cake buah kukus simple

Beberapa waktu yang lalu saya buat cake buah kukus lagi.. lagi ceritanya secara saya punya stok buah kering campur, hmmm kepikiran mau buat cake buah ini lagi. Karena rasanya sedap menurut saya, hmmm tapi kali ini saya sedikit modifikasi di takaran gula. Saya tambah sedikit takaran gulanya supaya lebih basah cakenya.

Cake buah kukus kali ini saya gunakan loyang persegi, jadi hasilnya tidak begitu tinggi dibandingkan percobaan saya sebelumnya yang menggunakan loyang bundar. Oh iya cake ini menggunakan gula pasir yang dikaramel ya, jadi supaya gulanya tidak pahit, gunakan gula lokal. Kalau di swalayan biasanya ada gula pasir lokal, gunakan saja yang ini. Butirannya lebih besar dan warnanya lebih kuning. Biasanya saya beli kalau tidak di lotte, ya di hypermart atau carrefour. Di swalayan ini memang tersedia gula pasir lokal, tertulis kok di kemasannya gula pasir lokal. Dan memang gula karamel dengan gula pasir lokal hasilnya tidak pahit.

Nah bicara tentang cake buah kukus ini, memang membutuhkan waktu yang lama untuk mengukusnya, minimal 1.5 jam, jadi sediakan air yang cukup banyak di kukusan ya. Cake ini akan lebih tahan lama jika waktu mengukus lebih lama, sekitar 4 jam, hmmmm.. lama kan.

Aih aih tapi masih kalah donk waktu kukusnya dengan kue khas Palembang yang namanya bolu 8 jam. Bolu legit yang memang membutuhkan waktu sekitar 8 jam untuk memasaknya, waduh.. tapi memang karena adonannya sangat cair jadi dibutukan waktu yang lama. Dulu beberapa kali ibu saya membuat bolu 8 jam ini, waduh walaupun bahannya sedikit, tapi membutuhkan usaha yang lumayan, setiap beberapa waktu, saya lupa... air kukusan harus ditambah. 

Bagaimana rasanya? yang tidak suka bau telur, jangan makan bolu ini, rasanya benar-benar telur, sangat legit dan tentu saja berlemak he he he... seperti halnya kue maksuba, bolu 8 jam ini rasanya super legit. Penggunaan telur yang banyak, gula dan susu kental manis membuatnya menjadi kue yang cukup eneg kalau dimakan dalam jumlah banyak. 

Wokeh, kembali ke cake buah kukus ini, cake ini tergolong mudah untuk dibuat, tanpa butuh mixer, dan tanpa butuh oven tentunya. Tapi tentu saja membutuhkan kukusan ukuran cukup besar.

Sippp, sudah malam ya... langsung ke resep ya, ini saya copy saja dari resep yang sebelumnya, hanya saya ganti takaran gula pasirnya. Untuk tambahan gambar proses, supaya ada bayangan, cuss ke link ini ya... steamed mixed fruits cake.

Cake Buah Kukus
resep hasil modifikasi sendiri
untuk loyang diameter 18 atau 20cm atau loyang persegi 20x20cm

Bahan :
  • 325 gr gula pasir lokal
  • 75 ml air matang suhu ruang
  • 200 gr buah kering campur
  • 200 gr margarin atau mentega (saya gunakan blueband cake n cookie)
  • 300 gr tepung terigu serbaguna/protein sedang *campur dengan menggunakan balloon whisk
  • 1 sendok teh baking soda *
  • 3 butir telur ukuran sedang (berat dengan cangkang kurang lebih @60gr)
  • 1/2 sendok teh vanila bubuk

Cara membuat :
Masak gula pasir hingga mencair dengan api kecil, tambahkan air, aduk hingga gula larut, masukkan mentega/margarin, aduk kembali hingga mencair, tambahkan buah kering, aduk-aduk dan biarkan hingga mendidih, angkat dan biarkan hangat kuku. Sementara itu panaskan kukusan, siapkan loyang, olesi dengan minyak.
Begitu sudah hangat kuku, masukkan campuran tepung secara bertahap (2 atau 3 tahap), aduk rata dengan cepat. Di mangkuk lain, kocok telur hingga berbuih, masukkan bubuk vanila, kocok lagi sebentar. Tuangkan kocokan telur ke dalam adonan tadi, aduk rata. Tuangkan ke dalam loyang, alasi tutup kukusan dengan kain lap bersih.
Kukus dengan api sedang selama kurang lebih 1 jam. Lanjutkan kembali mengukus selama kurang lebih 1/2 jam - 2 jam dengan api kecil. Matikan api, biarkan cake dingin di dalam kukusan. Keluarkan jika sudah dingin, keluarkan dari loyang dan siap dipotong-potong.

