Monic's Simply Kitchen: Pisang
Showing posts with label Pisang. Show all posts
Showing posts with label Pisang. Show all posts

Thursday, January 25, 2018

Banana Upside Down Cake versi Simple



resep upside down banana cake

Haluuuuuuuuuu... I'm back, duh duh.. sudah lama sekali rasanya saya off ngeblog neh.. apa kabar pembaca semua? wah maaf ya kalau bolak-balik ke sini tapi belum ada postingan baru saja. Hmmm semoga mood saya ngeblog tidak hilang lagi.

Ahai ternyata kita berjumpa lagi di tahun 2018 ini, duh lama sekali ya, akhir Januari baru ada konten pertama di tahun 2018 ini, padahal biasanya di awal tahun sudah ada konten terbaru. Hmmm tidak berasa juga, Monic's Simply Kitchen sudah berumur 4 tahun neh, wah wah.. sudah 4 tahun saya ngeblog, semoga bermanfaat ya apa yang tersaji di dapur maya saya ini.

Terima kasih buat pembaca setia, pembaca yang baru mampir yang sudah meluangkan waktu membaca konten di blog saya yang sederhana ini. Semoga betah ya, maaf kalau sudah 2 bulan ini pemiliknya menghilang, he he he...

Tugas sebelum posting, membalas komentar yang masuk... banyak juga ternyata...he he he... maafkan ya para pembaca sekalian, lama sekali komentarnya baru bisa saya tampilkan dan balas... semoga tidak kapok ya meninggalkan komentar di sini... tapi saya selalu usahakan balas kok, sebelum atau berbarengan dengan postingan terbaru, komentar akan saya balas, tapi maaf kalau komentarnya masuk ke spam, biasanya kalau saya lupa cek spam, komentarnya akan lebih lama saya balas.. jangan kapok ya he he he....

Sebenarnya memang sih mood saya hilang, tapi belakangan ini sudah berangsur-angsur datang kembali moodnya, sudah mulai bebikinan, walaupun tidak banyak resep baru. Nah beberapa hari yang lalu saya buat upside down banana cake ini, biasalah ya memanfaatkan stok pisang yang sudah matang. Biasanya sih Sophie itu suka makan pisang, tapi ketika beli pisang kali ini dia sama sekali malas menyantapnya, saya juga malas, ya sudah deh sampai akhirnya kulit pisangnya sampai berbintik, padahal cukup banyak pisangnya neh.

Ahai kepikiran buat cake begini, secara sebenarnya dari dulu mau buat cake pisang begini tapi belum terwujud saja, hmmm lihat stok bahan, ada semua, lanjut mang...

Buat cake ini pakai mixer Bosch MUM 44R1, hmmmm ternyata banyak juga yang tanya review tentang mixer satu ini, lewat fb, lewat instagram dan lewat komentar di blog ini, padahal saya sudah review sedikit tentang mixer ini di postingan saya sebelumnya mixer bosch. Memang sih saya belum cukup sering menggunakan mixer ini, baik ngeroti atau ngecake, jadi belum menguasai sekali karakter mixer ini. Hmmmm tapi bisa dikatakan kalau untuk ngeroti mixer ini tangguh ya, tidak panas, dan adonan kalis elastis dengan permukaan transparan bisa didapatkan dengan mudah tanpa capek. Sedikit ribut mixernya, tapi masih wajar, apakah bergoyang, iya sedikit ketika ngeroti, tapi tidak ketika ngecake, tapi mixer ini tertahan oleh karet yang terdapat pada bagian bawah yang melekat dengan dasar kita meletakkan mixer.

Enaknya menggunakan stand mixer kita bisa melakukan pekerjaan sambilan ketika menunggu bahan diproses di mixer. Nah kurang puasnya saya ketika ngecake versi butter cake adalah saya harus memberhentikan sejenak mixer untuk membuat adonan tidak menempel di mangkuk mixer, ini saya lakukan dengan spatula, tapi hanya satu atau 2 kali saja, selebihnya mixer akan bekerja dengan normal dan adonan bisa dengan rata diproses. Inilah bedanya dengan hand mixer, tangan kita bisa mengarahkan pengaduk ke segala arah mangkuk.

Wokeh kembali ke resep banana upside down cake ini, resep ini resep simple cake tipe butter cake. Di mana tipe butter cake adalah butter ataupun margarin dikocok bersama gula pasir terlebih dahulu, baru tambahkan telur satu persatu kemudian baru deh tepung. Dan tipe cake ini walaupun lembut tapi padat dan tentu saja lebih berlemak rasanya karena penggunaan butter yang lebih banyak dibandingkan tipe sponge cake.

Untuk cake ini saya tidak menggunakan tambahan zat aditif, tapi eits jangan salah cake ini tetap mengembang kok dan tentu saja tetap lembut walaupun padat. Dan rasanya bagaimana, duh kalau saya katakan sedap sekali, aroma pisangnya itu belum lagi legitnya dari lapisan pisang karamel di bagian bawahnya itu, aih aih satu potong kurang deh.

Nah di sini untuk cakenya saya menggunakan palmia royal, secara saya kehabisan butter, nah butternya hanya cukup untuk lapisan karamel saja. Untuk pisangnya saya menggunakan pisang cavendish del monte, kalau di sini di penjual buah dikatakan pisang ambon Filipina. 

Okeh, lanjut ke resep ya... silakan..

Banana Upside Down Cake
untuk loyang tulban diameter kurang lebih 20cm

Bahan cake :
  • 200 gr butter atau margarin
  • 160 gr gula pasir
  • 4 butir telur
  • 200 gr tepung terigu protein rendah
  • 250 gr pisang cavendish atau ambon atau pisang manis lainnya tanpa kulit, haluskan 

Lapisan bawah :
  • 4 sendok makan butter atau margarin, lelehkan
  • 6-8 sendok makan gula palem
  • 2 buah pisang cavendish, iris melintang ketebalan kurang lebih 8mm

Cara membuat lapisan karamel :
Campur jadi satu gula palem dan butter leleh yang masih hangat sampai gula meleleh dan tercampur rata, adonan ini agak kental.


