Monic's Simply Kitchen

Saturday, May 6, 2017

Bolu Gulung Ekonomis Selai Kacang Coklat



resep bolu gulung ekonomis

Hari ini itu sebenarnya maju mundur buat bolu gulung ini, soalnya belum pernah coba sekali pun buat bolu gulung, bisa tidak ya.. was-was takut gagal. Secara proses menggulungnya itu kan buat saya berpikir kemungkinan yang terburuk, bolu gulungnya pecah.

Nah kepikirannya sih waktu beli loyang kemarin itu adalah kapan-kapan mencoba membuat bolu gulung, masak sih  belum pernah membuat bolu gulung, begitu kata saya dalam hati. Kebetulan memang sih lihat ada loyang di toko bahan kue langganan, Aneka Rasa yang ada di dekat rumah. Hmmm lantas saya beli saja deh, siapa tahu mood kan tinggal buat tuh si bolu gulung.

Eh kemarin malamnya browsing cari-cari resep bolu gulung yang simpel, hmmm tertambat dengan resep bolu gulungnya mba Tintin Rayner, ah coba yang ini saja, bahannya tidak begitu banyak, telurnya juga hanya 6, hitung-hitung kalau gagal kan tidak begitu membuat kecewa.

Jadi tadi itu habis masak masih juga maju mundur buat tidak ya, semua bahan sih ada di dapur, tinggal buat saja. Akhirnya memberanikan diri dan membuang rasa malas dan rasa takut gagal, segera eksekusi, dan tada... saya berhasil kakak.. duh senangnya, apalagi ketika sudah dicicipi rasanya, enak...enak.. terima kasih resepnya mba Tintin.. lain kali ingin coba resep black forest gulungnya juga he he he.

Nah tadinya saya itu mau gunakan kalau tidak selai nanas ya selai blueberry, ealah ternyata Sophie maunya selai kacang coklat, ya sudahlah walaupun menurut feeling saya kok enak kalau pakai selai buah ya.. lain kali saja saya coba pakai selai buah.

Tadi Sophie ikutan membantu mengoleskan selai di bolu gulung ini, wah bahagia sekali dia, apalagi ketika diberi satu potong, mmmm enak begitu katanya.

Oh iya bolu gulung ini membuatnya menggunakan metode all in ya, jadi semua bahan kecuali butter/margarin cair dikocok sampai kental berjejak, jadi ingat bolu jerman kalau begini. Kalau mengocok metode begini lama euy kalau pakai mixer saya he he he, lumayan pegal apalagi mixer saya itu yang hand mixer bukan yang standing, jadi kebayang kan pegalnya, jadi setelah selesai proses pengocokan tangan ini masih bergetar ha ha ha...

Nah maaf ya, kali ini tanpa proses step by step karena baru pertama kali buat jadi masih ketar ketir jadi boro-boro bawa kamera ke dapur. Lain kali ya kalau saya buat lagi saya usahakan ada step by stepnya. Kalau mau lihat foto langkah-langkahnya boleh mampir ke cookpadnya mba Tintin Rayner ya..

Okeh deh, berikut resep bolu gulung yang saya buat kali ini ya, dengan sedikit modifikasi saja.. ini dia, silakan...

Bolu Gulung Ekonomis Selai Kacang Coklat
Bahan :
  • 6 butir telur utuh
  • 90 gr gula pasir
  • 70 gr tepung terigu protein sedang, bisa merk segitiga biru atau bola salju atau merk lainnya
  • 10 gr tepung maizena
  • 10 gr susu bubuk
  • 1 1/2 sendok teh emulsifier, bisa SP atau TBM atau ovalet
  • 1/4  sendok teh vanili bubuk
  • 120 gr butter (saya gunakan blueband cake n cookie), lelehkan (jangan sampai mendidih, cukup gunakan api sangat kecil, sambil sesekali panci diangkat supaya tidak terlalu panas) kemudian diamkan sampai mencapai suhu ruang baru gunakan
  • 2 sendok teh coklat bubuk, larutkan dengan sedikit air panas (atau gunakan pasta coklat)

