Monic's Simply Kitchen: Sayuran
Showing posts with label Sayuran. Show all posts
Showing posts with label Sayuran. Show all posts

Monday, March 19, 2018

Cah Ayam Brokoli



resep tumis cah ayam brokoli

Haloooo, apa kabar semua? semoga baik dan sehat selalu ya... nah hari ini saya mau posting resep sangat mudah dan sederhana, cah ayam brokoli. Tumisan sederhana dengan 2 bahan utama dan paduan ini memberikan rasa yang cukup enak di lidah.

Persiapan dan proses memasaknya sangat cepat, tidak sampai 30 menit, masakan ini sudah bisa terhidang di meja. Masakan ini termasuk masakan yang tidak pedas, nah bagi saya dan para pecinta pedas, tentu harus ada sensasi pedasnya kan. Nah kalau saya, cukup tambahkan irisan cabai rawit, tapi bagi yang suka sambal, silakan santap dengan sambal kesukaan, sambal korek, sambal terasi, s sambal tomat, sambal bawang atau sambal lainnya.

Cah ayam brokoli ini juga sedap loh kalau dijadikan topping pizza, dan ini merupakan topping yang cukup sering saya gunakan untuk membuat pizza saya. Dimakan dengan nasi hangat saja sudah sedap, rasanya mild, tidak neko-neko dan berat.

Buat anak saya si Sophie Pipi, makanan ini bukanlah favoritnya, eits tapi tumben dia mau makan cah ayam brokoli kali ini, hmmmm tentu dengan iming-iming kalau makan ini kan bagus, biar bisa eng... hi hi hi apa tuh eng.. eng itu istilah Sophie buat BAB. Nah yang namanya sayur, terutama sayuran hijau selalu saya tekankan kalau makan sayuran pasti lancar eng-nya, jadi perut tidak penuh. Hmmm terkadang perlu paksaan agak keras terkadang lembut dan kali ini tanpa paksaan supaya dia mau makan sayuran, jiahhhh..

Beberapa waktu terakhir ini dia sudah bersedia dibawakan bekal sayuran, tidak hanya kacang panjang saja, dan walaupun tidak selalu habis sampai 100% tapi emak sudah senang, anak mau makan sayur, tidak sia-sia sibuk masak di pagi hari demi menyiapkan bekal anak.

Oh iya bagi yang terkendala waktu, masakan begini bisa jadi pilihan ya, wah kalau saya suka sekali masak cepat begini, jadi andalan dan jenis protein dan sayurannya pun bisa dikreasikan sesuai dengan stok yang ada.

Sippp... berikut resepnya ya.. silakan..


Cah Ayam Brokoli

Bahan :
  • 300 gr dada ayam tanpa kulit dan tulang, potong kotak
  • 150 gr kuntum brokoli, potong-potong
  • 1 buah bawang bombay ukuran sedang, potong ukuran cukup besar
  • 5 siung bawang putih, cincang
  • 1 sendok makan kecap asin
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 1/2 sendok makan tepung maizena, larutkan dengan 50ml air
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Seduh brokoli dengan air panas sampai berubah warna, tiriskan. Tumis bawang putih sampai harum dan sedikit keemasan, masukkan bawang bombay, masak hingga transparan, tambahkan dada ayam, masak sampai berubah warna. Masukkan brokoli, tambahkan merica bubuk, saus tiram, kecap asin, aduk rata. Tambahkan larutan maizena, masak hingga mulai mengental, cicipi rasanya, angkat dan siap dihidangkan.


resep ayam cah brokoli

Nah sangat mudah kan resep cah ayam brokoli ini, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...




Selamat mencoba....



Wednesday, August 23, 2017

Tumis Kuning Ayam Buncis



resep tumis kuning ayam buncis

Masakan sederhana itu belum tentu tidak enak, nah ini berlaku buat masakan satu ini, walaupun hanya tumisan bumbu sederhana, tapi rasanya itu loh.. nagih. Masakan tumis kuning ayam buncis ini memang masakan yang sedap deh menurut saya. Beberapa hari yang lalu saya masak ini, nah baru kesampaian diposting hari ini.

Pada dasarnya resep ini mirip dengan resep ayam goreng kunyit atau mie ayam goreng kunyit, hanya yang ini versi lebih sederhana lagi di prosesnya, tidak pakai tumis angkat, tumis lagi bahan lain. Yang ini kerjanya berurutan, tidak pakai angkat, sisihkan, langsung masuk satu persatu hingga akhir, baru deh diangkat dan siap disajikan.

Saya sudah cukup sering masak tumisan versi begini, tapi ya selalunya tidak bosan, hmmm boleh dikatakan masakan begini adalah favorit saya, hadeuhhh jadi bertambah lagi donk list masakan favorit saya.

