirnya saya memilih mixer Bosch tipe MUM44R1.

Baca-baca dari beberapa review dikatakan bahwa mixer Bosch itu kuat kalau untuk menguleni adonan roti, hmmm bolehlah kalau begitu, kapan lagi kan membuat roti tidak mengulen manual. Walaupun tanpa mixer roti pun saya tetap bisa membuat roti dengan resep roti tanpa ulen yang tentu saja hasilnya tidak kalah empuk.

Saya membeli mixer ini secara online, saya beli melalui Lazada. Hmmm pengalaman selama ini belanja melalui Lazada cukup memuaskan jadi saya pilih belanja di sini saja. Harga tercantum untuk mixer Bosch MUM44R1 sekitar 2.5 juta, di mana harga tersebut adalah harga setelah diskon. Hmmm saya pikir pembelian bulan Agustus saja diskon, ternyata di bulan September pun masih harga diskon, malah lebih murah beberapa puluh ribu di bulan ini. Hmmmm jangan-jangan memang berkisar di range tersebut saja harganya he he he...

Nah mixer ini sendiri sudah saya coba dengan membuat cake pisang ini lalu saya coba membuat mantau dengan tepung pao. Berasa sekali ketika mengulen adonan mantau dengan mixer ini, terasa sekali sangat mudah, hanya mengandalkan mixer ini. Dengan waktu 20 menit  adonan sudah bisa kalis elastis dan hampir mencapai adonan yang transparan tanpa sobek. Saya tidak teruskan sampai adonan benar-benar tranparan tanpa sobek ketika ditarik, menurut saya sudah cukup. Dan hasilnya ternyata mantaunya lebih empuk dibanding ketika saya mengulen manual.

mantao susu tepung pao

Mixer ini warnanya merah, ngejreng memang he he he... dilengkapi dengan mangkuk stainless steel kapasitas 3.9L. Mangkuknya berat juga ternyata, ya iyalah logam sih ya. Lalu dilengkapi dengan tutup mangkuk. Untuk pengaduknya ada 3 jenis, salah satunya adalah pengaduk roti. Oh iya daya mixer ini adalah 500W, jadi terhitung cukup kuat kan ya.

Nah berhubung saya malas foto mixernya, saya pinjam gambar dari Lazada untuk foto mixer ini, berikut penampakan mixer bosch yang saya beli ini.

bosch MUM44R1


Di bawah ini adalah foto yang saya ambil ketika mixer sedang mengaduk adonan cake. 

mixer bosch mum44r1


Wokeh, saya rasa untuk postingan kali ini begitu saja ya, untuk resep cake pisang silakan berseluncur di link ini cake pisang simple, sama saja hanya tambahkan saja chocochips sekitar 50-80gr. 

Nah semoga postingan saya tentang mixer bosch MUM44R1 ini bisa bermanfaat ya.... 






resep muffin jeruk keju

Halooo... apa kabar semua? wuih sudah jamuran ya blog saya ini, sudah lama sekali saya biarkan menganggur selama 2 minggu. Ada yang cari saya? Hmmm kemana saja saya selama ini, ada yang penasaran, hmmm tapi buat pengunjung dan komentator setia blog ini, colek mba Ima dan mba Rini sudah tahu ya saya kemana he he he..

Jadi ceritanya saya itu pulang ke Palembang, ibu saya dirawat di rumah sakit selama seminggu, jadi saya menemani beliau di rumah sakit bergantian dengan adik saya, lalu setelah pulang saya pun harus merawat beliau juga di rumah, nah tentu saja saya sama sekali tidak bisa ngeblog.

Hmmm saya minta maaf ya buat pembaca sekalian yang sudah meluangkan waktu menuliskan komentar atau pertanyaan, lama sekali baru bisa saya balas. Jadi bukan sombong ya, memang karena tidak bisa aktif ngeblog dalam masa tersebut. Okey, sekarang saya sudah di Batam, jadi blog ini semoga tidak berjamur lagi he he he..

Kemarin tepatnya saya pulang lagi ke Batam, nah tapi kemarin saya tepar, baru berasa capek sekali ya kemarin itu, di Palembang saya tidak begitu berasa capeknya. Apalagi dalam perjalanan pulang ke Batam, ada drama cuaca buruk ketika berada dalam pesawat, menambah capek badan saya.

Ketika 20 menit sebelum mendarat, pilot memberitahu kalau akan melewati cuaca buruk, jadi akan ada turbulence. Okeh deh, saya bersiap dengan kemungkinan itu, hmmm cukup membuat perut saya terkocok, digoyang-goyang oleh turbulensi. Semua penumpang terlihat tegang, dan sesekali ada yang teriak jika guncangan sangat keras. 