Cara membuat :
  1. Siapkan loyang bolu gulung (saya gunakan loyang ukuran 27cmx32cmx3cm), mba Tintin gunakan ukuran 24cm, olesi dengan margarin/butter, alasi dengan kertas roti, oles lagi dengan margarin/butter berikut dengan sisi-sisi loyang
  2. Kocok semua bahan kecuali butter leleh sampai mengembang, kental berjejak, kurang lebih selama 15-20 menit (itu mixer saya, beda merk bisa berbeda waktu mengocok), matikan mixer, ambil kurang lebih 2 sendok sayur adonan, masukkan ke wadah berisi butter leleh, aduk hingga rata, tuangkan campuran ini ke dalam adonan, aduk pakai spatula
  3. Ambil 2-3 sendok makan adonan, campur dengan pasta coklat atau larutan coklat, aduk rata, masukkan ke dalam kantong segitiga
  4. Tuangkan adonan putih ke dalam loyang, ketuk loyang perlahan untuk membuang udara terjebak, lubangi kantong segitiga kurang lebih 3mm, buat motif dengan membentuk garis lurus diagonal, kemudian dengan sumpit tarik motif.
  5. Panggang dengan oven yang sudah dipanaskan terlebih dahulu di suhu 190 derajat celcius, panggang selama kurang lebih 15-20 menit, tergantung oven masing-masing, tapi perhatikan jangan sampai overbaked ya. Jika permukaan sudah kecoklatan muda, dan permukaan jika disentuh sudah membal menul-menul, dan bagian tepi sudah mulai kecoklatan, segera keluarkan dari oven.
  6. Diamkan kurang lebih selama 5 menit (catatan : bolu yang saya buat ini ketika agak dingin agak turun tapi tidak begitu signifikan)
  7. Sementara itu siapkan plastik wrap, letakkan di meja atau alas yang lebih besar dari ukuran cake, balikkan cake ke meja atau alas, lepaskan perlahan kertas rotinya, hangat-hangat olesi dengan selai, gulung perlahan sambil sedikit dipadatkan, biarkan beberapa waktu dalam kondisi tergulung, kurang lebih selama 5-10 menit.
  8. Buka plastik wrap dan potong sesuai selera

Nah semoga resep bolu gulung ekonomis 6 telur ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..


Selamat mencoba...



Friday, May 5, 2017

Pizza Kari Tuna



resep pizza kari tuna

Saya itu suka sekali dengan yang namanya pizza, jadi sejak bisa membuat sendiri pizza di rumah, entah sudah berapa pizza yang saya buat. Nah kali ini agak beda sedikit di toppingnya, belum pernah coba pizza kari tuna begini. 

Kebetulan ketika saya ke swalayan, mata ini tertuju ke salah satu kaleng tuna yaitu curry tuna, hmmm penasaran kalau dibuat jadi topping pizza. Nah ternyata curry tuna ini memang tuna kaleng berbumbu kari, jadi berikut dengan kentang dan kuahnya. Kalau saya katakan malah jadinya tunanya sedikit. Jadi kalau mau tuna yang banyak, kari tuna ini bukanlah pilihan yang tepat. Tapi mengenai rasa, sudah enak walaupun versi kalengan.

Nah tadinya saya ini mau membuat topping kari tuna ini sebagai salah satu yang bisa diorder, tapi berhubung satu kaleng ini mahal harganya dan tidak bisa dibagi untuk 2 buah loyang, jadi bingung mau dijual berapa harganya, lucu juga kalau seandainya banyakan bumbu di toppingnya, tunanya sedikit, malah tidak bagus kan. Akhirnya batal deh, kalau mau ya buat dimakan sendiri saja.

Hmmm saya tambahkan juga jagung manis di sini, karena saya itu sudah terpatri di pikiran, kalau tuna itu cocok kalau disandingkan dengan jagung manis, halah... jadi ingat dengan topping tuna yang ada di Pizza Hut, enaknya tuna dan jagung itu, jiahhh.. itu selera saya loh ya.

Nah kemarin saya ada orderan pizza lagi, dari customer yang sama, sudah 3x pesan, nah kemarin pesannya 2 loyang, lumayan. Lumayan capek juga, karena setelah memasak saya harus mengerjakan pizza tersebut, toppingnya beda juga. Walaupun menurut saya mengerjakan pizza itu cukup mudah, tapi ternyata capek kalau sekalian mengerjakan pekerjaan rumah, hi hi hi...