Hmmmm berapa hari ini Batam mendung dan sesekali hujan, jadi dingin... brrr... pagi-pagi berasa sekali dinginnya, siang hari juga, angin berembus kencang. Dan efeknya... tada.. di pasar sepi ikan, sudah beberapa hari absen ke pasar. Tadi kepikiran mau masak ikan sambal ah... begitu ke kios ikan, duh duh.. mana semua nih ikan-ikan, sepi. Ada ikan tongkol beberapa ekor, harganya jadinya mahal, batal deh. Terpaksa merapat ke kios ikan asin he he he...

Kalau kesukaan Sophie, biasanya saya buatkan untuk bekal makan siangnya, sate ayam bumbu kuning begini, hanya diberi garam, merica bubuk dan bubuk kunyit serta sedikit minyak, baru deh dibakar. Dengan menggunakan tusuk bambu mini jadilah sate ayam kuning mini ini menghiasi kotak bekal makan siangnya.

Memang sih Sophie ini seleranya lebih suka yang plain, malah kalau berbumbu macam-macam dia kurang suka apalagi yang pakai kecap-kecapan, tidak doyan dia. Makanan kesukaan dia yang sarat bumbu hanya ayam betutu. Kalau yang ini malah dia minta perbanyak bumbunya di nasinya dia. Walaupun akhirnya keringatan karena pedas untuk ukuran dia.

Wokeh, tanpa lama-lama lagi, berikut saya tuliskan resepnya ya... silakan..

Tumis Kuning Ayam Buncis

Bahan :
  • 300 gr dada ayam tanpa tulang dan kulit, potong kotak sesuai selera
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1/2 sendok teh garam 
  • 1/2 sendok makan minyak 
  • 1 1/2 sendok teh kunyit bubuk
  • 150 gr buncis, potong ukurang kurang lebih 3cm
  • 1 buah bawang bombay ukuran sedang, potong memanjang
  • 8 siung bawang putih, memarkan
  • 5 buah cabai merah, iris serong
  • 1 sendok makan minyak

Cara membuat :
Campur 5 bahan pertama, aduk rata dan diamkan selama kurang lebih 5 menit. Panaskan minyak hingga benar-benar panas, tumis bawang putih sampai sedikit keemasan, masukkan bawang bombay dan cabai merah, tumis sebentar, tambahkan dada ayam, aduk rata, masak hingga aberubah warna, masukkan buncis, masak hingga berubah warna, cicipi rasanya, tambahkan sedikit garam jika dirasa perlu. Angkat dan siap dihidangkan.


resep ayam goreng kunyit buncis

Nah mudah sekali kan membuat masakan yang satu ini, semoga resep tumis kuning ayam buncis ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..


Selamat mencoba...







Friday, May 26, 2017

Tumis Brokoli Kapri & Sosis



resep tumis brokoli kapri sosis

Yuhuuu... apa kabar neh.. bolos lagi kemarin ya saya update blog, pas sekali malasnya dan pas sekali karena memang internet dan telepon mati total, hufff hari libur lagi jadi tidak bisa komplain dulu, jadi baru tadi deh internet dan telepon menyala kembali setelah teknisi Telkom datang. Dan ternyata ulala.. kabel telepon yang menuju ke rumah putus, dan penyebabnya adalah ditebangnya pohon di dekat kabel, hmmmm..

Oh iya, sebelum lebih jauh menulis ngalor ngidul, saya mau mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ya untuk besok dan sebulan penuh kemudian kepada yang menjalankan, semoga diberikan kesehatan sehingga bisa menunaikan ibadah puasa dengan lancar tanpa halangan, amin.

Jadi hari ini saya baru bisa posting lagi, nah hari ini saya posting resep mudah dan sangat sederhana, hanya tumisan brokoli kapri dan sosis. Berhubung hari ini Sophie mau makan beginian, setelah diberi tahu kalau makan sayur itu bagus buat pencernaan, jiahhh tapi itu sih istilah orang besar ya, kalau buat Sophie hanya katakan bagus buat perut. 

Nah menu tumisan begini juga cocok kan dijadikan makanan cepat dimasak kalau terburu waktu menyiapkan makanan berbuka ataupun sahur, yang sangat sibuk boleh donk ya menyiapkan menu begini, praktis, ya iyalah ya, hanya tumisan. Paling hanya menyiapkan sayurannya saja, itu pun sangat mudahlah ya, tidak menyita waktu. Kalau tidak mau repot, bersihkan sayuran dan potong-potong, simpan di kulkas, nah begitu dibutuhkan tinggal tumis, hanya perlu menyiapkan bawang putih cincang. Jadi kalau begini dalam 15 menit saja sudah bisa menghidangkan tumisan begini.

