Monic's Simply Kitchen: kue favorit
Showing posts with label kue favorit. Show all posts
Showing posts with label kue favorit. Show all posts

Wednesday, February 15, 2017

Lalampa Khas Manado



resep lalampa manado

Aih aih apa kabar hari ini? wah ternyata hari ini hari libur nasional ya..kenapa juga saya tidak tahu ya kalau di Batam juga libur, dan ternyata lihat kalender online, oalah tanggal 15 Februari itu libur. Padahal sudah dengan yakinnya antar Sophie ke sekolah... loh kok sepi.. pada kemana nih.. jangan-jangan libur, sampai di rumah cepat-cepat buka kalender online..ya pantas nak.. sekolahmu tutup..orang hari ini hari libur.

Hmmm tidak yakin, telepon gurunya, dan ternyata memang benar libur pilkada, dan ternyata memang ada surat pemberitahuan dari sekolah yang sialnya tidak saya lihat. Secara saya lupa memeriksa isi tas Sophie bagian depannya. Hu hu hu... dasar..

Kalau bicara Pilkada, sudah lama sekali heboh ya.. , duh.. kalau lihat berita kok bawaannya tidak tahan untuk berkomentar. Akhirnya kami pilih tidak ikut-ikutan saja deh, dan apa yang ada dalam pikiran kami, hanya kami utarakan saja di rumah, tidak perlu mengumbar di media sosial ataupun di mana saja. Biarlah sudah heboh di luar sana, masak kami juga mau buat heboh di sini ha ha ha..

Tapi memang saya itu suka geregetan kalau baca-baca time line facebook, ada saja komentar yang aneh-aneh, sharing sesuatu yang aneh-aneh yang membuat saya geregetan untuk tidak berkomentar. Upsss tapi saya tahan saja komentarnya untuk hanya saya bicarakan kepada bapaknya Sophie, tidak di kolom komentar fb... tahan niatmu buk..

Upss kembali kepada postingan kali ini saja ya... kali ini saya akan memposting resep lalampa, lemper khas Manado. Sudah cukup lama saya penasaran dengan lemper manado ini secara saya itu penyuka makanan dari ketan, dan boleh dikatakan saya itu maniak lemper he he he. Setiap kalinya ke Holland bakery, selalu beli lemper. Nah ternyata Sophie juga doyan lemper seperti emaknya. Dan suatu ketika saya menemukan lalampa ini di sana... ha... senangnya ada lalampa.

Akhirnya saya beli satu buah. Bentuknya kecil dan rasanya memang gurih, karena isiannya adalah ikan. Selain gurih tentu saja sedikit pedas. Tapi kalau saya boleh katakan tentu saja tetap kesukaan saya adalah lemper... namanya juga lemper maniak ha ha ha..

Okelah, karena saya sudah coba lalampa ala Holland bakery ini, jadi lanjut coba sendiri buat. Nah unuk resep ketannya saya pakai resep lemper ayam dengan menghilangkan gula di resep, lalu untuk isiannya saya gunakan isian resep kue panada dengan modifikasi. Untuk ikannya sendiri saya gunakan ikan tuna. Ikan tuna sendiri bisa digantikan dengan ikan tongkol. Tadinya saya mau gunakan ikan tongkol, tapi malas ah ke pasar lagi... pakai ikan tuna saja yang ada di freezer.

Terus terang untuk hasilnya saya tidak begitu puas, dari segi bentuk juga tidaklah seperti lalampa ya, yang saya buat ini besar-besar dan gemuk-gemuk. Secara kalau masalah membungkus dengan daun pisang saya bukanlah ahlinya, maaf saja kakak. Dan untuk ketannya sendiri ternyata kelembutan, harusnya ketannya cukup direndam selama 1 jam, apa yang terjadi, saya rendam hampir 12 jam wakakak... itu karena begitu saya rendam, selanjutnya saya terkena penyakit malas dan berlangsung cukup lama ha ha ha, dan malasnya berkelanjutan, saya memasaknya bukan dengan kukusan tapi dengan rice cooker, dengan menambahkan sedikit takaran santannya.

Akhirnya saya memaksakan diri untuk mengolah si ketan ini... malam harinya baru memasak si ketan, keesokan harinya lagi baru deh membuat isinya dan akhirnya penyelesaian, dengan tekstur ketan yang terlalu lembut. Tapi begitu Sophie mencicipi rasa ketannya, saya diberi jempol olehnya... enak ibu.. begitu katanya dan ternyata minta tambah lagi. Begitu sudah matang satu buah lalampa ini disikatnya juga dan tentu saja makannya menggunakan sendok he he he.