Ihhhhh baru 2 saja sudah capek ya, bagaimana kalau banyak? ah jadi ragu-ragu lagi.. bisa tidak ya.. makanya sekarang saya kalem saja deh, belum berniat mau promosi lebih jauh, ke orang terdekat saja dulu. Padahal sudah minta gabung forum kuliner di Batam, tapi belum berniat promosi he he he..  Ternyata memang ya kalau bakulan itu tidak bisa santai, colek dulu mba Ima- Dapur Ima yang terima pesanan cake ultah dan cake hias.

Beda kalau hanya ngeblog, kalau mood masak dan buat kue, kuenya dan masakannya suka-suka, kalau hasilnya jelek tidak usah tayang, kalau mau tayang tunggu yang bagus dulu. Nah kalaupun nekad ya bisa juga tayang yang jelek sekedar berbagi pengalaman buruk ha ha ha... Tidak ada target, santai. Tidak ada beban, mau posting kapan juga, mau tidak posting, hanya memang terkadang kalau lama tidak posting tentu berpengaruh ke blog, apalagi kalau sampai lama blognya dianggurin, bahaya juga kalau memang masih berniat ngeblog dan mau pengunjung tetap stabil. Apalagi kalau pasang iklan di blog, jumlah visitor itu penting, ha ha ha... ini nih ujung-ujungnya duit hi hi hi...

Eh tapi saya itu tadinya memang belum berniat loh pasang iklan di blog, lalu ada salah seorang kenalan saya, yang saya kenal karena saya beli template toko online, hmmm dari sana suka tanya-tanya lalu akhirnya mas ini tahu jumlah traffic blog saya, lalu katanya, ih sayang loh kalau tidak tayangkan iklan google adsense, paling tidak sebulan adalah pemasukan.

Ih ih lantas dari situlah saya mulai mencoba.. dan akhirnya ada deh iklan di blog ini, jadi harap maklum ya kalau blog saya ada iklannya he he he. Tapi itu juga saya batasi sih, hanya 3, takut terlalu mengganggu kalau terlalu banyak. Karena terkadang saya juga suka risih kalau mengunjungi blog terlalu banyak iklan.

Tapi ini nih akibatnya kalau ada iklan, loading blog jadi lebih lambat, resiko. Sebulan yang lalu saya pasang juga iklan selain google adsense, tapi kok makin jeblok loading blognya, akhirnya saya copot saja deh, biarlah.. dan tentu saja penghasilan sebulan itu saya relakan saja he he he..ya tidak banyak jadi tidak sampai menangis termehek-mehek.

Nah entahlah, pengaruhnya di mana juga, setelah saya copot pun iklan tersebut, tetap saja lambat loadingnya, ah... saya harus mengoreksi beberapa hal, termasuk pengoptimalan gambar, eliminate render blocking Javascript dan CSS, berhubung masih belum mood mengotak-atik, lebih tepatnya belum mood belajar bagaimana caranya lagi, sudah lupa, padahal dulu pernah saya optimalkan dan saya eliminate beberapa kode, entahlah kok muncul lagi ya.. maklum, bukan pakar.. he he he.. 

Jadi sementara ini, maaf ya kalau gambar di postingan saya ini hanya satu, duh semoga dalam waktu yang tidak lama saya bisa perbaiki.  Kepikiran mau ganti template, aih repot lagi setting-setting, karena kalau ganti template pasti ada saja yang berubah.

Okeh deh, sudah cukup ngalor ngidulnya, semoga pembaca tidak pusing ya membaca tulisan saya kali ini.  Kembali ke resep pizza kari tuna ini, nah resep rotinya sama saja ya dengan resep pizza sebelumnya, yang tanpa ulen dan tanpa telur. Resep roti irit juga secara hanya pakai air bukan pakai susu cair, tapi rasanya sudah okeh menurut saya.

