resep kukis santan

Hola... saya hadir lagi setelah sekian lama menghilang, hmmm masih edisi kue kering dulu ya.. seperti janji saya di postingan sebelumnya di german cookies, kali ini saya akan membagikan resep kukis santan. Hmmm santan kok bisa jadi kukis ya.. okelah kalau bicara kukis santan, di sini kita bukan bicara santan dari kelapa yang diperas ya, yang ini versi santan bubuknya. 

Sekarang kan cukup mudah menemukan produk santan bubuk kemasan di swalayan atau warung-warung. Nah yang saya gunakan kali ini adalah santan bubuk merk Sasa.. uppsss bukan endorse ya.. selain sasa ada juga merk sun kara. Karena sebelumnya memang saya sudah menyetok santan bubuk sasa ini maka saya gunakan yang ini.

Rasanya bagaimana kukis ini? yang pasti enak, renyah dan ada rasa kelapa walaupun samar, bukan seperti kukis kelapa yang biasa kita beli itu, yang ini tipis saja rasa kelapanya. Dan resep ini sudah lama saya simpan di pinterest. Resep dari cookpad dari mba Frida. Terima kasih resepnya ya mba, simple tapi maknyus.

Nah agak melenceng sedikit, sudah pada mudik belum? wah kalau saya mantengin fb, beberapa teman statusnya sedang mudik, sudah tiba di kampung halaman dan ada juga yang baru mau persiapan mudik. Wah wah.. asyik ya bisa mudik, hanya sekarang kalau mudik kalau mau naik pesawat pasti pikir 2 kali kan ya, harga tiket melambung, hu hu hu. Kapan ya bisa turun lagi tuh harga tiket. Berasa sekali loh... harga mau 2 kali lipat. 

Saya lihat ada status teman saya, tentang mudiknya ke Palembang, pilih jalur darat, dari Jakarta ke Palembang, wuihhh kayaknya seru. Dan saya baru tahu kalau ada jalan tol sekarang dari Bakauheni ke Palembang, menghemat waktu sekali. Kalau dulu kala masih kuliah di Bandung, hmmm jaman tiket pesawat juga masih mahal, bisasanya saya pulang ke Palembang naik bus. Bus yang terkenal dan jadi pilihan konsumen kala itu adalah bus Kramat Jati. Nah berangkat dari Bandung siang hari jam 11. Sampai Palembang keeseokan harinya sekitar jam 9 pagi. Lumayan pegal-pegal deh, ya kaki ya punggung. Sopir membawa bus dengan kelajuan yang dahsyat, kadang ya ketar ketir juga.  Belum lagi kalau ada jalan rusak, duh duh berasa sekali di jalan. 

Berhenti 3 kali, di Merak sekali, di Lampung sekali dan sebelum masuk Palembang, di daerah OKI (Ogan Komering Ilir). Hmmm yang di Lampung dan di OKI berhenti di rumah makan padang. Dan kala itu menurut saya rumah makan padang dua ini masakannya sedap. Entahlah apa karena bawaan lapar ya, jadi sedap sekali rasanya ha ha ha...rendangnya itu loh.. ondeh mandeh mantap bana rasonyo.

Nah saya pikir lagi, kalau misalnya supir bus ini jalannya lambat, alon-alon waton kelakon, mungkin lebih lama lagi bisa sampai di Palembang, he he he... walaupun terkadang dag dig dug duerr.. tapi saya akui kalau supir bus Kramat Jati itu sangat gesit. Yang seru itu kalau kita tertidur, apalagi sampai kepala terantuk ke jendela atau kursi depan, eh tiba-tiba supir mengerem mendadak, tentu saja kaget dan terbangun sambil melongo ke depan, apa gerangan yang terjadi, kalau sepele, tidur lagi, atau malah tidak bisa tidur lagi, was was bakalan kejadian lagi.

Wokelah terlepas dari angkutan apa yang digunakan untuk mudik, semoga lancar jaya ya, selamat sampai tujuan.

Kembali ke resep kukis santan ini, untuk toping suka-suka saja menurut saya, mba Frida pakai irisan kacang almond, kalau saya pakai wijen hitam saja. Dan setelah matang, penampakan tidak beda jauh dengan kukis kuning telur asin (salted egg yolk cookies).


resep kue kering santan

Tuh kelihatan kan tekstur kukis santan ini, endes... renyah, walaupun menurut saya kukis ini agak sedikit keras di awal mematahkan dengan gigi, tapi begitu sudah di mulut renyah, ngeprul. Hmmm bagusnya jenis kukis ini dibuat untuk sekali hap ya, cetak ukuran kecil saja yang bisa sekali langsung masuk mulut. Eitsss tapi kalau sudah kecil juga, kalau yang namanya centil atau mentel kata orang Batam, kukis kecil juga tidak sekali masuk mulut, tetap digigit kecil-kecil ha ha ha...

Sippp, berikut resepnya ya... silakan...

Kukis Santan

Bahan :
  • 150 gr butter /mentega
  • 75 gr gula halus (saya gunakan gula pasir yang diblender)
  • 1 butir kuning telur
  • 225 gr tepung terigu protein rendah
  • 40 gr santan bubuk (saya gunakan 50 gr)

Olesan :
  • 1 kuning telur dicampur 1/2 sendok teh minyak goreng

Taburan :
  • wijen hitam

Cara membuat :
Di mangkuk, campur butter dan gula halus dengan balloon whisk atau sendok kayu, aduk sampai lembut dan menyatu. Tambahkan kuning telur, aduk kembali hingga rata. Masukkan tepung terigu dan santan bubuk, aduk dengan spatula. Cetak dengan cookie cutter sesuai selera. Di sini saya cetak dengan ketebalan kurang lebih 5 mm. Letakkan di loyang beroles margarin/butter tipis, beri jarak. Oles dengan kuning telur, taburi dengan wijen hitam. Panggang selama kurang lebih 20 menit dengan suhu oven 150 derajat celclius dengan catatan oven sudah dipanaskan terlebih dahulu. Keluarkan dari oven dan dinginkan.


kukis santan bubuk

Nah semoga resep kukis santan ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...








resep german cookies

Haluuu... jumpa lagi kita ya di bulan Mei ini.. duh duh seperti biasa terlalu lama sudah jarak postingan saya ini dengan yang terakhir. Dan mumpung sempat, saya ngeblog lagi dulu deh.. nah.. bagaimana puasanya? lancar? tetap semangat ya..

