Serba 8000



serba 8000 one stop superstore

Postingan selingan dulu ya....melenceng dari topik makanan dan resep masakan. Nah saya beri judulnya serba 8000. Nah gambar di atas adalah item yang kami beli di toko serba 8000 ini, cukup banyak kalau saya bilang, ada 17 item dan ternyata memang semua barang serba 8000.

Sudah sebulan ini lihat toko ini sudah buka, hmmmm tadinya saya pikir nih toko perluasan dari Giant Express yang tepat berada di sebelahnya. Dan ternyata baru ngeh kalau ini beda, dari jalan raya kelihatan nama tokonya dengan tulisan besar serba 8000.

Komentar saya, ah paling hanya beberapa item yang berharga 8000, selebihnya ada yang 10 ribu, dua puluh ribu, dll. Sama seperti dulu ada di mall, serba 5000, eh ternyata yang harga 5000 hanya sedikit saja, sisanya barang-barang lainnya dijual dengan harga di atas 5000. Merasa tertipu donk...he he he tapi ya tetap beli juga, sudah kepalang masuk tokonya.

Dari jalan raya, selalu lihat toko ini ramai sekali, sejak pertama kali dibuka awal Januari, tidak pernah sepi. Jadi bapaknya Sophie bilang, belum keluar semua orang-orang di sini, makanya selalu ramai. Penasaran donk jadinya, kok selalu ramai...akhirnya...

Jadi ceritanya tadi malam, pulang dari hypermart yang letaknya di Sagulung-Batam, mampir dulu ke toko ini, tapi tetap saja ramai, sudah masuk areanya, tapi bingung mau parkir di mana, penuh, jadinya keluar lagi dari pintu masuk, putar haluan dan memutuskan untuk parkir di Giant saja, area parkirnya cukup luas dan kelihatan tidak penuh.

Dan ternyata ada jalan penghubung dari Giant ke toko tersebut, dan baru tahu juga kalau orang-orang juga parkir di Giant lalu kemudian jalan ke toko itu. Wuih semakin penasaran lihat orang-orang membawa tentengan yang cukup besar....

Ok, masuklah kami ke toko tersebut, dengan tujuan hanya lihat-lihat dulu, dari pintu masuk sudah terlihat barang-barangnya, aih langsung menuju ke peralatan dapur, banyak ternyata barang-barangnya, dan setelah saya lihat harganya, benar---semua serba 8000, bukan pembohongan publik. Jadi mulai deh lapar mata....blink blink tuink tuink...

Ada tembikar, ada gelas, piring, sendok, pisau, alas panci, masih banyak....dan setelah saya lihat-lihat ternyata selain harga Rupiah ada juga harga Ringgit Malaysia. Dan dugaan saya adalah, barang-barang tersebut dibawa dari Malaysia, walaupun memang barang-barang tersebut buatan Cina.

Pokoknya banyak barangnya, banyak pembelinya juga, penuh sesak. Jadi kalau berjalan di lorong-lorong barang ya harus perlahan, begitu banyak orang yang belanja ataupun hanya melihat-lihat. Uppss tidak terasa sudah sekitar 8 item yang saya pegang, sedikit repot memang, sambil pegang Sophie, sambil pegang barang yang akan dibeli.

Akhirnya, memutuskan harus ambil keranjang, yang artinya mau menambah barang lagi yang akan dibeli, ha ha ha...benar saja lihat jepit rambut lucu, langsung ambil dan masukkan ke keranjang. Eits, ternyata bukan saya saja, bapaknya Sophie juga tidak tahan untuk tidak membeli, jadi masuklah juga pulpen, cotton bud, pembuka kaleng dan sticker dinosaurus buat Sophie.

Kemudian beli keramik panda kecil 2 buah untuk Sophie, lalu Sophie minta cookie cutter, maunya minta 2, satu lagi yang bentuk bebek, tetapi saya katakan satu saja. Entahlah Sophie selalu suka yang namanya cookie cutter, dan dia sudah tahu kalau barang itu cookie cutter. Dan permintaan berikutnya adalah minta dibuatkan cookies, halah....

