Monic's Simply Kitchen: Lain lain
Showing posts with label Lain lain. Show all posts
Showing posts with label Lain lain. Show all posts

Sunday, November 18, 2018

Mengenangmu : Sitti Taslimah



Postingan spesial untuk sahabat tersayang  Sitti Taslimah, pemilik Dapur Ima. Ah sedih sekali mengetahui kepergian mba Ima yang selama ini sudah menjadi sahabat blogger saya yang saya yakin sudah banyak juga blogger lain mengenal mba Ima.

Kabar duka ini saya ketahui kemarin tanggal 17 November 2018 dari status sahabat mba Ima juga yang kebetulan malah menjadi teman dunia maya saya juga, mba Hanna di Balikpapan, sahabat mba Ima dari SD. Melalui mba Ima maka saya menjadi kenal dengan teman-teman yang lain, blogger yang lain. Sedih, lemas rasanya dan tidak percaya kalau mba Ima sudah berpulang.

Sedih dan kehilangan tentu saja saya rasakan, ah belum sempat kita bertemu muka ya mba... padahal mba Ima katakan kalau enak rasanya kalau kita bertemu, duduk bareng sambil menikmati kue buatan kita. 

Sudah beberapa tahun ini mba Ima senantiasa hadir di setiap postingan saya, komentator setia yang selalu dinantikan. Sejak Agustus 2016 ketika pertama kali mba Ima berkomentar di blog saya ini, lalu saya berkunjung balik ke blog mba Ima, nah sejak itu kami mulai menjadi sahabat sesama food blogger. 

Walaupun belum pernah bertemu tapi sudah terasa akrab. Bahkan ketika itu malah mba Ima sempat mengirimkan saya asam mangga, lasuna mandar, hanya supaya saya bisa mencoba resep bau peapi khas Mandar resep mendiang ibu tercinta. Ya begitulah yang namanya food blogger tidak jauh-jauh dari makanan, dan ini yang membuat food blogger bisa bersahabat, disatukan oleh makanan.

Di tengah sakit, mba Ima memang mendapatkan hiburan dari ngeblog. Bertemu di dunia maya dengan teman-teman lain. Nah ini yang menjadi semangat mba Ima ingin sembuh, walaupun ternyata akhirnya mba Ima tidak mampu bertahan lagi dari kanker yang menyerang ususnya. Mungkin blogger lain yang sering mampir ke blognya mba Ima tahu kalau mba Ima sedang sakit, hanya mba Ima tidak spesifik menjelaskan sakitnya.

Bertemu dengan teman blogger lain menambah semangat mba Ima, ya begitulah salah satu hal yang diungkapkan mba Ima lewat percakapan kami di WA. 

Ah perjuangan mba Ima cukup berat menghadapi sakit ini, tapi sekarang mba Ima sudah bahagia, sudah tidak merasakan sakit lagi. Semoga mba Ima tenang di sisi-Nya, amiin. Doa terbaik untuk mba Ima sahabat baik.

Komentarmu tidak akan lagi menghiasi blog ini, ah ingat komentar terakhir mba Ima di blog ini, bagaimana mba Ima menuliskan kalau mba Ima ingin mencoba resep brownies shiny crust ketika mba Ima sudah sehat kembali. 

Air mata tidak kuasa saya bendung ketika menuliskan artikel khusus ini, dan sekarang saya sudah bingung mau menuliskan apa lagi.

Selamat jalan mba Ima tersayang, tenanglah di sisi-Nya...



Monday, April 3, 2017

Cerita Pulang ke Palembang, Engkak Ketan & Maksuba



engkak ketan maksuba

Yuhuuuu.. saya kembali.. ada yang cari saya? colek mba Ima di Polewali dan mba Rini di Medan. Cukup lama juga neh tidak update..he eh nih secara minggu lalu saya ke Palembang, berdua saja dengan Sophie. Seminggu kurang di sana, nah sebenarnya Sabtu malam saya sudah di Batam, tapi apa daya, terserang radang tenggorokan lagi, jadi tidak bisa update blog secepatnya.

Pulang ke Palembang kali ini ada insiden di mana saya kehilangan KTP, dan saya yakinnya hilangnya di bandara, antara bandara Hang Nadim Batam atau bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Secara begitu boarding di Batam, saya yang biasanya langsung memasukkan KTP ke dalam dompet, entah mengapa malah memilih mengantonginya dulu bersama dengan boarding pass. Padahal sebelum masuk pesawat, saya keluarkan lagi boarding passnya, apa jatuh ketika itu? entahlah.. dan herannya lagi, ktp, boarding pass dan hp saya letakkan di satu kantong..ketika sampai di Palembang, saya mengeluarkan hp juga berikut boarding pass untuk pengambilan bagasi.

Tapi saya tidak sadar kalau ktp bisa saja tercecer, nah sadarnya ketika di taxi (tidak ada yang jemput sih he he he), loh mana ktp ya, jadi periksa dompet, merogoh kantong dan bahkan memeriksa seluruh bagian tas, tidak ada tanda-tanda ktp di mana pun.

Sampai di rumah mulai sibuk deh cari nomor telepon bandara Palembang, dan pihak bandara berjanji kalau ketemu akan menghubungi saya. Hmmm sibuk juga telepon bandara Batam, tapi tidak bisa saja tersambung, akhirnya cerita ke bapaknya Sophie dan bapaknya Sophie yang coba telepon dari Batam. Dan pihak bandara Batam katakan datang saja ke bandara, cek di bagian informasi. Ya sudahlah untungnya masih ada SIM, jadi masih bisa digunakan untuk check in ketika pulang ke Batam.

Dalam perjalanan pulang ke Batam, di bandara Palembang, saya tidak menyerah, saya ke bagian informasi menanyakan ktp yang hilang lalu diarahkan ke security kedatangan, lumayan jauh perjalanan dari terminal keberangkatan dan kedatangan.. dari security kedatangan, saya dikatakan harus mengeceknya ke security keberangkatan, karena semua kartu identitas dan kartu lain-lain yang tercecer di bandara semua dikumpulkan di sana.