Untuk toppingnya menggunakan kari tuna ayam brand. Nah untuk jagung manisnya saya juga gunakan jagung kalengan. Duh walaupun sebenarnya saya itu tidaklah begitu suka dengan yang kalengan begini, ih tapi kalau tidak suka kenapa juga dipakai ya.. hi hi hi.. tapi semoga tidaklah sering ya.. karena memang tahu sendiri kan yang kalengan itu identik dengan yang namanya pengawet, dan tinggi garam.

Pizza Kari Tuna
untuk 1 loyang ukuran diameter 22-23 cm

Bahan roti :
  • 1/2 cup (120ml) air hangat
  • 1 sendok teh ragi instan
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1 1/4 cup (140gr) tepung terigu protein tinggi, misal cakra kembar atau golden eagle
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak goreng

Bahan topping :
  • 1 kaleng kari tuna ayam brand, suwir-suwir potongan tuna
  • secukupnya jagung manis (saya gunakan jagung manis kalengan, tiriskan airnya, bilas dengan dengan air matang)
  • 1/2 buah bawang bombay, iris ketebalan kurang lebih 1/2 cm, lepaskan hingga membentuk ring

Bahan saus : campur jadi satu
  • 3 sendok makan saus tomat
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok teh oregano kering

Bahan topping :
  • keju mozarella, parut kasar

Cara membuat :
  1. Untuk rotinya : di mangkuk, campur susu cair hangat, gula pasir, aduk hingga gula larut, tambahkan ragi instan, aduk rata dan biarkan selama kurang lebih 5-10 menit hingga larutan berbusa 
  2. Di mangkuk ukuran cukup besar, campur tepung terigu dan garam, aduk rata dengan sendok saja, tuangkan larutan ragi yang sudah berbusa, aduk rata dengan sendok kayu, kemudian tambahkan minyak goreng, aduk rata kembali
  3. Dengan tangan aduk hingga benar-benar rata, dengan cara seperti menguleni selama kurang lebih 2-3 menit, bulatkan adonan, tutup mangkuk dengan plastik wrap, diamkan selama kurang lebih 20 menit sampai adonan mengembang menjadi 2x ukuran semula.
  4. Kempiskan adonan, letakkan di atas loyang, pipihkan adonan dengan tangan sampai adonan menyebar merata di loyang
  5. Beri olesan saus, taburi dengan keju mozarella parut, beri topping, lalu di atasnya beri parutan keju mozarella sesuai selera banyaknya
  6. Panaskan oven, set di suhu 200 derajat celcius, panggang pizza selama kurang lebih 10-12 menit atau sampai keju meleleh dan permukaan bawah roti kecoklatan
  7. Keluarkan dari oven dan nikmati kala hangat


Nah semoga resep pizza kari tuna ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...






Thursday, May 4, 2017

Nasi Bakar Ikan Asin



nasi bakar ikan asin

Halo..halo pembaca yang baik dan budiman... bagaimana kabar semuanya? bagaimana cuaca di tempat pembaca? apakah mendung juga seperti di Batam? yup.. di Batam beberapa hari ini mendung dan disertai hujan sesekali. Hmmm mendung-mendung begini enaknya makan-makan kan ya.. baiklah hari ini saya masak nasi bakar pakai isian ikan asin untuk tema makan-makan kali ini ha ha ha...

Pada dasarnya saya itu tidak begitu suka dengan yang namanya ikan asin, tapi kalau sudah ikan asin disambal dicampur terong yang beli di rumah makan padang saya doyan. Rasanya kok enak ya.. tapi sejak ada kejadian mengerikan ketika saya membeli 1 porsi lauk sambal hijau ikan asin terong di salah satu rumah makan padang langganan dekat rumah maka saya jadinya malah tidak pernah lagi ke sana, masih terbayang apa yang ada di campuran sambal tersebut.

Hmmm apakah itu? ada yang bisa menebak? hmmm apa saya pernah cerita juga ya sebelumnya, saya lupa. Nah kalau sudah maka saya ceritakan lagi ya.. he he he.. jadi di antara sambal tersebut saya menemukan ekor cicak yang cukup besar. Ah kenapa juga kok saya yang menemukannya, coba bukan saya... kan tetap enjoy makan ha ha ha..

