Monic's Simply Kitchen

Wednesday, March 8, 2017

Nasi Katok Brunei



nasi katok brunei

Beberapa hari yang lalu saya kepikiran kok ingin buat lagi ya nasi katok.. ah sudah buat saja.. padahal sebenarnya bukan nasinya yang istimewa di sini, nasinya hanya nasi putih biasa, tapi padu padan nasi putih plain, ayam goreng dan sambal inilah yang khasnya dari nasi katok ini.

Nah dulu saya pernah buat nasi katok juga, dan pernah posting di sini, nasi katok khas Brunei, jadi yang mau tahu lebih jauh tentang nasi katok khas Brunei ini, mengenai penamaan nasi ini, silakan klik link di atas ya.

Dan memang walaupun nasi ini sangat sederhana tapi merupakan makanan top di Brunei. Jadi kali ini saya berkreasi dengan sambal dan ayam goreng tepungnya saja. Untuk sambalnya saya buat sambal teri dan ayam goreng tepungnya adalah ayam goreng tepung kunyit.

Untuk ayam gorengnya sendiri, saya gunakan asam mangga juga sebagai bumbunya. Ceritanya mumpung ada stok asam mangga pemberian mba Ima pemilik blog Dapur Ima. Begitu asam mangga sudah tiba, tentu resep bau peapi khas Mandar yang saya coba, rasanya top deh, walaupun bumbunya sederhana.

Jadi ceritanya nih si asam mangga sudah beberapa kali saya gunakan dalam campuran makanan, di sambal misalnya, biasanya saya gunakan asam kandis, nah ini saya ganti dengan asam mangga, rasanya lebih enak, karena berasa asam buah begitu. Lalu saya coba juga membuat ayam bakar dengan campuran asam mangga, enak juga he he he.. 

asam mangga khas Mandar

Okey deh kembali ke ayam goreng tepung kunyit ini, asam mangga ini digunakan untuk pencampur bumbu rendaman ayam. Kalau tidak ada, silakan gunakan asam jawa ya, atau malah jeruk nipis, tidak masalah.

Untuk sambalnya sendiri, saya membuat sambal yang bergula kali ini, secara saya menggunakan cabai giling yang beli di pasar yang rasanya cenderung asin, jadi penambahan gula untuk sedikit menetralisir rasa asinnya. Nah karena sedikit mungkin ya takaran gulanya jadi bapaknya Sophie tidak sadar kalau sambal ini bergula. Kalau tidak dia akan protes, sambal kok manis... ya namanya saja selera ya.. kalau saya suka semua, sambal manis atau tidak manis semua saya suka.

Kalau Sophie, belum bisa makan sambal, pernah coba, katanya dia sudah besar, sudah bisa makan pedas, sok kuat, begitu coba, mulai deh wajahnya keringatan, lalu cepat-cepat minum. Ditanya mau lagi tidak? menggeleng saja.

Ceritanya dia itu kalau besar mau jadi dokter katanya, lalu tanya bapaknya, kalau bapak mau jadi apa? lalu bapaknya katakan mau jadi polisi, eh tidak.. tentara.. apa begitu tanya Sophie? kalau tentara itu rambutnya keren, lurus, tidak keriting, lalu badannya kurus lanjutnya lagi. Kemudian dia bertanya kepada saya, ibu mau jadi apa? bapaknya jawab, jadi dokter juga. Sophie protes, tidak boleh, yang jadi dokter itu Pipi, bukan ibu. Lalu saya jawab, jadi pilot, ya.. kalau itu boleh begitu katanya lagi. Ok, kalau begitu, lanjutnya, Pipi jadi dokter, bapak jadi tentara, tetapi harus kurus dan rambutnya keren dulu, ibu jadi pilot, wakakak.. kami tertawa mendengarnya.

Sipp ah, cukup cerita selingannya ya.. biasa ya cerita ngalor ngidul lagi. Sekarang lanjut ke resep ya.. silakan..

Nasi Katok

Bahan :
  • nasi putih
  • ayam goreng tepung
  • sambal bilis atau ikan teri
  • irisan timun dan tomat


Ayam Goreng Tepung Kunyit

Bahan :
  • 800 gr daging ayam, potong-potong, bersihkan, lumuri dengan air jeruk nipis atau air asam jawa, biarkan selama kurang lebih 15 menit, bilas sisihkan.
  • 2 sendok teh kunyit bubuk
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok teh merica hitam butiran, haluskan (atau bisa gunakan merica putih bubuk)
  • asam mangga yang sudah dicuci lalu direndam, air rendamannya untuk merendam ayam pertama kali (atau bisa gunakan 1 sendok makan air asam jawa atau 1 sendok makan air jeruk nipis)
  • 150 gr tepung terigu protein sedang
  • 1 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  •  minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
Lumuri potongan ayam dengan kunyit bubuk, garam, merica bubuk dan asam mangga, diamkan selama kurang lebih 20 menit.
Di mangkuk, campur tepung, garam dan merica bubuk. Panaskan minyak goreng yang cukup banyak. Sementara itu, masukkan beberapa potongan ayam ke dalam tepung, balurkan secara merata dan sedikit dicubit-cubit, tepuk-tepuk perlahan hingga kelebihan tepung bisa lepas, goreng hingga garing dan matang dengan api kecil-sedang. Lakukan sampai selesai.


Sambal Teri / Bilis

Bahan :
  • 50 gr ikan teri, goreng garing
  • 250 gr cabai giling
  • 5 butir bawang merah, iris
  • 3 siung bawang putih, memarkan, iris
  • 3 sendok makan saus tomat, saya gunakan saus tomat homemade
  • 1 sachet terasi @5gr
  • 1 sendok teh gula pasir (bisa tambahkan sesuai selera)
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum dan sedikit kecoklatan, masukkan cabai giling, masak hingga tidak langu, tambahkan terasi yang sudah dihaluskan, saus tomat dan gula pasir, aduk rata, masak kembali hingga rasa menyatu, tambahkan teri, aduk rata, cicipi rasanya, tambahkan gula jika dirasa perlu, angkat.

Catatan : jika ingin sambalnya sedikit basah, bisa tambahkan air sedikit atau jika suka berminyak, tambahkan takaran minyaknya.


nasi katok ayam goreng sambal bilis

Nah semoga resep nasi katok khas Brunei ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya....



Selamat mencoba...



Tuesday, March 7, 2017

Not Really Smiley Fries



resep smiley fries

Judulnya itu harusnya smiley fries aja neh, berhubung kok bentuknya tidak begitu sesuai dengan yang diharapkan, jadi daripada membuat pembaca bertanya-tanya, mr. smiley-nya di mana neh..kok tidak mirip ha ha ha.. jadilah penambahan not really itu di depan.

Walaupun bentuknya bisa dikatakan jauh dari smiley face, tapi makanan yang satu ini favorit Sophie, lagi.. he he he, selama rasanya lebih ke arah plain maka menjadi favoritnya. Buat Sabtu pagi hari, siangnya sudah habis, sore minta dibuatkan lagi, nah sampai hari ini saya belum juga memenuhi permintaannya, secara terbayang repotnya membuat makanan satu ini. Alasan saya kentangnya tidak ada, dan memang kentangnya tidak ada.

Memang sih dari segi bahan, sangat sederhana, tapi apapun yang namanya cetak mencetak, walaupun di awal saya selalu menset pikiran kalau mudah untuk membuatnya, tapi ternyata selalunya saya merasa kewalahan di akhir. Nah seperti halnya membuat cookies yang dicetak, bahannya sederhana ealah ternyata lama dan membuat kewalahan juga.

Tapi kalau mood saya sudah datang, nanti saya buat lagi nih si mr. smiley kentang ini, tapi nanti rencana mau buat yang versi panggang saja. Untuk membentuk mata, cukup menggunakan sedotan dan untuk membentuk mulutnya gunakan saja sendok. Sedangkan untuk membentuk lingkarannya, saya gunakan gelas, secara saya tidak ada cookie cutter lingkaran dengan ukuran kurang lebih 5cm.