Cara membuat :
Siapkan loyang, oles butter tipis, taburi tepung tipis, tuangkan lapisan karamel di loyang secara merata, tata potongan pisang di loyang, di sini saya hanya tata 1 lapis saja. Sisihkan.
Kocok butter atau margarin dan gula pasir sampai pucat, masukkan satu telur, kocok lagi hingga rata, masukkan telur berikutnya, begitu seterusnya, masukkan pisang, kocok hingga rata, kemudian kurangi kecepatan mixer, masukkan tepung, mix sebentar sampai rata, matikan mixer, aduk kembali sebentar dengan spatula. Tuangkan adonan ke loyang yang berisi lapisan pisang karamel, ketuk loyang perlahan untuk mengeluarkan udara terjebak dan panggang dengan suhu 180 derajat celcius selama kurang lebih 30-35 menit tergantung oven masing-masing (catatan : oven sudah dipanaskan terlebih dahulu).


resep simple banana upside down cake

Nah semoga resep banana upside down cake ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya....



Selamat mencoba....





Wednesday, August 9, 2017

Cake Pisang Simple



resep cake pisang simple

Idih... olahan pisang lagi ya, belum bosan kan? tapi saya yakin pecinta pisang tidak akan pernah bosan dengan olahan pisang kan, walaupun hanya pisang goreng, betul? Nah saya kan punya pisang berangan tuh, hmmm memang sengaja nyetok pisang supaya mudah kalau mau buat penganan untuk bekalnya Sophie.

Okeh, kepikiran mau buat cake pisang, versi adonannya dikocok dengan mixer, tipe sponge cake pisang. Karena sudah lama tidak buat sponge cake pisang, selalunya kalau tidak banana bread, ya muffin pisang, versi mudah cake pisang tanpa mixer, aduk-aduk saja. Walaupun beberapa waktu lalu pernah buat cake pisang tipe butter cake, yang ini agak berat rasanya, tapi tetap ya.. sedap.

Mulai deh siapkan bahan, pakai resep yang dulu pernah saya posting di blog ini juga, dulu sekali di tahun 2014 pernah posting resep cake pisang ini. Secara bahan-bahannya sangat mudah sekali. Hmmmm bahan semua siap, mulai mengocok telur lalu masukkan gula pasir, tapi ternyata entah kenapa mixer saya ngadat, tiba-tiba di kecepatan maksimum berubah menjadi kecepatan terendah dengan diikuti suara berisik dan ada bau tidak sedap, bau seperti terbakar, oh... tidak.. kenapa terjadi di tengah proses? alamak, ya sudahlah.. pasrah, bantat, bantatlah.. hanya berharap kalau adonan cake ini walaupun bantat tidaklah keras. Ternyata cake ini walaupun sedikit padat tapi lembut dan berasa sekali pisangnya, sedap.. lega..

Berhenti di tengah proses, jadi semua bahan yang belum tercampur dicampur saja, aduk dengan spatula. Ahhhhh memang mungkin karena mixer saya sudah tua kali ya, untuk ukuran merk ini, dengan pemakaian yang mungkin cukup membuatnya kewalahan. Saya beli mixer ini di tahun 2008, ketika saya sedang suka -sukanya membuat kue. Pilihan saya jatuh ke merk cosmos turbo ini karena selain harganya kala itu terjangkau untuk ukuran saya yang status masih anak kos juga karena saya suka bentuknya...he he he... 

Okehlah kala itu pertimbangan saya memang karena lebih ke harga, masih terlalu pelit untuk membeli mixer merk Philips yang notabene terbukti sangat kuat, secara ibu saya punya mixer Philips ini dan sudah belasan lebih dari 20 tahun masih awet. Baru rusak sekitar tahun 2010 atau 2011 begitu. Cukup lama, sejak saya kecil...dan belakangan malah digantikan oleh mixer maspion, dengan pertimbangan ibu saya sudah jarang membuat kue, tidak perlu yang terlalu mahal, irit di kantong saja.
Nah ceritanya jadi untuk beli mixer sekelas bosch atau kitchen aid masih sangat jauh dari angan-angan, terpikir pun tidak kala saya memutuskan membeli mixer cosmos ini.

Tapi dengan mixer ini, sungguh membantu saya banyak belajar, halah... walaupun ternyata mixer ini sih ternyata kurang turbo jika dibandingkan dengan mixer maspion he he he... membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai adonan berjejak dibanding dengan maspion. Waduh... ini hanya pengalaman dan pengamatan pribadi ya, tidak bermaksud mereview produk.

Perjalanan mixer saya berakhir di cake pisang ini, sudah saya lihat-lihat mixer ini, sudah ada keinginan untuk membongkarnya, sudah melihat di mana bautnya, he he he... lain kali coba saya bongkar kalau saya mood. 

Kemudian saya laporan ke bapaknya Sophie, lalu katanya, coba lihat-lihat kitchen aid, what serius? begitu tanya saya, lihat saja dulu, begitu katanya.. lalu mulai deh saya semangat, tapi baru lihat-lihat, kemudian membandingkan dengan bosch, nah maunya saya sekalian saja kan beli mixer yang bisa membuat adonan roti hi hi hi...lihat di toko online di Indonesia, lalu bapaknya Sophie pun membantu membandingkan dengan produk di ebay. 

Ada yang kami sepakati tapi ternyata ada tambahan biaya import, jatuhnya mahal, akhirnya bapak Sophie menyerahkan kepada saya, pilih di toko online Indonesia saja. Okehlah, saya akan tinjau kembali, semoga dapat yang pas yang saya mau dan yang pasti ramah di kantong.

Sipppp terlalu panjang openingnya ya... tidak penting ha ha ha... berikut langsung ke resep ya... silakan...

