Mie Goreng Jawa dengan Mie Lidi



resep mie goreng jawa

Wokeh, bagaimana kabar pembaca sekalian? bagaimana cuaca di tempat tinggal pembaca? wuih kalau di Batam hujan terus neh, dari pagi sudah hujan, hmmm enaknya kalau hujan begini di Batam, agak dingin. Kalau tidak hujan lama sekali, beuh panasnya kebangetan deh.

Jadi walaupun agak ribet mengantar Sophie ke sekolah, karena kalau hujan begini jalanan biasanya macet, jadi tadi sengaja agak cepat 10 menit keluar dari rumah. Di simpang jalan raya keluar dari perumahan sampai kena lampu merah 3x karena terlalu banyaknya kendaraan. Ya pas kan waktunya, ada yang berangkat kerja, berangkat sekolah juga.

Memang tahun-tahun belakangan ini Batam itu penuh, baik kendaraan roda 2 atau pun roda 4. Sekarang di waktu-waktu pagi jam kerja atau jam sekolah di daerah tertentu macet. Hmmm bedalah dengan dulu ya... sekarang sudah sangat mudah membeli kendaraan. Dan sekarang emak-emak, gadis-gadis sudah banyak yang membawa kendaraan, baik itu roda 4 atau roda 2.

Dulu waktu saya pertama kali ke Batam, wuih perempuan yang bawa kendaraan roda 2 saja bisa dihitung dengan jari, apalagi yang bawa kendaraan roda 4, sangat jarang. Nah malah ada teman saya cerita lebih parah lagi sebelum tahun 2004, perempuan bawa motor saja bisa jadi tontonan orang-orang, wuih... wuih... sekarang, umum sekali bahkan sangat umum dengan kendaraan roda 4.

Wokeh kembali ke mie goreng ini ya, nah kali ini saya mau posting resep mie goreng jawa lagi tapi kali ini dengan menggunakan mie lidi. Jadi tidak hanya mie aceh, mie gomak atau mie celor yang bisa menggunakan mie lidi, mie goreng jawa pun bisa dan rasanya juga tak kalah sedap. Nah khasnya mie goreng jawa itu sungguh berbeda, sederhana tapi sedap. Sebenarnya kalau tidak mau ribet gampang saja sih kalau mau membeli mie goreng jawa begini, tinggal cus ke warung langganan yang biasanya buka sore sampai malam hari. Dulu waktu sedang senang-senangnya dan belum bosan makan mie goreng jawa bisa tiap hari saya beli.

Karena sudah langganan seringnya saya pesan mie goreng jawa yang sudah dilengkapi sayur lalu saya minta ditambahkan lagi kangkung, jadi hitungannya saya pesan mie goreng plus cah kangkung, hanya bedanya kangkungnya dimasak bersama mie goreng ini. Mas penjual sudah maklum dengan pesanan saya, jadi bisa dibayangkan berapa banyaknya kangkung di dalam mie tersebut. Rasanya bagaimana? tentu sedap menurut selera saya apalagi sudah pakai embel-embel super pedas ya mas.. he he he..

Sippp ah... langsung ke resep ya... silakan.. oh iya pada dasarnya sama sih dengan resep mie goreng jawa yang pernah saya buat sebelumnya, beda tipis saja.

 
Mie Goreng Jawa dengan Mie Lidi

Bahan :
  • 150 gram mi lidi kering, direbus, ditiriskan
  • 100 gr daging dada ayam tanpa kulit, potong sesuai selera
  • 2 butir telur, dikocok lepas
  • 8 batang caisim atau sawi hijau, potong-potong
  • 2 genggam tauge
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 1 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan kecap asin
  • 1/2 sendok teh garam 
  • 1 sendok makan minyak, untuk menumis

Bumbu Halus:
  • 6 siung bawang putih utuh, digoreng
  • 5 butir kemiri, digoreng
  • 1/2 sendok teh merica butiran, digoreng

Cara membuat :
Campur mie yang sudah direbus dengan kecap manis dan kecap asin, aduk rata dan sisihkan. Tumis bumbu halus hingga matang dan harum, masukkan daging ayam, masak hingga berubah warna. Masukkan telur, orak-arik hingga matang. Tambahkan sawi hijau dan tauge, aduk dan masak hingga mulai layu, masukkan mie, beri garam, saus tiram, aduk hingga tercampur rata. Cicipi rasanya, angkat dan siap dihidangkan.


resep mie goreng jawa mie lidi

Nah semoga resep mie goreng jawa dengan mie lidi ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...



