Monic's Simply Kitchen

Saturday, January 23, 2016

Tahu Teriyaki Super Duper Mudah



resep tahu teriyaki saori praktis

Resep yang saya posting ini memang sangat praktis dan mudah dibuat, makanya judulnya agak-agak bagaimana ya...tapi serius, tahu teriyaki ini super duper mudah dibuat, dan bahannya juga tidak banyak, dengan proses yang sangat cepat, tada, this is it.. 

Hanya dengan tahu goreng, bawang bombay dan bawang putih, dan yang masternya adalah saus teriyaki yang kali ini saya pakai merk saori, merk yang sangat mudah ditemukan di pasaran. Jadi yang mau mencoba masak praktis begini memang resep ini bisa jadi pilihan.

Uppsss, kalau masalah teknik memasak, tentu masakan ini menurut saya tekniknya sangat rendah, jadi hanya alasan kepraktisan saja ya, secara sampai hari ini terus terang saya kalau masak sih kalau bisa yang praktis-praktis saja deh, belum bisa masak dengan menggunakan teknik memasak yang tinggi, jadi levelnya masih pemula.

Ceritanya kalau lihat kompetisi memasak di TV, sebut saja masterchef begitu ya, baik itu masterchef US, Australia, Asia dan New Zealand, hmmm lihat kepiawaian dan teknik peserta yang bisa mengolah bahan dengan sangat menakjubkan, kemudian yang buat saya salut adalah plating mereka, duh pokoknya salut deh...benar-benar kelas chef...

Okey deh balik lagi ke resep ini ya, jadi ceritanya resep tahu teriyaki ini dibuang sayang, nah siapa tahu ya, ada juga yang butuh, siapa tahu ada yang baru saja menjajal dapur neh, mungkin buat yang baru menikah kali, adakah??? ngacung donk... yang mencoba keahlian memasak di dapur, tentu tidak langsung masak yang susah-susah kan.

Sippp deh semoga resep ini bisa membantu, ya paling tidak bisa membantu juga buat anak gadis yang mau kasih kejutan kepada orang tuanya, ya kan... oalah anak gadisku bisa masak neh...walaupun cuma tahu teriyaki...

Berikut resepnya ya....yuk mari merapat...

Tahu Teriyaki (Saori Teriyaki)

Bahan :
  • 2 buah tahu putih ukuran 8cmx8cm, potong 9 masing-masing, goreng hingga garing
  • 1 buah bawang bombay ukuran besar, belah 2 lalu iris sebesar kurang lebih 1/2 cm
  • 5 siung bawang putih cincang
  • 2 sendok makan saus saori teriyaki
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • 1 sendok teh wijen sangrai untuk taburan

Cara membuat :
  1. Tumis bawang putih sampai kuning keemasan, masukkan bawang bombay dan tumis hingga mulai transparan
  2. Masukkan tahu goreng, aduk rata lalu tambahkan saus saori teriyaki, aduk rata dan masak sebentar saja sampai saus meresap ke tahu
  3. Angkat dan sajikan di wadah saji, taburi dengan wijen sangrai

Mau yang sedikit lebih banyak bahannya? menggunakan jamur dan kapri juga, bisa klik link resep tahu jamur teriyaki ya, yang ini lebih bervariasi bahan dan rasanya...

resep tahu teriyaki

Nah semoga resep tahu teriyaki praktis yang super duper mudah dibuat ini tetap bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok....


Selamat mencoba....



Friday, January 22, 2016

Resep Ayam Geprek ala Monic



ayam geprek khas Jogja

Nah hari ini sedang semangat masak, jadi ceritanya hari ini buat ayam geprek sambal korek. Ayamnya ayam goreng tepung yang dicampur oatmeal, jadi lebih berasa kriuknya. Membuatnya juga sangat praktis, hanya menggunakan dada ayam tanpa tulang dan kulit lalu balur dengan tepung bumbu instan kobe rasa bawang yang dicampur oatmeal instan.

Untuk sambalnya hanya sambal korek, yaitu sambal cabai rawit merah dan bawang putih yang diulek kasar dan diberi sedikit garam. Dulu pernah buat sambal korek dan sebelumnya juga sudah cukup sering buat sambal korek, sambal yang cukup sederhana tetapi pedas mantap. Ada juga yang saya buat versi pakai tomat, nah makan dengan ayam goreng maknyuss rasanya, silakan klik link ayam goreng presto dan sambal korek.

Atau malah sambal korek dengan campuran pete, nah kalau berminat silakan klik link ayam bakar madu dan sambal korek pete. Yang ini tidak kalah enaknya...

Okey deh, lanjut tentang ayam geprek ini ya, nah saya sih sebetulnya tidak tahu lho kalau ada yang namanya ayam geprek ini. Ternyata ayam geprek ini sudah cukup populer di daerah Jogjakarta. Ayam yang diulek bersamaan dengan cabai dan bawang putih sehingga ayamnya remuk.

Nah ceritanya sejak baca postingan mas Anis Hidayah tentang wisata kulinernya menikmati ayam geprek, hmmm sukses buat ngiler. Jadi resep kali ini saya eksekusi karena memang terprovokasi melihat tampilan ayam geprek yang ada di blognya mas Anis. Mas Anis ini sering sekali wisata kuliner dan daerahnya tentu saja di Jogja, bagi yang butuh info kulineran di Jogja silakan meluncur ke blognya mas Anis ya, ini dia blognya : Anis Hidayah.

Lanjut lagi, nah yang saya buat ini idenya dari postingan mas Anis - ayam geprek bu Rum, yang katanya mas Anis nih harga ayam geprek bu Rum ini harga mahasiswa. Hmmmm dengan penjelasan dari mas Anis, cukup simpel, jadilah saya membuat ayam geprek sendiri, secara cari di mana ayam geprek di Batam. 

Mas Anis, terima kasih ya inspirasi ayam gepreknya, maknyuss tenan rasanya, dan yang pasti pedasnya nampol, secara saya gunakan 20 butir cabai rawit merah. Hmmm kebayang donk mas Anis yang makan sampai 30 butir cabai rawitnya, duh...ini saja sudah hua hua... ditambah lagi minum air yang cukup banyak...pedas sekali... Dan sepertinya masih ada lagi yang saya mau contek ide masakannya. Sudah di angan-angan neh.