Cake Pisang
untuk loyang tulban ukuran 20cm

Bahan :
  • 225 gr pisang tanpa kulit, lumatkan (bisa gunakan pisang ambon, pisang berangan ataupun cavendish yang sudah matang sekali)
  • 3 butir telur
  • 115 gr gula pasir
  • 115 gr tepung terigu serbaguna
  • 1 sendok teh baking powder
  • 75 gr margarin, dilelehkan

Cara membuat :
Campur terigu dan baking powder, aduk rata. Siapkan loyang, oles margarin taburi tepung tipis, sisihkan. Panaskan oven set di suhu 180 derajat celcius. 
Kocok telur dengan mixer kecepatan tinggi sampai mulai mengembang, tambahkan gula pasir, kocok sampai kental berjejak, kecilkan kecepatan mixer, masukkan tepung, kocok hingga rata. Matikan mixer, ambil sedikit adonan, masukkan ke dalam mangkuk berisi margarin leleh, aduk rata hingga tercampur, tuangkan kembali ke dalam adonan, aduk balik hingga tercampur rata. Masukkan pisang, aduk rata kembali. Tuangkan ke dalam loyang, panggang selama kurang lebih 30 menit atau hingga matang. Keluarkan dari oven, dinginkan, keluarkan dari loyang.


resep sponge cake pisang

Nah semoga resep cake pisang simple ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...


Saturday, July 15, 2017

Chocolate Banana Bread


resep chocolate banana bread


Buat banana bread lagi, cara mudah dan cepat untuk mengolah pisang yang sudah terlalu matang. Ini sebenarnya lanjutan seri menghabiskan pisang yang sama setelah membuat butter cake pisang beberapa hari yang lalu. Nah supaya tidak bosan, tambahkan coklat bubuk di campuran adonan dan juga beri kismis dan tada.. hasilnya sedap.

Karena malas mengoles loyang atau mengalasi dengan kertas baking, cara cepat dan praktis lagi pakai loyang alumunium foil, jadi adonan bisa langsung dituang dan hasilnya tidak akan lengket di loyang tersebut, memudahkan saya untuk membuatnya.

Di resep ini saya menggunakan pisang yang cukup banyak jadi berasa pisang sekali dan sedikit padat, tapi tenang walaupun padat tetap empuk. Nah masih situasi diet, jadi Sophie hanya makan satu potong saja, untunglah anak ini pengertian, jadi menurut saja ketika hanya dijatah satu potong. Memang sih iming-iming kalau berat turun satu kilo beli mainan he he he.. nah tadi sudah turun satu kilogram, jadi ditagih deh janji saya oleh Sophie.

Sudah beberapa hari ini Sophie tidak makan nasi, gantinya dengan oatmeal, aih untungnya Sophie doyan juga dengan oatmeal. Pagi-pagi biasanya minum jus buah dan makan potongan buah, agak siang baru deh makan oatmeal dengan pendampingnya.

Dia sudah mengerti bahwa dia dilarang makan makanan cemilan gurih dan manis selain yang diijinkan oleh emaknya. Nah ada cerita dari guru les musiknya, jadi ketika selesai pelajarannya, guru lesnya cerita kalau ada percakapan bahwa guru lesnya akan memberikan coklat kalau Sophie bagus belajarnya. Lalu kata Sophie, miss.. aku kan ga boleh makan coklat oleh ibu, hanya boleh makan sayur dan buah, miss bawa buah ga? ga usah coklatnya ganti buah aja. Wah miss ga bawa buah loh.. ga pa pa deh satu aja coklat kecil, ibu ga akan marah kok begitu kata gurunya lagi.

Begitu keluar dari ruangan belajarnya, Sophie bertanya kepada saya, boleh tidak terima coklat dari miss.. lalu kata saya boleh tapi tidak dimakan saat itu juga, disimpan dulu, kalau berat badan sudah turun baru boleh makan, hi hi hi... kasihan juga sih.. tapi demi kebaikan Sophie juga. Dan untunglah Sophie ini anak yang penurut.

Nah ketika membuat chocolate banana bread ini, supaya tidak dimakan banyak oleh Sophie, saya dan juga bapaknya, jadilah 1 loyang dari 2 loyang ini diberi kepada temannya Sophie. Hitung-hitung bantuin Sophie ya Icha... hi hi hi.. 

Okey deh, lanjut ke resep ya, berikut resep chocolate banana bread ini ya, silakan...

Chocolate Banana Bread

Bahan :
  • 200 gr tepung terigu protein rendah
  • 30 gr coklat bubuk
  • 1 sendok teh baking powder
  • 1/2 sendok teh garam
  • 160 gr gula pasir
  • 3 butir telur ukuran sedang
  • 125 ml minyak goreng
  • 125 gr kismis
  • 425 gr pisang tanpa kulit, lumatkan (saya gunakan pisang cavendish)

Cara membuat :
Siapkan loyang ukuran 20x20cm atau diameter 20cm atau loyang alumunium foil. Jika menggunakan loyang, oles margarin dan taburi tepung atau oles margarin beri alas kertas baking, sisihkan. Panaskan oven set di suhu 180 derajat celcius.  
Di mangkuk, campur tepung terigu, coklat bubuk, baking powder, ayak, lalu tambahkan garam, sisihkan. Di mangkuk cukup besar kocok gula dan telur dengan garpu sampai gula mulai larut, masukkan minyak, aduk rata dengan garpu atau sendok, tambahkan pisang, aduk rata kembali. Masukkan campuran tepung ke dalam campuran telur, aduk cepat asal rata, masukkan kismis aduk rata kembali, tuangkan ke dalam loyang, hentakkan loyang perlahan. Panggang selama kurang lebih 30-35 menit, sesuaikan dengan oven masing-masing, test tusuk, tanda sudah matang kalau permukaan sudah cukup kering dan ketika ditusuk adonan tidak basah tapi beremah. Keluarkan dari oven dan dinginkan.


banana bread coklat resep mudah


Nah semoga resep chocolate banana bread ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...

Temukan resep serupa di double chocolate banana bread



Selamat mencoba...




Tuesday, July 11, 2017

Banana Butter Cake




resep banana butter cake

Punya pisang kematangan, hmmm buat sesuatu yang prosesnya sedikit berisik, tapi memang sudah lama ingin buat butter cake pisang, jadilah tadi pagi pisang kematangan dibuat butter cake ini, walaupun masih ada juga sisa pisang kemantangan, besok lagi dipikirkan mau diolah menjadi apa. 