Oh iya, ide ini saya dapatkan dari fb, entah siapa yang share video siapa ya, saya tidak ingat. Jadi videonya berdurasi sangat cepat.. nah sebelum hilang entah kemana saya catat resepnya dan mencoba mengingat cara membuatnya. Supaya tidak lupa secepatnya dieksekusi. Jadi yang merasa sudah sharing video ini terima kasih ya.. maaf saya tidak sempat mencatat apalagi melihat linknya dan apalagi menyimpan videonya.

Okelah kalau melihat di videonya, sangat terlihat mudah sekali membuatnya, tapi yang saya alami adalah saya kewalahan karena adonan sangat lengket. Nah ini pengaruh di kadar air kentangnya ya. Saya sih namanya juga baru pertama kali coba ya, jadi melihat prosesnya kentangnya direbus dulu baru dilumatkan, ikuti saja, ternyata setelah saya simpulkan, lebih baik kentangnya dikukus saja atau malah sebaiknya digoreng.

Sama halnya seperti olahan kentang yang lain yang dilumatkan, sebut saja pom pom potato atau perkedel kentang atau bahkan seperti resep cuban potato ball, kadar air kentang mempengaruhi tekstur hasil akhir.

Jadi saya harus menambahkan takaran tepung dan bread crumb lebih banyak. Tapi  memang sih takaran kentang yang digunakan tidak ada, jadi wajar mungkin takaran tepung dan bread crumb berbeda. Nah mengenai rasa, enak tapi cenderung plain, karena mengandalkan bumbu garam dan merica saja, kalau mau lebih enak sepertinya bisa ditambahkan keju parut. Teksturnya lembut ya.. bukan garing.

Ok deh, sipp sekarang lanjut ke resep ya.. silakan..

Smiley Fries wanna be

Bahan :
  •  450 gr kentang, kupas, potong-potong, rebus, angkat, tiriskan dan haluskan (saya haluskan dengan sendok nasi saja) catatan : kentang bisa dikukus atau digoreng, sesuaikan jumlah tepung di bawah
  • 12 sendok makan tepung terigu protein sedang, sesuaikan dengan kadar air kentang
  • 2 sendok makan tepung maizena
  • 6 sendok makan bread crumb atau tepung roti, gunakan yang kasar
  • 1 butir telur
  • 1 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk

Cara membuat :
Campur semua bahan di mangkuk, letakkan di meja kerja atau alas bertabur tepung, taburi bagian atas dengan tepung, berikut rolling pinnya, gilas dengan ketebalan kurang lebih 5mm. Cetak dengan gelas atau cookie cutter diameter 5cm, bentuk mata dengan sedotan dan mulut dengan sendok. 

mencetak smiley fries mudah

membuat smiley fries

Lakukan untuk beberapa buah, perlahan angkat dengan spatula dan langsung goreng di minyak yang sudah dipanaskan sebelumnya. Goreng dengan api sedang-kecil sampai kuning kecoklatan, balik dan goreng sampai sisi sebaliknya kuning kecoklatan, angkat dan tiriskan, lakukan sampai selesai. 

Catatan : jika adonan terlalu lengket, tambahkan tepung sedikit lagi dan selalu taburi meja atau alas serta rolling pin dengan tepung. Balurkan juga permukaan gelas, sedotan dan sendok dengan tepung jika adonan terlalu lengket.


mr smiley fries


Nah semoga resep not really smiley fries kali ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...



Monday, March 6, 2017

Resep Mantau dengan Tepung Pao



resep mantau

Masih memberdayakan tepung pao, mumpung nih ceritanya, jadi saatnya membuat mantau. Nah memang sih dari dulu sudah tahu nih dengan mantau ini, tapi baru ini keinginan muncul membuat mantau. Itu juga karena penasaran juga dengan mantau ini. Penasaran membuatnya ya.. kalau rasa tentu sudah terbayang dengan rasanya, bakpao tapi tanpa isi.

Kalau yang begini ini favorit Sophie sekali, roti tanpa isi. Jadi dia begitu senang ketika tahu saya membuat roti putih tanpa isi. Jadi bolak-balik dapur menanyakan perkembangan si roti putih ini. Dan tada begitu sudah matang, senang sekali dia, ai ai... bahagia anak kecil itu sederhana.

Nah yang tidak punya tepung pao bagaimana? tentu bisa membuat mantau ini dari tepung terigu biasa, ini saja saya iseng membuat olahan dari tepung pao, kalau tidak ada ya gunakan tepung terigu saja, seperti kebanyakan resep bakpao di blog saya ini, semua menggunakan tepung terigu. Jadi yang tidak punya tepung pao, silakan menggunakan resep bakpao dengan tepung terigu ya. Yang mau intip-intip resepnya silakan klik link ini : bakpao ya.

Oh iya bicara mantau ini, kan rotinya cenderung tawar rasanya, dan yang saya baca-baca enaknya mantau ini dinikmati dengan susu kental manis, dan setelah saya coba, memang enak. Nah dicocol saus tomat juga enak. Dan ternyata mantau ini juga bisa digoreng, nah kalau yang versi goreng tidak saya buat kali ini, mungkin lain kali.

Penasaran juga sih dengan rasanya. Yang mau menggoreng mantau ini, jadi mantau sudah harus dikukus dulu baru digoreng ya, bukan adonan rotinya yang digoreng. Begitu sudah dikukus, angkat dan dinginkan sejenak, baru deh digoreng.

Ok deh, untuk resep kali ini saya masih menggunakan resep yang sama dengan resep bakpao isi ayam yang pernah saya posting sebelumnya. Resep tersebut merupakan resep rujukan dari blognya mba Luluk Williams - best mantau dan bakpao

tepung pao mamata
tepung pao yang saya gunakan

Untuk mantau kali ini saya buat yang versi tanpa ulen, duh..bagaimana tuh? resep bakpao yang sebelumnya saja sudah saya pangkas waktu mengulennya menjadi setengahnya saja, nah kali ini malah tanpa ulen. Ya maksud hati sih ingin tahu perbedaannya, dan memang sih kalau dari segi tekstur yang tanpa ulen tidaklah selembut yang dengan ulen, tapi masih masuk kategori bakpao empuk, ya lumayanlah.

mantau dan susu kental manis

Nah yang mau intip-intip resepnya, ini dia resep yang saya gunakan ya... silakan... oh iya lupa, kali ini saya tidak gunakan susu cair hangat tapi hanya air hangat.

Resep Mantau dengan Tepung Pao
untuk 8 buah mantau ukuran mini

Bahan :
  • 1/2 sendok teh ragi instan
  • 90 ml air hangat (atau bisa gunakan susu cair hangat)
  • 150 gr tepung bakpao
  • 25 gr gula pasir
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh baking powder double action
  • 15 ml minyak goreng (atau bisa gunakan 15 gr mentega putih)
  • tepung untuk taburan (gunakan saja sedikit tepung bakpao)
Cara membuat :
Campur susu cair atau air hangat dan ragi instan, aduk dan biarkan hingga berbuih, di mangkuk ukuran cukup besar, masukkan tepung bakpao, gula pasir, garam dan baking powder, aduk asal tercampur dengan sendok. Tambahkan minyak goreng, aduk asal rata, masukkan campuran ragi dan air, uleni selama kurang lebih 20 menit hingga kalis dan lembut, semakin lama diuleni semakin bagus (upss..kali ini saya lakukan tanpa ulen, jadi hanya sampai adonan menyatu, ya bisa dikatakan menguleni hanya sekitar kurang dari 2 menit). Tutup adonan dengan plastik wrap atau serbet, diamkan selama kurang lebih 30 - 40 menit atau lebih tergantung suhu ruangan atau sampai volumenya menjadi 2 kalinya.

