resep roti jamur killer soft bread

Beberapa waktu lalu saya membuat roti jamur isi jamur dan ayam pedas. Sudah lama sekali saya ingin buat roti ini, penasaran dengan hasil akhirnya, bisa jadi tidak ya model jamurnya di permukaan roti, ternyata jadi juga, dapat permukaan retak khas jamurnya.

Kalau dilihat-lihat permukaannya mirip jamur shitake. Nah di sini saya membuat rotinya roti bulat saja tidak saya masukkan dalam cetakan muffin atau cup, kalau di cetakan muffin malah lebih mirip jamur besar, dengan tangkai yang cukup besar.

Untuk resep kali ini saya pakai resep roti killer soft bread, resep roti yang sudah cukup terkenal, dulu pernah saya coba juga buatnya di postingan saya killer soft bread. Dulu saya buat versi roti sobek, lalu dulu mengulen manual, belum dapat adonan yang kalis elastis tapi saya sudah menyerah mengulen manual, lama dan capek tentu saja. Tapi walaupun belum sampai elastis, roti yang dihasilkan tetap lembut. Dan roti ini hanya sekali proofing ya..itu juga ciri khasnya.

Kali ini berhubung sudah memiliki mixer ceritanya, ahai.. saya menggunakan mixer, dan tentu saja pekerjaan menguleni saya serahkan kepada si mixer ini. Dan ternyata mixer ini cukup tangguh untuk menguleni adonan roti. Nah ulasan mixernya sudah saya posting di sini ya, cake pisang dengan mixer bosch MUM44R1, selain mencoba cake saya juga mencoba mantau dengan mixer ini. Silakan meluncur ke sana kalau penasaran dengan mixer ini.

Untuk isian roti kali ini saya menggunakan tumisan jamur shitake yang dicampur ayam. Kalau bicara jamur shitake, jamur ini memiliki aroma yang cukup menyengat. Tidak semua tahan dan suka dengan jamur ini. Saya sebenarnya suka dengan jamur ini, hanya saja jamur yang saya pakai kali ini lebih menyengat baunya dibandingkan jamur yang biasa saya gunakan.

Keisengan bapaknya Sophie, tahu saya selama ini suka beli jamur shitake, tanpa sepengetahuan saya dia memasukkan 2 bungkus jamur shitake ke dalam kereta belanja. Dan karena jamur ini dibungkus dengan kemasan kedap udara, begitu bungkusnya dibuka, bau menyengat tajam khas jamur shitake langsung menusuk hidung.

Walaupun saya suka jamur shitake tapi kalau yang ini saya agak-agak terganggu juga. Saya lebih suka membeli jamur shitake segar yang biasa diletakkan di wadah terbuka di rak pendingin swalayan, jadi aromanya sudah agak menghilang, ketimbang jamur yang dibungkus rapat seperti pilihan bapaknya Sophie.

Dia membeli jamurnya untuk saya, dia sendiri tidak suka jamur shitake, favoritnya jamur tiram, jadi tentu saja saya yang harus menghabiskan jamur ini, baunya beuh... boleh tahan..bapaknya Sophie katakan kalau baunya melebihi bau pete.

Nah saya pikir baunya agak mendingan kalau diolah dengan bumbu ala ayam pedas isian bakpao, ternyata tidak begitu menolong. Jadi nih supaya rotinya tidak saya saja yang makan kalau isinya jamur semua, jadi ada beberapa yang saya isi dengan selai kacang dan meses. Nah isian sisanya disantap dengan nasi, dan tentu saja hanya saya yang makan, duh duh...

Oh iya dalam membentuk roti ini, ketika adonan digilas bundar, sebaiknya bagian tengah lebih tebal ya dari bagian tepi, karena ketika ditutup adonan kan dibalik tuh sehingga yang mulus di atas. Jadi permukaan atas rotinya tetap tebal dan roti tidak akan meletus. Karena ada juga roti yang meletus karena saya menggilas adonan sama tebal.

Untuk membuat roti begini kan yang khas itu motif jamurnya, silakan menggunakan resep roti andalan, nah kalau saya sih sebenarnya andalannya ya roti tanpa ulen, dulu kalau belum punya mixer, walaupun masih sih sekarang juga tetap suka dengan resep roti tanpa ulen.

Nah motif jamur ini dibuat dari campuran tepung beras, coklat bubuk dan air. Campuran ini cukup kental dan kita sebaiknya mengoles permukaan roti cukup tebal, supaya jelas motifnya ketika sudah jadi rotinya. Campuran ini dioles sebelum proofing, jadi ketika adonan mengembang maka pola retakan di permukaan roti akan terbentuk.

