Resep Ayam Pinadar khas Batak



resep ayam pinadar batak

Haloooo... wah tidak berasa ya, kita sudah berada di penghujung bulan September, berapa hari lagi sudah masuk bulan Oktober lagi, cepat sekali waktu berlalu ya... aih aih sudah berasa tua sekali neh saya. Apalagi kalau sudah datang ke sekolah Sophie, berasa sekali tuanya ha ha ha... waktu saya SD sudah terasa lama sekali.

Wokelah, walaupun bulan ini termasuk bulan yang sangat tidak produktif buat saya ngeblog, tapi mumpung ada kesempatan saya posting lagi neh. Nah kali ini saya posting resep ayam pinadar khas Batak ya. Hmmm sudah tahu donk ya, apa sih khasnya masakan dari tanah Batak, apalagi kalau bukan penggunaan andaliman. Uhuy.. baru di Batam saya bisa melihat bahkan memasak masakan dengan andaliman ini secara sangat mudah sekali menemukan andaliman di pasar.

Begitu juga teman-teman andaliman yang lain misalnya kincung atau kecombrang, bawang batak bahkan yang namanya asam cekala. Satu set ini biasa digunakan untuk memasak masakan khas Batak yang sampai saat ini belum mood saya coba, tak lain dan tak bukan adalah arsik. Secara saya itu kan bukan penggemar ikan mas. Jadi suatu saat saya coba tapi mungkin tidak menggunakan ikan mas, namanya bukan arsik kali ya kalau begitu.

Nah kembali pada ayam pinadar ini, masakan ini sih sebenarnya sudah lama ingin saya coba, penasaran juga dengan rasanya dan sepertinya enak jika dilihat dari bahan dan bumbu-bumbunya. Ahai mumpung mudah kan mendapatkan andaliman, kenapa tidak coba buat. Lagian sekarang andaliman sedang turun harga, 5 ribu rupiah dapat banyak he he he...

Bicara andaliman, sensasi menyantap masakan berbahan andaliman ini sungguh unik, ada rasa tertinggal di lidah ketika selesai menyantapnya, sensasi kelu dan pedas di lidah.

andaliman

Nah bagaimana dengan rasa ayam pinadar sendiri, kalau saya katakan sedap. Cocok dengan lidah saya yang penyuka pedas. Wah terima kasih buat mba Luluk Williams untuk resep ayam pinadar mantap ini secara saya menggunakan rujukan dari blognya mba Luluk. Sedikit beda di takaran saja, saya sesuaikan saja dengan selera saya. Oh iya di sini saya hanya menggunakan ayam negeri bukan ayam kampung, yang sini sesuaikan dengan selera saja.

Berikut langsung ke resep ya.. silakan...

Ayam Pinadar

Bahan :
  • 800 gr daging ayam, saya gunakan tanpa kulit, potong sesuai selera
  • 1 buah jeruk nipis ukuran besar
  • 5 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 2 sendok makan kelapa parut sangrai, haluskan
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis
  • 200 ml air
  • 1 sendok teh garam

Bahan yang dihaluskan :
  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 2 cm jahe
  • 2 cm lengkuas
  • 2 batang serai, ambil bagian putihnya
  • 1 sendok teh merica butiran
  • 2 sendok makan andaliman
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 10 butir cabai rawit
  • 5 butir kemiri
  • 1 buah hati ayam
 
Cara membuat :
Bersihkan ayam, lumuri dengan air jeruk nipis secara merata, diamkan selama kurang lebih 10 menit, bilas, sisihkan. Panaskan minyak sampai benar-benar panas, masukkan daun jeruk, daun salam, tambahkan bahan yang dihaluskan masak hingga harum. Tambahkan potongan daging ayam, masak hingga berubah warna, tambahkan air dan garam, masak hingga ayam matang dan kuah menyusut, cicipi rasanya. Angkat dan siap dihidangkan.


ayam pinadar batak style

Nah mudah kan ternyata memasak ayam pinadar khas Batak ini, silakan mencoba ya, semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...




NewerStories OlderStories Home

4 comments:

  1. Berbicara tentang merasa tua, saya juga kadang merasa sangat tua sekali ketika bertemu atau melihat anak-anak yang dulu pernah saya gendong-gendong dan sekarang mereka sudah pada gendong anak juga.

    Waduh, saya ketinggalan kereta sepertinya, heheheh.
    Lha! Kok jadi curhat ya?
    Maaf ya mba, keluar topik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha ha ha... memang perasaan menjadi tua tidak bisa kita hilangkan ya..
      ahai semoga dalam waktu dekat mba Ima juga tidak sendiri lagi ya, jadi bisa mengejar kereta he he he
      ga pa pa mba Ima..santai walaupun keluar dari topik

      Delete
  2. Aq bln pernah coba ni makannya...pasti khas ya mba rasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Rini rasanya tuh unik gitu, tapi sedap mba, cobain deh mba..

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.