Kalau bulan puasa begini blog resep masakan pasti ramai kan ya.. seperti biasa blog saya juga begitu, agak ramai sedikit kalau bulan puasa begini, dan kebanyakan pada mencari resep kue kering atau kukis buat Lebaran, he he he..

Saya ada beberapa pilihan judul posting sih, selain kue kering ada juga puding, hmmm bagusnya kue kering dulu kali ya yang muncul duluan.  Siapa tahu yang mau membuat kue kering untuk jualan bisa ada ide tambahan jenis kue kering baru untuk dijual. Walaupun kue kering yang tidak pernah lekang oleh waktu selalu ada, sebut saja nastar, kastengels, putri salju, lidah kucing, aishhh kue kering ini selalu ada kan.

Sebelum membuat german cookies ini saya sudah coba buat juga kukis santan, lalu nastar daun, tunggu tayangnya ya.. he he he.. yang ini duluan deh, soalnya mudah sekali membuatnya..dan rasanya enak, ngeprul, melt in mouth..

Namanya sendiri saya bingung juga kok bisa german cookies ya, saya cari-cari literatur tentang german cookies, tidak ada yang cocok dengan kukis satu ini. Ketemu resep kukis ini ketika buka-buka pinterest, hmm suka lihat tampilan sederhana kukis ini, lalu apalagi dengan bahan-bahan sederhana, bayangkan hanya 4 bahan saja. Dan ternyata memang kebanyakan blogger negeri jiran yang sudah banyak mencoba german cookies ini, dan saya tidak begitu tahu asal muasal cookies ini. Okehlah, dari sini nih saya lihat resepnya ya.. deutsche kekse. Thanks for the recipe Rima.

Dulu juga ada yang namanya bolu jerman, yang ini saya buat karena latah, entah dari mana juga asal muasalnya.. hmmm bingung juga saya, tapi rasanya sedap deh bolu yang satu ini.

Sebenarnya sudah lama sih saya ingin buat kukis ini, hanya kendalanya di tepung kentangnya itu atau potato starch, eh kebetulan beberapa waktu lalu saya ketemu deh dengan tepung kentang ini di swalayan (merk mamata), jadi terwujudlah german cookies ini. Nah ketika saya main-main ke toko bahan kue, yaelah.. mainnya ke toko bahan kue yak..saya juga lihat ada tepung kentang, hanya beda, kalau yang di tbk ini warnanya kuning dan agak kasar, lain kali saya mau coba buat dari tepung kentang yang ini. Hmmm penasaran juga kalau pakai corn starch atau tepung jagung, apa jadinya ya...

Karena menggunakan tepung kentang, jadi adonan agak sedikit kenyal, aneh juga rasanya belum pernah buat kukis seperti membuat klepon ha ha ha..

Nah buat yang tidak mau repot dengan proses membuat kukis, resep ini patut dicoba, serius mudah sekali.. tapi rasanya enak walaupun hanya 4 bahan saja. Mirip-mirip dengan butter cookies ya.. sederhana..hmm tapi german cookies ini memang jenis butter cookies sih ya.

Untuk satu resep di bawah, saya menghasilkan 36 buah kukis, di mana adonan saya timbang beberapa buah seberat 10gr, selebihnya saya kira-kira saja. Kalau mau dibuat lebih imut, silakan kecilkan lagi ya, karena memang bagusnya kukis ini sekali lahap saja masuk mulut, biarkan meleleh di mulut, kalau 2 atau 3 kali gigitan, kukis ini rentan hancur, jadi ceritanya kalau menatanya di toples juga harus perlahan, handling with care he he he..

Ok berikut resepnya ya.. silakan..

German Cookies

Bahan :
  • 125 gr butter
  • 40 gr gula halus (saya gunakan gula pasir yang diblender)
  • 125 gr tepung kentang atau potato starch
  • 80 gr tepung terigu protein rendah

Cara membuat :
Kocok butter dan gula halus sampai lembut dan tercampur rata, di sini saya hanya gunakan balloon whisk. Tambahkan tepung kentang dan tepung terigu, aduk dengan spatula. Ambil sedikit adonan, timbang dengan berat kurang lebih 10g, bulatkan, tata di loyang tanpa dioles, beri jarak. Lakukan sampai selesai. Lalu tekan perlahan dengan garpu, basahi garpu dengan air setelah 2 atau 3 adonan kukis yang ditekan. Panggang selama kurang lebih 15 menit di oven suhu 175 derajat celcius (oven sudah dipanaskan sebelumnya). Tidak usah menunggu kukis sampai kecoklatan ya, cukup bagian bawah sudah terlihat mengeras dan sedikit berwarna lebih gelap. Kukis akan mengeras ketika dingin.



melt in mouth german cookies

Nah semoga resep german cookies ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..


Selamat mencoba...




resep budae jjigae

Haluuu... wuihhh ternyata bulan April nyaris kosong postingan, tapi ini daripada kosong sama sekali lebih baik kita pecahkan telurya ya.. lumayanlah satu saja daripada tidak ha ha ha.. 
Kemana saja saya menghilang sudah sebulan ini? apakah saya ke Korea, seperti pertanyaan mas Himawan Sant.. colek dulu mas Himawan.. he he he..tidak mas, saya masih di Batam saja.

Atau mungkin saya sibuk dengan Pemilu? aih aih.. yang ini tidak juga, hanya hari H itu saja sih sudah dari pagi nongkrong di TPS, walaupun TPS belum siap, petugas masih siap-siap saya sudah di sana, ih rajin. Mana cuaca terik sekali walaupun masih pagi. Mau pulang tapi sayang, kan mau nyoblos, semangatnya sih nyoblos capres donk..kalau caleg, saya bingung, mau pilih siapa, agak lama di sini, mana kertasnya besar lagi, kalau kertas buat presiden kan kecil ya.. buka langsung semangat ambil paku, coblos.. he he he..siapa yang saya coblos, rahasia.. ha ha ha..