Karena sudah 3 hari terakhir ini Sophie agak sedikit direm makan cemilan, jadilah tadi begitu matang, langsung minta satu potong, dimakannya dengan lahap, lalu minta lagi satu potong, lalu kenyang katanya.. baguslah saya pikir, tidak banyak-banyak makannya, jadi supaya kami tidak banyak makan, akhirnya saya katakan kalau sisanya kita beri ke orang lain ya, lalu dia tanya kenapa, saya katakan biar kita tidak makan banyak, kan sedang diet, begitu kata saya. Akhirnya dia mengangguk setuju. Sipppp, akhirnya tadi beri ke security komplek. 

Sebulan ini kan Sophie libur jadi kegiatannya tidaklah banyak, jadi karena emaknya masih doyan buat macam-macam, akhirnya selama sebulan ini beratnya bertambah, dan efeknya baju seragam SD yang sudah diambil kok jadi sempit ya.. gawat.. tinggal seminggu lagi neh, akhirnya ya diet dulu ya Pipi... olahraga juga.. jadi agenda pagi kalau tidak bangun kesiangan, olahraga dulu di lapangan komplek, lari keliling lapangan, tentu saja tidak lari terus, kalau capek baru jalan.

Sebelum lari Sophie katakan kalau dia mau lari 4 keliling, waduh semangat sekali anak ini begitu pikir saya. Tapi baru satu keliling dia katakan, sudah 3 keliling nih, tinggal satu lagi...loh kok satu lagi sih Pi.. begitu tanya saya, 3 lagi donk, ini kan baru satu keliling, tidak ibu.. kita sudah olahraga 3 keliling. Nah beda pengertian keliling ini, akhirnya saya beri pengertian satu keliling itu bagaimana, okeh katanya, kalau begitu 3 saja ya, lanjut lagi di mana setiap satu keliling minta istirahat dan minum, capek begitu katanya. Tetap semangat karena ingin kurus he he he...

Dan supaya tidak begitu membosankan maka pilihan jalan-jalan ke mall kami lakukan juga, tapi ini dia nih kalau ke mall, suka lapar mata, ada saja yang dibeli he he he... 

Sippp kembali ke resep banana butter cake ini, resep ini simple sekali, secara tipe butter cake sih ya dan bahan-bahannya mudah sekali lalu prosesnya juga sangat mudah. Dan tentu saja sangat mudah dihafal baik bahan dan cara membuatnya.

Untuk resep kali ini saya modifikasi dari resep topo map love cake, saya modifikasi dengan tambahan pisang dan takaran dimodifikasi karena saya menggunakan loyang persegi ukuran 20cm. Cake ini lembut tapi padat, biasa kan ya cake tipe butter cake, dan tentu saja cake ini harum sekali. Dan untuk jenis pisang yang saya gunakan kali ini adalah pisang cavendish atau kalau di kalangan penjual buah di sini disebutnya pisang ambon Filipina. 

Okey deh, langsung ke resep ya, ini dia, silakan...

Banana Butter Cake
untuk loyang ukuran 20x20cm

Bahan :
  • 200 gr butter atau margarin (saya gunakan blueband cake n cookie)
  • 150 gr gula pasir
  • 4 butir telur
  • 225 gr tepung terigu protein rendah
  • 1/2 sendok teh baking powder
  • 90 ml susu cair
  • 250 gr pisang tanpa kulit, haluskan dengan garpu
  • 30 gr keju cheddar parut untuk taburan (optional)

Cara membuat :
Siapkan loyang, oles dengan butter/margarin, taburi tepung tipis, sisihkan. Kocok butter dan gula pasir sampai mengembang dan pucat, masukkan telur satu persatu di mana setiap masuk satu telur kocok hingga tercampur. Dengan kecepatan rendah masukkan sebagian tepung yang sudah dicampur dengan baking powder, kocok hingga rata, tambahkan susu cair, kocok lagi, kemudian tambahkan sisa tepung, kocok kembali hingga rata, masukkan pisang yang sudah dilumatkan, kocok sebentar hingga rata.Matikan mixer, tuang ke dalam loyang, hentakkan loyang secara perlahan untuk membuang udara terjebak dan supaya adonan rata di loyang. Taburi dengan keju parut.
Panggang selama kurang lebih 30-35 menit di suhu 180 derajat celcius di mana oven sudah dipanaskan terlebih dahulu. Sesuaikan waktu panggang dengan ukuran loyang dan karakter oven, tes tusuk, jika sudah matang keluarkan dari oven dan dinginkan.



resep butter cake pisang

Nah semoga resep banana butter cake ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...



Tuesday, July 4, 2017

Brownies Oatmeal Pisang Wortel (Gluten Free)



resep brownies oatmeal pisang wortel


Wah wah... makin ke sini makin bolong-bolong neh postingan blog, duh duh... efek liburan juga kali ya ha ha ha... tapi baiklah walaupun begitu tetap eksis dulu deh, posting resep brownies oatmeal pisang wortel dengan tepung oatmeal.

Walaupun ceritanya gluten free, pakai wortel juga tapi ini bukanlah brownies yang benar-benar sehat sih kalau kata saya, soalnya masih pakai gula dan pakai margarin dan dcc juga. Hmmm terlepas dari kandungan bahan-bahannya, upsss jauh ya dari brownies sehat, tapi rasanya enak.. duh duh bagaimana mau hidup sehat ini ya, masih suka makan brownies begini.

Wokelah, walaupun jauh tapi brownies ini bebas baking powder dan baking soda, jadi no food additive ya, makanya teksturnya padat, tapi brownies ini lembut dan super moist walaupun dipanggang, tapi dengan catatan jangan over baked ya manggangnya.

Resep ini sih kurang lebih sama dengan resep brownies chewy shinny crust dan resep brownies pisang wortel, tentunya dimodif ya.. dan jadilah brownies ini. Nah walaupun pakai gula yang sudah diblender karena ada campuran pisang, wortel dan takaran gula sedikit dikurangi makanya shinny crustnya tidak muncul, tapi apalah arti shinny crust kalau rasa brownies ini sedap... halah... ha ha ha...

Okey berikut cuss ya langsung ke resep, sedang bingung mau menulis apa lagi.. ini dia resepnya bagi yang mau intip-intip dan siapa tahu mau coba buat juga... silakan...

