Resep Combro



resep combro

Selamat pagi semua...ih tumben sekali saya rajin pagi-pagi sudah ngeblog. Nah pagi ini saya mau posting resep combro dulu ya. Hari gini siapa yang belum tahu combro? sepertinya walaupun belum pernah makan tapi paling tidak tahu kan apa itu combro? combro sendiri artinya oncom di jero atau oncom di dalam. Makanan dari tanah Sunda ini memang cukup terkenal ya, menjadi salah satu jenis gorengan yang biasa dijual di penjual gorengan.

Dulu sebelum saya ke Bandung, saya sama sekali tidak tahu kalau ada varian gorengan si combro ini, ketika makan saya langsung suka. Jadi setiap beli gorengan, combro menjadi salah satu jenis yang tidak lupa saya beli.

Nah di Batam sendiri jarang sekali menemukan combro, ah bisa dihitung jari berapa kali saya makan combro di sini. Jadi pernah satu kesempatan saya ke Bandung, nah makanan target saya salah satunya adalah combro ini. Puas pokoknya makan combro ini.

Hmmmm walaupun terkadang ingin makan combro tapi belum ada keinginan membuat combro sendiri, baru kemarin deh kesampaian membuat combro sendiri. Sebenarnya bahan-bahannya mudah sih, tapi memang yang menjadi bintang utamanya ya si oncom ini sendiri. Walaupun tidak banyak yang menjual oncom di sini tapi kalau mau beli ya ada saja yang jual. Hanya satu dua penjual di pasar yang menjual oncom, lalu hanya satu dua juga swalayan yang menjual oncom ini.

Nah ketika saya iseng membeli oncom di swalayan, kepikiran mau dibuat combro saya, singkongnya juga akhirnya saya beli. Yang membuat saya agak kerepotan adalah ketika menghaluskan singkong, saya tidak punya parutan halus. Nah biasanya saya menghaluskan singkong dengan blender, berhubung blender sudah tua, tidak mampu lagi menghaluskan potongan singkong, jadi harus dengan chopper dulu, baru kemudian diblender dan tentunya dengan air, yang akhirnya membuat saya harus cukup lama memeras si singkong halus ini.

Bagi yang punya parutan singkong tentu lebih gampang ya, nah parutan singkong itu paling pas menurut saya ya parutan kelapa yang dari besi itu loh yang matanya kecil tapi tajam. Di Palembang sudah sangat umum dijual parutan begini. Dari dulu ibu saya pakainya parutan ini, baik untuk memarut kelapa ataupun singkong. Di jaman yang sudah tidak praktis lagi memarut kelapa sendiri, sudah banyak yang menjual kelapa parut di pasar dan juga malah santan segar bahkan sudah banyak santan instan kemasan, tapi terkadang ibu saya itu masih suka saja memarut kelapa sendiri, sayang katanya kelapanya. Karena memang ibu saya sering diberi kelapa oleh tetangga belakang rumah.

Kembali ke combro yang saya buat kali ini, saya hanya membuatnya dari 600gr singkong yang sudah dikupas. Hasil akhirnya 13 buah combro ukuran cukup besar, hmmm cukup puas, dan ternyata tidak butuh waktu lama buat saya untuk menghabiskan 4 buah combro, waduh..

Sampai malam hari masih tersisa combronya dan saya juga yang menghabiskan, dan ternyata walaupun sudah beberapa lama, combronya tetap lembut, tidak mengeras kulitnya, walaupun di sini saya tidak menggunakan campuran kentang di kulitnya.

Tumisan oncomnya sudah saya buat pedas, jadi sebenarnya tidak butuh cabai rawit lagi sih kalau mau menikmatinya. Nah kalau mengenai pedas tidaknya isian combro ini, kembali kepada selera ya.. Di sini saya menggunakan cabai merah dan cabai rawit merah di mana cabai rawit merahnya besar-besar, menakutkan melihatnya ha ha ha... Dan ternyata Sophie suka dengan combro hanya terhalang rasa pedasnya, dia katakan kalau dia tidak kuat dengan pedasnya, he he he... saya kira dia tidak akan suka jadi saya buat saja pedas. Lain kali kalau buat pedasnya agak dikurangi sedikit.

resep combro pedas

Okey deh, sekarang lanjut ke resep ya, silakan... oh iya mau melihat olahan oncom yang lain, silakan lihat nasi tutug oncom, ulukutek leunca. Yang ini tak kalah sedapnya....


Combro

Bahan :
  • 600 gr singkong yang sudah dikupas dan dibersihkan
  • 1 batang daun bawang, iris
  • 60 gr kelapa setengah tua parut
  • 1 sendok teh garam

Bahan isian oncom :
  • 1 papan oncom berat kurang lebih 150 gr
  • 3 genggam daun kemangi
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus isian oncom : (saya haluskan dengan blender dengan sedikit air)
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 5 butir cabai rawit merah
  • 5 cm kencur

Cara membuat :
Tumisan : 
Panggang sebentar oncom dengan menggunakan pan teflon, balik, angkat, lumatkan dengan sendok atau tangan. Tumis bumbu halus sampai harum, Masukkan oncom, aduk rata, tambahkan daun kemangi, garam dan saus tiram, aduk rata dan masak hingga daun kemangi layu (jika dirasa telalu kering bisa diberi air sedikit), cicipi rasanya. Angkat dan sisihkan.


