buttermilk muffin

Stop dulu posting masakan korea, secara walaupun masih demam masakan korea, tapi diselingi dulu deh biar pembaca yang mampir ke sini tidak bosan he he he... jadi kali ini saya posting resep muffin saja, yaitu buttermilk muffin dengan chocolate chips, kismis dan selai kacang. Nah ceritanya walaupun masih malas membuatkan bekal untuk Sophie sekolah tapi ya dipaksakan juga, masak sih bekalnya roti tawar berselai terus he he he..

Nah supaya tidak ribut di pagi hari dan tidak repot juga jadi tadi pilihan jatuh kepada muffin ini, lihat-lihat bahan yang ada di dapur, maka jadilah muffin dengan berbagai isi ini. Berlebihan kah? hmmm mungkin iya ya.. tapi rasanya sedap kok.. begitu matang harum wangi muffin ini sampai-sampai Sophie tidak sabar untuk menyantapnya. Walaupun pakai acara ditiup-tiup dulu tapi tetap semangat karena sudah tidak sabar.

Yang namanya muffin tentu saja tahu kan kalau teksturnya padat dan menyantapnya bisa membuat kenyang, satu ukuran besar atau beberapa kalau ukuran kecil. Tapi walaupun padat muffin ini tetap moist kok, tidak serat nah apalagi kalau pakai buttermilk. Bagi yang pertama kali tahu istilah buttermilk ini, membuatnya sangat mudah hanya mencampurkan susu cair dengan cuka atau jus lemon atau air jeruk nipis, diamkan sebentar sampai menggumpal. Nah setelah itu baru deh bisa digunakan.

muffin buttermilk mudah dibuat

Ok sippp, sekarang lanjut ke resep ya... ini dia..

Buttermilk Muffins with Chocochips Raisin & Peanut Butter

Bahan :
  • 375 gr tepung terigu protein rendah, misal merk kunci biru atau hana emas, saya gunakan merk hana emas (atau bisa juga gunakan tepung terigu protein sedang)
  • 1 1/2 sendok teh baking powder
  • 1/2 sendok teh baking soda
  • 1/2 sendok teh garam (jika menggunakan minyak atau mentega tawar, skip jika menggunakan margarin yang sudah asin)
  • 3 butir telur ukuran sedang berat dengan cangkang kurang lebih @60gr
  • 200 gr gula pasir
  • 1/2 sendok teh vanili bubuk
  • 225 ml buttermilk, campur 220ml susu cair dengan 1 sendok makan cuka atau air jeruk nipis, biarkan selama kurang lebih 10-15 menit sampai menggumpal
  • 150 ml minyak goreng (atau bisa gunakan margarin atau butter leleh dengan takaran yang sama)
  • 50 gr chocochips (sisakan sedikit untuk taburan)
  • 60 gr kismis
  • selai kacang secukupnya
 
Cara membuat :
Siapkan cetakan muffin, alasi dengan paper cup (saya gunakan cetakan bolu kukus yang dialas paper cup). Panaskan oven, set di suhu 180 derajat celcius.
Campur tepung, baking powder, baking soda dan garam, aduk rata dengan balloon whisk, sisihkan. Di mangkuk lain campur telur dan gula serta vanili bubuk, aduk dengan balloon whisk sampai gula sedikit larut, tambahkan minyak dan buttermilk, aduk rata kembali, tuangkan ke dalam mangkuk berisi tepung, aduk cepat asal rata, masukkan kismis dan chocochips, aduk kembali asal rata. Tuangkan sedikit ke paper cup, isi dengan selai kacang kurang lebih 1/2 sendok teh, isi lagi dengan adonan muffin sampai 3/4 penuh, lakukan sampai habis. Taburi dengan chocochips. Tata di loyang, panggang selama kurang lebih 25-30 menit sampai permukaan kuning kecoklatan, lakukan test tusuk. Keluarkan dari oven dan dinginkan.


buttermilk muffin chocochips raisin peanut butter

Nah semoga resep Buttermilk Muffins with Chocochips Raisin & Peanut Butter ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...





resep dakgangjeong sweet crispy chicken

Demam masakan korea masih berlanjut..wakakak...jadi kali ini saya tampilkan dulu menu yang saya coba dan ternyata saya suka sekali dengan rasanya... hmm perasaan apa sih yang saya tidak suka he he he.. nah kali ini saya tampilkan dakgangjeong atau sweet crispy chicken. Yaitu ayam goreng krispi berbalut saus manis yang sedikit ada rasa pedasnya, tapi dominan manisnya.

