Monic's Simply Kitchen: Manado
Showing posts with label Manado. Show all posts
Showing posts with label Manado. Show all posts

Monday, November 13, 2017

Bubur Manado (Masih versi Praktis)



resep bubur manado

Haluuuuuuuuuuu...ai ai apa kabar neh pembaca sekalian? lamo nian saya ga update blog neh...setelah lebih dari 2 minggu...mungkin sudah mau 3 minggu kali ya blog ini saya anggurin. Dan ternyata hampir di pertengahan bulan November ini baru saya mulai membuat postingan pertama, halah... rekor kemalasan saya.... maafkeun ya pembaca.. sekiranya menunggu postingan saya ataupun menunggu komentarnya saya tampilkan dan saya balas...ahay...

Colek mba Rini yang sampai menanyakan kabar ke saya..ih ih terima kasih ya mba atas perhatian mba Rini, yang saya yakin mba Rini pasti penasaran juga dengan kondisi mba Ima, sama mba.. saya juga sudah coba hubungi mba Ima via WA tapi tidak berhasil, saya coba telepon tapi ternyata no mba Ima tidak aktif juga, saya coba FB messenger,  tidak berhasil..

Oh iya kemana sih saya kok begitu lama absen ngeblog.. nah ceritanya mood ngeblog, masak apalagi foto-foto entah terbang ke mana dan tumben juga sih mood ini bisa lama sekali kembali. Nah walaupun sedikit sekali mood saya, tapi saya paksakan saja secara lama sekali blog ini kosong.. kan kasihan juga kalau sampai bulan November tanpa postingan sama sekali ha ha ha...

Nah hari ini saya posting resep bubur Manado masih versi praktis ya, pakai nasi yang kemudian dimasak jadi bubur, jadi seperti pepatah donk ya, nasi sudah menjadi bubur he he he...Kali ini berhubung labu kuningnya agak banyakan, jadi ada labu kuning yang saya haluskan kemudian dicampur deh di bubur, jadi buburnya agak lebih kuning.

Dan masih dengan sayuran yang seadanya juga, masih tanpa daun gedi juga, secara belum pernah lihat ada daun gedi di pasar. Ya iyalah ya.. Batam bukanlah daerah di mana bubur Manado itu dengan sangat mudah ditemukan. 

Bubur Manado kali ini saya buat agak mirip dengan versi ibu saya, ada ikan asinnya, walaupun saya tidak suka dengan ikan asin. Tapi pakemmnya di rumah saya kalau buat bubur Manado ya ikan asin dan sambal terasi. Walaupun ada ikan asinnya ya cukup dirasa saja deh, satu ekor ikan asin sudah cukup. Lanjut santap bubur Manado dengan sambal saja, sudah nikmat.

Bicara ikan asin, ibu saya itu paling doyan ikan asin, digoreng begitu saja ataupun dimasak sambal hijau adalah favorit beliau. Jadi kata beliau, makan dengan ikan asin membuatnya sangat berselera makan. Jadi kalau saya pulang ke Palembang neh, oleh-oleh saya adalah ikan asin, teri, udang kering, cumi kering. Ikan asin pun berbagai macam.. Lalu kalau saya iseng mengirimkan sesuatu dari Batam, pasti ada juga ikan asinnya nyangkut di paket. Ibu saya tentu sangat gembira dengan kiriman ini, beliau selalu berkata, ikan asin di Batam itu kok bagus-bagus ya...he he he...

Pernah adik saya protes, kalau kirim ataupun bawa ikan asin jangan banyak-banyak ya, saya bosan dengan ikan asin. Kalau kamu kirim ikan asin, hampir tiap hari makan ikan asin nih di sini. Hi hi hi... kasihan juga adik saya ini, secara dia juga tidak begitu suka dengan ikan asin. Hmmmm belum tahu dia kalau ikan asin tertentu dimasak balado dengan campuran terong ataupun rimbang rasanya sedap. Tentu dengan catatan ikan asinnya tidak lagi terlalu asin.

Wokeh... sekarang lanjut ke resep ya... kurang lebih sama dengan resep bubur Manado praktis yang pernah saya posting sebelumnya. Ini dia.. silakan...

Bubur Manado

Bahan :
  • 250 gr nasi putih
  • 800 ml air
  • 1 sendok teh garam
  • 8 batang kangkung, potong kasar
  • 8 batang daun bayam, potong kasar
  • 1-2 buah jagung manis, disisir
  • 250 gr labu kuning, potong kotak 
  • 150 gr labu kuning, potong kotak, rebus atau kukus, haluskan
  • 1 genggam daun kemangi
  • 2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
Cara membuat :
Masak nasi putih dan air sampai nasi lunak dan air menyusut kurang lebih 1/2 bagian, masukkan serai, masukkan labu kuning, masak hingga labu kuning empuk, tambahkan jagung dan labu kuning halus, masak sebentar lalu tambahkan kangkung dan bayam, masak hingga layu, beri garam, cicipi rasanya, jika sudah pas, masukkan daun kemangi, aduk rata, biarkan kemangi layu, matikan api dan siap dihidangkan


Sambal Terasi 
Bahan :
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 75 gr cabai merah
  • 10 butir cabai rawit merah
  • 2 buah tomat ukuran sedang
  • 2 sachet terasi @ 5gr
  • 1/2 sendok teh garam
  • 3 sendok makan minyak untuk menumis
Cara membuat :
Tumis semua bahan hingga lunak, haluskan, beri garam, cicipi rasanya


resep bubur manado praktis

Nah semoga resep bubur Manado kali ini tetap bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...