Nah kembali ke nasi bakar ini, saya beberapa hari yang lalu sudah beli daun pisang, entahlah kok niat beli daun pisang waktu itu, jadi saya simpan dulu daun pisangnya di kulkas, eh pas ingin buat nasi bakar kebetulan malah tidak lihat stok daun pisang di pasar, aih aih pas kan.. ada daun pisang di kulkas, jadi tidak usah batal buat nasi bakar.

Ikan asin yang saya gunakan adalah ikan asin jambal roti, ikan asin yang tanpa tulang kalau saya katakan dan ternyata rasanya cukup asin kalau kurang direndam. Biasanya sih saya merendam ikan asin dengan air panas, tadi hanya pakai air suhu ruang, jadinya tidak begitu hilang rasa asinnya, nah erornya lagi kok saya menambahkan garam lagi di tumisan ikan asinnya.. halah... kok melamun sih buk.. 

Eh di sela dulu ya dengan cerita yang baru saya terjadi nih ketika saya mengetik postingan ini, jadi ceritanya Sophie minta kertas HVS, katanya buat gambar, nah tadi dia sudah gambar keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan anak, lalu ada rumah, matahari dan kupu-kupu. Tapi kupu-kupunya terlalu besar, jadi bapaknya protes kok besar sekali? lalu bapaknya minta kertas. 

Lalu tidak berapa lama Sophie menunjukkan kepada saya, ibu.. lihat kupu-kupunya, bapak yang gambar, lalu saya tanya, mana? kok tidak ada? ini loh...lihat dot ini.. ini kupu-kupunya, yang dilihat dari jauh sekali. Ha ha ha.. saya lantas tertawa ngakak.. bisa aja neh bapak dan anak.

Oh iya melenceng lagi neh, saya itu punya ide buat memasarkan makanan yang sudah pernah saya buat dan sekiranya saya bisa dengan mudah membuatnya, uhuy... tapi baru sebatas ide dan pengerjaannya bertahap, jadi saya itu membuat facebook fanpage dulu, nah baru deh dipromosikan. Yang mau kepo-in boleh deh... khususnya orang Batam, boleh bingits.. ini dia fb fan page nya Dapur Pipi, cekidot ya.

Okeh deh, untuk resep kali ini sama saja ya dengan resep nasi bakar ayam teri atau nasi bakar tuna, yang beda hanya ayam dan tunanya diganti dengan ikan asin yang sudah digoreng dulu sampai kecoklatan. Ikan asin jambal rotinya direndam air panas, bilas, potong kotak dan goreng sampai kecoklatan, baru deh langkahnya sama.

Yang mau intip-intip resepnya di link di atas ya, saya tidak copykan lagi resepnya di sini.. monggo kalau berniat. Mengenai rasa, boleh tahan kok, apalagi kalau buat sendiri, hmmm bisa disesuaikan dengan selera juga.

Okeh.. semoga postingan kali ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba...




Monday, May 1, 2017

Bakpao Unti Kelapa



resep bakpao unti kelapa

Puffff.... sudah bulan Mei lagi ya, tidak berasa kita sudah sampai di bulan kelima tahun ini, sudah banyak juga yang kita lewati ya selama 4 bulan lalu. Cepat sekali rasanya waktu berlalu, ah masa-masa kecil, masa sekolah ternyata sudah jauh sekali terlewat...jiahhhh.. itu saya kali ya.. lah yang unyu-unyu baru lulus sekolah kan tentu masih panjang perjalanan, betul?

Nah ceritanya masih demam bakpao juga neh, belum bisa move on ceritanya wakakak... jadi setelah suka sekali dengan bakpao yang saya buat, hmmm kali ini mau coba buat bakpao yang isinya unti kelapa, colek dulu mba Rini dari Medan yang favoritnya adalah bakpao unti kelapa kelapa ini. Kalau saya sih sebenarnya bakpao unti kelapa itu adalah pilihan terakhir hi hi hi... secara kalau isian unti kelapa saya hanya doyan kalau sudah jadi dadar gulung ataupun kue ketan yang hijau itu, yang bentuknya mirip pare bulet itu, atau malah kue bugis kalau di Palembang disebutnya, kue tepung ketan juga yang isian unti kelapa dan dibungkus daun pisang dan bentuknya limas segi empat.

