Green Tea Praline

resep membuat green tea praline
Sudah cukup lama ya tidak posting coklat-coklatan, nah kali ini saya posting resep atau cara membuat green tea praline ya, atau matcha praline. Sebenarnya sekarang ini sudah banyak sekali olahan green tea ya, ternyata banyak juga peminatnya. Mulai dari cake, roti, muffin, kue sus atau pudding.

Nah olahan green tea ini melibatkan bahan yaitu bubuk green tea yang sekarang dengan mudah bisa didapatkan di toko bahan kue. Bagi yang berdomisili di Batam, khususnya di daerah batu aji, bisa membeli bubuk green tea di toko bahan kue  Aneka Rasa. Nah memang ukurannya satu plastik kecil dibandrol dengan harga 10 ribu rupiah. Yang bingung mencari bubuk green tea tinggal meluncur ke sana ya...atau jika berdomisili di daerah lain misalnya batam center dll, alamat toko-toko bahan kue bisa intip di link toko aneka bahan kue Batam.

Green tea sih jenisnya beda-beda, ada yang hijau sekali atau hijau samar, nah kalau yang saya beli ini masuk kategori hijau samar. Jadi jangan mengharapkan mendapatkan warna hijau cling dengan bubuk green tea ini, tetapi dari segi aroma dan rasa sudah mewakili green tea.

Kembali ke coklat praline ini, sebenarnya membuat coklat praline itu mudah ya, hanya butuh coklat, baik itu coklat dark, coklat milk, coklat putih ataupun coklat warna dan coklat warna berasa. Maksud saya coklat warna berasa adalah coklat warna dengan rasa tentu saja, warna pink-strawberry, ungu-blueberry, kuning-lemon, hijau-mint dll, ingatnya hanya itu he he he..

Kalau menurut pengalaman saya nih, membuat coklat cetak, baik itu praline dan lolipop, jangan gunakan campuran bahan lain seperti butter, cream, susu cair ataupun susu kental manis, kalau tidak maka tidak akan membeku coklatnya, nah entah ya kalau ada resep dengan campuran bahan lain bisa berhasil mengeraskan coklat cetak. Jadi yang masih coba-coba sebaiknya gunakan coklat saja.

Nah kenapa saya bisa membuat coklat green tea ini, hmmm karena green tea praline ini hanya dicampur dengan bubuk green tea, tidak berpengaruh kepada coklatnya sendiri. Jadi tetap bisa mengeras. Untuk tips membuat coklat cetak beserta caranya sudah cukup sering saya ulas di sini ya, silakan lihat tips dan cara membuat coklat, coklat praline, coklat valentine, dan coklat lolipop
Untuk green tea praline ini saya buat 2 warna ya, putih dan hijau. Untuk bahan sendiri saya hanya gunakan coklat compound putih untuk lapisan atas dan menggunakan coklat compound putih juga yang saya beri pewarna hijau. Untuk isinya saya gunakan kismis saja, tentu bahan isian tergantung selera masing-masing ya, bisa kacang-kacangan (almond,mete, kacang tanah, pistachio) atau buah kering atau kalau mau bisa juga potongan buah segar dengan catatan coklat ini tidak tahan lama, segera konsumsi jika sudah jadi.
Di beberapa postingan saya tentang coklat, yang selalu jadi pertanyaan, tahan berapa lama nih coklatnya kalau sudah jadi coklat praline atau coklat lolipop ini, atau bahkan chocoball. Nah yang bisa saya katakan adalah, coklat ini tahan berapa lamanya tergantung bahan yang digunakan, tentu saja masa expired coklat itu sendiri. Biasanya saya membuat olahan coklat masa expirednya cukup lama ya, di atas 6 bulan atau bahkan di atas 1 tahun. Nah tentu saja masa expired coklat kita berpatokan pada masa exipred coklat batangan tersebut.

Kemudian bahan-bahan lain yang digunakan, jadi untuk menentukan berapa lama expirednya tergantung bahan-bahan yang digunakan. Tetapi selama ini, saya baru mencoba ketahanan coklat hanya sampai 3 bulan saja, saya belum mencoba ketahanan coklat lebih dari itu, sebaiknya kalau mau tahu lakukan ujicoba sendiri, dengan patokan bahan-bahan lain masih cukup lama masa expirednya.

