Resep Luti Gendang (ala Monic)



resep luti gendang tarempa

Halo..halo... Gong Xi Fa Cai ya buat teman-teman yang merayakan tahun baru Imlek ini, semoga di tahun monyet ini memberi kelimpahan kemakmuran dan kesehatan ya...

Jiah...akhirnya keinginan saya mengeksekusi resep luti gendang ini terlaksana juga. Sudah cukup lama ingin buat setelah beberapa waktu lalu merasakan kuliner luti gendang dan mie tarempa di RM Mie Tarempa Batam

Jadi setelah mencoba membuat tiruan mie goreng tarempa, maka sekarang saya membuat tiruan luti gendang. Ahai, luti gendang ini pakai resep kira-kira saja, menakar-nakar sendiri berdasarkan rasa yang saya ingat. Akhirnya, tada....

Luti gendang ini saya beri judul ala Monic ya, karena memang ini resep rekaan saya, secara belum dapat resep aslinya sih...nah berdasarkan rasa luti gendang yang saya coba, saya kira-kira resep rotinya pakai resep donat santan, sepertinya teksturnya sama. Dan isinya selain ada rasa abon ikannya, saya rasa juga ada yang kriuk-kriuk dan saya kira-kira itu adalah potongan kecil dari bawang bombay. Dan rasa isinya ada pedas dan manis. Jadi kalau yang merasa tahu resep aslinya dan bilang kalau resep saya melenceng, maafkan, namanya juga resep rekaan kan..

Karena mau coba buat kurang lebih bisa menyamai luti gendang di RM Tarempa, maka tentu saja saya tidak boleh skip gula dari bahan isian, karena kalau saya skip tentu rasanya akan aneh...jadi saya gunakan gula saja, hmmm jadi terserah deh bapaknya Sophie mau makan apa tidak....ealah ternyata dia makan juga walaupun tidak berkomentar apapun...he he he...

Oh iya kalau dibahas, apa sih bedanya dengan panada? kalau saya bilang rotinya sedikit mirip, sama juga menggunakan santan, dan isinya juga mirip, menggunakan ikan, hanya bumbunya beda tipis saja, kalau panada lebih menonjolkan rasa gurihnya, kalau luti gendang lebih ke rasa paduan gurih, sedikit pedas dan manis.

Nah luti gendang ini adalah salah satu andalan dari beberapa jenis kuliner Tarempa di Kepulauan Anambas. Nah saya baru tahu juga kalau ada kepulauan Anambas itu yang ternyata termasuk kabupaten di Kepulauan Riau. Setahu saya hanya kabupaten Natuna, Kota Batam, Kota Tanjung Pinang, dan Karimun. 

Jadi ceritanya sudah banyak rumah makan di Batam ini yang menyajikan masakan khas Tarempa, yang ternyata menjadi favorit juga neh. Dan sudah banyak yang mengulas tentang kuliner di rumah makan masakan khas Tarempa ini.

Nah tadi itu bahan semua lengkap, jadi mulai deh sibuk-sibuk dan biasa kalau saya sudah sibuk dengan tepung, mulai deh anak perempuan bertanya, ibu mau buat apa? hmmm kalau saya bilang buat luti gendang, halah makin banyak pertanyaan, akhirnya saya bilang buat donat...wah Pipi mau donat..jadi mulai deh ikutan sibuk..

Akhirnya, dari adonan yang sama beberapa buah saya buatkan donat, nah sukanya Sophie donat polos, jadi ketika ditawari mau pakai coklat tidak donatnya, tidak begitu katanya. Jadi bagus deh, makan donat polosan, jadi emaknya tidak ada kerja tambahan.

Untuk isiannya kan menggunakan ikan tongkol, jadi ikan tongkolnya saya panggang dulu dengan pan anti lengket, ealah karena aroma ikannya keluar, ada yang nempel-nempel di kaki, ikutan ke dapur dia, sambil mengeong berharap diberi ikan juga. Jadi setelah matang dapat jatah juga si Bedul. Memang sih dia mungkin bosan kalau makan makanan khusus, maunya ikan juga. Jadi setiap saya masak ikan, mulai deh beraksi ke dapur mengeong minta jatah.

Dulu itu Bedul makannya ikan saja, tanpa nasi, biasanya kalau tidak ikan benggol ya ikan tongkol, jadi dia mungkin sudah terbiasa dengan rasa ikan. Dia makan ikan karena dulu makan makanan khusus kucing merk F**s*i*s, ealah ternyata dia kena kencing batu, jadi dia tidak boleh lagi makan makanan merk itu. Jadi Bedul istilahnya anyang-anyangan, kasihan sekali, bawa ke dokter hewan, akhirnya ditangani dokter hewan, ternyata ada seperti kristal di saluran kemihnya. Eh tapi dokter hewannya tidak beritahu kalau ikan juga tidak boleh, akhirnya kami beri makan ikan. Dan ternyata penyakitnya kambuh lagi.

