Monic's Simply Kitchen: Daging Sapi
Showing posts with label Daging Sapi. Show all posts
Showing posts with label Daging Sapi. Show all posts

Thursday, February 11, 2016

Oseng-Oseng Mercon



oseng-oseng mercon

Okey deh, kali ini masih edisi resep yang saya eksekusi karena lapar mata, tak lain tak bukan adalah resep oseng-oseng mercon. Nah sebenarnya sudah cukup lama sih tahu ada yang namanya oseng-oseng mercon ini, hanya belum ada niat mau buat sendiri, secara belum begitu tertarik dengan masakan satu ini.

Ealah sejak sering sekali mampir ke blognya mas Anis Hidayah, pemilik blog Sang Petualang, eh disuguhi liputan kuliner oseng-oseng mercon bu Narti. Hmmm walaupun kalau dari penampakan oseng-oseng ini malah kelihatan seperti hanya sambal bawang. Tapi sudah terbayang deh oseng-oseng mercon ini sangat pedas.

Nah kalau resep-resep yang sekiranya pedas, walaupun dengan campuran rasa manis, hmmm saya tergoda untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah. Ada yang pakai resep kira-kira dan ala-ala saya karena saya tidak pernah langsung mencicipinya, seperti halnya ayam geprek, yang terinspirasi dari ayam geprek bu Rum dan mas Kobis, atau sate petir ayam yang terinspirasi dari sate petirnya pak Nano. Hmmm kira-kira apa lagi ya? maunya coba mie lethek, tapi apa daya di Batam tidak ada yang jual mie lethek.

Untuk oseng-oseng mercon ini menggunakan daging sapi tetelan atau istilahnya koyor, nah di Batam saya bingung beli yang beginian, di pasar hanya ada daging rendang (biasa disebut daging rendang karena kebanyakan digunakan untuk rendang), daging cincang (biasanya digunakan untuk membuat gulai cincang khas Padang) dan tulang berserta jeroan. Jadi saya putuskan pakai daging cincang saja deh, daging sapi dengan sedikit lemak. 
contoh daging untuk gulai cincang
daging sapi untuk cincang
Dan googling sejenak, siapa tahu ada resep oseng mercon ala bu Narti ini, dan ternyata ada, bisa deh jadi referensi saya, yaitu oseng-oseng mercon Yogyakarta -resep Bango. Lumayan jadi ada sedikit gambaran untuk membuat oseng mercon ala bu Narti ini, ditambah dengan deskripsi dari mas Anis juga, hmmm semakin mantap mencoba resep oseng mercon ini.

Begitu baca resepnya dan melihat takaran cabai rawitnya, alamak banyak sekali, apa nanti saya tidak akan mabuk pedas??? untuk 500 gr koyor/tetelan menggunakan 200gr cabai rawit merah..wuih... nah akhirnya saya gunakan takaran saya sendiri saja ya, secara saya buatnya juga tidak banyak hanya 200 gr daging sapi. Jadi hanya pedoman pada bahan, takaran sesuai dengan selera saya.

Karena masakan ini pedas, jadi yang mau mencoba membuatnya sendiri, takaran cabai sesuaikan dengan selera ya, dikira sendiri banyaknya sesuai dengan kemampuan kita terhadap rasa pedas. Nah menurut saya resep ini pas pedasnya tidak terlalu pedas sekali karena terbantu dengan rasa manis gula merah dan kecap. Hanya saja begitu sudah mengunyah cabai rawit utuh baru terasa pedasnya...baru deh...air mana...air mana...

Berikut ini resep oseng-oseng yang saya buat ya....

Oseng-oseng mercon

Bahan :
  • 200 gr daging sapi bagian tetelan/koyor (saya gunakan daging untuk gulai cincang), potong kecil
  • 2 lembar daun salam
  • 1 cm lengkuas, memarkan
  • 1 sendok makan gula merah iris
  • 1/4 sendok teh garam
  • 100 ml air
  • 10 butir cabai rawit merah utuh 
  • 2 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus : (saya haluskan bumbu dengan blender dengan tambahan sedikit air)
  • 10 butir cabai rawit merah
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 8 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 cm jahe

Cara membuat :
  1. Tumis daun salam dan lengkuas sejenak, masukkan bumbu halus tumis sampai harum, masukkan daging sapi tetelan/koyor, lalu tambahkan cabai rawit utuh, masak hingga daging berubah warna
  2. Tambahkan air dan masak hingga daging empuk, masukkan gula merah, garam dan kecap manis, aduk rata, cicipi rasanya
  3. Angkat dan siap dihidangkan
resep oseng mercon ala bu Narti

Nah semoga resep oseng-oseng mercon ala-ala bu Narti ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera....

Selamat mencoba....




Sunday, November 8, 2015

Sate Manis Daging Sapi

resep sate manis daging sapi

Setelah beberapa hari saya bookmark resep sate manis daging sapi ini, akhirnya kesampaian juga saya eksekusi. Sebenarnya sedikit malas, hanya karena memang sangat penasaran dengan resep sate manis ini, maka saya bulatkan tekad berjuang di dapur demi memasak sate ini.

