Monic's Simply Kitchen: Ikan
Showing posts with label Ikan. Show all posts
Showing posts with label Ikan. Show all posts

Wednesday, March 14, 2018

Gulai Tauco Bumbu Iris



gulai tauco minang

Sudah siang, sudah pada makan siang belum? makan siang pakai apa kakak? apapun makanannya, tetap semangat ya.. hayo mau bilang apapun makanannya minumnya teh botol sosro ya..he he he... eh tapi memang enak sih habis makan minum teh botol sosro, walaupun teh merk apa juga bisa dan tetap enak.

Kalau di Batam nih, minuman terkenal dan merakyat adalah teh obeng, hi hi hi.. teh apa tuh teh obeng. Lucu memang kalau pertama kali dengar, saya saja ketika pertama kali ke Batam dan mendengar istilah ini kok aneh ya, kasak kusuk tanya teman, apa tuh teh obeng, oalah ternyata adalah es teh. Lalu kalau teh hangat disebut teh-o, kopi hangat disebut kopi-o. Hmmm kalau es kopi apa disebut kopi obeng? belum ada yang mencantumkan minuman kopi obeng ini di sini.

Panas-panas di Batam minum teh obeng, oalah enaknya, segar.. es batunya itu loh yang buat tambah segar, es batu bentuk tabung berlubang tengah. Kalau Sophie sudah diajak minum teh obeng, kalau tehnya sudah habis, suka sekali makan es batunya, karena bolong ditengah jadi dia juga bisa bermain-main dengan sedotannya itu memasukkan sedotan ke lubang es batu.

Uppsss kembali ke gulai tauco dulu ya, nah kemarin saya masak gulai tauco ini, bahan yang terpikirkan dan tersedia di dapur saya masukkan semua, tadinya mau ditambah tempe juga, tapi terlalu penuh sepertinya muatannya, jadi saya urungkan niat tersebut. Bapaknya Sophie malah bertanya, udangnya mana? secara dia melihat saya membersihkan udang sebelum memasak, tapi karena terlalu banyak muatan gulai ini, saya berpikir ya sudah udangnya buat dimasak apalah nanti dipikirkan. Ealah protes, langsung deh katakan, kamu itu terlalu pelit, kenapa udangnya tidak dimasak juga? janganlah terlalu pelit sama babang sendiri, begitu candanya. Saya tahu dia sudah cukup senang dengan gulai tauco ini karena ada petenya, ini yang buat enak gulai tauco.

Gulai tauco ini agak kemerahan karena memang tauconya agak gelap dan kemerahan, saya beli tauco di pasar. Biasanya saya pakai tauco botolan yang beli di swalayan. Kalau dari segi rasa tauco swalayan rasanya tidak seasin tauco pasar. Saya katakan ke bapaknya Sophie, bagaimana, penampakan kuahnya sudah mirip dengan lontong sayur gulai tauco yang biasa beli di si uda itu kan?

Memang kalau beli lontong sayur, ada satu langganan favorit, lontong sayur Minang, yang jual orang Minang asli, dengan varian gulai paku (pakis), gulai nangka dan gulai tauco. Gulai tauonya sederhana saja, isinya hanya buncis, wortel dan rimbang atau tekokak atau nama lainnya terong pipit. Mirip leunca tapi beda. Hmmmm penasaran dengan bentuk rimbang ih, cusss yuk ke resep gulai tauco ikan khas Minang, di sana saya gunakan rimbang di gulainya.

Tadinya saya berniat menggunakan rimbang juga, karena saya ingat saya masih simpan rimbang di kulkas, ternyata rimbangnya sudah menghitam, tanpa saya periksa lagi, ya iyalah ya, sudah seminggu lebih di kulkas. Jadinya batal deh saya pakai tuh rimbang.

Nah pada dasarnya gulai tauco kali ini mirip sekali dengan resep gulai tauco ikan khas Minang yang pernah saya posting sebelumnya, hanya kali ini saya menggunakan bumbu iris, lebih simpel cara membuatnya.

Oh iya, selain gulai tauco khas Minang, saya pun pernah membuat sambal tauco khas Medan, nah yang ini tak kalah sedap, cusss klik linknya kalau mau tahu dengan resepnya ya. Sambal tauco khas Medan ini biasanya dijual sebagai pendamping nasi lemak, itu nasi lemak di Batam ya, jadi biasanya judul kedainya nasi lemak khas Medan.