Okey deh, dari deskripsi mas Anis, akhirnya saya buat ayam geprek ini menggunakan ayam goreng tepung yang saya buat ala saya. Hmmm ayamnya sih bisa ayam goreng tepung, atau ayam goreng biasa ya, sesuai selera saja. 
resep ayam tepung geprek

Nah karena saya sudah kebelet makan ayam geprek ini, makanya saya buat yang praktis yang cepat matang sehingga cepat bisa disantap, he he he... Jadinya ayam yang saya gunakan adalah bagian dada yang tanpa tulang dan kulit yang dipotong agak tipis dan tidak begitu besar, tanpa diberi bumbu apapun secara tepung yang saya gunakan adalah tepung bumbu instan.

Yang mau sedikit repot, bisa kok buat ayam goreng tepung krispi ala KFC, silakan meluncur ke link ayam goreng tepung krispi ya, atau malah punya resep adalan ayam goreng tepung sendiri, silakan gunakan resep andalan ya....

Sippp lanjut ke resep...silakan...

Ayam Geprek

Bahan ayam goreng tepung :
  • 250 gr dada ayam tanpa tulang dan kulit
  • 1 buah jeruk nipis ukuran kecil
  • 100 gr tepung bumbu instan (saya pakai tepung kobe rasa bawang)
  • 4 sendok makan oatmeal instan
  • 300 ml air es untuk celupan
  • minyak untuk menggoreng

Bahan sambal korek :
  • 20 butir cabai rawit merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1/4 sendok teh garam

Cara membuat :
  1. Bersihkan dada ayam, potong tipis dan lebar sesuai selera, kucuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 10 menit, bilas
  2. Di mangkuk, campur tepung bumbu dan oatmeal instan, aduk rata, lalu ambil satu potongan dada ayam, lumuri dengan tepung sambil ditekan perlahan supaya tepung menempel, celupkan ke dalam air es secara cepat, kemudian balur lagi dengan tepung sambil ditekan perlahan, celupkan lagi ke air es dan balur dengan tepung lagi sambil ditekan sehingga tepungnya keriting (proses celup air es 2x)
  3. Lakukan untuk beberapa potong sesuai dengan kapasitas penggorengan
  4. Goreng dalam minyak yang cukup banyak yang sudah dipanaskan sebelumnya, goreng hingga garing dan kuning kecoklatan, balik dan goreng sisi satunya hingga garing kuning kecoklatan
  5. Angkat dan tiriskan, lakukan sampai habis

Penyelesaian :
Ulek cabai rawit dan bawang putih serta garam tidak begitu halus, lalu ambil potongan ayam tepung, geprek atau ulek hingga hancur, sajikan dengan nasi hangat dan lalapan

resep ayam geprek Jogja ala Monic

Nah mudah sekali kan ternyata resep ayam geprek khas Jogjakarta ini, semoga bermanfaat ya, yang mau menikmati sensasi ayam pedas begini, silakan eksekusi resepnya, semoga sesuai dengan selera ya....

Selamat mencoba...


Wednesday, January 20, 2016

Ayam Jamur Bakso Lada Hitam


resep ayam jamur bakso lada hitam

Hari ini saya posting resep yang termasuk resep lama yang sudah ngendon di draft ya, resep ayam jamur dan bakso lada hitam. Secara sampai hari ini mood cooking dan baking saya masih entah di mana berada. Jadi belum ada keinginan berada di dapur lama-lama.

Trus makan apa donk? huahaha...ya makan sih tetap, jadi ceritanya sedang suka makan di luar, hitung-hitung wisata kuliner di daerah Batam. Hmmmm mungkin nanti saya posting beberapa review saya ketika makan di luar rumah ya...

Kadang saya ingat bawa kamera, seringnya tidak, jadi motretnya pakai handphone saja, atau malah ada yang sama sekali tidak saya abadikan, sedang tidak mood foto-foto. Jadi maklum nanti ya kalau gambarnya seadanya, he he he....walaupun selama ini foto-foto saya juga seadanya sih....upsss malu...

Ya sampai hari ini kemampuan saya memotret jalan di tempat, begitu-begitu saja...duh kenapa ya...mau menyalahkan kamera ya tidak bisa donk...orang kalau kameranya apa saja kalau namanya bisa foto-foto ya bisa...jenis kamera tidak ada alasan.. hmmm jadi kembali lagi pada kemampuan food photography dan food styling saya yang tidak memadai, ha ha ha...

Okey deh kembali kepada cerita makan di luar rumah, jadi sekarang itu kalau mau makan di luar pasti ngomong ke Sophie, kita mau makan ke restoran. Nah biasanya bapaknya tanya, mau makan restoran mahal atau murah. Biasanya Sophie selalu bilang restoran murah saja. Itu sih suka-suka dia saja, secara dia belum mengerti yang murah dan mahal itu yang bagaimana.

Nah sedikit cerita, sore-sore ajak Sophie keluar, bilang mau ke restoran murah, dia langsung semangat, bayangan dia di restoran, duduk, pesan makan dan banyak meja kursi tentu saja, dengan om dan tante pramusaji. Eh ternyata kami ajak dia ke rumah makan, lebih tepatnya kami sebut warung kali ya, warung pecel tumpang khas Kediri. 

Lokasinya tidak jauh dari rumah. Nah begitu sampai di tempat, memang tempatnya tidak besar, hanya memanfaatkan halaman rumah saja dengan beberapa meja dan kursi. Langsung saja Sophie bilang, ini bukan restoran, Pipi tidak mau.... tetapi selanjutnya dia hanya menurut saja, ikutan masuk dan ikutan saya memesan untuk dibawa pulang. Sambil sesekali Sophie mengajak ngobrol si ibu penjual nasi pecel ini. 
Warung pecel ini sudah cukup lama ada, pemiliknya ibu Hanna. Nah sebelum menikah, saya dan bapaknya Sophie sering makan di sana, dulu malah lebih beragam menunya, tidak hanya sego pecel. Ada cah kangkung, capcay, sop, ayam tepung saus dan beragam menu lainnya. Dan masakan di sana memang masakan khas Jawa. Neh secara baru sekali selama di Batam saya makan cah kangkung tapi manis berkecap, he he he...

Bahkan ketika Sophie masih kecil suka makan di sana juga, tapi Sophie tentu tidak ingat kalau dia dulu sering kami ajak ke sana.