Thursday, February 16, 2017

Resep Ayam Tuturaga khas Manado



ayam tuturaga

Demam masakan Manado masih berlanjut huahahaha... jangan kabur dulu ya.. begini ini karakter pemilik blog, selagi belum bosan ya bakalan itu-itu terus he he he. Nah kali ini masih masakan ayam, dan kali ini adalah ayam tuturaga

Kalau saya katakan ayam tuturaga ini mirip ayam woku, hanya saja bersantan dan rasanya malah mirip masakan mangut, pernah posting mangut ikan tongkol dan mangut kakap sebelumnya. Sedaplah pokoknya.. 

Nah memasak masakan jenis begini tidak butuh lama untuk memasaknya, jadi tadi sambil menonton serial favorit di FOX dan jika iklan pindah ke FOX Crime akhirnya selesai juga sebelum saatnya menjemput Sophie pulang sekolah.

Tadinya saya itu ragu mau menambahkan santan di masakan ini, tapi kalau tidak bersantan, namanya bukan ayam tuturaga donk ya, menyalahi konsep. Hmmmm sebelum ditambah santan sudah saya cicipi rasanya dan enak donk, tambahkan santan makin enak.. makin gurih dan makin mirip dengan mangut rasanya, hanya ini mangut ayam he he he.

Karena ini makanan pedas dan memang saya buat cukup pedas untuk ukuran anak-anak, jadi tadi Sophie saya buatkan saja ayam goreng simpel, berbumbu bawang putih, garam, kunyit bubuk dan merica hitam. Sedap rasanya walaupun bumbunya simpel, dan masakan begini jadi favoritnya Sophie. Untuk sayurannya, tumis saja kapri dicampur jamur white crab berbumbu bawang putih, garam dan merica, simpel. 

Jadi memang untuk Sophie itu masakan tidak perlu aneh. Beberapa waktu yang lalu saya masak pasta untuk dia tapi saya beri saus tomat botolan, tidak berapa lama dia batuk-batuk. Jadi bertambah lagi varian yang membuatnya batuk. Sejak saat itu saya belum pernah lagi membuatkannya pizza bersaus tomat, padahal Sophie sudah beberapa kali minta pizza. Saya katakan nanti ya nak, belum buat saus tomatnya.... ahai emaknya masih malas membuat saus tomat sendiri, belum mood. Untungnya anak ini sabar... jadi di saat-saat tertentu hanya berkata, nanti kalau ibu sudah buat saus tomat, buat pizza ya... hi hi hi... emaknya belum buat juga sampai hari ini.

Untungnya Sophie itu tidak bandel, jadi untuk makanan dan minuman dia selalu bertanya, Pipi boleh makan ini tidak? boleh minum ini? jadi ketika belanja di swalayan terkadang dia ingin sesuatu sebut saja makanan anak-anak, lalu kami katakan tidak boleh nak, nanti batuk. Akhirnya dia menurut. Suatu ketika temannya ulang tahun dan pulangnya dia membawa goodie bag, tapi isinya semua makanan anak kemasan pabrikan. Lalu sebelum dia buka goodie bagnya, dia tanya, yang mana yang boleh Pipi makan? lalu saya periksa, oalah nak... tidak ada yang boleh.. oh tidak ada ya... begitu saja katanya, sedikit kecewa di wajahnya tapi dia mengerti menderitanya kalau batuk. Aih aih untungnya kalau dia sudah mengerti.

Uppps kembali lagi ke resep ayam tuturaga ini ya, nah yang saya buat ini ala-ala saya ya... seperti biasa saya tidak menambahkan daun pandan ke masakan begini, belum mood, suatu saat nanti deh. Padahal daun pandan ada stoknya di kulkas. Kebetulan ada di penjual bumbu, jarang-jarang ada. Sekalinya beli 1 pokok begitu, murah hanya seribu rupiah. Si uni penjuan berkomentar ketika saya membeli daun pandan ini,  banyak kan daun pandan seribu, daripada minta ke tetangga, iya kan... ha ha ha tahu saja nih si Uni. 

Tapi saya memang tidak punya tetangga yang punya daun pandan, bagaimana bisa minta? sekalinya pernah lihat ada yang menanam daun pandan tapi di blok lain yang cukup jauh, aih aih masa iya minta daun pandan ke sana...padahal duh ngiler lihat daun pandannya.. banyak sekali dan subur-subur menghijau.

Di rumah saya itu terkendala kalau hal tanam menanam, lahan semua dimanfaatkan dan saya belum mood lagi menanam dengan menggunakan polybag. Secara dulu pernah mencoba, ceritanya sedang hobi menanam, jadi saya coba tanam cabai, tomat, pare dan melon. Tapi semua tidak membuahkan hasil, semua terserang hama putih. Sempat berbuah tapi kerdil... akhirnya saya menyerah.. belum mood lagi menanam bahkan untuk pandan sekalipun.

Okeh deh, lanjut ke resep ah sekarang, ini dia resepnya.. silakan..

Ayam Tuturaga

Bahan :
  • 800 gr daging ayam tanpa kulit, potong sesuai selera
  • 1 buah jeruk nipis ukuran besar
  • 2 genggam daun kemangi
  • 2 lembar daun kunyit, sobek-sobek
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 300 ml air
  • 200 ml santan (saya gunakan 65ml santan instan +air)
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu halus :
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 5 butir kemiri, sangrai
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 10 butir cabai rawit
Cara membuat :
Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 10-15 menit, bilas, sisihkan. Tumis daun jeruk, daun kunyit dan serai sampai daun-daunan berubah warna, masukkan bumbu halus, masak hingga harum dan tidak langu, masukkan potongan daging ayam, aduk rata dan masak hingga ayam berubah warna. Tambahkan air, masak hingga ayam matang, beri garam, aduk rata, cicipi rasanya. Tambahkan santan, masak hingga mendidih sambil sesekali diaduk, cicipi lagi rasanya, jika perlu tambahkan garam, kemudian sesaat sebelum diangkat masukkan daun kemangi.


resep ayam tuturaga

Nah semoga resep ayam tuturaga khas Manado ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...