Okey deh, lanjut ke resep kali ini ya, silakan...


Roti Jamur Killer Soft Bread
untuk 8 buah

Bahan :
  • 260 gr tepung terigu protein tinggi 
  • 3 gr ragi instan
  • 160 - 180 gr campuran 1 butir telur dan susu cair (pecahkan dulu telurnya kemudian baru timbang dan tambahkan susu cair sampai beratnya 180 gr), aduk rata hingga tercampur dan telur pecah
  • 30 gr gula pasir (gunakan 10 gr jika mau membuat roti asin)
  • 2 gr garam (gunakan 6 gr jika mau membuat roti asin)
  • 30 gr butter unsalted

 Bahan isian :
  • 150 gr dada ayam, potong ukuran kecil
  • 5 buah jamur shitake, iris
  • 3 siung bawang putih, cincang
  • 1 buah bawang bombay, iris kecil sesuai selera
  • 2 sendok makan kecap manis
  • 1/2 sendok makan kecap asin
  • 3 sendok makan saus sambal ekstra hot
  • 1 sendok teh minyak wijen
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 1 sendok makan tepung maizena, larutkan dengan 50ml air
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
 
Bahan olesan :
  • 1 sendok makan tepung beras
  • 1 sendok makan coklat bubuk
  • 2 sendok makan air
Cara membuat bahan isian :
Tumis bawang putih sampai harum, masukkan bawang bombay, tumis sebentar, masukkan dada ayam, aduk sampai berubah warna, masukkan jamur shitake, aduk rata, masak hingga matang, tambahkan kecap manis, kecap asin, saus sambal, saus tiram, minyak wijen dan merica bubuk, aduk rata, tuangkan larutan tepung maizena, masak hingga mengental, cicipi rasanya. Angkat dan sisihkan.
Cara membuat roti :
  1. Di mangkuk, campur tepung, ragi, gula pasir dan garam, aduk asal rata dengan sendok, tambahkan campuran telur dan susu cair secara bertahap, uleni hingga kalis (uleni manual selama kurang lebih 10 menit), lalu tambahkan butter, uleni lagi sampai kalis elastis (dengan mixer bosch membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit)
  2. Bagi adonan menjadi 8 bagian dengan berat kurang lebih 60gr, bulatkan masing-masing isi dengan bahan isian, bulatkan lagi dan tata di loyang yang sudah dioles margarin/butter atau di kertas baking.
  3. Oles permukaan dengan bahan olesan sampai cukup tebal.
  4. Diamkan selama kurang lebih 1 jam sampai adonan mengembang dan sudah terdapat pola retakan di permukaan roti.
  5. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya dengan suhu 170 derajat celcius selama kurang lebih 15-20 menit sampai bagian bawah kecoklatan .
  6. Keluarkan dari oven, oles dengan butter supaya permukaan lebih mengkilat.


resep roti jamur pedas ksb

Nah semoga resep roti jamur isi jamur pedas ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba....




resep bruschetta mushroom tomato kale

Halo semua, wah lagi liburan ya? sama..walaupun saya sih sebenarnya ya libur terus, tapi berasa sekali liburnya kalau Sophie juga libur. Emak bisa bangun agak siang, tidak harus siapkan kebutuhan sekolahnya termasuk bekalnya tentu saja, bekal istirahat pertama berupa cemilan dan istirahat kedua berupa nasi dan teman-temannya.

Oh iya walaupun terlambat sehari, saya ucapkan Gong Xi Fa Cai ya buat teman-teman pembaca yang merayakan, semoga di tahun anjing (kalau kata Sophie year of the dog) ini dikarunia rezeki dan kesehatan melimpah. 

Nah kemarin saya ceritanya buat bruschetta neh, memanfaatkan baguette yang masih tersisa, secara beli baguette ini kalau di lotte mart sudah paketan 2 buah. Hmmm sebagian sudah dimakan begitu saja oleh kami bertiga, nah daripada mengeras si roti ini baiklah diolah jadi cemilan dulu. Karena roti ini cepat sekali kerasnya.

Ahai ada jamur, ada tomat tentu saja dan ada kale. Nah ini dia nih kale ini baru pertama kalinya saya beli, secara baru sekali lihat ada kale ini, dan itu pun lihatnya ada di lotte mart. Hmmm penasaran dengan yang namanya kale, yang kata orang neh queen of vegetable, haiyaaa...  jadi deh beli satu pack, ya satu batang begitu dengan beberapa lembar daunnya.