Nah resep yang saya bagikan di bawah ini kalau mengikuti takaran dan proses membuatnya tentu saja akan menghasilkan tekstur yang pas, seperti halnya tekstur lemper yang pernah saya buat. Jadi tanpa ada rasa malas seperti yang terjadi pada saya ketika membuat lalampa ini.

Oke deh, yang mau mencoba juga membuat lalampa sendiri di rumah, berikut saya bagikan resep lalampa yang saya buat ya... silakan..

Lalampa

Bahan ketan :
  • 500 gr ketan putih, cuci lalu rendam 1 jam
  • 300 ml santan (saya gunakan 2 bungkus santan instan isi 65ml + air)
  • 1/2 sendok teh garam
  • 3 lembar daun pandan, simpulkan

Bahan isi :
  • 250 gr daging ikan tuna atau tongkol, bakar/goreng/kukus, suwir-suwir (saya bakar dengan teflon tanpa minyak)
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 2 butir asam kandis, rendam dengan 1 sendok air hangat
  • 1 genggam daun kemangi, jika suka tambahkan menjadi 2 genggam
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

 Bumbu halus :
  • 6 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 3 cm jahe

Cara membuat :

  1. Untuk ketan : kukus ketan sampai setengah matang kurang lebih selama 10-15 menit, sementara itu rebus santan, garam, daun pandan hingga mendidih, kemudian masukkan ketan ke dalam panci, aduk-aduk hingga santan terserap ketan. Kukus lagi hingga matang kurang lebih selama 30 menit dengan api sedang
  2. Untuk isi : tumis bumbu halus hingga harum, masukkan semua bahan, aduk hingga rata, masak hingga kering
  3. Penyelesaian : siapkan daun pisang, cuci bersih dan lap hingga kering, ambil satu lembar daun pisang, sendokkan ketan, beri isi lalu tutup dengan ketan lagi, bungkus lalu semat dengan tusuk gigi. Lakukan sampai selesai, bakar dengan teflon hingga daun bagian bawah kecoklatan (beri sedikit minyak ketika membakar atau tanpa minyak, saya tanpa minyak), balik dan bakar lagi hingga daun kecoklatan, angkat.


Nah semoga resep lalampa khas Manado ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba....



Sunday, December 18, 2016

Resep Kue Favorit : Wingko Babat Nangka



resep wingko babat nangka

Buat lagi kue favorit saya wingko babat, kali ini pakai nangka. Dulu pernah buat sekali tapi tanpa nangka, nah itu saja sudah enak, apalagi diberi nangka, makin enak he he he. Jadi ceritanya saya ini kan menyetok tepung ketan, hmmm pas kebetulan ada nangka beli beberapa biji begitu, cukup mahal, tapi kok kayaknya enak ya makan nangka.

Kepikiran deh buat wingko lagi dengan nangka ini. Tapi eh sayang, keliling pasar tidak ada yang jual kelapa parut yang tanpa kulit arinya itu. Dulu ada, sekarang entah kenapa tidak ada lagi yang jual. Lalu minta tolong kepada penjual kelapa boleh tidak saya beli 1 kelapa tapi tolong diparutkan tanpa kena kulitnya, ealah entah malas entah mungkin aneh permintaan saya atau memang benar alasannya katanya mata pisau mesin parutnya baru saja diganti jadi tidak bisa memarut tanpa kena kulit ari. Ya sudahlah ditolak begitu jadinya saya malas deh berkeliling lagi ke penjual yang lain.

Akhirnya ya sudahlah di freezer masih ada kelapa parut yang memang saya stok sesekali kalau butuh kelapa parut, walaupun dengan kulit arinya juga. Rasanya jadi kurang afdol sih kalau menggunakan kelapa parut tua untuk santan, tapi apa boleh buat, susah menemukan kelapa parut muda setengah tua. Jadi kalau mengenai rasa, wingko yang ini tetap enak tapi masih kurang enak dibandingkan yang pernah saya buat sebelumnya.

Dan di postingan saya wingko babat tersebut ada mba Lyn yang tinggal di Batam juga mengatakan kalau memang untuk wingko babat ini enaknya menggunakan kelapa muda yang setengah tua. Dan mba Lyn ini pun mengatakan kalau mencari kelapa muda setengah tua di Batam susahnya minta ampun he he he.