Ok deh kembali lagi ke terminal keberangkatan, ya tentu saja sekalian donk, kan saya mau pulang ke Batam, jadi harus ke terminal keberangkatan lagi. Nah di sana saya ditunjukkan buku berisi ktp yang hilang yang sudah disusun berdasarkan abjad, ternyata di buku tersebut tidak ada juga ktp saya. Lalu pak securitynya mengeluarkan segambreng kartu dari sebuah tas, lalu mulai lagi pencarian, tapi tetap nihil. Ya anda belum beruntung...

Jadi pencarian di Palembang nihil... okeh lanjutkan di Batam, begitu sudah sampai di Batam, setelah selesai mengambil barang bagasi saya bertanya kepada pihak citilink, kebetulan memang saya pulang pergi dengan pesawat citilink. Nah di sana saya diajak ke kantor citilink untuk mencari lagi ktp saya, ternyata tidak ada juga. Okeh... yang terakhir nanti adalah pencarian di bagian informasi bandara. Berhubung saya sampai malam hari, sudah jam 8 malam, jadi pencarian saya lanjutkan besoknya.

Dan eng ing eng... saya bertanya ke bagian informasi bandara, saya diberi segabrek ktp, dan saya disuruh mencari sendiri, H2C (harap-harap cemas) juga neh, ternyata tidak ada juga.. alhasil menghela napas, ternyata hilang entah di mana, siapkan tenaga untuk mengurus lagi si ktp ini. Sudah mengurus surat kehilangan di Polsek, lalu tadi coba ke kelurahan ealah ternyata butuh surat keterangan RT/RW, memang sih baca-baca perlu surat keterangan ini tapi berspekulasi, siapa tahu tidak butuh lagi, ternyata he he he.. jadi nanti lagi urusannya.

Jadi begitu deh cerita tidak penting saya.. he he he.. nah selama di Palembang tadinya saya punya rencana untuk kulineran mie celor 26 Ilir lagi, mie celor terkenal itu, yang dulu sudah sempat saya ulas di sini di mie celor 26 Ilir. Tapi apa daya, hari Rabu malam saya terserang radang tenggorokan, jadi Kamis bukannya kulineran malah ke dokter he he he. Jumat belum sembuh benar tapi sudah lumayan tapi hanya sempat beli kerupuk saja, itu saja keringat dingin sudah mengucur deras. 

Eits tapi untungnya masih sempat kulineran pempek dan model dulu sebelum sakit. Kami kulineran pempek di pempek Wawa. Pempeknya enak, cukonya mantap surantap. Tapi ada kejadian lucu... dengan percaya dirinya kami makan pempek, saya sudah habis 2, adik saya 2 lalu Sophie 3, lalu saya lihat di kaca dekat kasir ada tulisan pempek ikan belida 9ribu/pc, ha... jadi pempek yang kita makan ini 9 ribu satu biji begitu kata saya? mahal amat ya.. bukannya dulu sekitar 4 ribu atau 5 ribu saja ya? hmm tapi memang enak sih lanjut saya lagi.

Nah Sophie ini kan ratu ngemil ya, jadi ternyata 3 buah pempek itu belum cukup, minta tambah lagi, lalu minta makan srikayo juga. Pipi suka sekali dengan yang ini begitu katanya ketika makan srikayo. Duh.. serba salah juga, rasanya kok buang-buang uang kalau beli makanan harga segitu mahal tapi Pipi suka. Tadinya mau tambah lagi, tapi saya larang... ha ha ha.. lalu saya katakan nanti ibu buat ya di Batam.

Jadi kalau menikmati pempek dan model atau tekwan, di meja makannya selalu ada suguhan srikayo yaitu campuran telur dan santan yang diberi pandan lalu dikukus. Makanan satu ini sangat legit, jadi tentu saja enak bagi penyuka makanan legit dan harum pandan begini. Biasanya harga srikayo akan sama atau tidak beda jauh dengan harga satu buah pempek. Jadi kalau harga pempeknya 9 ribu ya srikayo kurang lebih sama.

Tapi begitu mba yang melayani datang untuk menghitung lalu saya tanya, ini pempek ikan apa? lalu jawabnya ikan tenggiri. Lalu saya katakan jadi kalau pempek ikan belida harus pesan dulu ya, iya benar begitu kata si mba. Naluri mak irit langsung beraksi, sok baik hati kepada anaknya, Pipi mau pempek lagi? ha ha ha.... lanjut anaknya dengan semangat, mau... mba tambah satu lagi pempeknya ya..secara ternyata bukan pempek ikan belida yang 9 ribu perbiji itu.

Karena ikan belida sudah sangat langka makanya harganya selangit. Ikan belida itu adalah ikan sungai yang badannya pipih. Dulu kecil masih cukup sering menemukan ikan belida di kolam-kolam milik tetangga belakang rumah. Jadi ada yang memancing ataupun menjaring ikan, masih sering ditemukan ikan belida. Nah lama kelamaan semakin jarang, karena habitatnya juga sudah terpakai untuk perumahan penduduk.

Nah kembali ke judul neh, jadi ceritanya ketika di Palembang saya kok ingin makan kue legit yang 2 jenis ini ya, yaitu engkak ketan dan maksuba. Karena sampai hari ini saya belum tergerak juga untuk membuat sendiri kue-kue ini, walaupun prosesnya mudah, bahan hanya diaduk-aduk tapi proses memanggangnya yang lama yang membuat saya selalu mengurungkan niat.