Dan untuk saus olesannya saya menggunakan saus spaghetti botolan, saya tidak ada stok saus pasta atau saus pizza buatan sendiri. Nah yang rajin boleh donk buat sendiri sausnya, boleh lihat resep di blog ini homemade saus pasta & pizza. 

Kalaupun tidak ada saus pasta atau pizza ini, silakan gunakan saus tomat atau saus sambal atau juga mayones, kembali ke selera masing-masing saja.

Nah untuk membuat bruschetta ini tentu saja sangat mudah ya, prosesnya juga cepat, jadi tidak perlu lama-lama di dapur untuk mempersiapkan bruschetta ini. 

Oh iya dulu saya pernah posting resepnya juga neh bruschetta brokoli dan jamur shitake (hanya yang ini tidak pakai baquette, pakai roti bakalan roti bakar abang-abang) lalu ada bruschetta ayam jamur lada hitam, beuh semua sedap kalau kata saya ha ha ha... kalau hobi makan tentu banyak makanan yang disuka ya.. walaupun tentu ada beberapa yang tidak disuka sampai saat ini.

Okeh deh.. sekarang lanjut ke resep ya.. silakan...

Bruschetta Jamur Tomat & Kale

Bahan :
  • 10 iris baguette dengan ketebalan kurang lebih 1.5cm
  • 10 buah jamur kancing kalengan, iris
  • 1 buah tomat ukuran besar, potong dadu
  • 1 lembar daun kale, iris tipis
  • 3-4 sendok makan saus spaghetti
  • keju mozarella secukupnya, parut kasar

Cara membuat :
Oles tiap roti dengan saus spagheti, beri tomat, jamur dan kale, taburi dengan keju mozarella, tata di loyang teflon atau loyang beroles butter/margarin tipis, panggang di oven suhu 200 derajat celcius sampai keju meleleh dan bagian bawah roti kecoklatan, keluarkan dari oven dan siap dinikmati hangat selagi keju masih meleleh... yummmy...nikmati dengan saus sambal bagi penyuka pedas.


resep bruschetta jamur tomat kale

Nah semoga resep Bruschetta Jamur Tomat & Kale ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya....


Selamat mencoba...





resep parmesan cheese butter cookies

Ahai, apa kabar semua? tetap asyik? nah hari ini emaknya Sophie Pipi mau posting resep parmesan cheese butter cookies saja ya. Beberapa hari yang lalu buat ini soalnya, nah buat cookies ini tidak banyak dan tentu saja jadinya sangat mudah. Apalagi semua bahannya hanya diaduk, bahan pendukungnya juga tidak banyak, jadi termasuk cookies yang mudah dibuat.

Ah jadi hanya butuh waktu sebentar jadilah cookies lezat yang harum ini. Nah jadi ceritanya saya itu punya keju parmesan yang sudah cukup lama mendekam di freezer, memang sih namanya keju parmesan ini bukanlah keju yang mudah ditemui, jadi termasuk bahan yang disayang-sayang juga, dasar... 

Dari segi rasa tentu saja enak ya kukis ini dan pada dasarnya kukis ini ya mirip dengan kukis kastengels begitu, hanya yang ini yang versi eggless kastengels, kalau olesan tetap pakai kuning telur. Oh iya di resep ini juga menggunakan sedikit gula, jadi selain rasa gurih keju ada rasa manis samar, walaupun sebenarnya keju parmesan sendiri sudah ada sedikit rasa manisnya.

Satu resep di bawah ini hanya menghasilkan 20 buah kukis, jadi lumayanlah buat kami di rumah yang bertiga saja, tidak terlalu banyak, walaupun sampai hari ini masih tersisa kukisnya. Sophie itu hanya makan sekali saja, 4 buah sekaligus, nah setelah itu dia tidak mau lagi. Sudah mulai besar begini sudah mulai muncul kebiasaan, tidak mau makan yang sama berturut-turut, beda dari emaknya, kalau sudah makan sesuatu dan suka, bisa makan itu terus sampai bosan, baru berhenti.


kukis keju parmesan

Buat saya yang sudah cukup sering membuat kukis dan sudah menemukan keasyikannya membuat kukis jadi rasanya biasa saja dan menikmati prosesnya. Beda dengan dulu, beuh kalau sudah yang namanya kukis, saya malas sekali... sudah terbayang membuat adonan, apalagi tuh yang prosesnya pakai mixer segala, lalu proses membentuk adonan yang kecil-kecil itu, menyusun di loyang lalu mengoles dan terakhir memanggang, rasanya sudah malas duluan.