Kempiskan adonan, taburi meja atau alas dengan sedikit tepung, gilas adonan menjadi persegi panjang, dengan ketebalan kurang lebih 4mm, lipat 3 bagian, gilas kembali lalu basahi permukaan dengan air, ini berfungsi sebagai lem, lalu gulung ketat memanjang. Potong-potong sesuai selera untuk ukurannya. Letakkan di kertas roti atau paper cup, diamkan kembali selama kurang lebih 20-30 menit. Kukus dengan api sedang-besar di mana air kukusan sudah mendidih terlebih dahulu, alasi tutup kukusan dengan serbet bersih. 

Catatan : untuk step by step silakan meluncur ke blognya mba Luluk ya, karena kali ini saya tidak sempat mengabadikan step by stepnya.


resep mantau dengan tepung pao

Nah semoga resep mantau dengan tepung pao ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera, uppss jangan lupa jika tidak ada tepung pao gunakan saja tepung terigu.


Selamat mencoba...




Saturday, March 4, 2017

Brownies Wortel Berempah



resep brownies wortel berempah

Walaupun gambarnya tidaklah begitu cling, perkenankan saya menampilkan resep brownies wortel berempah ini, jiahhhhh huahaha...  Namanya juga usaha, tapi tetap ya saya itu kesulitan mengambil gambar brownies, secara kan namanya juga saya sampai saat ini masih tukang foto makanan yang amatiran nah ditambah lagi brownies itu kan hitam ya, jadi harus benar-benar dapat cahaya yang baik supaya teksturnya terlihat jelas. Dan berapa hari ini mendung-mendung tidak jelas saja neh di Batam, sesekali hujan sih, walaupun hanya beberapa menit saja.

Okelah terlepas dari foto brownies ini, penasaran tidak neh dengan judul saya.. brownies kok berempah? apa rasanya? jadi kalau saya katakan nih rasanya memang brownies tapi diikuti oleh rasa berempah, jadi seperti makan brownies sekaligus makan onbitjkoek. Jadi sudah terbayang kan rasanya, yang penasaran boleh coba buat sendiri, super gampang. Nah kalau dari segi bahan, kurang lebih sama dengan resep brownies simple ekonomis yang saya posting sebelumnya. Nah karena saya yakin rasanya manis, jadi saya tidak berniat menambahkan lagi topping coklat serut, jadi kali ini saya beri topping almond iris saja. 

Dan memang setelah saya coba, rasanya manis, hmmm kalau sesuai selera saya sedikit terlalu manis, takaran gula 200 gr dan mungkin juga ditambah manis dari si wortel itu sendiri, tapi kembali lagi kepada selera, manis saya belum tentu manis orang lain. Nah yang gawatnya walaupun sedikit terlalu manis tapi rasanya enak sekali menurut saya, itu loh rasa rempah yang nyoklat, jadi begitu sudah dingin, saya potong lalu saya cicipi satu potong, loh kok enak, lalu maju mundur deh, makan satu potong lagi tidak ya... ambil lagi tidak ya.. akhirnya maju tidak pakai mundur lagi, ambil lagi satu potong he he he.

Bagaimana pendapat Sophie tentang brownies ini.. ah dia selalu bisa menyenangkan hati saya, semua yang saya buat selalu dikatakannya enak. Dan tentu saja brownies ini dapat jempol juga darinya, walaupun rasa rempahnya cukup tajam. 
Oh iya, bicara tentang Sophie, saya jadi ingat perkataannya, jadi ketika kami ke mall, nah setelah parkir kendaraan, kami berjalan menuju pintu masuk mall, ealah tiba-tiba dia berkata, ibu nanti olahraga yang banyak ya, biar kurus kayak tante itu sambil menunjuk gambar perempuan yang mengenakan pakaian olahraga di mana terlihat perutnya yang langsing dan berotot. Nah gambar itu sendiri terdapat pada toko peralatan olahraga. Hu hu hu... saya disuruh langsing begitu... mana tahan.. apa bisa ha ha ha.. nih anak ada-ada saja. Hmmm bisa kalau tidak buat kue ini itu, masak ini itu, masak makanan rendah kalori saja.

Okey deh.. ngelantur lagi, berikut langsung ke resep ya.. silakan..

Brownies Wortel Berempah

Bahan :
  • 110 gr tepung terigu protein rendah
  • 1 1/2 sendok teh bumbu spekuk
  • 1 sendok teh kayumanis bubuk
  • 1/2 sendok teh garam
  • 25 gr coklat bubuk (saya gunakan campuran coklat bubuk biasa dan coklat bubuk berwarna hitam)
  • 120 ml minyak goreng
  • 200 gr gula pasir (jika tidak suka terlalu manis, bisa dikurangi sedikit)
  • 2 butir telur ukuran sedang
  • 130 gr wortel, parut dengan parutan keju
  • almond iris secukupnya untuk taburan
Cara membuat :
Siapkan loyang ukuran 20cmx20cm, oles dengan margarin/mentega, taburi dengan tepung tipis saja, sisihkan. Panaskan oven, set di suhu 180 derajat celcius. 
Di mangkuk, campur tepung terigu, bumbu spekuk, kayumanis bubuk, garam dan coklat bubuk, aduk saja dengan sendok atau gunakan balloon whisk, sisihkan. Di mangkuk ukuran cukup besar, campur gula dan telur, kocok dengan balloon whisk hingga gula mulai larut, tambahkan minyak goreng, aduk rata kembali, masukkan campuran tepung, aduk kembali hingga rata, tambahkan wortel, aduk rata kembali, tuang ke dalam loyang, ratakan hingga ke sudut loyang karena adonan cukup kental, ketuk loyang perlahan, taburi dengan almond iris, panggang selama kurang lebih 20-25 menit, keluarkan dari oven dan dinginkan, keluarkan dari loyang dan potong-potong.

resep brownies wortel

Nah semoga resep brownies wortel berempah ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..



Selamat mencoba....




Thursday, March 2, 2017

Nasi Ayam Lada Hitam



resep nasi ayam lada hitam

Kali ini saya bagikan resep makanan kesukaan saya, nasi ayam lada hitam. Sekarang itu pakai embel-embel nasi biar agak beda sedikit ya judulnya secara sudah banyak juga serba-serbi masakan lada hitam di blog ini.

Kalau bicara masakan ayam lada hitam ini, atau apapun makanan yang diberi bumbu tambahan lada hitam maka yang menyantapnya hanya saya saja. Bapaknya Sophie paling tidak suka dengan makanan berlada hitam ini. Jika ditawari makanan begini pasti tidak jawabnya. Hmmm saya rasa cukup aneh kenapa tidak suka ya padahal enak..ha ha ha... tapi namanya juga selera ya.. begitu juga dia kepada saya, ketika dia menyantap masakan gulai ikan salainya atau ikan asap maka saya akan mengatakan tidak untuk masakan satu itu. Saya paling tidak suka masakan berbahan dasar ikan asap, termasuk cakalang fufu.

Begitu saya cium aroma cakalang fufu tersebut, uppps saya langsung menjauhkan kepala dari si cakalang fufu. Aroma asapnya benar-benar kuat.. ya begitulah kan ya, namanya juga selera, selera boleh beda jadi hargai perbedaan.

Ok deh, walaupun kita tinggal di Batam, daerah yang sangat jauh dari tanah Minahasa yang terkenal dengan cakalang fufu tersebut, tapi ternyata di salah satu supermarket di Batam ini ada juga cakalang fufu ini. Sebenarnya dari dulu itu bapaknya Sophie ingin coba juga, tapi maju mundur karena harganya boleh dikatakan tidaklah murah, jadi kembali lagi ke ikan asap murah saja, yup apalagi kalau bukan ikan lele asap atau kalau di sini disebut ikan salai, ha ha ha... mungkin merasa bersalah untuk ikan harga semahal itu kok dia sendiri yang akan menikmati... secara saya menolak menyantap ikan begini.

