Gulai Ikan Tongkol Aceh



resep gulai tongkol aceh

Hari ini posting resep masakan ikan dulu, tapi ini sebenarnya buatnya sudah beberapa waktu yang lalu, belum sempat tayang. Nah kali ini resep gulai ikan tongkol Aceh, hmmm walaupun namanya gulai tapi yang ini minus santan. Rasanya.. unik kalau kata saya, dan pastinya sedap, he he he.. apalagi pakai ikan tongkol, ikan favorit begini.

Ceritanya waktu itu blogwalking ke blognya mba Luluk Williams, hmmm kelihatan enak deh gulai ikan tongkol yang mba Luluk buat, tapi ada pemakaian asam sunti, nah ini dia nih, walaupun di Batam ini beragam ya jenis bumbunya dan memang dipengaruhi daerah Sumatera kebanyakan, tapi tidak pernah saya melihat ada penjual bumbu yang menjual asam sunti. Nah beda dengan bumbu-bumbu atau bahan khas dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat, banyak yang jual.

Okelah tidak ada asam sunti, ganti dengan belimbing wuluh segar saja, semoga dapat rasa asamnya, mirip-mirip. Nah sudah pada tahu belum asam sunti itu apa sih? ternyata eh ternyata asam sunti itu adalah belimbing wuluh yang dikeringkan. 

Ternyata banyak kan jenis asam itu, tentu saja asam jawa adalah asam yang sangat umum ditemui di seluruh pelosok Indonesia, betul tidak?

Selama ini saya baru mencoba yang namanya asam jawa, asam gelugur, asam kandis, asam mangga (colek mba Ima dulu yang sudah berbaik hati mengirimkan asam mangga jauh-jauh dari Polewali). Asam cekala, sering lihat di pasar, tapi belum pernah sekali pun coba, pernah beli juga karena rencana mau membuat arsik, semua bahan lainnya termasuk bawang batak, andaliman, kecombrang, tapi apa daya, mood membuat arsik lenyap, dan akhirnya bahan tersebut dialihfungsikan ke masakan lain kecuali asam cekala, he he he...

Oh iya di resep ini bumbu rempahnya lumayan lengkap, nah untungnya bahan-bahan ini tersedia di dapur saya, beda kalau di dapur ibu saya... rempah seperti kapulaga, adas, jinten, kembang lawang tidak tersedia setiap saat, secara ibu saya tidak pernah masak dengan bumbu-bumbu begini.

Nah untuk gulai ikan tongkol yang saya buat kali ini minus daun kari karena memang daun kari itu bukanlah daun yang umum dijajakan di pasar di Batam ini, hanya pasar tertentu yang ada, itu pun cukup jauh dari rumah. Lalu minus daun pandan juga, sedang tidak ada stok.

Okelah, lanjut ke resep ya.. resep yang saya buat yang telah saya sesuaikan dengan stok bahan yang ada, ini dia, silakan..


Gulai Ikan Tongkol Aceh

Bahan :
  • 1 kg ikan tongkol, potong-potong
  • 2 buah jeruk nipis
  • 2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk
  • 5 butir cengkeh
  • 3 butir kapulaga
  • 1 buah bunga lawang/pekak
  • 1 sendok teh garam
  • 10 buah belimbing wuluh segar, potong dua
  • 750 ml air
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 8 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 20 butir cabai rawit
  • 3 cm jahe
  • 3 cm kunyit
  • 1 sendok teh jinten * (*sangrai)
  • 1 sendok teh adas *
  • 3 sendok teh ketumbar *
  • 6 butir kemiri

Cara membuat :
Cuci bersih ikan tongkol, lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 10 menit, bilas. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun jeruk, serai, kapulaga, cengkeh, kembang lawang, tumis hingga harum, tambahkan air biarkan sampai mendidih, masukkan ikan, tambahkan garam dan belimbing wuluh, masak hingga ikan matang, cicipi rasanya, angkat dan siap dihidangkan.



gulai ikan tongkol khas aceh

Nah semoga resep gulai ikan tongkol khas Aceh ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...




NewerStories OlderStories Home

10 comments:

  1. Ikan tongkol diriku doyan tuh mb Monica. Dibumbu gulai pasti sedep bingit nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahai... tosss mba Rina, ikan tongkol mah sedap diapain juga..
      dibumbu gulai.. sedap he he he...

      Delete
  2. Akhirnya saya temukan sebuah blog yang bisa mendongkrak nafsu makan saya, :)

    kalau pakai cabe rawit 20 bh, pedes bngtz ngk Mbak... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kang Nata bisa aja neh...
      he eh kang pedes, bagi yang ga biasa pedes ya rasanya pasti pedes banget tapi buat saya pedesnya masih standar he he he

      Delete
    2. ada ngk yach cabe yang ngk pedess... :)

      Delete
    3. hmmmm kalau ga pedes sama sekali sih kayaknya ga ada, tapi kalau yang kurang pedes kayaknya cabe merah besar itu kurang pedesnya kang..
      ga suka pedes ya kang?

      Delete
  3. Saya baru dengar tuh mba tentang asam sunti. Ternyata banyak juga ya jenis-jenis asam di Indonesia. Trus itu asam cekala saya malah baca celaka, hahaha....

    Salah satu yang paling aku suka di Monic's Simply Kitchen ya ini nih. Suka dapat info terbaru seputar dapur. Ada resep ada infonya juga. Beda banget tuh sama saya yang sukanya praktis ekonomis melulu, hehehe...

    Gulai ikan tongkolnya menggoda banget, mba. Tapi pasti pedas banget tuh. 10 cabe keriting + 20 cabe rawit. Kepala dan telinga bisa berasap lagi tuh, mba. Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Ima, ternyata banyak ya jenis asam itu.. hi hi hi iya namanya suka buat kebalik ya..

      dapur Ima kan khas gitu, justru menarik, resepnya praktis ekonomis, resep yang mudah diikuti tentu saja, dan jangan salah terkadang orang butuh juga loh bahkan sangat butuh resep praktis..suka malah..simple ga pake ribet

      ha ha ha iya kalau Sophie yang makan ya kepala n telinga berasap, kalau emaknya yang makan biasa aja..

      Delete
  4. Memang gulai itu masakan enak apa lagi pake ikan tongkol ini, hehe
    Paling enak lagi kalo tinggal makan :v hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. he eh mas Mayuf.. gulai ikan tongkol itu ya sedap ya..he he he
      wakakak.. kalau tinggal makan saya setuju sekali ini yang paling enak..

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.