Kue-kue jenis ini menggunakan telur yang terbilang banyak, lebih dari 10 butir, ya tergantung resep dan loyang sih, jadi karena belum mood membuatnya saya belum memutuskan mau pakai resep yang mana. Selain engkak dan maksuba ini ada juga jenis kue yang legit juga sebut saja lapis kojo dan kue 8 jam. Semuanya legit manis dan eggy secara banyaknya penggunaan telur dan gula eh ditambah lagi susu kental manis. Kalau saya katakan super sweet he he he.. jadi kalau makan tidak boleh banyak-banyak, satu potong atau 2 potong masih wajar, lebih dari itu akan terasa eneg, saya pernah mencobanya dan makan lebih dari 2, sampai mau muntah rasanya... eh tapi besoknya makan lagi tidak kapok, kapoknya banyak-banyak saja.. jadi makan berikutnya tidak berani banyak lagi.

Kalau kue 8 jam ini adonannya dikukus dan penamaan kue ini karena waktu memasaknya yang 8 jam, duh kebayang kan lamanya. Dulu ibu saya cukup sering membuat kue 8 jam ini. Tapi sudah lama tidak pernah lagi. Kue ini tidak dibuat berlapis, jadi adonan sekali saja masuk loyang, dan ketika sudah 8 jam adonan akan memadat.

Jadi saya pesan ke adik saya, nanti kamu pulang kerja belikan maksuba dan engkak ya, sedikit saja, kalau bisa potongan yang paling kecil saja. Ealah ketika dia pulang, loh kok banyak, masing-masing dibelinya setengah loyang.. waduh..

Nah saya bawa pulang ke Batam, dan eng ing eng, saya tahu sih kalau bapaknya Sophie sangat tidak menyukai maksuba ini, tapi saya coba lagi menawarinya, secara itu kan dulu, sudah beberapa tahun lalu, siapa tahu berubah selera. Lalu saya potong ukuran kecil dan saya katakan cobalah.. lalu dia mengambil sepotong, tapi belum sempat masuk mulutnya dia langsung batal makan, katanya bau kue ini merupakan bau yang paling dia tidak suka sedunia.. ha ha ha...

Tapi komentarnya tentang engkak, nah... kalau yang ini baru enak.. tidak terlalu bau telur... Hmm karena engkak ada campuran santannya kali ya.. jadi sedikit mengurangi aroma telurnya. Kalau saya.. suka semua kakak.. Sophie sama seperti bapaknya, tidak suka maksuba, sukanya engkak.

Kedua jenis kue ini saya simpan di kulkas, nah untuk maksuba walaupun di kulkas tetap lembut walaupun sedikit padat, kalau engkak sedikit keras walaupun tetap empuk, nah loh.. bahasanya..

kue khas palembang engkak maksuba

Ok deh, begitu saja ya cerita saya, kali ini tidak berbagi resep dulu, he he he.. yang penasaran dengan engkak dan maksuba, boleh browsing-browsing.

Oh iya, catatan neh : yang berwarna lebih gelap adalah engkak ketan, sedangkan yang berwarna terang adalah maksuba.


Sippp... sampai jumpa di postingan selanjutnya ya.. terima kasih.

Thursday, January 12, 2017

Cerita Liburan & Terapi Saraf Terjepit (dan Terapi Tulang Lainnya)



pantai maron semarang

Nah liburan akhir tahun 2016  ceritanya saya dan Sophie pergi ke Semarang, hanya lewat, selanjutnya kami menuju Demak. Begitu sampai di bandara Ahmad Yani Semarang, kami sudah dijemput oleh oom Prast, tante Ana dan kakak Abid. Wah begitu keluar dari bandara sempat bingung, mana ya om Prast, secara agak bingung karena memang sudah 16 tahun tidak bertemu. Ahai ternyata oom Prast memanggil, uhuy ternyata...  

Setelah makan siang di rumah makan di sekitar bandara, kami menuju pantai Maron. Cukup jauh sih dari bandara Ahmad Yani. Tapi memang jalan masuknya dari bandara Ahmad Yani. Hmm setelah melewati jalan yang tidak bisa dikatakan mulus, akhirnya tiba juga di pantai Maron. Karena waktu itu siang hari kali ya, walaupun ada pengunjung tetapi tidaklah begitu ramai. Jadi kami hanya sebentar saja di sana, hanya melihat-lihat. 

pantai maron semarang
oom Prast, kakak Abid, tante Ana dan Sophie di depan sendiri
Setelah itu cuss lagi melanjutkan perjalanan pulang ke Demak. Tapi mampir dulu donk di klenteng Sam Poo Kong. Hmmm katanya neh klenteng banyak pengunjungnya dan ternyata benar..ketika sampai di sana banyak sekali pengunjungnya. Foto-foto dulu dan naik juga ke tempat yang ramai pengunjung.

Sebenarnya saya juga baru tahu tentang keberadaan klenteng ini, ternyata cukup besar. Nah untuk lebih jelas mengenai klenteng ini, monggo silakan mampir ke wikipedia ya. Setelah puas jalan dan foto-foto, kami lanjut lagi. Hmm tadinya mau mampir ke lawang sewu, tapi ternyata kami hanya lewat, Sophie dan kak Abid tidur he he he..
klenteng sam poo kong
Sophie, Tante Ana dan Kakak Abid

Kemudian tidak afdol donk kalau ke Semarang tidak mencicipi lumpia semarang. Jadilah kami mampir ke sentra oleh-oleh semarang yang letaknya di jalan Pandanaran. Nah di jalan ini ramai sekali penjual wingko babat, lumpia, tahu bakso dan juga bandeng presto. Penasaran dengan lumpianya, akhirnya beli lumpia isi ayam sayuran dan sayuran. Hmmm ternyata harganya cukup mahal. Tapi cukup puas sudah mencicipi lumpia semarang di semarang he he he... dan ternyata rasa rebungnya sangat kuat... dan mengarah ke bau rebung yang khas... bau pesing he he he.

Setelah itu lanjut lagi perjalanan ke Demak. Hmmm melewati jalan raya Demak... wuih jauh juga dan ternyata terjawab sudah misteri om telolet om yang belum sempat saya cari tahu. Ternyata di sepanjang jalan raya Demak itu memang jalur lalulintas padat antar kota antar propinsi. Nah di sepanjang jalan tertentu sudah ramai anak-anak berdiri di tepi jalan memegang kardus bertuliskan om telolet om. Jadi ketika bis besar lewat, mulai deh si sopir membunyikan klakson dan bunyinya memang telolet.