Karena saya penasaran dengan bakpao buatan saya neh, jadi sejak membuat bakpao beberapa waktu lalu, saya itu sampai coba lagi beli bakpao di penjual kue pagi hari, harganya 2 ribu rupiah, ukurannya lebih kecil sedikit dari yang saya buat dan isinya unti kelapa tapi unti kelapanya tidak begitu greget kalau kata saya. Hmmm jadi ada pembanding deh... jadi sudah tahu mau buat unti kelapanya yang bagaimana. Lalu saya juga pernah coba lagi beli bakpao di penjual bakpao keliling yang sebenarnya sudah lama sekali saya tidak beli, kesan saya dulu itu bakpaonya tidak cocok dengan selera saya. Nah bakpao di penjual keliling ini hanya ada isian kacang hijau, kacang merah dan coklat, harga 1 buah dengan ukuran cukup besar dan harga 5 ribu rupiah.

Nah mengenai rotinya, saya lebih suka buatan saya ha ha ha.... pede sekali saya ya.. nah urutan kedua baru yang harga 5 ribu lalu yang terakhir baru deh yang harga 2 ribu. Ihhhh tapi namanya juga selera kan ya.. selera orang boleh sama dan boleh beda, tidak ada yang boleh protes, betul?

Jadi ingat nonton acaranya Cak Lontong tadi malam, teka-teki silangnya ada pertanyaan, kalau minuman terlalu banyak ditambahkan gula akan menyebabkan.... cocok sekali kalau dijawab diabetes.. di mana bantuan huruf adalah s di posisi terakhir kata. Ternyata oh ternyata setelah peserta sibuk berpikir dan menjawab, semua salah.. ternyata jawabannya adalah diprotes..ha ha ha serius saya ngakak, apalagi ketika sudah diterangkan oleh Cak Lontong kenapa kok bisa begitu jawabannya. Ada yang penasaran jawabannya kenapa begitu?

Jadi kalau seseorang menyiapkan minuman buat orang lain, ternyata kemanisan terlalu banyak gula, nah orang yang minum akan protes, kemanisan nih... begitulah kira-kiranya, kalau melihat sendiri acara tersebut tentu akan ngakak, mendengar suara dan gaya Cak Lontong yang saya katakan edan, ngocol.

Kembali lagi ke bakpao unti kelapa ini, jadi ceritanya ada sedikit insiden di dapur ketika saya mengukus bakpao ini, selain suhu udara yang cukup dingin karena cuaca Batam sedang bersahabat, jadinya lebih lama waktu proofingnya, tapi saya tidak sabar dan terjadi sesuatu di mana saya terlambat menyadari kalau saya sudah memasukkan bakpao ke dalam kukusan tapi air di dalam kukusan belum mendidih, masih sedikit uapnya. Nah loh saya hanya berharap semoga tidak masalah.. aih tapi ternyata bakpaonya kurang begitu mengembang, jadi sedikit lebih padat walaupun masih empuk, tapi tentu tidaklah seempuk bakpao coklat ataupun bakpao ayam yang pernah saya posting sebelumnya.

Hmmmm jadi neh, sekedar mengingatkan buat pembaca, kalau mengukus bakpao itu pastikan air di kukusan sudah mendidih ya, jadi kukusan sudah beruap banyak. Lalu jangan lupa untuk tidak terlalu lama mengukus dan pastikan juga jangan terlalu lama proses proofing kalau tidak bakpao akan berkerut, penampilannya jadi jelek.

Okey deh, untuk resep rotinya dan cara membuatnya, silakan lihat di resep bakpao ayam ya, yang saya bagikan kali ini hanya resep unti kelapa yang saya buat saja.

Oh iya gula merah yang saya gunakan kali ini adalah gula batok dari Palembang, masih ada sisa yang lama, dan tidak sayang lagi dipakai karena saya sudah bawa lagi gula batok 1 kg lagi dari Palembang he he he... jadi sisa yang lama tidak masalah deh tidak dibuat cuko, kan masih ada lagi.

