Monic's Simply Kitchen: kuliner jawa barat
Showing posts with label kuliner jawa barat. Show all posts
Showing posts with label kuliner jawa barat. Show all posts

Wednesday, February 28, 2018

Ulukutek Leunca Teri




Postingan pamungkas di bulan Februari ini, ulukutek leunca dan teri atau bisa dikatakan sambal tumis oncom dengan leunca dan teri. Nah ceritanya masih ada satu papan oncom lagi di kulkas, jadi pilihan jatuh ke resep ulukutek leunca ini saja.

Padahal leunca belum ada sih ketika menyetok oncom kala membuat combro beberapa hari yang lalu, akhirnya beli dulu leunca di swalayan. Walaupun termasuk jenis bahan yang jarang ada di pasar, malah di pasar dekat rumah belum pernah saya lihat ada leunca, tapi kalau mau membeli leunca saya sudah tahu di mana tempatnya, di beberapa swalayan besar di Batam ada.



Dulu saya pernah buat ulukutek leunca ini, kali ini buat lagi, bumbu beda tipis ya, dulu itu cabainya diiris, sekarang tidak pakai irisan bumbu lagi, semua dihaluskan, dan bumbunya plek sama dengan bumbu oncom isian combro. 


Beberapa hari yang lalu saya lihat mba Rina Audie di dapur manisnya posting sambal oncom teri jengki, ih kompakan kan posting oncom he he he... hmmm jadi terinspirasi ulukutek leunca ini ditambah teri juga, ih ternyata enak. Kriuk-kriuk teri dan leunca yang meletus di mulut kala menyantap ulukutek leunca ini menjadi sensasi tersediri, ahai...

Tapi ada yang kurang nih menurut saya, kurang pedas, secara cabai rawit merah yang saya gunakan adalah cabai rawit merah yang berbeda dengan biasanya, cabai rawit yang saya gunakan cabai rawit yang tampak pada gambar, cabai rawit hijau yang menjadi merah. Beda dengan cabai rawit merah atau cabai burung kalau di Palembang, atau kalau di Batam disebut cabai rawit setan. Cabai rawit yang biasa saya gunakan untuk membuat sambal bawang ataupun sambal korek. Kalau cabai satu ini benar deh pedas poll. Pernah buat ayam geprek dengan sambal koreknya itu, beuh pedas.. lalu sate petir pak Nano wanne be, mantap pedasnya. Saya yang penyuka pedas sampai kewalahan mengatasi rasa pedasnya.

Hmmm tapi kalau menurut saya kurang pedas, malah yang begini yang disukai bapaknya Sophie, dia suka protes kalau sambal atau masakan terlalu pedas. Jadi bisa dikatakan yang begini ini seleranya bapaknya Sophie. Nah biasanya kalau saya merasa makanan kurang pedas saya suka menambahkan irisan cabai rawit lagi, tapi saya pikir ah sudahlah, sekali-sekali ya makan tidak begitu pedas. Ada yang kurang tapi tetap bisa saya nikmati, halah...

Oh iya karena tidak begitu pedas, jadinya Sophie bisa makan juga nih ulukutek leunca, tapi dia tidak mau makan leuncanya, dia tidak suka katanya, ih belum juga coba sudah bilang tidak suka. Belakangan ini dia memang agak anti dengan yang hijau-hijau. Agak susah membujuknya makan sayuran hijau sekarang ini. Yang masih mau dimakannya dan permintaan dia sendiri hanya kacang panjang, yang lain dia tidak suka. Hmmm apalagi brokoli, sekarang sangat anti, padahal dulu kecil suka sekali dengan brokoli kukus atau rebus dimakan begitu saja. 

Okeh, kembali ke resep ulukutek leunca ini, hmmm dari namanya sudah tahu kan kalau makanan ini khasnya dari tanah Pasundan. Dan memang makanan ini khas sekali. Kalau di Batam nih adanya hanya di rumah makan khas Sunda tertentu, jadi termasuk makanan yang susah ditemukan. Jadi kalau mau makan ya harus buat sendiri, lebih banyak dan lebih puas pastinya.

Sippp, lanjut ke resep ya... silakan...