Hmmm walaupun sederhana, pecel tumpang khas Kediri ibu Hanna ini laris juga lho, dan memang yang beli kebanyakan orang Jawa juga sih, kecuali kami tentu saja. Bukan orang Jawa, tapi lidah kami sudah terbiasa dengan yang namanya sego pecel dan pelengkapnya yang tidak ketinggalan, ayam atau telur bumbu bali.

Secara dulu, di Surabaya, hampir tiap hari makan sego pecel, dan walaupun rasanya enak, harganya murah, he he he...
Oh iya dulu sempat kaget ketika pertama kali ke Surabaya, saya dan teman saya sarapan nasi pecel di daerah dekat kampus. Nah waktu itu makan nasi pecel pakai telur 2 porsi dan 2 gelas teh hangat. Begitu mau bayar, berapa pak? 1700 mba..begitu kata penjualnya.... saya bilang ini dua porsi loh pak...iya mba semuanya 1700. Saya pandang-pandangan dengan teman saya sambil bayar nasi pecelnya...wow murah sekali....

Dan ternyata setelah saya menetap di Surabaya, baru terbiasa dengan harga yang murah, secara dulunya tinggal di Bekasi dimana harganya 2 kali harga di Surabaya kalau boleh saya katakan.

Okeh terbiasa dengan harga murah di Surabaya, begitu sampai di Batam, syok...harganya mahal sekali. Pernah beli nasi pakai telur, saya kaget, hargarnya 2 kali lebih mahal daripada nasi pakai ayam di Surabaya...waduh ampun DJ, mahalnya..

Coba masak sendiri, beli sayur, itu yang namanya sawi hijau atau caisim, satu ikat kecil 4 ribu dan tentunya ditimbang dulu. Wuih, dulu di Surabaya ibu kos saya beli sawi hanya 500 rupiah tapi banyak sekali. Duh....

Nah beli telur, hitung perbiji, atau perpapan yang isinya 30 butir.  Sempat berpikir aneh ya...baru ini saya di Batam beli telur hitungan perbiji, bukan perkilo. Okeh yang aneh lagi yang butuh penyesuaian semua ditimbang, beli serai 1 batang ditimbang, beli jahe sejempol ditimbang.  Lalu beli kangkung berikut akar-akarnya ditimbang pulak...waduh, yang parah lagi, beli durian berikut kulit dan tangkainya ditimbang juga, hadeuh....

Ai...ai tetapi sekarang sudah terbiasa dengan mahalnya harga kebutuhan sehari-hari, secara sudah bisa beradaptasi. Malah kalau harga murah jadi kaget, he he he... Oh iya saya waktu ke pasar di Palembang bulan Desember lalu sempat kaget dan tidak percaya, tanya kemangi satu ikat berapa? hanya seribu rupiah, sampai saya tanya lagi penjualnya untuk memastikan...masih ada harga seribu di Palembang, lalu tanya daun katuk, hanya tengah duo (baca: 1500 rupiah) kata penjualnya...duh murahnya...

Okey, ini yang namanya penyakit kalap orang yang biasa belanja dengan harga mahal ketemu dengan harga murah, jadi langsung beli banyak dan apa dirasa murah dibeli, entah kapan mau dimasak, ha ha ha... pasti banyak kan yang begitu....

Wuahhhhh ngelantur kemana-mana, secara lagi mendung neh di Batam, lah apa hubungannya juragan? he he he...

Okey deh lanjut ke resep ya....resep ini mirip dengan resep untuk toppingnya pizza ayam bakso lada hitam, dan ternyata pizza dengan topping ini enak juga lho...yang mau lihat resepnya silakan lihat di resep pizza ayam bakso lada hitam ya.... silakan meluncur ke sana...


Ayam Jamur Bakso Lada Hitam

Bahan  :
  • 200 gr fillet dada ayam, potong kecil dan tipis
  • 10 butir bakso ikan, potong 2 bagian
  • 10 buah jamur shitake, potong 2 bagian
  • 100 gr kapri, bersihkan
  • 5 siung bawang putih, memarkan lalu cincang
  • 1 buah bawang bombay ukuran besar, potong kotak kecil
  • 1 sendok teh merica hitam, ulek kasar
  • 1 sendok teh minyak wijen
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 1 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan kecap asin
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • 1/4 sendok teh garam jika dirasa kurang asin

Cara membuat :
  1. Marinade ayam dengan minyak wijen, saus tiram, kecap asin, kecap manis, merica bubuk, diamkan selama kurang lebih 10 menit
  2. Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum, masukkan ayam yang sudah dibumbui, tambahkan bakso ikan, masak hingga ayam berubah warna
  3. Masukkan kapri, jamur shitake dan merica hitam, masak hingga kapri  dan jamur matang
  4. Cicipi rasanya, tambahkan apa yang dirasa perlu

Nah semoga resep ayam jamur serta bakso lada hitam ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba semoga cocok dengan selera....


Silakan mencoba....


Tuesday, January 19, 2016

Oseng Pedas Teri & Pete



osneg pedas teri dan pete

Posting resep yang sangat mudah sekali dulu ya... hanya oseng pedas teri dan pete. Hmmmm walaupun begitu semoga tetap bermanfaat ya, buat siapa saja yang sedang bingung mau masak apalagi, masakan ini bisa jadi ide, secara selain mudah bahannya, mudah juga dibuat dan tidak pakai lama.

Namanya juga oseng ya, tentu masakan begini sangat mudah dibuat. Eh ada yang cukup unik disini, saya masukkan juga kulit petenya ke dalam oseng ini. Hmmm jadi semakin menambah aroma pete donk ya.

Nah mungkin saya ini cukup aneh ya, ternyata setelah saya mencicipi sambal pete yang dibuat ibu mertua, di mana petenya itu tidak dikupas dari kulitnya, jadi papan pete itu hanya dibersihkan bagian tepinya, lalu petenya diiris berikut dengan kulitnya, kemudian digoreng garing baru deh dicampur dengan sambal.

Ternyata setelah saya cicipi, enak lho pete dimakan dengan kulitnya. Nah begitu juga kalau ada gulai tauco yang pernah saya beli di salah satu rumah makan padang, petenya tidak dikupas,  tetapi diiris berikut kulitnya, nah yang ini juga saya makan dengan kulitnya, ha ha ha...tetapi enak lho menurut saya...