Brownies Oatmeal Pisang Wortel
untuk loyang ukuran 20x20cm

Bahan :
  • 150 gr dark cooking chocolate (dcc)
  • 50 gr margarin (atau bisa gunakan butter)
  • 40 gr minyak goreng
  • 115 gr gula pasir yang diblender
  • 2 butir telur ukuran sedang berat dengan cangkang kurang lebih 60gr
  • 115 gr tepung oatmeal (oatmeal instan yang diblender)
  • 20 gr coklat bubuk
  • 275 gr pisang tanpa kulit, lumatkan dengan garpu (saya gunakan pisang berangan matang sekali)
  • 100 gr wortel, kupas, parut dengan parutan keju
  • topping suka-suka (di sini saya gunakan keju cheddar parut)

Cara membuat :
Siapkan loyang persegi ukuran 20x20cm, oles margarin dasar dan tepi, alas kertas roti, sisihkan. Panaskan oven set di suhu 150 derajat celcius. Tim dark cooking chocolate dengan api kecil hingga meleleh, masukkan margarin dan minyak, biarkan meleleh, angkat dan biarkan hingga hangat. Di mangkuk campur tepung oatmeal dan coklat bubuk, bisa diayak ya tapi kali ini saya tidak ayak. Di mangkuk yang lain kocok telur dan gula hingga gula larut, masukkan larutan dcc, aduk rata dengan sendok atau garpu atau balloon whisk. Masukkan campuran tepung, aduk rata kembali, masukkan pisang dan wortel, aduk rata kembali. Tuangkan ke dalam loyang, hentakkan loyang perlahan, taburi dengan keju parut, panggang selama kurang lebih 25 menit atau sampai permukaan tidak basah. Jangan berlebihan memanggang ya sehingga brownies tetap moist. Keluarkan dari oven dan dinginkan. Keluarkan dari loyang dan siap dipotong-potong.


Nah semoga resep brownies oatmeal pisang wortel (gluten free) ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...




Wednesday, June 28, 2017

Muffin Pisang Kurma Kukus



resep muffin pisang kurma kukus

Hai hai... apa kabar dunia? tetap asyik... bagaimana neh kabarnya? masih liburan? masih mudik? atau sudah balik lagi dengan segala rutinitas asal? apapun itu tetap semangat ya... seperti saya ini tetap semangat he he he... 

Nah bagi pembaca sekalian yang merayakan, walaupun terlambat saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri ya... mohon maaf lahir dan batin. Jadi bagaimana nih ceritanya ketika bermudik ria? yang pasti senang ya bisa berkumpul bersama sanak saudara. Walaupun cerita mudik di perjalanan pasti aneka macam ya.. baik itu lewat jalur udara ataupun jalur darat. Yang penting hepi akhirnya bisa berkumpul menikmati hari raya bersama keluarga kan ya.

Hmmm ceritanya sudah beberapa hari neh saya absen posting, biasa ya selain karena malas..itu pasti ha ha ha... didukung juga oleh koneksi internet yang super lemot, jadi klop.. pasangan serasi yang membuat saya malas online. Jadi maaf ya kalau ada beberapa komentar cukup lama baru saya publish dan saya balas, karena memang komentar baru akan saya publish dan balas kalau saya sudah online di laptop. 

Nah di postingan kali ini saya mau bagikan resep simpel sekali, hanya muffin pisang kurma tapi versi kukus, rasanya bagaimana? beuh... enak.. itu kata saya he he he.. bagi penyuka kurma. Apakah di rumah pembaca ada sisa kurma? ada pisang juga? jom... mari kita buat muffin yang mudah ini.

Kalau dilihat penampakan muffin ini, ceritanya saya itu kehabisan cup kertas yang biasa saya gunakan untuk muffin kukus, cup kertas yang butuh ditopang oleh cetakan bolu kukus, hmmm adanya yang cup seperti di gambar, itu awalnya imut-imut loh, cantik, ealah ketika proses mengukus selesai, melebar pula mereka, alhasil muffinnya jadi gendut-gendut... tapi tak mengapa, yang penting rasanya...uhuy..

Oh iya resep ini sih sebenarnya modifikasi dari resep cake pisang coklat kukus, tapi di sini tentu saja takaran tepung berbeda kan ya, kan tidak pakai coklat bubuk, lalu ini nih... jumlah gula pasirnya saya kurangi karena kurma kan sudah manis sekali, dan... pisang yang saya gunakan kali ini sudah sangat matang sekali, takut terlalu manis kan.

Nah ketika menyiapkan bahan neh, di proses membuang biji si kurma, ada kekonyolan saya di mana bijinya saya letakkan di mangkuk bersama daging kurma, lah belum sadar, ketika saya melihat isi mangkuk yang sudah ada daging kurma tanpa biji, loh kok ada biji di mangkuk? oalah... ternyata terbalik, bijinya saya letakkan di mangkuk, daging kurmanya saya buang. Sampai Sophie tertawa ketika tahu kekonyolan saya. Ibu jangan terbalik lagi ya..begitu katanya.

Sippp ah... berikut resepnya, yang mau intip-intip ini dia resepnya..

Muffin Pisang Kurma

Bahan :
  • 80 gr gula pasir
  • 2 butir telur
  • 1/4 sendok teh bubuk vanili
  • 225 gr pisang tanpa kulit (saya gunakan pisang berangan matang sekali)
  • 120 ml minyak goreng
  • 175 gr tepung terigu protein sedang
  • 1/2 sendok teh baking powder
  • 1/2 sendok teh baking soda
  • 1/2 sendok teh garam
  • 10 butir kurma, buang biji, potong-potong

Cara membuat :
Siapkan kukusan, alasi tutup dengan serbet bersih. Biarkan sampai air mendidih. Sambil menunggu air mendidih, di mangkuk campur tepung terigu, baking powder, baking soda dan garam, sisihkan. Di mangkuk cukup besar lainnya, kocok telur dan gula dengan garpu atau sendok atau balloon whisk hingga gula larut, tambahkan bubuk vanili, aduk rata, masukkan minyak goreng, aduk rata kembali, tuangkan campuran tepung, aduk cepat asal rata, masukkan potongan kurma, aduk kembali asal rata. Tuangkan ke dalam cetakan muffin atau cup di mana sisakan jarak adonan kurang lebih 1 cm dari bibir cup. Kukus dengan api besar selama kurang lebih 15-20 menit. 



olahan kurma muffin

Nah semoga resep muffin pisang kurma kukus ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...