Pemilu kali ini agak berbeda, biasanya saya golput loh, tapi kali ini semangat jangan golput, ikut meramaikan situasi pemilu yang sudah ramai..ha ha ha.. sebelum pemilu sudah ramai, apalagi di medsos, ampun saya.. pusing saya kalau baca timeline di FB, ada emak-emak semangat sekali ya.. tapi serius postingan emak-emak ini membuat saya pusing kepala. Padahal saya membuka FB itu buat refreshing atau membaca info bermanfaat seputar kesehatan, resep masakan atau kerajinan di rumah. Karena biasanya ada saja yang sharing beginian, lumayan kan.. menambah pengetahuan. 

Tapi menjelang pemilu, aduh pusing.. kok pada banyak emak-emak, bahkan ada satu yang ngotot sekali dengan capres pilihannya, bahkan sampai komentar panjang dan berkelahi di sana sini, duh-duh, tapi herannya kenapa saya baca juga ya... ha ha ha... dasar..kepo juga saya ya.. sampai saya tahu apa itu kampret dan cebong. Karena saya tidak ikut-ikutan meramaikan dunia medsos, maka walaupun saya nyoblos salah satu capres, saya tidak bisa dikatakan salah satu dari 2 itu.. karena keduanya hanya ada di medsos ha ha ha..

Untuk mencegah sakit kepala berlanjut, maaf ya, beberapa ada yang saya unfriend, bukan memutus tali pertemenan, buat kebaikan saya juga, halah... nanti kalau sudah pada waras, kita add friend lagi, ha ha ha.. Lagian paling-paling saya unfriend mereka, mereka pada tidak sadar kok, secara selama ini saya itu sudah sangat jarang update status, hanya silent reader. 

Nah seperti saya katakan sebelumnya di postingan resep gochujang, salah satu penggunaan gochujang yang saya buat adalah budae jjigae atau korean army stew, atau sup ala tentara dari Korea. Budae sendiri bisa diartikan sebagai basis militer sedangkan jjigae artinya sup. Jadi sup ini bisa diartikan sebagai sup ala tentara atau army stew.

Sup ini pertama kalinya dibuat ketika masa perang Korea berakhir di mana saat itu rakyat Korea kekurangan makanan tetapi berlebih di makanan kaleng atau makanan yang diawetkan. Makanan kaleng ini kemudian dikombinasikan dengan makanan yang ada dengan bumbu gochujang atau pasta cabai ala Korea, dimasak dengan cara dicampur semua di panci besar. Ya begitulah  kira-kira tentang makanan ini ya.. untuk bahan sendiri, tentu saja saat ini sudah beraneka ragam, suka-suka yang buat he he he..

Colek kang Nata yang sudah memberi saran buat penjelasan di awal tentang apa sih makanan yang saya posting, supaya pembaca lebih mengerti. Terima kasih kang sarannya karena seringnya memang saya itu kurang memberi penjelasan tentang makanan yang saya posting.

Nah masih terinspirasi dari menu budae jjigae di salah satu resto korea di kota Batam ini, saya buat budae jjigae ala ala saya. Nah menurut saya yang unik itu di kacang panggang kalengan itu, enak menurut saya digabungkan dengan bahan lain, jadinya sedap.

Di sini bahan- bahan yang saya gunakan adalah kimchi, silakan lihat resep kimchi homemade, lalu ada kacang panggang kaleng (bisa beli di swalayan ya, baked beans in tomato sauce), tahu, sosis, bakso ikan, bakso ikan panjang (fish cake), bawang bombay, jamur simeji (bisa gunakan jamur lain, misal enoki atau shitake atau jamur lain kesukaan), mie telur kering dan tentu saja bumbu berbahan gochujang (silakan lihat resep gochujang homemade).

Membuatnya sangat mudah, tinggal disusun bahan di dalam panci, tuang kaldu ayam, lalu masak hingga mendidih, ketika sudah mendidih masukkan mie telur, biarkan hingga mie telur mulai lunak, yang ini sesuai selera mau agak keras atau mau lunak sekali.

resep mudah budae jjigae

Okeh deh berikut ini resep budae jjigae yang saya buat ya.. silakan..

Budae Jjigae

Bahan :
  • 2 buah tahu putih, potong sesuai selera
  • 3 buah sosis ayam, potong-potong
  • 8 buah bakso ikan
  • 3 buah fish cake, iris serong
  • 100 gr jamur shimeji
  • 4 sendok makan kacang panggang kaleng
  • 1 mangkuk sedang kimchi
  • 1 bungkus mie telur ukuran kecil atau 1 bungkus mie instan tapi bumbu
  • 1 batang daun bawang, iris serong
  • 1 buah bawang bombay, iris tipis memanjang
  • 750 ml kaldu ayam ( didapat dari rebusan tulang ayam)

Bumbu : (campur jadi satu )
  • 1 sendok makan gochujang
  • 1 sendok makan cabai bubuk
  • 1/2 sendok makan kecap asin
  • 1/2 sendok makan gula pasir
  • 1 sendok makan air
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 1/4 sendok teh lada bubuk

Cara membuat :
Tata semua bahan di panci ukuran lebar, beri bumbu, tuang kaldu dan masak hingga mendidih, masukkan mie instan, masak hingga mie lunak. Cicipi rasanya, angkat dan siap dihidangkan.


resep korean army stew


Nah semoga resep budae jjigae ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..


Selamat mencoba....





resep homemade kimchi

Yeayy posting lagi, masih tema Korea, melanjutkan postingan sebelumnya tentang gochujang, kali ini saya posting resep kimchi. Kali ini sedikit lebih banyak bahannya. Tapi masih versi simple di mana sawi putihnya atau nappa cabbage dipotong-potong dulu baru dicampur dengan bumbu dan bahan lain. Jadi tidak perlu melumuri sawi dengan bumbu perlembar.

Aishhh kimchi yang ini sudah lama habis, padahal saya buatnya 2 batch loh. Batch pertama, tanpa lobak, yang kedua dengan lobak, secara pas ada lobak di pasar. Penjualnya sendiri heran ketika saya membeli lobak yang dijual, buat apa sih lobak ini? dimasak apa? hmmm kalau saya katakan kimchi jadi panjang lagi deh, saya katakan saja buat asinan. Lalu penjualnya katakan dengar-dengar buat obat juga ya... lalu ada pembeli yang malah bertanya, apa sih sebenarnya itu, wortel putih ya? hmmm ternyata ada juga yang belum tahu dengan lobak.

