Tumis Sarden Pedas

resep tumis sarden
tumis sarden
Masakan super duper mudah, iya...hanya tumis sarden pedas. Dari jaman dulu ini masakan yang paling mudah dibuat. Apalagi kalau bukan karena hanya menggunakan sarden kalengan. Sejak saya masih sekolah juga sudah cukup sering disuruh ibu buat masak sarden.

Hmmm ternyata walaupun mudah, tetap saja tidak sama antara orang satu dengan yang lainnya masak tumis sarden ini. Nah dulu biasa dulu tumisan begini saya hanya gunakan duo bawang (bawang merah dan bawang putih), kemudian cabai merah yang diiris atau dihaluskan, beri jahe yang dimemarkan, lalu tomat. Hmmm begitu saja bumbunya.

Kalau bapaknya Sophie beda lagi buatnya, dia suka campur dengan sawi hijau juga yang dipotong kecil-kecil. Nah kalau ini kadang-kadang saya buat juga versi dengan sayuran. Kalau ada tahu ataupun kentang suka masukin juga. Kadang masukin juga telur ceplok. He he he...namanya tumis begini ya suka-suka yang masak mau dicampur apa saja.

Nah sekarang saya suka buat yang versi ibunya teman saya. Sardennya juga merk tertentu kalau ibunya ini masak, biasanya kalau tidak ayam brand ya merk matahari dan itu pun bukan yang sardines tetapi yang mackerel. Yang paham tentang sarden kalengan tentu paham kan bedanya sardines dan mackerel. Kalau sardines itu ikannya kecil-kecil, dan mackerel ikannya besar.

Kalau saya sih suka dua-duanya baik mackerel ataupun sardines. Beberapa merk saya pernah coba, hanya saya suka merk ABC dan merk Mili, merk matahari dan ayam brand juga saya suka...hadeuh apa yang tidak ya...he he he...

Nah versi ibunya teman saya adalah selain menggunakan bawang bombay, tomat, jahe, cabai, juga menggunakan air asam jawa. Dan akhirnya sekarang menjadi resep tumis sarden yang sering sekali saya gunakan. Untuk jahenya versi ibunya teman saya ini diiris korek api. Karena saya tidak suka bentuk begini karena sering tergigit, maka biasanya saya tetap memarkan saja.

Okey, yang mau lihat resepnya, ini dia ya..silakan... (oh iya..jika mau membuat sarden sendiri bisa kok membuat sarden homemade...hanya membutuhkan panci presto)

Tumis Sarden

Bahan :
  • 1 kaleng sarden ukuran besar (bisa sardines atau mackerel sesuai selera) 
  • 2 tahu putih ukuran 10x10cm, potong-potong
  • 1 buah bawang bombay ukuran besar, potong memanjang sesuai selera
  • 5 siung bawang putih, iris
  • 1 buah tomat ukuran besar, potong memanjang
  • 10 butir cabai rawit merah, iris
  • 2 cm jahe, memarkan atau iris korek api
  • 2 sendok makan air asam jawa
  • 100 ml air
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
  1. Tumis bawang putih sampai kekuningan, masukkan bawang bombay, tumis hingga bawang bombay transparan, masukkan tomat, cabai rawit, jahe, aduk rata, tumis hingga harum
  2. Tambahkan tahu, aduk perlahan
  3. Masukkan sarden, aduk rata, tambahkan air, beri air asam jawa, aduk rata secara perlahan
  4. Masak hingga air mendidih dan tahu matang,  cicipi rasanya
  5. Angkat dan siap dihidangkan

Nah mudah sekali kan memasak tumis sarden pedas ini, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera ya...

NewerStories OlderStories Home

6 comments:

  1. Hihihi percaya gaak..aku cuma sekali mkn sarden atau apapun ikan kalengan ituh...ngga doyaaan..trus kan ga seger...alergi bentol2 dong. Pdhl suamiku doyan tapi wes dicoret dari daftar blanja bulanan tu persardenan...hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya doyan mba...hanya kadang mikir produk kalengan ya ga bagus kalau sering2 dikonsumsi..jadi sekarang memang ga sering2 mba, selain kadar sodiumnya tinggi, pengawet juga kan..bagus deh mba Vari ga doyan...eh kalau mau buat untuk pak suami, bisa buat dari ikan segar mba..sarden homemade, jadi terjamin kesegaran bahan2nya...tuh linknya aku kasih di atas...

      Delete
    2. iya, lidahku tuh sensi banget sama pengawet, langsung berasa ...cocis sama naget aja ik ga doyaaan

      Delete
    3. hebat mba lidah mba...pencegahan sebelum masuk ke perut..kalau aku doyan, cuma ga boleh sering2, kepala suka pusing...ini mah makan dulu baru pusing, mending nolak di lidah dulu ya..he he he...

      Delete
  2. Aaahhh.. mba monic seleranya sama dengan saya nih...
    Postingannya selalu bikin ngecess....

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.