Sebenarnya kami tidak begitu doyan sosis, hanya mungkin sedang sedikit terganggu pikiran, halah.. ini cukup aneh, saya aneh karena setuju saja, bapaknya aneh ketika mengusulkan membeli sosis sampai 2kg. Banyak ya... saya sih tidak begitu sadar kalau berat bungkusannya itu sampai 2kg, di label sosis tersebut saya tidak begitu jeli memperhatikan beratnya, saya kira hanya 1 kg, ternyata oh ternyata 2 kg, pantas agak lebih berat, biasanya sih feeling saya tentang berat tidak begitu meleset, nah entalah kenapa sosis ini saya tidak mempergunakan feeling saya.

Kalau sudah mengukur ikan, bawang, cabai atau tomat atau apapun yang dihitung perkilo, bisanya feeling saya sering pas, sampai penjual suka langsung mengangguk kalau mendapatkan timbangan yang pas. Tidak berlaku buat sosis tersebut ha ha ha...

Okey deh... tumisan pasti mudahlah ya... tapi saya bagikan saja resepnya ya, siapa tahu berguna ya, buat tambahan inspirasi memasak sehari-hari selama bulan puasa ini atau hari-hari biasa...

Tumis Brokoli Kapri & Sosis

Bahan :
  • 1 bonggol brokoli, potong dan cuci
  • 150 gr kapri bulat, bersihkan, cuci dan potong
  • 8 buah sosis, potong
  • 5 siung bawang putih, cincang
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 1/2 sendok makan kecap ikan
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 50 ml air
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bawang putih sampai harum dan keemasan, masukkan sosis, masak sampai mulai berubah warna, masukkan brokoli dan kapri, aduk rata, masak hingga berubah warna, tambahkan air, saus tiram, kecap ikan, merica bubuk, aduk rata dan masak hingga kuah mendidih, cicipi rasanya, angkat dan siap dihidangkan

 
Nah semoga resep mudah dan sederhana tumis brokoli kapri dan sosis ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba....




Thursday, January 26, 2017

Bihun Siram Sayuran



resep bihun siram sayuran

Tadinya kok ingin makan ifumie sayuran ya, ealah ternyata di dapur hanya ada stok bihun jagung, ya sudahlah jadinya namanya bihun siram sayuran saja ya... kan maksa kalau judulnya tetap ifumie, jiahhh...

Masih ada stok sayuran lengkap secara 2 hari yang lalu masak capcay, hmmm jadi tanpa halangan masak deh yang saya ingin. Tanpa waktu lama jadi..yeay..foto-foto dulu baru lanjutkan pekerjaan yang lain. Dan harap maklum ya, begini saja deh gaya foto saya, mau diapakan juga ya gayanya begitu.

Eh tapi memang ya, setiap food blogger mempunyai gaya khas ya dalam memfoto makanannya dan memang secara tidak sadar akan terlihat dari foto-fotonya, benar tidak sih... tapi itu pendapat saya saja. Tapi iya kan.. kalau sudah sering wara-wiri di beberapa food blog, tahu kan yang saya maksud.

Sipp kembali ke resep bihun siram sayuran ini, nah enaknya menyantap bihun siram ini ya begitu dimasak, langsung disantap, kalau tidak melempemlah sih bihun yang sudah digoreng ini. Dan rasanya tidak enak lagi, lembut berminyak saja jadinya. Jadi kalau mau membuat ini, pastikan langsung dihidangkan ya.

Untuk menggoreng bihunnya bisa ditata dulu bihunnya didalam saringan, lalu celupkan deh saringan berisi bihun kering ke minyak panas. Dan pastikan minyak benar-benar panas ketika memasukkan bihun keringnya dan gunakan api sedang saja. Atau bisa saja sih langsung digoreng begitu saja, tapi dipotong-potong ukuran kecil saja, tapi jangan terlalu kecil, baru digoreng biasa.

Tadi begitu sudah saya goreng bihunnya, saya beri Sophie makan, tadinya saya berikan saja seperti halnya kerupuk. Lalu Sophie datang minta piring, Ibu, tumpah-tumpah kalau dimakan, Pipi minta piring. Nah biasa kan anak ini suka sekali dengan yang kriuk-kriuk, tapi entah karena mungkin rasanya hambar, jadi dimakan hanya sedikit saja, sisanya dipecah-pecah, sambil tersenyum memberikan saya piring dengan remahan bihun gorengnya, tidak habis.. begitu katanya, lalu pergi bermain kembali.

Belakangan ini kalau saya memasak, memanggang kue, dan saya tinggalkan sejenak misalnya untuk mengerjakan yang lain, dia pasti ribut... ibu di dapur saja ya, jangan kemana-mana, nanti gosong...lalu saya katakan tidak kok...itu mungkin pernah kejadian saya menggoreng dan saya tinggalkan akhirnya gosong deh... jadinya Sophie sering mengingatkan sejak saat itu.. ingat saja nih anak.

Sipp ah... lanjut ke resep ya.. ini dia, silakan..

