Roti Tetap Empuk Lembut Beberapa Hari dengan Tangzhong

Raisin Hegnehog Bread using water roux
Roti Tangzhong
Posting kali ini saya dapatkan idenya dari salah satu teman FB saya, mba Nelvi yang menanyakan kok mengapa roti buatannya keras, tidak empuk? He he he sempat bingung juga mengapa ya? Tetapi berdasarkan pengalaman saya dalam membuat roti ya belum pernah keras sih..hmm sepertinya saya memang harus menulis nih tentang rahasia roti tidak keras dan bahkan tetap empuk dan lembut setelah beberapa hari.

Savoury Bread using water roux
Savoury Bread
Berdasarkan apa yang saya pelajari selama ini maka ini dia jawaban saya ke mba Nelvi, bisa jadi karena waktu pemanggangan yang terlalu lama atau karena adonan roti belum kalis. Nah ternyata mba Nelvi memang memanggang rotinya dengan suhu oven yang rendah sehingga menjadi lama memanggang. Kemudian kalau mau lembut pake metode water roux atau tangzhong mba..Apa itu? Saya akan jelaskan selanjutnya ya.

Nah berikut ini pertama-tama saya akan bahas faktor-faktor yang mempengaruhi kelembutan roti tentunya tanpa bread improver ataupun bread emulsifier.
  • Suhu Oven, ketika kita memanggang roti maka suhu ideal adalah sekitar 160-200 derajat celcius, tetapi bisa kita rata-ratakan sekitar 180 derajat celcius dan waktu panggang sekitar 20 - 25 menit. Jika terlalu rendah maka roti akan keras, dan jika terlalu tinggi maka permukaan roti akan keras, tetapi bagian dalamnya masih cukup lembut.
  • Adonan kurang kalis, adonan kalis elastis ditandai dengan adonan tidak lengket di tangan serta yang paling penting jika adonan direntangkan akan seperti lapisan membran yang transparan. Yang mana hal ini sangat susah jika kita menguleni adonan dengan tangan. Tetapi kita bisa mulai berhenti menguleni adonan roti ketika adonan lengket di permukaan meja dan ketika ditarik seperti permen karet.
  • Waktu fermentasi yang cukup, bagaimana kita bisa mengetahui apakah adonan roti kita sudah cukup fermentasi, karena waktu fermentasi berbeda-beda tergantung suhu dimana adonan tersebut diistirahatkan. Berikut yang bisa kita lakukan, celupkan atau lumuri jari tangan kita dengan tepung terigu kemudian tusukkan ke adonan roti, jika lubang yang kita buat tetap seperti itu maka waktu fermentasi kita sudah cukup. Tetapi jika lubang tersebut menutup kembali, maka kita harus mengistirahatkan adonan roti kita kembali.
    Adonan roti setelah fermentasi cukup
    Adonan setelah fermentasi

Kemudian yang mau saya bahas kali ini juga tentang rahasia roti tetap empuk dan lembut meskipun sudah beberapa hari. Rahasianya ada pada yang namanya thangzhong atau water roux. Pertama kali mengenal istilah ini sih ketika mencoba resep roti gulung kismis mba Endang JTT. Hasilnya memang lembut, empuk.

Metode ini menjadi sangat terkenal di kalangan baking Chinese sejak diterbitkannya buku 65'C Bread Doctor karangan Yvonne Chen asal Taiwan.
Disebutkan bahwa tangzhong itu merupakan bahan rahasia yang berasal dari Jepang, dimana dalam bahasa Jepangnya tangzhong bisa diartikan sebagai pasta tepung, yang mana dihasilkan dari campuran 1 bagian tepung dengan 5 bagian air yang dimasak hingga mengental yang ajaibnya terjadi pada suhu 65' celcius.
Mengapa roti bisa lembut menggunakan tangzhong itu dikarenakan tangzhong yang berupa gel bisa menahan air lebih lama dibanding dengan adonan roti biasa. 

Bagaimana membuat Tangzhong/ water roux?
Dikatakan bahwa tangzhong terbentuk dari campuran air dan tepung yang dimasak hingga suhu 65'C, bagaimana jika kita tidak punya thermometer? He he he saya juga tidak punya thermometer. Tetapi kita bisa gunakan feeling kok..

Langkah pertama yaitu ukur 1 bagian tepung dan 5 bagian air, misalnya 25 gr tepung dan 125 ml air Kemudian campur di panci kecil, aduk rata hingga tepung benar-benar larut, tidak ada lagi tepung yang menggumpal. 