Ulukutek Leunca Teri

Bahan :
  • 1 papan oncom, berat kurang lebih 150 gr
  • 2 genggam kemangi
  • 100 gr leunca
  • 100 gr teri, goreng garing
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh saus tiram
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus : (saya haluskan dengan blender yang diberi sedikit air)
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 5 butir cabai rawit merah
  • 5 cm kencur

Cara membuat :
Panggang sebentar oncom dengan teflon, balik, angkat dan lumatkan dengan sendok atau tangan. Tumis bumbu halus sampai harum dan tidak langu, masukkan leunca, aduk sebentar, masukkan oncom, aduk rata, tambahkan garam dan saus tiram, aduk rata kembali. Masak sebentar kemudian tambahkan kemangi, aduk hingga kemangi terlihat layu, cicipi rasanya. Sesaat sebelum diangkat masukkan teri goreng, aduk rata, matikan api dan siap disajikan.



Nah mudah sekali kan membuat ulukutek leunca teri ini, semoga bermanfaat ya resep ini, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...



Friday, February 23, 2018

Resep Combro



resep combro

Selamat pagi semua...ih tumben sekali saya rajin pagi-pagi sudah ngeblog. Nah pagi ini saya mau posting resep combro dulu ya. Hari gini siapa yang belum tahu combro? sepertinya walaupun belum pernah makan tapi paling tidak tahu kan apa itu combro? combro sendiri artinya oncom di jero atau oncom di dalam. Makanan dari tanah Sunda ini memang cukup terkenal ya, menjadi salah satu jenis gorengan yang biasa dijual di penjual gorengan.

Dulu sebelum saya ke Bandung, saya sama sekali tidak tahu kalau ada varian gorengan si combro ini, ketika makan saya langsung suka. Jadi setiap beli gorengan, combro menjadi salah satu jenis yang tidak lupa saya beli.

Nah di Batam sendiri jarang sekali menemukan combro, ah bisa dihitung jari berapa kali saya makan combro di sini. Jadi pernah satu kesempatan saya ke Bandung, nah makanan target saya salah satunya adalah combro ini. Puas pokoknya makan combro ini.

Hmmmm walaupun terkadang ingin makan combro tapi belum ada keinginan membuat combro sendiri, baru kemarin deh kesampaian membuat combro sendiri. Sebenarnya bahan-bahannya mudah sih, tapi memang yang menjadi bintang utamanya ya si oncom ini sendiri. Walaupun tidak banyak yang menjual oncom di sini tapi kalau mau beli ya ada saja yang jual. Hanya satu dua penjual di pasar yang menjual oncom, lalu hanya satu dua juga swalayan yang menjual oncom ini.

Nah ketika saya iseng membeli oncom di swalayan, kepikiran mau dibuat combro saya, singkongnya juga akhirnya saya beli. Yang membuat saya agak kerepotan adalah ketika menghaluskan singkong, saya tidak punya parutan halus. Nah biasanya saya menghaluskan singkong dengan blender, berhubung blender sudah tua, tidak mampu lagi menghaluskan potongan singkong, jadi harus dengan chopper dulu, baru kemudian diblender dan tentunya dengan air, yang akhirnya membuat saya harus cukup lama memeras si singkong halus ini.

Bagi yang punya parutan singkong tentu lebih gampang ya, nah parutan singkong itu paling pas menurut saya ya parutan kelapa yang dari besi itu loh yang matanya kecil tapi tajam. Di Palembang sudah sangat umum dijual parutan begini. Dari dulu ibu saya pakainya parutan ini, baik untuk memarut kelapa ataupun singkong. Di jaman yang sudah tidak praktis lagi memarut kelapa sendiri, sudah banyak yang menjual kelapa parut di pasar dan juga malah santan segar bahkan sudah banyak santan instan kemasan, tapi terkadang ibu saya itu masih suka saja memarut kelapa sendiri, sayang katanya kelapanya. Karena memang ibu saya sering diberi kelapa oleh tetangga belakang rumah.

Kembali ke combro yang saya buat kali ini, saya hanya membuatnya dari 600gr singkong yang sudah dikupas. Hasil akhirnya 13 buah combro ukuran cukup besar, hmmm cukup puas, dan ternyata tidak butuh waktu lama buat saya untuk menghabiskan 4 buah combro, waduh..

Sampai malam hari masih tersisa combronya dan saya juga yang menghabiskan, dan ternyata walaupun sudah beberapa lama, combronya tetap lembut, tidak mengeras kulitnya, walaupun di sini saya tidak menggunakan campuran kentang di kulitnya.