Nah Sophie pun jadi suka deh dengan tren telolet ini, ketika di rumah om Prast yang dekat sekali dengan jalan raya, ketika bis besar lewat dengan membunyikan telolet, Sophie akan tersenyum dan menirukan telolet, he he he. Ketika sampai di Batam, dia katakan telolet tidak ada di Batam, hanya ada di rumah om Prast.

Selama di rumah om Prast, saya puas yang namanya makan nasi pager. Nasi khas Godong ceritanya dan ternyata rasanya enak, dan membuat ketagihan. Dan selama saya di sana sarapan ya dengan nasi pager terus.. dan tidak membosankan. Duh jadi ingin lagi makan nasi pager. Jadi selama di sana beli nasi pagernya selalu di tempat yang berbeda, dan semuanya enak he he he. Oom Prast dan tante Ana cerita kalau liburan sampai antri-antri beli nasi pager ini, malah kebanyakan mobil-mobil plat luar yang beli.

nasi pager khas godong

Lalu tante Ana buat tahu petis, wah tidak pernah makan tahu petis sebelumnya. Sampai-sampai saya bawa petis dari sana ke Batam. Nanti mau buat tahu petis sendiri, sudah diberi tahu resep membuatnya oleh tante Ana.

Diajak ke pasar Godong oleh tante Ana, wuih ke pasar, saya semangat sekali, lihat-lihat apa saja yang di jual di pasar. Dan mata saya tertuju kepada sayuran yang sama sekali tidak pernah saya lihat sebelumnya. Namanya jangan boros, atau sayur boros dan dimasak sayur lodeh oleh tante Ana. Wuih rasanya cukup aneh tapi ya enak-enak saja menurut saya. Saya belum sempat foto eh ternyata sudah dipotong-potong oleh tante Ana hi hi hi...

Oh iya di pasar saya juga akhirnya membeli jajanan pasar yang semuanya dibungkus daun pisang. Wuih jarang-jarang bahkan belum pernah ketemu jajanan yang dibungkus daun pisang, ada juga kalau di Batam jajanan ya pakai plastik. Lalu sekalian beli lentho atau kalau di tempatnya tante Ana disebut mentho. Gorengan yang ada kacang tolonya lalu ada juga getas yang ternyata di dalamnya ada irisan kelapa muda setengah tua, wah baru ini deh saya makan beginian.

lentho dan getas

Oh iya ketika di sana tante Ana masak garang asem, enak sekali garang asemnya, hi hi hi... makan jadi nikmat. Pokoke di sana itu makan teratur, pagi siang malam... Lalu minumnya teh manis hangat.. Sophie sampai doyan teh, tidak segan-segan minta teh sama tante Ana, ih Sophie ih... sampai-sampai bawa teh ke Batam, teh kesukaan Sophie, teh Jawa. Terima kasih om Prast, tante Ana dan kakak Abid, kami di sana sudah diterima dengan baik sekali.

Nah ceritanya saya ini bukan hanya liburan loh ke tempat om Prast ini, tetapi lebih tepatnya menjalani terapi tulang belakang yang bergeser. Yang mengakibatnya saraf terjepit yang sudah saya alami sejak awal tahun 2014. Hmm cukup lama bertahan degan sakit yang saya alami yang membuat aktifitas sehari-hari menjadi terganggu.

Sudah periksa ke dokter dan solusi dokter hanya operasi. Tapi saya tidak mau operasi begitu saja karena memang riskan ya kalau sampai operasi. Kemungkinan sembuh tanpa efek samping ini yang masih saya ragukan. Dan akhirnya dulu coba ke Surabaya, hmm ternyata tidak memberi pengaruh. Lalu coba ke Bandung, ternyata juga tidak memberi hasil. Dan memang sih kalau terapi begini sekalian jalan-jalan jadi kalaupun tidak sembuh ya sudahlah.

Jadi saya tetap bertahan dengan keadaan saya, di mana setiap bangun tidur selalu merasa kesakitan. Selalu ada drama bangun perlahan sambil memegang pinggang, berdiri perlahan lalu berjalan perlahan dengan menahan sakit di pinggang. Secara memang berdasarkan hasil rontgen, tulang bergeser di bagian lumbar L1-L5, lalu di tulang ekor. Jadi ketika mengerjakan aktifitas harian seperti menyapu rumah yang luasnya tidak seberapa saya sudah merasa kesakitan. Demikian juga dengan aktifitas lainnya seperti memasak.

Nah apalagi kalau sudah memasak diikuti dengan proses foto-foto, duh itu aduh biyung sakitnya bukan kepalang.. selanjutnya saya harus tiduran dan bagian punggung diganjal bantal untuk mengurangi sakit. Lalu cerita ketika tidur pun bermasalah, kalau sudah mau ganti posisi tidur dari terlentang ke miring atau sebaliknya, harus saya lakukan sangat perlahan dan membutuhkan waktu yang lama, karena sakitnya bukan kepalang.

Hmmm cerita juga berlanjut tidak hanya sakit di bagian pinggang dan sekitar tulang ekor, sakit menjalar ke dengkul, kaki dan tulang belikat. Ahai rasanya rapuh sekali. Jadi kalau sudah cerita jalan-jalan ke suatu tempat atau bahkan hanya ke pasar sekalipun saya akan selalu merasa kesakitan.

Sampai akhirnya cari tahu, dan baca-baca tentang penyembuhan sakit yang saya derita ini. Sampai suatu ketika bapaknya Sophie tahu tentang yang namanya terapi yumeiho. Tapi hanya sekedar tahu begitu saja dan dikatakannya kalau terapi begini bisa menyembuhkan sakit saya. Tapi saya tidak begitu antusias.