Kalau bapaknya Sophie ya tidak makan berikut kulitnya, nah dia bilang saya aneh makan kulit petenya juga, lah saya jawab enak eh... Ya begitulah selera boleh beda kan ya, jadi kalau masalah selera ya tidak boleh menyalahkan orang lain kan ya...enak buat saya belum tentu enak buat orang lain, betul????

Okey, yang mau ikutan aneh, yang mau coba makan pete dengan kulitnya juga, berikut resepnya ya...silakan...

Oseng Pedas Teri & Pete

Bahan :
  • 100 gr teri, goreng garing
  • 2 papan pete, bersihkan bagian tepinya, kemudian iris pete berikut kulitnya, goreng hingga matang (atau kalau suka goreng hingga garing)
  • 20 butir cabai rawit merah, iris serong
  • 2 buah tomat kuning, potong 8 bagian (tomat hijau yang sudah kekuningan, bisa pakai tomat hijau saja) 
  • 5 butir bawang merah, iris
  • 3 siung bawang putih, iris
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 1/4 sendok teh garam (tambahkan jika dirasa kurang)
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
  1. Tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum dan mulai kekuningan, masukkan cabai iris, masak hingga harum, lalu masukkan tomat, masak hingga tomat mulai layu
  2. Masukkan pete dan teri, aduk rata, tambahkan garam dan saus tiram, aduk rata kembali dan cicipi rasanya
  3. Angkat dan siap disajikan

Nah mudah sekali kan membuat oseng pedas teri dan pete ini? Semoga bermanfaat ya, silakan mencoba semoga cocok dengan selera...

Selamat mencoba...





Sunday, January 17, 2016

Chocochips Cookies Renyah



resep chocochips cookies margarin

Uppsss posting resep cookies dulu ya, resep cookies chocochips yang renyah dengan bahan yang murah meriah, tidak pakai butter, pakai margarin saja, nah walaupun begitu tetap enak. 

Resep ini hanya modifikasi dari resep cookies homemade renyah yang pernah saya posting sebelumnya, bedanya yang ini tidak ada penambahan coklat bubuk. Hmmmm cookies ini saya buat di Palembang, jadi cukup penuh perjuangan juga karena memanggangnya menggunakan otang (oven tangkring).

Nah entalah ya, memanggang cookies ini cukup lama karena memang ovennya bermasalah mungkin, kacanya bukan kaca bawaan ovennya, sudah diganti kaca biasa, karena kacanya pecah. Tidak sengaja ovennya terjatuh. Dan indikator suhu bimetal yang ada di pintu oven juga sepertinya sudah error. Jadi ya kira-kira saja neh memanggangnya.

Walaupun begitu memang kalau baking itu harus kenali oven masing-masing ya, karakter tiap oven berbeda, jadi perlu mempelajari si oven. Untuk oven saya yang ada di Batam, membuat cookies ini hanya butuh waktu 20 menitan, nah untuk otang di Palembang, butuh waktu hampir 40 menit.

Kalau saya besarkan api kompor maka si cookies akan gosong di bagian bawah tetapi tidak akan matang sampai ke tengah cookies. Jadi memang perlu memperhatikan keadaan si cookies, beberapa kali saya atur api kompor sampai saya dapatkan panas yang sekiranya pas untuk mematangkan si cookies ini.

Begitu juga waktu saya membuat black forest cake menggunakan resep black forest cake simple ekonomis, nah butuh waktu 1 jam untuk mematangkan si cake ini. Kendalanya adalah di bagian tepi cake sudah matang tetapi di bagian tengah belum matang, jadi harus dengan api yang sangat kecil supaya bagian tengah cake matang tetapi bagian tepi cake tidak gosong. Padahal kalau menggunakan oven saya, hanya butuh waktu 35-40 menit saja.

Jadi kembali lagi kepada kesimpulan awal, kenali karakter oven masing-masing, waktu di resep tercantum adalah waktu kira-kira ya, oven yang kita gunakan bisa membutuhkan waktu kurang atau lebih dari waktu tercantum. Kenali oven kita lagi, bereksperimenlah dengan oven kita. Nah panas oven pun tidak rata kan, jadi kenali bagian mana yang lebih panas dan kurang panas.

Untuk cookies ini sendiri, saya gunakan 2 jenis margarin, jadi saya buat satu resep di bawah dengan merk blueband dan satu resep lagi dengan merk palmia, dan ternyata menurut saya lebih enak yang pakai palmia, uppsss kalau yang ini kembali kepada selera ya...mau pakai butter juga tidak masalah, hanya kali ini saya buat memang cookies yang ekonomis.

Okey deh, yang mau intip-intip resepnya ini dia ya....

Chocochips Cookies dengan margarin

Bahan :
  • 1 cup (225gr) margarin , lelehkan, dinginkan sejenak 
  • 2 cup (225 gr) tepung terigu protein rendah (misal merk kunci biru)
  • 2 sendok makan maizena
  • 2 sendok makan susu bubuk
  • 1 sendok teh baking powder
  • 5 sendok makan gula halus
  • 2 kuning telur
  • 1/2 cup chocochips

Cara membuat :
  1. Panaskan oven, set di suhu 150 derajat celcius
  2. Di mangkuk, campur tepung terigu, gula halus, susu bubuk, maizena, baking powder, aduk rata dengan balloon whisk atau sendok
  3. Beri kuning telur, aduk rata kembali hingga tepung bergerindil, lalu perlahan tambahkan margarin cair sambil diulen hingga kalis (ulen dengan tangan sebentar saja asal rata dan perlahan saja)
  4. Tambahkan chocochips, campur hingga rata
  5. Bentuk adonan sesuai selera (ambil sedikit adonan, bulatkan lalu pipihkan)
  6. Susun di loyang bersemir margarin (beri jarak karena adonan akan melebar dan mengembang)
  7. Panggang selama kurang lebih 20 menit hingga matang (atau sesuaikan dengan oven masing-masing dan besar kecil cookies)
  8. Keluarkan dari oven dan dinginkan
  9. Simpan di wadah kedap udara


chocochips cookies renyah margarin


Nah semoga resep chocochips cookies renyah dengan margarin ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba, silakan modifikasi resepnya sesuai dengan keiinginan, semoga cocok dengan selera ya....