Kalau Sophie bilang honey sauce dan ternyata dia suka dengan dakgangjeong ini. Katanya walaupun hot sauce tapi karena Pipi sudah big girl tidak apa-apa makan hot. Memang sih sedikit rasa pedas itu terasa di akhir...jadi walaupun suka ketika makan ini tetap saja keringatan Sophienya he he he..

Masih sama ya, resep masakan korea ini pakai rujukan dari blognya ibu Hyosun, korean bapsang - dakgangjeong (sweet crispy chicken). Tentu saja sudah dimodif sesuai dengan selera saya. Hmmm di resep ini ada penggunaan gochujang yaitu pasta cabai korea. Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu saya beli nih gochujangnya, kebetulan ada di lotte mart. Jadi penasaran dengan rasanya, ya sudah dibeli dan akhirnya saya coba. Kalau saya rasa gochujang ini aneh... biasalah ya namanya baru pertama kali coba.. tapi setelah dicampur dengan bahan-bahan lain untuk sausnya rasanya malah enak sausnya tidak aneh.

Nah kalau tidak ada gochujang, boleh juga pakai cabai bubuk, atau cabai giling atau bahkan saus sambal ya, hanya untuk memberi sensasi sedikit rasa pedas di sausnya. Kalau tidak mau pakai sama sekali pun tidak masalah.

Sukses dengan kimchi yang saya buat, jadilah saya masih semangat neh mencoba masakan korea, sudah ada beberapa resep dari korean bapsang yang sudah saya bookmark. Nah tentu saja nantinya disesuaikan dengan bahan tersedia saja. Nah menu korea dari korean bapsang yang sudah saya coba juga adalah sawi tauco dan juga korean dumpling - dakmandu. Jadi memang untuk resep-resep korea saya lebih suka menggunakan resep korean bapsang ini. Hmmm tapi beda orang beda selera ya...

Oh iya di resep ini ada penggunaan cuka apel, nah kalau tidak ada cuka apel, boleh diganti dengan jus lemon atau air jeruk nipis ya, tapi takarannya disesuaikan ya, karena cuka apel itu kan asam tapi ada sedikit manisnya, jus lemon juga asam sedikit sekali manis tapi air jeruk nipis cenderung asam saja. Kalau menggunakan jeruk nipis mungkin takaran gula palem bisa sedikit ditambahkan.

Nah di resep ini saya menggunakan ayam tanpa kulit dengan tulang yang dipotong ukuran cukup kecil secara beli ayamnya di pasar jadi tidak ada yang jual ayam tanpa tulang. Nah bisa sih menggunakan dada ayam saja, tapi belakangan saya malah suka bagian paha. Jadilah tadi saya beli bagian dada dan paha tetapi dipotong kecil. Yang suka bisa gunakan bagian paha atau dada tanpa tulang dan kulit.

Ok sippp lanjut ke resep saja ya... silakan.. nah resep ini sudah saya sesuaikan takaran dan bahan sesuai dengan selera dan ketersediaan bahan saya ya... mau melihat resep asli... silakan cus ke link di atas ya..

resep korean sweet crispy chicken


Dakgangjeong (Sweet Crispy Chicken)

Bahan :
  • 800 gr daging ayam, bagian paha dan dada tanpa kulit yang dipotong kecil
  • 200 ml susu cair
  • 3 siung bawang putih, parut
  • 1 cm jahe, parut
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok teh garam
  • 100 gr tepung maizena
  • minyak untuk menggoreng

Bahan saus :
  • 2 sendok makan kecap asin (saya gunakan yang dark soy sauce)
  • 1 sendok makan kecap manis
  • 3 sendok makan madu
  • 3 sendok makan cuka apel (atau bisa gunakan jus lemon atau air jeruk nipis)
  • 2 sendok makan gula palem
  • 1/2 sendok makan gochujang/ pasta cabai korea (atau bisa gunakan bubuk cabai biasa, cabai giling atau saus sambal)
  • 1 sendok makan minyak wijen
  • 2 siung bawang putih, parut
  • 1 cm jahe, parut

Taburan : optional
  • wijen sangrai atau kacang tanah sangrai yang dicincang
  • irisan daun bawang