Untuk ikannya sendiri di sini saya menggunakan ikan benggol, sebutannya di Batam, kalau di Palembang beda lagi, sebutannya ikan sarden. Nah di Medan, colek mba Rini di Medan yang mengatakan kalau di sana sebutannya ikan Dencis, atau juga ada yang menyebut ikan layang. Bentuknya bagaimana, sayangnya saya tidak foto ikannya dalam kondisi belum dimasak, upss di foto gulainya tidak nampak jelas ya. Yang belum tahu bentuk ikannya, cusss silakan ke link ini pempek kulit ikan benggol.

Ikan ini adalah favorit saya selain ikan tongkol, dan tentunya favorit kucing kuning gembul di rumah, Adul Bedul, yang kalau saya goreng ikan ini, sudah tahu kalau dia pasti dapat jatah, duduk di dapur dengan sabar menunggu jatahnya diberikan.

Wokeh, terlalu panjang ya celoteh saya, berikut langsung ke resep ya.. silakan..


Gulai Tauco

Bahan :
  • 5 ekor ikan benggol yang sudah digoreng
  • 10 buah tahu yang sudah digoreng
  • 20 butir telur puyuh rebus
  • 3 papan pete
  • 10 buah buncis, iris serong
  • 10 buah cabai hijau keriting, iris serong
  • 20 butir cabai rawit merah utuh
  • 2 lembar daun salam
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 ruas jempol lengkuas, memarkan
  • 1 batang serai bagian putihnya, memarkan
  • 100 gr tauco
  • 600 ml air
  • 1 sachet santan instan 65ml
  • 5 butir bawang merah, iris
  • 3 siung bawang putih, iris
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bawang merah dan putih sampai harum, masukkan serai, daun salam, daun jeruk dan lengkuas, tumis kembali sampai harum. Masukkan tauco, aduk rata, tambahkan air dan santan, aduk rata kembali. Biarkan mendidih sambil sesekali diaduk. Masukkan buncis, cabai hijau, cabai rawit merah, tahu dan telur puyuh, masak sampai buncis mulai sedikit layu, sesaat sebelum diangkat masukan ikan goreng, cicipi rasanya, bisa tambahkan gula untuk penyeimbang rasa asin tauco, angkat dan siap disajikan.

resep gulai tauco bumbu iris

Nah semoga resep gulai tauco bumbu iris ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba....



Thursday, February 8, 2018

Gulai Ikan Tongkol Aceh



resep gulai tongkol aceh

Hari ini posting resep masakan ikan dulu, tapi ini sebenarnya buatnya sudah beberapa waktu yang lalu, belum sempat tayang. Nah kali ini resep gulai ikan tongkol Aceh, hmmm walaupun namanya gulai tapi yang ini minus santan. Rasanya.. unik kalau kata saya, dan pastinya sedap, he he he.. apalagi pakai ikan tongkol, ikan favorit begini.

Ceritanya waktu itu blogwalking ke blognya mba Luluk Williams, hmmm kelihatan enak deh gulai ikan tongkol yang mba Luluk buat, tapi ada pemakaian asam sunti, nah ini dia nih, walaupun di Batam ini beragam ya jenis bumbunya dan memang dipengaruhi daerah Sumatera kebanyakan, tapi tidak pernah saya melihat ada penjual bumbu yang menjual asam sunti. Nah beda dengan bumbu-bumbu atau bahan khas dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat, banyak yang jual.

Okelah tidak ada asam sunti, ganti dengan belimbing wuluh segar saja, semoga dapat rasa asamnya, mirip-mirip. Nah sudah pada tahu belum asam sunti itu apa sih? ternyata eh ternyata asam sunti itu adalah belimbing wuluh yang dikeringkan. 

Ternyata banyak kan jenis asam itu, tentu saja asam jawa adalah asam yang sangat umum ditemui di seluruh pelosok Indonesia, betul tidak?

Selama ini saya baru mencoba yang namanya asam jawa, asam gelugur, asam kandis, asam mangga (colek mba Ima dulu yang sudah berbaik hati mengirimkan asam mangga jauh-jauh dari Polewali). Asam cekala, sering lihat di pasar, tapi belum pernah sekali pun coba, pernah beli juga karena rencana mau membuat arsik, semua bahan lainnya termasuk bawang batak, andaliman, kecombrang, tapi apa daya, mood membuat arsik lenyap, dan akhirnya bahan tersebut dialihfungsikan ke masakan lain kecuali asam cekala, he he he...