Selamat mencoba....


Saturday, January 16, 2016

Ayam Goreng Lengkuas



ayam goreng laos lengkuas padang

Nah kali ini saya posting resep yang sudah sangat lama ingin saya buat sendiri, apalagi kalau bukan ayam goreng lengkuas, atau ayam goreng laos, terinspirasi dari ayam goreng di rumah makan padang yang rasanya sangat enak menurut saya.

Untuk resep ini ala-ala saya saja ya, kurang lebih kira-kira saja bumbunya, yang pasti pakai lengkuas yang cukup banyak. Nah ada baiknya menggunakan lengkuas yang muda ya, jadi selain lebih enak, lebih mudah memarutnya. 

Untuk lengkuasnya sendiri yang saya hasilkan ini tidak begitu panjang-panjang ya seratnya, maklum memarutnya menggunakan parutan keju saja, he he he...
Nah untuk rasanya sendiri memang enak deh ayam goreng lengkuas ini, kenapa tidak dari dulu saya coba buat sendiri ya....padahal ya mudah sekali membuatnya.

Oh iya karena ini terinspirasi dari ayam goreng rumah makan padang, maka tentu saja saya tidak menambahkan gula di resep ini ya, bagi yang tidak bisa memasak tanpa gula, berasa ada yang kurang kalau tidak menggunakan gula, maka silakan tambahkan sendiri gula, bisa gula pasir atau irisan gula merah, takaran mungkin sekitar 1/2 - 1 sendok teh, sesuaikan dengan selera saja ya.

Tetapi nih menurut penilaian saya, rasanya sudah cukup umami, sudah cukup imbang rasanya walaupun tanpa gula. 

Okey, enaknya menikmati ayam goreng lengkuas ini dengan sambal dan lalapan ya, silakan buat sambal sesuai selera, baik itu sambal terasi, sambal mangga, sambal pete ataupun sambal cibiuk atau bahkan sambal tempoyak. Tadi saya buat 2 jenis sambal, sambal cibiuk yang saya buat sangat pedas dan sambal tumis pete yang tidak pedas. Silakan mencari resep sambal inspirasi di kategori sambal ya....

Sippp...lanjut ke resep ayam goreng lengkuas ini ya, silakan...

Ayam Goreng Lengkuas

Bahan :
  • 1 kg daging ayam, potong sesuai selera
  • 2 sendok makan asam jawa, larutkan dengan 100ml air
  • 3 lembar daun salam
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 lembar daun kunyit, sobek-sobek
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya lalu memarkan
  • 150 gr lengkuas muda, parut
  • 400 ml air
  • 2 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 8 butir bawang merah
  • 8 siung bawang putih
  • 3 cm jahe
  • 3 cm kunyit
  • 5 butir kemiri, sangrai 

Cara membuat :
  1. Bersihkan potongan ayam, jika suka buang kulitnya seperti yang saya lakukan, lumuri dengan air asam jawa berikut ampasnya, diamkan selama kurang lebih 10 menit, bilas
  2. Tumis daun-daunan dan serai hingga harum dan daun berubah warna, masukkan bumbu halus, tumis sebentar hingga harum, tambahkan lengkuas parut, tumis lagi sampai harum
  3. Masukkan potongan ayam, aduk rata dan masak hingga daging ayam berubah warna
  4. Tambahkan air, tambahkan garam, masak hingga air benar-benar menyusut, lalu angkat potongan ayam, goreng hingga matang kuning kecoklatan
  5. Goreng juga bumbu yang tersisa, taburi potongan ayam dengan bumbu yang sudah digoreng
  6. Siap disajikan
resep ayam goreng lengkuas

Nah semoga resep ayam goreng lengkuas ini bisa menginspirasi ya, silakan mencoba dan semoga pas dengan selera ya....

Selamat mencoba......


Friday, January 15, 2016

Diet Rendah Garam #25 Ayam Telur Lado Mudo



ayam telur lado mudo

Hari ini saya posting resep menu diet rendah garam dulu ya yaitu ayam telur lado mudo, nah tidak terasa sudah yang ke-25 menu diet rendah garam yang saya posting. Memang menu diet ini ala-ala saya ya, tidak baku juga, hanya memang karena ini menu diet rendah garam, jadinya diet rendah lemak dan rendah kalori juga ya.

Karena pada dasarnya diet rendah garam itu mengurangi asupan garam dalam masakan, maka tentu saja untuk mendukung menu ini, maka saya hanya gunakan bumbu alami ya, tanpa tambahan bumbu olahan dan saus-sausan olahan. Lalu supaya mendukung masakan yang rendah lemak juga, maka saya gunakan dada ayam tanpa kulit. Untuk menumis bumbu saya gunakan olive oil.

Masakan ayam dan telur lado mudo ini terinspirasi dari postingan mba Lenny - ayam lado mudo - Dapur Ibu Lala Wira. Hmmm karena tergiur dengan penampakannya dan setelah baca resepnya, jadi yakin kalau masakan ini bakalan enak. Makanya langsung deh saya bookmark resepnya. Terima kasih sudah sharing resep ini ya mba Lenny...serius setelah dicoba enak lho...

Kalau dibandingkan gambarnya agak beda ya, walaupun sama resep (beda-beda tipislah, he he he..) beda tangan beda hasil...tetapi jangan kuatir rasanya tetap maknyuss..
Kali ini yang saya masak dengan tambahan telur ayam saja, kalau mba Lenny pakai tempe, nah pakai tahu juga sepertinya enak.

Mau diet rendah kalori juga dan menjaga kesehatan, santap menu ini dengan oatmeal ataupun beras merah, nah kan...jadinya tidak membosankan deh...Yang butuh referensi menu diet rendah garam yang sudah saya posting, silakan klik kategori diet ya, siapa tahu bermanfaat, siapa tahu sedang butuh pencerahan olahan masakan yang rendah garam.
 
Okey deh, langsung ke resep ya...ini dia saya tuliskan resep yang saya gunakan ya...silakan...