Langkah kedua yaitu panaskan di api sedang (medium low) sambil terus diaduk supaya tidak ada bagian yang lengket di dasar panci (bisa menggunakan whisk, sendok kayu atau spatula). Dan setelah mulai mengental ditandai ada tanda garis ketika kita mengaduk atau juga ketika dasar panci sudah mulai kelihatan, itu tandanya tangzhong kita telah selesai.
tangzhong water roux flour paste
Tangzhong
Langkah ketiga, angkat dan masukkan ke dalam mangkuk kecil, tutup dengan plastik wrap dan biarkan dingin mencapai suhu ruangan sebelum digunakan.

Tangzhong bisa juga kita simpan di kulkas sampai beberapa hari. Jika kita ingin memakainya maka biarkan tangzhong mencapai suhu ruangan. Nah untuk tangzhong yang berubah warna  jangan dipakai lagi.

Bagaimana aplikasi Tangzhong pada resep roti yang kita gunakan?
Rumusan dasar dari tangzhong yaitu gunakan terlebih dahulu perhitungan tepung yaitu kalikan 5% dari total penggunaan tepung. Misalnya penggunaan tepung 500 gr dan air 225 ml, maka 5% x 500gr =  25 gr
Kemudian baru kalikan hasil tersebut dengan 5 untuk penggunaan air yaitu 25 x 5 = 125 ml
Kadang-kadang kan ada dan banyak malah yang menulis langsung adonan tangzhong menggunakan tepung berapa gr kemudian air berapa ml. 
Padahal ya asalnya dari  perhitungan ini. Jadi jika ada resep roti original bukan metode tangzhong, maka gunakan rumusan ini ya.
Nah tentu saja bahan tepung dan air yang kita gunakan di resep asli harus dikurangi ya dengan yang sudah kita ambil untuk tangzhong.
Seperti contoh perhitungan di atas, maka penggunaan tepung menjadi 500 gr - 25 gr = 475 gr dan air menjadi 225 ml - 125 ml = 100 ml.
Untuk bahan-bahan lainnya tidak mengalami perubahan ya..gunakan sesuai resep.

Selain perhitungan 5% kita juga bisa menggunakan perhitungan sampai 10%, tergantung kita mau memakai yang mana, nah jika ada waktu dan iseng juga misalnya..he he he bisa kok kita coba-coba memvariasikan persentasenya. Kebanyakan resep-resep yang beredar menggunakan persentase 5% - 7%.

Pertanyaan??????
Nih ada pertanyaan, apakah harus menggunakan air, bisa tidak menggunakan susu cair? oh tentu bisa..malah lebih enak. Lebih berasa susunya. Sayapun membuat tangzhong dengan menggunakan susu cair.
Apakah seluruhnya susu cair?Yup..tetapi bisa juga 50 : 50 antara air dan susu cair. Jadi semua kembali ke selera masing-masing ya...

Pertanyaan berikutnya? apa bisa menggunakan tepung selain tepung terigu? Tentu saja bisa...sudah ada yang coba kok..tetapi saya belum..he he he..

Hmmm setelah berpanjang lebar menjelaskan tentang tangzhong/water roux saya berharap penjelasan saya mudah dimengerti ya...jika ada pertanyaan silakan komen saja..kalau saya bisa jawab saya akan jawab, kalau tidak bisa kita cari tahu jawaban sama-sama ya..yukksss...

Temukan resep aplikasi tangzhong ini di link ini ya... raisin hedgehog bread dengan tangzhong dan roti mini abon water roux tangzhong.


Update : ketinggalan mencantumkan sumber..he he he...

Sumber : pastrychefonline , Simply a Food blog , Cornercafe

NewerStories OlderStories Home

36 comments:

  1. Dlma membuat tangzhong itu yg di pke yg pke hitung an 5% atau hsil dri perhtngan 5% dikurang dgn jmlh tpung yg dibutuhkan (500-25=475)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Mukarrahmah,
      yang dipakai untuk adonan tangzhong adalah 5% dari total tepung (misalnya di resep jumlah tepung 500 gr) maka adonan tangzhong adalah 25 gr lalu air untuk tangzhong adalah 125 ml...yang 475 gr dan sisa air di resep dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti telur, ragi, gula dll, seperti halnya membuat roti..nah untuk lebih jelas ke contoh langsung aplikasi hitungan pada resep roti mba bisa lihat di http://dapursederhanamonic.blogspot.com/2014/02/raisin-hedgehog-bread-roti-kismis.html
      itu saya ada buat roti menggunakan tangzhong lengkap dengan perhitungannya...
      semoga jawaban saya membantu ya..terima kasih sudah mampir ya...