Cara membuat :
  1. Bersihkan lemak-lemak yang menempel pada ayam, cuci bersih, rendam dengan susu cair, diamkan di dalam kulkas selama kurang lebih 2 jam
  2. Keluarkan ayam dari kulkas, ambil potongannya dan masukkan ke dalam mangkuk, buang sisa susu cair. Lumuri potongan ayam dengan jahe dan bawang putih parut, merica bubuk dan garam secara merata, diamkan selama kurang lebih 15-30 menit
  3. Balurkan dengan tepung maizena, goreng dengan minyak yang sudah dipanaskan sebelumnya, goreng dengan api sedang sampai garing dan kecoklatan, angkat dan sisihkan
  4. Campur semua bahan saus, masak dengan api kecil sampai mengental, masukkan potongan ayam goreng, aduk rata, matikan api
  5. Hidangkan, beri taburan wijen sangrai dan irisan daun bawang

resep dakgangjeong

Nah semoga resep dakgangjeong atau sweet crispy chicken ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...





nasi goreng kimchi

Nah ini dia nih salah satu olahan kimchi yang saya buat, yup nasi goreng kimchi atau kimchi bokkeumbap. Mumpung punya kimchi homemade yang tidak perlu disayang-sayang, he he he... kalau beli kan disayang-sayang, ya dengan menyantapnya dengan nasi hangat sudah enak jadi lebih berasa kimchinya.

Walaupun ini namanya saya sebut kimchi bokkeumbap tapi ini nasi goreng kimchi ala-ala saya sendiri, suka-suka saya memasukkan bahan tambahan yang lain, tapi tetap donk ada kimchinya. Tapi percayalah rasanya enak... top deh.. duh jadi ingin buat lagi. 

Hmmm kalau sudah selesai fermentasi kimchi yang saya buat lagi, nantinya saya akan buat lagi neh nasi goreng kimchinya. Jadi ceritanya saya masih semangat membuat kimchi, jadilah tadi saya membuat lagi kimchi dengan takaran yang lebih banyak he he he.. supaya lebih puas. Nah tadi saya masih gunakan resep yang sama dengan resep kimchi sebelumnya yaitu resep mak kimchi atau simple kimchi. Tadinya tergoda untuk membuat yang versi tradisional ala ibu Hyosun yang menggunakan pasta tepung ketan, tapi nanti deh... lain kali saya coba.

Kalau kimchinya sendiri, disantap dengan nasi hangat begitu saja, bapaknya Sophie tidak doyan, jadi kalau diolah menjadi nasi goreng begini jadinya doyan, secara kalau sudah diolah begini kimchinya tidak begitu berasa asamnya. Asamnya samar saja dan tentunya aroma khas kimchi itu juga samar saja beda kalau dimakan begitu saja, semua rasa kuat semua, asin, asam, dan bau khasnya.

Karena saya itu masih sangat suka dengan kimchi jadilah walaupun sudah ada kimchinya di nasi goreng, tetap ya saya tambahkan juga kimchinya untuk topping, jadilah makin afdol deh rasa nasi gorengnya, tentu saja tidak saya lakukan pada porsi nasi goreng bapaknya Sophie he he he..

Sippp deh, berikut langsung ke resep nasi goreng kimchi atau kimchi fried rice ini ya... silakan..

Nasi Goreng Kimchi

Bahan :
  • 2 piring nasi putih
  • 1 mangkuk kecil kimchi, iris-iris (jumlah kimchi sesuai selera saja ya)
  • 1 genggam teri
  • 1 butir telur
  • 3 siung bawang putih cincang
  • 5 sendok makan air kimchi
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis
  • irisan daun bawang dan daun seledri untuk taburan

Cara membuat :
Dengan api besar, panaskan minyak, goreng teri hingga garing, ketepikan, masukkan bawang putih, tumis hingga harum, ketepikan, masukkan telur, orak-arik sampai matang, masukkan kimchi, aduk rata, masukkan nasi, beri saus tiram dan merica bubuk, aduk rata, tambahkan air kimchi, aduk rata kembali dan masak hingga semua tercampur dengan baik, cicipi rasanya, jika dirasa perlu bisa tambahkan garam, angkat dan beri taburan irisan daun bawang dan daun seledri.


resep nasi goreng kimchi bokkeumbap


Nah semoga resep nasi goreng kimchi atau kimchi bokkeumbap ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...





cara membuat kimchi mudah

Ketika pertama kali makan kimchi di salah satu resto korea di Batam, kesan saya hanyalah oh ini kimchi ya, hanya sawi yang dicabe-in. Hmmm mungkin karena rasanya tidak begitu tajam asamnya. Lalu beberapa kali makan di resto korea yang sama, tetap saja rasanya sama. Tapi iseng beli kimchi kemasan di hypermart, rasanya lebih kompleks, asam, asin dan sedikit manis dan pastinya sedikit pedas. Dan sejak saat itu saya mulai menyukai kimchi.