Dan ternyata memang tidak sia-sia, mantap bana iko sate manisnyo, terima kasih mba Lenny- Ibu Lala Wira, atas share resep sate manis maknyus laziz ini. Hanya sayang Sophie tidak suka sate ini, karena memang dia tidak suka daging sapi. Tetapi dengan bumbu yang sama, saya gunakan juga untuk membuat versi ayam, ternyata dia suka yang versi ayam.

Nah karena punya niatan juga membuat lapek ubi, setelah sukses ngiler dengan kue jadul yang satu ini, akhirnya membeli daun pisang di pasar, yang tidak boleh sedikit belinya. Hmmm karena ada daun pisang, kesempatan deh dipakai daun pisangnya buat alas sate, lumayan, jarang-jarang pakai daun pisang. Lapek ubi sendiri nama lainnya adalah ketimus, lemet, utri dan kalau dulu kami bilang pepes ubi. Hmmm eksekusi lapek ubi masih menunggu giliran, si ubi atau ketela pohon atau singkongnya masih teronggok di dapur.

Nih ceritanya dapat teman baru, food blogger yang ramah dan baik hati. Wik wik...senang donk ya, dan ternyata si Mba Lenny ini tinggal di Dumai, tetangga donk ya dengan Batam, he he he, walaupun kalau mau ke Dumai ya harus naik kapal laut dulu.

Saya paling suka kalau ada food blogger yang mampir dan tinggalkan komen di blog saya, nah biasanya saya akan mampir ke blognya juga dan mengeksplorasi blognya. Hmmm saya suka kalau orangnya ramah, jadi mulai deh lihat-lihat resep yang sekiranya mau saya coba. 

Mengenai sate manis ini, rasanya benar-benar enak dan dagingnya empuk, karena memang saya gunakan daun pepaya untuk membungkus daging sapinya sebelum dibakar, karena  saya menggunakan potongan daging yang cukup besar.

Bumbunya sendiri ditumis dulu, ada menggunakan jinten dan ketumbar juga, duh ketika bumbu ditumis harum semerbak dapur jadinya. Perut jadi dengan cepat keroncongan mencium bau bumbu sate ini. 

Nah satu hari sebelumnya saya berniat membeli jinten di pasar di si uni penjual bumbu langganan. Karena saya lupa lupa ingat kalau saya ada stok jinten di rumah. Ealah ternyata yang saya ambil bukan jinten tetapi adas. Ah untungnya ternyata masih ada stok jintennya. Yippii berarti tanpa hambatan mengeksekusi resep sate manis ini.

Daging sapinya sendiri, mba Lenny menggunakan daging sapi has dalam, hi hi hi kalau bagian daging sapi saya tidak begitu tahu deh. Jadi kalau ke pasar, biasanya di penjual daging hanya ada namanya daging rendang, daging cincang. Tentu juga babat dan tulang sapi. Jadi untuk sate ini saya gunakan daging rendang. 

Kalau beli daging rendang biasanya si penjual akan menawarkan untuk dipotong dagingnya seukuran daging rendang. Kecuali kita minta jangan dipotong.

Okey, tanpa lama-lama lagi yuk sekarang kita lihat resepnya, siapa tahu ada yang mencoba, ini dia resep satenya ya (dengan sedikit modifikasi oleh saya)..silakan...

Tertarik dengan resep sate daging sapi yang lain yang tak kalah maknyus... ini dia :
sate maranggi khas purwakarta (jika mau empuk dagingnya, bungkus juga dengan daun pepaya)

Sate Manis Daging Sapi

Bahan :
  • 500 gr daging sapi has dalam
  • 2 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan margarin leleh (saya gunakan butter)
  • 1 sendok makan minyak sayur
  • tusuk sate secukupnya

Bahan lainnya :
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • 3 lembar daun pepaya untuk membungkus daging berbumbu
  • 2 butir asam kandis (karena saya tidak pakai air asam jawa, skip asam kandis jika pakai air asam jawa)
 
Bumbu halus :
  • 5 buah cabai merah (saya skip)
  • 6 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sendok teh merica butiran, sangrai
  • 1 sendok makan ketumbar butiran, sangrai
  • 1/4 sendok teh jinten, sangrai
  • 6 butir kemiri, goreng
  • 2 cm kunyit
  • 1 cm lengkuas
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya
  • 1 sendok makan gula merah, sisir
  • 2 sendok teh garam

Cara membuat :
  1. Potong kotak daging sapi sesuai selera, bisa kotak tipis atau tebal, sisihkan
  2. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan asam kandis jika pakai, tumis sebentar lagi hingga mulai mengering, angkat, dinginkan sejenak
  3. Campurkan tumisan dengan daging sapi, aduk rata hingga semua bagian daging terbalut dengan bumbu
  4. Siapkan mangkuk, alasi dengan daun pepaya, masukkan daging sapi berbumbu ke atas daun pepaya, tutup daging dengan daun pepaya, masukkan ke dalam kulkas selama kurang lebih 1-2 jam
    membuat daging sate empuk
  5. Keluarkan dari kulkas, tusukkan daging ke tusuk sate, jumlah daging pertusuk sesuai dengan selera
    sate manis
  6. Di mangkuk, campur margarin leleh, minyak, kecap manis dan sisa bumbu, aduk rata, sisihkan
  7. Bakar sate hingga matang sambil dioles bahan olesan (saya bakar hanya menggunakan teflon)
    cara membuat sate manis
  8. Angkat dan sajikan hangat dengan sambal kesukaan (saya gunakan sambal kecap saja)