Jadi kali ini kalau ada yang berminat membuat wingko babat sendiri, usahakan gunakan kelapa muda setengah tua, di sini maksudnya kelapa muda tapi yang sudah bisa diparut, begitu asumsi saya. 

Nah kali ini saya menggunakan resep yang kurang lebih sama dengan resep wingko babat yang pernah saya posting, hanya dengan sedikit modifikasi di bahan dan takaran, kali ini saya hanya membuat sedikit saja.

Berikut resepnya ya, silakan..

Wingko Babat Nangka

Bahan :
  • 80 ml santan (saya gunakan 65ml santan instan + air)
  • 4 sendok makan gula pasir
  • 1/2 sendok teh vanili bubuk
  • 1 lembar daun pandan
  • 125 gr tepung ketan
  • 100 gr kelapa parut (gunakan kelapa parut muda setengah tua)
  • 3 biji nangka, potong dadu
  • 1 sendok makan margarin (saya gunakan blueband cake & cookie)
  • 1/2 sendok teh garam

Cara membuat :
Rebus santan, gula, vanili bubuk dan daun pandan hingga mendidih, buang daun pandannya. Sementara itu di mangkuk campur tepung, garam, kelapa parut, margarin dan nangka. Tuang rebusan santan gula sedikit demi sedikit hingga adonan kalis dan bisa dibentuk pipih dengan mudah. Panaskan teflon, beri sedikit minyak, ambil secukupnya adonan, bentuk pipih, masak hingga bagian bawah kecoklatan, balik dan masak sisi sebaliknya hingga kecoklatan. Gunakan api kecil saja supaya wingko matang tetapi tidak gosong.


wingko babat resep

Nah semoga resep kue favorit saya ini yaitu wingko babat nangka ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera...



Selamat mencoba...



Monday, January 11, 2016

Wajik Ketan Selai Nanas (Wajik Bandung / Wajik Kletik)



resep wajik kletik selai nanas

Okey deh saatnya posting kue tradisional yang sudah lama dikenal ya, tetapi entah ini asalnya dari mana otentiknya. Kalau biasanya sih memang dikenal dengan nama wajik kletik ataupun wajik bandung. Nah kalau kami sekeluarga hanya menyebutnya wajik.

Wajik ini sudah dari saya kecil sering dibuat oleh ibu saya. Nah dulu kalau kecil memang tugas kami anak-anak di rumah hanya membungkusnya. Dengan training seadanya, akhirnya kami semua mahir membungkus wajik ini dengan bentuk yang sama, seperti gambar yang saya tampilkan.

Resep ini adalah resep andalan ibu saya, dan semua yang makan wajik ini akan suka dengan rasanya, tentu bagi yang suka makanan manis begini ya. Nah wajik ini awalnya dibungkus masih lembut, tetapi lama-lama (entah berapa lama ya saya kurang tahu pastinya), maka permukaan wajik akan mengeras, tetapi dalamnya masih empuk, nah inilah enaknya wajik ini.

Foto yang saya ambil ini wajiknya baru beberapa hari saja, kurang lebih 5 hari, bagian luarnya belum mengeras. Jadi butuh waktu lebih lama lagi.

Standar membungkus wajik ini sih sebenarnya tidak ada ya, hanya memang biasanya menggunakan kertas minyak warna-warni dan selain dengan cara membungkus yang biasa dilakukan oleh ibu saya, ada juga yang tidak mau repot hanya dengan melipatnya seperti amplop begitu saja.

Okey deh untuk membuat wajik ini, ibu saya menggunakan kelapa utuh yang benar-benar masih berkulit, what...jadi ada proses mengupas kulit terluar dan tentu saja batok kelapanya. Nah lalu proses yang cukup membosankan adalah memarutnya manual dengan parutan khusus kelapa parut yang matanya kecil dan tajam. Parutan ini hanya saya lihat banyak dijual di Palembang, belum pernah saya lihat ada di Batam.

Jadi saya kebagian memarut kelapa yang berjumlah 2 butir, ups lebih tepatnya 1 1/2 kali ya, yang 1/2 butir sudah dikerjakan ibu saya. H2C juga tangan saya akan jadi korban seperti yang selama ini terjadi kalau saya menggunakan parutan tajam tersebut. Eits ternyata keahlian dan kewaspadaan saya meningkat, tangan saya selamat dari mata tajam parutan.