Wokeh drama belum berakhir, ketika sudah akan mendarat, pilot memberitahu lagi kalau pesawat tidak bisa mendarat karena terbatasnya jarak pandang. Jadi pesawat akan berputar-putar dulu di atas, entah bagaimana perasaan saya kala itu, berada di atas, di tengah cuaca buruk, dan hanya berputar-putar tanpa bisa mendarat. Perut saya sudah tidak tahan, rasa mual hebat mulai datang, ulala, rasanya sudah ingin muntah, tapi saya minum air putih saja begitu rasa ingin muntah datang. Ternyata memang rasa mual berkurang tapi akibatnya malah ingin buang air kecil he he he... harus ditahan juga kan, tidak mungkin juga saya ke toilet dengan goncangan keras begitu, lagian penumpang kan harus duduk manis dengan seat belt terpasang.

Mantap rasanya, berada di atas dengan goncangan tiada henti tanpa tahu kapan pesawat akan mendarat, mulai berkecamuk pikiran, bagaimana kalau pesawat tersebut jatuh, hmmm lalu saya berpikir, ya kalaupun jatuh masih di sekitar Batam, bukan di samudera luas antah berantah di mana pesawat hilang tanpa jejak begitu saja. 

Setelah setengah jam setelah pemberitahuan pilot bahwa pesawat akan berputar saja, akhirnya pilot mengatakan bahwa pesawat akan mendarat, alamak leganya... walaupun rasa mual tetap ada, tapi paling tidak sudah bisa lega, pesawat sudah bisa mendarat, tapi masih was-was apakah pesawat akan tergelincir, untungnya tidak.

Ah pengalaman yang cukup menegangkan. Lalu ketika sudah bertemu dengan bapak Sophie di area kedatangan, saya cerita apa yang saya alami. Lalu katanya, itu masih untung kamu setengah jam di atas begitu, what.. masih untung katanya. Dulu kan ada tuh om.... 2 jam berputar-putar di atas, bayangkan 2 jam di atas. Hmmm iya, kalau setengah jam dibanding 2 jam ya masih untung ya hitungannya he he he..

Hmmm begitulah ceritanya, lalu lanjut cerita lagi, saya tidak beritahu Sophie kalau saya pulang, mau buat kejutan ceritanya. Jadi saya jemput dia di sekolah, cukup kaget dia melihat saya, tapi dia tersenyum lebar, hmmm apa komentarnya begitu melihat saya? kok ibu sudah pulang, cepat sekali pulangnya, alamak nak, 2 minggu kok dibilang cepat, duh duh nih anak memang ya. Ah tapi dia semangat sekali cerita apa saja kepada saya.

Wokehlah, begitu ya cerita pendahuluan resep saya ini, ih ih... 2 minggu absen, tapi tenang walaupun belum masak dan bebuatan kue-kue lagi, saya masih punya stok resep, ahai.. tabungan resep ceritanya.

Nah orange cheese muffin ini saya buat untuk bekalnya Sophie, pas kebetulan ada jeruk manis dan ada keju juga, ya pasangkan saja kedua bahan ini, cocok-cocok saja, ya mirip-mirip rasa muffin lemon kejulah.

Yang ini masih tetap ya setia dengan resep muffin buttermilk. Oke.. berikut langsung ke resep ya, silakan..

Orange Cheese Muffin

Bahan:
  • 275 gr tepung terigu protein rendah atau sedang
  • 1 sendok teh baking powder
  • 1/2 sendok teh baking soda
  • 2 butir telur
  • 100 gr gula pasir
  • 100 ml buttermilk (campurkan 100ml susu cair dengan 1 sendok makan air jeruk nipis atau jus lemon atau cuka, biarkan sampai menggumpal atau memadat kurang lebih selama 10 menit, takar 100ml atau gunakan saja semua)
  • 50 ml jus jeruk
  • 2 sendok makan kulit jeruk parut
  • 50 gr margarin, lelehkan
  • 75 ml minyak goreng
  • 60 gr keju edam, parut atau gunakan keju cheddar, sisakan sedikit untuk taburan

Cara membuat :
Siapkan paper cup, atau cetakan muffin. Panaskan oven set di suhu 180 derajat celcius. Di mangkuk, campur tepung terigu, baking powder dan baking soda, sisihkan. Di mangkuk cukup besar kocok gula pasir dan telur dengan garpu atau balloon whisk sampai gula mulai larut, masukkan buttermilk, jus jeruk, margarin leleh dan minyak goreng serta kulit jeruk parut, aduk rata. Masukkan tepung, aduk cepat asal rata, masukkan keju parut, aduk kembali cepat asal rata. Tuangkan ke dalam cetakan muffin 3/4 cetakan atau adonan berjarak kurang lebih 8mm dari tepi paper cup. Tata di loyang, taburi dengan keju parut, panggang selama kurang lebih 20-25 menit. Test tusuk, keluarkan dari oven dan dinginkan.

resep orange cheese muffin

Nah semoga resep orange cheese muffin ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...



NewerStories OlderStories Home