Homemade Kimchi



resep homemade kimchi

Yeayy posting lagi, masih tema Korea, melanjutkan postingan sebelumnya tentang gochujang, kali ini saya posting resep kimchi. Kali ini sedikit lebih banyak bahannya. Tapi masih versi simple di mana sawi putihnya atau nappa cabbage dipotong-potong dulu baru dicampur dengan bumbu dan bahan lain. Jadi tidak perlu melumuri sawi dengan bumbu perlembar.

Aishhh kimchi yang ini sudah lama habis, padahal saya buatnya 2 batch loh. Batch pertama, tanpa lobak, yang kedua dengan lobak, secara pas ada lobak di pasar. Penjualnya sendiri heran ketika saya membeli lobak yang dijual, buat apa sih lobak ini? dimasak apa? hmmm kalau saya katakan kimchi jadi panjang lagi deh, saya katakan saja buat asinan. Lalu penjualnya katakan dengar-dengar buat obat juga ya... lalu ada pembeli yang malah bertanya, apa sih sebenarnya itu, wortel putih ya? hmmm ternyata ada juga yang belum tahu dengan lobak.

Kalau saya bandingkan, kimchi batch kedua dengan lobak rasanya ada sedikit getir, tapi kok enak ya, malah rasa getir ini memperkaya rasa menurut saya. Oh iya, untuk cabai yang saya gunakan adalah cabai giling basah yang beli di penjual bumbu di pasar. Tapi cabai giling ini dari cabai merah kering jadi warna merahnya tajam dan kimchinya jadi bagus warnanya, merah menyala, jiahhh.

Pembuatan kimchi kali ini selain menggunakan lobak, saya menggunakan juga pasta ketan dan cencaluk atau udang fermentasi. Kalau versi Korea udang fermentasi ini disebut saeujeot. Hmmm baca-baca lagi blog negara tetangga, hmmm ternyata cencaluk bisa digunakan, tapi saya sendiri tidak begitu tahu apakah sama ya cencaluk ini dengan saeujeot. Kalau di Batam saya baru melihat ada dua tempat yang menjual cencaluk, satu di Diamond supermarket dan satu lagi di pasar Penuin. Kalau saya lihat ternyata ada juga kok cencaluk ini dijual online.

Penambahan cencaluk di sini menjadikan kimchi lebih enak loh, ada rasa gurih juga. Dan kalau dibandingkan dengan kimchi yang pernah saya buat sebelumnya, saya lebih suka yang saya buat kali ini, lebih kaya rasa. Tapi itu semua kembali ke selera ya.. 


cencaluk udang fermentasi

Dan ternyata rasa kimchi yang saya buat kali ini sudah sangat mirip dengan kimchi yang saya beli di hypermart, hanya yang saya buat sedikit lebih pedas. Aihh senangnya, saya punya resep andalan deh jadinya. Kalau mau kimchi tinggal buat lagi, walaupun memang persiapan membuat kimchi lumayan juga sih, tapi sepadanlah dengan hasilnya, enak dan banyak tentu saja, puas dan karena banyaknya terkadang saya makan kimchi ini begitu saja, sebagai cemilan.

Saya coba beri 2 orang untuk mencicipi kimchi ini, pendapat mereka adalah.. eng ing eng... yang pertama mengatakan aneh rasanya karena memang baru pertama mencoba kimchi.. dan yang kedua mengatakan saya tidak terbiasa dengan rasanya, jadi saya tidak bisa mengatakan enak atau tidak, halah...  Saya pun pertama kali mencoba kimchi memang merasa aneh di lidah, saya hanya merasakan kalau kimchi itu hanya sawi diberi cabai dan terasa asam. Hmmm lama-lama setelah beberapa kali mencoba, ihhhh enak ya.. sampai akhirnya punya keinginan mencoba sendiri.

Lama-lama karena sering juga melihat tayangan telivisi masak memasak Korea, seringnya ngiler dan penasaran dengan rasa masakan Korea. Dan sejak beberapa kali mulai menonton drama korea, saya sedikit-sedikit tahu bahasa Korea, ha ha ha hanya satu dua kata kok.