Catatan : 
Cake ini sebenarnya membutuhkan waktu kukus yang lama sekitar 4-6 jam untuk membuat cake lebih tahan lama, walaupun hanya membutuhkan waktu 1-2 jam saja untuk mematangkan cake. Untuk membuat cake lebih lembab, setelah dingin, tusuk-tusuk cake dengan tusuk sate, beri olesan jus jeruk atau jus apel untuk melembabkan cake. Tutup kembali cake dengan alumunium foil. Cake akan terasa lebih enak jika sudah didiamkan selama semalaman atau lebih.


resep cake buah kukus

Nah semoga resep cake buah kukus kali ini bisa tetap bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...




resep cake pisang chocochips

Halooo pembaca sekalian, masih setia mampir di sini? duh duh maaf ya belakangan ini kok saya sering absen ngeblog. Entahlah belakangan ini rasanya sejak Sophie sekolah kok waktu terbatas ya, hmmm kebayang dan salut buat emak-emak yang tetap bisa eksis walaupun punya seabrek kegiatan di dunia nyata.

Nah hari ini saya hanya mau posting resep cake pisang lagi, cakenya sih biasa ya, cake pisang simple yang sudah beberapa kali saya buat dan beberapa waktu yang lalu malah sudah saya posting di blog ini, hanya saja kali ini ada tambahan chocochipsnya. Kalau ditanya rasa, beuh tentu saja cake ini kesukaan saya, lembut dan berasa sekali pisangnya.

Hanya saja menurut saya walaupun cake ini sedap, ada tapinya neh, tapi pisangnya kurang halus ketika saya lumatkan alhasil penyebaran pisang tidak merata, bahkan cenderung berkumpul di bagian dasar loyang. Lalu satu lagi, cake ini keriput, kurang kokoh, entah ini karena telur yang saya gunakan agak lebih besar dari biasanya atau juga karena ceritanya saya menggunakan mixer baru, eng ing eng.. jadi masih coba-coba dengan alat baru, masih menyesuaikan waktu kocok adonan, entahlah.

Yang mengikuti postingan saya sebelumnya tahu kan ya kalau saya cerita bahwa mixer saya sudah tamat riwayatnya, alhasil kalau mau tetap eksis dengan cake bermixer harus beli mixer baru. Hmmm akhirnya dengan segala pertimbangan dan tentu saja budget, akhirnya saya memilih mixer Bosch tipe MUM44R1.

Baca-baca dari beberapa review dikatakan bahwa mixer Bosch itu kuat kalau untuk menguleni adonan roti, hmmm bolehlah kalau begitu, kapan lagi kan membuat roti tidak mengulen manual. Walaupun tanpa mixer roti pun saya tetap bisa membuat roti dengan resep roti tanpa ulen yang tentu saja hasilnya tidak kalah empuk.

Saya membeli mixer ini secara online, saya beli melalui Lazada. Hmmm pengalaman selama ini belanja melalui Lazada cukup memuaskan jadi saya pilih belanja di sini saja. Harga tercantum untuk mixer Bosch MUM44R1 sekitar 2.5 juta, di mana harga tersebut adalah harga setelah diskon. Hmmm saya pikir pembelian bulan Agustus saja diskon, ternyata di bulan September pun masih harga diskon, malah lebih murah beberapa puluh ribu di bulan ini. Hmmmm jangan-jangan memang berkisar di range tersebut saja harganya he he he...