Oh iya di resep ini bumbu rempahnya lumayan lengkap, nah untungnya bahan-bahan ini tersedia di dapur saya, beda kalau di dapur ibu saya... rempah seperti kapulaga, adas, jinten, kembang lawang tidak tersedia setiap saat, secara ibu saya tidak pernah masak dengan bumbu-bumbu begini.

Nah untuk gulai ikan tongkol yang saya buat kali ini minus daun kari karena memang daun kari itu bukanlah daun yang umum dijajakan di pasar di Batam ini, hanya pasar tertentu yang ada, itu pun cukup jauh dari rumah. Lalu minus daun pandan juga, sedang tidak ada stok.

Okelah, lanjut ke resep ya.. resep yang saya buat yang telah saya sesuaikan dengan stok bahan yang ada, ini dia, silakan..


Gulai Ikan Tongkol Aceh

Bahan :
  • 1 kg ikan tongkol, potong-potong
  • 2 buah jeruk nipis
  • 2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk
  • 5 butir cengkeh
  • 3 butir kapulaga
  • 1 buah bunga lawang/pekak
  • 1 sendok teh garam
  • 10 buah belimbing wuluh segar, potong dua
  • 750 ml air
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 8 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 20 butir cabai rawit
  • 3 cm jahe
  • 3 cm kunyit
  • 1 sendok teh jinten * (*sangrai)
  • 1 sendok teh adas *
  • 3 sendok teh ketumbar *
  • 6 butir kemiri

Cara membuat :
Cuci bersih ikan tongkol, lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 10 menit, bilas. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun jeruk, serai, kapulaga, cengkeh, kembang lawang, tumis hingga harum, tambahkan air biarkan sampai mendidih, masukkan ikan, tambahkan garam dan belimbing wuluh, masak hingga ikan matang, cicipi rasanya, angkat dan siap dihidangkan.



gulai ikan tongkol khas aceh

Nah semoga resep gulai ikan tongkol khas Aceh ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...




Monday, October 16, 2017

Asam Pedas Ikan Tongkol dengan Kemangi



resep asam pedas ikan tongkol

Beberapa waktu yang lalu saya masak asam pedas ikan tongkol, nah bisa dikatakan ini adalah salah satu masakan favorit saya ya dari segi memasaknya dan tentu dari segi memakannya, sesuai deh dengan selera saya. Pas ke pasar lihat ada ikan tongkol ukuran kecil, jadi neh si ikan tongkol dibagi 2 saja. Resepnya juga ya itu lagi itu lagi.

Nah segarnya lagi asam pedas ini sudah ditambahkan daun kemangi, hmmm mantap deh rasanya. Yang lebih yahud lagi, saya tambahkan cabai rawit merah utuh ke dalamnya, aih sedapnya. Hi hi hi tapi habis itu perut panas, dasar.. sampai hari ini saya belum kapok makan cabai-cabaian. Rasanya ada yang kurang kalau masakan tidak pedas.

Dulu sempat kapok makan cabai, secara kena serangan maag, tapi itu dulu sekali ketika masih di Surabaya. Hmmm begitu menderitanya sakit di mana status masih anak kos, eits tapi untungnya punya ibu kos ya kok baik sekali. Beliau siapkan ember berisi air kalau sewaktu-waktu saya muntah, secara kan kalau sakit maag bawaannya muntah melulu. 

Dan beliau membuatkan bubur untuk saya, lalu beri teh hangat, aih aih kalau begini kan enak ya jadi anak kos, serasa jadi anak ibu kos sendiri. Hi hi hi memang ibu ini super baik deh... Terasa sekali ketika anak kos pindah semua, yang tertinggal hanya saya saja, wah-wah saya jadi anak kesayangan, terkadang ibu kos masak pun saya diberi. Mbak Mon... begitu ibu kos memanggil saya, nanti kalau kamu ga sempat beli makan di luar, makan o.. yang ibu masak, kamu ambil sendiri ya... sipp bu.. begitu kata saya.

