homemade gochujang

Jumpa lagi di bulan Maret, ahai sudah bulan Maret lagi, duh duh padahal rencana saya bulan Februari mau lebih dari 2 postingan,tapi selalu tertunda sampai akhirnya sudah masuk bulan Maret lagi, hadeuh..

Nah di awal Maret ini saya posting ala-ala Korea dulu ya, hmmm yang hobi dengan masakan Korea dan suka nonton acara masak memasak Korea pasti tahu ya dengan gochujang, pasta cabai khas Korea yang merupakan produk fermentasi juga. Dan banyak makanan menggunakan gochujang ini. Hmmm penasaran juga sih saya mencoba membuat gochujang sendiri. Apakah berhasil, apakah rasanya sudah okey? Yipiii ternyata sudah mirip dengan gochujang yang pernah beli dulu di swalayan. Ah senangnya sekarang saya punya stok gochujang jadi sudah bisa buat masakan khas Korea nih. 

Saya sudah coba resep budae jjigae atau Korean army stew. Nah masakan satu ini saya suka sekali rasanya. Sekali coba makan di resto Korea, eh enak ya, lalu di lain kesempatan pesan budae jjigae lagi. Hmmm karena sudah ada gochujang jadi menu pertama dengan gochujang yang saya buat adalah budae jjigae ini. Tentunya saya sudah buat juga khimchi sebelumnya, bahkan saya buat 2 batch. Yang pertama habis, lalu buat lagi. Yang ini agak beda, karena saya menambahkan udang rebon fermentasi di adonan kimchi ini jadi rasanya lebih sedap.

Resep menyusul ya.. di postingan berikutnya, tunggu ya resep budae jjigae dan khimchinya. Kalau mau resep kimchi simple atau mak kimchi, silakan meluncur ke sini ya.. resep simple kimchi. Di sini walaupun mudah dan sederhana, rasanya sedap juga.

Oh iya foto gochujang ini saya ambil keesokan harinya setelah selesai proses penjemuran di sinar matahari, agak kurang gelap, tapi setelah sekitar 2 minggu lebih disimpan di kulkas, warnanya lebih gelap dan baunya semakin tajam, rasa dan aroma sudah sangat mendekati gochujang versi beli. Dan uppsss saya baru sadar kalau 3 foto postingan saya terakhir, termasuk yang ini, serbetnya sama, ha ha ha...ini efek punya serbet baru... karena baru mungkin ya, jadi maunya pake itu melulu... duh kan jadi malu.

Nah kembali ke resep gochujang ini, setelah menimbang akhirnya saya pakai acuan resepnya mba Irene di cookpad, resep ini menurut saya sangat mudah untuk dieksekusi dan tentunya bahan yang digunakan mudah didapatkan. Terima kasih atas resepnya ya mba..

Mulailah saya menyiapkan bahan-bahannya, cabai bubuk yang saya beli di penjual bumbu di pasar, lalu tempe, garam kasar, madu dan juga tepung ketan. Di sini saya buat sedikit saja ya, satu resep yang saya buat di bawah menghasilkan 1 toples kecil ukuran 330ml dan kurang lebih 6 sendok makan. Cukup untuk ukuran saya, secara kalau mencoba resep baru prinsip saya gunakan ukuran terkecil yang bisa digunakan. Jadi resep mba Irene saya bagi lagi deh takarannya.

Nah heran tidak kenapa kok ada tempe? di resep kebanyakan dari luar, memang salah satu bahan gochujang adalah bubuk kedelai fermentasi, seperti apa?saya sendiri belum tahu aslinya bagaimana bubuk kedelai fermentasi versi Korea ini.. jadi kalau pakai tempe bagaimana? hmmm ternyata tempe bisa digunakan loh, hasilnya sudah mirip.

Setelah selesai semua bahan dicampur, gochujang ini dimasukkan ke dalam toples kaca yang sudah disteril. Lalu taburi dengan garam kasar yang disisakan sedikit. Tutup rapat dan jemur selama kurang lebih 3 hari di bawah sinar matahari langsung.

