resep ayam goreng daun pandan


Yeayyy... ayam goreng pandan ini adalah postingan saya yang ke-1000, wuih.. ternyata selama lebih dari 3 tahun ini saya bisa menghasilkan 1000 judul posting di blog. Walaupun tahun ini merupakan tahun yang sangat tidak produktif, karena alasan sibuk dan tentu saja yang sulit sekali saya hindari karena alasan malas, duh duh.. yang ini sudah kelewatan juga ya..

Nah saya buat ayam goreng pandan ini sih sudah beberapa waktu yang lalu, pas kebetulan ketika saya ke pasar saya lihat ada daun pandan ukuran besar, hmmmm langsung deh kepikiran buat ayam goreng pandan ini. Dulu pernah buat juga ayam goreng pandan, tapi yang ini agak sedikit beda di bumbunya, hanya garam, merica dan sedikit bubuk kunyit.

Untuk membuat ayam goreng pandan ini gunakan bagian fillet ya, baik dada atau paha karena prosesnya hanya digoreng sebentar saja, kebayang kan kalau digoreng bersama dengan tulangnya juga, tentu tidak akan matang sampai ke bagian dalam.

Pernah saya baca sekali dulu di timeline facebook, jika ingin menggunakan ayam dengan tulang, potong ukuran cukup kecil, beri bumbu lalu bungkus dan kukus dulu hingga ayam matang, baru deh digoreng, nah cara begini adalah cara terbaik untuk mematangkan ayam.

Oh iya di resep ini karena saya menggunakan daun pandan yang cukup besar, daun pandannya agak kokoh jadi untuk menutupnya saya menggunakan tusuk gigi saja, tidak seperti sebelumnya saya menggunakan cara melilitnya karena daun pandannya cukup kecil dan lentur.

Kekurangan daun pandan ukuran besar ini adalah daun ini sedikit kurang wangi dibanding dengan daun kecil, memang sih penjualnya sudah mengatakan kalau mau yang wangi, cari daun pandan yang kecil kak.. begitu kata penjualnya. Tapi walaupun begitu, aroma daun pandannya masih terasa kok..

Wokelah... saya sedang bingung lagi mau menulis apa lagi atau mau cerita apa lagi kali ini, jadi sippp ya langsung ke resep saja... siapa tahu ada yang berminat mau membuat juga..

Ayam Goreng Pandan

Bahan :
  • 350 gr dada ayam tanpa tulang dan kulit, potong kotak
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh kunyit bubuk
  • 1 sendok makan minyak goreng
  • daun pandan secukupnya, cuci bersih dan potong sekitar 15-20cm
  • minyak goreng yang cukup banyak

Cara membuat :
Campur dada ayam dengan merica bubuk, garam dan kunyit bubuk dan minyak goreng, diamkan selama kurang lebih 15 menit. Ambil satu lembar daun pandan, lipat berbentuk segitiga berkantung, isi dengan potongan dada ayam, tutup dan rekatkan dengan tusuk gigi, lakukan sampai selesai. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan sebelumnya dengan api sedang. Goreng hingga daun pandan mulai berubah warna, angkat dan tiriskan.


resep ayam daun pandan

Nah semoga resep ayam goreng daun pandan ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba.....






resep asam pedas ikan tongkol

Beberapa waktu yang lalu saya masak asam pedas ikan tongkol, nah bisa dikatakan ini adalah salah satu masakan favorit saya ya dari segi memasaknya dan tentu dari segi memakannya, sesuai deh dengan selera saya. Pas ke pasar lihat ada ikan tongkol ukuran kecil, jadi neh si ikan tongkol dibagi 2 saja. Resepnya juga ya itu lagi itu lagi.

Nah segarnya lagi asam pedas ini sudah ditambahkan daun kemangi, hmmm mantap deh rasanya. Yang lebih yahud lagi, saya tambahkan cabai rawit merah utuh ke dalamnya, aih sedapnya. Hi hi hi tapi habis itu perut panas, dasar.. sampai hari ini saya belum kapok makan cabai-cabaian. Rasanya ada yang kurang kalau masakan tidak pedas.

Dulu sempat kapok makan cabai, secara kena serangan maag, tapi itu dulu sekali ketika masih di Surabaya. Hmmm begitu menderitanya sakit di mana status masih anak kos, eits tapi untungnya punya ibu kos ya kok baik sekali. Beliau siapkan ember berisi air kalau sewaktu-waktu saya muntah, secara kan kalau sakit maag bawaannya muntah melulu. 