Lalu ingat ketika ada acara ulang tahun anaknya, ibu kos masak nasi kuning, nah karena saya waktu itu super sibuk tentu saya tidak bisa membantu ibu kos, eh tetiba pulang di meja saya sudah terhidang nasi kuning lengkap di dalam box makanan. Lalu dengan tanpa tanya-tanya lagi langsung saja saya santap dan tak lupa mengatakan terima kasih... itu setelah nasinya saya santap. Lalu ibu kos langsung protes, itu bukan buatmu mba.. itu buat mas bla bla.. kalau buat kamu kenapa harus di box, ini loh ibu sudah sediakan di piring. Lah bagaimana bu.. sudah saya makan eh... oalah mba.. yo wis.. tak buatkan lagi. Hi hi hi... maaf bu.. saya kira buat saya..

Nah yang tidak enaknya menjadi anak kos tunggal ini kalau sedang pikiran takut begitu, jadi kalau mau ke kamar mandi malam hari di mana semua penghuni rumah sudah pada tidur, jadinya takut ke kamar mandi, duh duh mana sebelumnya ada cerita yang cukup menyeramkan begitu, di mana pernah ada penampakan, ihhh takut juga walaupun saya tidak pernah mengalaminya sendiri. Jadi ceritanya kamar-kamar kos ini kan di bagian belakang rumah ibu, tapi menjadi satu bagian dengan rumah ibu kos, terpisah satu pintu saja, dapur ibu dan kamar mandi anak kos dan kamar mandi ibu kos ya di belakang juga, tapi kalau sudah pada tidur, pintu penghubung ke rumah ibu kos ya ditutup, hmmm kebayang kan rasanya saya sendirian di belakang.

Jadi cukup lama saya menjadi anak kos tunggal di kost-an ibu kos ini, setelah itu satu persatu masuk anak kos baru, jadi ramai kembali. Cerita takut ke kamar mandi malam hari pun tidak ada lagi, sudah ramai, jadi berani donk.

Nah kembali ke cerita cabai ini, karena sakit maag begini, mamatua saya yang di Perak, memberi solusi kepada saya yang penyuka pedas ini, kalau mau pedas, makan saja cabainya, tapi jangan ditelan, cukup di mulut saja, tentu tidak akan sampai sakit perut, he he he... boleh juga tapi kok rasanya aneh makan cabai tapi dikeluarkan lagi...kurang afdol kan kalau tidak ditelan ha ha ha..

Sippp ah.. kembali ke resep asam pedas kali ini, nah rasanya tentu asam dan pedas kan, dengan pemberian asam kandis dan tomat membuat asam pedas ini segar. Belum lagi tambahan daun kemangi membuatnya lebih harum.

Resep kurang lebih samalah ya dengan resep sebelumnya.. berikut saya tuliskan kembali.. silakan..

Asam Pedas Ikan Tongkol

Bahan :
  • 800 gr ikan tongkol, bersihkan dan potong-potong
  • 1 buah jeruk nipis
  • 2 buah tomat ukuran sedang, potong 6 masing-masing
  • 2 genggam daun kemangi
  • 15 butir cabai rawit merah utuh
  • 5 butir asam kandis
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
  • 3 lembar daun salam
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 1 lembar daun kunyit, sobek-sobek
  • 2 batang daun bawang, potong-potong
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • 800 ml air
Bumbu halus :
  • 8 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 2 sachet terasi
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 5 buah cabai merah kering, rendam dengan air panas hingga lunak
Cara membuat :
  1. Lumuri potongan ikan dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 15 menit, bilas
  2. Tumis daun jeruk, daun salam, daun kunyit dan serai hingga harum dan daun berubah warna lalu masukkan bumbu halus, tumis hingga matang dan bumbu tidak langu
  3. Masukkan potongan ikan, aduk rata dan masak hingga berubah warna
  4. Tambahkan air dan asam kandis serta cabai rawit dan daun bawang, masak hingga kuah mendidih dan ikan matang
  5. Masukkan tomat dan garam, aduk rata, masak hingga tomat mulai lunak, cicipi rasanya
  6. Sesaat sebelum diangkat masukkan daun kemangi


resep asam pedas ikan

Nah semoga resep asam pedas ikan tongkol ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...




Saturday, March 11, 2017

Mangut Ikan Salai (Ikan Asap)



mangut ikan asap

Hari ini saya posting resep masakan yang saya tidak suka, loh kok bisa? walaupun saya tidak suka masakan ini, tapi tetap ya saya masak, karena kesukaan bapaknya Sophie dan memang dia sengaja minta dimasakkan mangut ikan salai ini.