Wednesday, May 24, 2017

Muffin Pisang Chocochips



resep muffin pisang buttermilk

Terkadang dan sepertinya sering neh he he he... saya itu rasanya berat sekali mau update blog, jadi kalau saya mempertanyakan trafik blog saya kenapa begini ya, kok turun saja neh? lalu mulai deh saya bertanya-tanya apa ya penyebabnya? oke deh, salah satu sebab karena memang beberapa konten saya dicopas, nah yang copas lebih unggul di urutan pencarian, saya tidak bisa mengadu karena kata-katanya dibolak-balik lalu ada yang dimodifikasi, but I know, that is my content. Lalu yang kedua karena makin ke sini saya makin malas update blog, lalu bounce rate yang semakin tinggi, halah... dan tidak ketinggalan ini yang juga berpengaruh, loading blog ini semakin melambat, duh duh...

Ah sudahlah, semoga ke depan saya bisa memperbaikinya, paling tidak hal-hal yang bisa saya perbaiki sendiri. Lanjut ah, kembali ke resep hari ini ya, kali ini saya share resep muffin pisang chocochips. Nah yang beda di sini saya menggunakan pisang lilin, pisang yang biasanya digoreng itu. Penasaran dibuat muffin enak tidak ya, eh ternyata enak juga.

Beli pisang lilin karena lapar mata sebenarnya, lihat pisang lilinnya buahnya padat kuning begitu. Ah beli ah, tapi kok malas ya mau digoreng. Dimakan begitu saja, tapi kok tidak begitu enak, dan memang kalau digoreng lebih cocok, pernah coba pisang goreng keju pakai pisang lilin ini, enak. 

Gambar ini sudah nongol duluan di instagram saya, tapi tanpa resep, tidak ada yang bertanya sih resepnya, ha ha ha... ya iyalah ya.. secara baru sekali saya pakai IG, follower juga masih sakuprit, demikian juga dengan jumlah postingan he he he...

Eh iya, besok libur tuh, tadi siang pulang sekolah Sophie katakan kalau ada surat dari sekolah, surat apa kata saya? surat lampu merah, begitu katanya. Ha.. lampu merah? ha ha ha.. saya langsung tahu kalau maksudnya tanggal merah. Kemudian Sophie langsung mengoreksinya, bukan lampu merah, tanggal merah, sambil tersenyum. Ada-ada saja nih anak, tiap hari ada saja cerita lucunya he he he...

Okeh ah, berikut resepnya ya, kurang lebih sama dengan resep buttermilk muffin nangka. Cuss ke resep ya, ini dia...

Muffin Pisang Chocochips
untuk 20 buah
Bahan :
  • 375 gr tepung terigu protein rendah, misal merk kunci biru atau hana emas, saya gunakan merk hana emas (atau bisa juga gunakan tepung terigu protein sedang)
  • 1 1/2 sendok teh baking powder
  • 1 sendok teh baking soda
  • 1/2 sendok teh garam (jika menggunakan minyak atau mentega tawar, skip jika menggunakan margarin yang sudah asin)
  • 3 butir telur ukuran sedang berat dengan cangkang kurang lebih @60gr
  • 200 gr gula pasir
  • 1/2 sendok teh vanili bubuk
  • 225 ml buttermilk, campur 220ml susu cair dengan 1 sendok makan cuka atau air jeruk nipis, biarkan selama kurang lebih 10-15 menit sampai menggumpal
  • 150 ml minyak goreng (atau bisa gunakan margarin atau butter leleh dengan takaran yang sama)
  • 400 gr pisang tanpa kulit, lumatkan
  • 50 gr chocochips, sisakan sedikit untuk taburan
Cara membuat :
Siapkan cetakan muffin, alasi dengan paper cup atau gunakan paper cup keras. Panaskan oven, set di suhu 180 derajat celcius.
Campur tepung, baking powder, baking soda dan garam, aduk rata dengan balloon whisk, sisihkan. Di mangkuk lain campur telur dan gula serta vanili bubuk, aduk dengan balloon whisk sampai gula sedikit larut, tambahkan minyak dan buttermilk, aduk rata kembali, tuangkan ke dalam mangkuk berisi tepung, aduk cepat asal rata, masukkan pisang dan chocochips , aduk kembali asal rata. Tuangkan  adonan muffin sampai 3/4 penuh (kurang lebih 8mm-10mm dari tepi paper cup) lakukan sampai habis, taburi dengan chocochips.  Tata di loyang, panggang selama kurang lebih 25-30 menit sampai permukaan kuning kecoklatan, lakukan test tusuk. Keluarkan dari oven dan dinginkan.


Nah semoga resep muffin pisang chocochips ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...





Saturday, May 13, 2017

Eggless Banana Brudel Cake



resep brudel cake pisang eggless

Punya 5 buah pisang berangan ukuran kecil, hmmm buat apa ya... ahai akhirnya kepikiran buat brudel cake pisang versi tanpa telur. Secara belum pernah neh buat yang namanya brudel cake ini. Nah kue begini ini nih gabungan antara cake dan roti, kalau versi mba Ima-dapur Ima ini namanya roti bolu pisang. Hmmm jadi neh saya contek saja resepnya mba Ima, tentu dengan sedikit modifikasi. Terima kasih resepnya mba Ima.

Dari segi ukuran bahan, dan ada tambahan ini itu he he he... secara neh, karena pisangnya hanya seuprit jadi disesuaikan bahan lainnya, dan akhirnya saya buat hanya 1/4 resep saja, eits tapi lumayan loh, dapat 1 loyang ukuran 22x10cm. Jadi cucok kan buat cemilan keluarga kecil.