Nah kalau dilihat penampakannya, wajik tersebut ada titik-titik hitam, itu adalah kulit ari kelapa yang tidak dibuang. Yang tidak suka dengan penampakan tersebut, bebas kok untuk membuang kulit ari kelapanya.

Membuat wajik ini walaupun bahannya sederhana, tetapi proses memasaknya lumayan lama bok, dan harus sering diaduk adonannya, dan yang pasti harus dimasak sampai benar-benar mengental, kalau ibu saya bilang sampai ketika diaduk, adonan tidak lengket lagi di wajan. Hmmm membosankan memang, tetapi hasilnya sungguh terbayar.

Okey deh yang mau tahu dengan resep wajik ala ibu saya ini, berikut resepnya...

Wajik Ketan Selai Nanas

Bahan :
  • 750 gr ketan putih
  • 1 1/2 kg gula pasir
  • 2 butir kelapa ukuran sedang, parut (jika suka bisa buang kulit ari kelapa)
  • selai nanas dari 2 buah nanas ukuran sedang + 400 gr gula pasir (lihat cara buat selai nanas, catatan: ibu saya tidak menambahkan cengkeh dan kayu manis, jika suka bisa tambahkan sendiri)
  • 500 ml air panas
  • 2 sendok teh garam
  • kertas minyak secukupnya, potong ukuran 8cmx8cm

Cara membuat :
  1. Cuci bersih ketan, rendam selama 5-8 jam
  2. Sangrai kelapa parut hingga kering dan berwarna kecoklatan, angkat, sisihkan 
  3. Tiriskan ketan, kukus hingga setengah matang dengan api besar kurang lebih selama 15 menit, lalu siram-siram dengan air panas yang sudah dicampur garam, sambil diaduk hingga rata, kukus kembali hingga matang, kurang lebih selama 20 menit, tes sudah matang atau belum dengan mencicipinya
  4. Ambil wajan ukuran cukup besar, campur semua bahan, aduk rata dan masak hingga benar-benar mengental, bisa disendokkan dan adonan tidak lagi lengket di wajan
  5. Angkat, lalu panas-panas bungkus sesuai selera (jika mau membungkus seperti gambar, ambil kertas minyak, ambil kurang lebih 1 sendok makan adonan, letakkan di tengah kertas, pertemukan ujung-ujung kertas)
  6. Letakkan di wadah yang cukup besar, jangan bertumpukan, beri jarak antar wajik
  7. Diamkan di tempat yang cukup sejuk, terlindung dari matahari, dan diamkan selama beberapa hari (kurang lebih 3-4 hari), baru kemudian diletakkan di wadah tertutup (itu yang biasa ibu saya lakukan ya)

resep wajik ketan bandung

Nah semoga resep wajik ketan selai nanas atau wajik bandung atau wajik kletik ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga suka....

Selamat mencoba....


Friday, June 26, 2015

Resep Kue Favorit : Semar Mendem Isi Abon

olahan ketan semar mendem
semar mendem isi abon
Masih masuk kategori kue favorit, kali ini saya coba buat semar mendem, tetapi isinya abon saja dan ketannya ketan kuning. Karena isi abon maka semar mendem ini cukup praktis, walaupun begitu ya tetap enak menurut saya, secara berbahan dasar ketan.

Nah ini salah satu kue yang biasanya saya juga temukan di penjual kue pagi hari. Jadi kalau mau makan semar mendem, ya tinggal meluncur ke sana. Tetapi sudah lama sekali semar mendem ini tidak dijual lagi. Hmmm jadi tidak ada salahnya membuat sendiri deh.

Hanya sedang malas membuat isi ayam seperti halnya isi lemper. Walaupun isi ayam itu enak sekali menurut saya. Begitu suka dengan rasa lemper ayam yang pernah saya buat sebelumnya. Ah tapi memang kalau sedang malas ya tetap saja malas ya. Nah ide membuat ketan kuning ini juga karena sebelumnya pernah buat ketan kuning serundeng, jadi kepikiran untuk buat ketan kuning.

Saturday, June 13, 2015

Resep Kue Favorit : Wajik Ketan Gula Merah

resep wajik ketan gula merah
wajik ketan
Kue favorit yang tidak pernah lekang oleh waktu : wajik ketan gula merah, jiahhh. Entah sudah dari kapan nih keberadaan kue yang satu ini. Dan karena masih tema ketan-ketanan maka kue ini tetap ya menjadi kue favorit saya.