Ayam & Telur Lado Mudo

Bahan :
  • 600 gr dada ayam tanpa kulit dan sudah dibuang lemak yang menempel
  • 1 buah jeruk nipis
  • 5 butir telur rebus, kupas
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 3 lembar daun salam
  • 2 lembar daun kunyit, sobek-sobek ukuran 5-6cm
  • 5 lembar daun jeruk
  • 400 ml air (atau kalau suka bisa ditambahkan lagi)
  • 1/2 sendok teh garam (kurangi lagi atau skip sama sekali jika benar-benar berpantang garam)
  • 1 sendok makan olive oil

Bumbu halus :
  • 10 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 150 gr cabai hijau
  • 2 cm kunyit
  • 3 cm jahe
  • 3 cm lengkuas
  • 5 butir kemiri, sangrai

Cara membuat :
  1. Cuci bersih dada ayam, potong-potong sesuai selera, lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 10 menit, bilas, sisihkan
  2. Haluskan bumbu, saya haluskan dengan menggunakan blender dengan sedikit air
  3. Tumis daun-daunan dan serai sampai harum, masukkan bumbu halus, tumis hingga harum dan matang, tidak langu lagi
  4. Masukkan potongan dada ayam, aduk rata dan masak hingga berubah warna
  5. Tambahkan air, aduk rata, masukkan telur rebus, aduk rata kembali, masak hingga ayam benar-benar matang
  6. Tambahkan garam, aduk rata, cicipi rasanya
  7. Angkat dan siap dihidangkan
menu diet ayam cabai hijau

Nah semoga resep diet rendah garam#25 ayam telur lado mudo ini bisa menginspirasi masakan menu diet rendah garam ya, semoga bermanfaat, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera....

Selamat mencoba...



Thursday, January 14, 2016

Ikan Goreng Sambal Lado Mudo



ikan goreng sambal lado mudo

Biar tetap eksis, blog tidak sepi, posting resep mudah dulu ya, resep yang banyak ibu-ibu juga tutup mata sebelah jadi neh masakan seperti ini. Masakan ini hanya ikan goreng sambal lado mudo. Sambalnya sih dari campuran cabai hijau dan cabai rawit jadi ada rasa pedasnya juga, ada campuran pete dan teri juga, mantap....kesukaan saya neh sambal begini.

Upppsss sebenarnya ini resep juga sudah ngendon di draft, jadi sayang kan kalau tidak ditampilkan. Secara saya baru masak masakan yang sudah pernah tayang juga di blog, tadi siang masak asam pedas ayam lagi, dan walaupun nyeleneh buat sambal cibiuk, he he he...paduan yang aneh ya, asam pedas dan sambal cibiuk.

Nah untuk resep yang saya tampilkan ini, ikan gorengnya menggunakan ikan benggol, ikan yang menurut saya rasanya cukup enak, dan harganya juga masih masuk akal, dalam artian tidak begitu mahal. Ikan benggol ini bisa diolah juga jadi pempek kulit lho, karena dagingnya merah dan menggunakan kulitnya juga, jadi warna gelap pempek kulit bisa didapatkan dengan menggunakan ikan benggol ini. Yang mau coba membuat pempek dari ikan ini, silakan lihat di resep pempek kulit ya, ada penampakan ikan benggolnya juga.

Ikan benggol ini punya banyak nama, ada yang menyebutnya ikan sarden, ikan layang, ikan cuwe, ikan peda, dan saya yakin di daerah lain di Indonesia namanya akan berbeda juga. 
Ikan benggol ini enaknya memang digoreng garing, dimasak gulai tauco, lalu dimasak sambal atau enak juga kalau dimasak pepes, hmm dagingnya gurih, malah ikan pindang atau ikan asin benggol enak sekali kalau dipepes diberi campuran kelapa parut, maknyuss...

Oh iya untuk sambalnya sendiri, sebaiknya sih menghaluskannya dengan cobek atau food processor sehingga tidak banyak kandungan airnya, jadi ketika dimasak tidak begitu lama, sehingga warnanya tetap cantik, tidak pucat seperti yang saya lakukan kali ini, saya menghaluskannya dengan blender, jadinya lama memasak hingga kering. Tetapi rasanya tetap yahud.

Berikut resepnya ya, silakan...yang mau resepnya yuk kemari merapat....

Ikan Goreng Sambal Lado Mudo

Bahan :
  • 500 gr ikan benggol, bersihkan lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan kurang lebih 15 menit, bilas, goreng garing, sisihkan

Bahan sambal :
  • 100 gr cabai hijau
  • 50 gr cabai rawit
  • 8 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 2 buah tomat hijau
  • 100 gr teri, goreng garing
  • 2 papan pete
  • 1/2 sendok teh garam 
  • 1 buah jeruk nipis
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis 

Cara membuat :
  1. Rebus cabai, bawang dan tomat sampai sedikit lunak, haluskan dengan cobek, food processor ataupun blender dengan sedikit air
  2. Tumis sambal hingga harum dan kering, masukkan pete, masak sebentar hingga pete layu, tambahkan teri, aduk rata, sesaat sebelum diangkat masukkan air jeruk nipis, aduk rata
  3. Cicipi rasanya, angkat dan sajikan bersama dengan ikan goreng
ikan goreng sambal hijau teri pete

Nah semoga resep ikan benggol sambal lado mudo atau sambal cabai hijau ini tetap bisa bermanfaat, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera...


Selamat mencoba.....




Wednesday, January 13, 2016

Resep Kue Gandus Khas Palembang



kue gandus palembang

Akhirnya setelah berhenti cukup lama masak-masak dan buat kue, tadi saya akhirnya coba buat kue gandus khas Palembang ini. Saya buat kue ini karena memang dari dulu sih penasaran ingin coba buat sendiri, secara kue ini simple sekali dan membuatnya sangatlah mudah. 

Setelah posting jajanan pasar khas Palembang beberapa hari yang lalu, maka memang saya semakin berniat membuat kue gandus ini. Apalagi bahan-bahan semua ada stoknya di dapur, jadi ya tinggal membuatnya saja. Dan kebetulan saya juga sudah beli cetakan cucing ini tahun lalu, belum pernah dipakai, jadi edisi perdana menggunakan cetakan cucing ini.

Kue gandus ini sih bahan dasarnya tepung beras yang dicampur santan dan sedikit garam, lalu dikukus hingga matang. Nah karena waktu saya makan kue yang beli di pasar tersebut ada sedikit rasa kenyalnya, maka saya terinspirasi untuk menambahkan sedikit tepung tapioka. 

