Cerita Liburan & Terapi Saraf Terjepit (dan Terapi Tulang Lainnya)



pantai maron semarang

Nah liburan akhir tahun 2016  ceritanya saya dan Sophie pergi ke Semarang, hanya lewat, selanjutnya kami menuju Demak. Begitu sampai di bandara Ahmad Yani Semarang, kami sudah dijemput oleh oom Prast, tante Ana dan kakak Abid. Wah begitu keluar dari bandara sempat bingung, mana ya om Prast, secara agak bingung karena memang sudah 16 tahun tidak bertemu. Ahai ternyata oom Prast memanggil, uhuy ternyata...  

Setelah makan siang di rumah makan di sekitar bandara, kami menuju pantai Maron. Cukup jauh sih dari bandara Ahmad Yani. Tapi memang jalan masuknya dari bandara Ahmad Yani. Hmm setelah melewati jalan yang tidak bisa dikatakan mulus, akhirnya tiba juga di pantai Maron. Karena waktu itu siang hari kali ya, walaupun ada pengunjung tetapi tidaklah begitu ramai. Jadi kami hanya sebentar saja di sana, hanya melihat-lihat. 

pantai maron semarang
oom Prast, kakak Abid, tante Ana dan Sophie di depan sendiri
Setelah itu cuss lagi melanjutkan perjalanan pulang ke Demak. Tapi mampir dulu donk di klenteng Sam Poo Kong. Hmmm katanya neh klenteng banyak pengunjungnya dan ternyata benar..ketika sampai di sana banyak sekali pengunjungnya. Foto-foto dulu dan naik juga ke tempat yang ramai pengunjung.

Sebenarnya saya juga baru tahu tentang keberadaan klenteng ini, ternyata cukup besar. Nah untuk lebih jelas mengenai klenteng ini, monggo silakan mampir ke wikipedia ya. Setelah puas jalan dan foto-foto, kami lanjut lagi. Hmm tadinya mau mampir ke lawang sewu, tapi ternyata kami hanya lewat, Sophie dan kak Abid tidur he he he..
klenteng sam poo kong
Sophie, Tante Ana dan Kakak Abid

Kemudian tidak afdol donk kalau ke Semarang tidak mencicipi lumpia semarang. Jadilah kami mampir ke sentra oleh-oleh semarang yang letaknya di jalan Pandanaran. Nah di jalan ini ramai sekali penjual wingko babat, lumpia, tahu bakso dan juga bandeng presto. Penasaran dengan lumpianya, akhirnya beli lumpia isi ayam sayuran dan sayuran. Hmmm ternyata harganya cukup mahal. Tapi cukup puas sudah mencicipi lumpia semarang di semarang he he he... dan ternyata rasa rebungnya sangat kuat... dan mengarah ke bau rebung yang khas... bau pesing he he he.

Setelah itu lanjut lagi perjalanan ke Demak. Hmmm melewati jalan raya Demak... wuih jauh juga dan ternyata terjawab sudah misteri om telolet om yang belum sempat saya cari tahu. Ternyata di sepanjang jalan raya Demak itu memang jalur lalulintas padat antar kota antar propinsi. Nah di sepanjang jalan tertentu sudah ramai anak-anak berdiri di tepi jalan memegang kardus bertuliskan om telolet om. Jadi ketika bis besar lewat, mulai deh si sopir membunyikan klakson dan bunyinya memang telolet.

Nah Sophie pun jadi suka deh dengan tren telolet ini, ketika di rumah om Prast yang dekat sekali dengan jalan raya, ketika bis besar lewat dengan membunyikan telolet, Sophie akan tersenyum dan menirukan telolet, he he he. Ketika sampai di Batam, dia katakan telolet tidak ada di Batam, hanya ada di rumah om Prast.