Jadi kembali lagi bicara tentang ayam lada hitam ini, minggu lalu ketika menunggu Sophie mengikuti Porseni, maka saya dan bapaknya Sophie singgah di kafe yang salah satu menunya adalah ayam lada hitam ini. Tapi tentu saja, saya saja yang memesan ayam lada hitam ini, pesanan bapaknya Sophie kosong dan dia sedang tidak mau menu pengganti.

Menurut saya rasa ayam lada hitamnya terlalu manis, dan akhirnya malah saya berniat membuat menu begini sendiri di rumah. Nah kalau saya memesan menu ayam lada hitam di beberapa resto, saya perhatikan pasti ada tambahan telur mata sapinya, jadi saya buat juga nasi ayam lada hitam ini dengan tambahan telur mata sapinya he he he..

Okey deh, sebenarnya sangat mudah sih ya membuat masakan begini dan tentu saja cepat. Jadi sebenarnya ini bukanlah jenis makanan yang sulit untuk dibuat sendiri di rumah. 

Sippp ah.. berikut langsung ke resep ayam lada hitam yang saya buat ini ya... nah kalau nasinya tinggal tambahkan saja nasi putih ke piring saji, beri deh ayam lada hitamnya dan telur mata sapinya. Untuk nasi dan telurnya no resep ya... ha ha ha... oh iya resep ini untuk 2 porsi, sudah tahu kan kalau saya menikmati ayam lada hitam ini 2x.. nah rahasia ya.. 2x ini berarti makan satu kali terus nambah lagi atau makan satu kali dan waktu makan berikutnya makan lagi satu porsi ha ha ha..

Ayam Lada Hitam
untuk 2 porsi

Bahan :
  • 200 gr dada ayam tanpa tulang dan kulit, potong kotak
  • sedikit paprika hijau, merah dan kuning, potong-potong
  • 1 buah bawang bombay ukuran sedang, potong sesuai selera
  • 3 siung bawang putih, cincang
  • 2 sendok makan dark soy sauce (yang saya gunakan ini tidaklah terlalu asin)
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok teh saus tiram
  • 1/2 sendok teh minyak wijen
  • 1 1/2 sendok teh merica hitam butiran, ulek kasar (jumlahnya disesuaikan dengan selera)
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
catatan : dark soy sauce dan gula pasir di sini bisa diganti dengan kecap manis ditambah sedikit garam, jumlahnya sesuaikan dengan selera.
 
Cara membuat :
Tumis bawang putih sampai harum, masukkan bawang bombay dan tumis sebentar saja, tambahkan dada ayam, masak hingga berubah warna, masukkan dark soy sauce, saus tiram, minyak wijen dan gula pasir, aduk rata, tambahkan paprika dan lada hitam, aduk rata kembali dan masak hingga sedikit mengental, cicipi rasanya, angkat dan siap dihidangkan.


chicken blackpepper with rice

Nah semoga resep masakan yang cepat dan mudah disiapkan ini yaitu nasi ayam lada hitam ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...



Wednesday, March 1, 2017

Bakpao Ayam & Wortel dengan Tepung Pao



bakpao ayam wortel tepung pao

Jiahhh sudah bulan Maret aja neh, tidak berasa ya bulan kedua di tahun 2017 sudah kita lewati. Nah postingan saya yang pertama di bulan Maret ini adalah bakpao dengan tepung pao isi tumisan ayam dan wortel.  Hmm ini kali pertama saya membuat bakpao dengan tepung khusus bakpao ini. Penasaran juga saya dengan hasil bakpaonya. Selama ini kalau membuat bakpao selalu menggunakan campuran tepung terigu protein rendah dan sedang. Hasilnya sudah cocok dengan selera saya.

Tapi tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru kan ya.. nah kebetulan beberapa waktu yang lalu saya iseng melihat tepung pao ini di swalayan, biasanya saya tidak pernah tergerak hati untuk membelinya, tapi kala itu, langsung deh masukkan si kotak tepung bakpao ini ke kereta belanja. Oh iya, ternyata di dalam kotak tepung bakpao ini ada juga ragi instannya 2 bungkus, tapi saya belum coba pakai ragi instannya, belum berani karena baru pertama kali buat bakapo dengan tepung pao ini, lain kali saya coba.

tepung bakpao

Nah semakin penasaran deh mencobanya. Ok deh browsing dulu... dan saya ketemu dengan resep bakpao ini di blognya mba Luluk Williams - best mantau dan bakpao. Tapi kali ini saya mencoba resep bakpaonya saja dulu, mantaunya nanti deh. Terima kasih resepnya mba Luluk.

Hmmm di proses membuat bakpao ini adonan harus diuleni paling tidak selama 20 menit, duh... begitu kata saya dalam hati..ini yang berat kalau harus menguleni lama-lama, padahal kata mba Luluk neh makin lama diuleni makin lembut tekstur paonya. Tapi saya hanya menguleni selama 10 menit saja... ya ya..ya.. memang sih saya pangkas waktu menguleni menjadi hanya setengahnya..bagaimana hasilnya.. menurut saya tetap lembut dan empuk kok. 

bakpao dengan tepung pao

Dan permukaan bakpaonya kalau boleh saya katakan cukup mulus, tidak mengkerut. Dan saya suka dengan bakpao ini. Hmmmm saya coba beri Sophie makan satu buah... ealah tidak lama dia menghampiri lagi... masih ada roti putih tadi ibu? oh masih nak.. mau lagi.. mengangguk sambil tersenyum. 

Nah karena ketika membaca resep mba Luluk di proses menguleni paling tidak selama 20 menit tadi, maka saya mengambil keputusan, buat setengah resep saja. Padahal resep mba Luluk itu hanya menggunakan 300 gr tepung bakpao, tapi saya kurangi lagi menjadi setengahnya, hanya menggunakan 150 gr saja tepung bakpaonya, dan alhasil hanya menghasilkan 5 buah bakpao ukuran sedang. Ya lumayanlah  buat penghuni rumah yang hanya 3 orang ini he he he...

Okey deh,  langsung ke resep ya.. saya tuliskan resep yang saya buat ya.. silakan.. temukan resep bakpao lainnya yang menggunakan tepung terigu di sini... bakpao

Bakpao Ayam & Wortel dengan Tepung Pao

Bahan roti :
  • 1/2 sendok teh ragi instan
  • 90 ml susu cair hangat (atau bisa gunakan air hangat)
  • 150 gr tepung bakpao
  • 25 gr gula pasir
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh baking powder double action
  • 25 ml minyak goreng (atau bisa gunakan 25 gr mentega putih)
  • tepung untuk taburan (gunakan saja sedikit tepung bakpao)

Cara membuat :
Campur susu cair dan ragi instan, aduk dan biarkan hingga berbuih, di mangkuk ukuran cukup besar, masukkan tepung bakpao, gula pasir, garam dan baking powder, aduk asal tercampur dengan sendok. Tambahkan minyak goreng, aduk asal rata, masukkan campuran ragi dan air, uleni selama kurang lebih 20 menit hingga kalis dan lembut, semakin lama diuleni semakin bagus (saya hanya menguleni selama 10 menit). Tutup adonan dengan plastik wrap atau serbet, diamkan selama kurang lebih 30 - 40 menit atau sampai volumenya menjadi 2 kalinya.


Tumisan Ayam Wortel 

Bahan :
  • 100 gr dada ayam tanpa tulang dan kulit, potong kecil
  • 250 gr wortel, parut kasar
  • 1 buah bawang bombay ukuran kecil, potong dadu kecil
  • 3 siung bawang putih cincang
  • 2 sendok makan dark soy sauce *
  • 1 sendok makan gula pasir * ganti dengan kecap manis + 1/4 sendok teh garam
  • 1 sendok teh saus tiram
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bawang putih sampai harum, masukkan bawang bombay, tumis sampai transparan, masukkan potongan dada ayam, aduk hingga berubah warna, masukkan wortel parut, aduk rata, tambahkan kecap asin, gula pasir, saus tiram dan merica bubuk, aduk rata, masak hingga kering, cicipi rasanya, angkat dan biarkan dingin.