Kue gandus ini sebenarnya menggunakan ebi yang disangrai kemudian dihaluskan, hanya karena saya malas, jadinya tanpa ebi. Nah supaya tetap gurih tadi saya menggantinya dengan abon daging sapi saja. Rasanya tetap enak kok...hanya mungkin ya jadinya tidak begitu otentik kalau pakai abon he he he..
talam ebi kue gandus

Ok deh langsung saja ke resepnya ya, silakan...

Kue Gandus Khas Palembang
untuk 10 buah

Bahan :
  • 1/2 cup (60gr) tepung beras
  • 2 sendok makan tepung sagu tani / tapioka / kanji
  • 1 cup (240ml) santan sedang yang hangat (saya gunakan santan instan 65ml yang dicampur air hangat hingga menjadi 1 cup)
  • 1/4 sendok teh garam

Bahan topping :
  • 3 batang daun seledri, iris
  • 3 buah cabai merah keriting, iris serong
  • 5 sendok makan bawang goreng  (atau bisa tambahkan lagi sesuai selera)
  • 2 sendok makan ebi, rendam air panas, sangrai lalu haluskan (saya gunakan abon daging sapi)

Cara membuat :
  1. Siapkan cetakan kue gandus (cetakan cucing), olesi tipis dengan minyak goreng, sisihkan
  2. Panaskan kukusan hingga air mendidih
  3. Di mangkuk ukuran sedang, campur tepung beras, tepung tapioka dan garam, aduk rata, kemudian perlahan tambahkan santan hangat, aduk dengan balloon whisk atau garpu hingga adonan mulus dan encer
  4. Tuangkan ke dalam cetakan cucing hingga hampir penuh
    resep kue gandus
  5. Kukus dengan api sedang selama kurang lebih 8-10 menit hingga matang
  6. Angkat, keluarkan dari kukusan, lalu dinginkan
  7. Keluarkan dari cetakan dengan menggunakan pisau kecil mengelilingi cetakan sehingga kue terlepas dari cetakan
  8. Beri topping, hidangkan
resep kue gandus khas palembang

Nah semoga resep kue gandus khas Palembang yang sangat mudah dibuat ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba, semoga sesuai dengan selera...

Selamat mencoba.....


Tuesday, January 12, 2016

Kulineran di Palembang : Mie Celor 26 Ilir



mie celor 26 ilir

Akhirnya jadi juga menikmati kuliner yang cukup terkenal ini, apalagi kalau bukan mie celor 26 Ilir H. M. Syafei Z. Dengan benar-benar diniatkan eh kesampaian juga. Walaupun penuh perjuangan perjalanan dari 2 Ilir di mana saya tinggal ke 26 Ilir yang ternyata jaraknya cukup jauh.

rumah makan mie celor 26 ilir

Walaupun saya lahir dan besar di Palembang, ternyata baru sekali itu saya menginjakkan kaki di 26 Ilir...what??? he he he...jadi agak-agak juga deh ketika menuju perjalanan ke 26 Ilir ini. Hmmm jadi kala itu saya, adik perempuan saya dan Sophie saja yang pergi ke rumah makan mie celor ini. Nah okelah kalau dari 2 Ilir ke bundaran mesjid Agung, saya paham dengan daerahnya, begitu sudah masuk ke daerah 26 Ilir baru deh merasa kalau itu pertama kalinya saya ke sana.

Ternyata di daerah menuju 26 Ilir ini (setelah bundaran mesjid Agung), banyak pengrajin lemari khas Palembang yang khas dengan ukirannya, nah ini saya baru tahu juga, oalah..ternyata ada ya pembuatan lemari khas Palembang di daerah tersebut.

Perjalanan ke 26 Ilir ini kendalanya adalah ketika berada di jalan Jendral Sudirman, mulai dari Internasional Plaza sampai dengan bundaran mesjid Agung, macet sekali, duh harus sabar ya...memang jalan ini macetnya bukan kepalang, apalagi jam pulang kerja.  

Walaupun gambarnya kabur, karena saya ambil fotonya ketika mobil sedang jalan, tapi cukup mendingan deh, ada penampakan jembatan Ampera, walaupun nun jauh di sana. Terlihat kan padatnya lalu lintas menuju ke arah jembatan Ampera (ke arah Seberang Ulu, yaitu - Plaju-Kertapati-Jakabaring, dll) Tetapi arah sebaliknya malah lengang.

jembatan ampera dari kejauhan

Nah sampailah kami di tempat tujuan, wah ternyata rumah makan mie celor 26 ilir ini sih biasa saja, hmmmm semakin penasaran dengan rasa mie celor ini. Akhirnya kami pesan 2 porsi mie celor, tapi eits walaupun sudah tidak sabar ingin segera menikmatinya, keharusan..foto-foto dulu.

Dan begitu saya menyendokkan suapan pertama, beuh...rasanya enak sekali...adik saya tanya : cak mano? lemak dak? Lalu saya jawab duh..lemak nian ini mie-nyo...  (artinya : bagaimana? enak tidak? jawaban saya, enak sekali mie-nya)
Lanjut lagi pertanyaan adik saya, enakan mana dengan mie celor yang pernah kamu buat yang sudah tayang di blogmu? Jawab saya tentu saja enakan mie celor 26 ilir donk. Yang saya buat itu kuahnya kurang kental, mienya juga pakai mie telur biasa. Hmmm tetapi rasanya sudah mendekatilah walaupun sedikit. Buat orang perantauan mie celor tersebut sudah mantapnya itu.

Nah memang dari segi rasa jelas lebih enak mie celor 26 Ilir ini, kuahnya begitu gurih dan kental, mienya empuk (ukuran mienya besar-besar, tidak standar, mie homemade sepertinya). Isian mie celor ini sederhana saja, ada mie kuning, tauge, irisan telur rebus, taburan bawang goreng dan irisan daun kucai, serta ada cincangan udang rebus. Yang buat mie ini enak sekali ya tentu saja kuahnya itu...

Oh iya, harga satu porsinya adalah 15 ribu rupiah. Hmmm harganya cukup bersahabat dengan kantong kan. 

mie celor 26 ilir

Yang suka pedas, tentu saja jangan lewatkan cabai halus yang sudah disediakan di meja. Nah menurut saya sambalnya biasa saja, sambal standar, sambal umumnya orang Palembang, rasanya sama dengan sambal kerupuk kemplang.