      Delete
  2. Bunda blognya keren banget..makasih ya banyak ilmu yang sangat bermanfaat buat saya..mau nanya bund kalo water roux gak pakai telur gimana hitungannya bund?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Melani...makasih ya...senang deh kalau bermanfaat apa yang saya tulis di blog...
      kalau untuk adonan roti tanpa telur, ikuti semua resepnya kecuali adonan tepung dan cairan saja yang dihitung sesuai dengan rumus water roux. Yang lainnya tetap mba...semoga membantu ya jawaban saya...makasih ya mba sudah berkunjung dan meninggalkan komen disini...

      Delete
  3. Blognya bagus sangat membantu sekali, karna saya dikenalkan dengan water roux, oh ya bolehkah saya meminta resep roti secara keseluruhan yg menggunakan water roux? resep untuk Roti tawar maupun Roti manis, terimakasih banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk resep roti dengan metode water roux, saya baru coba 2 resep pak Dadang, bisa lihat di http://www.monicsimplykitchen.com/2014/02/raisin-hedgehog-bread-roti-kismis.html dan http://www.monicsimplykitchen.com/2014/02/roti-mini-abon-water-roux-tangzhong.html
      kalau untuk roti tawar, silakan pakai resep roti tawar yang ada kemudian tinggal hitung persentase adonan water rouxnya

      Delete
  4. Assalamu'alaikum. Salam kenal saya kiky. Infox sgt membantu. apa metode ini jg bs diterapkan ke resep yg tdk ada air dlm bahan resepnya spt lapis surabaya. Trims masukannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam, salam kenal juga mba Kiky,
      kalau menurut saya sih metode ini hanya untuk roti-rotian yang pakai cairan mba baik itu air ataupun santan ataupun susu cair
      kalau untuk selain roti sepertinya tidak bisa deh mba...hmmm semoga membantu ya jawaban saya mba Kiky...

      Delete
  5. mba.. kalau bikin roti sendiri mesti bau agak asam... mungkin karna ragi ya..tapi kalau beli kok sama sekali tidak ada bau asam ya...
    gmn mbak.. menurut mbak.. apakah merk ragi di toko itu bukan fermipan..ataukah ada trik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bau asam biasanya karena terlalu lama proses proofingnya mba (proses pengembangan adonan roti), atau takaran ragi terlalu banyak, jadi roti akan asam, kalau tidak terlalu lama dan takaran tepat biasanya roti tidak akan bau asam kok mba..
      kalau ragi di toko sih tidak tahu ya mba merk apa, mungkin tiap toko juga beda merk ragi, kalau saya sendiri sih sekarang ini malah tidak pernah pakai merk fermipan, biasanya saya pakai merk saf instan, secara merk ini yang paling mudah ditemui di tempat saya..
      nah menurut saya selama proses proofing tepat sih tidak akan bau asam sih mba...jadi tidak ada trik khusus..tapi mungkin ada kali ya trik toko roti yang saya tidak tahu...he he he
      semoga membantu ya jawaban saya...

      Delete
  6. Mbak aku mau nanya, jd ini maksudnya takaran resep awal jika hanya awalnya tepung 500gr dan air 225ml, jika di tambah menggunakan tangzhong resepnya menjadi: 475gr tepung, 100ml air, 25 gr tangzhong? Seperti itu kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo...duh maaf ya lama sekali baru bisa balas komennya...
      iya kalau resep awal tepung 500gr dan air 225ml, dengan tangzhong tepung menjadi 475gr, air 100ml, tangzhongnya sendiri campuran tepung 25gr yang dimasak dengan 125ml air menjadi pasta tanzhong ya...
      semoga cukup jelas ya...

      Delete
  7. Mbak,bisa diapliksikan ke adonan kulit bakpao gak? Bagaimana perbandingannya? Apakah tetap atau berubah? Atau berbeda perhitungan? Makasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas Boy,
      pada dasarnya tangzhong ini bisa diaplikasikan ke berbagai resep roti, nah bakpao kan roti juga, he he he...
      kalau mau buat metode tangzhong, ikuti saja perhitungan di atas, yaitu 5% kalikan dengan jumlah total tepung, lalu hasil tersebut dikalikan 5 untuk jumlah airnya...inilah adonan tangzhongnya...
      semoga membantu ya jawaban saya.... terima kasih kunjungannya mas.....