Tapi eh tapi sekarang, membuat kukis rasanya sudah lebih ringan, tapi tentu kukis yang buat dikonsumsi sendiri ya, dalam artian bukan dalam jumlah yang banyak, nah kalau banyak tentu saja kewalahan saya. Pernah dulu coba terima orderan kukis, duh-duh lumayan juga rasanya, membosankan juga ternyata ha ha ha, apalagi semua dikerjakan sendiri. Jadi kalau sudah terima orderan, lebih baik rasanya membuat cake saja ... kocok bahan, panggang, jadi... tada..

Wokehlah, ada yang mau tahu resepnya, resep ini saya lihat di blognya Zoe - Bake for Happy Kids, - Parmesan Cheese Butter Cookies, thanks Zoe for the recipe. 
Berikut resepnya, cek di bawah ini ya, semoga saja berguna... ini dia... silakan..

Parmesan Cheese Butter Cookies

Bahan :
  • 60 gr unsalted butter lunak, suhu ruang
  • 20 gr (2 sendok makan) gula kastor (saya gunakan gula pasir yang diblender)
  • 50 gr keju parmesan parut
  • 75 gr tepung terigu serbaguna atau protein sedang
  • 5 gr (1/2 sendok makan) tepung maizena

Olesan : (campur jadi satu)
  • 1 butir kuning telur
  • 1 sendok teh susu cair (saya ganti dengan 1/2 sendok teh madu)

Taburan :
  • keju parmesan (optional)

Cara membuat :
Dengan sendok kayu atau sendok biasa, aduk rata butter dan gula kastor sampai tercampur, tambahkan keju parmesan, aduk rata kembali, tambahkan tepung terigu dan tepung maizena, aduk rata kembali. Ambil adonan, letakkan di alas bertabur tepung terigu, gilas adonan dengan rolling pin bertabur tepung tipis, gilas dengan ketebalan kurang lebih 4mm, cetak dengan cookie cutter sesuai selera. Letakkan di loyang beralas kertas roti atau gunakan loyang teflon, atau oles tipis loyang dengan butter. Beri olesan, taburi dengan keju parmesan. Panggang dengan suhu 170 derajat celcius selama kurang lebih 10-12 menit, tergantung oven masing-masing dengan catatan oven sudah dipanaskan terlebih dahulu.


butter cookies parmesan

Nah semoga resep parmesan cheese butter cookies ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba....






resep kalio jengkol jariang padang

Halooo.... hari ini saya posting resep kalio jengkol (jariang) khas Padang dulu ya... hmmm jengkol, makanan yang tidak semua suka, tapi kalau sudah suka beuh..bisa ketagihan ha ha ha... jengkol ini seperti durian, baunya tajam tapi tidak semua suka.

Ceritanya ketika ke pasar saya melihat di penjual sayuran ada jengkol cukup banyak, tumben... sampai 1 kotak besar. Harganya bisa dikatakan cukup murah dibanding harga sebelumnya. Jadi saya putuskan beli setengah kilo, ini hitungannya dengan kulit luar yang keras itu ya, jadi ketika dibuka ya jadinya sedikit. Aih tanggung kalau sedikit, jadi keesokan harinya ke pasar lagi, beli lagi 1kg, wakakak.. niat sekali, mumpung murah. Nah kepikiran buat kalio saja, kapan-kapan deh baru dibalado.

Jadi ke pasar sekalian beli semua bumbu yang dibutuhkan untuk membuat kalio, nah kalio di sini sama saja dengan bumbu rendang ya, hanya saja kalio itu versi basahnya rendang, atau rendang yang belum jadi ya disebut kalio.

Kalau beli di rumah makan padang, tentu saja lebih mahal kalau dibanding buat sendiri, jauh deh, apalagi di rumah makan tertentu yang sangat pelit dengan jengkol ha ha ha... nah karena sering beli jengkol di beberapa rumah makan padang, kami (saya dan bapaknya Sophie) sampai menandai mana rumah makan yang cukup pemurah dengan jengkol ini. Jadi sepakat kalau mau beli jengkol di rumah makan padang A saja, jangan di B, atau C.