Dan ketika tidak sengaja saya baca status bbm teman kuliah saya dulu, ya itu... oom Prast ini, wah saya tanya-tanya lebih jauh dan ternyata oom Prast ini adalah terapistnya dan ternyata sudah banyak pasien yang datang ke rumah oom Prast dengan berbagai keluhan. Ketika saya katakan kepada adik saya, loh kenapa tidak dari dulu? begitu tanyanya, lalu saya katakan... ya saya kan baru tahu.. itu juga karena baca status bbm, kalau tidak manalah tahu.

Jadi pasien yang mengalami saraf terjepit, kaki panjang sebelah, tidak bisa duduk bersila, susah berdiri dari jongkok ataupun kelainan lainnya yang ada hubungannya dengan tulang, monggo silakan hubungi oom Prast. Dengan terapi yumeiho dan penggabungan dengan terapi chiropractic dan juga gerakan pengembangan yang sudah dipelajari oom Prast selama mengobati pasiennya, akhirnya kasus seperti yang saya alami selama 3 tahun ini terselesaikan.

Jalan saya yang sedikit membungkuk karena menahan sakit, jadi kesannya seperti orang tua... lalu bahu tidak rata, kemudian tulang di lutut yang bergeser serta keluhan sakit di tulang belikat, semua terselesaikan dengan terapi yang diterapkan oleh oom Prast. Rasanya cukup aneh... he he he... saya sekarang bisa jalan jauh tanpa sakit, bisa naik turun tangga tanpa rasa sakit dan pastinya bisa aktifitas dengan tanpa rasa sakit dan menjadikan hidup lebih produktif. Lalu yang akhirnya bisa saya lakukan adalah bangun langsung loncat dari tempat tidur... bye bye drama memegang pinggang dan meringis menahan sakit.

Jadi ceritanya oom Prast ini sudah selama 9 tahun lebih berkecimpung menolong orang lain dengan keluhan yang kalau saya bisa katakan cukup parah sampai parah sekali. Hmm di sana juga saya diceritakan oleh ibunya oom Prast, dipanggil dengan sebutan eyang uti. Nah eyang uti ini katakan kalau dulu beliau jalan susah sekali, harus mencari pegangan lalu jari tangan tidak bisa menggenggam, tapi setelah terapi jalannya sudah bebas tanpa hambatan, jari tangan pun sudah bisa dengan mudah  menggenggam. Lalu kasus-kasus lainnya...

Nah untuk terapinya sendiri kalau bisa saya katakan cukup sakit tapi saya masih bisa tahan, beda kalau terapi accupressure, yang ini saya malah tidak tahan. Nah leganya kalau sudah tulang berbunyi setelah beberapa gerakan dan diikuti rasa bebas... ahai.. ternyata bisa juga neh tulang saya kembali normal posisinya. Tinggal nanti saya akan lakukan rontgen lagi... tapi secara garis besar saya tidak merasa sakit lagi.

Neh walaupun ketika pulang, lebih tepatnya mampir dulu ke Surabaya, ada drama terlambat dan hampir ditinggal pesawat, pakai acara lari-lari di bandara sampai akhirnya tiba tepat waktu, duduk di pesawat, tidak sempat pamit dengan tante Ana dan kakak Abid hiks.. pamitnya lewat telepon saja. Tapi saya tidak merasa kesakitan, apalagi ketika sampai di Surabaya di mana jarak antara ketika turun dari pesawat dan pengambilan bagasi yang jauhnya ampun deh, tapi saya tetap merasa aman, tidak seperti dulu. Yeayyyyyy akhirnya..

Jadi ceritanya postingan kali ini hanya sekedar cerita liburan saya dan Sophie ya... lalu tentu saja testimoni tentang terapi tulang bergeser yang menyebabkan saraf terjepit yang sudah saya jalani dan sukses tentu saja. Dan ini murni hanya testimoni ya.. bukan postingan berbayar, saya hanya menyampaikan testimoni ini sebagai tanda terima kasih untuk oom Prast.

Nah semoga kalau ada pembaca yang mengalami hal yang sama, siapa tahu sudah putus asa, bisa kok menghubungi oom Prast. Semoga bisa membantu... oom Prast akan dengan sangat senang hati kalau bisa membantu. Suatu kepuasan tersendiri kalau bisa membantu orang lain, begitu yang dikatakan oom Prast.

Oh iya selain terapi tulang, saya juga menjalani terapi bekam loh, tante Ana ternyata bisa juga loh membekam orang. Oom Prast membekam pasien laki-laki dan tante Ana membekam pasien perempuan. Lega ternyata setelah dibekam, tekanan darah saya menjadi normal, lalu bekam kedua di daerah paha dan kaki, yang tadinya sakit sekali, banyak tonjolan yang kalau disentuh sakitnya bukan kepalang, ternyata setelah dibekam rasa sakitnya hilang.

Jadi yang bingung-bingung tentang masalah sakit yang dihadapi, pernah jatuh dan mengakibatkan sakit, pincang dan keluhan lainnya, monggo silakan bisa hubungi oom Prast ya... semoga bisa membantu.

saraf terjepit


hnp saraf terjepit
sumber gambar : oom Prast

Ini dia contact oom Prast :

Prasetyo
HP/WA  : 0813-2555-1157
BBM     : 7932B14C
Alamat : Kebonagung, Demak - Jawa Tengah


Nah semoga cerita liburan saya kali ini bisa menghibur ya... sekaligus memberi info buat pembaca yang membutuhkan... jangan segan-segan hubungi contact di atas...




Monday, June 6, 2016

4 Bumbu Dasar : Praktis Memasak Selama Ramadhan



resep 4 bumbu dasar praktis

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya ya.... nah postingan hari pertama puasa adalah 4 resep bumbu dasar yang sangat membantu selama Ramadhan. Resep bumbu dasar ini bisa jadi pilihan memasak yang praktis dan cepat tanpa harus mempersiapkan bumbu-bumbu masakan, baik untuk masakan berbuka ataupun sahur. 