Kalau saya bandingkan, kimchi batch kedua dengan lobak rasanya ada sedikit getir, tapi kok enak ya, malah rasa getir ini memperkaya rasa menurut saya. Oh iya, untuk cabai yang saya gunakan adalah cabai giling basah yang beli di penjual bumbu di pasar. Tapi cabai giling ini dari cabai merah kering jadi warna merahnya tajam dan kimchinya jadi bagus warnanya, merah menyala, jiahhh.

Pembuatan kimchi kali ini selain menggunakan lobak, saya menggunakan juga pasta ketan dan cencaluk atau udang fermentasi. Kalau versi Korea udang fermentasi ini disebut saeujeot. Hmmm baca-baca lagi blog negara tetangga, hmmm ternyata cencaluk bisa digunakan, tapi saya sendiri tidak begitu tahu apakah sama ya cencaluk ini dengan saeujeot. Kalau di Batam saya baru melihat ada dua tempat yang menjual cencaluk, satu di Diamond supermarket dan satu lagi di pasar Penuin. Kalau saya lihat ternyata ada juga kok cencaluk ini dijual online.

Penambahan cencaluk di sini menjadikan kimchi lebih enak loh, ada rasa gurih juga. Dan kalau dibandingkan dengan kimchi yang pernah saya buat sebelumnya, saya lebih suka yang saya buat kali ini, lebih kaya rasa. Tapi itu semua kembali ke selera ya.. 


cencaluk udang fermentasi

Dan ternyata rasa kimchi yang saya buat kali ini sudah sangat mirip dengan kimchi yang saya beli di hypermart, hanya yang saya buat sedikit lebih pedas. Aihh senangnya, saya punya resep andalan deh jadinya. Kalau mau kimchi tinggal buat lagi, walaupun memang persiapan membuat kimchi lumayan juga sih, tapi sepadanlah dengan hasilnya, enak dan banyak tentu saja, puas dan karena banyaknya terkadang saya makan kimchi ini begitu saja, sebagai cemilan.

Saya coba beri 2 orang untuk mencicipi kimchi ini, pendapat mereka adalah.. eng ing eng... yang pertama mengatakan aneh rasanya karena memang baru pertama mencoba kimchi.. dan yang kedua mengatakan saya tidak terbiasa dengan rasanya, jadi saya tidak bisa mengatakan enak atau tidak, halah...  Saya pun pertama kali mencoba kimchi memang merasa aneh di lidah, saya hanya merasakan kalau kimchi itu hanya sawi diberi cabai dan terasa asam. Hmmm lama-lama setelah beberapa kali mencoba, ihhhh enak ya.. sampai akhirnya punya keinginan mencoba sendiri.

Lama-lama karena sering juga melihat tayangan telivisi masak memasak Korea, seringnya ngiler dan penasaran dengan rasa masakan Korea. Dan sejak beberapa kali mulai menonton drama korea, saya sedikit-sedikit tahu bahasa Korea, ha ha ha hanya satu dua kata kok.

Eh tadi pagi ke penjual ayam di pasar, ih ternyata pakde di pasar ini pandai juga beberapa kata bahasa Korea, saya sempat mendengar pakde ini memberitahu beberapa kata bahasa korea kepada pembelinya, aih aih saya sampai tersenyum sendiri, gaul juga nih pakde.

Oh iya, kimchi ini selain dimakan begitu saja, enak juga dimakan dengan nasih hangat, dimasak dengan nasi goreng, mie goreng, bahkan sup, sebut saja misalnya sup ala Korea, buddae jjigae yang sudah saya coba, sedapnya.

Okey deh, berikut resepnya ya.. silakan 

Homemade Kimchi

Bahan :
  • 1200 gr sawi putih, lepaskan perlembar, cuci bersih dan potong-potong, ukuran kurang lebih 2-3cm lebarnya
  • 250 gr garam kasar
  • 2000 ml air
  • 1 buah pir berat kurang lebih 150 gr, kupas, potong korek api
  • 1 buah wortel berat kurang lebih 200 gr, kupas, potong korek api
  • 1 buah lobak, berat kurang lebih 300 gr, kupas, potong korek api
  • 50 gr daun kucai, potong kurang lebih 3cm
  • 3 batang daun bawang, iris serong tipis
Bahan pasta ketan :
  • 1.5 sendok makan tepung ketan
  • 125 ml air

Bumbu :
  • 250 gr cabai giling (dari cabai kering)
  • 6 sendok makan kecap ikan
  • 5 sendok makan gula pasir
  • 5 sendok makan cencaluk/udang fermentasi, cincang
  • 10 siung bawang putih, parut halus atau cincang halus
  • 2 cm jahe berat kurang lebih 15 gr, parut halus


Cara membuat :
  1. Larutkan garam dalam air di dalam mangkuk cukup besar, rendam potongan sawi selama kurang lebih 2 jam, begitu sudah 2 jam sawi akan melunak, bilas dengan air kran selama 3 kali, lalu bilas sekali lagi dengan air matang, tiriskan airnya, sisihkan.
  2. Campur bahan pasta ketan, aduk rata dan masak dengan api kecil hingga meletup, dinginkan
  3. Di mangkuk, campur semua bahan bumbu dan pasta ketan, aduk rata, Masukkan pir, wortel, lobak, daun kucai, daun bawang, aduk rata.
  4. Tuangkan ke dalam mangkuk berisi potongan sawi, aduk rata dengan sendok atau aduk dengan tangan beralas sarung tangan.
  5. Masukkan ke dalam wadah bertutup atau toples, tutup rapat dan biarkan selama 1-2 hari di suhu ruang, di sini saya hanya biarkan selama 1 hari, lalu saya masukkan ke dalam kulkas. Jika ingin sangat asam, biarkan di suhu ruang lebih lama. Panas suhu ruang juga mempengaruhi proses fermentasi ini.


resep homemade simple kimchi

Nah semoga resep homemade kimchi kali ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..


Selamat mencoba...





homemade gochujang

Jumpa lagi di bulan Maret, ahai sudah bulan Maret lagi, duh duh padahal rencana saya bulan Februari mau lebih dari 2 postingan,tapi selalu tertunda sampai akhirnya sudah masuk bulan Maret lagi, hadeuh..