Ketika persiapan masak jengkol, ada yang ribut... masak apa? masak jengkol, wuihhh Pipi ga suka jengkol, bau.. begitu katanya. Ibu kenapa sih suka jengkol, apa rasanya? enak kata saya, nanti Pipi coba makan ya.. ga mau.. Pipi ga mau makan.

Ketika kalio jengkol sudah matang, kami sudah menyantapnya, tentu Sophie tidak ikutan. Nah mulai deh dia bercanda dengan bapaknya, bau jengkol... bau jengkol.. saling tuduh siapa yang bau jengkol.. ahai ribut deh.

Memang dulu sih saya tidak suka sama sekali dengan jengkol, karena memang dari kecil saya tidak pernah makan jengkol karena di rumah ibu saya tidak pernah masak jengkol dan pete apalagi kabau. Okeh ada yang tahu kabau tidak? kabau itu sejenis pete tapi lebih menyengat baunya. Selama ini saya hanya menemukannya di Palembang, tidak pernah di tempat lain.

Ketika ketemu dengan bapaknya Sophie baru mau makan jengkol, itu pun paling satu atau dua, saya tetap merasa aneh, tapi belakangan karena sering makan, eh kok enak juga ha ha ha...walaupun efek samping jengkol ini yang sudah pada tahu kan... he he he..

Okehlah.. lanjut ke resep ya... oh iya resep ini bumbunya ya mirip dengan bumbu kalio daging sapi kentang yang pernah saya posting sebelumnya, beda tipis saja... cusss ke resep..

Kalio Jengkol

Bahan :
  • 1.5kg jengkol dengan kulit luar
  • 200 gr santan instan
  • 500 ml air (atau supaya umami bisa gunakan kaldu ayam dari rebusan tulang ayam)
  • 2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 6 lembar daun jeruk
  • 3 lembar daun salam
  • 2 lembar daun kunyit, sobek-sobek ukuran 5cm
  • 5 butir asam kandis
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis
  • 3 butir kapulaga
  • 5 butir cengkeh
  • 2 batang kayumanis @3cm
  • 1 buah pekak/kembang lawang
  • 2 sendok teh garam 
  • gula sesuai selera (di sini saya tidak menambahkan gula)

Bumbu halus : (saya blender dengan sedikit air)
  • 75 gr cabai merah keriting segar
  • 10 buah cabi merah kering, rendam dengan air panas sampai lunak
  • 10 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 2 cm jahe
  • 3 cm lengkuas
  • 5 butir kemiri sangrai
  • 1 sendok teh ketumbar, sangrai
  • 1/2 sendok teh jinten, sangrai

Cara membuat :
Kupas jengkol, biarkan kulit arinya, cuci lalu rebus sampai empuk. Tiriskan airnya, cuci kembali, belah 2, gepuk hingga pipih, sisihkan.
Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan serai, daun jeruk, daun kunyit, daun salam, asam kandis, pekak, kapulaga, kayumanis, cengkeh, aduk rata dan tumis lagi sebentar sampai benar-benar harum dan tidak langu. Masukkan jengkol, aduk rata, tambahkan air, masak sampai kuah mendidih dan jengkol benar-benar empuk. Tambahkan santan dan garam, aduk rata dan masak hingga mengental, cicipi rasanya, tambahkan gula jika suka untuk penyeimbang rasa. Angkat dan siap dihidangkan.

resep kalio jengkol

Nah semoga resep kalio jengkol atau jariang khas Padang ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...






resep gulai tongkol aceh

Hari ini posting resep masakan ikan dulu, tapi ini sebenarnya buatnya sudah beberapa waktu yang lalu, belum sempat tayang. Nah kali ini resep gulai ikan tongkol Aceh, hmmm walaupun namanya gulai tapi yang ini minus santan. Rasanya.. unik kalau kata saya, dan pastinya sedap, he he he.. apalagi pakai ikan tongkol, ikan favorit begini.

Ceritanya waktu itu blogwalking ke blognya mba Luluk Williams, hmmm kelihatan enak deh gulai ikan tongkol yang mba Luluk buat, tapi ada pemakaian asam sunti, nah ini dia nih, walaupun di Batam ini beragam ya jenis bumbunya dan memang dipengaruhi daerah Sumatera kebanyakan, tapi tidak pernah saya melihat ada penjual bumbu yang menjual asam sunti. Nah beda dengan bumbu-bumbu atau bahan khas dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat, banyak yang jual.

Okelah tidak ada asam sunti, ganti dengan belimbing wuluh segar saja, semoga dapat rasa asamnya, mirip-mirip. Nah sudah pada tahu belum asam sunti itu apa sih? ternyata eh ternyata asam sunti itu adalah belimbing wuluh yang dikeringkan. 