Wednesday, February 15, 2017

Lalampa Khas Manado



resep lalampa manado

Aih aih apa kabar hari ini? wah ternyata hari ini hari libur nasional ya..kenapa juga saya tidak tahu ya kalau di Batam juga libur, dan ternyata lihat kalender online, oalah tanggal 15 Februari itu libur. Padahal sudah dengan yakinnya antar Sophie ke sekolah... loh kok sepi.. pada kemana nih.. jangan-jangan libur, sampai di rumah cepat-cepat buka kalender online..ya pantas nak.. sekolahmu tutup..orang hari ini hari libur.

Hmmm tidak yakin, telepon gurunya, dan ternyata memang benar libur pilkada, dan ternyata memang ada surat pemberitahuan dari sekolah yang sialnya tidak saya lihat. Secara saya lupa memeriksa isi tas Sophie bagian depannya. Hu hu hu... dasar..

Kalau bicara Pilkada, sudah lama sekali heboh ya.. , duh.. kalau lihat berita kok bawaannya tidak tahan untuk berkomentar. Akhirnya kami pilih tidak ikut-ikutan saja deh, dan apa yang ada dalam pikiran kami, hanya kami utarakan saja di rumah, tidak perlu mengumbar di media sosial ataupun di mana saja. Biarlah sudah heboh di luar sana, masak kami juga mau buat heboh di sini ha ha ha..

Tapi memang saya itu suka geregetan kalau baca-baca time line facebook, ada saja komentar yang aneh-aneh, sharing sesuatu yang aneh-aneh yang membuat saya geregetan untuk tidak berkomentar. Upsss tapi saya tahan saja komentarnya untuk hanya saya bicarakan kepada bapaknya Sophie, tidak di kolom komentar fb... tahan niatmu buk..

Upss kembali kepada postingan kali ini saja ya... kali ini saya akan memposting resep lalampa, lemper khas Manado. Sudah cukup lama saya penasaran dengan lemper manado ini secara saya itu penyuka makanan dari ketan, dan boleh dikatakan saya itu maniak lemper he he he. Setiap kalinya ke Holland bakery, selalu beli lemper. Nah ternyata Sophie juga doyan lemper seperti emaknya. Dan suatu ketika saya menemukan lalampa ini di sana... ha... senangnya ada lalampa.

Akhirnya saya beli satu buah. Bentuknya kecil dan rasanya memang gurih, karena isiannya adalah ikan. Selain gurih tentu saja sedikit pedas. Tapi kalau saya boleh katakan tentu saja tetap kesukaan saya adalah lemper... namanya juga lemper maniak ha ha ha..

Okelah, karena saya sudah coba lalampa ala Holland bakery ini, jadi lanjut coba sendiri buat. Nah unuk resep ketannya saya pakai resep lemper ayam dengan menghilangkan gula di resep, lalu untuk isiannya saya gunakan isian resep kue panada dengan modifikasi. Untuk ikannya sendiri saya gunakan ikan tuna. Ikan tuna sendiri bisa digantikan dengan ikan tongkol. Tadinya saya mau gunakan ikan tongkol, tapi malas ah ke pasar lagi... pakai ikan tuna saja yang ada di freezer.

Terus terang untuk hasilnya saya tidak begitu puas, dari segi bentuk juga tidaklah seperti lalampa ya, yang saya buat ini besar-besar dan gemuk-gemuk. Secara kalau masalah membungkus dengan daun pisang saya bukanlah ahlinya, maaf saja kakak. Dan untuk ketannya sendiri ternyata kelembutan, harusnya ketannya cukup direndam selama 1 jam, apa yang terjadi, saya rendam hampir 12 jam wakakak... itu karena begitu saya rendam, selanjutnya saya terkena penyakit malas dan berlangsung cukup lama ha ha ha, dan malasnya berkelanjutan, saya memasaknya bukan dengan kukusan tapi dengan rice cooker, dengan menambahkan sedikit takaran santannya.

Akhirnya saya memaksakan diri untuk mengolah si ketan ini... malam harinya baru memasak si ketan, keesokan harinya lagi baru deh membuat isinya dan akhirnya penyelesaian, dengan tekstur ketan yang terlalu lembut. Tapi begitu Sophie mencicipi rasa ketannya, saya diberi jempol olehnya... enak ibu.. begitu katanya dan ternyata minta tambah lagi. Begitu sudah matang satu buah lalampa ini disikatnya juga dan tentu saja makannya menggunakan sendok he he he.

Nah resep yang saya bagikan di bawah ini kalau mengikuti takaran dan proses membuatnya tentu saja akan menghasilkan tekstur yang pas, seperti halnya tekstur lemper yang pernah saya buat. Jadi tanpa ada rasa malas seperti yang terjadi pada saya ketika membuat lalampa ini.

Oke deh, yang mau mencoba juga membuat lalampa sendiri di rumah, berikut saya bagikan resep lalampa yang saya buat ya... silakan..