Seringnya saya hanya makan begitu saja dengan nasi putih hangat, itu saja sudah sangat sedap menurut saya. Nah tentu saja karena beli terus tentu lama-lama ya kok berasa ya mahalnya. Ah coba buat ah...mau coba kimchi versi homemade ceritanya, tapi saya maunya buat yang tidak pakai repot dan tidak begitu banyak bahan tapi maunya tetap enak...halah... apa bisa.. lalu mulai deh cari-cari resep kimchi..dan ketemulah resep mak kimchi ini atau disebut dengan simple kimchi di blognya ibu Hyosun yaitu di Korean Bapsang.

Tapi namanya juga tinggal di Indonesia ya, agak susah ya menemukan komponen utama yaitu cabai bubuk khas Korea atau gochugaru. Belum pernah saya menemukan cabai bubuk korea ini di Batam, hanya pernah menemukan pasta cabai atau gochujang. Hmmm pikir punya pikir coba pakai cabai kering saja lalu dihaluskan begitu. Hanya saja saya pikir lagi, ah coba pakai cabai giling saja, tapi cabai giling dari cabai kering bukan dari cabai segar. Jadi warnanya ciamik merahnya. Lalu mulai deh saya ke pasar, ke penjual bumbu giling dan saya beli 1/4 kg saja.

Resikonya menggunakan cabai giling pasar adalah rasanya yang sudah asin, jadi tentu saja sedikit dikurangi penggunaan garamnya. Dan tada ternyata dengan menggunakan cabai giling pasar pun sudah bisa membuat kimchi yang mudah dan murah tetapi rasanya tidak kalah dengan kimchi yang sudah saya pernah coba. Ya paling tidak saya yang buat dan saya bisa menikmatinya dan saya puas dengan hasilnya.

Proses fermentasi tanpa hambatan, di hari pertama sudah muncul gelembung udara di toples, lalu saya cicipi dan rasanya sudah cukup asam, dan karena saya tidak mau terlalu asam, jadi setelah hari pertama saya langsung masukkan ke dalam kulkas. 

Jadi tanpa gochugaru pun saya sudah bisa membuat kimchi sendiri dan selanjutnya tentu saya akan membuat lagi sampai saya bosan makan kimchi he he he...

Nah dari resep asli, sedikit saya modifikasi, saya skip saeujeot atau salted shrimp, saya skip korean radish atau lobak dan takaran sudah saya sesuaikan. Oh iya lupa, saya gunakan buah pir di campuran kimchi ini secara baca-baca lagi di resep kimchi korean bapsang ada juga yang pakai pir. Dan karena ini resepnya simple kimchi jadi tidak ada penggunaan pasta tepung beras atau tepung ketan kalau versi ibu Hyosun ini.

Tidak ada proses melumuri sawi putih dengan garam secara sawi putihnya sudah dipotong-potong ukuran sedang, baru deh direndam air garam sampai potongan sawinya lunak. Jadi proses membuat kimchi ini sangatlah mudah.

Di proses awal sebelum fermentasi, sawi yang sudah direndam air garam akan sangat asin begitu sudah dicampur semua bumbu, tapi begitu di hari pertama fermentasi rasa asinnya sudah berkurang dan sudah merata di air dan bahan-bahan lainnya bercampur dengan rasa asam. Oh iya begitu sudah proses fermentasi, air kimchi akan bertambah dengan sendirinya, jadi ceritanya berkuah begitu. Jadi usahakan tidak mengisi penuh toples dengan kimchi atau gunakan toples ukuran cukup besar.

Nah kimchi yang saya buat ini selain saya makan hanya dengan nasi hangat, saya pun penasaran ingin mengolahnya menjadi nasi goreng kimchi. Dan tadi pagi sudah saya buat, dan rasanya enak ternyata... ahai tambah lagi deh nasi goreng favorit saya.

Okey deh daripada kelamaan, yuk lihat resep mak kimchi atau simple kimchi yang sangat mudah dan murah ini...