Ternyata banyak kan jenis asam itu, tentu saja asam jawa adalah asam yang sangat umum ditemui di seluruh pelosok Indonesia, betul tidak?

Selama ini saya baru mencoba yang namanya asam jawa, asam gelugur, asam kandis, asam mangga (colek mba Ima dulu yang sudah berbaik hati mengirimkan asam mangga jauh-jauh dari Polewali). Asam cekala, sering lihat di pasar, tapi belum pernah sekali pun coba, pernah beli juga karena rencana mau membuat arsik, semua bahan lainnya termasuk bawang batak, andaliman, kecombrang, tapi apa daya, mood membuat arsik lenyap, dan akhirnya bahan tersebut dialihfungsikan ke masakan lain kecuali asam cekala, he he he...

Oh iya di resep ini bumbu rempahnya lumayan lengkap, nah untungnya bahan-bahan ini tersedia di dapur saya, beda kalau di dapur ibu saya... rempah seperti kapulaga, adas, jinten, kembang lawang tidak tersedia setiap saat, secara ibu saya tidak pernah masak dengan bumbu-bumbu begini.

Nah untuk gulai ikan tongkol yang saya buat kali ini minus daun kari karena memang daun kari itu bukanlah daun yang umum dijajakan di pasar di Batam ini, hanya pasar tertentu yang ada, itu pun cukup jauh dari rumah. Lalu minus daun pandan juga, sedang tidak ada stok.

Okelah, lanjut ke resep ya.. resep yang saya buat yang telah saya sesuaikan dengan stok bahan yang ada, ini dia, silakan..


Gulai Ikan Tongkol Aceh

Bahan :
  • 1 kg ikan tongkol, potong-potong
  • 2 buah jeruk nipis
  • 2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk
  • 5 butir cengkeh
  • 3 butir kapulaga
  • 1 buah bunga lawang/pekak
  • 1 sendok teh garam
  • 10 buah belimbing wuluh segar, potong dua
  • 750 ml air
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 8 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 20 butir cabai rawit
  • 3 cm jahe
  • 3 cm kunyit
  • 1 sendok teh jinten * (*sangrai)
  • 1 sendok teh adas *
  • 3 sendok teh ketumbar *
  • 6 butir kemiri

Cara membuat :
Cuci bersih ikan tongkol, lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 10 menit, bilas. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun jeruk, serai, kapulaga, cengkeh, kembang lawang, tumis hingga harum, tambahkan air biarkan sampai mendidih, masukkan ikan, tambahkan garam dan belimbing wuluh, masak hingga ikan matang, cicipi rasanya, angkat dan siap dihidangkan.



gulai ikan tongkol khas aceh

Nah semoga resep gulai ikan tongkol khas Aceh ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...






resep chocochips cookies renyah

Halo... sudah berapa hari saya menghilang lagi he he he... jadi kebiasaan neh, padahal rencana akhir minggu lalu saya mau posting, ealah tertunda terus. Akhirnya saya sempatkan hari ini posting resep lagi. Nah minggu lalu saya buat chocochips cookies dengan taburan ini, pesanan anak perempuan tercintah.

Sudah lama sih dia pesan, hanya baru kesampaian minggu lalu buatnya. Ceritanya beberapa waktu lalu kami ke toko bahan kue yang cukup jauh dari rumah, iseng sebenarnya, cari biji labu, biji bunga matahari, blackcurrant dsb, hmmm ada yang kepincut dengan chocochips dan sprinkle atau taburan gula hias yang dijual di toko tersebut. Minta dibelikan lalu dengan pesan, nanti Pipi mau dibuatkan kukis ya pakai sprinkle dan chocochips ini. Okeh.. begitu jawab saya. Sudah sering ditagih tapi ada saja alasan saya he he he..

Akhirnya kasihan juga deh... lawan rasa malas...pakai bahan yang ada saja di rumah. Akhirnya saya memutuskan buat kukis pakai resep yang dulu pernah saya buat juga, karena saya tidak mau begitu ribet dan sedang tidak ada butter juga, tapi mau kukis yang renyah, ahai.. pakai resep ini deh. Buatnya ketika Sophie sekolah, pulang dia sekolah baru siapkan celupan coklatnya dan tentu saja bagian serunya adalah biarkan Sophie menaburkan sprinkle sesukanya dia.