Kalau versi asli kan masukkan ke wadah tembikar, tutup dengan kain berpori, baru dijemur. Selama proses penjemuran saya terus terang penasaran sekali... sampai akhirnya masa 3 hari berakhir tenyata eng ing eng... saya cicipi dan rasanya sudah mendekati.. dan ternyata semakin ke sini semakin tajam dan malah sangat mirip dengan gochujang versi beli.

Okeh.. lanjut ke resep ya..


Gochujang

Bahan :
  • 20 gr tepung ketan
  • 350 ml air
  • 50 gr bubuk tempe (dari kurang lebih 120 gr-150 gr tempe, cincang atau iris tipis, sangrai sampai kering, haluskan dengan blender dry mill, ayak, sisa di ayakan haluskan lagi dengan dry mill, ayak lagi)
  • 75 ml madu
  • 20 gr garam kasar, sangrai, sisakan sedikit kurang lebih 1/2 sendok makan untuk taburan
  • 75 gr bubuk cabai, sangrai (yang ini nih... harus siap-siap bersin-bersin..)

Cara membuat :
Siapkan pasta ketan, campur air dan tepung ketan, aduk hingga ketan larut, masak hingga meletup dengan api kecil sambil diaduk. Angkat dan dinginkan.
Setelah dingin, tuangkan pasta ketan ke dalam mangkuk, tambahkan madu, aduk rata. Masukkan bubuk cabai, aduk lagi. Tambahkan bubuk tempe dan garam, aduk rata (di sini adonan sangat kental dan berat diaduk, biarkan saja, jangan ditambah apapun lagi). Setelah rata, siapkan toples kaca yang sudah disteril, tuangkan gochujang, beri taburan garam, tutup rapat, dan jemur di bawah matahari langsung selama 3 hari.
Setelah 3 hari, masukkan ke dalam kulkas dan bisa bertahan selama kurang lebih 1 tahun dengan catatan tidak terkontaminasi.

resep gochujang homemade


Nah semoga resep gochujang homemade ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba..




resep nasi tumpeng mini

Yuhuuu... posting lagi, setelah lama tidak posting. Nah kali ini saya mau posting resep nasi tumpeng mini yang versi ekonomis. Namanya juga ekonomis jadi pendamping atau pelengkap nasi ya ekonomis, sederhana dan murah meriah saja. Ceritanya ketika malas ke pasar, hanya memanfaatkan bahan yang ada di dapur. Jadilah pelengkap hanya mie goreng, telur dadar, orek tahu tempe dan sambal goreng kentang, serta timun dan tomat saja.

Buat nasi tumpeng ini dadakan sih, buatnya waktu Imlek, iseng, setelah beberapa hari sebelumnya saya ketemu cetakan nasi tumpeng versi lebih imut lagi dibanding yang saya punya sebelumnya. Nah setelah saya pikir, hmmm sepertinya cetakan nasi tumpeng yang imut ini malah lebih cocok buat nasi tumpeng mini porsi personal. 

Menjawab permintaan spesial dari blogger sahabat yang sudah cukup lama kenal, Kang Nata pemilik blog Asik Pedia. Beberapa waktu lalu Kang Nata ini request untuk membuat artikel nasi tumpeng mini. Nah ada satu lagi permintaan, hmmm lebih saya sebut tantangan sih... bakso isi durian, halah..kalau yang ini sepertinya harus menunggu mood ekstra besar untuk mewujudkannya. Lain kali ya Kang, kalau emak satu ini tidak malas. Terima kasih kang Nata, kalau tidak ada request begini mungkin lama lagi kepikiran untuk membuat nasi tumpeng mini.