Nah saya pernah dan sering bahkan ya mengatakan kalau saya itu tidak suka dengan ikan asap, jadi sampai saat ini saya tidak mau makan masakan dengan ikan asap. Hmmm memang sih dari kecil saya tidak pernah makan makanan dengan ikan asap begini, setahu saya ya.. tapi setelah saya pikir-pikir ada satu jenis ikan teri yang saya paling tidak suka dari dulu, warnanya kehitaman seperti ikan asap dan baunya setelah saya pikirkan memang itu ikan teri yang diasapkan. Nah di rumah sering sekali ibu saya menggoreng ikan teri ini. Tapi saya tidak pernah mau makan, kesan saya waktu itu ikan teri yang itu aromanya saya tidak suka.

Nah kalau kami di sana menyebutnya ikan teri campa, campa di sini artinya hambar. Bukan jenis ikan teri yang biasanya yang asin. Alm bapak saya selalu katakan, ini enak.. cobalah.. kenapa kamu tidak mau makan ikan teri ini? mmmmm.. tidak suka begitu kata saya. Walaupun tahu kalau saya tidak suka, bapak saya ini selalu membujuk saya untuk memakannya.. tetap teguh.. tidak mau makan ikan teri campa ini. Namanya juga selera kan ya.. tidak bisa dipaksakan.

Kenangan akan teri campa ini tidak berlanjut ketika saya kuliah di Bandung, saya tidak pernah menemukan makanan beraroma sama dengan ikan teri campa ini di Bandung, hmmm mungkin karena jajahan kuliner saya tidak begitu lebar kali ya, namanya juga anak di rantau, entahlah.

Eh ketika saya ke Surabaya, saya menemukan menu yang katanya mangut iwak pe.. sempat penasaran apa sih mangut iwak pe itu? dan apa sih iwak pe? setahu saya kalau di Palembang, iwak artinya ikan, dan memang sama, jadi ternyata iwak pe itu ikan pari. Hmmm dari penampilannya menggoda, karena penasaran saya coba, dan eng ing eng.. rasanya saya tidak suka. Dan selidik punya selidik ternyata iwak pe di sini adalah ikan pari yang sudah diasapkan.

Sejak saat itu saya menghindari makanan yang bernama iwak pe ini..he he he. Padahal di Surabaya itu banyak juga jenis ikan asap yang saya baru tahu ketika saya ambil jalan pintas dari Sukolilo ke Perak lewat daerah pantai Kenjeran. Jalan pintas tersebut sampai lewat ke beberapa jalan rumah penduduk yang notabene boleh dikatakan mengolah hasil laut. Di sana saya baru melihat kalau ada bangunan khusus untuk mengasapkan ikan. Saya melihat beberapa jenis ikan diasapkan dan ada yang sudah berwarna kehitaman.

Dan begitu saya sampai di Batam, saya baru tahu juga kalau ada salah satu menu masakan padang berupa gulai ikan salai. Ahai.. dari warnanya saya tahu nih ikan pasti ikan asap dan benar memang ikan salai itu ikan asap, dan biasanya saya selalu melihat ikan salai di sini adalah ikan lele. Dan lagi neh.. ternyata di penjual ikan teri dan ikan asin, pasti ada ikan salai lele ini. Hmmm ternyata ada juga ikan salai dari ikan lele anakan.

Ternyata eh ternyata bapaknya Sophie itu doyan ikan asap.. alamak.. jadi kalau dia mau makan ikan asap ya beli saja di rumah makan padang. Nah ini sudah beberapa kali dia ingin dimasakkan ikan asap, biasanya saya gulai, campur dengan pakai atau kacang panjang. Kalau saya sedang tidak mood sama sekali, masakan begini sama sekali tidak saya cicipi rasanya, entah enak atau tidak, tapi yang makan tidak pernah protes.

Kalau saya sedang baik hati saya cicipi, tapi..ada tapinya neh, saya cicipi rasa kuahnya saja, sebelum ikannya dimasukkan he he he.. Setelah itu terserah rasanya bagaimana. Hmmm tapi enaknya sama bapaknya Sophie itu tidak begitu mementingkan rasa umami buatan, dalam artian tidak suka dengan rasa umami berlebihan karena penambahan penyedap. Jadi masakan begini dia tidak pernah protes walaupun entah rasanya bagaimana.

