Resep Kue Gandus Khas Palembang



kue gandus palembang

Akhirnya setelah berhenti cukup lama masak-masak dan buat kue, tadi saya akhirnya coba buat kue gandus khas Palembang ini. Saya buat kue ini karena memang dari dulu sih penasaran ingin coba buat sendiri, secara kue ini simple sekali dan membuatnya sangatlah mudah. 

Setelah posting jajanan pasar khas Palembang beberapa hari yang lalu, maka memang saya semakin berniat membuat kue gandus ini. Apalagi bahan-bahan semua ada stoknya di dapur, jadi ya tinggal membuatnya saja. Dan kebetulan saya juga sudah beli cetakan cucing ini tahun lalu, belum pernah dipakai, jadi edisi perdana menggunakan cetakan cucing ini.

Kue gandus ini sih bahan dasarnya tepung beras yang dicampur santan dan sedikit garam, lalu dikukus hingga matang. Nah karena waktu saya makan kue yang beli di pasar tersebut ada sedikit rasa kenyalnya, maka saya terinspirasi untuk menambahkan sedikit tepung tapioka. 

Kue gandus ini sebenarnya menggunakan ebi yang disangrai kemudian dihaluskan, hanya karena saya malas, jadinya tanpa ebi. Nah supaya tetap gurih tadi saya menggantinya dengan abon daging sapi saja. Rasanya tetap enak kok...hanya mungkin ya jadinya tidak begitu otentik kalau pakai abon he he he..
talam ebi kue gandus

Ok deh langsung saja ke resepnya ya, silakan...

Kue Gandus Khas Palembang
untuk 10 buah

Bahan :
  • 1/2 cup (60gr) tepung beras
  • 2 sendok makan tepung sagu tani / tapioka / kanji
  • 1 cup (240ml) santan sedang yang hangat (saya gunakan santan instan 65ml yang dicampur air hangat hingga menjadi 1 cup)
  • 1/4 sendok teh garam

Bahan topping :
  • 3 batang daun seledri, iris
  • 3 buah cabai merah keriting, iris serong
  • 5 sendok makan bawang goreng  (atau bisa tambahkan lagi sesuai selera)
  • 2 sendok makan ebi, rendam air panas, sangrai lalu haluskan (saya gunakan abon daging sapi)

Cara membuat :
  1. Siapkan cetakan kue gandus (cetakan cucing), olesi tipis dengan minyak goreng, sisihkan
  2. Panaskan kukusan hingga air mendidih
  3. Di mangkuk ukuran sedang, campur tepung beras, tepung tapioka dan garam, aduk rata, kemudian perlahan tambahkan santan hangat, aduk dengan balloon whisk atau garpu hingga adonan mulus dan encer
  4. Tuangkan ke dalam cetakan cucing hingga hampir penuh
    resep kue gandus
  5. Kukus dengan api sedang selama kurang lebih 8-10 menit hingga matang
  6. Angkat, keluarkan dari kukusan, lalu dinginkan
  7. Keluarkan dari cetakan dengan menggunakan pisau kecil mengelilingi cetakan sehingga kue terlepas dari cetakan
  8. Beri topping, hidangkan
resep kue gandus khas palembang

Nah semoga resep kue gandus khas Palembang yang sangat mudah dibuat ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba, semoga sesuai dengan selera...

Selamat mencoba.....


NewerStories OlderStories Home

4 comments:

  1. Udah nggak komen dah ah, kalau kue yang menggunakan santan, pastilah enak dan wuenak tenan, dan leduk. josss margojossss. Tapi kalau untuk membuatnya belum bisa kak, lawong hanya tinggal di sebuah kamar berukuran tak lebih dari 16 meter persegi yang tak lain kost, hehehe (malah curhat)

    ReplyDelete
    Replies
    1. he he he...yo wis mas Anis, sementara ya kulineran dulu di luar, liputan kulineran mas Anis bisa jadi referensi tempat makan yang enak... nasib anak kos, ha ha ha...

      Delete
  2. Mbak Monic,kalo di Bone kue ini namanya Kandoang Kukus.Almarhum Ummi suka bikin,enak mbak....pake santan kental.toppingnya wangi:-))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya ya mba Yuyu, ada juga kue ginian di Bone
      Iya mba enak ya kue ini, gurih dan toppingnya itu enak..
      ayo mba buat versi bonenya...

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Silakan kalau mau mempromosikan blog/website, gunakan komentar dengan nama atau nama blog/website dan url, tetapi komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.