Bihun Siram Sayuran

Bahan :
  • 150 gr bihun jagung kering
  • minyak untuk menggoreng

Bahan kuah sayuran : resep pada dasarnya sama saja dengan resep capcay kuah
  • 3 batang sawi hijau
  • 3 lembar kol, potong-potong
  • 3 lembar sawi putih 
  • 1 buah wortel ukuran sedang
  • kembang kol ukuran kecil
  • brokoli ukuran kecil
  • 5 buah baby corn/putren
  • 100 gr dada ayam
  • 1 buah bawang bombay ukuran kecil, potong kecil
  • 5 siung bawang putih, cincang
  • 400 ml air
  • 2 sendok makan tepung maizena
  • 1 sendok makan saus tiram
  • 1 sendok teh minyak wijen
  • 2 sendok makan kecap ikan
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Panaskan minyak dengan api sedang, tata bihun kering di saringan, celupkan saringan di minyak panas, goreng hingga bihun mengembang, angkat dan tiriskan.

bihun jagung goreng

Untuk tumisan sayuran :
Potong-potong sayuran, dada ayam, iris serong wortel dan baby corn. Larutkan maizena dengan air, sisihkan. Tumis bawang putih sampai harum, masukkan bawang bombay, tumis sampai mulai transparan, masukkan potongan dada ayam, masak hingga berubah warna, masukkan wortel dan baby corn, masak hingga mulai lembut, masukkan brokoli dan kembang kol, masak hingga berubah warna, tambahkan kol, sawi putih dan sawi hijau, masak hingga mulai layu, masukkan campuran air dan tepung maizena, beri saus tiram, minyak wijen, kecap ikan dan merica bubuk, aduk rata dan masak hingga mengental dan mendidih, cicipi rasanya, matikan api.

Penyelesaian :
Tata bihun yang sudah digoreng di piring saji, siram dengan tumisan sayuran, hidangkan dengan irisan cabai rawit dan saus sambal jika suka.


bihun siram capcay

Nah semoga resep bihun siram sayuran ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...




Wednesday, November 9, 2016

Tumis Kangkung Tahu Lada Hitam



kangkung tahu lada hitam

Brrr....tumben neh Batam sedang hujan, dan hujannya juga awet, aih senang kalau begini, adem jadinya. Hmmmm kalau cuaca dingin tentu enaknya makan apa? okeh deh ada yang jawab gorengan kan, atau jawab bakso, atau juga soto... atau malah ada yang jawab es teler...ha ha ha... selain makanan tersebut tentu ada juga nih makanan yang cukup membuat hangat tapi simpel buatnya, hayo apa donk... ya apalagi donk kalau bukan seperti judul postingan saya kali ini, tumis kangkung tahu lada hitam.

Hangat karena ada lada hitamnya, hmmm ada cabai rawit yang diiris lalu ada nasi hangatnya yang baru saja disendokkan dari rice cooker, nah bagaimana sudah terbayang tidak dingin-dingin menikmati nasi dengan tumisan ini, haiya...

Nah kalau kata saya, tumisan apa saja juga pasti sudah pada mahir kan ya...jadi kalau kata saya lagi nih resep ini siapa saja bisa buat, dan menurut saya tumisan begini sih bukan resep yang bisa dikatakan gagal. Kebanyakan air, tidak masalah...enak kok kuahnya juga bisa dihirup seperti menghirup cuko pempek, he he he... kangkungnya terlalu matang, tidak masalah, hitung-hitung membuat kerja gigi agak ringan. Jadi sippp ya setuju kalau tumisan itu resep paling simpel, apa saja bisa ditumis dan digabung-gabung selama masih wajar. 

Karena simple, fotonya satu saja ya... he he he... sippp deh.. okeh deh yang mau sekedar intip resepnya, silakan.. ini dia..

Tumis Kangkung Tahu Lada Hitam

Bahan :
  • 1 ikat kangkung, petiki, cuci bersih
  • 5 buah tahu goreng, potong 4 bagian
  • 10 butir cabai rawit merah, iris serong
  • 1 buah bawang bombay ukuran kecil, potong kecil
  • 5 siung bawang putih cincang
  • 1 sendok makan saus tiram
  • 1 sendok teh merica hitam, ulek kasar atau gunakan penggerus merica
  • 1/2 sendok teh garam
  • 50 ml air
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bawang putih sampai harum dan keemasan, masukkan bawang bombay, tumis sampai transparan, masukkan cabai rawit iris, tambahkan kangkung, masak hingga kangkung mulai layu, beri saus tiram, garam dan merica hitam, aduk rata, beri air, masak hingga air mendidih, cicipi rasanya, angkat dan siap dihidangkan.

Catatan : tumisan kangkung enaknya langsung dinikmati, kalau terlalu lama tidak akan enak lagi, kangkung juga bisa berubah warna.


Nah semoga resep simpel tumis kangkung tahu lada hitam ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya....


Selamat mencoba...