      Delete
  8. Salam kenal mb monic....setelah baca artikel mb monic yang lenkaapp banget nih saya jd ngerti...tadinya masih bingung tp sekarang udah praktek n sukses bikin rotinya.....makasih byk loh ilmuny manfaat banget buat pemula kayak aku ni mb...(mama arie di magelang...)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mama Arie, salam kenal juga..
      wah senang deh saya kalau artikel ini bermanfaat, tadinya saya juga bingung tuh mba rumusan tangzhong, setelah baca-baca jadinya ngerti
      senang nih kalau sukses bikin roti, sesuatu sekali rasanya..
      terima kasih sudah mampir mama Arie

      Delete
  9. Hi monic....aku silvi, mau tny2 nih...ceritanya akhir2 ini lg rajin bikin roti buat anak..tp kenapa ya adonan aku susah kalis...lengket di tangan trs...bisa kalis sih tp aku harus ngulennya lama banget busa 1jam an gitu...smp capekkkk hehehe....jd aku sering bantu dng taburin tepung lg di tangan biar gk lengket..sama mau tny nih...aku jg sering nemu resep yg ada bahan cairan (resep yg sama) tp si A pake ukuan gram dan si B pake ukuran ml...gmn itu ya? Di tunggu jawabannya ya...thx u

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Silvi,
      nah kalau itu bingung deh saya mba, kenapa sudah sesuai resep kok susah kalis, biasanya sih saya kalau buat roti sesuai resep untuk mencapai kalis tidak butuh waktu lama, yang lama itu sampai dia elastis, dan sampai saat ini belum pernah saya buat sampai elastis karena masih mengulen dengan tangan.
      Biasanya roti dengan resep yang lengket itu tidak butuh mengulen mba, asal dia sudah tercampur rata dan memang ditaburi sedikit tepung sih, lalu biarkan adonannya supaya ragi bekerja, setelah didiamkan adonannya tidak akan begitu lengket lagi mba.

      Nah kemungkinan juga walaupun sudah sesuai takaran resep, alat ukur mba Silvi ada masalah, saya dulu pernah gitu mba, tapi bukan roti sih, buat cake kalau tidak salah, alat ukur saya bermasalah...

      Oh iya, boleh tahu ga supaya saya ada bayangan, resep roti yang mba Silvi pakai yang adonannya lengket itu, kalau tidak keberatan, bisa email ke saya resepnya.

      Pada dasarnya untuk pemakaian cairan gram dan ml sama saja sih mba, lebih mudah yang mana saja, kalau saya sih untuk cairan lebih suka menggunakan ml, hanya kasus untuk killer soft bread, karena menggunakan resep Victoria Bakes yang pakai gram ya saya ikuti saja.

      Begitu deh mba kira-kira jawabannya ya... semoga membantu ya... walaupun saya bukan ahli roti-rotian neh..masih belajar juga

      Delete
  10. mbk,tlong bagi ilmunya cra oven roti tu lngsng api ats bwh atau pke api bwh saja,,mksih sblumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Wina, duh maaf ya baru bisa dibalas sekarang komentar mba Wina, baru bisa online sekarang nih mba...

      oh iya kalau saya selalu menggunakan oven api bawah mba, secara saya menggunakan oven gas, api atas oven saya terlalu besar walaupun sudah ukuran kecil sekalipun, jadi cepat sekali gosong kalau menggunakan api atas..

      Delete
  11. Hai Mba Monic. Mau tanya utk adonan Tangzhong ini apa bisa menjadi pengganti ragi? Pengennya bikin roti tanpa ragi tetapi tetap lembut.
    Makasih..
    -Susi-

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Susi, adonan tangzhong tidak bisa jadi pengganti ragi sayangnya...
      kalau mba mau buat pengganti ragi, coba googling ragi alami dari kismis, saya pernah baca dan kalau memang niat mengganti ragi, ragi kismis ini bisa jadi pilihan..

      btw, maaf agak lama ya saya balas komentar mba Susi, baru sempat online sekarang.. terima kasih mba..