Nah di awal Maret ini saya posting ala-ala Korea dulu ya, hmmm yang hobi dengan masakan Korea dan suka nonton acara masak memasak Korea pasti tahu ya dengan gochujang, pasta cabai khas Korea yang merupakan produk fermentasi juga. Dan banyak makanan menggunakan gochujang ini. Hmmm penasaran juga sih saya mencoba membuat gochujang sendiri. Apakah berhasil, apakah rasanya sudah okey? Yipiii ternyata sudah mirip dengan gochujang yang pernah beli dulu di swalayan. Ah senangnya sekarang saya punya stok gochujang jadi sudah bisa buat masakan khas Korea nih. 

Saya sudah coba resep budae jjigae atau Korean army stew. Nah masakan satu ini saya suka sekali rasanya. Sekali coba makan di resto Korea, eh enak ya, lalu di lain kesempatan pesan budae jjigae lagi. Hmmm karena sudah ada gochujang jadi menu pertama dengan gochujang yang saya buat adalah budae jjigae ini. Tentunya saya sudah buat juga khimchi sebelumnya, bahkan saya buat 2 batch. Yang pertama habis, lalu buat lagi. Yang ini agak beda, karena saya menambahkan udang rebon fermentasi di adonan kimchi ini jadi rasanya lebih sedap.

Resep menyusul ya.. di postingan berikutnya, tunggu ya resep budae jjigae dan khimchinya. Kalau mau resep kimchi simple atau mak kimchi, silakan meluncur ke sini ya.. resep simple kimchi. Di sini walaupun mudah dan sederhana, rasanya sedap juga.

Oh iya foto gochujang ini saya ambil keesokan harinya setelah selesai proses penjemuran di sinar matahari, agak kurang gelap, tapi setelah sekitar 2 minggu lebih disimpan di kulkas, warnanya lebih gelap dan baunya semakin tajam, rasa dan aroma sudah sangat mendekati gochujang versi beli. Dan uppsss saya baru sadar kalau 3 foto postingan saya terakhir, termasuk yang ini, serbetnya sama, ha ha ha...ini efek punya serbet baru... karena baru mungkin ya, jadi maunya pake itu melulu... duh kan jadi malu.

Nah kembali ke resep gochujang ini, setelah menimbang akhirnya saya pakai acuan resepnya mba Irene di cookpad, resep ini menurut saya sangat mudah untuk dieksekusi dan tentunya bahan yang digunakan mudah didapatkan. Terima kasih atas resepnya ya mba..

Mulailah saya menyiapkan bahan-bahannya, cabai bubuk yang saya beli di penjual bumbu di pasar, lalu tempe, garam kasar, madu dan juga tepung ketan. Di sini saya buat sedikit saja ya, satu resep yang saya buat di bawah menghasilkan 1 toples kecil ukuran 330ml dan kurang lebih 6 sendok makan. Cukup untuk ukuran saya, secara kalau mencoba resep baru prinsip saya gunakan ukuran terkecil yang bisa digunakan. Jadi resep mba Irene saya bagi lagi deh takarannya.

Nah heran tidak kenapa kok ada tempe? di resep kebanyakan dari luar, memang salah satu bahan gochujang adalah bubuk kedelai fermentasi, seperti apa?saya sendiri belum tahu aslinya bagaimana bubuk kedelai fermentasi versi Korea ini.. jadi kalau pakai tempe bagaimana? hmmm ternyata tempe bisa digunakan loh, hasilnya sudah mirip.

Setelah selesai semua bahan dicampur, gochujang ini dimasukkan ke dalam toples kaca yang sudah disteril. Lalu taburi dengan garam kasar yang disisakan sedikit. Tutup rapat dan jemur selama kurang lebih 3 hari di bawah sinar matahari langsung.

Kalau versi asli kan masukkan ke wadah tembikar, tutup dengan kain berpori, baru dijemur. Selama proses penjemuran saya terus terang penasaran sekali... sampai akhirnya masa 3 hari berakhir tenyata eng ing eng... saya cicipi dan rasanya sudah mendekati.. dan ternyata semakin ke sini semakin tajam dan malah sangat mirip dengan gochujang versi beli.

Okeh.. lanjut ke resep ya..


Gochujang

Bahan :
  • 20 gr tepung ketan
  • 350 ml air
  • 50 gr bubuk tempe (dari kurang lebih 120 gr-150 gr tempe, cincang atau iris tipis, sangrai sampai kering, haluskan dengan blender dry mill, ayak, sisa di ayakan haluskan lagi dengan dry mill, ayak lagi)
  • 75 ml madu
  • 20 gr garam kasar, sangrai, sisakan sedikit kurang lebih 1/2 sendok makan untuk taburan
  • 75 gr bubuk cabai, sangrai (yang ini nih... harus siap-siap bersin-bersin..)

Cara membuat :
Siapkan pasta ketan, campur air dan tepung ketan, aduk hingga ketan larut, masak hingga meletup dengan api kecil sambil diaduk. Angkat dan dinginkan.
Setelah dingin, tuangkan pasta ketan ke dalam mangkuk, tambahkan madu, aduk rata. Masukkan bubuk cabai, aduk lagi. Tambahkan bubuk tempe dan garam, aduk rata (di sini adonan sangat kental dan berat diaduk, biarkan saja, jangan ditambah apapun lagi). Setelah rata, siapkan toples kaca yang sudah disteril, tuangkan gochujang, beri taburan garam, tutup rapat, dan jemur di bawah matahari langsung selama 3 hari.
Setelah 3 hari, masukkan ke dalam kulkas dan bisa bertahan selama kurang lebih 1 tahun dengan catatan tidak terkontaminasi.

resep gochujang homemade


Nah semoga resep gochujang homemade ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba..




resep nasi tumpeng mini

Yuhuuu... posting lagi, setelah lama tidak posting. Nah kali ini saya mau posting resep nasi tumpeng mini yang versi ekonomis. Namanya juga ekonomis jadi pendamping atau pelengkap nasi ya ekonomis, sederhana dan murah meriah saja. Ceritanya ketika malas ke pasar, hanya memanfaatkan bahan yang ada di dapur. Jadilah pelengkap hanya mie goreng, telur dadar, orek tahu tempe dan sambal goreng kentang, serta timun dan tomat saja.