Monday, October 24, 2016

Tumis Pepaya Muda Teri



tumis pepaya muda dan teri

Kalau bicara tumisan, jiahhh mudah sekali kan ya... secara cuma tumis bumbu, masukkan bahan utama, aduk-aduk, beri garam dan merica, jadi deh..ya kan. Tapi ini saya kemarin iseng ya, tumis pepaya muda dan teri ini saya foto. Dan isengnya juga alasnya pakai koran saja. Properti tetap yang itu-itu saja.

Ini ceritanya saya kan ke pasar kaget, nah lihat pepaya muda yang sudah diserut dan kelihatan menggiurkan sekali, jadilah beli 1/4kg, murah hanya 2000 ribu rupiah. Senang kan dapat harga murah begitu. Nah sudah beli beberapa hari yang lalu pepaya mudah serut ini, kan sayang kalau busuk saja di kulkas. 

Saya buatkan tumisan pepaya muda ini buat bapaknya Sophie. Si bapak ini tanya, ini sayur apa? saya katakan pepaya muda, lah pepaya bukannya buah ya? begitu katanya. Iya buah kalau sudah matang, kalau muda begini dan ditumis begini jadi sayur, begitu saya asal jawab. Nah boleh kan kalau pepaya muda ini digolongkan sebagai sayur.. betul?

Padahal kalau kategori buah itu katanya kalau berbiji baru bisa dikatakan buah, hmmm bagaimana dengan terong? timun? labu? wakakak... buah yang kita jadikan sayur..halah... yang penting kita mau makan saja ya..

Nah tumisan pepaya ini teksturnya seperti labu siam, kalau dimasak kurang lama terasa sekali krenyes krenyesnya.. masih renyah begitu deh bahasanya. Karena saya suka sayuran yang masih renyah jadilah si pepaya muda ini ketika dimakan agak keras, sampai bapaknya Sophie protes, ini kenapa sayurnya keras begini...

Hmmmm sekarang beda topik dulu ya, saya mau cerita tentang kucing dulu, bukan kucing peliharaan kami di rumah, si Adul Bedul itu, ini kucing di komplek perumahan. Nah sudah 4 kali ini kucing ini naik ke pohon tapi tidak bisa turun. Jadi ceritanya di seberang jalan ada pohon cukup besar, sebenarnya pohon ini di depan tetangga sebelah persisnya. Hanya saja kalau saya keluar rumah, suara kucing ini terdengar.

Tadinya awal pertama kucing ini naik pohon, saya dengar suara kucing mengeong, saya cari-cari di mana, dan ternyata di atas pohon. Hmmm saya pikir nih bakalan turun sendiri. Setelah 4 hari, saya masih lihat kucing ini tetap di atas pohon. Oalah... jadi ceritanya sayalah yang sibuk ya, habis tetangga sebelah acuh tak acuh. Minta tolong sekuriti komplek buat menurunkan si kucing. Nah kejadian pertama ini si kucing karena takut dengan orang, eh malah jadi berani melompat turun. 

Beberapa hari kemudian, saya dengar lagi si kucing ini di atas pohon. Duh rasanya kesal sekali.. ini kucing bodoh atau apa ya.. sudah tahu tidak bisa turun kenapa juga naik lagi. Okeh saya diamkan lagi, mungkin sekitar 5 hari, dan ternyata tidak ada juga yang peduli. Kembali minta tolong dengan sekuriti komplek. Sekuritinya sempat tanya, itu kucingnya sama dengan yang sebelumnya? saya jawab iya pak. Loh kok bisa sih naik lagi, jangan-jangan memang kucingnya mau naik itu. Iya pak mau naik tapi tidak bisa turun. Nanti kalau ada waktu tolong ya pak.. begitu kata saya...

Nah beberapa waktu kemudian, saya lihat si kucing sudah tidak lagi di atas pohon. Tapi ternyata, beberapa hari kemudian, nongkrong lagi dia di atas pohon. Lalu begitu lagi kejadiannya. Kesal makin menjadi saya dengan kucing ini. Tapi tetap ya.. kasihan.. 

Dan ini kejadian lagi, tadi pagi saya baru minta sekuriti komplek menurunkan kucing ini lagi. Setelah 7 hari di atas pohon. Nah saya sih berencana memberi pelajaran kepada kucingnya, jadi 7 hari ini kucingnya mengeong terus, semakin hari semakin lemah. Nah takut kucingnya mati, pagi-pagi saya sudah minta tolong lagi sekuriti komplek buat menurunkan kucing ini.

Ternyata saya baca-baca memang kucing ini pelupa, jadi walaupun tidak bisa turun dari atas pohon, tetap saja kucing ini akan naik lagi. Nah loh... saya bingung kan.. nanti naik lagi deh. Mau apa-apakan pohonnya tidak berani, itu kan bukan pohon saya, pohon di perumahan. Jadilah nih tadi rencana mau pindahkan saja kucingnya ke bagian lain di perumahan ini. Tapi begitu turun kucingnya sudah kabur entah kemana. 