Resep Sambal Kecap
  • 3 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 1 buah tomat ukuran kecil
  • 8 butir cabai rawit merah
  • 3 sendok makan kecap manis
  • 1/4 sendok teh garam

Cara membuat :
Iris semua bahan kecuali kecap dan garam, lalu di mangkuk campur semua bahan, aduk rata, siap disajikan


resep sate manis kaya bumbu

Okey deh semoga tertarik dengan resep sate manis daging sapi yang cukup mudah dibuat ini ya, rasakan sensasi bumbu yang sedap ini... silakan mencoba ya, semoga sesuai dengan selera...
 


Tuesday, November 3, 2015

Tahu Bakso

resep tahu bakso sapi goreng

Kali ini saya posting resep yang cukup mudah untuk dilakoni, hanya tahu bakso yang digoreng dengan balutan telur. Tetapi walaupun ketika dilakoni ya mudah dan cepat, hanya untuk mengumpulkan semangat untuk membuatnya yang susah.

Tahu sudah dari kemarinnya dibeli, teronggok di kulkas, daging sapi juga malah sudah beberapa hari sebelumnya stand by di freezer. Nah inilah yang dinamakan menunggu mood membuat tahu bakso ini datang dulu. Untung datang ya, kalau tidak bakalan tidak jadi buat tahu bakso ini.

Kali ini saya gunakan tahu pong yang sudah digoreng, tinggal beli di pasar. Jadi ada langganan di pasar, penjual ini menjual 3 jenis tahu, tahu basah mentah putih, tahu goreng hanya basah, yang cocok buat campuran oseng sayur atau juga gulai, ada juga tahu pong. Nah terkadang sedang kumat lapar mata, ketiga jenis tahu saya beli. Perkara mau diolah apa, belakangan dipikirkan.

Selain tahu, ada juga tempe tentu saja, kemudian ada keripik tempe, peyek kacang tanah. Nah lho kalau tidak kuat menahan lapar mata, bisa masuk juga tuh keripik dan peyeknya, he he he... Pernah beli sih dan rasanya lumayan, tetapi harganya juga lumayan, jadi jangan sering-sering beli...

Tahu bakso ini sebenarnya enak buat cemilan, eh enak juga buat teman makan nasi, terutama buat anak kecil. Nah untuk Sophie tentu saja tahu bakso ini jadi teman makan nasi. Kalau yang ini jadi cemilan bisa bingung lagi emaknya, nanti keburu kenyang makan tahu bakso saja.

Membuat tahu bakso ini yang dibutuhkan adalah daging sapi giling, dan kalau tidak tersedia bisa gunakan daging ayam dan udang. Sebelumnya saya sudah pernah posting juga tahu bakso ayam, resepnya bisa lihat di baso tahu ayam sayuran

Hanya di resep tersebut pakai tahu putih dan baso tahunya tidak digoreng lagi setelah dikukus. Jika mau ya tinggal goreng, celupkan ke dalam telur kocok terlebih dahulu. 

Ok deh sekarang lanjut ke resep tahu bakso ini ya, silakan...


Tahu Bakso

Bahan :
  • 15 buah tahu pong atau tahu goreng
  • 250 gr daging sapi giling (saya gunakan daging sapi yang saya haluskan dengan chopper)
  • 1 butir telur ukuran sedang
  • 2 sendok makan tepung tapioka
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 3 sendok makan bawang merah goreng (atau bisa gunakan 5 butir bawang merah, iris lalu goreng)
  • 3 siung bawang putih, iris lalu goreng 

Bahan celupan :
  • 1 butir telur kocok lepas
Cara membuat :
  1. Potong-potong daging ukuran kotak, masukkan ke dalam chopper, haluskan, buka tutup chopper, masukkan bawang merah dan bawang putih goreng, garam, merica bubuk dan gula pasir, proses kembali sebentar asal rata
  2. Keluarkan adonan daging ke mangkuk, tambahkan telur dan tepung tapioka, aduk rata, ambil sedikit adonan, goreng, cicipi rasanya, koreksi rasanya
  3. Belah 2 tahu tanpa putus, ambil adonan daging secukupnya, isikan ke bagian tengah tahu, lakukan hingga selesai
  4. Kukus dengan api sedang dengan kukusan yang sudah dipanaskan sebelumnya 
  5. Kukus hingga matang selama kurang lebih 15 menit
    tahu bakso kukus
  6. Angkat dan dinginkan sejenak
  7. Celupkan ke dalam telur kocok, goreng dalam minyak yang cukup banyak hingga garing
  8. Angkat dan tiriskan


tahu bakso goreng

Nah sekianlah resep tahu bakso ini ya, semoga tetap bermanfaat ya, yang mau mencoba dengan senang hati saya katakan....semoga resep ini sesuai dengan selera ya...