Lalampa

Bahan ketan :
  • 500 gr ketan putih, cuci lalu rendam 1 jam
  • 300 ml santan (saya gunakan 2 bungkus santan instan isi 65ml + air)
  • 1/2 sendok teh garam
  • 3 lembar daun pandan, simpulkan

Bahan isi :
  • 250 gr daging ikan tuna atau tongkol, bakar/goreng/kukus, suwir-suwir (saya bakar dengan teflon tanpa minyak)
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 2 butir asam kandis, rendam dengan 1 sendok air hangat
  • 1 genggam daun kemangi, jika suka tambahkan menjadi 2 genggam
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

 Bumbu halus :
  • 6 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 3 cm jahe

Cara membuat :

  1. Untuk ketan : kukus ketan sampai setengah matang kurang lebih selama 10-15 menit, sementara itu rebus santan, garam, daun pandan hingga mendidih, kemudian masukkan ketan ke dalam panci, aduk-aduk hingga santan terserap ketan. Kukus lagi hingga matang kurang lebih selama 30 menit dengan api sedang
  2. Untuk isi : tumis bumbu halus hingga harum, masukkan semua bahan, aduk hingga rata, masak hingga kering
  3. Penyelesaian : siapkan daun pisang, cuci bersih dan lap hingga kering, ambil satu lembar daun pisang, sendokkan ketan, beri isi lalu tutup dengan ketan lagi, bungkus lalu semat dengan tusuk gigi. Lakukan sampai selesai, bakar dengan teflon hingga daun bagian bawah kecoklatan (beri sedikit minyak ketika membakar atau tanpa minyak, saya tanpa minyak), balik dan bakar lagi hingga daun kecoklatan, angkat.


Nah semoga resep lalampa khas Manado ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba....



Monday, February 13, 2017

Ayam Woku Khas Manado



resep ayam woku

Beberapa hari yang lalu saya masak ayam woku khas Manado ini, hmmm sudah lama tidak masak ayam begini. Akhirnya memuaskan keinginan menyantap makanan satu ini. Nah sebenarnya nama masakan ayam woku begini apalagi ayam woku belanga, tidaklah familiar di keluarga saya, kami selalu menyebutnya hanya ayam kemangi.

Kalau ayam kemangi sudah dari dulu ibu saya sering masak, nah setelah saya telaah..halah bahasanya.. ayam kemangi tersebut ya ayam woku ini ternyata. Dulu saya pernah posting resep ayam kemangi, tapi yang tanpa cabai. Ayam woku sendiri kalau versi keluarga kami adalah minus daun kunyit secara memang ibu saya tidak pernah memasukkan herba satu ini ke dalam masakan.

Setelah di Batam saja saya baru mulai mengenal rasa daun kunyit ini, secara dulu pernah satu kontrakan dengan teman asal Sumbar, nah teman saya ini sering sekali memasukkan daun kunyit dalam masakannya. Jadilah karena sering mencicipi masakannya akhirnya saya suka dengan aroma dan rasa daun kunyit.

Jadi sekarang itu kalau ke pasar, untuk daun-daunan selain daun salam dan daun jeruk, selalunya ada daun kunyit. Dan memang daun kunyit banyak sekali di jual di pasar, hampir semua penjual sayur, atau hanya penjual bumbu menjual daun kunyit ini.

Nah aroma daun kunyit yang saya suka adalah ketika sudah dimasak sebagai penyedap masakan asam pedas, atau rasa daun kunyit yang tajam pada cemilan khas Sumbar yaitu sala lauak, atau juga pada keripik singkong yang diberi pewarna kunyit dan dibumbui dengan daun kunyit. Rasanya khas dan jadinya enak menurut saya.

Oh iya, bicara sala lauak, saya baru mengetahui ada makanan satu ini setelah saya ke Batam, dan ternyata selalunya sala lauak ini menjadi gorengan yang ada di penjual kue pagi hari, atau di penjual lontong sayur yang penjualnya orang Minang tentu saja. Saya sejak dulu penasaran ingin membuat sala lauak sendiri tapi sampai saat ini belum juga terlaksana. 

Sala lauak ini adalah cemilan berupa gorengan yang berbentuk bulat, biasanya rata-rata sebesar bola pingpong. Nah rasanya enak, garing di luar tapi lembut di dalam, ada rasa ikannya dan tentu saja daun kunyit yang khas. Sala sendiri sih artinya goreng ya.. sedangkan lauak artinya ikan, jadi sebenarnya artinya gorengan yang ada campuran ikannya, begitulah kira-kiranya.

Di Batam sendiri, untuk harganya masih rata-rata seribu rupiah perbuah, ya dengan ukuran sebesar bola pingpong. Nah kalau sudah lebih besar sedikit ukurannya harganya biasanya lebih mahal. Kalau mengenai rasa, menurut saya rasanya hampir sama setiap kali saya membeli sala ini. Semuanya enak..he he he..

sala lauak khas minang
sala lauak
Halah... kenapa jadi membicarakan sala lauak ya... padahal kan saya posting resep ayam woku.. duh.. eits kembali lagi ke resep ayam woku ini ya, nah seperti biasa saya memasak ayam selalunya kalau bisa sih tanpa kulit, supaya tidak begitu merasa bersalah menyantapnya ha ha ha... hmm tidak juga kali ya karena memang dari kecil tidak terbiasa, di rumah ibu saya tidak pernah memasak ayam dengan kulitnya. 

Sipp berikut resep ayam woku yang saya buat ya... walaupun sudah banyak sekali resep ayam woku yang bertebaran di internet... saya ceritanya ikut meramaikan dunia ayam woku juga... ha ha ha..

Ayam Woku

Bahan :
  • 800 gr daging ayam tanpa kulit, potong sesuai selera
  • 1 buah jeruk nipis ukuran besar
  • 2 buah tomat ukuran kecil, masing-masing bagi 6 bagian
  • 2 genggam daun kemangi
  • 2 lembar daun kunyit, sobek-sobek
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 2 batang daun bawang, potong-potong
  • 400 ml air
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 5 butir kemiri, sangrai
  • 8 buah cabai merah keriting
  • 10 butir cabai rawit

Cara membuat :
Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 10-15 menit, bilas, sisihkan. Tumis daun jeruk, daun kunyit dan serai sampai daun-daunan berubah warna, masukkan bumbu halus, masak hingga harum dan tidak langu, masukkan potongan daging ayam, aduk rata dan masak hingga ayam berubah warna. Tambahkan air, masak hingga ayam matang, tambahkan tomat, beri garam, aduk rata, cicipi rasanya. Masukkan daun bawang, aduk sebentar, kemudian sesaat sebelum diangkat masukkan daun kemangi.



ayam woku belanga

Nah semoga resep ayam woku bukan versi belanga khas Manado ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..