Jadi bye bye dulu kupas-kupas bawang, jahe ataupun kunyit, sangrai-sangrai kemiri atau ketumbar, yuk langsung pakai bumbu dasar ini, tidak hanya satu jenis yang bisa dipakai, bisa dicampur juga, tergantung masak apa ya...

Bumbu dasar kali ini saya buat berdasarkan resep-resep yang pernah saya posting di blog ini, dan karena saya cukup sering memasak yang namanya pindang, asam pedas ataupun masakan dari daerah timur Indonesia, jadi bumbu dasar ini saya buat berdasarkan yang saya butuhkan ya.

Tapi walaupun begitu, resep bumbu dasar ini tidak menutup kemungkinan donk buat yang mau memasak masakan ala Jawa, jadi tinggal sesuaikan saja...neh sudah saya kira-kira mau masak apa menggunakan bumbu dasar yang saya buat ini.

Seperti biasa, tanpa gula ya bumbu dasar yang saya buat, jadi kalau ada yang mau mencoba resep bumbu dasar saya, ketika menerapkannya menjadi masakan, nah tinggal ditambah saja gulanya di masakan ya, seperti biasa sesuai dengan selera saja, boleh gula merah ataupun gula pasir. Untuk garamnya silakan juga disesuaikan walaupun di resep bumbu dasar ini saya menambahkan garam.

Untuk menumis bumbu dasar kali ini, karena saya tidak begitu suka dengan tumisan yang begitu berminyak, maka saya gunakan minyak secukupnya saja, yang suka banyak menggunakan minyak, silakan perbanyak jumlah minyaknya sesuai selera.

Nah tadi saya sudah buat catatan di buku resep saya, halah sudah lama sekali saya tidak buka buku resep catatan itu, hmmmm sudah saya catat kira-kira bumbu dasar ini bisa dipakai untuk apa saja. Oh iya, 4 bumbu dasar yang saya buat adalah : bumbu dasar putih, kuning, merah dan bawang.

Bumbu dasar putih bisa digunakan untuk memasak terik, opor putih, lodeh putih, sayur bobor, dll (masih saya kira-kira...he he he)
Bumbu dasar kuning bisa digunakan untuk memasak pindang, ayam/ikan kemangi, dll (sama, masih saya pikirkan...)
Bumbu dasar merah bisa digunakan untuk memasak sambal-sambalan atau balado
Bumbu dasar bawang bisa digunakan untuk memasak tumisan atau oseng-osengan, nasi goreng, mie (kuning, bihun, kwetiau, soun), ikan kuah lada

Campuran bumbu misalnya : 
  • bumbu dasar merah + kuning : sambal goreng, asam pedas, pepes
  • bumbu dasar merah + kuning + putih : lodeh kuning, gulai
  • bumbu dasar putih + kuning : opor kuning, soto

Nah kurang lebih begitu ya.... nanti saya coba posting beberapa resep menggunakan bumbu dasar ini ya... jadi dengan mudah tahu penggunaannya.

Tentu bukan hanya selama Ramadhan saja ya, bumbu dasar ini praktis juga dalam keseharian memasak, khususnya buat ibu bekerja yang punya sedikit waktu di dapur.

Okey deh, sekarang lanjut ke resep atau cara membuat bumbu dasar praktis yang bisa dimanfaatkan selama Ramadhan ini ya....mari...

Bumbu Dasar Putih

Bahan :
  • 200 gr bawang merah (sekitar 10-15 butir bawang merah ukuran cukup besar)
  • 50 gr bawang putih (sekitar 10-12 siung bawang putih ukuran sedang)
  • 30 gr kemiri (sekitar 10 butir), sangrai
  • 2 sendok makan ketumbar, sangrai
  • 1 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Dasar Merah

Bahan :
  • 200 gr bawang merah (sekitar 10-15 butir bawang merah ukuran cukup besar)
  • 50 gr bawang putih (sekitar 10-12 siung bawang putih ukuran sedang)
  • 150 gr cabai merah keriting (bisa dicampur cabai rawit merah jika suka pedas)
  • 1 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Dasar Kuning

Bahan :
  • 200 gr bawang merah (sekitar 10-15 butir bawang merah ukuran cukup besar)
  • 50 gr bawang putih (sekitar 10-12 siung bawang putih ukuran sedang)
  • 30 gr kemiri (sekitar 10 butir), sangrai
  • 30 gr kunyit (sekitar 5cm), bakar
  • 40 gr jahe (sekitar 4cm)
  • 1 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Dasar Bawang

Bahan :
  • 200 gr bawang merah (sekitar 10-15 butir bawang merah ukuran cukup besar)
  • 50 gr bawang putih (sekitar 10-12 siung bawang putih ukuran sedang)
  • 1 sendok teh merica butiran
  • 1 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Haluskan bumbu-bumbu tersebut di atas, panaskan minyak, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan, masak hingga kering dan matang serta tidak langu, beri garam, aduk rata kembali, angkat dan dinginkan, simpan di wadah kedap udara, masukkan ke dalam kulkas

Catatan :
Jika menggunakan wajan/pan yang sama, begitu selesai menumis satu bumbu dasar, cuci bersih pan dan sutilnya, baru menumis bumbu dasar berikutnya.


Nah semoga resep 4 bumbu dasar yang praktis ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga suka....



Selamat mencoba...



Thursday, February 4, 2016

Serba 8000



serba 8000 one stop superstore

Postingan selingan dulu ya....melenceng dari topik makanan dan resep masakan. Nah saya beri judulnya serba 8000. Nah gambar di atas adalah item yang kami beli di toko serba 8000 ini, cukup banyak kalau saya bilang, ada 17 item dan ternyata memang semua barang serba 8000.

Sudah sebulan ini lihat toko ini sudah buka, hmmmm tadinya saya pikir nih toko perluasan dari Giant Express yang tepat berada di sebelahnya. Dan ternyata baru ngeh kalau ini beda, dari jalan raya kelihatan nama tokonya dengan tulisan besar serba 8000.