Nah berhubung buat kukis ini cuaca di Batam sedang panas-panasnya, coklat susah keras di suhu ruang, jadi saya masukkan ke dalam kulkas dulu. Jadi maklum neh kalau coklatnya agak berembun gimana gitu ya. 

Sesi foto-foto yang tidak pakai lama dan tidak pakai ribet, tidak pakai properti dan tidak juga atur-atur cahaya apalagi pakai reflektor yang sudah sangat lama sekali tidak pernah saya gunakan lagi proses foto yang banyak pernak-pernik begini, jadilah foto sederhana ala Monic.

Dan ternyata anak perempuan gembul Pipi Sophie mau tangannya juga ikutan difoto, jadilah tangannya saya jadikan model buat pegang kukis yang sudah dipatahkan buat memperlihatkan tekstur si kukis ini. Pesan saya ke dia, pegang begini, jangan gerak tangannya, ha ha ha.. mau saja dia, walaupun ada beberapa foto tampak blur karena tangannya bergerak.

resep chocolate cookies

Habis foto-foto, Sophie langsung minta kukisnya, dia makan satu, lalu dia bilang enak, mau satu lagi, eh ternyata mau satu lagi, jadi langsung habis 3. Enak sih begitu katanya lagi, mungkin dia merasa puas juga karena ikut andil membuat kukis ini.

Hari Jumat lalu dia sudah bawa bekal ini, tadi pagi dia bawa lagi secara masih cukup banyak kukisnya. Sebenarnya dia itu paling malas kalau bawa bekal berulang, sampai-sampai dia protes kenapa bawa kukis lagi, kan sudah pernah, seperti teman Pipi donk, dua kali bawa donat. Aih aih bisa saja nih protesnya. Tapi saya katakan kalau kukisnya masih banyak, kalau tidak dibawa bekal siapa donk yang menghabiskan, akhirnya dia mengangguk.

Okelah... kepanjangan deh cuap-cuap saya, berikut langsung ke resep ya.. beda tipis dengan resep chocochips cookies yang ini.

Chocochips Cookies with Sprinkles

Bahan :
  • 180 gr margarin (saya gunakan blueband cake n cookie), lelehkan dinginkan sejenak
  • 200 gr tepung terigu protein rendah atau sedang
  • 2 sendok makan tepung maizena
  • 2 sendok makan susu bubuk
  • 1 sendok teh baking powder
  • 5 sendok makan gula halus (saya gunakan gula pasir yang diblender)
  • 2 kuning telur
  • 100 gr chocochips
  • 50 gr dark cooking chocolate untuk celupan
  • gula hias tabur sesuai selera

Cara membuat :
  1. Panaskan oven, set di suhu 160 derajat celcius
  2. Di mangkuk, campur tepung terigu, gula halus, susu bubuk, maizena, baking powder, aduk rata dengan balloon whisk atau sendok
  3. Beri kuning telur, aduk rata kembali hingga tepung bergerindil, lalu perlahan tambahkan margarin cair sambil diulen hingga kalis (ulen dengan tangan sebentar saja asal rata dan perlahan saja)
  4. Tambahkan chocochips, campur hingga rata
  5. Bentuk adonan sesuai selera (ambil sedikit adonan, bulatkan lalu pipihkan)
  6. Susun di loyang bersemir margarin (beri jarak karena adonan akan melebar dan mengembang)
  7. Panggang selama kurang lebih 20 menit hingga matang (atau sesuaikan dengan oven masing-masing dan besar kecil cookies)
  8. Keluarkan dari oven dan dinginkan
  9. Lelehkan coklat dengan cara ditim, celupkan setengah bagian kukis ke dalam coklat leleh, letakkan di alas alumunium foil, taburi dengan gula hias, biarkan coklat mengeras (masukkan kulkas sebentar)
  10. Simpan di wadah kedap udara

resep chocochips cookies


Nah semoga resep chocochips cookies kali ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...






resep kering tempe

Wah akhirnya sudah masuk bulan kedua lagi neh di tahun 2018 ini, waktu terus berlalu ya..ahai.. nah ceritanya saya masih mood ngeblog, jadilah buat postingan dulu, mumpung rajin, kalau sudah malas wah bisa menghilang lagi neh he he he..

Okehlah kali ini saya berbagi resep sangat simple ya, hanya resep kering tempe, itu pun hanya tempe tanpa kacang ataupun teri, secara semuanya tidak ada, aih malas ke pasar lagi, eits tapi tetap enak nih walaupun hanya tempe. 