Tuesday, September 29, 2015

Resep Empal Gentong

resep empal gentong khas cirebon

Sudah tahu ada namanya empal gentong ini cukup lama, dan baru sekarang tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri, dan baru menyadari kalau empal gentong itu termasuk jenis soto dan kuliner khas Cirebon. Dan ciri khasnya selain menggunakan daging sapi juga jeroan sapi. Walaupun tidak menutup kemungkinan kalau mau buat sendiri bisa ganti dengan daging ayam juga.

Ceritanya ingin masak soto deh, secara kemarin beli soto medan, tetapi yang makan kecewa, he he he, bapaknya Sophie bilang itu soto tanpa daging, secara ketemu penjual soto medan baru yang jualan dekat rumah, hmmm sudah lama tidak makan soto medan, mau buat sendiri sedang tidak mood. Nah ternyata kuahnya encer, rasanya juga tidak nendang seperti soto medan pada umumnya dan yang membuat kecewa adalah isinya minim daging ayamnya, hanya kulit dan tulang, wuahaahaa...

Upss yang mau mencoba membuat soto medan sendiri, silakan lihat di resep soto medan yang pernah saya posting ya, dijamin enak, he he he...pede tidak apa-apa ya, enak menurut saya lho ya...

Jadi hari ini sengaja mau buat soto, nah kebetulan beberapa waktu lalu beli buku resep soto santan yang gampang dibuat, dan ada resep empal gentong ini. Hmmm karena kami tidak makan jeroan sapi maka saya gunakan daging sapi semua. 

Kalau saya baca dan bandingkan dengan resep empal gentong yang beredar di dunia maya, maka resep ini bisa dikatakan bumbunya minimalis dan rasanya mild saja, tetapi saya tidak bisa membandingkan dengan versi aslinya karena saya belum pernah makan empal gentong sekalipun. Jadi karena percobaan pertama, saya mau gunakan versi buku resep soto santan ini dulu deh. 

Yang suka dengan soto yang rasanya mild dan ringan walaupun menggunakan santan, maka resep ini bisa jadi pilihan ya. Dan membuatnya juga tidak susah kok. 

Resep yang saya cantumkan di bawah ini adalah resep adaptasi dari buku resep soto santan gampang dari Dapur Kirana dengan modifikasi oleh saya.
Saya beri tambahan kentang goreng, karena memang menurut saya soto santan begini kok enak ya kalau ada kentang gorengnya, he he he...
Dan kali ini saya gunakan saja santan instan kemasan 200ml, dan jeroan sapi saya ganti dengan daging sapi semua.

Berikut resepnya ya...silakan.. 

Empal Gentong

Bahan :
  • 750 gr daging sapi tanpa lemak (daging rendang), potong kotak sesuai selera (resep asli menggunakan limpa, daging dan hati sapi masing-masing 250gr)
  • 3 buah kentang ukuran sedang, potong kotak, goreng
  • 200 ml santan instan
  • 1500 ml air
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 3 lembar daun salam
  • 2 sendok teh garam (sesuaikan dengan selera)
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

 Bumbu halus :
  • 10 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 5 butir kemiri, sangrai
  • 1/2 sendok teh merica butiran, sangrai
  • 4 cm kunyit, bakar

Bahan pelengkap :
  • bawang goreng
  • daun bawang iris

Cara membuat :
  1. Rebus daging sapi hingga lunak, jika menggunakan jeroan, rebus terpisah dan hanya kaldu daging sapi yang dipakai untuk kuah (saya gunakan panci presto, rebus selama 30 menit), sisihkan
  2. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun salam dan serai, aduk rata dan tumis sampai layu
  3. Tuangkan bumbu tumis ke dalam panci rebusan daging, aduk rata
  4. Letakkan kembali panci presto di atas kompor, biarkan tanpa tutup dan masak kembali hingga mendidih, aduk rata
  5. Tambahkan garam, cicipi rasanya
  6. Masukkan santan instan, aduk rata, masak hingga mendidih sambil diaduk, cicipi rasanya kembali
  7. Matikan api dan siap disajikan dengan taburan bawang goreng dan irisan daun bawang serta kentang goreng

resep empal gentong cirebon
empal gentong

Nah semoga resep empal gentong khas Cirebon ala-ala ini tetap bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera ya...

Monday, August 3, 2015

Dendeng Batokok Sambal Lado Merah

resep dendeng batokok lado merah
Sudah cukup lama ingin buat dendeng batokok sambal lado merah ini, secara penasaran juga dengan resep dendeng satu ini. Nah kalau dari namanya pasti tahulah ya, batokok itu artinya dipukul supaya tipis begitu dagingnya.