Tumisan oncomnya sudah saya buat pedas, jadi sebenarnya tidak butuh cabai rawit lagi sih kalau mau menikmatinya. Nah kalau mengenai pedas tidaknya isian combro ini, kembali kepada selera ya.. Di sini saya menggunakan cabai merah dan cabai rawit merah di mana cabai rawit merahnya besar-besar, menakutkan melihatnya ha ha ha... Dan ternyata Sophie suka dengan combro hanya terhalang rasa pedasnya, dia katakan kalau dia tidak kuat dengan pedasnya, he he he... saya kira dia tidak akan suka jadi saya buat saja pedas. Lain kali kalau buat pedasnya agak dikurangi sedikit.

resep combro pedas

Okey deh, sekarang lanjut ke resep ya, silakan... oh iya mau melihat olahan oncom yang lain, silakan lihat nasi tutug oncom, ulukutek leunca. Yang ini tak kalah sedapnya....


Combro

Bahan :
  • 600 gr singkong yang sudah dikupas dan dibersihkan
  • 1 batang daun bawang, iris
  • 60 gr kelapa setengah tua parut
  • 1 sendok teh garam

Bahan isian oncom :
  • 1 papan oncom berat kurang lebih 150 gr
  • 3 genggam daun kemangi
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus isian oncom : (saya haluskan dengan blender dengan sedikit air)
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 5 butir cabai rawit merah
  • 5 cm kencur

Cara membuat :
Tumisan : 
Panggang sebentar oncom dengan menggunakan pan teflon, balik, angkat, lumatkan dengan sendok atau tangan. Tumis bumbu halus sampai harum, Masukkan oncom, aduk rata, tambahkan daun kemangi, garam dan saus tiram, aduk rata dan masak hingga daun kemangi layu (jika dirasa telalu kering bisa diberi air sedikit), cicipi rasanya. Angkat dan sisihkan.


Combro :
Parut singkong, peras, tapi jangan sampai terlalu kering memerasnya. Atau blender singkong dengan air, peras. Di mangkuk campur singkong parut, garam, daun bawang dan kelapa parut, aduk rata. Ambil sedikit adonan singkong, pipihkan, isi dengan tumisan oncom, tutup dengan adonan singkong, bentuk bulat lonjong atau pipih sesuai selera. Lakukan sampai habis. 
Panaskan minyak bersih yang cukup banyak, goreng combro dengan api kecil-sedang sampai kecoklatan. Angkat dan tiriskan, siap dinikmati kala hangat.


Catatan :
Jika sisa tumisan oncom bisa dinikmati dengan nasi hangat, lazizzzz....


resep combro mudah

Nah semoga resep combro ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya... 


Selamat mencoba....




Monday, October 2, 2017

Batagor Bandung Ikan Dori



resep batagor bandun ikan dori

Sudah masuk bulan Oktober, yeayyy.. welcome October. Nah sudah belakangan di Batam itu musim hujan, hampir tiap hari hujan. Beberapa hari yang lalu tetiba rasanya dengan suara kentungan khas penjual siomay dan batagor. Hmmm beberapa kali lihat ada penjual siomay batagor yang lewat depan rumah.

Tapi ternyata ketika saya ingin makan batagor, ealah telinga saya tertipu, sudah buru-buru keluar rumah, celingukan cari penjual siomay batagor, ternyata eh ternyata tidak ada. Masuk lagi saya ke dalam rumah. Beberapa saat kemudian dengan lagi bunyi kentungan, keluar lagi, tapi ternyata bukanlah penjual siomay, tetapi penjual bakso. Ya sudah deh, batal makan batagor, mau mencarinya sendiri ke tempat mangkal penjual batagor ini rasanya malas sekali.

Okeh deh, beberapa hari berikutnya saya mantapkan diri membuat batagor sendiri, lihat isi kulkas, hmm ada ikan dori, wokehlah pakai ikan dori dicampur daging ayam saja. Beli tahu dulu di pasar dan akhirnya tada dengan proses yang cukup panjang jadilah batagor yang saya buat kali ini.

Untuk satu resep di bawah ini jadinya banyak sekali, jadi di sini saya hanya menggunakan 20 buah tahu putih dan ternyata berlebih hampir setengah adonan, jadi sisanya saya goreng saja. Nah kalau tidak mau banyak gunakan saja setengah resep. Untuk kuah kacangnya sendiri juga cukup banyak, berlebih, bisa digunakan untuk membuat cilok atau sate ayam atau juga enak buat cocolan gorengan, seperti halnya bapaknya Sophie, beberapa hari yang lalu beli gorengan, cocolannya ya kuah kacang ini. Kalau saya tetap ya makan gorengan pakai cabai rawit, tidak afdol rasanya makan gorengan kalau tidak pakai cabai rawit.