Penyelesaian :
Kempiskan adonan bakpao, bagi menjadi 5 bagian, bentuk bulat masing-masing, ambil satu bulatan, gilas dan isi dengan satu sendok makan penuh bahan isian, tutup dan bulatkan kembali, letakkan di kertas roti atau paper cup, lakukan sampai habis. Tutup bakpao dan biarkan mengembang kembali selama kurang lebih 30 menit. Panaskan kukusan hingga mendidih, kukus bakpao dengan api sedang-besar selama kurang lebih 8-10 menit atau sampai matang tergantung ukuran bakpao (alasi tutup kukusan dengan serbet bersih supaya air tidak menetes membasahi bakpao).


resep bakpao ayam wortel tepung pao

Nah semoga resep bakpao ayam dan wortel dengan menggunakan tepung pao ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...




Monday, February 27, 2017

Bau Peapi khas Mandar



bau peapi mandar

Hari ini tumben saya memasak cukup pagi, antar Sophie ke sekolah lalu cuss ke pasar dan mencari ikan tongkol untuk dimasak bau peapi khas Mandar ini. Tapi eh tapi keliling ke penjual ikan tidak ada seorang pun penjual yang menjual ikan tongkol. Ya begitulah terkadang kalau dicari malah tidak ada, dulu juga cari daun pisang untuk buat pepes, keliling pasar kosong, lalu ingin buat sambal cibiuk, cari kencur, duh kosong juga.

Nah daripada batal membuat bau peapi hari ini, jadi saya gunakan saja ikan laut yang ada dan saya cukup suka dengan rasanya, kalau disini disebut ikan sarden. Beda sedikit dengan ikan benggol, yang ini lebih besar ikannya. Lalu pulang, mempersiapkan semua bahan untuk memasak bau peapi ini, dan tanpa waktu lama, bau peapi sudah matang. Begitu saya cicipi kuahnya... duh.. masakan ini simple tapi enak pakai banget deh..

Tadinya saya tidak berniat makan, karena memang biasanya makan sekaligus siang, pagi-pagi mengudap buah dulu. Tapi eh tapi.. kok enak ya.. tidak tahan, ambil piring dan nasi dan menyendokkan si bau peapi ini ke piring,lanjut deh menyantapnya ha ha ha...

Oh iya bicara bau peapi ini, saya baru tahu ada makanan yang satu ini ya ketika sudah kenal dengan mba Ima, nah di blog mba Ima, ada resep bau peapi ini yang merupakan resep mendiang ibunda tercinta. Sederhana sekali bahan-bahannya, tapi menggunakan asam mangga atau kalau disana disebutnya kaloe/pamaissang dan bawang khas Mandar yang disebut lasuna Mandar, untuk info lebih jauh tentang kedua bahan ini silakan berkunjung ke dapur Ima ya di kaloe atau pamaissang dan lasuna Mandar.

Yang belum tahu Mandar siapa hayo? jadi sebenarnya Mandar itu adalah salah satu suku terbesar yang mendiami daerah Sulawesi Barat. Hmmm saya tidak begitu tahu tentang Sulawesi Barat ini, walaupun ada saudara saya yang tinggal di Mamuju. Jadi sebelum lihat peta saya bingung juga Sulawesi Barat itu di mana ya..dasar..

Nah lebih banyak tahu tentang kuliner Mandar ini ya dari postingan mba Ima, ya memang begitu kan ya.. seharusnya food blogger itu membagikan tentang kuliner yang khas dari daerahnya jadi pembaca bisa lebih tahu tentang daerah lain.

Jadi ceritanya, mba Ima ini berbaik hati mengirimkan lasuna Mandar dan asam mangga ini kepada saya, secara memang kedua bahan ini sama sekali tidak ada di Batam. Jadi kemarin saya terima paket yang datang dari jauh, dan tidak hanya asam mangga dan lasuna Mandar yang saya terima, ada juga gula aren dan batte anjoro atau kelapa sangrai yang diberi bumbu dan dihaluskan. Nah untuk lebih jelas mengenai batte anjoro ini silakan mampir ke postingan mba Ima yang ini loka sattai dan batte anjoro. Soalnya tidak sempat saya dokumentasikan pagi ini, sudah kami makan kemarin sore..he he he.. nah ini dia paket yang saya terima dari mba Ima, terima kasih mba Ima.

asam mangga lasuna mandar gula aren

Nah bagaimana kalau tidak ada kedua bahan khas ini, hmmm tetap bisa kok membuat bau peapi ini, lasuna Mandar ganti dengan bawang merah dan asam mangga bisa diganti dengan asam jawa atau asam lainnya. Mungkin rasanya sedikit berbeda tapi kurang lebih samalah ya...

Sippp deh, yang penasaran dengan masakan ikan berkuah begini, ini dia resepnya ya..jumlah cabai rawit saya tambahkan dan saya beri tambahan cabai rawit utuh juga,  resep asli bau peapi, silakan mampir ke blognya mba Ima, Dapur Ima - bau peapi Mandar.

Bau Peapi Mandar

Bahan :
  • 800 gr ikan sarden atau ikan tongkol
  • segenggam asam mangga
  • 5 butir bawang merah iris, atau lasuna Mandar, iris
  • 10 butir cabai rawit, haluskan (atau sesuaikan dengan selera jumlahnya)
  • 15 butir cabai rawit utuh (tambahan saya)
  • 1/2 sendok teh kunyit bubuk
  • 3 sendok makan minyak goreng (resep asli menggunakan minyak kelapa Mandar)
  • 1 sendok teh garam
  • 500 ml air

Cara membuat :
  1. Cuci asam mangga lalu rendam dengan air, biarkan kurang lebih selama 10 menit
  2. Campur minyak, bawang merah/lasuna, kunyit bubuk, sisihkan
  3. Bersihkan ikan, potong-potong, kemudian tiriskan asam mangga, air rendaman asam mangga ini dipakai untuk membilas ikan
  4. Remas-remas bawang merah/lasuna yang sudah dicampur bubuk kunyit dan minyak tersebut, remas-remas dengan ujung jari selama kurang lebih 20 detik
  5. Lumuri ikan dengan bumbu bawang, masukkan ikan ke dalam panci atau wajan, beri air dan cabai rawit halus dan cabai rawit utuh, serta asam mangga, masak hingga ikan matang dan air sedikit berkurang (karena saya suka berkuah, jadi saya masak hingga ikan matang saja, masih berkuah cukup banyak), cicipi rasanya, tambahkan garam jika perlu, angkat dan siap dihidangkan

resep bau peapi khas mandar

Nah semoga resep bau peapi khas Mandar ini bisa bermanfat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...




Friday, February 24, 2017

Bolkus Meises Lembut (Tapi Tidak Merekah) Tetap No Soda No Emulsifier



resep bolu kukus tanpa soda tanpa emulsifier

Jiahhh, judulnya panjang sekali ya..niat sekali membuat judul sebegitu panjang he he he... namanya judul ya, harusnya memang judul itu merepresentasikan isi kan ya...jadi begitulah kira-kira isi dari postingan saya kali ini he he he... bolu kukus meises lembut tapi tidak merekah tetap tanpa soda dan tanpa emulsifier.

Nah sebenarnya kalau saya mau ikuti saja resep yang pernah saya posting sebelumnya di sini di bolu kukus mekar tanpa soda dan emulsifier tentu hasilnya tidak begini. Nah ceritanya edisi pelit telur, kan di resep tersebut menggunakan 1 butir telur dan 4 kuning telur, aih iseng ah modif saja menjadi 3 butir telur utuh. Dan karena merubah telur, tentu saja ada perubahan di bahan lain, seperti susu cair dan jumlah tepung. 

Dan karena ini tanpa emulsifier, metode yang sering saya gunakan untuk membuat cake jenis sponge cake di mana telur dan gula dikocok hingga mengembang dan kental berjejak, maka mangkuk pengocok saya rendam dalam air panas. Nah yang ini walaupun tanpa emulsifier, hasil cake cukup mengembang.