Okey deh sekarang langsung ke cara membuat green tea / matcha praline ini ya, silakan...

resep green tea matcha praline
green tea praline
Green Tea Praline
untuk 10 buah 
Bahan :
  • 100 gr coklat putih jenis compound (saya pakai merk colatta)
  • 3/4 sendok teh bubuk green tea  
  • 2 tetes pewarna makanan hijau (saya pakai merk kupu2)
  • kismis secukupnya

Cara membuat :
  1. Potong-potong coklat putih ukuran kecil, letakkan di mangkuk stainless steel, kemudian letakkan di atas panci berisi air. Panaskan airnya dengan api kecil sampai panas, jika akan mendidih matikan api, aduk-aduk hingga coklat mencair
  2. Angkat mangkuk, tambahkan bubuk green tea, aduk rata, masukkan 1/3 bagian coklat ke dalam plastik segitiga, semprotkan ke dalam cetakan coklat yang bersih (atau jika mau cepat, bisa gunakan sendok saja seperti yang saya lakukan kali ini)
  3. Ketuk perlahan cetakan coklat, masukkan ke dalam freezer selama kurang lebih 3-5 menit
  4. Keluarkan cetakan dari freezer, beri kismis di atasnya, perhatikan agar kismis jangan menyentuh tepi cetakan, kalau tidak coklat akan jelek tampilannya
  5. Panaskan lagi sebentar coklat yang tadi tersisa di mangkuk, beri pewarna, aduk hingga rata, tuangkan ke dalam cetakan praline yang sudah diisi kismis tadi, ketuk perlahan cetakan coklat untuk mengeluarkan gelembung udara terjebak
  6. Masukkan kembali ke dalam freezer selama kurang lebih 3-5 menit sampai coklat benar-benar mengeras, jika belum mengeras, masukkan lagi sampai mengeras
  7. Keluarkan coklat dengan cara menekan perlahan cetakan coklat atau dengan mengetukkan perlahan cetakan coklat (coklat akan mudah keluar jika sudah cukup keras, jika coklat susah keluar dari cetakan itu tandanya belum keras sempurna)
  8. Coklat praline green tea siap dinikmati
resep green tea praline
matcha praline
Nah semoga resep dan cara membuat green tea/matcha praline ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera ya...




NewerStories OlderStories Home

12 comments:

  1. aku sampe sekarang kok belum dapat hidayah bikin praline ya meski yang paling simpel sekalipun. lebih demen bikin cake daripada praline kayaknya. Padahal ini mudah bingiiit gitu lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba kadang kalau simple belum tentu juga mau coba,tunggu dapat hidayah dulu he he he
      ini juga sekarang kalau bikin praline ya dikit2 aja, secara hanya suka bikinnya, makannya ga terlalu suka...

      Delete
  2. Replies
    1. iya mas yang suka ngemil coklat mantap ini...

      Delete
  3. Permisi mba monic, saya udh bca smua artikel ttg coklat, dan bbrp resep jg udh saya cba, tapi kok tekstur nya itu kaya permen ya? Keras2 gimana gitu. Saya mau coba bikin coklat tuh yg empuk kaya coklat2 ber-merk di supermarket. Ada bbrp org yg bilang di kasih susu, kalo saya ksh susu cair lbh mirip jadi permen susu, kalo di kasih susu bubuk jadi kornet coklat hahaha, haduh saya bingung. Apa coklat buatan mba monic juga keras kaya punya saya? NB: saya pake coklat mercolade. Terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mas Bima,
      Memang kalau setelah proses cetak, coklat praline cenderung keras, kalau dimakan plotak gitu bunyinya, he he he...
      Tetapi kalau didiamkan setelah beberapa saat di suhu ruang, coklatnya tidak begitu keras lagi. Selama tidak disimpan di kulkas sepertinya tidak akan keras-keras sekali sih mas.
      Kalau mau enak, coba mas Bima pakai coklat couverture, tetapi kalau coklat couverture kalau dilelehkan harus melalui proses tempering sehingga hasilnya bisa mengkilat, kalau tidak, akan buram coklatnya.
      Kalau mau ngakalinnya lapisan luar cetakan dilapisi tipis dengan coklat compound dulu, hanya untuk membuat coklat nantinya mengkilap, nah setelah itu baru deh intinya pakai coklat couverture, semoga semangat untuk tetap mencoba ya mas Bima...

