Lalampa Khas Manado
Aih aih apa kabar hari ini? wah ternyata hari ini hari libur nasional ya..kenapa juga saya tidak tahu ya kalau di Batam juga libur, dan ternyata lihat kalender online, oalah tanggal 15 Februari itu libur. Padahal sudah dengan yakinnya antar Sophie ke sekolah... loh kok sepi.. pada kemana nih.. jangan-jangan libur, sampai di rumah cepat-cepat buka kalender online..ya pantas nak.. sekolahmu tutup..orang hari ini hari libur.
Hmmm tidak yakin, telepon gurunya, dan ternyata memang benar libur pilkada, dan ternyata memang ada surat pemberitahuan dari sekolah yang sialnya tidak saya lihat. Secara saya lupa memeriksa isi tas Sophie bagian depannya. Hu hu hu... dasar..
Kalau bicara Pilkada, sudah lama sekali heboh ya.. , duh.. kalau lihat berita kok bawaannya tidak tahan untuk berkomentar. Akhirnya kami pilih tidak ikut-ikutan saja deh, dan apa yang ada dalam pikiran kami, hanya kami utarakan saja di rumah, tidak perlu mengumbar di media sosial ataupun di mana saja. Biarlah sudah heboh di luar sana, masak kami juga mau buat heboh di sini ha ha ha..
Tapi memang saya itu suka geregetan kalau baca-baca time line facebook, ada saja komentar yang aneh-aneh, sharing sesuatu yang aneh-aneh yang membuat saya geregetan untuk tidak berkomentar. Upsss tapi saya tahan saja komentarnya untuk hanya saya bicarakan kepada bapaknya Sophie, tidak di kolom komentar fb... tahan niatmu buk..
Upss kembali kepada postingan kali ini saja ya... kali ini saya akan memposting resep lalampa, lemper khas Manado. Sudah cukup lama saya penasaran dengan lemper manado ini secara saya itu penyuka makanan dari ketan, dan boleh dikatakan saya itu maniak lemper he he he. Setiap kalinya ke Holland bakery, selalu beli lemper. Nah ternyata Sophie juga doyan lemper seperti emaknya. Dan suatu ketika saya menemukan lalampa ini di sana... ha... senangnya ada lalampa.
Akhirnya saya beli satu buah. Bentuknya kecil dan rasanya memang gurih, karena isiannya adalah ikan. Selain gurih tentu saja sedikit pedas. Tapi kalau saya boleh katakan tentu saja tetap kesukaan saya adalah lemper... namanya juga lemper maniak ha ha ha..
Okelah, karena saya sudah coba lalampa ala Holland bakery ini, jadi lanjut coba sendiri buat. Nah unuk resep ketannya saya pakai resep lemper ayam dengan menghilangkan gula di resep, lalu untuk isiannya saya gunakan isian resep kue panada dengan modifikasi. Untuk ikannya sendiri saya gunakan ikan tuna. Ikan tuna sendiri bisa digantikan dengan ikan tongkol. Tadinya saya mau gunakan ikan tongkol, tapi malas ah ke pasar lagi... pakai ikan tuna saja yang ada di freezer.
Terus terang untuk hasilnya saya tidak begitu puas, dari segi bentuk juga tidaklah seperti lalampa ya, yang saya buat ini besar-besar dan gemuk-gemuk. Secara kalau masalah membungkus dengan daun pisang saya bukanlah ahlinya, maaf saja kakak. Dan untuk ketannya sendiri ternyata kelembutan, harusnya ketannya cukup direndam selama 1 jam, apa yang terjadi, saya rendam hampir 12 jam wakakak... itu karena begitu saya rendam, selanjutnya saya terkena penyakit malas dan berlangsung cukup lama ha ha ha, dan malasnya berkelanjutan, saya memasaknya bukan dengan kukusan tapi dengan rice cooker, dengan menambahkan sedikit takaran santannya.
Akhirnya saya memaksakan diri untuk mengolah si ketan ini... malam harinya baru memasak si ketan, keesokan harinya lagi baru deh membuat isinya dan akhirnya penyelesaian, dengan tekstur ketan yang terlalu lembut. Tapi begitu Sophie mencicipi rasa ketannya, saya diberi jempol olehnya... enak ibu.. begitu katanya dan ternyata minta tambah lagi. Begitu sudah matang satu buah lalampa ini disikatnya juga dan tentu saja makannya menggunakan sendok he he he.
Nah resep yang saya bagikan di bawah ini kalau mengikuti takaran dan proses membuatnya tentu saja akan menghasilkan tekstur yang pas, seperti halnya tekstur lemper yang pernah saya buat. Jadi tanpa ada rasa malas seperti yang terjadi pada saya ketika membuat lalampa ini.
Oke deh, yang mau mencoba juga membuat lalampa sendiri di rumah, berikut saya bagikan resep lalampa yang saya buat ya... silakan..
Lalampa
Bahan ketan :
- 500 gr ketan putih, cuci lalu rendam 1 jam
- 300 ml santan (saya gunakan 2 bungkus santan instan isi 65ml + air)
- 1/2 sendok teh garam
- 3 lembar daun pandan, simpulkan
Bahan isi :
- 250 gr daging ikan tuna atau tongkol, bakar/goreng/kukus, suwir-suwir (saya bakar dengan teflon tanpa minyak)
- 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
- 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
- 2 butir asam kandis, rendam dengan 1 sendok air hangat
- 1 genggam daun kemangi, jika suka tambahkan menjadi 2 genggam
- 1/2 sendok teh garam
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu halus :
- 6 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 5 buah cabai merah keriting
- 3 cm jahe
Cara membuat :
- Untuk ketan : kukus ketan sampai setengah matang kurang lebih selama 10-15 menit, sementara itu rebus santan, garam, daun pandan hingga mendidih, kemudian masukkan ketan ke dalam panci, aduk-aduk hingga santan terserap ketan. Kukus lagi hingga matang kurang lebih selama 30 menit dengan api sedang
- Untuk isi : tumis bumbu halus hingga harum, masukkan semua bahan, aduk hingga rata, masak hingga kering
- Penyelesaian : siapkan daun pisang, cuci bersih dan lap hingga kering, ambil satu lembar daun pisang, sendokkan ketan, beri isi lalu tutup dengan ketan lagi, bungkus lalu semat dengan tusuk gigi. Lakukan sampai selesai, bakar dengan teflon hingga daun bagian bawah kecoklatan (beri sedikit minyak ketika membakar atau tanpa minyak, saya tanpa minyak), balik dan bakar lagi hingga daun kecoklatan, angkat.
Nah semoga resep lalampa khas Manado ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...
Selamat mencoba....