Nah mixer ini sendiri sudah saya coba dengan membuat cake pisang ini lalu saya coba membuat mantau dengan tepung pao. Berasa sekali ketika mengulen adonan mantau dengan mixer ini, terasa sekali sangat mudah, hanya mengandalkan mixer ini. Dengan waktu 20 menit  adonan sudah bisa kalis elastis dan hampir mencapai adonan yang transparan tanpa sobek. Saya tidak teruskan sampai adonan benar-benar tranparan tanpa sobek ketika ditarik, menurut saya sudah cukup. Dan hasilnya ternyata mantaunya lebih empuk dibanding ketika saya mengulen manual.

mantao susu tepung pao

Mixer ini warnanya merah, ngejreng memang he he he... dilengkapi dengan mangkuk stainless steel kapasitas 3.9L. Mangkuknya berat juga ternyata, ya iyalah logam sih ya. Lalu dilengkapi dengan tutup mangkuk. Untuk pengaduknya ada 3 jenis, salah satunya adalah pengaduk roti. Oh iya daya mixer ini adalah 500W, jadi terhitung cukup kuat kan ya.

Nah berhubung saya malas foto mixernya, saya pinjam gambar dari Lazada untuk foto mixer ini, berikut penampakan mixer bosch yang saya beli ini.

bosch MUM44R1


Di bawah ini adalah foto yang saya ambil ketika mixer sedang mengaduk adonan cake. 

mixer bosch mum44r1


Wokeh, saya rasa untuk postingan kali ini begitu saja ya, untuk resep cake pisang silakan berseluncur di link ini cake pisang simple, sama saja hanya tambahkan saja chocochips sekitar 50-80gr. 

Nah semoga postingan saya tentang mixer bosch MUM44R1 ini bisa bermanfaat ya.... 






resep muffin jeruk keju

Halooo... apa kabar semua? wuih sudah jamuran ya blog saya ini, sudah lama sekali saya biarkan menganggur selama 2 minggu. Ada yang cari saya? Hmmm kemana saja saya selama ini, ada yang penasaran, hmmm tapi buat pengunjung dan komentator setia blog ini, colek mba Ima dan mba Rini sudah tahu ya saya kemana he he he..

Jadi ceritanya saya itu pulang ke Palembang, ibu saya dirawat di rumah sakit selama seminggu, jadi saya menemani beliau di rumah sakit bergantian dengan adik saya, lalu setelah pulang saya pun harus merawat beliau juga di rumah, nah tentu saja saya sama sekali tidak bisa ngeblog.

Hmmm saya minta maaf ya buat pembaca sekalian yang sudah meluangkan waktu menuliskan komentar atau pertanyaan, lama sekali baru bisa saya balas. Jadi bukan sombong ya, memang karena tidak bisa aktif ngeblog dalam masa tersebut. Okey, sekarang saya sudah di Batam, jadi blog ini semoga tidak berjamur lagi he he he..

Kemarin tepatnya saya pulang lagi ke Batam, nah tapi kemarin saya tepar, baru berasa capek sekali ya kemarin itu, di Palembang saya tidak begitu berasa capeknya. Apalagi dalam perjalanan pulang ke Batam, ada drama cuaca buruk ketika berada dalam pesawat, menambah capek badan saya.

Ketika 20 menit sebelum mendarat, pilot memberitahu kalau akan melewati cuaca buruk, jadi akan ada turbulence. Okeh deh, saya bersiap dengan kemungkinan itu, hmmm cukup membuat perut saya terkocok, digoyang-goyang oleh turbulensi. Semua penumpang terlihat tegang, dan sesekali ada yang teriak jika guncangan sangat keras. 

Wokeh drama belum berakhir, ketika sudah akan mendarat, pilot memberitahu lagi kalau pesawat tidak bisa mendarat karena terbatasnya jarak pandang. Jadi pesawat akan berputar-putar dulu di atas, entah bagaimana perasaan saya kala itu, berada di atas, di tengah cuaca buruk, dan hanya berputar-putar tanpa bisa mendarat. Perut saya sudah tidak tahan, rasa mual hebat mulai datang, ulala, rasanya sudah ingin muntah, tapi saya minum air putih saja begitu rasa ingin muntah datang. Ternyata memang rasa mual berkurang tapi akibatnya malah ingin buang air kecil he he he... harus ditahan juga kan, tidak mungkin juga saya ke toilet dengan goncangan keras begitu, lagian penumpang kan harus duduk manis dengan seat belt terpasang.