Beberapa kali dia menawari saya mencoba gulai atau mangut ikan asapnya, tapi tetap ya saya tidak mau, entahlah, kalau yang ini saya sama sekali tidak mau mencobanya lagi, saya sudah tahu rasanya dari aromanya saja. Dan untungnya saya masih tahan dengan aromanya he he he..

Jadi memang ya, selera tidak bisa dipaksakan, walaupun ada juga neh yang tadinya tidak suka eh lama-lama jadi suka. Seperti makan pete atau jengkol, nah dulu makanan ini tidak pernah saya coba, secara dari kecil tidak pernah makan, ketika sudah mulai bersama dengan bapaknya Sophie yang doyan pete serta jengkol, saya mulai beradaptasi makan kedua jenis ini, dan ternyata lidah saya masih bisa menerimanya, walaupun makannya juga tidak banyak.

Jadi untuk setiap makanan memang tiap orang itu berbeda ya.. jadi jangan juga hueks hueks melihat orang lain makan  makanan yang kita tidak suka, tetap hargai orang lain. Kalau kita tidak suka bukan berarti makanan itu makanan sampah sampai perlu kita hueks hueks, nah apalagi di depan orang ketika orang lain makan makanan tersebut, akan sangat menyakiti hatinya bukan? walaupun memang kita hampir muntah karenanya.. ha ha ha..

Jadi setiap manusia itu berbeda, alangkah indahnya kalau setiap orang bisa menghargai perbedaan. Tentu akan damai dunia ini, iya kan.. nyatanya memang tidak semudah itu berbicara begini, pada prakteknya sangatlah sulit kan. Hal yang berbeda malah mengundang konflik, aih aih..  

Sipp ah.. berikut resep mangut ikan salai atau ikan asap yang saya buat ya... resepnya ya itu itu juga, sama seperti resep mangut ikan tongkol atau mangut ikan kakap..

Mangut Ikan Salai

Bahan :
  • 300 gr ikan salai atau ikan asap (di sini saya menggunakan ikan lele asap)
  • 5 lonjor kacang panjang, potong-potong
  • 2 genggam daun kemangi
  • 2 buah tomat ukuran sedang, belah 6 memanjang
  • 2 batang daun bawang, potong 2cm
  • 5 lembar daun jeruk
  • 3 cm lengkuas, memarkan 
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 65 ml santan instan
  • 300 ml air 
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 8 buah cabai merah keriting
  • 5 butir cabai rawit merah
  • 2 cm jahe
  • 2 cm kunyit
  • 2 sachet terasi (@5gr)
  • 5 butir kemiri

Cara membuat :
  1. Cuci ikan, bilas, goreng sebentar saja, angkat dan tiriskan
  2. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan lengkuas, serai, daun salam dan daun jeruk, masak hingga harum
  3. Masukkan santan dan air, aduk rata, masak hingga mendidih
  4. Tambahkan tomat dan kacang panjang, beri garam, aduk rata, cicipi rasanya
  5. Masukkan ikan salai, tambahkan daun bawang, masak sebentar, cicipi lagi rasanya, kemudian sesaat sebelum diangkat masukkan kemangi, aduk dan masak sebentar saja sampai kemangi sedikit layu, angkat dan siap disajikan

mangut ikan salai lele

Nah semoga resep mangut ikan salai atau ikan asap ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..


Selamat mencoba...


Monday, February 27, 2017

Bau Peapi khas Mandar



bau peapi mandar

Hari ini tumben saya memasak cukup pagi, antar Sophie ke sekolah lalu cuss ke pasar dan mencari ikan tongkol untuk dimasak bau peapi khas Mandar ini. Tapi eh tapi keliling ke penjual ikan tidak ada seorang pun penjual yang menjual ikan tongkol. Ya begitulah terkadang kalau dicari malah tidak ada, dulu juga cari daun pisang untuk buat pepes, keliling pasar kosong, lalu ingin buat sambal cibiuk, cari kencur, duh kosong juga.