Biasanya di rumah makan padang, yang standar nih ya, ada yang namanya dendeng kariang (dendeng kering) dan dendeng basah dengan sambal cabai merah. Kalau saya sih lebih suka dendeng basah, karena kalau dendeng kering kendalanya adalah mulut suka pegal mengunyah he he he..

Nah satu lagi yang saya baru tahu ada namanya dendeng batokok begitu saya di tinggal di Batam, ada beberapa rumah makan padang yang menjual dendeng batokok ini, nah biasanya dendeng ini dibakar kemudian dibumbui dengan cabai hijau atau dibilang lado mudo. Dan lado mudonya itu dibakar bersamaan dengan bumbu lainnya jadi ada aroma asap-asap di cabai hijaunya, jadi seperti menyatu deh sambal hijaunya itu. 

Di satu rumah makan yang menjual dendeng batokok ini yang juga merupakan rumah makan langganan, pramusajinya bilang kalau dendeng batokok ini namanya dendeng baka (dendeng bakar). Karena memang dibakar ya, dan rasanya enak lho walaupun kadang-kadang suka keasinan..he he he...tetapi tetap enak, hanya memang bahaya kalau makan sering-sering, sudah makan daging eh asin pulak kan...naik deh tekanan darah.

Nah ceritanya karena ingin mencoba membuat dendeng, hmmm dulu pernah lihat mba Linda Salut pernah posting resep dendeng batokok ini, ingin coba deh. Di resep kan ada penggunaan air kelapa, ealah memang ya kalau sudah keukeuh begitu niatnya mau buat dendeng ini, ada saja masalahnya, penjual kelapa parut tidak mau menjual air kelapa, karena mereka sudah buka beberapa kelapa untuk diparut, jadi tidak mau buka kelapa utuh lagi. 

Nah lho...percuma donk ya...jadi malas dan ogah-ogah deh, buat tidak ya, tetapi ingat kemarin sore beli air kelapa muda murni, dan akhirnya pakai itu saja deh. Nah ketika sudah saya masak semuanya, eh ketika saya cicipi rasanya, aduh kok manis ya, pakai apa ini kok bisa manis begini, perasaan tidak pakai gula deh, apa tadi salah letak gula ya, dikira garam. Pikir-pikir lagi...ya oon kan..ternyata karena air kelapa muda tadi deh pasti.

Terus terang rasa manis yang muncul ini tidak saya harapkan karena saya tidak suka rasa manis pada dendeng ini. Hmmm mungkin sebaiknya kalau tidak ada air kelapa sebaiknya gunakan air biasa saja. Jangan nekat, eh tapi yang suka manis tentu sangat bagus nih kalau pakai air kelapa muda.

Hmmm kalau feeling sudah tidak bagus dari awal memang suka bermasalah ya, nah di resep mba Linda kan dibilang rendam dulu daging dengan parutan nanas selama 30 menit, jangan kelamaan nanti daging hancur. Nah cukup bingung nih, setelah direndam apakah perlu dibilas atau tidak? dan berapa banyak nanas parut yang digunakan untuk merendam, bingung..kira-kira lagi..lalu di resep ada air kelapa, bingung juga berapa banyak air kelapanya, kira-kira lagi he he he...

Ya padahal sih supaya mau aman ya bisa tanya ya, tinggalkan komentar, tanya pastinya bagaimana..nih kayak orang kebelet saja ya, mau buat ya harus buat saat itu juga. Soalnya baca resepnya tidak detail sih saya, hmmm jadi pelajaran juga nih, harus baca resep dengan detail, kalau bingung tanya dulu sama yang punya resep, kalau sudah ada jawaban baru dieksekusi. Nah kalau tidak ada jawaban, baru deh nekat, mau pakai resep yang sama, dengan ilmu kirologi, atau mau cari resep lain atau malah tidak mencoba sama sekali.

Supaya aman, maka saya rendam dengan parutan nanas hanya 20 menit saja, dan nanas parut yang saya gunakan sebanyak 1 cup atau 240ml saja. Lalu tidak saya bilas lagi, hu hu hu benar tidak sih caranya? Lalu nih apakah ada pengaruh antara nanas muda dan nanas matang..he he he...soalnya saya pakai nanas muda, nanas matang yang ada di pasar malah sudah kematangan dan kelihatan busuk, jadi pilihan saya adalah beli nanas muda.

Dan hasilnya adalah, ada beberapa potong daging yang hancur ketika dimasak bersama bumbu dan air kelapa. Jadi tentu saja saya tidak puas dengan eksekusi kali ini. Walaupun saya bilang rasa dendengnya enak berbumbu dan empuk sekali dagingya, terlepas dari rasa manis yang tertinggal. Eh tapi untungnya Sophie ya doyan-doyan saja makan dendeng ini (tentu tanpa sambalnya). Ketika saya beri dia makan lauk dendeng, saya tanya, enak ga? enak..begitu katanya.

Nah karena sudah tidak puas dengan dendengnya, maka saya kok malas sekali kalau harus membuat sambal dengan cara menguleknya, he he he, akhirnya diblender saja, padahal kalau saya pribadi ya lebih ngiler kalau lihat dendeng yang sambalnya diulek kasar, lebih menggugah selera deh. Ah tetapi kembali lagi ke rasa malas ya, membayangkan harus mengulek cabai...he he he..