Mantap rasanya, berada di atas dengan goncangan tiada henti tanpa tahu kapan pesawat akan mendarat, mulai berkecamuk pikiran, bagaimana kalau pesawat tersebut jatuh, hmmm lalu saya berpikir, ya kalaupun jatuh masih di sekitar Batam, bukan di samudera luas antah berantah di mana pesawat hilang tanpa jejak begitu saja. 

Setelah setengah jam setelah pemberitahuan pilot bahwa pesawat akan berputar saja, akhirnya pilot mengatakan bahwa pesawat akan mendarat, alamak leganya... walaupun rasa mual tetap ada, tapi paling tidak sudah bisa lega, pesawat sudah bisa mendarat, tapi masih was-was apakah pesawat akan tergelincir, untungnya tidak.

Ah pengalaman yang cukup menegangkan. Lalu ketika sudah bertemu dengan bapak Sophie di area kedatangan, saya cerita apa yang saya alami. Lalu katanya, itu masih untung kamu setengah jam di atas begitu, what.. masih untung katanya. Dulu kan ada tuh om.... 2 jam berputar-putar di atas, bayangkan 2 jam di atas. Hmmm iya, kalau setengah jam dibanding 2 jam ya masih untung ya hitungannya he he he..

Hmmm begitulah ceritanya, lalu lanjut cerita lagi, saya tidak beritahu Sophie kalau saya pulang, mau buat kejutan ceritanya. Jadi saya jemput dia di sekolah, cukup kaget dia melihat saya, tapi dia tersenyum lebar, hmmm apa komentarnya begitu melihat saya? kok ibu sudah pulang, cepat sekali pulangnya, alamak nak, 2 minggu kok dibilang cepat, duh duh nih anak memang ya. Ah tapi dia semangat sekali cerita apa saja kepada saya.

Wokehlah, begitu ya cerita pendahuluan resep saya ini, ih ih... 2 minggu absen, tapi tenang walaupun belum masak dan bebuatan kue-kue lagi, saya masih punya stok resep, ahai.. tabungan resep ceritanya.

Nah orange cheese muffin ini saya buat untuk bekalnya Sophie, pas kebetulan ada jeruk manis dan ada keju juga, ya pasangkan saja kedua bahan ini, cocok-cocok saja, ya mirip-mirip rasa muffin lemon kejulah.

Yang ini masih tetap ya setia dengan resep muffin buttermilk. Oke.. berikut langsung ke resep ya, silakan..

Orange Cheese Muffin

Bahan:
  • 275 gr tepung terigu protein rendah atau sedang
  • 1 sendok teh baking powder
  • 1/2 sendok teh baking soda
  • 2 butir telur
  • 100 gr gula pasir
  • 100 ml buttermilk
  • 50 ml jus jeruk
  • 2 sendok makan kulit jeruk parut
  • 50 gr margarin, lelehkan
  • 75 ml minyak goreng
  • 60 gr keju edam, parut atau gunakan keju cheddar, sisakan sedikit untuk taburan

Cara membuat :
Siapkan paper cup, atau cetakan muffin. Panaskan oven set di suhu 180 derajat celcius. Di mangkuk, campur tepung terigu, baking powder dan baking soda, sisihkan. Di mangkuk cukup besar kocok gula pasir dan telur dengan garpu atau balloon whisk sampai gula mulai larut, masukkan buttermilk, jus jeruk, margarin leleh dan minyak goreng serta kulit jeruk parut, aduk rata. Masukkan tepung, aduk cepat asal rata, masukkan keju parut, aduk kembali cepat asal rata. Tuangkan ke dalam cetakan muffin 3/4 cetakan atau adonan berjarak kurang lebih 8mm dari tepi paper cup. Tata di loyang, taburi dengan keju parut, panggang selama kurang lebih 20-25 menit. Test tusuk, keluarkan dari oven dan dinginkan.

resep orange cheese muffin

Nah semoga resep orange cheese muffin ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...



NewerStories OlderStories Home