Sudah lama tidak beli gorengan, kebetulan ketika pulang dari RS mengantar bapaknya Sophie rongent tulang punggung dan lutut kami mampir ke penjual gorengan yang dari dulu tetap eksis. Gorengan di sini mantap, baik dari segi ukuran dan rasa, hmmmm wajar kalau harganya sedikit lebih tinggi dari harga gorengan kebanyakan. Setiap ke sana pasti kami selalu berkomentar, usaha gorengan yang ini tidak pernah mati, selalu banyak pembeli.

Oh iya untuk kuah kacang batagor ini saya menggunakan gula batok dari Palembang, jadi gulanya lebih gelap, alhasil warna kuah kacangnya juga lebih gelap.

Okeh deh, berikut resep batagor ikan dori yang saya buat ya.. resep kurang lebih sama dengan resep batagor bandung yang pernah saya posting sebelumnya.

Batagor Bandung Ikan Dori
untuk kurang lebih 30-40 buah
 
Bahan :
  • 250 gr fillet ikan dori
  • 150 gr daging ayam
  • 150 gr labu siam, 1 buah labu siam ukuran sedang
  • 65 ml santan instan
  • 300 gr tepung tapioka/kanji atau sagu tani
  • 1 butir telur, kocok lepas
  • 1 batang daun bawang, iris halus atau haluskan dengan food processor atau chopper
  • 2 sendok teh garam
  • 1 sendok makan gula pasir
  • 30 - 40 buah tahu putih ukuran 4cm
Bumbu halus :
  • 7 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1 sendok teh merica butiran

Bahan pencelup :
  • 60 gr tepung terigu serbaguna
  • 120 ml air
  • 1 butir telur

Bahan dan bumbu saus kacang :
  • 250 gr kacang tanah, tanpa atau dengan kulit, goreng hingga matang
  • 5 siung bawang putih, goreng hingga kecoklatan
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 5 butir cabai rawit  
  • 3 sendok gula merah sisir
  • 2 sendok makan air asam jawa
  • 2 sendok teh garam
  • 400 - 500 ml air matang, tergantung selera kekentalan saus

Pelengkap :
  • jeruk limau atau jeruk nipis
  • saus sambal
  • kecap manis

Cara membuat siomay:
  1. Kupas labu siam, bagi 4 atau 6 memanjang, kukus hingga lunak, dinginkan. Haluskan dengan chopper/food processor atau parut halus, sisihkan
  2. Haluskan juga daun bawang dengan chopper atau cincang halus, satukan dengan labu siam
  3. Haluskan daging ayam dan daging ikan dengan food processor atau chopper (saya gunakan chopper), atau gunakan saja daging ayam dan ikan cincang. Campur jadi satu di mangkuk ukuran cukup besar
  4. Tuangkan santan ke dalam campuran ikan dan ayam, aduk rata
  5. Masukkan labu siam dan daun bawang ke mangkuk campuran daging ayam dan ikan, tambahkan telur, bumbu halus serta garam dan gula, aduk rata
  6. Tambahkan tepung tapioka, aduk cukup dengan sendok, saya gunakan sendok kayu, sesuaikan jumlah tepung yang digunakan, jika dirasa masih belum padat, bisa tambahkan sedikit tepung. Adonan cukup lembut tetapi bisa dibentuk dengan 2 buah sendok seperti halnya kita membuat bakso
  7. Cicipi adonan, ambil sedikit adonan, goreng atau rebus. Tambahkan apa yang dirasa perlu
  8. Siapkan kukusan, olesi saringan dengan minyak, panaskan kukusan sampai air mendidih
  9. Belah dua tahu tidak putus, isi adonan secukupnya, masukkan ke dalam kukusan, lakukan sampai semua tahu terisi dengan adonan
    adonan batagor
  10. Kukus sampai matang dengan api sedang selama kurang lebih 20-30 menit
  11. Keluarkan baso tahu, dinginkan sejenak
  12. Siapkan adonan pencelup, campur dan aduk rata semua bahan
  13. Ambil baso tahu, celupkan ke dalam adonan tepung, goreng hingga kecoklatan
  14. Angkat dan tiriskan
  15. Potong-potong batagor, letakkan di piring, siram dengan saus kacang, beri kecap dan saus sambal, kucuri dengan air jeruk limau