Bolkus ini sih saya buat atas permintaan Sophie, biasalah ya kalau saya sedang lihat-lihat foto-foto makanan baik itu di facebook, google+, ataupun di berbagai blog, kebetulan Sophie lihat juga, terkadang bahkan sering dia minta dibuatkan sesuai dengan apa yang dia lihat. Kebetulan dua hari yang lalu melihat gambar bolu kukus ini, jadilah minta dibuatkan bolkus ini. Jadi begini katanya, nanti Ibu buatkan Pipi yang ini ya, Pipi mau bawa ke Top 100.. satu saja bawanya. Nah memang sih ada lomba di mall Top 100 yaitu Porseni TK sekecamatan. Jadi begitulah permintaannya.

Ketika mempersiapkan bahan sempat bingung juga, ikuti resep asli atau modifikasi ya... eng ing eng... tapi kalau ikuti resep asli rasanya gatal juga ingin mengubah resep ha ha ha.. dasar.. tapi setelah saya pikirkan lagi, modifikasi saja, lihat nanti hasilnya. Dan ternyata hasilnya tidaklah sesuai dengan yang saya inginkan. Tapi walaupun begitu bolu kukusnya tetap lembut dan yang penting Sophie suka... yeayyyy... bahkan bapaknya yang tidak suka bolu kukus saja habis 2 buah... ini saya bingung... lapar atau doyan.. he he he.

Ealah ini si bolkus tidak merekah mungkin ada beberapa faktor selain saya modifikasi bahannya, nah ketika sedang mengocok telur dan gula, saya harus berhenti sebentar karena ada pegawai dari PGN yang membawa surat perjanjian pelanggan gas. Nah apa ini juga ya faktornya... jadi saya harus keluar dulu dan membaca dulu sekitar 5 menit... nah loh.. entahlah..

Kalau bicara tekstur bolu kukus ini walaupun lembut tapi lebih padat ya daripada bolu kukus dengan soda ataupun emulsifier. Jadi menyantap bolu kukus ini cukup mengenyangkan. Nah selesai lomba senam yang diikutinya, Sophie dengan lahapnya menyantap bolu kukus ini. 

Suasana di tempat lombat cukup ramai dengan cuaca yang cukup panas, walaupun ketika kami berangkat dari rumah cuaca cukup sejuk.. begitu sampai di tempat lomba, duh panas kembali. Acaranya sih bukan di dalam mall, jadi di hall terbuka begitu. Jadi sudah deh keringat-keringat deh, mana harus menunggu cukup lama untuk tiba giliran TK-nya Sophie tampil. 

Sambil menunggu, kabur sebentar ke kafe yang ada free wifi, lumayanlah membunuh waktu, ealah tapi tidak bisa lama, ditelepon oleh gurunya Sophie, katanya Sophie mencari saya. Ya sudah deh... tidak bisa lama-lama internetan. Jadinya malah ngariung (ngumpul) dengan ibu-ibu lainnya dan juga guru Sophie.

Sebentar lagi mau tampil ealah ada insiden, Sophie karena semangatnya lari-lari terjatuh, alhasil menangis, lah harus segera didiamkan ini. Cukup lama juga dia menangis, tapi untunglah ketika saya katakan jangan menangis lagi ya, nanti ibu videokan Pipi ketika lomba senam ya, nanti videonya kita kirim ke tante Susan. Dan ternyata berhasil, akhirnya dia diam...dan tada lomba berjalan lancar.

Nah begitulah ceritanya sekita bolu kukus ini..halah... berikut langsung ke resep ya.. yang mau irit telur juga dan tidak masalah kalau tidak merekah si bolkusnya (atau mungkin malah beruntung bisa merekah) dan suka dengan bolkus yang lembut tapi sedikit padat, ini dia resepnya... silakan..

Bolu Kukus Meises

Bahan :
  • 3 butir telur berat dengan cangkang kurang lebih 70gr
  • 300 gr gula pasir butiran halus
  • 1/2 sendok teh vanili bubuk
  • 275 gr tepung terigu protein rendah
  • 50 gr tepung maizena 
  • 100 ml susu cair (kali ini saya gunakan susu cair coklat)
  • 3 sendok makan meises coklat
Cara membuat :
  1. Siapkan cetakan bolu kukus berlubang, isi dengan paper cup, sisihkan
  2. Campur tepung maizena dan tepung terigu, ayak dan sisihkan
  3. Panaskan kukusan dengan api kecil dulu
  4. Siapkan air panas, letakkan di mangkuk ukuran cukup besar sehingga mangkuk pengocok bisa diletakkan di dalamnya dan terendam kira-kira setengah bagian.
  5. Letakkan mangkuk pengocok di dalam mangkuk berisi air panas. Kocok dengan mixer kecepatan tinggi gula dan telur sampai kental berjejak kurang lebih selama 15 menit (tergantung mixer masing-masing)
  6. Masukkan bubuk vanili, kocok sebentar lagi
  7. Kurangi kecepatan mixer di kecepatan rendah, masukkan tepung dan susu cair secara bergantian dan bertahap masing-masing (tepung dulu, susu cair kemudian kocok lagi, masukkan lagi tepung dan susu cair, kocok lagi kemudian masukan semua tepung dan susu cair, kocok kembali hingga rata)
  8. Matikan mixer, tambahkan meises, aduk rata dengan spatula
  9. Sementara kita mengisi adonan ke cup, besarkan api kompor dan biarkan air di kukusan mendidih
  10. Isi setiap cup sampai cup penuh, lakukan untuk beberapa cup sesuai dengan kapasitas kukusan
  11. Kukus dengan api besar kurang lebih selama 20 menit
  12. Keluarkan dari kukusan dan dinginkan

Tips :
Kunci membuat bolu kukus bisa mekar adalah pastikan mengocok telur dan gula pasir sampai adonan benar-benar kental berjejak. Isi cup sampai benar-benar penuh. Gunakan api besar selama mengukus, perhatikan untuk tidak membuka tutup kukusan selama proses mengukus. Beri jarak yang cukup antara cup supaya masing-masing cup mendapat sebaran panas yang merata. Alasi tutup kukusan dengan serbet bersih untuk menghindari air menetes ke atas adonan bolkus. Nah supaya bagian bawah tidak bantat maka sebaiknya tidak mengisi kukusan dengan air sampai penuh sehingga golakan air bisa terkena bagian bawah bolu kukus. Isi sepertiga bagian saja.


bolkus meises lembut

Nah semoga resep bolu kukus meises lembut tanpa soda dan emulsifier ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba....



Wednesday, February 22, 2017

Homemade Saus Pasta & Pizza



homemade pasta pizza sauce

Setelah rajin membuat saus tomat homemade, maka mumpung masih mood dengan saus-sausan, saya lanjutkan saja membuat saus lainnya, dan ini dia.. homemade saus pasta dan pizza. Jadi saus ini bisa digunakan langsung neh sebagai olesan pizza atau sebagai saus pasta, ya seperti saus pasta botolan itu loh, dan rasanya sudah mirip.

Pada dasarnya saus pasta dan pizza ini ya saus tomat juga, hanya saya tambahkan oregano kering dan bawang bombay di bahannya. Nah prosesnya juga sama saja, jadi masih tetap proses yang mudah saja, begitu tomat dan duo bawang sudah dihaluskan tinggal direbus lagi, campur bahan lain dan masak hingga mengental, jadilah saus pasta dan pizza ini.

Biasalah ya, tester saya itu adalah Sophie, jadi begitu sudah jadi saus ini, saya beri dia untuk cicipi rasanya, dan katanya enak..malah minta sesendok lagi dimakan begitu saja. Lalu saya coba masakkan penne dengan saus ini, nah dia makan juga tapi protes karena saya campur keju. Eh sore harinya minta makan saus lagi... eh malah minta dicampur dengan nasi. Tapi ternyata dia tidak begitu suka campuran nasi dengan saus pasta pizza ini, jadi hanya dimakan beberapa sendok saja, hi hi hi mungkin rasanya tidaklah begitu pas.