Di toko ini banyak sekali barang-barangnya, tetapi sudah beberapa rak yang kosong, mungkin dari hari pertama buka sudah banyak yang borong, secara banyak orang yang datang. Jadi di sana itu, ada peralatan dapur, peralatan mandi, peralatan tulis, mainan anak, pernak-pernik hiasan, ya selayaknya toko barang-barang keperluan rumah tangga.

Nah ada juga 3 buah lorong yang ditutup dengan diberi lakban merah di depan lorong, walaupun barangnya sudah ada, nah perkiraan saya adalah barang-barang tersebut belum dimasukkan ke dalam sistem, jadi belum bisa dibeli.

Oh iya dari beberapa barang yang saya beli, yang tercantum harga Ringgit Malaysia juga, ketika saya konversi ke Rupiah, harganya lebih dari 8000 rupiah. Dan saya yakin ada juga barang yang harganya kurang dari 8000 rupiah.
one stop superstore batam

Ternyata usaha seperti ini memang cukup menjadi kesukaan pembeli ya, hmmmm boleh juga ide usahanya, semua harga dibuat sama, dan tidak terasa pembeli akan membeli beberapa barang, nah loh tidak berasa juga, ternyata kami sudah memasukkan 17 item ke keranjang. Kalau lama-lama di sana bisa lebih banyak lagi, he he he....jadi harus direm juga kali ya...

Apakah kami akan ke sana lagi? he he he..mungkin.... 
Nah bagi yang lokasi di Batam, ini dia tokonya : One Stop Superstore, di daerah Batu Aji, sebelah Giant Express dekat taman makam pahlawan.

bon belanja serba 8000 one stop


Okey deh...terima kasih ya buat yang sudah baca sampai akhir, jadi entalah kalau posting kali ini bermanfaat secara hanya postingan selingan yang tidak penting, he he he....


NewerStories OlderStories Home

10 comments:

  1. wakakakaaa....liat bill-nya sampe segitu ketauan banget kalo lafar mata hahaha....aku jadi super duper mupeng nih. Kapan di Ciledug ada toko kayak gini yah.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. he he he.... iya mba beneran ini belanja karena lapar mata...duh mba kalau ga direm entah berapa item tuh masuk keranjang....gawat ini...
      moga aja ntar lagi ada pengusaha yang mau buka toko ginian di ciledug, he he he...

      Delete
  2. ih seru banget...emang kayaknya ngadopsi konsep toko $1 atau JPY 100 di Jepang ya...kalo di Jakarta ada juga tuh Daiso, tapi jatuhnya mahal karena semua harganya Rp 25 ribu donk...dulu sih harganya Rp 15 ribu waktu awal buka bbrp thn yg lalu, tpai brgnya semua buatan jepang/japan style gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. he eh mba kayaknya sih iya neh konsepnya sama....
      wah karena made in China kali ya mba makanya harganya ga begitu mahal.... ga kayak Daiso
      kalau di sini dulu ada mba toko khusus barang-barang Jepang ealah mba karena mahal kali ya jadi tokonya ga bertahan lama...padahal barang-barangnya bagus....

      Delete
  3. banyak kegunannya ,, tapi nama cewe pokonya liat yang agak lucu dikit butuh :D .. yang penting beli beli :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. he he he bener mba...lucu dikit kok jadinya butuh ya....ga bisa lihat yang lucu-lucu...
      salam kenal mba...terima kasih sudah mampir ya...

      Delete
  4. Halo, Mbak Monic. Saya pembaca baru blog mbak. Awalnya iseng nyari resep chocolate corn flake, eh saya malah buka resep2 lain. Udah banyak yang saya catat dan mau saya eksekusi dalam waktu singkat :D makasih mbak resepnya pada simple. Oh iya, saya juga orang palembang yang tinggal di batam loh mbak.. Salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Nadiyah... salam wong kito galo..
      he he he sama donk ya orang palembang tapi tinggal di Batam.. toss mba..
      terima kasih loh ya sudah berkunjung dan meninggalkan jejak di sini, semoga resepnya sesuai dengan selera ya..

      sering-sering mampir di sini ya mba, he he he.. btw tinggal di daerah mana di batam?

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.