Dulu orang tua saya suka sekali buat wajik ketan gula merah ini, nah mereka kerja sama kalau buat wajik ketan, karena biasanya mereka buatnya tidak sedikit, satu kuali besar. Nah saya ingat betul, mereka akan siapkan tungku khusus untuk membuat wajik ketan ini. 

Cara membuatnya juga kalau tidak salah mereka akan masak gula merah dan santan dulu, diaduk-aduk pakai sendok kayu yang besar, nah saya tanya kenapa harus diaduk terus? ibu saya jawab supaya santan tidak pecah. Hmmm saya jawab oh..tetapi ya belum tahu maksud santan pecah itu bagaimana ya.

Tuesday, December 9, 2014

Resep Kue Favorit : Wingko Babat (Glutinous Rice Coconut Cake)

membuat wingko babat mudah
wingko babat
Scroll down for recipe in English

Satu lagi kue favorit saya yang berbahan dasar tepung ketan, yup....wingko babat. Walaupun bahan-bahan sederhana tetapi rasanya ya kok enak ya menurut saya. Nah kali ini akhirnya saya mencoba membuat wingko babat sendiri. Resep kue favorit yang lain yang sudah pernah saya coba adalah onde-onde dan getas ketan hitam...hmmm masih ada lagi resep berbahan dasar tepung ketan yang menunggu antrian neh...

Pertama kali makan wingko babat sudah lama sekali, kalau tidak salah waktu masih tinggal di Bekasi, teman satu kos bawa oleh-oleh dari Semarang, wingko babat, kalau tidak salah merknya kereta api. Nah kesan pertama makan wingko babat adalah saya suka..saya suka...enak..enak...apa dulu karena status masih anak kos, dan apa saja yang dikasih gratis itu enak ya..ha ha ha....

Nah setelah tinggal di Batam, ternyata ada juga yang menjual wingko babat di tempat jualan kue pagi hari. Sering beli juga...enak hanya menurut saya terlalu manis. Tetapi walaupun begitu ya beli terus, dan sampai akhirnya wingko babat lenyap, tidak dijual lagi.

Thursday, October 23, 2014

Resep Kue Favorit : Onde Onde

resep kue favorit onde onde
onde onde kacang hijau
Satu lagi kue favorit saya..yup..onde onde...kue yang termasuk kue jadul yang sampai sekarang tetap eksis. Memang kue berbahan dasar tepung ketan ataupun ketan adalah kue favorit saya. Rasanya menurut saya ya kok enak ya...

Nah selama ini beli terus onde ondenya...biasa suka beli onde-onde pagi hari di penjual aneka kue. Harga seribu rupiah. Seperti biasa makin lama onde-ondenya makin menciut..he he he...sekarang onde ondenya mungil-mungil. Biasa ada 2 jenis isinya yaitu kacang hijau dengan kulit dan kacang hijau tanpa kulit. Menurut saya lebih enak yang tanpa kulit. Tetapi tetap dua-duanya saya suka.

Kalau mau makan onde onde yang sedikit lebih besar dan rasa yang lumayan enak, ada onde onde yang dijual di Holand Bakery, harga 4.500 rupiah..hmmm lumayan mahal ya... Nah kali ini mau mencoba membuat onde onde sendiri, secara masih ada sisa tepung ketan waktu membuat getas ketan hitam beberapa waktu lalu.

Sunday, September 28, 2014

Resep Kue Favorit : Getas Ketan Hitam

cara membuat getas ketan hitam
getas ketan hitam
Hari ini posting resep kue favorit saya, yup getas ketan hitam. Kue ini sudah dari saya kecil sudah makan dan suka sekali dengan kue ini. Ya pada dasarnya saya suka dengan kue apapun yang berbahan dasar ketan, baik itu ketan putih atau hitam.
Sebut saja onde-onde, kue lupis, ketan serundeng, lemper apalagi..maniak..lemang...waduh...banyak deh pokoknya. Nah kalau di Palembang kue ini saya tidak tahu namanya, secara kalau di Palembang getas ya bukan kue ketan balut gula ini, tetapi jenis kerupuk bulat-bulat kecil, atau kerupuk silinder. Nah kalau di sana ya terkenalnya getas bangka.
Ketika jalan-jalan ke dapur maya mba Arik, ketemu deh resep getas ini, hmmm langsung deh punya keiinginan untuk membuat sendiri, secara dari segi bahan dan cara membuat ya kok sederhana ya. Hmm sudah dibookmark resepnya.