Oh iya enak lagi kalau kering begini diberi mie deh, dulu pernah saya makan kering tempe kacang eh ada mienya juga jadi sensasi kriuk-kriuknya nambah dengan adanya mie begini. Dulu pas masih kos di Surabaya ada teman satu kos ceritanya dapat kiriman dari ibunya, ahai dapat juga mencicipi makanan kiriman ini, sebagai anak kos tentu saja senang donk ya dapat makan beginian he he he...

Tapi kembali lagi ke resep kali ini, ini versi sangat sederhana dari kering tempe, hanya tempe. Nah yang ini menu saya dan Sophie saja secara bapaknya masih tidak tergerak mau coba makanan manis begini, ih padahal enak kalau kata saya, ada manis, sedikit pedas dan sedikit asam.

Sophie kasih jempol ketika dia mencicipi sedikit, lalu mau makan pakai nasi putih, hmmm tapi ternyata dia protes, pedas ini tempenya..saya pura-pura tidak tahu kalau pedas, ah masa pedas, itu tidak pakai cabai merah yang kecil-kecil itu loh (cabai rawit merah), itu hanya pakai cabai merah yang besar yang tidak pedas. Tapi protes lagi, tapi ini pedas...hi hi hi lucu juga dia kepedasan, keringat mulai bermunculan di dahinya... tapi walaupun pedas dia tetap lanjut makan. Lalu saya katakan tidak sampai berasap kan telinga dan kepala, dia hanya menggeleng.

Sebelumnya dia sempat tanya, itu yang hijau-hijau sayur apa? oalah itu bukan sayur, itu daun jeruk..kok dikasih daun jeruk, bisa dimakan ya daun jeruk itu? lalu saya katakan daun jeruk itu buat pewangi supaya enak masakannya, oh... begitu saja jawabnya, hmmm memang dia itu semakin lama semakin banyak tanya, wajar ya anak kecil... emaknya saja yang harus jawab terus.

Oh iya pulang sekolah kemarin dia menangis.. ibu kenapa lupa? ha..saya kaget..lupa apa? apa lupa tanda tangan bukunya atau lupa urusan pelajaran dia? lalu dia katakan, ibu lupa kasih Pipi minum..lalu mulai deh berlinangan air mata..ibu kenapa lupa? Pipi jadi haus..ooalah... iya lupa..aduh duh.. kasihan juga neh anak. Bapaknya sampai katakan, ayo bilang sorry dulu sama Pipi (sambil senyum-senyum). Lalu saya katakan, aduh..sorry Pipi, ibu lupa...sorry ya.. iya jawabnya.. lalu mulai deh perlahan dia tidak menangis lagi.

Ah kalau saya pikir kasihan sekali anak ini, jadi dalam perjalanan pulang dia sudah dibelikan minum oleh bapaknya, habis satu botol kemasan 600ml. Duh duh... maafkan emakmu ini Pipi.. kenapa pelupa sekali ya... tapi memang sih ketika dia berangkat sekolah kemarin saya itu pikir apa ya yang kurang, kok kayaknya ada yang kurang... oalah ternyata saya lupa mengisi botol air minumnya. Ahai jadi pelajaran.. lebih hati-hati dan teliti lagi..kasihan anak kecil ini jadinya.

Untungnya... masih ada untungnya, di botol dia masih ada airnya, kurang dari setengah... mana cukup kan, makanya dia kehausan, mana Batam lagi panas-panasnya minggu-minggu ini, kasihan...emak kudu lebih perhatian deh..

Okey deh.. kembali ke resep kering tempe ini, ini dia resepnya, silakan... siapa tahu bisa bermanfaat ya..walaupun hanya resep sederhana.

Kering Tempe

Bahan :
  • 2 papan tempe, berat total kurang lebih 400 gr, potong kecil tipis, goreng hingga benar-benar garing
  • 5 lembar daun jeruk
  • 2 sendok makan air asam jawa kental
  • 4 sendok makan gula merah sisir
  • 1 sendok makan gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus atau cincang : (saya gunakan chopper untuk menghaluskan, bisa gunakan blender tapi tanpa air ya)
  • 5 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 20 buah cabai merah keriting

Cara membuat :
Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun jeruk, aduk sebentar, kemudian tambahkan gula merah dan gula pasir, masak hingga gula larut, tambahkan air asam jawa, aduk sebentar, masukkan tempe goreng, aduk rata, cicipi rasanya, angkat.


resep kering tempe sederhana

Nah semoga resep kering tempe sederhana ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...





NewerStories OlderStories Home