Ah saya suka sekali bau brudel cake ini, aroma pisang dan keju, legit pisang dicampur coklat, duh-duh pokoke enak deh. Saya bahkan dapat jempol dari Sophie, hmmm anak ini sudah tahu selera juga, jadi kalau enak dan sesuai seleranya ya kata enak keluar dari mulutnya, atau kali ini hanya acungan jempol saja.

Ketika tanggal merah beberapa hari yang lalu ceritanya saya ada pesanan neh, tidak banyak hanya 20 buah, pesannya sih malamnya ya, buat pagi harinya jam 9. Pesannya dari pelanggan tetap yang sudah beberapa kali order juga. Nah yang ini pesannya roti goreng isi ayam dan isi sosis dan roti pisang. Jadi pagi harinya saya sudah sibuk di dapur, capek memang tapi enjoy, secara hobi sih dan suka mengerjakannya. Nah yang paling malas itu ketika membereskan kekacauan di dapur... peralatan membuat roti ini yang menumpuk harus dibereskan, menghayal.. coba ada yang bantu membereskan ya, pasti enak ha ha ha...

Jam 9 kurang 5 menit semua sudah selesai, lega, walaupun customernya ternyata mengambilnya jam setengah 10. Eits ada kejadian lucu ketika ini, jadi kan Sophie ketika saya sibuk di dapur dia sibuk main sendiri. Tapi dia tahu ada pesanan roti goreng dan roti pisang, aroma di dapur tidak bisa bohong. Nah ketika rotinya sudah diambil, tidak berapa lama kemudian, dengan yakinnya dia ngomong, Ibu, Pipi mau cuci tangan dulu ya, Pipi mau makan roti pisang soalnya. Lalu saya tanya roti pisang apa ya? itu yang ibu buat tadi.

Loh nak.. rotinya sudah dijual semua loh, ibu tidak ada buat lebihnya untuk Pipi. Ahai.. air mukanya langsung berubah kecewa. Jadi tidak ada buat Pipi ya? begitu tanyanya.. tidak ada nak... kapan-kapan kalau ibu tidak capek, dibuatkan ya. Hmmmm oke.. dengan wajah lesu... hi hi hi lucu juga anak ini.

roti goreng roti pisang

Nah bagaimana tanggapan pelanggan tentang roti pesanannya... aih lega.. ternyata sesuai dengan selera.. enak bingit katanya... aih aih senangnya hati saya... padahal saya was-was takut tidak sesuai dengan selera.

Okeh deh kembali ke resep eggless banana brudel cake ini ya.. saya itu kepikiran buatnya karena penasaran juga dengan tekstur roti bolu ini. Lihat penampakan roti bolunya mba Ima jadi mupeng, tapi saya suka memang yang versi panggang, warna kecoklatan bagian permukaan roti bolunya menurut saya eksotik.. halah...

Tapi neh kemarin kan saya buat brudel cake ini, nah baru pagi ini saya sempat foto secara setelah memanggang cake ini kemarin kami keluar rumah, menjelang malam baru pulang. Jadi tidak sempat lagi foto-foto. Tapi sempat dicicipi saja donk cake ini begitu sudah keluar dari oven, aih mantapnya rasanya...

Oh iya karena mendung dan agak dingin jadi waktu fermentasi saya tambahkan menjadi 1 1/4 jam, walaupun ingin saya tambah lagi sih waktunya, tapi sudah tidak sabar he he he..

Ok deh berikut resepnya ya.. silakan.. resep ini hanya kurang lebih 1/4 resep asli, sudah saya modifikasi sesuai bahan yang ada.. yang mau lihat resep aslinya cuss ke blognya mba Ima ya.. silakan klik link di atas.

Eggless Banana Brudel Cake
untuk loyang ukuran 22cmx10cm

Bahan :
  • 125 ml air hangat
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 3/4 sendok teh ragi instan
  • 175 gr pisang tanpa kulit (saya gunakan pisang berangan, haluskan)
  • 2 1/2 sendok makan gula pasir
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1 sendok teh minyak goreng
  • 150 gr tepung terigu protein sedang
  •  50 gr chocochips
  • 30 gr keju parut
  • sedikit meses

Cara membuat :
Larutkan gula pasir dengan air hangat, masukkan ragi instan, aduk rata dan diamkan sampai berbusa. Di mangkuk yang cukup besar campur pisang dan gula pasir serta garam, aduk rata dengan sendok, masukkan larutan ragi, aduk rata kembali. Tambahkan minyak, aduk lagi kemudian tambahkan tepung terigu, aduk dan masukkan chocochips, aduk rata kembali. Tuangkan ke dalam loyang yang sudah dioles margarin. Ratakan, tutup loyang dan diamkan selama kurang lebih 1 jam. Adonan akan mengembang, taburi dengan keju parut dan meses. Panggang di oven yang sudah dipanaskan sebelumnya, panggang selama kurang lebih 20-25 menit dengan suhu 180 derajat celcius (sesuaikan dengan oven masing-masing). Keluarkan dari oven dan dinginkan, keluarkan dari loyang dan potong-potong. 


Nah semoga resep eggless banana brudel cake atau roti bolu pisang tabur keju ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera...


Selamat mencoba..




Saturday, March 18, 2017

Brownies Pisang Wortel



resep brownies pisang wortel

Idih... saya rajin sekali hari ini membuat brownies pisang wortel ini, eits tapi rasanya memang mudah dan cukup cepat membuat brownies ini, hmmm mungkin karena sedang mood kali ya, jadi terasa mudah. Padahal kalau saya pikirkan lagi, ada proses mengetim dark cooking coklat segala, tapi kok mengerjakannya santai.

Kebetulan memang saya ada stok pisang berangan neh, sayang juga sih kalau tidak dimanfaatkan, sudah mulai matang sempurna, bahkan ada kulitnya yang sudah kehitaman. Nah biasa ya kalau di sini ini saya mengolah pisang untuk cake atau brownies begini menggunakan pisang berangan, pisang yang sangat banyak dijual di pasar dan harganya tentu saja cukup murah. 