Resep Mak Kimchi (Simple Kimchi)

Bahan :
  • 800 gr sawi putih, lepaskan perlembar, cuci bersih dan potong-potong, ukuran kurang lebih 2-3cm lebarnya
  • 150 gr garam kasar
  • 1500 ml air

Bumbu :
  • 150 gr cabai giling (dari cabai kering)
  • 4 sendok makan kecap ikan
  • 3 sendok makan gula pasir
  • 6-8 siung bawang putih, cincang (tergantung besarnya, saya gunakan 8 siung)
  • 2 cm jahe berat kurang lebih 12gr, parut
  • 1 buah wortel ukuran sedang, potong korek api
  • 1 buah pir ukuran sedang, kupas lalu potong korek api
  • 3 batang daun bawang, iris serong tipis

Cara membuat :
  1. Larutkan garam dalam air di dalam mangkuk cukup besar, rendam potongan sawi selama kurang lebih 2 jam, begitu sudah 2 jam sawi akan melunak, bilas dengan air kran selama 3 kali, lalu bilas sekali lagi dengan air matang, tiriskan airnya, sisihkan.
  2. Di mangkuk, campur semua bahan bumbu, aduk rata. 
    bahan membuat kimchi
  3. Tuangkan ke dalam mangkuk berisi potongan sawi, aduk rata dengan sendok atau aduk dengan tangan beralas sarung tangan.
    proses membuat kimchi homemade
  4. Masukkan ke dalam wadah bertutup atau toples, tutup rapat dan biarkan selama 1-2 hari di suhu ruang, di sini saya hanya biarkan selama 1 hari, lalu saya masukkan ke dalam kulkas. Jika ingin sangat asam, biarkan di suhu ruang lebih lama. Panas suhu ruang juga mempengaruhi proses fermentasi ini.
    resep kimchi homemade mudah

Nah semoga resep mak kimchi atau simple kimchi ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


mak kimchi simple kimchi

Selamat mencoba...







pantai maron semarang

Nah liburan akhir tahun 2016  ceritanya saya dan Sophie pergi ke Semarang, hanya lewat, selanjutnya kami menuju Demak. Begitu sampai di bandara Ahmad Yani Semarang, kami sudah dijemput oleh oom Prast, tante Ana dan kakak Abid. Wah begitu keluar dari bandara sempat bingung, mana ya om Prast, secara agak bingung karena memang sudah 16 tahun tidak bertemu. Ahai ternyata oom Prast memanggil, uhuy ternyata...  

Setelah makan siang di rumah makan di sekitar bandara, kami menuju pantai Maron. Cukup jauh sih dari bandara Ahmad Yani. Tapi memang jalan masuknya dari bandara Ahmad Yani. Hmm setelah melewati jalan yang tidak bisa dikatakan mulus, akhirnya tiba juga di pantai Maron. Karena waktu itu siang hari kali ya, walaupun ada pengunjung tetapi tidaklah begitu ramai. Jadi kami hanya sebentar saja di sana, hanya melihat-lihat. 

pantai maron semarang
oom Prast, kakak Abid, tante Ana dan Sophie di depan sendiri
Setelah itu cuss lagi melanjutkan perjalanan pulang ke Demak. Tapi mampir dulu donk di klenteng Sam Poo Kong. Hmmm katanya neh klenteng banyak pengunjungnya dan ternyata benar..ketika sampai di sana banyak sekali pengunjungnya. Foto-foto dulu dan naik juga ke tempat yang ramai pengunjung.

Sebenarnya saya juga baru tahu tentang keberadaan klenteng ini, ternyata cukup besar. Nah untuk lebih jelas mengenai klenteng ini, monggo silakan mampir ke wikipedia ya. Setelah puas jalan dan foto-foto, kami lanjut lagi. Hmm tadinya mau mampir ke lawang sewu, tapi ternyata kami hanya lewat, Sophie dan kak Abid tidur he he he..
klenteng sam poo kong
Sophie, Tante Ana dan Kakak Abid

Kemudian tidak afdol donk kalau ke Semarang tidak mencicipi lumpia semarang. Jadilah kami mampir ke sentra oleh-oleh semarang yang letaknya di jalan Pandanaran. Nah di jalan ini ramai sekali penjual wingko babat, lumpia, tahu bakso dan juga bandeng presto. Penasaran dengan lumpianya, akhirnya beli lumpia isi ayam sayuran dan sayuran. Hmmm ternyata harganya cukup mahal. Tapi cukup puas sudah mencicipi lumpia semarang di semarang he he he... dan ternyata rasa rebungnya sangat kuat... dan mengarah ke bau rebung yang khas... bau pesing he he he.