Selamat mencoba..



Monday, January 23, 2017

Bubur Manado Praktis



bubur manado

Ini kali pertama saya memasak bubur manado sendiri. Padahal kalau untuk memakannya sudah sedari kecil makan. Secara ibu saya penggemar bubur manado dan sering kali masak bubur manado ini. Hmmm lengkap dengan pasangan bubur manado, ikan asin dan sambal terasi. Nah berhubung dari dulu saya kurang menyukai ikan asin, jadilah kalau makan bubur manado ini hanya bubur dan sambal saja. 

Dulu itu kalau melihat siapa saja makan bubur manado dengan ikan asin saya terheran-heran, apa enaknya ikan asin itu ya.. kok sampai lahap sekali makan pakai ikan asin..ha ha ha... kalau sudah makan bubur manado, ibu saya akan ribut, kamu tidak makan ikan asinnya? padahal enak loh bubur manado dimakan dengan ikan asin, begitu kata ibu saya lagi.

Namanya juga beda orang beda selera, jadi sampai saat ini walaupun masih termasuk tidak begitu doyan dengan ikan asin, tapi sudah mau makan ikan asin, tapi untuk jenis tertentu saja. Di mana saya rasa tidak aneh di mulut itu yang saya mau makan.

Kalau sudah masak bubur manado, ibu saya mulai deh berkata, bubur begini ini yang saya paling suka, banyak sayurannya, itulah mengapa oma-oma manado itu sehat-sehat, makanannya begini saja dan untuk sayuran tinggal memetik di halaman, jiahhhh begitu kata saya dalam hati.

Di rumah sendiri ibu saya menanam daun gedi, daun yang memang khasnya sayuran dalam bubur manado ini. Tapi seingat saya baru beberapa waktu ini baru ada tanaman gedi di rumah. Nah ibu saya katakan kalau memasak bubur manado memang enaknya pakai daun gedi. Hmmm tapi karena saya tidak begitu doyan, kalau ada saya makan, kalau tidak ada ya tidak masalah..jadi ketika pulang ke rumah saya tidak pernah minta dimasakkan bubur manado.

Tapi entah kenapa, kok saya ingin makan bubur manado ya... secara mungkin sudah lama sekali tidak makan, dan karena memang ada stok jagung manis cukup banyak dan ada labu kuning juga, pikir-pikir mau diolah apa ya... ahai enak kali ya makan bubur manado, hitung-hitung buat sendiri, kan belum pernah buat sendiri. Tapi khasnya bubur manado berupa daun gedi tidak ada...

Jadi ceritanya kemarin saya buat bubur manado ini, yang versi praktis saja, langsung menggunakan nasi bukan beras, dan memang memasaknya jadi lebih cepat dan tada..tanpa menunggu lama bubur manado ala saya sudah siap disantap.

Pelengkapnya sambal terasi dan ikan bandeng presto, masih belum berminat makan ikan asin, padahal sudah berdiri di depan kios penjual ikan asin di pasar, lihat-lihat ikan asin siapa tahu berselera, tapi akhirnya membatalkan niat membeli ikan asin ini. Malah memilih repot membuat bandeng presto sendiri ha ha ha...

Buburnya boleh praktis, tapi bandeng prestonya ini malah kok tidak praktis, mau memasak cepat tapi malah cukup lama he he he..

Dan karena jagung sedang murah di pasar, dan karena prinsip mumpung murah, jadi beli jagungnya cukup banyak, itulah mengapa bubur manado saya ini malah lebih mirip bubur jagung ha ha ha.. 

Untuk resep bandeng presto, yang mau intip-intip resepnya di sini ya di resep bandeng presto homemade, kali ini saya tambahkan juga lengkuas sebesar ibu jari di bumbu halusnya. 

Ok sippp yang mau lihat resep bubur manado praktis ala saya, ini dia resepnya ya.. silakan..

Bubur Manado 

Bahan :
  • 250 gr nasi putih
  • 800 ml air
  • 1 sendok teh garam
  • 5 batang kangkung, potong kasar
  • 5 batang daun bayam, potong kasar
  • 1-2 buah jagung manis, disisir
  • 250 gr labu kuning, potong kotak
  • 1 genggam daun kemangi
  • 2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan

Cara membuat :
Masak nasi putih dan air sampai nasi lunak dan air menyusut kurang lebih 1/2 bagian, masukkan serai, masukkan labu kuning, masak hingga labu kuning empuk, tambahkan jagung, masak sebentar lalu tambahkan kangkung dan bayam, masak hingga layu, beri garam, cicipi rasanya, jika sudah pas, masukkan daun kemangi, aduk rata, biarkan kemangi layu, matikan api dan siap dihidangkan


Sambal Terasi 

Bahan :
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 75 gr cabai rawit
  • 2 buah tomat ukuran sedang
  • 2 sachet terasi @ 5gr
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh gula
  • 3 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis semua bahan hingga lunak, haluskan, beri garam dan gula, cicipi rasanya



resep bubur manado praktis

Nah semoga resep bubur manado praktis ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba..




Friday, April 29, 2016

Ikan Tongkol Rica-Rica



ikan tongkol rica rica

Buat ikan tongkol rica-rica ini sebenarnya tidak begitu direncanakan, tadinya beli bahan-bahan seperti ikan tongkol dan daun kemangi ini rencananya mau buat panada (roti goreng isi ikan tongkol khas Manado). Nah kambuh lagi malasnya, lain kali saja deh, pilih yang cepat saja, dimasak buat lauk saja neh bahan-bahannya.