Kalau buat lagi, maka tentu saja jika menggunakan daging yang sudah dipotong-potong, maka waktu perendaman dengan nanas parut akan saya kurangi mungkin hanya 10 menit saja, dan supaya aman gunakan nanas parut hanya 1/2 cup saja, dan saya akan coba pakai air kelapa yang sudah tua bukan air kelapa muda, atau hanya air biasa saja deh. Dan pastinya mau diulek saja cabainya supaya lebih berasa mantapnya.

Okey, yang mau mencoba resep ini, siapa tahu penasaran juga, bisa belajar dari pengalaman saya he he he...ini resep dari mba Linda ya, izin share ya mba, terima kasih ya mba resepnya...

Dendeng Batokok Lado Merah
resep asli : dendeng batokok by Linda Salut - Dapur Bunda Inong

Bahan :
  • 500 gr daging sapi, potong kurang lebih 1cmx4cmx4cm (potongan daging rendang)
  • nanas parut untuk merendam daging (saya gunakan 240ml nanas muda yang diparut)
  • air kelapa (saya gunakan air kelapa muda sebanyak 300ml) 
  • 2 lembar daun jeruk (saya sobek-sobek)
  • 1 lembar daun kunyit (saya sobek-sobek jadi 4 bagian)
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 1 sendok teh garam
  • minyak untuk menggoreng
Bumbu halus :
  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 3 cm jahe
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan ketumbar bubuk

Cara membuat :
  1. Rendam daging dengan nanas parut selama 30 menit (saya rendam selama 20 menit tetapi daging tetap ada yang hancur, sebaiknya rendam selama 10-15 menit saja)
  2. Ambil potongan daging satu persatu sambil sedikit dibuang serat-serat nanasnya, masukkan ke dalam panci, rebus daging dengan air kelapa dan bumbu halus beserta daun-daunan, garam, serai dan lengkuas hingga empuk
  3. Tokok/pukul daging dengan cobek, sampai melebar tetapi tidak hancur, goreng sebentar sampai kecoklatan, angkat, tiriskan
  4. Tata di piring saji

Sambal Lado Merah

Bahan :
  • 100 gr cabai merah keriting
  • 10 butir bawang merah, 5 bawang merah diulek kasar bersama dengan cabai merah, sisanya diiris
  • 3 siung bawang putih, iris
  • 1 buah tomat ukuran sedang, iris
  • air kaldu sisa merebus daging (saya gunakan 5 sendok makan)
  • 1 sendok makan air jeruk nipis
  • minyak untuk menumis (saya gunakan 2 sendok makan)
  • 3 butir kapulaga (saya tambahkan sendiri)
  • 3 lembar daun jeruk, sobek (saya tambahkan sendiri)
  • 1/2 sendok teh garam

Cara membuat :
  1. Giling kasar cabai merah dan bawang merah, sisihkan
  2. Tumis irisan bawang merah dan bawang putih sampai harum, masukkan cabai dan bawang merah giling serta irisan tomat, (kapulaga dan daun jeruk), jika pakai, aduk rata
  3. Masukkan air kaldu, masak hingga matang dan mengering, tambahkan garam
  4. Sesaat sebelum diangkat tambahkan air jeruk nipis, cicipi rasanya
  5. Siramkan sambal lado merah ke atas dendeng, siap disajikan

Catatan : cara membuat sambal ala saya : bawang merah, bawang putih, cabai merah serta tomat saya blender dengan sedikit air, lalu ditumis sampai harum, masukkan daun jeruk dan kapulaga, air kaldu, masak hingga mengering, tambahkan garam, beri cuka, aduk rata, cicipi rasanya, angkat dan siramkan ke atas dendeng.


Nah semoga Resep Dendeng Batokok Sambal Lado Merah ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera ya.







Sunday, August 2, 2015

Resep Beef Teriyaki (Saori Teriyaki)

resep simple beef teriyaki saori

Beberapa hari yang lalu beli saus saori teriyaki, nah kemarin sempat buat chicken teriyaki minimalis saja, hanya ditambah bawang bombay dan bawang putih. Nah hari ini ingin coba resep beef teriyaki pakai saus saori teriyaki. Karena suka dengan masakan teriyaki yang dicampur sayuran, seperti halnya chicken teriyaki saori yang dicampur buncis yang cukup sering saya masak, maka untuk resep beef teriyaki kali ini saya campur brokoli saja. 

Karena menurut saya daging sapi itu pasnya dicampur brokoli kalau dimasak tumisan begini, nah lho..namanya juga selera ya, suka-suka. Yang suka dengan sayuran lain silakan coba campur, hmm mungkin buncis masih okelah ya, atau baby kailan atau sawi minyak/pokchoy, nah kalau kangkung atau bayam saya tidak tahu deh...he he he.

