Diet Rendah Garam #7 Pindang Ayam

diet rendah garam pindang ayam
Diet Rendah Garam #7 Pindang Ayam

Kembali lagi dengan diet rendah garam, kali ini diet rendah garam #7 pindang ayam. Bisa dikatakan pindang ini adalah khas Sumatera Selatan. Hanya biasa di sana pindang ini menggunkan ikan patin atau ikan gabus. Hmmm sedari kecil saya sudah sering makan pindang ini. Sampai sekarang pun ibu saya masih sering masak pindang. 

Dulu ingat sekali ketika kecil, saya dan sahabat kecil saya pernah memancing di kali yang ada di daerah dekat rumah. Nah kami menggunakan bambu sebagai jorannya, kailnya menggunakan kail khusus pancing yang kami bisa beli di warung. Lalu untuk tali pancingnya kami gunakan senar untuk bermain layangan. Ketika itu kami berhasil mendapatkan seekor ikan gabus. Langsung kami bawa ke rumahnya lalu diberikan kepada ibunya. Hmmm langsung saja ibunya mengolah ikan ini menjadi pindang. Ketika masak langsung deh kami menyantap hasil tangkapan kami. Wooww lemak nian... (artinya : enak sekali)

Sahabat saya ini bisa dibilang orang Sumatera Selatan asli, orang tuanya asli Lahat (Lubuk Linggau). Nah ibunya sering sekali masak masakan khas Sumatera Selatan. Sebut saja sambal tempoyak..wah terus terang saya baru makan sambal tempoyak di rumah sahabat saya ini, karena di rumah ibu saya tidak pernah memasak sambal tempoyak. Lalu sambal nasi ya..seingat saya..itu seperti nasi yang difermentasikan...entahlah sudah lupa juga. 

He he he malah cerita masa lalu ya....tidak apa-apa ya...hmmm walaupun dulu sering membuat pindang sendiri, tetapi terus terang saya lupa bumbunya..yang jelas bumbunya dihaluskan...
Kali ini saya mau membuat pindang ayam versi  L'kitchen saja..secara sudah lama sejak saya mencoba membuat masakan lempah kuning nanas khas Bangka, saya sudah bookmark resep pindang ayam ini. 

Karena kali ini saya masak menu diet rendah garam, maka tentu saja saya tidak menggunakan terasi, saya gunakan garam sesedikit mungkin. Daging ayam yang saya gunakan adalah daging ayam bagian dada dan paha tetapi tanpa kulit. Resep ini tanpa menggunakan minyak sehingga bisa dikatakan menu rendah lemak dan rendah kalori juga. Nah jika mau gunakan bagian dada ya...secara bagian dada merupakan bagian yang paling rendah lemak.  

Pindang ayam ini biasanya disantap dengan lalapan dan sambal terasi, hanya saja tadi saya buat pedas saja jadi tidak perlu sambal terasi lagi deh. Nah yang suka bisa buat sendiri sambal terasinya ya.

Ok deh berikut resepnya saja ya...

Diet Rendah Garam #7 Pindang Ayam

Bahan :
  • ± Setengah ekor ayam kampung(saya gunakan ayam negeri berat kurang lebih 750gr)
  • 1 buah jeruk nipis (saya tambahkan)
  • 3 siung bawang merah (saya gunakan 5 butir)
  • 4 siung bawang putih (saya gunakan 5 siung)
  • 3 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 4 cm lengkuas
  • 2 buah serai
  • 4 lembar daun salam
  • 5 gr terasi/ 1 sachet  (saya tidak pakai)
  • 1 buah asam kandis (biasanya pakai air asam jawa)
  • Daun bawang secukupnya ( saya gunakan 1 batang)
  • Cabe rawit secukupnya (saya gunakan cabai rawit merah 10 buah, cabai rawit hijau 15 butir)
  • Garam (saya gunakan sedikit saja)
  • Gula atau kecap manis (saya tidak pakai)
  • 1000ml air (saya gunakan 1200 ml)

Cara membuat :
  1. Bersihkan potongan daging ayam dari kulit dan lemak-lemak yang menempel, cuci bersih dan lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 15 menit
  2. Bilas ayam dan sisihkan
  3. Iris bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, cabai rawit merah (cabai rawit hijau biarkan utuh), daun bawang
  4. Memarkan lengkuas dan serai
  5. Didihkan air, masukkan semua bumbu dan didihkan kembali
  6. Masukkan potongan ayam, masak hingga ayam matang
  7. Cicipi rasanya, tambahkan apa yang dirasa kurang

Nah semoga resep  Diet Rendah Garam #7 Pindang Ayam ini bermanfaat ya..silakan mencoba..semoga suka..




NewerStories OlderStories Home

4 comments:

  1. salam perkenalan sis. enak2 banget resepi2 di sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam perkenalan juga sis...
      terima kasih ya sudah berkunjung ke blog saya...sering-sering mampir ke sini ya..he he he...

      Delete
  2. Aih mba monica , jadi inget bulan kemarin ke Lubuk Linggau, dan itu pertamakalinya aku menginjakan kaki ditanah Sumatera hahaha ... tapi dasar lidahnya jawa banget kali ya, aku kok ga doyan yang namanya tempoyak hihihi .. next time aku mau coba resep yang ini mba, itung-itung diet setengah mayo :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi hi hi saya malah belum pernah mba ke lubuk linggau....saya doyan mba kalau dimasakin tempoyaknya, belum pernah masak sendiri, dari kecil sampai sekarang di rumah belum pernah masak tempoyak, padahal kalau beli di pasar banyak banget tempoyaknya...wuidih..kalau sudah dicampur sambal..enak mba...he he he...tapi beda orang beda selera.., iya ini cocok buat menu diet mba...silakan dicoba semoga cocok dengan lidah jawanya...

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.