Hari ini malas sekali masak yang ribet, biasanya kalau malas yang ribet-ribet kembali lagi masak aneka sambal, tadinya mau disambal saja nih ikan tongkolnya, tapi sudah berapa hari ini masak sambal terus, ya tahu, telur, ayam...cukup bosan.

Kalau di rumah saya di Palembang, menu sambal-sambalan memang menu yang paling sering dimasak oleh ibu saya. Jadi pernah karena bosan adik saya menyeletuk, semua dimasak sambal, hadeuh, membosankan. Tapi walaupun begitu namanya masakan ibu, walaupun hanya sambal-sambalan tetap enak rasanya. 

Dulu itu kalau kebetulan saya di rumah, entah itu sedang liburan sekolah, pulang sekolah lebih awal, nah kalau sudah membuat sambal-sambalan, biasanya cabai dan bawang serta tomat sudah diulek oleh ibu saya, nah kesempatan, saya suka sekali ambil bahan yang akan disambal lalu saya colekkan sambal yang masih mentah, woalah..ini kebiasaan saya dulu dan saya suka sekali melakukannya, saya suka rasa sambal mentah, aroma bawang merah dan bawang putih mentah yang diulek dengan cabai memberikan rasa yang enak di lidah saya.

Untungnya ibu saya tidak marah, paling dia akan berkata, sambalnya sudah dikasih garam tadi sedikit, asin tidak sambalnya? tapi saya tahu diri donk, tidak banyak kok yang saya colek, nanti habis lagi, tidak jadi masak sambal-sambalan, biasalah anak yang baik hati, huekkkk...

Oh iya kalau masakan rica-rica ala ibu saya, memang biasanya diberi kuah sedikit, nah memang yang berkuah sedikit ini malah yang saya suka. Jadi masalah berkuah dan tidak berkuah kembali kepada selera masing-masing ya.

Tadi itu ketika mulai mengeluarkan ikan dari freezer, sudah ada yang mendatangi saya, mengendus-endus. Biasa sudah lama tidak makan ikan, jadi beberapa potong sudah saya pisahkan untuk digoreng buat si kucing gendut Bedul. 

Wah ketika ikannya yang sudah digoreng sudah dingin, mulai mengeong minta ikan, jadi terus membuntuti saya nih kucing, begitu sudah diberi satu potong, wah lahap sekali dia makan, sudah lama tidak makan ikan ya dul..begitu sudah selesai mulai deh jilat-jilat ala kucing, puas sekali dia kelihatannya.

Kembali ke resep ini, nah untuk ikannya tidak saya goreng dulu, supaya kuahnya lebih berasa kaldu ikannya, jadi lebih enak rasa kuahnya. Kalau yang ini juga kembali ke selera masing-masing mau digoreng dulu atau langsung cemplung. 

Okey deh berikut resep ikan tongkol rica-rica ini ya, silakan... (resep kurang lebih sama dengan resep ayam rica-rica dan ayam bakar rica-rica yang pernah saya posting ya)

Ikan Tongkol Rica-Rica

Bahan :
  • 700 gr ikan tongkol, potong sesuai selera
  • 1 buah jeruk nipis ukuran besar
  • 1 buah tomat ukuran besar, bagi menjadi 8 bagian
  • 2 batang daun bawang, potong ukuran 2cm
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 2 genggam daun kemangi
  • 1 sendok teh garam
  • 200 ml air
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 10 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 12 buah cabai merah keriting
  • 2 cm jahe
  • 2 cm kunyit

Cara membuat :
  1. Cuci bersih ikan, kucuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 15 menit, bilas, sisihkan
  2. Panaskan minyak, masukkan daun jeruk dan serai, masak hingga berubah warna, tambahkan bumbu halus, dan tumis hingga matang dan mulai mengering, tidak langu lagi
  3. Masukkan potongan ikan, aduk rata dan masak hingga berubah warna, tambahkan air, beri garam, aduk rata, masak hingga kuah mendidih dan ikan matang
  4. Masukkan tomat dan daun bawang, masak hingga tomat layu, aduk rata, sesaat sebelum diangkat masukkan daun kemangi, masak hingga mulai layu, cicipi rasanya
  5. Angkat dan siap dihidangkan


resep tongkol rica rica manado

Nah semoga resep ikan tongkol rica-rica yang saya buat kali ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...



Sunday, November 1, 2015

Tumis Bunga Pepaya Khas Manado

tumis bunga pepaya khas manado

Ini edisi ngiler dan pucuk dicinta ulam tiba, he he he...tumis bunga pepaya khas Manado dengan campuran kangkung dan teri. Tumisan yang pernah saya makan tetapi belum pernah saya masak sendiri. Pernah makan dulu sekali waktu masih tinggal di Palembang.

Seingat saya nih ibu saya pernah masak tumisan bunga pepaya ini. Secara waktu itu kami punya beberapa pohon pepaya di halaman rumah. Nah ada pohon pepaya yang tidak berbuah, hanya berbunga saja. Jadinya bunga-bunga pepaya ini sering dipanen oleh ibu saya, dan kemudian diolah menjadi tumisan begini. Memang kalau dibiarkan saja nih bunga pepaya akan berserakan di bawah pohon. Jadi dimanfaatkan saja oleh ibu saya.

Kalau kami sebut dulu itu pohon pepaya yang tidak berbuah adalah pohon kates lanang (baca : pepaya laki-laki) dan pohon pepaya yang berbuah kami sebut pohon kates betino (baca : kates perempuan) ha ha ha...saru saru iki....saru tenan...