Cara membuat saus kacang :
  1. Masukkan kacang goreng, bawang putih goreng dan cabai ke dalam blender, beri air dan proses hingga halus, sesuaikan dengan kekentalan yang diinginkan, tambahkan air jika perlu
  2. Tuangkan ke dalam panci, tambahkan garam, gula merah dan air asam jawa, masak hingga mendidih dan matang, cicipi rasanya
  3. Angkat dan siap dihidangkan bersama batagor dan bahan pelengkap

batagor ikan dori ayam

Nah senoga resep batagor bandung ikan dori ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba....




Thursday, November 24, 2016

Seblak Spaghetti



resep seblak spaghetti

Nyeblak lagi dulu ya... dan sampai saat ini favorit saya untuk dibuat seblak itu masih menggunakan bahan pasta dan mie. Karena kalau menggunakan kerupuk malah saya kurang suka. Jadilah selama ini olahan seblak saya kalau tidak macaroni atau fusilli tergantung jenis pasta yang ada di dapur, jadi kali ini adalah seblak spaghetti.

Dan kali ini saya buat seblaknya agak basah, sedikit berkuah.... hmmm kalau dibandingkan dengan yang versi gorengnya saya lebih suka yang goreng saja yang tanpa kuah. Tapi itu sih kembali lagi kepada selera ya.

Nah di cuaca yang mendung berawan dan dingin memang pas kan menikmati makanan pedas begini, segar kan ya, apalagi neh aroma kencurnya dan rasa pedas dari cabai rawitnya berpadu sempurna..halah...jadi hangat di mulut hangat di perut.

Eits tapi menurut saya lidah dan perut saya tidak begitu kompromi lagi dengan pedas, jadi untuk takaran cabai rawit yang 10 butir ini kok rasanya pedas sekali ya... kalau dulu..hmmm 10 butir cabai rawit malah tidak berasa.

Jadi sekarang malah untuk masakan yang terlalu pedas saya rasa kok tidak begitu enak lagi. Seperti halnya ketika beberapa hari yang lalu beli mie goreng jawa di tempat langganan. Biasanya saya pesan begini mas, mie goreng ya pedas kali. Nah si masnya sudah tahu pedas kali ini takarannya berapa, selain menggunakan bumbu bercabai, ditambah lagi irisan cabai rawit. Tapi ealah kok saya malah kepedasan ya he he he... jadinya malah hanya terasa cabainya.

Hmmm sudah bertambah usia kali ya jadi tidaklah sesangar dulu ha ha ha... jadi cabai rawit merah di foto itu hanya penghias ya, tidak saya makan lagi, mana tahan...

Sippp deh, lanjut ke resep seblak spaghetti ini ya, resepnya sama dengan seblak macaroni, hanya sedikit modifikasi... jadi ini dia resepnya ya...silakan..

Seblak Spaghetti
untuk 2 porsi

Bahan :
  • 50 gr spaghetti, masak sampai aldente
  • 3 buah sosis, iris serong
  • 5 butir bakso sapi, belah 2
  • 1 butir telur
  • 2 batang sawi hijau, potong-potong
  • 1 batang daun bawang, iris
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok teh saus tiram
  • 200 ml air
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 10 butir cabai rawit merah
  • 3 cm kencur
Cara membuat :
Tumis bumbu halus sampai harum dan tidak langu, masukkan telur, orak-arik hingga matang, tambahkan sosis dan bakso, aduk rata dan masak sebentar, tambahkan sawi hijau dan daun bawang, masak hingga mulai layu. Masukkan spaghetti , beri garam dan saus tiram, tambahkan air, aduk rata kembali, masak hingga kuah mendidih, cicipi rasanya, angkat dan siap dihidangkan.


resep seblak spaghetti pedas

Nah semoga resep seblak spaghetti ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...




Friday, October 28, 2016

Nasi Tutug Oncom



nasi tutug oncom sambal teri leunca

Postingan draft lagi dulu ya, masih belum mood masak, jadi neh saya memutuskan resep nasi tutug oncom dulu yang saya keluarkan dari peraduannya. Jadi resep ini sudah lama aaaaaaaaaaaaaaa sekali saya buat. Resep ini di urutan bawah draft, jadi tahu donk kalau di bawah tandanya postingan lama he he he...