Setelah itu lanjut lagi perjalanan ke Demak. Hmmm melewati jalan raya Demak... wuih jauh juga dan ternyata terjawab sudah misteri om telolet om yang belum sempat saya cari tahu. Ternyata di sepanjang jalan raya Demak itu memang jalur lalulintas padat antar kota antar propinsi. Nah di sepanjang jalan tertentu sudah ramai anak-anak berdiri di tepi jalan memegang kardus bertuliskan om telolet om. Jadi ketika bis besar lewat, mulai deh si sopir membunyikan klakson dan bunyinya memang telolet.

Nah Sophie pun jadi suka deh dengan tren telolet ini, ketika di rumah om Prast yang dekat sekali dengan jalan raya, ketika bis besar lewat dengan membunyikan telolet, Sophie akan tersenyum dan menirukan telolet, he he he. Ketika sampai di Batam, dia katakan telolet tidak ada di Batam, hanya ada di rumah om Prast.

Selama di rumah om Prast, saya puas yang namanya makan nasi pager. Nasi khas Godong ceritanya dan ternyata rasanya enak, dan membuat ketagihan. Dan selama saya di sana sarapan ya dengan nasi pager terus.. dan tidak membosankan. Duh jadi ingin lagi makan nasi pager. Jadi selama di sana beli nasi pagernya selalu di tempat yang berbeda, dan semuanya enak he he he. Oom Prast dan tante Ana cerita kalau liburan sampai antri-antri beli nasi pager ini, malah kebanyakan mobil-mobil plat luar yang beli.

nasi pager khas godong

Lalu tante Ana buat tahu petis, wah tidak pernah makan tahu petis sebelumnya. Sampai-sampai saya bawa petis dari sana ke Batam. Nanti mau buat tahu petis sendiri, sudah diberi tahu resep membuatnya oleh tante Ana.

Diajak ke pasar Godong oleh tante Ana, wuih ke pasar, saya semangat sekali, lihat-lihat apa saja yang di jual di pasar. Dan mata saya tertuju kepada sayuran yang sama sekali tidak pernah saya lihat sebelumnya. Namanya jangan boros, atau sayur boros dan dimasak sayur lodeh oleh tante Ana. Wuih rasanya cukup aneh tapi ya enak-enak saja menurut saya. Saya belum sempat foto eh ternyata sudah dipotong-potong oleh tante Ana hi hi hi...

Oh iya di pasar saya juga akhirnya membeli jajanan pasar yang semuanya dibungkus daun pisang. Wuih jarang-jarang bahkan belum pernah ketemu jajanan yang dibungkus daun pisang, ada juga kalau di Batam jajanan ya pakai plastik. Lalu sekalian beli lentho atau kalau di tempatnya tante Ana disebut mentho. Gorengan yang ada kacang tolonya lalu ada juga getas yang ternyata di dalamnya ada irisan kelapa muda setengah tua, wah baru ini deh saya makan beginian.

lentho dan getas

Oh iya ketika di sana tante Ana masak garang asem, enak sekali garang asemnya, hi hi hi... makan jadi nikmat. Pokoke di sana itu makan teratur, pagi siang malam... Lalu minumnya teh manis hangat.. Sophie sampai doyan teh, tidak segan-segan minta teh sama tante Ana, ih Sophie ih... sampai-sampai bawa teh ke Batam, teh kesukaan Sophie, teh Jawa. Terima kasih om Prast, tante Ana dan kakak Abid, kami di sana sudah diterima dengan baik sekali.

Nah ceritanya saya ini bukan hanya liburan loh ke tempat om Prast ini, tetapi lebih tepatnya menjalani terapi tulang belakang yang bergeser. Yang mengakibatnya saraf terjepit yang sudah saya alami sejak awal tahun 2014. Hmm cukup lama bertahan degan sakit yang saya alami yang membuat aktifitas sehari-hari menjadi terganggu.

Sudah periksa ke dokter dan solusi dokter hanya operasi. Tapi saya tidak mau operasi begitu saja karena memang riskan ya kalau sampai operasi. Kemungkinan sembuh tanpa efek samping ini yang masih saya ragukan. Dan akhirnya dulu coba ke Surabaya, hmm ternyata tidak memberi pengaruh. Lalu coba ke Bandung, ternyata juga tidak memberi hasil. Dan memang sih kalau terapi begini sekalian jalan-jalan jadi kalaupun tidak sembuh ya sudahlah.