Kasar memang ya sebutan kami untuk pohon pepaya tersebut, ha ha ha...maklum saja ya, orang yang tidak terbiasa akan geleng-geleng kepala, he he he... nah cukup tahu saja ya, dulu itu masa-masa saya masih kecil, di Palembang itu cukup terkenal tingkat kriminalitasnya. Sering saya dengar orang tusuk menusuk dengan pisau.

Jadi polisi di sana sering sekali razia senjata tajam, karena memang orang-orangnya masih suka bawa pisau kemana-mana sebagai pelindung. Nah yang masih saya ingat sekali ucapan begini, " apo kau liat-liat, tujah gek" artinya " apa kamu lihat-lihat, tusuk nanti"  Mengerikan? memang... jadi hal ini menjadi momok yang sangat menakutkan buat saya pribadi ketika masih kecil.

Nah dulu itu orang Palembang tertentu sensitif sekali lho kalau sudah ada orang yang melihat dia dengan pandangan aneh, penuh selidik, pandangan mengejek atau pandangan tidak bersahabat. Hanya dengan pandangan, orang bisa naik pitam. Ah tapi itu dulu lho ya, sekarang tidak masanya lagi begitu, Palembang sekarang sudah beda kok...itu masa saya kecil, jadi patut digarisbawahi ya dan tidak semua donk orang Palembang begitu...

Tetapi dengan hal begitu, Palembang tetaplah kota tercintah...kota dengan kenangan masa kecil..kota dengan makanan-makanan enak yang sampai sekarang tetap saya cari, pempeknya yang rasanya lemak nian, model, tekwan, mie celor, martabak har, maksuba, engkak, pindang tulang, malbi dan aneka kuliner lainnya yang tidak bisa dilupakan. 

Hmmmm lanjut ke resep tumisan bunga pepaya khas Manado ini ya, memang tumisan ini khasnya orang Manado nih dan sudah menyebar deh ke penjuru Indonesia, tetapi tentu saja orang-orang Timur sudah cukup akrab dengan tumisan yang satu ini.

Beberapa hari yang lalu lihat postingan tumisan bunga pepaya dengan kangkung ini di blognya mba Lys - Dapoer Lys. Nah ngiler lihat penampakan tumisannya, dan benar-benar pucuk dicinta ulam tiba. Ke pasar kok lihat ada bunga pepaya di penjual langganan. Tidak banyak hanya 1 kresek saja. Dan saya tanya berapa itu harganya? 

Karena sedikit si kakak penjual bilang ambil saja semua, what? semua? akhirnya saya bilang setengah saja deh, semua kebanyakan, ya iyalah sampai 6 ons, banyak donk ya. Ealah ternyata si kakak bilang, iya memang jarang lho bunga pepaya ini ada. Itu enak ditumis pakai kangkung dan teri, orang Manado dan orang Flores suka sekali masak begini. 

Lihat saya beli begitu, akhirnya si kakak bilang, ah ikutan masak ah, yang setengah ini saya simpan saja buat saya masak sendiri, he he he...ternyata dia juga sudah terbayang nih dengan masakan tumis bunga pepaya ini.

Nah intip-intip lagi postingan mba Lys, he he he, terima kasih inspirasi resepnya mba Lys...dan akhirnya eksekusi deh, tetapi ada satu hal yang saya skip, merebus bunga pepaya dengan garam untuk menghilangkan rasa pahitnya. Wakakak, hal ini bukan karena saya malas atau apa ya, hanya semata-mata saya sombong, ha ha ha...merasa cukup tahan dengan rasa pahit bunga pepaya ini.

Secara memang ketika mentah saya cicip dulu bunga pepayanya dan rasanya tidak pahit kok, nah lho, pede kan bakalan tahan dengan rasanya. Tetapi begitu matang dan saya cicipi rasanya, glek..alamak jam, pahitnya bukan kepalang... tetapi untung memang saya masih tahan dengan rasa pahitnya, dan walaupun pahit bukan kepalang, rasanya tetap enak, apalagi dengan tambahan teri yang gurih.

Untuk kali ini, saya tidak pakai cabai di tumisan, jadi buat sambal saja deh, sambal kencur saja, hmm dinikmati dengan nasi hangat mantap sekali rasanya. 

Okey deh, berikut resepnya ya, silakan....

Tumis Bunga Pepaya dengan Kangkung & Teri

Bahan :
  • 300 gr bunga pepaya, siangi dan cuci bersih (rebus dengan air garam selama kurang lebih 10 menit atau rebus dengan daun jambu atau daun singkong, saya skip yang ini)
  • 1 ikat kangkung, petiki, cuci bersih
  • 100 gr teri, goreng garing
  • 5 butir bawang merah, iris
  • 5 siung bawang putih, iris
  • cabai merah dan cabai rawit merah jika suka, iris serong (saya tidak pakai) 
  • 1 buah tomat ukuran sedang, potong sesuai dengan selera
  • 2 lembar daun salam
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis (saya gunakan minyak bekas menggoreng teri)

Cara membuat :
  1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum, masukkan cabai jika pakai, tambahkan daun salam dan lengkuas, aduk rata kembali
  2. Masukkan tomat, bunga pepaya, aduk dan masak sebentar
  3. Tambahkan kangkung, aduk rata dan masak hingga kangkung mulai layu, tambahkan garam, merica bubuk dan saus tiram, aduk rata
  4. Tambahkan teri, aduk rata, cicipi rasanya
  5. Angkat dan siap dihidangkan

resep tumis bunga pepaya manado

Okey deh, semoga resep tumis bunga pepaya dengan kangkung dan teri khas Manado ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera ya....