Tetapi yang tidak suka sayur, silakan skip sayurannya, bisa tambahkan paprika hijau atau merah supaya ada kriuk-kriuknya. Atau tanpa paprika juga pastinya tetap enak, jadi silakan masak sesuai dengan selera.

Yang tidak punya saus teriyaki instan saori ini tetap bisa kok buat beef teriyaki dengan membuat sausnya sendiri, mudah kok, silakan lihat resepnya di chicken teriyaki tanpa bumbu instan ya, nah ayam boleh diganti daging sapi atau tahu ataupun jamur, pasti rasanya tetap yahud.

Okey deh berikut resep beef teriyaki dengan saus teriyai saori ya, silakan :

Resep Beef Teriyaki (Saori Teriyaki)

Bahan :
  • 300 gr daging sapi tanpa lemak, iris tipis memanjang atau sesuai selera
  • 1 bonggol brokoli, potong perkuntum
  • 1 buah bawang bombay ukuran besar, belah 2 memanjang, iris tebal kurang lebih 1cm
  • 5 siung bawang putih, cincang
  • 3 buah cabai merah, iris serong
  • 3 buah cabai hijau, iris serong
  • 3 sendok makan saus saori teriyaki
  • 1 sendok makan kecap asin
  • 1 sendok makan tepung maizena (larutkan dengan 50ml air)
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • wijen sangrai untuk taburan

Cara membuat :
  1. Rendam potongan daging sapi dengan saus saori teriyaki, diamkan selama kurang lebih 15 menit
  2. Tumis bawang putih sampai harum dan keemasan, masukkan bawang bombay, tumis hingga bawang bombay transparan
  3. Masukkan cabai merah dan cabai hijau, aduk sebentar sampai harum
  4. Tambahkan daging sapi, aduk rata dan masak hingga berubah warna, kemudian masukkan kembang kol, masak hingga daging sapi matang dan kembang kol matang tetapi masih renyah
  5. Tambahkan larutan tepung maizena dan kecap asin, aduk rata, masak hingga mulai mengental, cicipi rasanya, tambahkan kecap asin ataupun kecap manis jika dirasa perlu
  6. Angkat dan sajikan, taburi dengan wijen sangrai

resep beef teriyaki saus saori
beef teriyaki saori

Nah semoga resep mudah dan praktis yaitu resep beef teriyaki dengan saus saori teriyaki ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera.


Wednesday, July 15, 2015

Resep Beef Burger dengan Caramelized Onion

resep beef burger with caramelized onion
Posting resep yang sudah cukup lama ngendon di draft, resep beef burger dengan caramelized onion. Punya ide buat caramelized onion karena sering lihat acara-acara masak di TV dan cukup sering lihat ada yang buat caramelized onion ini.

Karena saya suka dengan bawang bombay, maka tentu saja saya mau mencoba resep ini. Dan memang ternyata mudah untuk membuat caramelized onion ini, hanya saja butuh waktu yang cukup lama menurut saya untuk membuat bawang bombay benar-benar terkaramelisasi.  Sekitar 30 menit sampai 1 jam, cukup lama walaupun untuk membuat rendang yang membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam saya tidak keberatan, he he..

Jadinya karena saya tidak sabaran, hasilnya malah bawang bombay saya tidak benar-benar terkaramelisasi. Warnanya yang seharusnya kecoklatan, ini hanya bening dan hanya sedikit keemasan, tetapi menurut saya sudah ada rasa manis-manisnya khas bawang bombay walaupun saya tidak menambahkan gula. Jadi memang kalau mau benar-benar mendapatkan hasil yang bagus ya jangan dipangkas waktunya, ikuti sesuai resep..he he he

Nah walaupun resep begini cukup mudah dan cukup sering lihat, tetapi karena ini resep belum pernah saya coba sendiri, belum pernah rasa yang aslinya, maka tetap donk intip resepnya di blog orang lain, he he he. Jadi kali ini saya intip resep caramelized onion ini di blognya Elise-Simpy Recipes - how to caramelize onions.

Untuk membuat beef burger kali ini, bunnya saya beli jadi di swalayan, menggunakan bun gandum, nah jika mau buat sendiri bisa lihat resepnya di resep homemade burger bun metode sangjin ko. Bun burger homemade yang cukup mudah dibuat karena tanpa ulen, resep yang menjadi andalan saya sekarang kalau mau buat roti.

Untuk resep patty nya atau daging burgernya saya gunakan resep yang dulu pernah saya buat juga di beef burger with oatmeal bun. Nah bahan-bahan pendukung lainnya ya standar ya, timun iris, tomat iris, selada, saus tomat/saus sambal dan kalau suka bisa tambahkan mayonnaise. Nah yang tertarik untuk membuat mayonnaise sendiri yang tanpa telur, bisa lihat di eggless lowfat mayonnaise ya.