Buat nasi tumpeng ini dadakan sih, buatnya waktu Imlek, iseng, setelah beberapa hari sebelumnya saya ketemu cetakan nasi tumpeng versi lebih imut lagi dibanding yang saya punya sebelumnya. Nah setelah saya pikir, hmmm sepertinya cetakan nasi tumpeng yang imut ini malah lebih cocok buat nasi tumpeng mini porsi personal. 

Menjawab permintaan spesial dari blogger sahabat yang sudah cukup lama kenal, Kang Nata pemilik blog Asik Pedia. Beberapa waktu lalu Kang Nata ini request untuk membuat artikel nasi tumpeng mini. Nah ada satu lagi permintaan, hmmm lebih saya sebut tantangan sih... bakso isi durian, halah..kalau yang ini sepertinya harus menunggu mood ekstra besar untuk mewujudkannya. Lain kali ya Kang, kalau emak satu ini tidak malas. Terima kasih kang Nata, kalau tidak ada request begini mungkin lama lagi kepikiran untuk membuat nasi tumpeng mini.

Ketika bangun tidur, kepikiran buat nasi tumpeng, harap-harap cemas juga nih, ada tidak bahan-bahan untuk bumbu nasi kuningnya. Ada sih.. hanya saja kondisi serai yang saya punya sudah menyedihkan, tapi ya masih untung bisa tetap digunakan. Kalau masalah pelengkap nasi kuningnya, seadanya saja. Telur juga sisa 2 butir, jadi hanya bisa didadar dan diiris saja. Ada sambal goreng kentang teri sisa lauk kemarin, hmmm boleh juga nih buat tambahan pelengkap. 

Ketika saya foto, lalu saya kirim via WA ke adik saya, dengan embel-embel malas ke pasar, jadi pakai pelengkap nasinya seadanya saja. Lalu apa balasnya... he he he.. pantas itu kok irisan timun di piring kok agak banyak ya.. buat memenuhi piring ya? ahai.. tahu saja balas saya lagi.

resep nasi tumpeng mini

Tapi jangan salah, walaupun nasi tumpeng mini ini versi ekonomis, rasanya tetap sedap. Sophie saja doyan. Saya buatkan dia satu porsi begini, habis. Lalu sore harinya minta lagi nasi kuning lagi katanya. 

Sebenarnya nasi tumpeng itu buatnya suka-suka saja ya, tidak ada patokan apa pelengkap nasinya, bisa juga urap, lalapan, ayam goreng, sambal goreng hati, perkedel, kering kentang, kering tempe kacang atau telur dan ayam masak habang kalau versi Banjar, dll.

Jadi tidak membatasi diri dalam membuat nasi tumpeng, yang penting itu bentuk nasinya kerucut dan nasinya umumnya ya nasi kuning. Nasi kuning sendiri suka-suka juga, di sini saya buatnya juga suka-suka tapi rasanya enak juga, he he he...

Saya beri juga tetangga depan rumah, 2 porsi, berhubung hanya suami dan istri saja yang ada, hmmm tanya saya ada acara apa kok buat nasi tumpeng, saya jawab hanya iseng, mencoba cetakan nasi tumpeng mini yang baru beli. Pelengkapnya seadanya saja, belum sempat ke pasar, jadi maklum ya mba.. begitu kata saya.

Okeh, di sini saya berarti hanya akan menuliskan resep nasi kuningnya dan orek tempe tahu saja ya, kalau sambal goreng atau pun mie goreng silakan pakai resep favorit. Atau silakan berselancar di blog ini, ada beberapa resep sambal goreng dan mie goreng yang sudah tayang.


Nasi kuning

Bahan :
  • 600 gr beras, cuci dan tiriskan
  • 500 ml santan (65 ml santan instan +air)
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 buah bawang bombay, iris tipis
  • 3 lembar daun pandan, simpulkan
  • 3 lembar daun salam
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 ruas jahe, memarkan
  • 1 sendok teh garam
  • 3 sendok teh kunyit bubuk
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bawang bombay sampai harum, masukkan serai, jahe, daun-daunan, masukan santan, garam, dan kunyit bubuk, aduk rata, masak hingga mendidih, tambahkan beras, masak hingga santan terserap nasi. Sementara itu panaskan kukusan, pindahkan tumisan ke dalam kukusan, kukus hingga matang.

 
Orek Tempe Tahu

Bahan :
  • tempe, potong dadu, goreng hingga matang
  • tahu, potong dadu, goreng hingga matang
  • 3 butir bawang merah, iris
  • 2 siung bawang putih, iris
  • 5 buah cabai merah keriting, iris
  • 1 buah tomat ukuran sedang, potong-potong
  • 2 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan kecap asin
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bawang merah dan putih sampai harum, masukkan cabai dan tomat, aduk rata, tambahkan tempe dan tahu goreng, beri kecap manis dan asin, aduk rata. cicipi rasanya, angkat.



Penyelesaian :
Masukkan nasi di cetakan nasi tumpeng (loyang kerucut), padatkan dan cetak di atas piring. Tata semua pelengkap mengelilingi nasi.



resep nasi tumpeng sederhana

Nah semoga resep nasi tumpeng mini sederhana ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya.



Selamat mencoba...






resep pizza cookies

Yeayyy bulan Februari telah tiba, hmmm cepat sekali waktu berlalu ya..dan karena sedang rajin, ealah tanggal 1 begini saya sudah posting. Yipppiii apakah akan terus begini semangat saya? entahlah he he he

Baiklah tema kue kering atau kukis masih berlanjut, ceritanya dalam rangka menyemarakkan hari raya Imlek tahun ini, seperti halnya di IG, berseliweran kue kering, ih kan jadi latah mau posting kue kering juga. Nah kali ini saya tampilkan resep pizza cookies

Rasa pizza ini didapatkan dari oregano kering yang dicampur dalam adonan kukis. Dan olesannya menggunakan saus spaghetti botolan. Pada dasarnya resep kukis ini sama seperti resep kastengels, hanya dimodifikasi saja. Selain oregano, di adonan juga ditambahkan keju parut, hmmm mantap buat penyuka kukis gurih nih.