Dan beliau membuatkan bubur untuk saya, lalu beri teh hangat, aih aih kalau begini kan enak ya jadi anak kos, serasa jadi anak ibu kos sendiri. Hi hi hi memang ibu ini super baik deh... Terasa sekali ketika anak kos pindah semua, yang tertinggal hanya saya saja, wah-wah saya jadi anak kesayangan, terkadang ibu kos masak pun saya diberi. Mbak Mon... begitu ibu kos memanggil saya, nanti kalau kamu ga sempat beli makan di luar, makan o.. yang ibu masak, kamu ambil sendiri ya... sipp bu.. begitu kata saya.

Lalu ingat ketika ada acara ulang tahun anaknya, ibu kos masak nasi kuning, nah karena saya waktu itu super sibuk tentu saya tidak bisa membantu ibu kos, eh tetiba pulang di meja saya sudah terhidang nasi kuning lengkap di dalam box makanan. Lalu dengan tanpa tanya-tanya lagi langsung saja saya santap dan tak lupa mengatakan terima kasih... itu setelah nasinya saya santap. Lalu ibu kos langsung protes, itu bukan buatmu mba.. itu buat mas bla bla.. kalau buat kamu kenapa harus di box, ini loh ibu sudah sediakan di piring. Lah bagaimana bu.. sudah saya makan eh... oalah mba.. yo wis.. tak buatkan lagi. Hi hi hi... maaf bu.. saya kira buat saya..

Nah yang tidak enaknya menjadi anak kos tunggal ini kalau sedang pikiran takut begitu, jadi kalau mau ke kamar mandi malam hari di mana semua penghuni rumah sudah pada tidur, jadinya takut ke kamar mandi, duh duh mana sebelumnya ada cerita yang cukup menyeramkan begitu, di mana pernah ada penampakan, ihhh takut juga walaupun saya tidak pernah mengalaminya sendiri. Jadi ceritanya kamar-kamar kos ini kan di bagian belakang rumah ibu, tapi menjadi satu bagian dengan rumah ibu kos, terpisah satu pintu saja, dapur ibu dan kamar mandi anak kos dan kamar mandi ibu kos ya di belakang juga, tapi kalau sudah pada tidur, pintu penghubung ke rumah ibu kos ya ditutup, hmmm kebayang kan rasanya saya sendirian di belakang.

Jadi cukup lama saya menjadi anak kos tunggal di kost-an ibu kos ini, setelah itu satu persatu masuk anak kos baru, jadi ramai kembali. Cerita takut ke kamar mandi malam hari pun tidak ada lagi, sudah ramai, jadi berani donk.

Nah kembali ke cerita cabai ini, karena sakit maag begini, mamatua saya yang di Perak, memberi solusi kepada saya yang penyuka pedas ini, kalau mau pedas, makan saja cabainya, tapi jangan ditelan, cukup di mulut saja, tentu tidak akan sampai sakit perut, he he he... boleh juga tapi kok rasanya aneh makan cabai tapi dikeluarkan lagi...kurang afdol kan kalau tidak ditelan ha ha ha..

Sippp ah.. kembali ke resep asam pedas kali ini, nah rasanya tentu asam dan pedas kan, dengan pemberian asam kandis dan tomat membuat asam pedas ini segar. Belum lagi tambahan daun kemangi membuatnya lebih harum.

Resep kurang lebih samalah ya dengan resep sebelumnya.. berikut saya tuliskan kembali.. silakan..

Asam Pedas Ikan Tongkol

Bahan :
  • 800 gr ikan tongkol, bersihkan dan potong-potong
  • 1 buah jeruk nipis
  • 2 buah tomat ukuran sedang, potong 6 masing-masing
  • 2 genggam daun kemangi
  • 15 butir cabai rawit merah utuh
  • 5 butir asam kandis
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
  • 3 lembar daun salam
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 1 lembar daun kunyit, sobek-sobek
  • 2 batang daun bawang, potong-potong
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • 800 ml air
Bumbu halus :
  • 8 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 2 sachet terasi
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 5 buah cabai merah kering, rendam dengan air panas hingga lunak
Cara membuat :
  1. Lumuri potongan ikan dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 15 menit, bilas
  2. Tumis daun jeruk, daun salam, daun kunyit dan serai hingga harum dan daun berubah warna lalu masukkan bumbu halus, tumis hingga matang dan bumbu tidak langu
  3. Masukkan potongan ikan, aduk rata dan masak hingga berubah warna
  4. Tambahkan air dan asam kandis serta cabai rawit dan daun bawang, masak hingga kuah mendidih dan ikan matang
  5. Masukkan tomat dan garam, aduk rata, masak hingga tomat mulai lunak, cicipi rasanya
  6. Sesaat sebelum diangkat masukkan daun kemangi


resep asam pedas ikan

Nah semoga resep asam pedas ikan tongkol ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...




OlderStories Home