Jadi sekarang saya H2C si kucing tidak akan naik lagi. Kalau sampai naik lagi, sudah saya bayangkan betapa akan kesalnya saya. Walaupun sebelum saya minta tolong sekuriti, saya pun sudah berusaha membujuk kucing ini turun dengan makanan. Kucingnya hanya mengeong tapi tetap juga tidak berani turun. Nah saya yang memanjat pohonnya sendiri, mana bisa lagi... nanti gedebuk bam... gawat kan he he he..

Tapi memang ya, kalau bicara kucing naik pohon tapi tidak bisa turun bukan hal yang aneh lagi. Sering lihat di televisi atau di media cetak, kucing yang harus dibantu turun oleh orang-orang. Secara memang kucing ini memang pandai naik, mengandalkan kuku-kukunya yang tajam. Tapi ketika harus turun bingung deh. Secara memang kuku kucing ini untuk naik. Tapi kalau untuk turun dengan kepala di bawah, kuku kucing tidak berfungsi, jadi nih si kucing harus turun mundur dari atas ke bawah dengan kepala tetap di atas. Sayangnya kucing tidak tahu cara begini.

Okeh deh.. sudah dulu ya cerita kucing naik pohon ini, sekarang lanjut ke resep saja ya, siapa tahu walaupun hanya tumisan tetap bisa bermanfaat...


Tumis Pepaya Muda Teri

Bahan :
  • 250 gr pepaya muda serut, bilas dengan air, tiriskan
  • 50 gr teri goreng
  • 5 siung bawang putih, cincang
  • 1 buah tomat ukuran kecil, potong kecil
  • 3 batang daun seledri, iris
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 50 ml air
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bawang putih sampai harum, masukkan tomat, aduk sebentar, tambahkan pepaya muda serut, aduk rata dan masak hingga mulai berubah warna, tambahkan teri, aduk rata, beri garam dan merica bubuk, beri air, masak sebentar hingga kuah mendidih. Cicipi rasanya, jika suka lembut, masak hingga lembut, bisa tambahkan air lagi, koreksi rasa lagi jika ditambah air. Jika suka yang masih renyah, angkat tanpa dimasak terlalu lama.


resep tumis pepaya teri

Nah semoga resep tumis pepaya muda dan teri ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera...


Selamat mencoba...



Monday, July 18, 2016

Beberok Terong Khas Lombok



resep beberok terong

Hai...di hari Senin yang cerah ceria di Batam ini, saya mau share resep beberok terong khas Lombok. Nah kalau bicara makanan satu ini, ternyata menu satu ini juga cukup terkenal ya selain plecing kangkung, sate ampet dan juga ayam bakar taliwang.

Dan ternyata memang saya cocok sekali, ahay... dengan masakan begini, pedasnya mantap.. Nah jadi ceritanya beberapa waktu yang lalu kami jalan ke sebuah mall di Batam, Nagoya City Walk namanya. Sudah dua kali ke sini, hanya waktu pertama kali terlalu pagi, jadi masih banyak yang belum buka. Kali kedua agak siang, pas juga... setelah bermain di wahana permainan di sana, jalan-jalan cari makan, eh nyangkut di rumah makan ayam taliwang.

Hulala... jadi mampir deh dan memesan menu khas rumah makan ini. Selain tentu saja menu ayam bakar taliwang, yang ini tentu tidak saya lewatkan, saya juga memesan beberok terong. Baru pertama kali makan beberok terong ini, secara di rumah makan ayam taliwang dekat rumah tidak ada beberok terong. Dan setelah makan beberok terong...saya suka..saya suka..

Ya namanya makan di restoran ya, porsinya sedikit deh, jadi bertekad mau coba buat sendiri di rumah. Tapi tidak bisa segera terlaksana, secara salah satu bahan tidak ada di kulkas, ke pasar juga bahan tersebut kosong... what... begini deh ya... kadang bahan yang saya cari suka sekali kosong. Besoknya lanjut lagi cari, masih kosong juga... akhirnya setelah keliling pasar, ada juga satu penjual yang ada stoknya... bahan apakah itu? bisa tebak? he he he... benar.. kencur... heran juga saya, kalau saya tidak cari, tuh kencur melimpah stoknya. Ini sampai kencur yang kering pun tidak ada.

Ah tapi lega, bisa juga akhirnya membuat beberok terong ini, setelah H2C juga dengan bahan terong hijau, yang memang tidak selalu ada di pasar dan tidak semua penjual sayur jual terong hijau bulat begini. Akhirnya.... tada...

Nah yang namanya buat sendiri, tentu saya perbanyak porsi terongnya, kalau bapaknya Sophie katakan saya terlalu pemurah dengan terong hijaunya. Lah namanya buat sendiri, dimakan sendiri ya puas-puasin deh ya..