Kasihan deh, duh waktu itu hampir saja terlambat bawa si Bedul ke dokter lagi, ternyata besoknya si dokter mau ke luar negeri. Jadilah dia dipasang kateter dan biasanya pasien dengan kateter harus rawat inap, eh karena dokternya pergi, jadinya dibawa pulang. Kasihan bedul, karena dipasang kateter dia harus di kandang, biasanya bebas, ini di dalam kandang. Jadi biasanya kalau pagi saya bawa kandangnya ke luar ke dekat pagar supaya dia bisa melihat pemandangan. Nah kalau di luar dia agak tenang walaupun di kandang.

Dan akhirnya dengan makanan khusus dia bisa sembuh, dan sekarang juga walaupun bukan makanan khusus untuk urinary, karena makanan ini hanya boleh diberikan dalam waktu 6 bulan saja, dia makan makanan khusus untuk weight management, ha ha ha...bayangkan dokter hewannya bilang Bedul harus diet, untuk ukuran kucing kampung berat 6kg sudah gemuk, bisa bahaya.

Eh ada cerita, waktu itu Bedul berantem dengan kucing luar, nah mulutnya sobek, bawa lagi deh ke dokter, dijahit mulutnya. Waktu proses jahit-jahit begitu, dokternya foto-foto Bedul, dari awal sampai akhir, seperti foto step by step resep neh...he he he... saya tanya kenapa dok kok difoto? dan ternyata dokternya bilang ini buat laporan saya ke dinas...saya ini sedang menggalakkan program pemeliharaan kucing kampung. Halah....Bedul jadi contoh kucing kampung di laporan dokter hewannya.

Kalau ke dokter hewan, biasa antri, ada yang bawa kucing siam, kucing anggora, dan kucing bulu panjang dan berhidung pesek lainnya. Nah kalau lihat Bedul, suka tanya, kucing apaan? kucing kampung saya jawab tanpa rasa minder...oalah kucing kampung kok bisa bagus ya...ya begitu ya image kucing kampung itu kucing jelek dan murahan...ha ha ha.... ada benarnya juga sih...kalau mau pelihara kucing kampung bisa dengan mudah, tinggal ke pasar, lihat anak kucing terlantar, bawa pulang. Nah Bedul ini juga kucing ambil di pasar. 

Sampai pernah ada yang menawari saya kucing, harganya 9 juta rupiah, duh amit-amit dah...kucing kok mahal sekali...mau pelihara kucing saja repot...banyak kucing terlantar kalau mau pelihara. Dengan senyum manis saya tolak tawarannya, he he he...

Okey deh kepanjangan lagi...berikut resep luti gendang ala saya ya....

resep luti gendang mudah

Luti Gendang
untuk 12 buah

Bahan roti : modifikasi dari resep donat santan
  • 200 gr tepung terigu protein tinggi (saya gunakan merk cakra kembar)
  • 3/4 sendok teh ragi instan (saya gunakan merk saf instan)
  • 1 1/2 sendok makan gula pasir
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1 butir telur
  • 65 ml santan instan (1 bungkus kecil)
  • 30 ml air
  • 1 sendok makan margarin

Bahan isi :
  • 200 gr ikan tongkol putih
  • 1 buah jeruk nipis
  • 1 buah bawang bombay, potong ukuran kecil
  • 2 sendok makan saus sambal ekstra hot
  • 1 sendok makan saus tomat
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/8 sendok teh merica bubuk
  • 2 sendok makan gula pasir
  • 30 ml air asam jawa
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah keriting (bisa tambahkan cabai rawit kalau mau lebih pedas)

Cara membuat roti :
  1. Di mangkuk, campur tepung, gula pasir, ragi instan dan garam, aduk rata, tambahkan telur, santan dan air, aduk rata dan uleni hingga kalis kurang lebih selama 2 menit
  2. Tambahkan margarin, uleni lagi selama kurang lebih 3-5 menit, bulatkan adonan dan tutup lalu diamkan selama kurang lebih 1 jam hingga mengembang kurang lebih 2x lipat (sesuaikan lamanya dengan suhu ruangan, jika panas bisa lebih cepat, jika dingin bisa lebih lama, kalau mau cepat bisa letakkan air panas di rak bawah oven dan adonan di rak atas oven yang tidak menyala, tutup oven, maka adonan akan lebih cepat mengembang)
  3. Sementara menunggu adonan mengembang, siapkan bahan isian
adonan luti gendang
eitss tangan Sophie ikutan difoto....