Nah daripada batal membuat bau peapi hari ini, jadi saya gunakan saja ikan laut yang ada dan saya cukup suka dengan rasanya, kalau disini disebut ikan sarden. Beda sedikit dengan ikan benggol, yang ini lebih besar ikannya. Lalu pulang, mempersiapkan semua bahan untuk memasak bau peapi ini, dan tanpa waktu lama, bau peapi sudah matang. Begitu saya cicipi kuahnya... duh.. masakan ini simple tapi enak pakai banget deh..

Tadinya saya tidak berniat makan, karena memang biasanya makan sekaligus siang, pagi-pagi mengudap buah dulu. Tapi eh tapi.. kok enak ya.. tidak tahan, ambil piring dan nasi dan menyendokkan si bau peapi ini ke piring,lanjut deh menyantapnya ha ha ha...

Oh iya bicara bau peapi ini, saya baru tahu ada makanan yang satu ini ya ketika sudah kenal dengan mba Ima, nah di blog mba Ima, ada resep bau peapi ini yang merupakan resep mendiang ibunda tercinta. Sederhana sekali bahan-bahannya, tapi menggunakan asam mangga atau kalau disana disebutnya kaloe/pamaissang dan bawang khas Mandar yang disebut lasuna Mandar, untuk info lebih jauh tentang kedua bahan ini silakan berkunjung ke dapur Ima ya di kaloe atau pamaissang dan lasuna Mandar.

Yang belum tahu Mandar siapa hayo? jadi sebenarnya Mandar itu adalah salah satu suku terbesar yang mendiami daerah Sulawesi Barat. Hmmm saya tidak begitu tahu tentang Sulawesi Barat ini, walaupun ada saudara saya yang tinggal di Mamuju. Jadi sebelum lihat peta saya bingung juga Sulawesi Barat itu di mana ya..dasar..

Nah lebih banyak tahu tentang kuliner Mandar ini ya dari postingan mba Ima, ya memang begitu kan ya.. seharusnya food blogger itu membagikan tentang kuliner yang khas dari daerahnya jadi pembaca bisa lebih tahu tentang daerah lain.

Jadi ceritanya, mba Ima ini berbaik hati mengirimkan lasuna Mandar dan asam mangga ini kepada saya, secara memang kedua bahan ini sama sekali tidak ada di Batam. Jadi kemarin saya terima paket yang datang dari jauh, dan tidak hanya asam mangga dan lasuna Mandar yang saya terima, ada juga gula aren dan batte anjoro atau kelapa sangrai yang diberi bumbu dan dihaluskan. Nah untuk lebih jelas mengenai batte anjoro ini silakan mampir ke postingan mba Ima yang ini loka sattai dan batte anjoro. Soalnya tidak sempat saya dokumentasikan pagi ini, sudah kami makan kemarin sore..he he he.. nah ini dia paket yang saya terima dari mba Ima, terima kasih mba Ima.

asam mangga lasuna mandar gula aren

Nah bagaimana kalau tidak ada kedua bahan khas ini, hmmm tetap bisa kok membuat bau peapi ini, lasuna Mandar ganti dengan bawang merah dan asam mangga bisa diganti dengan asam jawa atau asam lainnya. Mungkin rasanya sedikit berbeda tapi kurang lebih samalah ya...

Sippp deh, yang penasaran dengan masakan ikan berkuah begini, ini dia resepnya ya..jumlah cabai rawit saya tambahkan dan saya beri tambahan cabai rawit utuh juga,  resep asli bau peapi, silakan mampir ke blognya mba Ima, Dapur Ima - bau peapi Mandar.

Bau Peapi Mandar

Bahan :
  • 800 gr ikan sarden atau ikan tongkol
  • segenggam asam mangga
  • 5 butir bawang merah iris, atau lasuna Mandar, iris
  • 10 butir cabai rawit, haluskan (atau sesuaikan dengan selera jumlahnya)
  • 15 butir cabai rawit utuh (tambahan saya)
  • 1/2 sendok teh kunyit bubuk
  • 3 sendok makan minyak goreng (resep asli menggunakan minyak kelapa Mandar)
  • 1 sendok teh garam
  • 500 ml air