Nah malam harinya, bapaknya katakan ingin makan pizza, yuk kita beli pizza, begitu katanya. Lalu saya katakan, di sini hanya ada pizza hut loh kalau mau beli.. dan tahu sendiri kan harganya yang semakin melambung. Hmmm tidak ada pizza lain ya..begitu katanya lagi. Iya. tidak ada begitu jawab saya. Aih..aih dulu masih ada Papa Ron's Pizza, tapi hanya sebentar saja keberadaannya.

Lalu saya katakan, ya sudah kalau begitu saya buat saja. Rasanya juga tidak kalah kan dengan rasa pizza hut.. ahai... sebegitu gayanya saya bicara begitu. Tapi memang rasanya lumayanlah ya.. untuk pizza homemade, rasanya sudah memuaskan dan harganya tentu sangat bersahabat dengan kantong. Hanya butuh sedikit waktu dan usaha dan tentu saja biaya bahan yang sangat murah dibandingkan dengan beli pizza jadi.. tentu saja. 

Nah enaknya membuat pizza sendiri adalah bahan topping bisa suka-suka. Nah untuk request pizza yang ini, maunya Sophie hanya topping ayam dan keju, tidak mau paprika lagi. Lalu saya katakan mau pizza diletakkan telur tidak di atasnya? kalau pizza itu bukan pakai telur ibu.. yang pakai telur itu roti begitu kata Sophie.Oalah ternyata Sophie jadi ingat dengan roti bundar tebal yang di atasnya ada telur dengan keju yang banyak yang beli di Hypermart.

Hmmm karena pada mau pizza, termasuk bapaknya dan saya juga tentunya, jadi saya buat 2 loyang. Cukup banyak dan ternyata sisa sampai besok paginya. Dan jadi rejeki abang yang antar gas he he he..

Nah bicara soal gas, sebenarnya di komplek saya tinggal ini sudah masuk gas dari PGN, sudah dites oleh orang PGN sampai ke kompornya. Begitu dites, lancar-lancar saja kompornya mau kompromi. Sipp.. jadi sudah tanda tangan kalau sudah ok gasnya. Begitu orang PGN pergi, saya tes sendiri, memang selama kurang dari 1 menit, api kompor mau menyala, setelah itu tidak bisa lagi. Lah karena saya mau memasak ya sudah minta bapaknya Sophie pasang lagi selang gas ke tabung gas saja. 

Akhirnya saya masih menggunakan tabung gas lagi, jadi sampai sekarang masih pakai gas LPG dulu, nanti baru mau telepon orang PGN. Hmmm semoga saja nanti bisa nih gas PGN-nya.

Sippp ah.. berikut resep homemade saus pasta dan pizza versi simple yang saya buat ya... silakan...

Saus Pasta & Pizza

Bahan :
  • 500 gr tomat
  • 5 siung bawang putih
  • 1 buah bawang bombay ukuran kecil, berat kurang lebih 60gr
  • 2 sendok makan gula pasir
  • 1 1/2 sendok teh oregano kering
  • 3/4 sendok teh garam
  • 1 buah jeruk nipis ukuran sedang atau 1/2 buah lemon
Cara membuat :
Cuci bersih tomat, kerat bagian ujung bawah tomat, buat keratan tanda silang (ini untuk memudahkan mengupas kulitnya setelah direbus), didihkan air, rebus tomat sampai kulitnya terlihat mengelupas, angkat dan masukkan ke dalam air es, biarkan beberapa saat hingga dingin, kupas kulitnya. Memarkan bawang putih (ini yang saya lakukan) atau haluskan supaya tidak berbutir. Cincang bawang bombay. Potong-potong tomat, masukkkan ke dalam chopper atau blender (kali ini saya gunakan blender, tanpa air ya), tambahkan juga bawang putih dan bawang bombay, haluskan sampai benar-benar halus atau tidak sampai halus, kembali kepada selera masing-masing. Masak tomat halus sampai mendidih, tambahkan oregano, garam dan gula pasir, aduk rata, masak hingga meletup-letup, tambahkan air jeruk nipis atau jus lemon, masak kembali hingga kental. Cicipi rasanya, tambahkan garam atau gula jika suka, angkat dan dinginkan. Masukkan ke wadah kedap udara, simpan di kulkas.


resep saus pasta pizza homemade

Nah semoga resep homemade saus pasta dan pizza ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...




Tuesday, February 21, 2017

Rujak Mie Palembang Wong Kito



rujak mie palembang

Apa sih salah satu item yang ada di kulkas orang Palembang? hi hi hi ada yang jawab cuko tidak? tepat, begitulah jawabannya. Jadi selagi bisa menyimpan cuko, maka menjadi sangat mudah untuk membuat makanan pendamping si cuko ini. Nah itulah yang saya lakukan, ketika beberapa waktu yang lalu membuat pempek ikan tuna, maka hari berikutnya saya membuat cuko lagi dengan jumlah yang lebih banyak. Hmmm cuko tersebut saya simpan di kulkas.

Jadi ceritanya kok ingin makan rujak mie ya, rujak mie yang simple saja, yang tanpa pempek. Walaupun memang saya itu seringnya makan rujak mie dengan pempek. Seperti yang pernah saya posting di sini di rujak mie khas Palembang.

Nah yang bukan orang Palembang tentu bingung kan dengan makanan satu ini. Memang makanan satu ini tidaklah terkenal seperti halnya pempek, tekwan atau model. Tapi rujak mie ini juga menjadi makanan selingan yang disukai orang Palembang. Rasanya segar, asam dan tentu saja pedas dan yang tidak ketinggalan mengenyangkan tentu saja.

Nah kalau membuat makanan begini, saya tidak yakin bapaknya Sophie akan suka, jadi supaya aman saya buat saja satu porsi untuk saya sendiri. Kebayang kan kalau membuat banyak, bisa keblenger saya menyantapnya sendirian, mau cari korban yang mau membantu saya, jadi menambah pekerjaan donk.. jadi buat saja sedikit, walaupun saya gatal rasanya ingin membuat banyak he he he...

Membuatnya tentu sangat mudah ya, yang agak lama mungkin membuat cukonya, itu kalau belum ada stok cuko di kulkas. Nah kalau ada stok cuko, tentu tidak butuh lama untuk membuat rujak mie ini, hanya perlu merebus mie telur, menyiapkan tauge dan timun serta menggoreng tahu. Setelah semuanya beres, tinggal disatukan di piring, sikat bikcek..

Aih jadi ingat dengan kata bikcek ini, dulu itu semasa sekolah, sesama kita teman perempuan suka sekali memanggil bikcek. Misalnya saja, ini cakmano bikcek? atau bikcek, jangan cak itu.. jadi sudah sangat lazim mendengar dan mengucapkan kata bikcek ini. Untuk ke teman laki-laki kita menyebutnya mangcek. Nah yang memperhatikan warung-warung pempek sering sekali memakai kata pempek cek liza misalnya, atau cek- cek lainnya nama perempuan. Nah cek ini sendiri saya bingung juga artinya apa he he he... tapi kalau bikcek itu artinya bibi atau tante, nah mangcek itu artinya paman.

Kalau bicara bahasa Palembang, pasti orang yang tidak terbiasa akan mengatakan bahasa Palembang itu kasar he he he, memang sih kasar, tapi bagi sesama orang Palembang ya biasa saja. Misalnya saja sebutan anda, di tempat lain secara umum akan mengatakan kamu, nah di Palembang dengan santainya menyebut kau. Ahai orang yang baru pertama kali dengar pasti sudah mabok mendengarnya, apalagi kalau sempat di kau-kau oleh orang Palembang.