      Delete
  12. Assalamualaiku mbak. Mau nanyak mbak, takaran untuk bahan-bahan membuat rotinya berapa berapaya mbk?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam mba Cindy, takaran untuk membuat rotinya sesuai dengan resep roti andalan saja mba..
      kalau mba mau lihat contohnya boleh lihat di resep roti landak kismis dan roti abon mini, silakan ketikkan di kolom search, kedua roti tersebut saya buat dengan menggunakan metode tangzhong atau water roux

      Delete
  13. Makasih banget lho udah share rahasianya....gak sabar langsung paktek,soalnya dah 3x biking roti hasilnya kalo dah dingin jadi keras.....Dan hasil nya bed a banget ...empuuuk banget meskipun dah dingin ....tengkyu

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih kembali... terima kasih karena sudah mampir dan meluangkan waktu menulis komentar di sini ya...

      Delete
  14. Maaf mau tanya bu..
    Adonan Tangzhong nya itu dicampurkan ke adonan aslinya saat kapan y?
    Sampai skrg klo sya bikin roti udah g panas, permukaan roti jdi agak keras gtu. Bgmn solusinya y bu? Apakah karna ada kesalahan saat menguleni adonannya y?
    Seringnya sya pakai takaran kira2 sja g sya timbang, jdi klo pas menguleni & adonannya spertinya kebanyakan cairan krna g kalis2 akhirnya sya tambah2kan tepung agar adonannya segera g lengket lgi, apakah cara sya itu salah? Benar ditambah tepung atau mungkin perlu ditambah margarin kah??

    *Heheee maaf y bu, baru awal2 blajar bikin roti soalnya.. 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Zahra,
      Adonan tangzhong dimasukkan setelah telur atau setelah bahan kering tercampur, mba boleh lihat aplikasinya di resep roti yang saya buat, sudah saya update beri link resep roti tangzhong di postingan ini, resep raisin bread dan roti abon mini.
      Kalau roti tanpa bahan additive memang begitu mba, akan keras kalau sudah lama, untuk mencegahnya, ketika roti sudah cukup dingin simpan di wadah kedap udara.
      Hmmm membuat roti itu sih kalau kata saya butuh takaran mba, kalau pakai feeling kadang bagus kadang tidak hasilnya. Adonan roti dengan resep yang cukup lengket biasanya diuleni dengan memberi sedikit tepung di meja atau alas mengulen, jadi tidak menambahkan langsung tepung ke adonan rotinya. Untuk resep seperti ini ketika adonan sudah didiamkan adonan tidak akan lengket lagi.

      Untuk adonan yang tidak begitu lengket, harus diuleni sampai kalis elastis sehingga hasilnya juga akan bagus. Dengan catatan semua takaran tepat, dan tidak ada proses tambah ini tambah itu di waktu menguleni.

      Jadi saran saya, adonan ditimbang ya mba, atau kalau mau gunakan cup takar, cari resep yang menggunakan cup. Nah kalau mau mencoba resep roti tangzhong, silakan lihat resep di link yang sudah saya update ya mba.

      Semoga cukup membantu jawaban saya ya mba...terima kasih sudah berkunjung, semangat belajar ya mba

      Delete
  15. bingung yaaa... hehee klo bkin roti pengalamannya blum banyak...
    #rotinya blum bgus ,keras,dan bikin galau .:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener kalau belum pengalaman memang begitu, membuat roti itu butuh jam terbang, duh dulu saya ingat buat roti kerasnya minta ampun deh... mana buat banyak lagi he he he.. itulah akibat kurang pengalaman..

      sekarang sudah tahu kalau buat roti itu sudah terbaca dari proses awal mengulen, rotinya bakal keras atau lembut...memang ala bisa karena biasa..

      oh iya btw, maaf ya komentarnya mba/mas masuk spam, jadi baru sempat saya periksa, eh ada komentar nyangkut

      Delete
  16. wah boleh nih dicoba rotinya, kmaren bikin roti masih biasa aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. silakan dicoba... terima kasih sudah mampir

      Delete
  17. halo bu Monica Rampo,

    ak Nikolai saya pemula dlm dunia per roti an.saya mau tanya nih,

    ak punya resep roti manis dari google kmd ingin ak modifikasi jd tangzong

    1)klo resep rotinya sudah pakai bread improver dikombinasi dengan tangzong bisa ga bu?

    2)kmd hasilnya setelah dikombinasi jd super duper lembut atau gimana bu?