Eh tadi pagi ke penjual ayam di pasar, ih ternyata pakde di pasar ini pandai juga beberapa kata bahasa Korea, saya sempat mendengar pakde ini memberitahu beberapa kata bahasa korea kepada pembelinya, aih aih saya sampai tersenyum sendiri, gaul juga nih pakde.

Oh iya, kimchi ini selain dimakan begitu saja, enak juga dimakan dengan nasih hangat, dimasak dengan nasi goreng, mie goreng, bahkan sup, sebut saja misalnya sup ala Korea, buddae jjigae yang sudah saya coba, sedapnya.

Okey deh, berikut resepnya ya.. silakan 

Homemade Kimchi

Bahan :
  • 1200 gr sawi putih, lepaskan perlembar, cuci bersih dan potong-potong, ukuran kurang lebih 2-3cm lebarnya
  • 250 gr garam kasar
  • 2000 ml air
  • 1 buah pir berat kurang lebih 150 gr, kupas, potong korek api
  • 1 buah wortel berat kurang lebih 200 gr, kupas, potong korek api
  • 1 buah lobak, berat kurang lebih 300 gr, kupas, potong korek api
  • 50 gr daun kucai, potong kurang lebih 3cm
  • 3 batang daun bawang, iris serong tipis
Bahan pasta ketan :
  • 1.5 sendok makan tepung ketan
  • 125 ml air

Bumbu :
  • 250 gr cabai giling (dari cabai kering)
  • 6 sendok makan kecap ikan
  • 5 sendok makan gula pasir
  • 5 sendok makan cencaluk/udang fermentasi, cincang
  • 10 siung bawang putih, parut halus atau cincang halus
  • 2 cm jahe berat kurang lebih 15 gr, parut halus


Cara membuat :
  1. Larutkan garam dalam air di dalam mangkuk cukup besar, rendam potongan sawi selama kurang lebih 2 jam, begitu sudah 2 jam sawi akan melunak, bilas dengan air kran selama 3 kali, lalu bilas sekali lagi dengan air matang, tiriskan airnya, sisihkan.
  2. Campur bahan pasta ketan, aduk rata dan masak dengan api kecil hingga meletup, dinginkan
  3. Di mangkuk, campur semua bahan bumbu dan pasta ketan, aduk rata, Masukkan pir, wortel, lobak, daun kucai, daun bawang, aduk rata.
  4. Tuangkan ke dalam mangkuk berisi potongan sawi, aduk rata dengan sendok atau aduk dengan tangan beralas sarung tangan.
  5. Masukkan ke dalam wadah bertutup atau toples, tutup rapat dan biarkan selama 1-2 hari di suhu ruang, di sini saya hanya biarkan selama 1 hari, lalu saya masukkan ke dalam kulkas. Jika ingin sangat asam, biarkan di suhu ruang lebih lama. Panas suhu ruang juga mempengaruhi proses fermentasi ini.


resep homemade simple kimchi

Nah semoga resep homemade kimchi kali ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..


Selamat mencoba...




NewerStories OlderStories Home

20 comments:

  1. Ada sawi, lobak, udang fermentasi, kecap ikan dan warna merahnya yg menantang,...dimakan sama nasi hangat pasti yummmy nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas Aris, yummy mas walaupun hanya dengan nasi hangat

      Delete
  2. Cieeee.. cieeeee... Masakan Mbak sudah GO Internasionl nich yeeee....!! :)

    saya pikir daun yang putih - putih di dalam stoples adalah daun kubis, ternyata bukan. Hahahh....

    Penampilan si Makanan Korea ini, kayak SARDEN KALENG yach Mbak. Saya belum nyicip jadi masih binggung soal rasanya.

    Kalau boleh saran, coba deh diawal tulisan di beri penjelesan dari kata2 atau istilah asing yang dimuat, biar sebelum tuntas dibaca, saya bisa dengan cepat mengerti. sekedar saran loh......hahahah... :)

    Cencaluk itu udang yach Mbak ?