Masih suka membuat kue kering yang tidak ribet mengeluarkan mixer, maka tentu saja adonan hanya saya kocok dengan balloon whisk. Mantap, tidak perlu berisik, tapi sudah bisa membuat kukis untuk cemilan atau pengisi toples hari raya.

Nah ceritanya hari ini saya senang, Sophie libur sekolah, seminggu..duh duh.. jadi tiap pagi saya bisa merasa agak santai. Kalau tidak pagi hari itu terasa ribet..belum menyiapkan bekal, buat pagi berupa snack dan siang berupa makan siang. Lalu siapkan sarapan juga, ini sih sama saja dengan menu makan siangnya he he he.. untung dia tidak pernah protes kalau sarapan kok sama dengan makan siang. Dan tidak pernah protes kenapa bekalnya dingin, tidak pernah minta dibawakan saja makan siangnya ketika istirahat. 

Jadi seminggu ke depan emak agak lega sedikit... aih aih senangnya.. ada yang seperti saya juga tidak? bahagia itu sederhana..

Oh iya yang mau merayakan Imlek pasti sibuk ya.. ada saja kan persiapan kalau mau menjelang hari raya. Selamat bersibuk ria ya.. 

Okeh deh... berikut resep pizza cookies ini ya.. silakan..


Pizza Cookies

Bahan :
  • 150 gr butter atau margarin (saya gunakan palmia royal)
  • 70 gr keju cheddar parut
  • 1 butir kuning telur
  • 200 gr tepung terigu protein sedang
  • 2 sendok teh oregano kering

Bahan olesan :
  • saus spaghetti delmonte

Bahan taburan :
  • 30 gr keju cheddar parut

Cara membuat :
Di mangkuk, kocok butter atau margarin sampai lembut dengan menggunakan balloon whisk, masukkan kuning telur, kocok kembali hingga rata, tambahkan keju parut, aduk rata dengan spatula. Masukkan tepung terigu dan oregano, aduk rata dengan spatula. Gilas adonan dengan ketebalan kurang lebih 5-6mm, cetak dengan cookie cutter. Tata di loyang bersemir butter/margarin tipis. Beri olesan, taburi dengan keju parut. Panggang di suhu 180 derajat celcius sampai matang, kurang lebih 20 menit (atau sesuaikan dengan oven masing-masing, dengan catatan oven sudah dipanaskan lebih dahulu).


resep kukis pizza


Nah semoga resep pizza cookies ini bisa bermanfaat dan menginspirasi buat sajian hari raya nanti ya, semoga cocok dengan selera...



Selamat mencoba...






kue kering kacang polong


Masih setia dulu dengan kukis atau kue kering, nah kali ini saya mau posting resep kue kering kacang polong atau green peas cookies. Kukis ini renyah sekali, dan membuatnya sangat mudah, bahan-bahannya juga sederhana.

Yang diperlukan tentu saja kacang polong yang sudah digoreng ya. Praktisnya beli saja snack kacang polong di swalayan. Ada kan kacang polong ini, tinggal dimakan saja kalau buat cemilan, dan rasanya sudah asin karena sudah digarami. Nah saya pakai yang ini. Tinggal dihaluskan saja dengan blender yang dry mill. 

Belinya kacang polong yang kualitas agak bagus ya, supaya jangan keras kacangnya, yang lebih empuk. Terkadang kan ada beberapa produsen kacang polong asin ini, dengan berbagai harga tentu saja, tidak terpaut jauh kok. Pilih yang sekiranya enak dikunyah kalau kita makan begitu saja sebagai cemilan.

Kalau kami itu ke swalayan pasti selalu mampir ke bagian snack kering begini, ada keripik tempe, ada peyek ada kacang, kerupuk, emping, marning, dll. Nah khusus di Batam ini ada juga cemilan khas Minang, misalnya keripik sanjay, tidak perlu pergi ke Sumbar untuk menyantap keripik sanjay atau juga keripik singkong berbumbu gurih pedas dengan taburan bumbu ebi dan cabai, atau juga taburan gurih berbumbu daun kunyit, atau juga keripik singkong dadu kecil khasnya kota Payakumbuh.. ada juga di sini. Kalau yang ini terkadang ingin makan ya tinggal beli.

Kalau kerupuk Palembang, hmmm jangan ditanya.. banyak yang jual, tapi kok saya pikir-pikir kalau beli kerupuk ini, mahal..tapi rasanya tetap afdol aslinya dari Palembang langsung. Kerupuk Palembang kalau ingin sekali makan baru beli, kalau tidak lebih baik kalau pulang ke Palembang baru beli banyak dan bawa ke Batam, jiaahhhh... 

Kepikiran nih kalau misalnya jadi bagasi harus bayar, semoga saja kurang lebih sama lah ya harga tiket dulu plus free bagasi. Tapi kalau harga tiket lebih murah bagus juga sih, kalau bepergian, bawaan saya tidak begitu banyak kok, tidak pernah sampai 20 kg sendiri. Eh pernah sih dulu pulang dari rumah mertua, Sophie masih kecil jadi bagasi total 40 kg, hitung saya dan bapaknya Sophie. Hmmm kebayang kan kalau pergi dengan balita, bawaan macam-macam. Begitu pergi dari Batam, masih masuk batas free. Begitu pulang... over kapasitas. 

Barang yang kami bawa dari Batam, pakaian dll, lalu ditambah oleh-oleh, nah ini nih yang membuat bapaknya Sophie kesal, ibunya memasukkan apa saja yang bisa kami bawa ke Batam. Padahal sudah disortir sebelum berangkat, sempat bersitegang, bapaknya Sophie tidak mau membawa beberapa oleh-oleh, tetapi ibunya memaksa, akhirnya mengalah deh bapaknya Sophie. Dan akhirnya eng ing eng... tibalah harus membayar kelebihan bagasi. Uhuy... 

Okeh begitulah ceritanya ya.. ngelantur dulu he he he.. nah kembali ke resep green peas cookies ini, jadinya cukup banyak 55 buah, jadi 1 resep ini bisa mengisi toples hari raya juga kan. Hmmm yang mau merayakan Imlek, siapa tahu berminat juga mengisi toples dengan kue kering ini.