    3)klo resep rotinya mengunakan air es di ganti dengan air biasa bisa ga bu?

    4)fungsi air es dlm adonan untuk apa sih bu?

    karena kan airnya dr resep utama diambil untuk tangzong jd air hangat 65 drajad celcius dan untuk mengaktifkan fermipan dengan air hangat 40 drajad celcius+gula

    sehigga air habis tak tersisa untuk adonan,shg untuk air pada adonan nantinya hanya mengadalkan tangzong dan air gula+fermipan

    5)saya dengar garam musuhnya fermipan lalu pada resep yg saya temukan ada garam dan fermipan bahan-bahanya lalu bagaimana mencampurnya agar tidak membunuh fermipan bu?

    6)banyak saya temukan resep-resep di google fermipan di kasi gula dan dipanaskan 40 derajad celcius itu untuk ya apa bu?

    karena saya baca pada bungkus fermipan tertulis "no need to dissolve"

    maaf banyak tanya bu maklum pemula dan terima kasih banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Nikolai..
      1. sebenarnya kalau tangzhong ini kan maunya tanpa bread improver tapi tetap empuk kayak roti pakai bread improver, kalau pun mau tetap pakai bread improver sebenarnya sih bisa-bisa saja

      2. tidak akan terlalu lembut kok saya rasa, belum pernah coba juga soalnya tapi tidak akan super duper lembut kok, kalau tidak yakin, kurangi sedikit takaran bread improvernya

      3. bisa saja air es diganti air biasa

      4. fungsi air es di sini sih sebenarnya untuk mendinginkan adonan terutama kalau menggunakan mesin roti atau mixer roti, adonan akan terlalu panas, nah kalau mengulen manual air es ini sebenarnya tidaklah begitu dibutuhkan, saya pun selama ini membuat roti malah selalu menggunakan air hangat untuk melarutkan ragi

      5. iya benar memang sih ada yang mengatakan kalau musuh ragi itu adalah garam, jadi biasanya kalau menggunakan mesin roti, biasanya adonan dengan ragi diproses dulu kecuali garam dan butter atau margarin, kedua bahan ini akan ditambahkan belakangan, tapi sepanjang saya membuat roti, saya biasa mencampur ragi dengan air hangat dan gula untuk melarutkan ragi, lalu di tempat lain tepung dan garam dicampur baru deh dicampur dengan larutan ragi, terakhir masukkan margarin atau butter
      tapi di adonan roti yang lain saya mencampur tepung dan ragi terlebih dahulu, baru kemudian garam, baru air dan bahan lain, selama ini tidak berpengaruh pencampuran garam dan ragi ini

      6. sebenarnya tujuan memanaskan larutan ragi dan gula itu untuk mempercepat aktifnya ragi (dalam hal ini bisa bermerk fermipan, mauripan, saf atau merk lainnya), selain itu bisa juga untuk mengetahui apakah ragi ini masih aktif, karena jika larutan ragi gula berbusa tandanya ragi masih aktif dan bisa digunakan, nah cara ini sih kalau saya tidak memanaskan larutan tersebut, tapi saya gunakan air hangat-hangat kuku, hangat tapi tidak menusuk secara saya tidak punya termometer untuk mengukur suhunya, baru larutkan gula dulu, kemudian larutkan ragi, tunggu beberapa menit sampai berbusa, nah baru bisa digunakan, terkadang saya juga mengalami larutan ini tidak berbusa, bisa jadi raginya sudah tidak aktif, jadi larutan ini tidak saya gunakan
      nah kalau mencampurnya langsung di adonan bisa saja, tapi pastikan ragi itu masih aktif, belum kadaluarsa ataupun belum terbuka kemasannya atau sudah dites dulu dengan cara mencampur dengan air gula hangat
      tapi jika tidak yakin raginya masih aktif tapi sudah dicampur dengan adonan tanpa dilarutkan, kita baru bisa mengetahuinya setelah kita membiarkan adonan selama proses fermentasi, jika adonan mengembang berarti ragi aktif jika tidak mengembang ragi tidak aktif dan tandanya adonan kita gagal dan tentu saja bahan-bahan lain seperti tepung, telur dll terbuang percuma
      begitu kurang lebih penjelasannya
      semoga cukup bisa dimengerti ya.. saya menjelaskan berdasarkan pengalaman bukan berarti saya ahli loh.. saya juga masih belajar..
      terima kasih sudah mampir ya...

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.