Komentar saya, ah paling hanya beberapa item yang berharga 8000, selebihnya ada yang 10 ribu, dua puluh ribu, dll. Sama seperti dulu ada di mall, serba 5000, eh ternyata yang harga 5000 hanya sedikit saja, sisanya barang-barang lainnya dijual dengan harga di atas 5000. Merasa tertipu donk...he he he tapi ya tetap beli juga, sudah kepalang masuk tokonya.

Dari jalan raya, selalu lihat toko ini ramai sekali, sejak pertama kali dibuka awal Januari, tidak pernah sepi. Jadi bapaknya Sophie bilang, belum keluar semua orang-orang di sini, makanya selalu ramai. Penasaran donk jadinya, kok selalu ramai...akhirnya...

Jadi ceritanya tadi malam, pulang dari hypermart yang letaknya di Sagulung-Batam, mampir dulu ke toko ini, tapi tetap saja ramai, sudah masuk areanya, tapi bingung mau parkir di mana, penuh, jadinya keluar lagi dari pintu masuk, putar haluan dan memutuskan untuk parkir di Giant saja, area parkirnya cukup luas dan kelihatan tidak penuh.

Dan ternyata ada jalan penghubung dari Giant ke toko tersebut, dan baru tahu juga kalau orang-orang juga parkir di Giant lalu kemudian jalan ke toko itu. Wuih semakin penasaran lihat orang-orang membawa tentengan yang cukup besar....

Ok, masuklah kami ke toko tersebut, dengan tujuan hanya lihat-lihat dulu, dari pintu masuk sudah terlihat barang-barangnya, aih langsung menuju ke peralatan dapur, banyak ternyata barang-barangnya, dan setelah saya lihat harganya, benar---semua serba 8000, bukan pembohongan publik. Jadi mulai deh lapar mata....blink blink tuink tuink...

Ada tembikar, ada gelas, piring, sendok, pisau, alas panci, masih banyak....dan setelah saya lihat-lihat ternyata selain harga Rupiah ada juga harga Ringgit Malaysia. Dan dugaan saya adalah, barang-barang tersebut dibawa dari Malaysia, walaupun memang barang-barang tersebut buatan Cina.

Pokoknya banyak barangnya, banyak pembelinya juga, penuh sesak. Jadi kalau berjalan di lorong-lorong barang ya harus perlahan, begitu banyak orang yang belanja ataupun hanya melihat-lihat. Uppss tidak terasa sudah sekitar 8 item yang saya pegang, sedikit repot memang, sambil pegang Sophie, sambil pegang barang yang akan dibeli.

Akhirnya, memutuskan harus ambil keranjang, yang artinya mau menambah barang lagi yang akan dibeli, ha ha ha...benar saja lihat jepit rambut lucu, langsung ambil dan masukkan ke keranjang. Eits, ternyata bukan saya saja, bapaknya Sophie juga tidak tahan untuk tidak membeli, jadi masuklah juga pulpen, cotton bud, pembuka kaleng dan sticker dinosaurus buat Sophie.

Kemudian beli keramik panda kecil 2 buah untuk Sophie, lalu Sophie minta cookie cutter, maunya minta 2, satu lagi yang bentuk bebek, tetapi saya katakan satu saja. Entahlah Sophie selalu suka yang namanya cookie cutter, dan dia sudah tahu kalau barang itu cookie cutter. Dan permintaan berikutnya adalah minta dibuatkan cookies, halah....

Di toko ini banyak sekali barang-barangnya, tetapi sudah beberapa rak yang kosong, mungkin dari hari pertama buka sudah banyak yang borong, secara banyak orang yang datang. Jadi di sana itu, ada peralatan dapur, peralatan mandi, peralatan tulis, mainan anak, pernak-pernik hiasan, ya selayaknya toko barang-barang keperluan rumah tangga.

Nah ada juga 3 buah lorong yang ditutup dengan diberi lakban merah di depan lorong, walaupun barangnya sudah ada, nah perkiraan saya adalah barang-barang tersebut belum dimasukkan ke dalam sistem, jadi belum bisa dibeli.

Oh iya dari beberapa barang yang saya beli, yang tercantum harga Ringgit Malaysia juga, ketika saya konversi ke Rupiah, harganya lebih dari 8000 rupiah. Dan saya yakin ada juga barang yang harganya kurang dari 8000 rupiah.
one stop superstore batam

Ternyata usaha seperti ini memang cukup menjadi kesukaan pembeli ya, hmmmm boleh juga ide usahanya, semua harga dibuat sama, dan tidak terasa pembeli akan membeli beberapa barang, nah loh tidak berasa juga, ternyata kami sudah memasukkan 17 item ke keranjang. Kalau lama-lama di sana bisa lebih banyak lagi, he he he....jadi harus direm juga kali ya...

Apakah kami akan ke sana lagi? he he he..mungkin.... 
Nah bagi yang lokasi di Batam, ini dia tokonya : One Stop Superstore, di daerah Batu Aji, sebelah Giant Express dekat taman makam pahlawan.

bon belanja serba 8000 one stop


Okey deh...terima kasih ya buat yang sudah baca sampai akhir, jadi entalah kalau posting kali ini bermanfaat secara hanya postingan selingan yang tidak penting, he he he....


Tuesday, November 10, 2015

Woro Woro : Monic's Simply Kitchen Print Friendly


print friendly monic simply kitchen
Sebenarnya terpikir kalau buat blog di mana klik kanan mouse tidak berfungsi ini memang cukup merepotkan. Buat pembaca pastinya, buat saja juga tentunya. Saya memutuskan untuk menonaktifkan fungsi klik kanan awal tahun 2015 ini, yang artinya sudah selama setahun sejak mulai ngeblog, blog saya bisa klik kanan, yang artinya bisa dicopy paste dengan mudah.