Kalau dari segi penampilan, agak berbeda nih dengan yang dijual di rumah makan taliwang tersebut, kalau di sana, bumbunya diulek kasar, pun tomatnya masih besar-besar potongannya, tidak halus. Karena saya ceritanya malas mengulek, jadi saya gunakan saja blender. Mengenai rasa, cucok deh dengan selera saya, sedikit lebih pedas komentar bapaknya Sophie.

Jadi cukup puas deh bisa membuat beberok terong sendiri, berikut resep yang saya buat ya... yang tertarik dengan resepnya... ini dia.. silakan...

Beberok Terong Khas Lombok

Bahan :
  • 10 buah terong hijau bulat
  • 1 buah jeruk limau ukuran sedang

Bahan sambal :
  • 10 butir cabai merah keriting
  • 5 butir cabai rawit merah
  • 5 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 5 cm kencur (sesuaikan dengan selera)
  • 2 sachet terasi @5gr
  • 1 buah tomat ukuran besar, potong-potong
  • 2 sendok makan minyak 
  • 1 buah jeruk limau ukuran sedang
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh gula

Cara membuat :
Potong memanjang terong hijau, kucuri dengan air jeruk limau, aduk rata, sisihkan. Goreng terasi dan tomat sampai harum dan tomat mulai lunak, masukkan ke dalam blender berikut duo bawang, cabai, kencur, garam dan gula, blender dengan sedikit air sampai cukup halus, tuangkan ke dalam mangkuk berisi potongan terong, beri air jeruk limau, aduk rata, cicipi rasanya, tambahkan apa yang dirasa perlu. Siap disajikan.


Catatan : jika tidak menggunakan blender, haluskan duo bawang, cabai dan kencur, serta tomat dan terasi bakar, beri garam dan gula, lalu tuang dengan minyak panas, aduk rata, kucuri dengan jeruk limau, aduk rata, tuangkan ke mangkuk berisi potongan terong, siap disajikan.


resep beberuk terong khas lombok

Nah semoga resep beberok atau beberuk terong khas Lombok ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera...


Selamat mencoba...


Saturday, June 11, 2016

Memasak Dengan Bumbu Dasar : Lodeh Udang Kacang Panjang Labu Siam



resep lodeh udang kacang panjang

Masih menggunakan bumbu dasar yang beberapa hari lalu saya buat, nah sekarang coba pakai bumbu dasar tersebut untuk membuat lodeh udang, kacang panjang dan labu siam (waluh). Dan ternyata memang ya membuat masakan dengan menggunakan bumbu dasar rasanya cukup praktis. Hmmm bagus juga neh pakai bumbu dasar begini.

Sayur lodeh sih sebenarnya identik dengan sayuran berkuah putih ya, tapi tidak sedikit juga sayur lodeh yang berkuah kekuningan dan sedikit kemerahan ya kan... nah kali ini saya coba buat yang begini, jadi saya gunakan bumbu dasar merah, putih dan kuning.

Hmmm ternyata neh sayur lodeh malah mirip kuahnya lontong sayur, nah pas sekali donk disajikan dengan lontong. Bapaknya Sophie bilang, wah sudah bisa neh kita jualan lontong sayur, sudah persis rasanya.

Nah rasa lodeh kali ini mirip dengan lontong sayur yang biasa ada di penjual sarapan pagi hari dekat rumah, kuahnya tidak begitu kental dan rasanya ada sedikit manisnya. Lontong sayur versi si ibu ini menggunakan labu siam, kacang panjang dan tahu serta tempe, minus udang. Dan lontong sayurnya ini ternyata menjadi favorit juga, secara ramai juga yang memesannya.

Jadi, yang mau mencoba resep ini, silakan ya bebas saja mau menambahkan sayuran apa saja di dalamnya, misalnya versi lengkap sayur lodeh, wah makin mantap tuh rasanya, ya kan. Oh iya di resep ini saya tidak menambahkan lagi gula ya, rasa manisnya samar dari penggunaan labu siam, yang merasa kurang manis, silakan ditambahkan sendiri gulanya.

Nah saya sudah bingung mau menulis apa lagi, daripada kelamaan, yuk intip resepnya ya... oh iya jangan lupa, kalau mau melihat resep lain menggunakan bumbu dasar : sambal goreng kentang telur puyuh, ayam masak kemangi. Masih ada beberapa lagi resep yang menunggu antrian ya...jadi sabar untuk menantikan penanyangannya, uhuy...