Dan yang namanya kue kering selalu cocok buat hari raya apa saja, cocok buat Lebaran, Natal, dan tentu saja Imlek. Atau bahkan hanya sebagai cemilan nonton televisi atau teman ngopi dan ngeteh, bisa saja sesuai selera.


Okeh, berikut resepnya ya.. silakan ..

Green Peas Cookies

Bahan :
  • 130 gr kacang polong hijau yang sudah diblender
  • 80 gr gula bubuk atau gula pasir yang diblender
  • 1/4 sendok teh garam
  • 170 gr tepung terigu protein sedang atau rendah
  • 1 sendok teh baking powder
  • 100 ml minyak goreng

Olesan :
  • 1 kuning telur + 1/2 sendok teh air
 
kukis hari raya imlek
 
Cara membuat :
Campur tepung terigu, gula, garam, dan baking powder, aduk rata. Tambahkan kacang polong yang sudah diblender, aduk. Masukkan minyak goreng, campur adonan sampai adonan tidak lengket di tangan. Tutup adonan, biarkan selama kurang lebih 15 menit.
Panaskan oven, set di suhu 180 derajat celcius, siapkan loyang, oles tipis margarin atau gunakan loyang teflon seperti yang saya lakukan tanpa perlu dioles. Ambil sedikit adonan, kurang lebih berat 10-12 gr. Bentuk bulat sambil dipadatkan dengan tangan. Tata di loyang, lakukan sampai selesai. Beri olesan, panggang selama kurang lebih 15 menit. Keluarkan dari oven, dinginkan dan masukkan ke wadah kedap udara.


resep kukis kacang polong



Nah semoga resep green peas cookies ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..


resep green peas cookies


Selamat mencoba...







resep raisin peanut cornflakes cookies

Haloooo... hai hai..jumpa lagi di tahun yang baru ini, duh duh maafkan lama sekali saya menghilang dari peredaran. Padahal niatnya nih, Desember 2018 mau buat lebih dari 2 postingan, awal Januari mau posting, tapi apa daya, akhir Januari 2019 ini baru bisa posting lagi.

Tuh kan.. tahun baru sudah lewat, eh sudah mau Imlek lagi baru bisa posting. Hmmm apa kabar semua? semoga tetap ceria selalu ya..aishhhh.. itu namanya harapan kan ya..

Nah menyemarakkan Imlek, kan tidak ada salahnya tohhh buat kukis tema Imlek. Padahal sebenarnya kukis ini bisa buat kukis Natal, kukis Lebaran juga sih, nah supaya cocok suasana Imleknya jadi pake paper cup warna merah dan kasih properti amplop angpao, walaupun tidak ada isinya.. ha ha ha..

Ceritanya ke swalayan neh, di daerah Harbour Bay, eh pas setelah pintu masuk, ada stan khusus ornamen Imlek, ikutan lihat-lihat, hmmm langsung terpikir mau beli ah buat properti foto tema Imlek. Wuihhh Sophie senang sekali loh saya ajak lihat-lihat ornamen Imlek ini, ribut dia.. Ibu ada lucky cat juga, lihat.. lalu dia katakan gambar babi banyak banget loh.. lalu saya katakan, iya Imlek tahun ini tahun Babi. Kok babi katanya? iya nanti ada tahun kelinci, kuda, naga.. oh begitu ya katanya lagi.

Saya hampir saja tergerak untuk membeli ornamen lain, habis lucu-lucu, tapi saya batalkan, karena saya tahu ini hanya lapar mata. Jadi kami hanya melihat-lihat saja, untungnya Sophie tidak memaksa untuk membeli salah satu ornamen itu.

Okeh kembali ke resep kukis ini, nah kepikiran buat kukis ini karena ada cornflakes Sophie, kalau hari libur, dia suka sarapan ini dengan susu cair. Hmmm boleh nih diambil sedikit buat kukis, ada kismis juga dan ada kacang tanah goreng juga, cemilan bapaknya Sophie, ambil juga sedikit. 

Buru-buru buat juga karena ada butter yang sebentar lagi expired, kan sayang kalau tidak digunakan. Daripada sayang terbuang, baiklah buat kukis yang simple saja. Dulu pernah buat kukis cornflakes juga di sini Cornflakes Cookies. Tapi kalau yang ini lebih beragam teksturnya, lebih enak menurut saya.

Dan yang ini tanpa mixer. Secara saya sekarang lebih senang kalau membuat kukis itu tanpa mixer, karena memang toh mengocok bahan kukis tidak perlu lama juga, asal menyatu sudah cukup. Jadi balloon whisk adalah andalan saya. Dan pastinya membuat kukis ini jadinya tidak pakai berisik. Tenang, eh tiba-tiba jadi deh... tada... semerbak harum kukis memenuhi ruangan.

Raisin Peanut Cornflakes Cookies
hasil : 45 buah

Bahan :
  • 90 gr butter lunak, saya gunakan merk orchid
  • 50 gr gula pasir yang diblender, atau gunakan gula halus
  • 1 butir telur
  • 125 gr tepung terigu protein sedang
  • 1/2 sendok teh baking powder
  • 50 gr kismis
  • 50 gr kacang tanah tanpa kulit, sangrai atau goreng lalu cincang
  • 50 gr cornflakes, remas-remas sedikit

Cara membuat : 
Campur tepung terigu dan baking powder, sisihkan. Kocok butter dan gula halus dengan balloon whisk hingga pucat, masukkan telur, kocok kembali hingga rata, masukkan campuran tepung, aduk dengan spatula, masukkan kismis, kacang tanah dan cornflakes, aduk kembali dengan spatula atau sendok hingga rata. Tutup mangkuk, masukkan ke kulkas selama kurang lebih 20 menit. Ambil sedikit adonan kurang lebih seberat 10 gr (saya timbang hanya satu buah, selebihnya saya kira-kira saja). Bulatkan dan letakkan di paper cup kecil. Susun di loyang, lakukan sampai habis. Sementara itu panaskan oven, set di suhu 180 derajat celcius. Panggang selama kurang lebih 20 menit atau sesuaikan dengan oven masing-masing. Keluarkan dari oven, dinginkan, simpan di wadah kedap udara.


cornflakes cookies


Nah, semoga resep raisin peanut cornflakes cookies ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..



Selamat mencoba...




NewerStories OlderStories Home