Akibatnya apa? beberapa resep dan gambar saya muncul di beberapa blog tanpa permisi, beberapa admin blog dengan seenak udele dewe comot hasil tulisan dan foto dari blog saya. Ada malah yang satu postingan dicopy paste begitu saja tanpa disaring.

Nah perbuatan oknum beberapa blog yang tidak mau kerja keras tersebut membuat saya marah, kesal dan mengomel sendiri. Akhirnya dengan proses pertimbangan yang cukup lama akhirnya saya memutuskan klik kanan disabled. Wah tentu menyebalkan bukan...saya sendiri terus terang kesal karena harus melakukan hal ini.

Bukannya saya pelit ya, tapi namanya di share di dunia maya walaupun bebas digunakan, tetapi tentu ada etikanya bukan? saat seseorang menyatakan begitu saja pelit, kalau tidak mau berbagi ya jangan dishare di dunia maya? begitu saja repot...

Banyak yang berpikir begitu kan, jadi dengan mudahnya copas, mengakui kalau tulisan itu hasil berpikir atau resep tersebut hasil ujicoba dia sendiri. Nah ada blog yang buat saya kesal sekali, profilnya perempuan cantik, bilang kalau dia hobi masak. Tetapi isinya hasil copas, bahkan ada yang hasil copas dari blog saya.

Kesal???? tentu, jadi yang saya lakukan adalah langsung lapor ke DMCA google. Nah untungnya memang google itu mantap, keluhan kita ditanggapi. Dan walaupun dengan sedikit waktu dan proses pelaporan yang harus beberapa kali di follow up melalui email akhirnya memang ada tindakan dari google. Jadi ada beberapa blog yang sudah saya laporkan, senang rasanya tim google bekerja dengan baik menanggapi pelanggaran hak cipta ini.

Nah sekarang saya mau coba buat blog saya lebih user friendly walaupun tetap tidak bisa klik kanan, postingan saya bisa diprint dengan printer atau print pdf. Sebenarnya malah lebih mudah begini, pembaca yang tertarik dengan resep saya bisa dengan mudah klik print friendly yang ada di bagian atas, di bawah judul.

Pembaca bisa pilih mau print hard copy ataupun soft copy pdf. Nah jika tidak tertarik dengan prolog saya yang suka kemana-mana dan mungkin ada pembaca yang berpikir kalau prolog saya membosankan he he he...maka pembaca bisa menghapus paragraph per paragraph prolog saya. Hanya tinggal clik to delete.

Buat copasser sejati, yang sampai hari ini tetap dan akan selalu melakukan tindakan copas, maka dengan berbagai cara bisa dilakukan bukan? Jadi saya akan lebih giat saja melaporkan pencurian postingan saya ke DMCA google. Saya sudah pernah melakukannya, tidak sulit untuk melakukannya lagi. Dengan mudah saya bisa tahu artikel saya yang dicopas, jadi kalau tidak mau dilaporkan lebih baik jangan copas ya.

Alangkah baiknya copasser baca lagi manfaat eksternal link itu apa, jadi jangan ragu untuk beri back link ke sumber artikel atau sumber resep dan gambar. Sebutkan dari mana resep tersebut diambil, selain baik buat blog sendiri, hitung-hitung menghargai hasil karya orang lain. Jangan hanya karena mengejar trafik tinggi tetapi menjadi manusia tidak ber-etika. Trafik boleh tinggi, penghasilan adsense boleh melambung, tetapi apa gunanya jika tidak bertahan lama, betul bukan?????

Okey deh buat pembaca yang mau menggunakan fitur print friendly dari Monic's Simply Kitchen, ini dia langkah-langkahnya ya...silakan...
  • Buka halaman posting, tombol print friendly terletak di bawah judul postingan, di atas gambar, silakan lihat panah biru di gambar
    tombol print friendly
  • Akan muncul tampilan seperti di bawah ini, silakan scroll down untuk melihat tampilannya
    tampilan print friendly
  • Yang tidak mau memunculkan tulisan prolog saya yang ngalor ngidul kemana-mana, silakan arahkan kursor mouse ke paragraph yang mau dihapus, akan muncul tulisan click to delete, silakan delete yang mau dihapus. Jika mau bisa juga menghapus spasi paragraph jika mau print untuk menghemat kertas
    menghapus paragraph print friendly
    delete spasi paragraph
  • Silakan klik pilihan pdf jika mau mencetak postingan dalam bentuk soft copy file pdf. Klik download pdf, kemudian ada pilihan open dan save, pilih yang diinginkan
    menggunakan print pdf
    pilihan print pdf
  • Silakan klik print jika ingin mencetak postingan dalam bentuk hard copy. Perintah print akan dihubungkan langsung ke printer, seperti halnya kita mencetak dokumen lainnya pada printer kita
    print dengan printer
  • Silakan klik email, jika mau mengirimkan file postingan melalui email
    email print friendly
Nah mudah bukan langkah-langkah memanfaatkan fitur PRINT FRIENDLY ini? Semoga pembaca yang sekiranya mau mencetak resep dari blog ini tidak terkendala lagi ya...
Maaf ya kalau selama ini membuat pembaca merasa direpotkan karena fungsi klik kanan non aktif. 

Silakan mengeksplorasi blog saya ini, semoga suka ya dengan fitur baru blog saya...

PS : untuk bunda-bunda cantik atau mba-mba ayu yang suka eksis di dunia maya yang suka share-share konten baik itu di fb, twitter, IG, jangan lupa ya kalau share konten dari Monic's Simply Kitchen, tolong cantumkan sumber ya, tidak mau kan cantik-cantik dan ayu-ayu tetapi dicap pencuri...mau ditaruh di mana mukanya, hayoooo....

Aneh kan kalau sampai saya tahu konten dari blog ini di share tanpa sebut sumber, jadilah orang yang beretika ya, kalau tidak dimulai dari diri sendiri, siapa lagi yang mau melakukannya. 


Special thanks to Wendy - Table for 2 or more, sempat chatting tentang tombol print friendly ini via fb. She is really a nice person, do not hesitate to contact her.