    Kalau Caluk saya kenal Mbak, yaitu EBi Si Udang Kering alias terasi, hahahah....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang, itu sawi putih campur lobak yang putih-putih itu

      he he he mirip sarden kaleng ya, karena warnanya itu kali ya kang

      okeh... siap kang, nanti diberi penjelasan di awal deh, biar mudah dimengerti untuk makanan yang tidak umum, terima kasih sarannnya kang

      iya kang, udang yang difermentasi, dicampur garam lalu didiamkan di wadah tertutup

      iya kang caluk kan terasi ya, kalau di Palembang caluk terkenal itu caluk dari bangka, ha ha ha

      dulu kalau bapak saya dinas di bangka, oleh-olehnya caluk ha ha ha.. caluknya kemasan kayak bata merah itu kang

      Delete
  3. justru saya jadi penasaran dengan penjual ayam nya itu, si pakde. Kok bisa bahasa korea, dulu dia belajar dari mana atau jangan-jangan pernah jadi TKW.
    Kira-kira lidah saya cocok kagak ya makan kimchi ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, saya kok tidak tanya ya sama pakde penjual ayam itu kok bisa bahasa Korea he he he

      hmmm kalau mas DB suka rasa asam dan pedas, kayaknya bisa cocok di lidah

      Delete
  4. Tampilan penampakan kimchi hasil karya kak Monica kelihatan ... menggoda pedasnya.
    Mantaaap ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, merah merona ya.. jadi kelihatan pedas, tapi memang pedas sih mas, ditambah asam lagi, mantap

      Delete
  5. Udang fermentasi setauku terasi hahahahh....jauuuhhhh deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi hi hi iya salah satunya terasi.. daku juga baru tahu loh mba ada yang namanya cencaluk ya pas tinggal di Batam ini.. dasar..

      Delete
  6. cencaluk, aduh makanan apalagi ini ya, kok namanya aneh dan asing bagi saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, ini memang makanan yang cukup asing, mungkin hanya di kepri dan kalimantan serta singapura dan malaysia yang tahu dengan makanan ini.. tidak umum ini mas
      saya saja sudah lama tinggal di Batam, ya belum lama juga tahu kalau di Batam ada cencaluk juga

      Delete
  7. Kak, dirimu lagi ke Korea kaah ..., lagi berburu resep disana yaa ?.

    Kok udah lama ngga nongol 😉

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha ha ha mas Himawan bisa aja neh... ga mas... di rumah aja neh..
      belum sempat aja nongol

      btw makasih ya..

      Delete
  8. diliat aja udah nikmat banget huy :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahai... iya mas kalau dicoba makan apalagi he he he

      Delete
  9. Sami-sami, kak 🙂
    Kirain kak Monica keasikan ngubek pasar traditional di Korea, teruuus.. lupa pulang ke Indo gegara keasikan pilah pilih bumbu 😁

    Cencaluk itu mungkinkah kalau di sebagian wilayah Indonesia disebutnya dengan ebi, ya ?.

    Biasanya, kalau di pulau Jawa, ebi sebelum digunakan untuk dimasak, direndam sebentaran di air panas.
    Terus .. kulihatin foto cencaluk diatas kok mirip ebi 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha ha ha mas Himawan bisa aja..

      ebi itu udang kering mas, nah kalau cencaluk itu udang rebon, udang yang kecil-kecil yang biasa dibuat terasi itu mas, udangnya segar lalu dicampur garam kemudian didiamkan di wadah tertutup sehingga terfermentasi, warnanya kemerahan setelah difermentasi

      he eh mas kalau ebi ya gitu, karena kering ya direndam air panas baru dimasak

      Delete
  10. Ibu saya kadang bikin kimchi satu stoples di rumah. Tapi karena penghuni lain kalau makan kimchi terus bosan ya, biasanya yang menghabiskan ya ibu saya sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. he he he... ibu mba Dyah sama donk dengan saya, di rumah yang menghabiskan kimchi ya saya..
      salam buat ibunya ya mba..

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.