Cara membuat isian :
  1. Cuci bersih ikan tongkol, potong ukuran sedang, sesuai kapasitas pan, kucuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 15 menit, bilas
  2. Bakar dengan pan anti lengket tanpa minyak atau bisa gunakan sedikit minyak, bakar hingga matang, dinginkan sejenak, suwir-suwir
  3. Tumis bumbu halus hingga harum dan kering, masukkan suwiran ikan tongkol dan bawang bombay, beri saus sambal, saus tomat, gula pasir, garam, merica bubuk dan air asam jawa, masak hingga benar-benar kering dan bawang sudah berubah warna, cicipi rasanya, angkat lalu dinginkan sejenak

Penyelesaian :
  1. Ambil adonan yang sudah mengembang, kempiskan lalu bagi menjadi 12 bagian, bulatkan masing-masing (jika mau dibuat lebih besar atau kecil sesuaikan sendiri pembagiannya), letakkan di wadah bertabur tepung tipis, diamkan selama kurang lebih 20 menit hingga mengembang
  2. Ambil adonan, tipiskan bentuk lonjong dengan tangan , bagian tengah diusahakan lebih tebal dari bagian tepi supaya nanti adonan isi bisa pas di tengah ketika sudah ditutup. Isi dengan kurang lebih 1 sendok makan adonan (sesuaikan dengan besar kecil adonan), tutup dan bentuk lonjong, diamkan kembali di wadah bertabur tepung tipis
  3. Panaskan minyak yang cukup banyak dengan api sedang, goreng masing-masing adonan luti gendang hingga berwarna kuning keemasan, angkat dan tiriskan.
  4. Siap disajikan hangat
cara membuat luti gendang


Nah semoga resep luti gendang khas Tarempa kepulauan Anambas ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera...

resep luti gendang Tarempa Anambas


Selamat mencoba...



NewerStories OlderStories Home

8 comments:

  1. Wah aku masih asing dengan namanya mbak monic, Luti gendang makanan apaan ya? hehehe,,, tapi setelah baca - baca, sedikit tahulah. Keren dah mbak, tambah pinter aja aku akan makanan - makanan yang ada di Batam, trimakasih :-) terus itu kucing kok harganya 9 juta'an. La daripada beli kucing lebih baik di tabung uangnya atau nggak buat mbolang malah jelas, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. he eh mas, gitu deh cerita tentang luti gendang...sama mas lah aku sejak baca liputan di blog sampeyan jadi banyak tahu tentang Jogja...he he he..matur suwun..
      bener mas...lah kucing aja mahal yo..tapi memang si ibu ini usahanya jualan kucing sih...jadi tuh kucing jualannya, he he he..

      Delete
  2. liat gambarnya ta kira comro..ma Monic punya resep kuah bakso dan sambal bakso ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kok jadi mirip combro ya...he he he...padahal ini roti...karena bentuknya kali ya mba..
      kalau kuah bakso sih saya simple aja sih mba, hanya pakai kaldu ayam n diberi bumbu bawang putih n bawang merah, bisa search mba sup bakso ayam..kalau bakso sapi belum pernah buat...

      Delete
  3. Salam kenal Mba Monica saya Dewi dari Bogor saya ijin save resep yang ada di blog ini ya. Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Dewi, salam kenal juga mba..
      silakan disave mba, oh iya kalau mau save bisa gunakan tombol hijau print pdf di bawah postingan ya mba

      terima kasih mba Dewi

      Delete
  4. Halo mbak Monica.. saya sudah mencobanya, tetapi kenapa ya hasil akhir kulit luti nya selalu pecah merekah? Padahal saya hanya mengikuti resep mbak.. pasti ada pecahan di kulitnya.. kenapa ya? Hehe makasih mbak sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo ko Taeng Gu, pecah merekahnya di bagian sambungan bukan? sebenarnya yang saya buat itu tidak mulus sekali kok, ada yang merekah juga di bagian sambungannya, tetapi tidak pecah merekah terbuka sampai isinya keluar semua

      kalau sudah begitu sebaiknya isinya dikurangi sedikit, lalu pastikan di bagian tepi tidak terkena bahan isian jadi ketika kulit ditutup dan direkatkan bisa melekat dengan sempurna dan tidak akan terbuka, karena kalau ada sedikit saja minyak tumisan terkena kulit maka akan sulit direkatkan dan pastinya akan terbuka ketika digoreng

      kalau susah juga, dan tidak penting bentuknya, coba buat versi pastel, kulitnya dipilin saja, kalau versi pastel kulitnya tidak akan merekah terbuka karena aman terpilin

      semoga membantu ya

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Silakan kalau mau mempromosikan blog/website, gunakan komentar dengan nama atau nama blog/website dan url, tetapi komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.