Bicara nasi tutug oncom, saya dulu sudah pernah membuatnya dan saya suka dengan rasanya, boleh lihat di link nasi tutug oncom ini, hanya karena tidak mudah mendapatkan oncom di sini, ada yang jual tapi jarang jadinya saya jarang juga buat si nasi tutug oncom ini. Dan sampai saat ini saya belum keturutan juga buat combro. Kadang lihat ada oncomnya, eh sedang tidak mood buat combronya, nah pas mood, oncomnya tidak ada. Kalau di negeri asalnya di Jawa Barat sana, tentu sangat mudah sekali kan mendapatkan oncom.

Nah nasi tutug oncom ini, biar kata sederhana, tapi alamak enaknya, apalagi kalau disantap hangat. Eits tapi bagi yang suka oncom tentu saja, yang tidak suka, beda perkara. Di postingan ini, nasi tutug oncom disandingkan dengan sambal teri dan leunca, resepnya pernah saya share di link ini sambal teri leunca. Jadi pas buat sambal ini, buat nasi tutug oncom ini. Nah tambahannya lagi ada tahu goreng krispi.

Kalau di Batam, oncom yang beredar adalah oncom berwarna orange, oncom ini dari ampas tahu jadi teksturnya mirip seperti tempe gembus. Nah saya beli ini di pasar dekat rumah, harganya murah, 1 kotak seharga 5 ribu rupiah. Ternyata walaupun jauh dari Jawa Barat, tetap bisa menikmati oncom dengan harga murah.

gambar oncom ampas tahu

Okey deh, tanpa lama-lama lagi, sekarang saya tuliskan resep nasi tutug oncomnya lagi ya, secara saya gunakan resep yang sama dengan resep nasi tutug oncom sebelumnya, ini dia..silakan..

Nasi Tutug Oncom

Bahan :
  • 2 piring nasi hangat
  • 2 sendok makan bawang goreng
  • 100 gr oncom (kurang lebih), bisa ditambahkan lagi jika suka, ditumbuk, atau remas-remas dengan tangan
  • 2 genggam daun kemangi
  • 1 batang daun bawang, iris tipis

 Bumbu halus :
  • 6 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 4 cm kencur
  • 5 buah cabai merah
  • 10 buah cabai rawit
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Goreng sebentar bawang merah, bawang putih, kencur dan cabai. Kemudian haluskan dengan blender. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan oncom, aduk sebentar hingga rata. Tambahkan kemangi dan daun bawang, aduk rata. Tambahkan garam dan masak sampai matang, cicipi rasanya, angkat. Di mangkuk ukuran cukup besar, campur nasi hangat, tumisan oncom dan bawang goreng. Aduk rata, sajikan dengan pelengkap. Pelengkap bisa ayam, tahu dan tempe goreng, atau ikan asin, lalapan, sambal.


nasi tutug oncom

Nah semoga resep nasi tutug oncom yang saya buat kali ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera...


Selamat mencoba...



Friday, October 7, 2016

Seblak Macaroni



resep seblak macaroni

Wuihhh sudah lama sekali saya tidak buat seblak, nah kali ini ingin rasanya menyantap makanan satu ini. Unik memang kalau bicara seblak, rasanya yang pedas dan aroma kencurnya yang kuat menjadikan makanan satu ini cukup banyak pecintanya, termasuk saya he he he... 

Seblak itu sebenarnya bahan utamanya adalah kerupuk ya, hanya saya rasanya saya tidak begitu mood untuk menyantap lagi seblak dengan kerupuk, saya lebih suka bumbu seblak ini dipadukan dengan pasta. Nah kali ini saya buat seblak macaroni, secara ada stok macaroni di dapur. Menggunakan jenis pasta apa saja sih bisa, enak-enak saja, bahkan dengan paduan bihun ataupun soun pun enak, seperti yang pernah saya buat soun goreng sayuran bumbu seblak.

Hayooo siapa yang belum pernah makan yang namanya seblak? tahu seblak saja tidak? hmm saya tuliskan lagi ya, nah seblak itu asalnya dari Bandung, sudah lama cukup populer dan akhirnya tentu di jaman mudahnya internet sekarang, seblak sudah bisa dinikmati oleh siapa saja, secara resepnya sudah bertaburan di dunia maya, jadi siapa saja yang berminat sudah bisa membuat sendiri makanan satu ini.