Selama di rumah om Prast, saya puas yang namanya makan nasi pager. Nasi khas Godong ceritanya dan ternyata rasanya enak, dan membuat ketagihan. Dan selama saya di sana sarapan ya dengan nasi pager terus.. dan tidak membosankan. Duh jadi ingin lagi makan nasi pager. Jadi selama di sana beli nasi pagernya selalu di tempat yang berbeda, dan semuanya enak he he he. Oom Prast dan tante Ana cerita kalau liburan sampai antri-antri beli nasi pager ini, malah kebanyakan mobil-mobil plat luar yang beli.

nasi pager khas godong

Lalu tante Ana buat tahu petis, wah tidak pernah makan tahu petis sebelumnya. Sampai-sampai saya bawa petis dari sana ke Batam. Nanti mau buat tahu petis sendiri, sudah diberi tahu resep membuatnya oleh tante Ana.

Diajak ke pasar Godong oleh tante Ana, wuih ke pasar, saya semangat sekali, lihat-lihat apa saja yang di jual di pasar. Dan mata saya tertuju kepada sayuran yang sama sekali tidak pernah saya lihat sebelumnya. Namanya jangan boros, atau sayur boros dan dimasak sayur lodeh oleh tante Ana. Wuih rasanya cukup aneh tapi ya enak-enak saja menurut saya. Saya belum sempat foto eh ternyata sudah dipotong-potong oleh tante Ana hi hi hi...

Oh iya di pasar saya juga akhirnya membeli jajanan pasar yang semuanya dibungkus daun pisang. Wuih jarang-jarang bahkan belum pernah ketemu jajanan yang dibungkus daun pisang, ada juga kalau di Batam jajanan ya pakai plastik. Lalu sekalian beli lentho atau kalau di tempatnya tante Ana disebut mentho. Gorengan yang ada kacang tolonya lalu ada juga getas yang ternyata di dalamnya ada irisan kelapa muda setengah tua, wah baru ini deh saya makan beginian.

lentho dan getas

Oh iya ketika di sana tante Ana masak garang asem, enak sekali garang asemnya, hi hi hi... makan jadi nikmat. Pokoke di sana itu makan teratur, pagi siang malam... Lalu minumnya teh manis hangat.. Sophie sampai doyan teh, tidak segan-segan minta teh sama tante Ana, ih Sophie ih... sampai-sampai bawa teh ke Batam, teh kesukaan Sophie, teh Jawa. Terima kasih om Prast, tante Ana dan kakak Abid, kami di sana sudah diterima dengan baik sekali.

Nah ceritanya saya ini bukan hanya liburan loh ke tempat om Prast ini, tetapi lebih tepatnya menjalani terapi tulang belakang yang bergeser. Yang mengakibatnya saraf terjepit yang sudah saya alami sejak awal tahun 2014. Hmm cukup lama bertahan degan sakit yang saya alami yang membuat aktifitas sehari-hari menjadi terganggu.

Sudah periksa ke dokter dan solusi dokter hanya operasi. Tapi saya tidak mau operasi begitu saja karena memang riskan ya kalau sampai operasi. Kemungkinan sembuh tanpa efek samping ini yang masih saya ragukan. Dan akhirnya dulu coba ke Surabaya, hmm ternyata tidak memberi pengaruh. Lalu coba ke Bandung, ternyata juga tidak memberi hasil. Dan memang sih kalau terapi begini sekalian jalan-jalan jadi kalaupun tidak sembuh ya sudahlah.

Jadi saya tetap bertahan dengan keadaan saya, di mana setiap bangun tidur selalu merasa kesakitan. Selalu ada drama bangun perlahan sambil memegang pinggang, berdiri perlahan lalu berjalan perlahan dengan menahan sakit di pinggang. Secara memang berdasarkan hasil rontgen, tulang bergeser di bagian lumbar L1-L5, lalu di tulang ekor. Jadi ketika mengerjakan aktifitas harian seperti menyapu rumah yang luasnya tidak seberapa saya sudah merasa kesakitan. Demikian juga dengan aktifitas lainnya seperti memasak.

Nah apalagi kalau sudah memasak diikuti dengan proses foto-foto, duh itu aduh biyung sakitnya bukan kepalang.. selanjutnya saya harus tiduran dan bagian punggung diganjal bantal untuk mengurangi sakit. Lalu cerita ketika tidur pun bermasalah, kalau sudah mau ganti posisi tidur dari terlentang ke miring atau sebaliknya, harus saya lakukan sangat perlahan dan membutuhkan waktu yang lama, karena sakitnya bukan kepalang.