      Delete
  4. Kalo bikin cokelat kaya yg silverqueen gitu gimana ya, mbak? Ada resepnya gak? Soalnya kalo menurutku cokelatnya itu lembut, sementara cokelat masak tetep keras meski di suhu ruang,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sayangnya saya tidak ada resep coklat yang mirip silverqueen.. tapi memang selama coklat yang kita gunakan adalah coklat jenis compound di mana adanya penggunaan vegetable fat sebagai campurannya maka hasilnya tentu beda dengan penggunaan coklat couverture
      coba mba/mas gunakan coklat jenis couverture, siapa tahu dapat tekstur yang diinginkan
      nah kalau untuk pencampuran dengan bahan lain, saya sih belum ada resepnya secara begitu saya campur dengan bahan lain coklat cetaknya akan lengket di cetakan

      maaf tidak bisa membantu ya..

      Delete
  5. Mba...Yg dimaksud "kalau coklat couverture kalau dilelehkan harus melalui proses tempering sehingga hasilnya bisa mengkilat, kalau tidak, akan buram coklatnya" itu gimana Mba? Tempering itu? Apakah Cara mencaikannya beda dengan coklat compound? Saya pingin bikin dg coklat couverture soalna...Pliss Bantu jawab ya Mba monic

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba kalau coklat couverture itu gitu kalau tidak melalui proses tempering akan buram coklatnya, nah tempering itu sih proses menstabilkan coklat leleh mba, jadi ketika dicairkan coklat leleh itu di kisaran 40-45 derajat celcius, itu kalau pakai termometer ya, nah sebelum bisa digunakan harus distabilkan dulu sampai di suhu 29-32 derajat celcius, selama proses tempering, adonan coklat harus diaduk terus sampai dicapai suhu stabil tersebut

      nah saran saya sih mba, bagusnya kalau mau hasilnya bagus, mba lapisi dulu cetakan dengan coklat compound tipis saja, lalu isi dengan coklat couverture

      tapi kalau mba Eli ada termometer dapur, yang biasa dipakai chef2, bisa lakukan proses tempering ini, bisa dengan cara meletakkan adonan coklat di alas marmer, sambil terus diaduk dengan scraper sampai suhunya stabil, atau dipancing dengan coklat yang belum dilelehkan, masukkan coklat yang belum dilelehkan yang sudah dipotong ke dalam mangkuk coklat leleh, aduk-aduk sampai didapat suhu stabil, atau masukkan sebentar ke kulkas sekitar 3 menit, keluarkan dan aduk sampai didapat suhu stabil

      nah kurang lebih seperti itu mba..
      maaf ya kalau lama saya balas komentar mba Eli, saya off ngeblog karena anak sakit, harap maklum ya mba..

      Delete
  6. Makasih penjelasannya Mba Monica, well noted. Saya mau coba Saran yg dilapidated DCC dulu baru couverture. Tapi klo dijual dg menngunakan couverture gini harga jualna jadi mahal ya Mba?
    Btw, sakit apa si kecil Mba? Musim pancaroba gini banyak yg sakit mmg, get well soon yaa:*

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mba Eli, he eh mba jatuhnya memang lebih mahal, karena harga coklat couverture lebih mahal, tapi tentu saja rasa lebih enak, dan kalau ada pelanggan yang mau tentu bisa dicoba.

      Sakit demam, batuk dan pilek mba, hanya bandel nih, masa sampai ganti obat 3x baru sembuh
      terima kasih mba Eli..

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Silakan kalau mau mempromosikan blog/website, gunakan komentar dengan nama atau nama blog/website dan url, tetapi komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.