Ketika bangun tidur, kepikiran buat nasi tumpeng, harap-harap cemas juga nih, ada tidak bahan-bahan untuk bumbu nasi kuningnya. Ada sih.. hanya saja kondisi serai yang saya punya sudah menyedihkan, tapi ya masih untung bisa tetap digunakan. Kalau masalah pelengkap nasi kuningnya, seadanya saja. Telur juga sisa 2 butir, jadi hanya bisa didadar dan diiris saja. Ada sambal goreng kentang teri sisa lauk kemarin, hmmm boleh juga nih buat tambahan pelengkap. 

Ketika saya foto, lalu saya kirim via WA ke adik saya, dengan embel-embel malas ke pasar, jadi pakai pelengkap nasinya seadanya saja. Lalu apa balasnya... he he he.. pantas itu kok irisan timun di piring kok agak banyak ya.. buat memenuhi piring ya? ahai.. tahu saja balas saya lagi.

resep nasi tumpeng mini

Tapi jangan salah, walaupun nasi tumpeng mini ini versi ekonomis, rasanya tetap sedap. Sophie saja doyan. Saya buatkan dia satu porsi begini, habis. Lalu sore harinya minta lagi nasi kuning lagi katanya. 

Sebenarnya nasi tumpeng itu buatnya suka-suka saja ya, tidak ada patokan apa pelengkap nasinya, bisa juga urap, lalapan, ayam goreng, sambal goreng hati, perkedel, kering kentang, kering tempe kacang atau telur dan ayam masak habang kalau versi Banjar, dll.

Jadi tidak membatasi diri dalam membuat nasi tumpeng, yang penting itu bentuk nasinya kerucut dan nasinya umumnya ya nasi kuning. Nasi kuning sendiri suka-suka juga, di sini saya buatnya juga suka-suka tapi rasanya enak juga, he he he...

Saya beri juga tetangga depan rumah, 2 porsi, berhubung hanya suami dan istri saja yang ada, hmmm tanya saya ada acara apa kok buat nasi tumpeng, saya jawab hanya iseng, mencoba cetakan nasi tumpeng mini yang baru beli. Pelengkapnya seadanya saja, belum sempat ke pasar, jadi maklum ya mba.. begitu kata saya.

Okeh, di sini saya berarti hanya akan menuliskan resep nasi kuningnya dan orek tempe tahu saja ya, kalau sambal goreng atau pun mie goreng silakan pakai resep favorit. Atau silakan berselancar di blog ini, ada beberapa resep sambal goreng dan mie goreng yang sudah tayang.


Nasi kuning

Bahan :
  • 600 gr beras, cuci dan tiriskan
  • 500 ml santan (65 ml santan instan +air)
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 buah bawang bombay, iris tipis
  • 3 lembar daun pandan, simpulkan
  • 3 lembar daun salam
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 ruas jahe, memarkan
  • 1 sendok teh garam
  • 3 sendok teh kunyit bubuk
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bawang bombay sampai harum, masukkan serai, jahe, daun-daunan, masukan santan, garam, dan kunyit bubuk, aduk rata, masak hingga mendidih, tambahkan beras, masak hingga santan terserap nasi. Sementara itu panaskan kukusan, pindahkan tumisan ke dalam kukusan, kukus hingga matang.

 
Orek Tempe Tahu

Bahan :
  • tempe, potong dadu, goreng hingga matang
  • tahu, potong dadu, goreng hingga matang
  • 3 butir bawang merah, iris
  • 2 siung bawang putih, iris
  • 5 buah cabai merah keriting, iris
  • 1 buah tomat ukuran sedang, potong-potong
  • 2 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan kecap asin
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bawang merah dan putih sampai harum, masukkan cabai dan tomat, aduk rata, tambahkan tempe dan tahu goreng, beri kecap manis dan asin, aduk rata. cicipi rasanya, angkat.



Penyelesaian :
Masukkan nasi di cetakan nasi tumpeng (loyang kerucut), padatkan dan cetak di atas piring. Tata semua pelengkap mengelilingi nasi.



resep nasi tumpeng sederhana

Nah semoga resep nasi tumpeng mini sederhana ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya.



Selamat mencoba...




OlderStories Home