Hmmm cerita juga berlanjut tidak hanya sakit di bagian pinggang dan sekitar tulang ekor, sakit menjalar ke dengkul, kaki dan tulang belikat. Ahai rasanya rapuh sekali. Jadi kalau sudah cerita jalan-jalan ke suatu tempat atau bahkan hanya ke pasar sekalipun saya akan selalu merasa kesakitan.

Sampai akhirnya cari tahu, dan baca-baca tentang penyembuhan sakit yang saya derita ini. Sampai suatu ketika bapaknya Sophie tahu tentang yang namanya terapi yumeiho. Tapi hanya sekedar tahu begitu saja dan dikatakannya kalau terapi begini bisa menyembuhkan sakit saya. Tapi saya tidak begitu antusias.

Dan ketika tidak sengaja saya baca status bbm teman kuliah saya dulu, ya itu... oom Prast ini, wah saya tanya-tanya lebih jauh dan ternyata oom Prast ini adalah terapistnya dan ternyata sudah banyak pasien yang datang ke rumah oom Prast dengan berbagai keluhan. Ketika saya katakan kepada adik saya, loh kenapa tidak dari dulu? begitu tanyanya, lalu saya katakan... ya saya kan baru tahu.. itu juga karena baca status bbm, kalau tidak manalah tahu.

Jadi pasien yang mengalami saraf terjepit, kaki panjang sebelah, tidak bisa duduk bersila, susah berdiri dari jongkok ataupun kelainan lainnya yang ada hubungannya dengan tulang, monggo silakan hubungi oom Prast. Dengan terapi yumeiho dan penggabungan dengan terapi chiropractic dan juga gerakan pengembangan yang sudah dipelajari oom Prast selama mengobati pasiennya, akhirnya kasus seperti yang saya alami selama 3 tahun ini terselesaikan.

Jalan saya yang sedikit membungkuk karena menahan sakit, jadi kesannya seperti orang tua... lalu bahu tidak rata, kemudian tulang di lutut yang bergeser serta keluhan sakit di tulang belikat, semua terselesaikan dengan terapi yang diterapkan oleh oom Prast. Rasanya cukup aneh... he he he... saya sekarang bisa jalan jauh tanpa sakit, bisa naik turun tangga tanpa rasa sakit dan pastinya bisa aktifitas dengan tanpa rasa sakit dan menjadikan hidup lebih produktif. Lalu yang akhirnya bisa saya lakukan adalah bangun langsung loncat dari tempat tidur... bye bye drama memegang pinggang dan meringis menahan sakit.

Jadi ceritanya oom Prast ini sudah selama 9 tahun lebih berkecimpung menolong orang lain dengan keluhan yang kalau saya bisa katakan cukup parah sampai parah sekali. Hmm di sana juga saya diceritakan oleh ibunya oom Prast, dipanggil dengan sebutan eyang uti. Nah eyang uti ini katakan kalau dulu beliau jalan susah sekali, harus mencari pegangan lalu jari tangan tidak bisa menggenggam, tapi setelah terapi jalannya sudah bebas tanpa hambatan, jari tangan pun sudah bisa dengan mudah  menggenggam. Lalu kasus-kasus lainnya...

Nah untuk terapinya sendiri kalau bisa saya katakan cukup sakit tapi saya masih bisa tahan, beda kalau terapi accupressure, yang ini saya malah tidak tahan. Nah leganya kalau sudah tulang berbunyi setelah beberapa gerakan dan diikuti rasa bebas... ahai.. ternyata bisa juga neh tulang saya kembali normal posisinya. Tinggal nanti saya akan lakukan rontgen lagi... tapi secara garis besar saya tidak merasa sakit lagi.

Neh walaupun ketika pulang, lebih tepatnya mampir dulu ke Surabaya, ada drama terlambat dan hampir ditinggal pesawat, pakai acara lari-lari di bandara sampai akhirnya tiba tepat waktu, duduk di pesawat, tidak sempat pamit dengan tante Ana dan kakak Abid hiks.. pamitnya lewat telepon saja. Tapi saya tidak merasa kesakitan, apalagi ketika sampai di Surabaya di mana jarak antara ketika turun dari pesawat dan pengambilan bagasi yang jauhnya ampun deh, tapi saya tetap merasa aman, tidak seperti dulu. Yeayyyyyy akhirnya..