Jadi saya tetap bertahan dengan keadaan saya, di mana setiap bangun tidur selalu merasa kesakitan. Selalu ada drama bangun perlahan sambil memegang pinggang, berdiri perlahan lalu berjalan perlahan dengan menahan sakit di pinggang. Secara memang berdasarkan hasil rontgen, tulang bergeser di bagian lumbar L1-L5, lalu di tulang ekor. Jadi ketika mengerjakan aktifitas harian seperti menyapu rumah yang luasnya tidak seberapa saya sudah merasa kesakitan. Demikian juga dengan aktifitas lainnya seperti memasak.

Nah apalagi kalau sudah memasak diikuti dengan proses foto-foto, duh itu aduh biyung sakitnya bukan kepalang.. selanjutnya saya harus tiduran dan bagian punggung diganjal bantal untuk mengurangi sakit. Lalu cerita ketika tidur pun bermasalah, kalau sudah mau ganti posisi tidur dari terlentang ke miring atau sebaliknya, harus saya lakukan sangat perlahan dan membutuhkan waktu yang lama, karena sakitnya bukan kepalang.

Hmmm cerita juga berlanjut tidak hanya sakit di bagian pinggang dan sekitar tulang ekor, sakit menjalar ke dengkul, kaki dan tulang belikat. Ahai rasanya rapuh sekali. Jadi kalau sudah cerita jalan-jalan ke suatu tempat atau bahkan hanya ke pasar sekalipun saya akan selalu merasa kesakitan.

Sampai akhirnya cari tahu, dan baca-baca tentang penyembuhan sakit yang saya derita ini. Sampai suatu ketika bapaknya Sophie tahu tentang yang namanya terapi yumeiho. Tapi hanya sekedar tahu begitu saja dan dikatakannya kalau terapi begini bisa menyembuhkan sakit saya. Tapi saya tidak begitu antusias.

Dan ketika tidak sengaja saya baca status bbm teman kuliah saya dulu, ya itu... oom Prast ini, wah saya tanya-tanya lebih jauh dan ternyata oom Prast ini adalah terapistnya dan ternyata sudah banyak pasien yang datang ke rumah oom Prast dengan berbagai keluhan. Ketika saya katakan kepada adik saya, loh kenapa tidak dari dulu? begitu tanyanya, lalu saya katakan... ya saya kan baru tahu.. itu juga karena baca status bbm, kalau tidak manalah tahu.

Jadi pasien yang mengalami saraf terjepit, kaki panjang sebelah, tidak bisa duduk bersila, susah berdiri dari jongkok ataupun kelainan lainnya yang ada hubungannya dengan tulang, monggo silakan hubungi oom Prast. Dengan terapi yumeiho dan penggabungan dengan terapi chiropractic dan juga gerakan pengembangan yang sudah dipelajari oom Prast selama mengobati pasiennya, akhirnya kasus seperti yang saya alami selama 3 tahun ini terselesaikan.

Jalan saya yang sedikit membungkuk karena menahan sakit, jadi kesannya seperti orang tua... lalu bahu tidak rata, kemudian tulang di lutut yang bergeser serta keluhan sakit di tulang belikat, semua terselesaikan dengan terapi yang diterapkan oleh oom Prast. Rasanya cukup aneh... he he he... saya sekarang bisa jalan jauh tanpa sakit, bisa naik turun tangga tanpa rasa sakit dan pastinya bisa aktifitas dengan tanpa rasa sakit dan menjadikan hidup lebih produktif. Lalu yang akhirnya bisa saya lakukan adalah bangun langsung loncat dari tempat tidur... bye bye drama memegang pinggang dan meringis menahan sakit.

Jadi ceritanya oom Prast ini sudah selama 9 tahun lebih berkecimpung menolong orang lain dengan keluhan yang kalau saya bisa katakan cukup parah sampai parah sekali. Hmm di sana juga saya diceritakan oleh ibunya oom Prast, dipanggil dengan sebutan eyang uti. Nah eyang uti ini katakan kalau dulu beliau jalan susah sekali, harus mencari pegangan lalu jari tangan tidak bisa menggenggam, tapi setelah terapi jalannya sudah bebas tanpa hambatan, jari tangan pun sudah bisa dengan mudah  menggenggam. Lalu kasus-kasus lainnya...