Cara membuat :
  1. Cuci asam mangga lalu rendam dengan air, biarkan kurang lebih selama 10 menit
  2. Campur minyak, bawang merah/lasuna, kunyit bubuk, sisihkan
  3. Bersihkan ikan, potong-potong, kemudian tiriskan asam mangga, air rendaman asam mangga ini dipakai untuk membilas ikan
  4. Remas-remas bawang merah/lasuna yang sudah dicampur bubuk kunyit dan minyak tersebut, remas-remas dengan ujung jari selama kurang lebih 20 detik
  5. Lumuri ikan dengan bumbu bawang, masukkan ikan ke dalam panci atau wajan, beri air dan cabai rawit halus dan cabai rawit utuh, serta asam mangga, masak hingga ikan matang dan air sedikit berkurang (karena saya suka berkuah, jadi saya masak hingga ikan matang saja, masih berkuah cukup banyak), cicipi rasanya, tambahkan garam jika perlu, angkat dan siap dihidangkan

resep bau peapi khas mandar

Nah semoga resep bau peapi khas Mandar ini bisa bermanfat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...




Tuesday, December 13, 2016

Tuna Pedas Kemangi



tuna pedas kemangi jamur tiram

Iyess mengalahkan rasa malas dulu, jadi hari ini saya mau update blog lagi, hmmm tetap ya resep draft dulu, secara memang sih saya sudah masak, tapi hanya masakan sederhana saja dan bukan masakan baru lagi. Belum buat kue-kue juga.

Nah saya tampilkan dulu resep tuna pedas kemangi ini, eits dengan campuran jamur tiram juga. Rasanya bagaimana? hmmm enak donk, apalagi kalau dimakan dengan nasi hangat, maknyuss.. seru sekali kalau sudah kegigit cabai rawit yang besar-besar tersebut. 

Kalau masakan ini tentu saja bukan makananya Sophie ataupun Adul Bedul si kucing gembul peliharaan Sophie, begitu kata Sophie. Jadi nih kemarin bapaknya iseng, Pipi mau tambah lagi tidak peliharaannya? mau... mau... jawab Sophie dengan antusias. Bapaknya tanya mau apa peliharaannya?ular? kuda? tidak mau.. langsung dijawab Sophie. Hmmm Pipi mau apa ya... oh iya.. Pipi mau bebek saja, nanti namanya L*l*, begitu jawabnya. 

Dul... nanti Dul main sama L*l* ya... begitu katanya kepada Adul Bedul. Tapi ya tentu saja tidak mungkin kan memelihara bebek di sini, bingung deh. Okelah kalau ikan, masih bisalah dipelihara, ini bebek.. halaman yang tidak seberapa mana bisa pelihara bebek. Akhirnya bapaknya Sophie katakan, bagaimana kalau pelihara bebek kuning saja? bebek kuning apa? begitu tanya Sophie. Itu loh bebek kuning yang biasa dibawa mandi itu loh, yang ada mommy sama anak-anaknya itu. Bebek itu ya.. begitu kata Sophie... ya sudah tidak apa-apa bebek itu saja...mommynya saja yang namanya L*l* begitu katanya lagi... uhuy akhirnya bebek ini ada solusinya he he he.

Sipp kembali ke resep tuna pedas kemangi ini, nah pada dasarnya sih resep ini ya resep isian nasi bakar tuna yang pernah saya buat. Karena ini tidak sebagai isian nasi bakar jadi potongan tunanya saya buat agak besar.


Tuna Pedas Kemangi

Bahan  :
  • 350 gr fillet tuna, potong dadu
  • 1 buah jeruk nipis
  • 250 gr jamur tiram, cuci bersih, sobek-sobek dan peras airnya
  • 2 genggam daun kemangi 
  • 3 siung bawang putih, geprek lalu iris
  • 5 butir bawang merah, iris
  • 20 butir cabai rawit hijau, utuh
  • 20 butir cabai rawit merah, utuh
  • 2 batang daun bawang, iri
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
  1. Kucuri potongan tuna dengan air jeruk nipis, diamkan 10 menit, bilas sisihkan.
  2. Tumis bawang putih sampai harum, masukkan bawang merah, tumis sampai harum dan berwarna kecoklatan
  3. Masukkan potongan tuna, cabai rawit merah dan hijau, aduk rata dan masak hingga tuna berubah warna, lalu tambahkan jamur tiram, masak hingga layu, masukkan kemangi, daun bawang, aduk rata
  4. Tambahkan garam, aduk rata dan masak hingga daun kemangi layu, cicipi rasanya, angkat


tuna kemangi masak pedas

Nah semoga resep tuna pedas kemangi ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...