Combro :
Parut singkong, peras, tapi jangan sampai terlalu kering memerasnya. Atau blender singkong dengan air, peras. Di mangkuk campur singkong parut, garam, daun bawang dan kelapa parut, aduk rata. Ambil sedikit adonan singkong, pipihkan, isi dengan tumisan oncom, tutup dengan adonan singkong, bentuk bulat lonjong atau pipih sesuai selera. Lakukan sampai habis. 
Panaskan minyak bersih yang cukup banyak, goreng combro dengan api kecil-sedang sampai kecoklatan. Angkat dan tiriskan, siap dinikmati kala hangat.


Catatan :
Jika sisa tumisan oncom bisa dinikmati dengan nasi hangat, lazizzzz....


resep combro mudah

Nah semoga resep combro ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya... 


Selamat mencoba....




NewerStories OlderStories Home

16 comments:

  1. Liat gambarnya mirip kroket ya, mba?
    Saya belum tahu Combro, mba. Oncom juga belum pernah liat. Tadi udah googling sih.

    Bicara soal parut yang mba Monic maksud, saya takut menggunakannya, mba. Jari-jari saya suka tergores kalo pake parut begitu. Belum tahu cara pakenya, hehehe...

    Duh, itu fotonya berasa mau disuapin Combro deh. Aaaaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kalau yang ini mirip kroket ya, mirip luti gendang juga malahan... tapi kalau yang biasa di penjual gorenan itu yang bundar pipih gitu mba

      iya mba parut itu memang tajam dan mengerikan, dulu waktu di Palembang entah sudah berapa kali jari saya ikut terparut he he he..

      aaaaaaaaa... buka mulut yang lebar ha ha ha...

      Delete
  2. Lagi lagi makanan kesukaan saya mba, hehe
    Cuma combronya agak aneh dimata saya mba, karna combro disini biasanya bentuknya bulet agak gepeng terus isinya pake tempe ,
    Tapi kayaknya combro di atas juga gak kalah enaknya ya mba, jadi pengin icip :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi hi hi iya mas Mayuf, ini bentuknya beda ya dengan yang biasa, sebenarnya saya buat 2 bentuk mas, yang bunder gepeng ga saya foto, malas mas...
      he eh kalau ga ada oncom biasanya diganti tempe, tapi saya malah belum pernah buat yang pake tempe, kapan2 buat yang versi tempe, kalau ga malas he he he..
      iya donk mas Mayuf... tak kalah enak kok, coba bisa cicipin langsung ya ha ha ha...

      Delete
  3. Saya lebih suka dengan parutan manual. Jika pakai blender atau mesin parut kelapa, kurang sedap. Bau bensin atau arang masih terasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya pun kalau singkong kayaknya lebih suka pakai parutan manual mas, cuma ga ada di sini he he he...
      pakai blender terpaksa itu mas

      Delete
  4. Widih samaan masak oncom kitah hihihi....di pasar gak ada tukang kelapa parut mb Monic ? Kan bisa minta tolong sama tukang kelapa. Bayar juga sih buat ganti listriknya.

    Keren deh di Batam ada oncom. Kalo ngidam oncom bisa keturutan

    Penjual combro langgananku pulang kampung udah setengah tahun. Mudik, ngerawat ibunya di kampung katanya. Padahal enak tuh combronya. Kalo bikin sendiri, suka malas, lha yang makan diriku doang,gak bakalan habis. Bisa-bisa mabuk combro deh si emak hihihi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. tosss ah... padahal ga janjian ya masak oncom ya..

      di sini mesin parut kelapanya beda mba, jadi mata parutnya itu bulat, cara marut kelapanya juga tuh kelapa dibelah 2 dengan batoknya baru deh yang marut pegang batoknya sambil bagian dalam kelapa diparut, jadi ga bisa marut singkong

      iya untung juga di batam ada oncom, enaknya ya gitu di Batam, suka ada aja makanan khas dari daerah lain he he he

      oh di rumah yang suka oncom cuma mba Rina, ya malas memang kalau gitu ya mba... mending beli, kalau di batam susah beli combro, untung2an kalau ketemu combro mah..

      Delete
  5. Replies
    1. ahai iya mba Kania, toss mba, combro makanan fovorit kita

      Delete
  6. Wah pernah ke bandung toh?Pantesan tau combro hahaha
    Dan ternyata bikin combro di batam luamayan penuh perjuangan ya? Ini c mama suka bikin, ya karena itu kebun singkong ada di belakang rumah, kelapa juga ada, tinggal bikin, pas ini buat temen ngopi atau camilan dikala hujan...dihidangkan panas2,wah cocok pokoknya. hihi

    Jadi,kapan ke bandung lagi? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu malah tinggal di Bandung saya mas...jadinya sudah menyesuaikan lidah saya dengan makanan bandung, kupat tahunya, karedok, lumpia basahnya beuh tidak terlupakan... he he he.. dan pastinya combro..ahai..

      wah enak kalau mamanya mas Nugraha suka bikin combro, puas deh pastinya makan combro, apalagi semua bahan ada di belakang rumah, mantap deh..teman ngopi atau ngeteh sedapnya

      belum tahu nih mas kapan ke bandung lagi, kapan ya???

      Delete
  7. hmmm... ini nih camilan paling demen, sambil ngopi cocok, apalagi hujan gini.combronya kenapa kelihatan begitu nikmat mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mas... saya demen banget sama combro, ngopi, ngeteh enak nih ditemani combro.. nah pas hujan makan combro..lezatnya he he he

      ah bisa aja neh mas...

      Delete
  8. Lihat fotonya jadi laper deh 😁, apalagi musim hujan begini.
    Pasti enak makan combro panas2 ditemani segelas kopi ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mas Himawan, iya mas enaknya makan combro panas ya kalau musim hujan, sayangnya di tempat saya sudah lama sekali tidak hujan, panas he he he

      terima kasih sudah mampir ya mas

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.