Pempek Kulit Khas Palembang

pempek kulit khas palembang
pempek kulit

Satu lagi varian pempek yang tidak bisa dilewatkan begitu saja, yup..pempek kulit. Dari namanya maka tentu saja pempek ini menggunakan kulit ikan. Biasanya untuk pempek yang lain kan menggunakan dagingnya saja, sehingga berwarna putih. Nah ciri khas pempek kulit ini ya berwarna kehitaman. Selain itu pempek ini tidak direbus dulu, tetapi langsung digoreng seperti halnya pempek adaan.

Dan ternyata pempek kulit ini juga bisa dibuat dengan ikan yang berdaging kemerahan, seperti halnya ikan sarden (sebutan di Palembang) yang sebenarnya sama dengan ikan benggol di Batam dan ikan peda, sebutan terkenalnya. Terima kasih buat bunda Yulinda Novan nih, yang sudah sharing resep pempek kulit ini. 

Selain ikan sarden ini, tentu bisa menggunakan ikan tongkol juga..dan ikan pindang juga. Sepupu saya pernah buat dengan ikan pindang, hasilnya juga enak....hanya saja saya tidak ingat resepnya. Hmmm enaknya membuat pempek kulit ini selain mudah juga cepat. Nah yang belum pernah mencoba pempek kulit, maka coba deh..baik itu beli ataupun buat sendiri....dijamin tidak kalah enak dengan pempek yang lainnya.

Hari ini saya mengeluarkan stok ikan benggol yang ada di freezer yang sudah cukup lama mendekam di sana. Sebenarnya ikan ini buat makanan kucing...ha ha ha...ya bisa buat manusia juga, karena kondisinya memang ikan buat manusia. Hanya kucingnya saja yang beruntung...

Lumayan banyak sih...ada 2kg ikan benggolnya. Jadi tadi 1 kg digoreng buat kucing, 1/2 kg digoreng buat Sophie dan 1/2 kg dibuat pempek kulit. Hmmm ternyata bagian memisahkan daging ikan dan tulang ikan ini cukup sulit. Tidak semudah ikan tenggiri. Nah biasanya kalau menggunakan ikan tenggiri, daging-daging di tulang bisa dikerok dengan sendok. Lah ini ikannya ukurannya cukup kecil, malas sekali mengeroknya, akhirnya..jatah untuk kucing juga...sekalian dengan kepala dan ekor serta isi perutnya.

Untuk menghaluskan ikan saya gunakan chopper ya, atau jika menggunakan ikan yang sudah digiling juga bisa. Nah kalau dengan blender saya kurang tahu ya..secara untuk adonan pempek kulit ini tidak menggunakan air sama sekali. 

Dari 1/2 kg ikan benggolnya, setelah dikurangi kepala, ekor dan tulang maka hanya dapat sekitar 350gr saja. Jadi ikan benggol ini karena ukurannya kecil dan dagingnya merah, jadi yang dipakai adalah daging dan kulitnya. Untuk tulang di bagian tengah fillet ikan, saya biarkan saja karena akan dihaluskan, jika terganggu dengan tulangnya, silakan dibuang ya dengan cara dicabut dengan pinset atau tangan saja.

daging dan kulit ikan benggol
ikan benggol untuk pempek kulit
Berikut resep pempek kulitnya, silakan :

Pempek Kulit Khas Palembang
Sumber : Bunda Yulinda Novan

Bahan :
  • 500 gr daging ikan giling - gunakan daging dan kulitnya (saya gunakan 350gr)
  • 2 sendok makan tepung terigu (saya gunakan 4 sendok makan tepung terigu serbaguna)
  • 400 gr tepung tapioka (saya gunakan 1 1/2 cup)
  • 1 butir telur
  • 5 siung bawang putih, haluskan
  • 5 butir bawang merah, haluskan
  • 3 sendok makan minyak goreng
  • 5 batang daun bawang (saya gunakan 2 batang), iris halus
  • 1 bungkus merica bubuk yang kecil (saya gunakan 1/2 sendok teh)
  • garam secukupnya (saya gunakan 1 sendok teh)

Cara membuat :
  1. Campur semua bahan di dalam mangkuk cukup besar/baskom, campur rata adonan
    adonan pempek kulit
    adonan pempek kulit
  2. Test rasa adonan, ambil sedikit adonan, goreng hingga matang, koreksi rasanya
  3. Ambil sedikit adonan, bulatkan lalu pipihkan di telapak tangan, seperti halnya membuat cireng, lalu goreng hingga matang dengan api sedang
  4. Angkat dan tiriskan
  5. Siap disantap dengan cuko

pempek kulit khas palembang
pempek kulit

Untuk resep cuko, saya gunakan saja resep cuko yang biasa saya buat, bisa lihat di pempek godo-godo, atau juga di pempek dos.

resep pempek kulit
pempek kulit

Nah semoga resep pempek kulit khas Palembang ini bisa menginspirasi ya..silakan mencoba dan semoga sesuai selera..
NewerStories OlderStories Home

14 comments:

  1. manteb resepnyaa mb dicobaa dah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. silakan dicoba mas Joni..ini mudah kok buatnya...
      terima kasih sudah berkunjung ya...

      Delete
  2. kalau pempek kulit banyak yg pakai dadging ikan sardin,, agak susah cari bahan yg bener2 kulit ikan,,, ehehe manteb dahh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, makanya saya suka dengan resep ini, dan rasanya memang mirip dengan pempek kulit..he he he..terima kasih sudah berkunjung ya...semoga sukses dengan pempek tarisanya....

      Delete
  3. Wah mbak monica, keren banget gambar-gambar di blog ini. Bikin laper hehehe, salam kenal mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. He he he..terima kasih...salam kenal juga mba Lia.. terima kasih sudah mampir ya...

      Delete
  4. 350gr daging ikan giling itu maksudnya campuran kulit ikan dab daging ikannya kah? Perbandingan berapa ya? Kok dia atas ga ada tulisan untuk kulit ikannya yaa hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Alisa,
      daging ikan giling ini gunakan daging dan kulitnya, sudah saya update di postingan saya ya, sudah saya tambahkan gambar ikannya juga.
      Terima kasih ya..

      Delete
  5. Kak Monic, aku udah coba buat pake daging merah ikan tenggiri, enakk.. Thx resep nya yaa.. Saya adek kelas kak monic di sma ykpp 1 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama, wah suka deh kalau sukses resepnya...
      oh iya...adek kelas di ykpp ya...ketemu lg donk kita, btw siapa nama?

      Delete
  6. aku lionita, angkt.nya victor. Udah bbrp resep kak monic aku coba, semuanya sukses kak :) thx a lot ya kak monic :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oalah angkatan victor toh....sipp deh lionita, thanks ya sudah coba2 resep dari sini....
      uhuy, terima kasih sudah mau repot2 komen, btw di mana neh skrg? di palembangkah?

      Delete
  7. Replies
    1. hai mas Andhika, iya mas benar, resepnya tidak pakai air

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.