Sunday, September 27, 2015

Gohu Asinan Pepaya Khas Manado (Manado Style Papaya Pickle )

resep gohu khas manado
Scroll down for English version


Asinan pepaya khas Manado yang segar dan sangat mudah dibuat, yup, itulah gohu. Rasanya memang segar, sedikit asin, manis, sedikit asam dan pedas...mantap sekali disantap dingin ketika cuaca panas, duh nikmatnya.

Sudah lama sekali saya tidak makan gohu ini, terakhir makan ketika masih SD, duh lama sekali kan. Itu juga sering makan karena teman kecil saya yang orang Manado, sudah pandai sekali membuat gohu dan ketika ke rumahnya dia selalu menyajikan gohu.

Nah di rumah, ibu saya tidak pernah membuat gohu ini, secara asinan pepaya ini tidak setenar masakan Manado lainnya, mungkin ya, kalah pamor dengan panada, sup brenebon dan sambal dabu-dabu.

Dulu waktu pertama kali ke Bandung dengar ada yang bilang gehu, gehu, eh malah mikirnya apa itu yang asinan pepaya ya, masak ada juga di Bandung, ealah ternyata gehu itu adalah tahu isi, ha ha ha...secara mirip namanya.

Nah baru sekarang saya berniat membuat gohu sendiri, ide ini muncul karena beberapa waktu lalu beli buku resep aneka makanan segar, nah baca resepnya, ealah ada juga yang namanya gohu, duh jadi teringat masa lalu, menikmati gohu yang segar dan gratis pulak, ha ha ha...

Minggu lalu sudah ingin buat gohu, apadaya ada insiden kulkas rusak, jadi batal, nah sekarang saatnya membuat gohu...tada...berikut resepnya ya, inpirasi dari buku resep aneka makanan segar dengan modifikasi ala saya.

Gohu Khas Manado

Bahan :
  • 1/2 buah pepaya mengkal ukuran kecil, potong kotak memanjang
  • 500 ml air
  • 4 buah jeruk limau/lemon cui
  • 3 sendok makan gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 cm jahe, iris

Bumbu halus :
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 3 butir cabai rawit

Cara membuat :
  1. Campur air, gula, garam dan cabai halus, masukkan jahe iris, masak dengan api sedang hingga mendidih, cicipi rasanya, jika dirasa kurang manis bisa tambahkan gula
  2. Sesaat sebelum diangkat beri perasan jeruk limau, aduk rata
  3. Tuangkan ke dalam mangkuk berisi irisan pepaya mengkal, aduk rata
  4. Diamkan hingga dingin, masukkan ke dalam kulkas
  5. Nikmati kala dingin
Okey deh semoga resep gohu asinan pepaya mengkal khas Manado ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera


English Version

Indonesia has many regions with a lot of signature dishes. One of the regions that well known for delicious food is Manado. Manado is the capital city of North Sulawesi. This time, I posted the recipe that is called gohu, a papaya pickle. 
I have known gohu since I was a little girl. I have a friend whose parents are from Manado. She could make her own gohu and she asked me to try her gohu. Wow.. a little bit surprised when I tried it, but I did like it.

When I read a fresh dish cookbook, I found gohu recipe. And suddenly I thought about her and remembered her gohu, but I couldn't ask her made it for me, she lives in Jakarta. Oh no, you have to make it by yourself, I said it to myself. So here is the recipe..special for myself...ha ha ha..

Easy, as long as you can find the main ingredient, nearly ripe Papaya or we call it pepaya mengkal. When you use ripe papaya, it will be too soft and gooey.

Gohu, nearly ripe Papaya Pickle (papaya pickle from Manado, North Sulawesi)

Ingredients :
  • 1/2 small nearly ripe papaya, cut into matchsticks
  • 500 ml water
  • 4 calamansi or golden lime (kaffir lime, lime or lemon can be used too)
  • 3 tablespoons sugar
  • 1/2 teaspoon salt
  • 1 cm ginger, thinly sliced

Grounded spices: adjust to taste
  • 5 red chilies
  • 3 cayenne pepper


Directions :
  1. Mix water, sugar, salt, and chili, add ginger slices in a saucepan, cook over medium heat, bring it to boil, taste, add more sugar if needed
  2. Before removing from stove, add in lime juice, mix well
  3. Pour into a bowl of sliced nearly ripe papaya, stir, let stand until cool then you can put in the refrigerator
  4. Enjoy when it's cool, add ice cubes if necessary

resep gohu asinan pepaya manado
papaya pickle

I hope you will try Manado style papaya pickle recipe, it is very fresh... worth to try...


Friday, June 26, 2015

Sup Brenebon Khas Manado

sup kacang merah khas Manado
sup brenebon khas Manado
Sup brenebon, sup kacang merah khas orang Manado, sup yang juara deh rasanya (menurut saya dan tentu saja yang suka sup ini) dan bukan hanya andalan orang Manado saja, tetapi juga andalan orang-orang Timur pada umumnya. Sup ini sama tenarnya dengan panada, roti goreng isi ikan tongkol.

Walaupun saya bukan orang Manado, tetapi sudah dari kecil sudah cukup sering menyantap sup brenebon ini. Kalau di rumah, kami bilang hanya brenebon. Nah ini untuk pertama kalinya saya membuat sup ini sendiri. Setelah bertahun-tahun saya tidak pernah lagi menyantap sup brenebon ini.

Secara kalau ke pulang ke Palembang, saya tidak pernah terpikirkan untuk minta ibu saya memasak sup ini. Nah baru sekarang deh sedang ingin makan sup brenebon. Hmmm idenya sih ketika iseng beli kacang merah, tadinya berpikir mau diolah jadi apa, mau buat es kacang merah khas Palembang atau buat pasta kacang merah, mau buat bakpao, tetapi bapaknya Sophie minta dibuatkan sup.