NewerStories OlderStories Home

8 comments:

  1. Wah ternyata di Batam sebelum tahun 2004 masih jarang ya wanita pakai sepeda motor. Padahal bisa dibilang kota industri. Bayanganku Batam tuh ruameeee gitu karena banyak industri. Ternyata tahun segitu masih "sepi". Jadi malu ah diriku. Tahun segitu udah naik motor, pecicilan lagi sampai sekarang hahahah....

    Jadi penasaran sama bentuk mie lidi. Belum pernah nemu di Ciledug. Seringnya mie telor yang kering dalam kemasan itu lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. he eh mba kata teman yang sudah duluan di Batam begitu, lah wong sebelum tahun 2000 aja sekitar tahun 1996 itu masih sepi, angkutan hanya taxi sedan plat hitam
      sekarang ruameee ga ketulungan mba, puadet pol..
      iya mba sama donk, daku sebelum ke Batam kan di surabaya tuh, hampir tiap hari pecicilan naik motor keliling surabaya, sampe ke tanjung perak segala yang banyak banget truk trailernya, ngeri2 juga sih
      oh belum pernah tahu mie lidi ya mba... hmmm kapan ya biar mba Rina tahu n coba juga..

      Delete
  2. Baca bahan2 dan cara buatnya kayaknya gampang yak.. giliran bikin sendiri amburadul.. bahahahkkk... Mbaknya pinter masak.. aku masak air aja sampe hangus.. :( Beberapa perempuan memang tidak dilahirkan dengan bakat masak *pembelaan diri*

    ReplyDelete
    Replies
    1. he he he iya mba mudah kok bahan dan cara buatnya, belum biasa aja kali mba jadi belum bisa sukses.. ha ha ha... mba bisa aja..
      tapi mungkin benar juga ya, kayak sekarang neh, aku sedang menaklukkan proses menjahit.. apakah benar teori mba kalau beberapa perempuan juga tidak dilahirkan dengan bakat menjahit ha ha ha..

      oh iya btw terima kasih sudah mampir ya mba..

      Delete
  3. Mau dunk mba sepiring....endoll bgt itu.

    Cuaca di Batam hampir sama dgn Medan mba.

    Ngomong2 parah jg ya Batam....th 2004 liat cewe bawa motor aja jd tontonan hahahaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. silakan sepiring mba Rini..
      he eh sama ya cuacanya.. hujan terus gitu kan mba sekarang2 ini..
      sebelum tahun 2004 mba, secara begitu kata teman yang sudah duluan di Batam, setelah tahun 2004 biasa ga jadi tontonan walaupun masih jarang he he he..

      Delete
  4. Hah? Sampai segitunya, mba?
    Berarti Batam sangat berkembang pesat 10 tahun terakhir ini. Keren nih Batam.

    Liat mi besar-besar begini jadi ingat waktu masih kecil dulu. Pertama kali liat mi besar yang sebagian orang tidak suka karena mirip cacing, waktu itu lagi liburan ke Parepare dan diajak makan mi ayam (di sini disebut pangsit). Wow, saya sampai takjub melihatnya. Sampai-sampai saya pikir semua mi ayam menggunakan mi seperti itu, ternyata tidak, Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Ima, pesat sekali loh... mulai terasa sekali tahun belakangan ini, di mana-mana banyak pembangunan ya perumahan, ya mall, sekarang malah fly over lagi dibangun, jalan2 juga diperluas, dll deh.. sekarang makin padat, terasa penuhnya

      iya ya jadi mirip cacing ya.. besar2 begitu.. hi hi hi ternyata tidak semua mie ayam menggunakan mie besar ini ya..

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.