Lodeh Udang Kacang Panjang & Labu Siam
silakan lihat cara membuat bumbu dasar di 4 bumbu dasar

Bahan :
  • 250 gr udang, sisihkan kulit dan kepala, sisakan sedikit bagian ekor dan bersihkan kotoran di punggungnya
  • 1 buah jeruk nipis ukuran sedang
  • 2 buah labu siam ukuran sedang, kupas, potong-potong
  • 8 lonjor kacang panjang, potong-potong
  • 3 lembar daun salam
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 8 buah cabai hijau, iris serong
  • 200 ml air
  • 500 ml kaldu udang (didapatkan dari rebusan kepala dan kulit udang)
  • 1 sachet santan instan @65 ml (silakan tambahkan jika ingin santan lebih kental)
  • 3 sendok makan bumbu dasar putih
  • 2 sendok makan bumbu dasar kuning
  • 1 sendok makan bumbu dasar merah
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
  1. Cuci udang, lumuri dengan 1/2 bagian air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 10 menit, bilas, cuci bersih kepala dan kulit udang, kucuri juga dengan 1/2 bagian air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 10 menit, bilas
  2. Rebus kepala dan kulit udang, saring kaldunya, lalu campur dengan santan instan, aduk rata, sisihkan
  3. Tumis daun salam dan lengkuas sampai daun salam berubah warna, masukkan bumbu halus, aduk rata, tumis sampai harum, tambahkan labu siam, aduk rata lalu tuangkan air, masak sampai labu siam mulai lunak
  4. Tuangkan kaldu udang bersantan, masukkan cabai hijau, kacang panjang dan udang serta garam, aduk rata, masak hingga sayuran cukup lunak dan kuah sudah mendidih, cicipi rasanya, tambahkan garam jika perlu
  5. Angkat dan siap disajikan

lodeh udang waluh kacang panjang

Nah semoga resep dengan menggunakan bumbu dasar yaitu lodeh udang, kacang panjang dan labu siam (waluh) ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...


Saturday, April 16, 2016

Tumis Buncis Telur & Jamur Tiram



resep tumis jamur tiram buncis

Tadi itu ke pasar, nah di kedai langganan lihat ada jamur tiram, masih segar, masih putih bersih, jadilah dibeli, hmmmm waktu beli sudah kepikiran mau ditumis saja dengan buncis, dicampur telur orak-arik, sudah terbayang enak, he he he...jadilah tumis buncis telur dan jamur tiram ini.

Sebelumnya saya memang belum pernah tumis jamur tiram pakai buncis dan telur begini, nah kebetulan beberapa hari yang lalu lihat postingan kak Ayu - Curlybabe's Satisfaction, kacang buncis goreng kulat sisir. Hmmm kelihatan menggoda deh masakannya. Nah apa pula kulat sisir itu ya? ternyata kulat sisir itu adalah sejenis jamur, nah saya bingung di Indonesia kita sebut jamur apa ya... secara saya belum pernah lihat, boro-boro masak apalagi makan.

Kulat sisir ini biasa disebut juga cendawan kukur, nah jamur ini biasa tumbuh di batang pohon yang sudah mati. Hmmm menurut testimoni kak Ayu, rasa cendawan kukur ini mirip daging atau ayam, sedap pokoknya. Wah lain kali kalau ke pasar atau swalayan lebih teliti lagi tengok-tengok jamur, siapa tahu ada, he he he. Oh iya jamurnya warnanya kecoklatan. Mau tahu lebih jauh...monggo silakan googling ya...atau hanya mau tahu bentuknya, silakan meluncur ke blognya kak Ayu.

Okeh deh walaupun tidak ada kulat sisir, tidak masalah, pakai jamur tiram saja. Yang penting jamur, dan mirip-mirip bentuknya, walaupun rasanya entah mirip entah tidak, he he he...

Dan ternyata tumisan begini Sophie doyan juga, biasanya dia malas makan jamur-jamuran, nah dimask begini malah doyan, eh waktu sudah penghabisan, malah minta lagi, terpaksa deh keluar jurus bujukan besok lagi ibu buat, halah...

Nah, daripada kelamaan ngomong, eh nulis, sudah malam nih, mau nonton film dulu di tv...langsung ke resep ya...siapa tahu ada yang mau coba juga tumisan super duper mudah ini...

Tumis Buncis Telur dan Jamur Tiram

Bahan :
  • 150 gr jamur tiram, cuci bersih, sobek-sobek, peras perlahan untuk mengurangi air yang terserap ketika dicuci
  • 150 gr buncis, potong sesuai selera
  • 2 butir telur
  • 5 butir bawang merah, iris
  • 3 siung bawang putih, memarkan lalu iris
  • 1 buah tomat ukuran kecil, potong sesuai selera
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 100 ml air
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
  1. Dengan api besar, tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum dan sedikit kecoklatan, masukkan tomat lalu pinggirkan ke tepi wajan, masukkan telur, orak-arik sampai matang, campur kembali dengan tumisan duo bawang dan tomat
  2. Masukkan buncis, masak sampai berubah warna, lalu masukkan jamur tiram, aduk rata, tambahkan garam dan merica bubuk, aduk rata kembali, tambahkan air, aduk rata dan masak hingga kuah mendidih, cicipi rasanya
  3. Angkat dan siap dihidangkan

resep mudah tumis jamur tiram buncis

Nah semoga resep tumisan sederhana buncis telur dan jamur tiram ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya....


Selamat mencoba...