Ok deh sekarang langsung saya tulis saja ya resepnya, silakan

Resep Beef Burger dengan Caramelized Onion 
untuk 8 buah beef burger

Bahan :
  • 8 buah burger bun
  • 8 buah patty
  • 8 lembar selada
  • caramelized onion
  • irisan timun secukupnya (atau kalau mau enak, gunakan pickle/acar timun)
  • irisan tomat secukupnya
  • saus sambal/saus tomat
  • mayonnaise

Caramelized Onion

Bahan :
  • 2 buah bawang bombay ukuran cukup besar
  • 2 sendok teh olive oil
  • 1/2 sendok teh garam
  • gula secukupnya (optional, saya tidak pakai)
  • cuka balsamic atau anggur (optional, saya tidak pakai)

Cara membuat :
  1. Kupas bawang bombay, iris sesuai selera (saya bagi 2 kemudian saya iris melintang dengan ketebalan kurang lebih 5mm membentuk 1/2 lingkaran)
  2. Panaskan olive oil dalam teflon, tumis bawang bombay kurang lebih selama 10 menit sambil sesekali diaduk, kemudian tambahkan garam, aduk rata
  3. Masak kembali selama kurang lebih 30 menit sampai 1 jam sambil sesekali diaduk, jika suka bisa tambahkan gula
  4. Masak sampai kecoklatan, jika suka tambahkan sedikit cuka balsamic atau anggur sesaat sebelum diangkat  
Beef Patty

Bahan :
  • 250 gr daging sapi giling (saya gunakan chopper untuk menghaluskan daging, asal seperti dicincang saja, bukan sampai membentuk pasta)
  • 1 buah bawang bombay ukuran kecil, cincang
  • 1/2 sendok teh garam
  • 5 sendok makan tepung roti
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 butir telur, kocok lepas

Cara membuat :
  1. Campur semua bahan, bagi adonan menjadi 8 bagian, bentuk bundar kurang lebih diameternya hampir sama dengan diameter burger bun
  2. Olesi teflon dengan sedikit minyak, panggang beef patty sampai matang, balikkan dan masak sisi satunya sampai matang
  3. Angkat dan siap digunakan

Cara menyajikan :
Bagi 2 burger bun, olesi teflon dengan butter ataupun minyak, kemudian bakar sebentar rotinya
Susun bahan-bahan burger dengan urutan sesuai dengan selera, beri saus sambal/saus tomat dan mayonnaise jika suka

resep cara membuat caramelized onion burger
beef burger dengan caramelized onion

Nah semoga resep beef burger dengan caramelized onion ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga suka ya.


Sunday, July 5, 2015

Kalio Daging Sapi & Kentang (dengan pressure cooker)

resep kalio daging sapi dengan presto

Masih ada stok daging sapi di freezer, bingung mau buat apa lagi, eh tetapi tiba-tiba ingin buat kalio daging sapi saja dengan tambahan kentang. Nah enaknya membuat kalio ini tentu tidak seribet dan selama kalau membuat rendang. Jadi sebenarnya kalio itu bentuk rendang yang belum jadi, masih berkuah kental. Bisa lebih dari 3 jam membuat rendang, yang lama proses mengaduknya itu, apalagi kalau masaknya tanpa bantuan panci presto. 

Pernah buat rendang padang daging sapi dan kentang dulu, karena penasaran dengan rendang hitam jadinya saya bela-belain buat rendang sendiri. Saya terkesan sekali dengan rendangnya rumah makan Pagi Sore yang ada di Palembang. Duh kalau beli nasi bungkus pakai rendang ini kok rasanya nikmat sekali. Nah rumah makan Pagi Sore ini sudah ada lama sekali, sedari saya kecil sudah ada. Bahkan sampai sekarang masih ada juga.

Waktu kami ke Palembang, saya coba ajak bapaknya Sophie makan di sana, hmmm ternyata dia suka juga dengan menu yang ada di sana. Dan pulangnya kami bungkus sup daging, he he he, ternyata bungkusnya seperti tempo dulu juga, dimasukkan ke dalam plastik dulu kemudian dibungkus lagi dengan bungkus kertas.

Friday, June 26, 2015

Sup Brenebon Khas Manado

sup kacang merah khas Manado
sup brenebon khas Manado
Sup brenebon, sup kacang merah khas orang Manado, sup yang juara deh rasanya (menurut saya dan tentu saja yang suka sup ini) dan bukan hanya andalan orang Manado saja, tetapi juga andalan orang-orang Timur pada umumnya. Sup ini sama tenarnya dengan panada, roti goreng isi ikan tongkol.

Walaupun saya bukan orang Manado, tetapi sudah dari kecil sudah cukup sering menyantap sup brenebon ini. Kalau di rumah, kami bilang hanya brenebon. Nah ini untuk pertama kalinya saya membuat sup ini sendiri. Setelah bertahun-tahun saya tidak pernah lagi menyantap sup brenebon ini.

Secara kalau ke pulang ke Palembang, saya tidak pernah terpikirkan untuk minta ibu saya memasak sup ini. Nah baru sekarang deh sedang ingin makan sup brenebon. Hmmm idenya sih ketika iseng beli kacang merah, tadinya berpikir mau diolah jadi apa, mau buat es kacang merah khas Palembang atau buat pasta kacang merah, mau buat bakpao, tetapi bapaknya Sophie minta dibuatkan sup.