Tapi orang Palembang itu cukup tahu diri kok, begitu sudah ketemu suku lain, akan mencoba tidak menggunakan kata kau itu, kecuali kelepasan he he he... Jadi jangan anggap orang Palembang itu kasar, semua orang disebut kau. Saya sendiri kakak beradik, sampai sekarang walaupun kami sudah terpisah jarak, saya di Batam, big bro saya di Bandung, little bro saya di Jambi, adik perempuan saya di Palembang, ketika berbicara sesama kami, kami tetap menggunakan bahasa Palembang dengan tentu saja tidak ketinggalan kata kau... dan itu hal biasa bagi kami, tidak ada yang menganggap kasar. 

Dulu itu saya ingat waktu SMU ya, ada teman satu kelas pindahan dari Jawa, nah hanya beberapa waktu saja dia berbicara bahasa Indonesia, dan ketika kami mendengar satu kata bahasa Palembang keluar dari mulutnya, kami semua bersorak, akhirnya..he he he... dan tidak berapa lama kemudian, dia sudah sangat lancar berbicara bahasa Palembang.

Dan ada suatu anggapan di sana itu, kalau kita berbicara sesama teman tanpa menggunakan bahasa Palembang kita akan dianggap sok. Hmmm ingat juga dulu ketika sudah mulai kuliah, lalu ada beberapa teman memang kuliahnya tidak di Palembang, termasuk saya. Nah ketika pulang liburan kuliah ketemu dengan teman SMU, karena masih baru ya.. jadi tentu saja bahasa Palembang saya masih kental, jadi saya tidak dikatakan sok oleh teman yang lain. Nah kebetulan ada juga teman yang pulang dan ketika berbicara sudah tidak bisa lagi bahasa Palembang, ha ha ha... tentu saja sebutan sok itu sudah melekat pada dirinya.

Tapi itu dulu ya... sekarang saya perhatikan malah sudah umum mencampur bahasa Palembang dan bahasa Indonesia dan tentu saja bahasa Jawa, sudah sangat lazim he he he... 

Okeh deh.. saya ngelantur lagi... berikut langsung ke resep ya.. silakan...

Rujak Mie

Bahan :
  • 75 gr mie telur, rebus sampai empuk, angkat, sisihkan
  • irisan timun secukupnya
  • 2-3 buah tahu goreng, potong-potong
  • segenggam tauge, cuci bersih dan tiriskan
  • cuko secukupnya sesuai selera
  • ebi sangrai halus jika suka (saya tidak pakai)

Cara membuat :
Tata mie telur di piring, beri tauge, timun dan potongan tahu, siram dengan cuko, siap disantap


Resep cuko tanpa ebi
Bahan :
  • 200 gr gula merah/gula aren  (saya gunakan gula batok)
  • 400 ml air
  • 8 siung bawang putih
  • 20 butir cabai rawit (sesuaikan dengan selera jumlahnya)
  • 3 sendok makan asam jawa
  • 1/2 sendok teh garam
Cara membuat :
Potong kecil gula merah, campur dengan air dan asam jawa, rebus hingga mendidih, saring. Masukkan kembali ke dalam panci, masukkan cabai rawit dan bawang putih yang sudah dihaluskan, masak hingga mendidih, tambahkan garam, aduk rata, cicipi rasanya. Angkat dan biarkan dingin, saring., siap digunakan. Masukkan ke dalam kulkas jika cuko akan diinapkan.


resep rujak mie palembang mudah

Nah semoga resep rujak mie khas Palembang wong kito galo ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...



Monday, February 20, 2017

Saus Tomat Homemade



homemade tomato sauce

Berkali-kali malas, akhirnya saya buat juga saus tomat homemade ini, hmmm akhirnya bisa juga buatkan pizza untuk Sophie. Wah senang sekali dia ketika tahu saya membuat saus tomat ini, berkali-kali bertanya tentang sausnya dan langsung saja menagih pizza.

Akhirnya sore harinya saya buatkan pizza ayam paprika untuknya, tapi sayangnya saya malas untuk mengabadikan pizzanya, secara sudah sore sekali, cahaya matahari sudah tidak banyak lagi, daripada mendapatkan gambar yang buram, ya sudahlah, kapan-kapan lagi saya buat dan saya foto.

Saya buat saus tomat ini tidaklah banyak, hanya menggunakan 300gr tomat, hmmm bukannya karena harga tomat mahal, malah murah, hanya 10 ribu perkilo. Tapi saya ini hanya coba-coba dulu, nah kalau suka baru deh buat lagi. Dan ternyata saya suka, rasanya sudah pas, mirip dengan saus tomat botolan rasanya, hanya tentu saja versi saya tidaklah terlalu halus, masih ada butiran bawang putih dan masih ada biji tomatnya he he he...

Nah tujuan saya membuat saus tomat ini sih sebenarnya memang untuk saus pizza, tapi saya tidak menambahkan oregano di sini, oregano saya campurkan ketika saya sudah mempersiapkan adonan pizzanya, jadi saus tomat homemade ini saya campurkan dengan oregano dan sedikit gula pasir, baru dioles di adonan pizza.

Ceritanya siang hari saya buat saus tomatnya, nah siang harinya Sophie minta segera dibuatkan pizza, tapi saya katakan nanti Pipi tidur dulu ya, jadi ini kan butuh mengembang dulu. Nah ibu buatnya waktu Pipi tidur ya, nanti Pipi bangun pizzanya tinggal dioven. Tadinya saya berniat membuat pizza empuk seperti resep tuna mayo pizza, yang menggunakan resep roti tanpa ulen. Tapi ternyata saya juga ketiduran, he he he. Akhirnya bangun-bangun ingat kalau belum buat rotinya. Hmmm sudah ada yang nagih nih.. pizzanya sudah ibu buat? sudah mengembang? begitu tanyanya.

Ya belum buat nak, ketiduran tadi, ya sudah buat dulu ya... akhirnya supaya cepat saya buat yang versi biasa saja bukan yang empuk, yang pizza praktis, hanya butuh 20 menit untuk proses proofing. Waduh karena tidak sabarnya, Sophie bertanya terus, sudah belum? lalu saya tunjukkan adonan di mangkuk yang sedang proses proofing, tunggu ya.. begitu kata saya... 

Dan tada... akhirnya.. semua bahan sudah saya persiapkan semua, jadi tinggal memberi topping, dan saya ajak Sophie menaburkan bahan topping. Aih senangnya dia.. dan tidak membutuhkan waktu lama, pizzanya matang.. langsung deh panas-panas dipotong, dan ternyata dia menghabiskan 1/2 loyang ukuran 22cm... waduh..memang sih 1 loyang itu saya bagi 6, nah biasanya dia mampunya hanya makan kurang dari 2, nah ini mampu 3 potong, hmmm karena sudah lama ingin makan pizza kali ya, jadi dipuas-puaskan makannya.

Lah.. jadi ngomongin pizza yang tidak ada gambarnya he he he...

Berikut resep saus tomat homemade yang saya buat ya, ini dia.. silakan..

Saus Tomat Homemade

Bahan :
  • 300 gr tomat
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sendok makan gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 buah jeruk nipis ukuran sedang

Cara membuat :
Cuci bersih tomat, kerat bagian ujung bawah tomat, buat keratan tanda silang (ini untuk memudahkan mengupas kulitnya setelah direbus), didihkan air, rebus tomat sampai kulitnya terlihat mengelupas, angkat dan masukkan ke dalam air es, biarkan beberapa saat hingga dingin, kupas kulitnya. Memarkan bawang putih (ini yang saya lakukan) atau haluskan supaya tidak berbutir. Potong-potong tomat, masukkkan ke dalam chopper atau blender, tambahkan juga bawang putih, haluskan sampai benar-benar halus atau tidak sampai halus, kembali kepada selera masing-masing. Masak tomat halus sampai mendidih, tambahkan garam dan gula pasir, aduk rata, masak hingga meletup-letup, tambahkan air jeruk nipis, masak kembali hingga kental. Cicipi rasanya, tambahkan garam atau gula jika suka, angkat dan dinginkan. Masukkan ke wadah kedap udara, simpan di kulkas.


resep saus tomat homemade

Nah semoga resep saus tomat homemade ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...