Karena beli di langganan jadi memang dipilihkan oleh penjualnya, eits tapi saya katakan saya tidak mau yang itu, ada satu yang hijau tuh.. lalu penjualnya katakan bisa dibuang kok kak.. apa sih yang tidak buat kakak... halah... boleh tahan neh penjualnya..yang begini ini nih yang buat pelanggan seperti saya kembali lagi dan lagi ke sana. Penjualnya ramah dan betah membiarkan pelanggannya memilih sendiri buah yang dimau.

Sebut saja salak, nah saya itu paling lama kalau memilih salak, walaupun saya sudah sangat hati-hati tetap saja biasanya ada saja satu atau dua buah yang busuk. Hmmm tapi sudah peningkatan, dulu parah, dari sekilo salak bisa sampai 5 atau lebih yang busuk, sekarang hanya satu atau dua saja he he he...

Eh tapi memang di Batam ini pembeli bebas memilih loh, jadi memang dibiarkan saja oleh penjualnya memilih, penjualnya tidak ngomel-ngomel. Jadi kalau ketemu barang jelek, kesalahan ada di tangan anda he he he. 

Okelah ya saya sangat suka dengan kebebasan memilih ini, tapi saya paling tidak suka kalau pembeli memilih gorengan atau kue-kue dipegang-pegang begitu saja, nah apalagi kalau sampai memegang, eh tidak jadi beli, sudah pindah-pindah jenis kue dan gorengan malah tidak jadi diambilnya, hadeuh.. padahal biasanya penjual kan sudah menyediakan pemegang tuh.. tapi kadang memang pembeli suka aneh juga, ada juga neh yang memeriksa kehangatan gorengan, duh.. apakah mereka yakin tangannya sudah bersih? hmmm...

Lalu pernah nih kejadian, saya membeli tahu dan tempe mentah di tempat langganan, eh lalu ketika sudah mau bayar, saya lihat tahu gorengnya, hmmm saya katakan neh, bude, tahu gorengnya juga ya, eh.. sebelum budenya mengambil tahunya, ada 2 orang perempuan, langsung saja pegang-pegang tahunya, dipegang satu tahu, pindah lagi ke tahu lain, mereka berdua melakukan hal yang sama, seakan tidak mau kalah memegang tahu tersebut sambil bertanya berapa harganya, nah ternyata harganya tidak cocok, pergi begitu saja mereka, tentu saja saya geli kan.. 

Nah ini dia neh penjual di Batam itu, sabar... he he he.. walaupun sudah pegang-pegang tahunya tapi tidak jadi beli, tapi bude penjual ini diam saja dan melanjutkan pembicaraan dengan saya, berapa mau beli tahu gorengnya? tidak usah bude, tidak usah saja.. hmm budenya mengerti rupanya kalau saya geli karena ulah kedua perempuan tadi. Akhirnya budenya katakan, ada lagi tahu yang baru, masih dibungkus.. mau? oh ada ya bude? boleh deh... kalau baru.. 

Tapi sejak saat itu saya tidak mau lagi membeli tahu goreng he he he.. masih belum hilang bayangan ulah 2 perempuan tersebut.

Eh tapi ada juga penjual gorengan dan kue-kue yang mengesalkan, pernah neh beli kue dan gorengan, nah kita pembeli ambil sendiri kue-kuenya, lalu berikan ke penjual untuk dihitung, kita sudah sopan kan ya, ambil kuenya pakai pemegang, eh.. dengan tanpa rasa bersalah si penjual menghitung kue-kue tersebut sambil memegang dengan tangan, hadeuh.. biasanya kalau melihat gelagat begini saya akan sodorkan pemegang dan katakan, ini.. jangan pakai tangan. Hi hi hi... dasar.. tapi memang kalau untuk hal-hal begini di mana tidak seharusnya sesuatu disentuh dengan tangan secara bebas maka membuat saya geli. 

Nah kepanjangan deh cerita ngalor ngidulnya, sipp ah.. berikut resep brownies pisang wortel ini ya, pada dasarnya sama saja dengan resep brownies pisang wortel dalam cup yang versi kukus. Sedikit beda di takaran saja.

Oh iya, brownies yang saya buat ini agak cakey ya.. secara ada penggunaan baking powder, yang mau mencoba resep ini tapi tidak mau menggunakan baking powder, silakan diskip baking powdernya.

Brownies Pisang Wortel
ukuran loyang persegi 20x20cm
Bahan :
  • 125 gr tepung terigu protein rendah
  • 25 gr coklat bubuk
  • 1 sendok teh baking powder 
  • 100 gr dark cooking coklat
  • 3 sendok makan margarin
  • 180 gr gula pasir
  • 3 butir telur
  • 1/2 sendok teh bubuk vanili
  • 270 gr pisang tanpa kulit, haluskan dengan garpu (6 buah pisang berangan)
  • 130 gr wortel, kupas lalu parut halus (1 buah wortel ukuran sedang)

Cara membuat :
Siapkan loyang, oles dengan minyak atau margarin, alasi dengan kertas roti, biarkan kertas roti berlebih ke tepi loyang supaya mudah mengeluarkan browniesnya kala sudah matang.  Campur tepung terigu, coklat bubuk, aduk saja dengan balloon whisk atau garpu, sisihkan. Lelehkan dark cooking coklat dengan cara mengetimnya (masukkan irisan dcc di mangkuk stainless atau kaca, letakkan di atas panci berisi air yang sudah panas, biarkan meleleh di api sangat kecil), masukkan margarin, biarkan meleleh, aduk rata, tambahkan gula pasir, aduk rata kembali dan biarkan hingga gula sedikit larut, matikan api, dinginkan. Sementara itu panaskan oven, set di suhu 180 derajat celcius.
Di mangkuk ukuran cukup besar, kocok telur dengan garpu, tambahkan bubuk vanili, aduk rata, masukkan pisang yang sudah dihaluskan berikut wortel, aduk rata, masukkan campuran coklat dan gula pasir, aduk rata kembali. Secara bertahap masukkan campuran tepung, aduk rata, tuangkan ke dalam loyang, panggang selama kurang lebih 25-30 menit, tergantung oven masing-masing, lakukan test tusuk, brownies matang jika tusuk sate terdapat remah basah, bukan adonan basah. Keluarkan dari oven dan dinginkan.


brownies pisang wortel

Nah semoga resep brownies pisang wortel ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...