Jadi ceritanya postingan kali ini hanya sekedar cerita liburan saya dan Sophie ya... lalu tentu saja testimoni tentang terapi tulang bergeser yang menyebabkan saraf terjepit yang sudah saya jalani dan sukses tentu saja. Dan ini murni hanya testimoni ya.. bukan postingan berbayar, saya hanya menyampaikan testimoni ini sebagai tanda terima kasih untuk oom Prast.

Nah semoga kalau ada pembaca yang mengalami hal yang sama, siapa tahu sudah putus asa, bisa kok menghubungi oom Prast. Semoga bisa membantu... oom Prast akan dengan sangat senang hati kalau bisa membantu. Suatu kepuasan tersendiri kalau bisa membantu orang lain, begitu yang dikatakan oom Prast.

Oh iya selain terapi tulang, saya juga menjalani terapi bekam loh, tante Ana ternyata bisa juga loh membekam orang. Oom Prast membekam pasien laki-laki dan tante Ana membekam pasien perempuan. Lega ternyata setelah dibekam, tekanan darah saya menjadi normal, lalu bekam kedua di daerah paha dan kaki, yang tadinya sakit sekali, banyak tonjolan yang kalau disentuh sakitnya bukan kepalang, ternyata setelah dibekam rasa sakitnya hilang.

Jadi yang bingung-bingung tentang masalah sakit yang dihadapi, pernah jatuh dan mengakibatkan sakit, pincang dan keluhan lainnya, monggo silakan bisa hubungi oom Prast ya... semoga bisa membantu.

saraf terjepit


hnp saraf terjepit
sumber gambar : oom Prast

Ini dia contact oom Prast :

Prasetyo
HP/WA  : 0813-2555-1157
BBM     : 7932B14C
Alamat : Kebonagung, Demak - Jawa Tengah


Nah semoga cerita liburan saya kali ini bisa menghibur ya... sekaligus memberi info buat pembaca yang membutuhkan... jangan segan-segan hubungi contact di atas...




NewerStories OlderStories Home

8 comments:

  1. Selamat ya, Mbak Monic. Sekarang sudah sembuh:)

    ReplyDelete
  2. Yeiy... Akhirnya bisa melihat sosok Sophie yang menggemaskan itu. Iihhh.... Pengen nyubit pipinya deh, heheheh. Sayang tapi karena gak ada foto mba Monic.

    Alhamdulillah, akhirnya mba Monic bisa sembuh. Semoga tidak sakit-sakit lagi ya, mba. Saya sedikit bisa merasakan kesakitan yang mba Monic rasakan karena waktu perut saya masih sakit, ruang gerakku pun sangat terbatas, jalan bungkuk seperti nenek-nenek bahkan sampai ngesot karena tidak bisa berdiri.

    Semoga kita selalu diberi kesehatan dan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Segalanya. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kali ini Sophie eksis he he he... he eh neh... saya itu tidak suka difoto mba, sukanya moto hi hi hi...

      iya mba bener kalau sakit tuh gimana gitu ya... ruang gerak terbatas, jadi merasa terhambat ya..

      amin mba...

      Delete
  3. wah makasih banyak infonya mb...pas lagi butuh informasi soal pengobatan saraf kejepit...semoga menjadi amal baik mb...kalo japri mb Monic bisa ? lewat mana ? trims.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Wiek.. sama-sama mba, saya berharap sih memang info saya bermanfaat buat yang membutuhkan mba..
      boleh japri lewat email mba di monicayrampo@gmail.com atau lewat fb mba.. ntar boleh juga japri lewat bbm n wa, tapi via email atau fb dulu ya mba..

      Delete
  4. Selamat ya mbak sudah sembuh dan terima kasih info nya... sangat bermanfaat.hehehe... Salam manis dari padang yaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mba Yulia, wah senangnya kalau info saya bisa bermanfaat ya.. salam manis juga dari batam mba...

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Silakan kalau mau mempromosikan blog/website, gunakan komentar dengan nama atau nama blog/website dan url, tetapi komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.