Karena saya pikir susah ya kalau mau ke tempat itu lagi, akhirnya bungkus juga deh buat dibawa pulang, rasanya belum puas kalau hanya menikmati satu porsi mie celor tersebut.  Jadi begitu sudah sampai di rumah, segera masukkan ke dalam kulkas untuk dinikmati keesokan harinya. Walaupun memang pastinya tidak seenak kalau makan di tempat.

Jadi keesokan harinya mie celor tersebut saya panaskan, dan beginilah penampakannya seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Tidaklah seenak kalau makan di tempat, walaupun begitu rasanya tetaplah enak.

mie celor

Nah yang penasaran dengan mie celor 26 Ilir H. M. Syafei. Z ini, kalau sedang berada di Palembang, jangan lewatkan ya kulineran mie celor ini, dijamin tidak menyesal, karena rasanya yahud sekali. Silakan meluncur ke sana ya... selamat mencoba...




Monday, January 11, 2016

Wajik Ketan Selai Nanas (Wajik Bandung / Wajik Kletik)



resep wajik kletik selai nanas

Okey deh saatnya posting kue tradisional yang sudah lama dikenal ya, tetapi entah ini asalnya dari mana otentiknya. Kalau biasanya sih memang dikenal dengan nama wajik kletik ataupun wajik bandung. Nah kalau kami sekeluarga hanya menyebutnya wajik.

Wajik ini sudah dari saya kecil sering dibuat oleh ibu saya. Nah dulu kalau kecil memang tugas kami anak-anak di rumah hanya membungkusnya. Dengan training seadanya, akhirnya kami semua mahir membungkus wajik ini dengan bentuk yang sama, seperti gambar yang saya tampilkan.

Resep ini adalah resep andalan ibu saya, dan semua yang makan wajik ini akan suka dengan rasanya, tentu bagi yang suka makanan manis begini ya. Nah wajik ini awalnya dibungkus masih lembut, tetapi lama-lama (entah berapa lama ya saya kurang tahu pastinya), maka permukaan wajik akan mengeras, tetapi dalamnya masih empuk, nah inilah enaknya wajik ini.

Foto yang saya ambil ini wajiknya baru beberapa hari saja, kurang lebih 5 hari, bagian luarnya belum mengeras. Jadi butuh waktu lebih lama lagi.

Standar membungkus wajik ini sih sebenarnya tidak ada ya, hanya memang biasanya menggunakan kertas minyak warna-warni dan selain dengan cara membungkus yang biasa dilakukan oleh ibu saya, ada juga yang tidak mau repot hanya dengan melipatnya seperti amplop begitu saja.

Okey deh untuk membuat wajik ini, ibu saya menggunakan kelapa utuh yang benar-benar masih berkulit, what...jadi ada proses mengupas kulit terluar dan tentu saja batok kelapanya. Nah lalu proses yang cukup membosankan adalah memarutnya manual dengan parutan khusus kelapa parut yang matanya kecil dan tajam. Parutan ini hanya saya lihat banyak dijual di Palembang, belum pernah saya lihat ada di Batam.

Jadi saya kebagian memarut kelapa yang berjumlah 2 butir, ups lebih tepatnya 1 1/2 kali ya, yang 1/2 butir sudah dikerjakan ibu saya. H2C juga tangan saya akan jadi korban seperti yang selama ini terjadi kalau saya menggunakan parutan tajam tersebut. Eits ternyata keahlian dan kewaspadaan saya meningkat, tangan saya selamat dari mata tajam parutan.

Nah kalau dilihat penampakannya, wajik tersebut ada titik-titik hitam, itu adalah kulit ari kelapa yang tidak dibuang. Yang tidak suka dengan penampakan tersebut, bebas kok untuk membuang kulit ari kelapanya.

Membuat wajik ini walaupun bahannya sederhana, tetapi proses memasaknya lumayan lama bok, dan harus sering diaduk adonannya, dan yang pasti harus dimasak sampai benar-benar mengental, kalau ibu saya bilang sampai ketika diaduk, adonan tidak lengket lagi di wajan. Hmmm membosankan memang, tetapi hasilnya sungguh terbayar.

Okey deh yang mau tahu dengan resep wajik ala ibu saya ini, berikut resepnya...

Wajik Ketan Selai Nanas

Bahan :
  • 750 gr ketan putih
  • 1 1/2 kg gula pasir
  • 2 butir kelapa ukuran sedang, parut (jika suka bisa buang kulit ari kelapa)
  • selai nanas dari 2 buah nanas ukuran sedang + 400 gr gula pasir (lihat cara buat selai nanas, catatan: ibu saya tidak menambahkan cengkeh dan kayu manis, jika suka bisa tambahkan sendiri)
  • 500 ml air panas
  • 2 sendok teh garam
  • kertas minyak secukupnya, potong ukuran 8cmx8cm

Cara membuat :
  1. Cuci bersih ketan, rendam selama 5-8 jam
  2. Sangrai kelapa parut hingga kering dan berwarna kecoklatan, angkat, sisihkan 
  3. Tiriskan ketan, kukus hingga setengah matang dengan api besar kurang lebih selama 15 menit, lalu siram-siram dengan air panas yang sudah dicampur garam, sambil diaduk hingga rata, kukus kembali hingga matang, kurang lebih selama 20 menit, tes sudah matang atau belum dengan mencicipinya
  4. Ambil wajan ukuran cukup besar, campur semua bahan, aduk rata dan masak hingga benar-benar mengental, bisa disendokkan dan adonan tidak lagi lengket di wajan
  5. Angkat, lalu panas-panas bungkus sesuai selera (jika mau membungkus seperti gambar, ambil kertas minyak, ambil kurang lebih 1 sendok makan adonan, letakkan di tengah kertas, pertemukan ujung-ujung kertas)
  6. Letakkan di wadah yang cukup besar, jangan bertumpukan, beri jarak antar wajik
  7. Diamkan di tempat yang cukup sejuk, terlindung dari matahari, dan diamkan selama beberapa hari (kurang lebih 3-4 hari), baru kemudian diletakkan di wadah tertutup (itu yang biasa ibu saya lakukan ya)

resep wajik ketan bandung

Nah semoga resep wajik ketan selai nanas atau wajik bandung atau wajik kletik ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga suka....

Selamat mencoba....