Nah untuk terapinya sendiri kalau bisa saya katakan cukup sakit tapi saya masih bisa tahan, beda kalau terapi accupressure, yang ini saya malah tidak tahan. Nah leganya kalau sudah tulang berbunyi setelah beberapa gerakan dan diikuti rasa bebas... ahai.. ternyata bisa juga neh tulang saya kembali normal posisinya. Tinggal nanti saya akan lakukan rontgen lagi... tapi secara garis besar saya tidak merasa sakit lagi.

Neh walaupun ketika pulang, lebih tepatnya mampir dulu ke Surabaya, ada drama terlambat dan hampir ditinggal pesawat, pakai acara lari-lari di bandara sampai akhirnya tiba tepat waktu, duduk di pesawat, tidak sempat pamit dengan tante Ana dan kakak Abid hiks.. pamitnya lewat telepon saja. Tapi saya tidak merasa kesakitan, apalagi ketika sampai di Surabaya di mana jarak antara ketika turun dari pesawat dan pengambilan bagasi yang jauhnya ampun deh, tapi saya tetap merasa aman, tidak seperti dulu. Yeayyyyyy akhirnya..

Jadi ceritanya postingan kali ini hanya sekedar cerita liburan saya dan Sophie ya... lalu tentu saja testimoni tentang terapi tulang bergeser yang menyebabkan saraf terjepit yang sudah saya jalani dan sukses tentu saja. Dan ini murni hanya testimoni ya.. bukan postingan berbayar, saya hanya menyampaikan testimoni ini sebagai tanda terima kasih untuk oom Prast.

Nah semoga kalau ada pembaca yang mengalami hal yang sama, siapa tahu sudah putus asa, bisa kok menghubungi oom Prast. Semoga bisa membantu... oom Prast akan dengan sangat senang hati kalau bisa membantu. Suatu kepuasan tersendiri kalau bisa membantu orang lain, begitu yang dikatakan oom Prast.

Oh iya selain terapi tulang, saya juga menjalani terapi bekam loh, tante Ana ternyata bisa juga loh membekam orang. Oom Prast membekam pasien laki-laki dan tante Ana membekam pasien perempuan. Lega ternyata setelah dibekam, tekanan darah saya menjadi normal, lalu bekam kedua di daerah paha dan kaki, yang tadinya sakit sekali, banyak tonjolan yang kalau disentuh sakitnya bukan kepalang, ternyata setelah dibekam rasa sakitnya hilang.

Jadi yang bingung-bingung tentang masalah sakit yang dihadapi, pernah jatuh dan mengakibatkan sakit, pincang dan keluhan lainnya, monggo silakan bisa hubungi oom Prast ya... semoga bisa membantu.

saraf terjepit


hnp saraf terjepit
sumber gambar : oom Prast

Ini dia contact oom Prast :

Prasetyo
HP/WA  : 0813-2555-1157
BBM     : 7932B14C
Alamat : Kebonagung, Demak - Jawa Tengah


Nah semoga cerita liburan saya kali ini bisa menghibur ya... sekaligus memberi info buat pembaca yang membutuhkan... jangan segan-segan hubungi contact di atas...







Halo..halo pembaca Monic's Simply Kitchen... lama tidak bersua ya... dan di kesempatan kali ini walaupun sudah tanggal 10, terlambat bahkan sangat terlambat saya mengucapkan selamat tahun baru 2017 ya... semoga di tahun 2017 ini menjadi tahun yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya ya... semoga harapan, impian, cita-cita bisa terwujud di tahun ini, amin...

Bersaamaan dengan tahun baru ini juga usia blog saya sudah menginjak yang ketiga tahun. Uhuy.. ternyata sudah 3 tahun lamanya saya ngeblog.Walaupun tahun lalu saya rasakan saya tidak begitu semangat ngeblog seperti tahun-tahun sebelumnya tapi selalu saya usahakan untuk tidak absen dalam sebulan. Tidak berasa sudah 871 postingan yang sudah saya tampilkan. Dan semoga setiap postingan bisa bermanfaat buat pembaca sekalian ya.

Terima kasih buat pembaca yang sudah sering mampir, sesekali mampir atau kebetulan mampir.. terima kasih untuk atensinya ya.. semoga tidak bosan datang kemari ya. Terima kasih juga buat pembaca yang selalu meluangkan waktu untuk menulis komentar di sini sehingga selalu ramai rasanya kalau ada yang berkomentar he he he..

Okey deh... sukses selalu buat pembaca sekalian ya... jangan lupa sering mampir ya wakakak...salam manis selalu untuk pembaca sekalian.


Happy New Year 2017






NewerStories OlderStories Home