Seblak itu adalah kerupuk yang dimasak dengan bumbu pedas berasa kencur yang dicampur dengan protein apa saja, sebut saja ayam, telur, sosis, bakso dan suka-suka siapa saja yang memasaknya mau dicampur apa. Selama pedas dan dibumbui dengan duo bawang dan  kencur saya rasa sah-sah saja disebut seblak.

Karena ini saya buatnya sangat pedas, walaupun setelah saya coba, pedasnya tidak keterlaluan, yang sampai membuat saya mengeluarkan air mata tiada henti, atau sampai hidung berair, lalu terpaksa berhenti sebentar makan dan sibuk minum buat menghilangkan pedas atau mencari makanan manis supaya pedasnya hilang. Nah yang ini masih standar, saya hanya menggunakan 10 butir cabai rawit merah. Tapi yang ini bukan cabai rawit merah setan ya, ini cabai rawit Thai yang besar-besar dan padat.

Belakangan ini standar pedas saya sebenarnya sudah berkurang ya, maksudnya sedikit cabai sudah bisa membuat saya kepedasan dan berakibat di perut. Jadilah mungkin standar cabai 10 butir ini sudah cukup pedas, nah kalau dulu, 10 butir ya belum pedas sama sekali.

Dulu pernah saya beli ketoprak di Batam ketika masih baru-baru tinggal di Batam. Penjualnya ya termasuk langganan juga sih, masnya ini asli Cirebon. Nah kalau beli saya selalu pesan pedas. Di awal si mas ini belum tahu standar saya, jadi dia pikir sudah pedas, berikutnya saya katakan kalau yang sebelumnya itu tidak pedas. Okeh mba... begitu katanya, ini saya tambahkan cabai rawitnya ya... sambil dihitungnya, saya ingat sekali dia hitung sampai 21 butir, halah...  ternyata sudah cukup pedas. Berikutnya lagi di lain kesempatan saya beli lagi, nah saya konfirmasi kalau 21 butir itu sudah pas.. he he he... untung harga cabai rawit waktu itu belum sempat menggila...

Oh iya, sebelum lupa, kemarin saya ada posting website yang mencuri konten blog saya bisa lihat di pempek kulit krispi dan pencuri konten blog saya, tidak hanya satu konten, banyak, tidak sedikit kalimat atau hanya resep atau gambar, tetapi plek persis, apa yang saya tulis di blog saya, itu yang muncul di website tersebut. Saya sudah tinggalkan pesan di kolom komentar di mana hanya itu cara saya menghubungi pemilik web. Tetapi tidak digubris, malah dengan seenaknya konten saya yang terbaru ditampilkan juga di sana.

Akhirnya saya membuat pengaduan ke Google DMCA, ah lega.. ternyata pengaduan saya disetujui, dan ketika saya cek website tersebut, konten saya sudah tidak bercokol lagi di sana. Nah ini yang saya suka dengan tim Google DMCA, aih mungkin karena banyak ya konten saya yang dicuri, jadi cepat tindakan tim Google DMCA ini.


Ya terkadang jika kita sudah memasang banner DMCA protected, tapi tetap saja ya, namanya pencuri nekat. Selalu ada cara untuk mencuri konten orang lain. Namanya juga pencuri ya... semakin berpengalaman, ada saja caranya dan semakin nekat.

Okey deh, sekarang kembali lagi kepada resep seblak macaroni ini ya, siapa tahu tetap bisa bermanfaat ya... ini dia resepnya...

Seblak Macaroni

Bahan :
  • 50 gr macaroni, masak sampai aldente
  • 3 buah sosis, iris serong
  • 1 butir telur
  • 2 batang sawi hijau, potong-potong
  • 1 batang daun bawang, iris
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok teh saus tiram
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 10 butir cabai rawit merah
  • 3 cm kencur

Cara membuat :
Tumis bumbu halus sampai harum dan tidak langu, masukkan telur, orak-arik hingga matang, tambahkan sosis, aduk rata dan masak sebentar, tambahkan sawi hijau dan daun bawang, masak hingga mulai layu. Masukkan macaroni, beri garam dan saus tiram, aduk rata kembali, cicipi rasanya, angkat dan siap dihidangkan.


cara membuat seblak

Nah mudah sekali kan membuat seblak macaroni ini, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya....


Selamat mencoba...