Dodol Agar Khas Palembang

dodol agar palembang
dodol agar khas Palembang

Setelah sekian lama berangan-angan membuat dodol agar khas Palembang ini, akhirnya tercapai juga keinginan ini..ha ha ha.. Ternyata mudah sekali membuatnya dan bahannya juga tidak banyak. Oalah kalau tahu dari dulu resepnya begini saja ya dari dulu sudah saya buat. Trims buat mba Rose ya yang sudah share resep dodol agar ini.

Nah kalau di Palembang, dodol agar ini termasuk kue yang sudah umum disajikan kala hari raya, terutama lebaran, tetapi juga kalau ada acara lainnya. Dodol agar sendiri saya tahunya ketika masih tinggal di Palembang tentunya. Ada tetangga depan rumah yang suka sekali memberi dodol agar. Nah akhirnya dodol agar ini menjadi salah satu kue favorit saya.

Tetapi dulu belum ada keinginan untuk membuat sendiri. Nah waktu pulang ke Palembang sekitar bulan maret yang lalu, sempat mampir ke rumah tetangga depan, bilang kapan-kapan minta resep dodol agarnya ya...Eh ternyata sampai pulang lagi ke Batam belum sempat lagi mampir..he he he...

Ya sudah deh untung ada resep yang saya dapatkan dari mba Rose. Dan setelah saya eksekusi ternyata ya beginilah rasanya dodol agar yang selama ini saya makan pemberian tetangga depan rumah tersebut. Walaupun ya rasa santannya yang saya buat sedikit mild karena saya gunakan santan kental instan yang saya campur lagi dengan air. Di resep asli menggunakan takaran 8 gelas belimbing dari 4 buah kelapa..wow..kebayang deh rasa santannya.

Kali ini saya buat hanya sedikit saja..hanya 1/4 resep saja..secara hanya untuk mengobati rasa penasaran saja. Oh iya nih di resep asli kan santan yang digunakan adalah 8 gelas belimbing. He he he sempat bingung nih 1 gelas belimbing itu berapa ml, eh untunglah ketika saya baca-baca resep mba Rose yang lain tercantum juga penggunaan takaran gelas belimbing ini. Hmmm ternyata 1 gelas belimbing itu 200 ml/cc. 

Nah biasanya dodol agar ini dituang ke dalam loyang ya..sama halnya dengan resepnya mba Rose ini, hanya karena saya membuat 1/4 bagian saja maka saya gunakan saja cetakan pudding yang ada.

Nah yang penasaran dengan resepnya, ini dia ya...

Dodol Agar khas Palembang

Bahan :
  • 4 bungkus agar-agar (saya gunakan 1 bungkus)
  • 8 gelas belimbing santan dari 4 buah kelapa (saya gunakan 1 bungkus santan instan 65 ml dicampur air hingga menjadi 400 ml)
  • 1/2 kg gula pasir (saya gunakan 1/2 cup atau 115gr)
  • 50 gr coklat bubuk (saya gunakan 2 sendok makan)
  • 1 blek/ 1 kaleng susu kental manis (saya gunakan susu kental manis putih 100 ml)

Cara membuat :
  1. Di panci, campur semua bahan, aduk rata sampai semua bahan tercampur, coklat bubuk tidak bergerindil lagi
  2. Masak dengan api kecil hingga mendidih dan sedikit kental
  3. Setelah itu tuangkan ke dalam loyang sudah dibasahi air, atau tuang ke dalam cetakan pudding yang telah dibasahi air matang
  4. Dinginkan hingga mengeras
  5. Simpan dalam lemari es supaya lebih maknyuss
  6. Santap ketika dingin

Nah semoga resep dodol agar khas Palembang ini bermanfaat ya..semoga tertarik untuk mencobanya sendiri di rumah..semoga suka...


NewerStories OlderStories Home

2 comments:

  1. Alamak! Pake susu dan santan. Kalau saya buat tanpa susu dan santan, pastilah rasanya tidak makan apa-apa lagi. Heheheh.
    Nanti deh saya coba lain waktu, penasaran sama rasanya. Secara biasanya bikin puding atau agar-agar, hanya menggunakan salah satunya, susu atau santan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Ima, ini mantap kan, pakai susu dan santan, nah rasanya ya mirip dodol tapi lembut kayak puding, gimana tuh? he he he... he eh dicoba ntar mba biar ga penasaran.. oh iya kalau versi ini kan sedikit mild gitu, santannya kurang banyak, kalau mau yang lebih berat lagi, silakan lihat resep terbaru ya mba.. dodol agar dalam cup

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.