Unti Kelapa isian Bakpao

Bahan :
  • 250 gr kelapa parut, gunakan kelapa parut setengah tua (sayangnya di Batam belum ketemu yang jual begini, jadinya saya pakai kelapa parut biasa)
  • 100 gr gula merah, sisir
  • 2 lembar daun pandan, potong-potong ukuran kurang lebih 5cm
  • 1/2 sendok teh garam

Cara membuat :
Di panci campur semua bahan dan masak sampai mengering, cicipi rasanya, angkat dan dinginkan, siap digunakan.


Nah semoga resep yang saya bagikan kali ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..
(upppsss maaf gambarnya hanya satu...)


Selamat mencoba....


Sunday, April 30, 2017

Puding Labu Kuning Santan



puding labu kuning santan

Aihh aihh..lama sekali saya tidak posting ya, nah hari ini baru sedikit lega, bisa posting resep, walaupun tetap ya resep draft lagi, jiahhh... tidak masalah kan ya.. walaupun resep draft tapi kan masih up to date he he he, nah ini dia resep puding labu kuning santan.

Selama seminggu ini saya memang tidak bisa online neh, ternyata sakit Sophie berlanjut, padahal kan minggu lalu saya katakan kalau Sophie sudah membaik, ealah ternyata hari Selasa sorenya demam tinggi lagi, nah loh.. kuatir kan, gejala DBD itu demam, reda lalu demam lagi, tapi tetap kami beri obat dari dokter berharap demamnya reda, tapi ternyata tidak juga, akhirnya malamnya kami bawa lagi ke UGD, ya sudah tes darah deh.

Untungnya Sophie ini tidak takut dengan jarum suntik jadi ketika diambil darah senyum-senyum saja. Ambilnya di telapak tangan atas, saya sempat tanya kok di situ ya, ternyata di situ karena sekalian dipersiapkan untuk infus, jadi kalau tes darah menunjukkan tanda positif penyakit yang harus dirawat inap, tinggal sambungkan saja dengan infus. Saya hanya bisa ber-ohhh. Kasihan juga Sophie tapi dia tenang saja, eits tapi... ujung-unjungnya minta dibelikan mainan, mintanya 2 lagi, langsung deh emak bapaknya katakan okeh.. 2 ya..tapi yang murah, dan Sophie mengangguk setuju.

Yang dites adalah darah umum, leukosit, trombosit dan eritrosit, lalu dites tifus juga. Dan ternyata hasilnya bagus semua, jadi saran dokternya lanjutkan saja obatnya. Dan ternyata setelah beberapa hari kok demamnya masih saja, akhirnya ya sudah bawa ke dokter anak saja hari Jumat pagi, wuihh tes darah lagi, ternyata jumlah leukositnya tinggi, jauh di atas normal. Hmmm dapat resep baru lagi dari dokter, dengan catatan kalau obatnya tidak cocok harus kembali, mau tidak mau harus rawat inap. Nah sepertinya obatnya cocok, kondisinya sudah membaik walaupun masih rewel.

Aih pokoknya seminggu ini bawaan cemas saja, jadi tidak kepikiran mau ngeblog. Jadi maaf ya buat teman-teman yang sudah meninggalkan komentar di sini kok lama sekali ya saya publish dan saya balas komentarnya, bukan sengaja tapi karena memang kondisi tidak memungkinkan.

Okeh deh, kembali ke resep puding labu kuning ini ya, jadi ceritanya saya itu lapar mata kalau ke pasar lihat labu kuning yang sudah dibelah oleh penjualnya, seakan memang mengundang untuk dibeli ha ha ha.. jadi akhirnya tidak tahan godaan, beli deh labu kuning ini walaupun belinya juga tidak banyak, hanya setengah kilo seharga 4 ribu rupiah. Tapi memang setelah dikupas dan dikukus jadinya tidak setengah kilo lagi donk ya.

Sippp ah, berikut resepnya ya.. silakan...

Puding Labu Kuning Santan
untuk 18 buah cup

Bahan :
  • 350 gr labu kuning kukus
  • 300 ml air
  • 500 ml air, campur dengan 65 ml santan instan
  • 1 bungkus agar-agar plain
  • 125 gr gula pasir

Cara membuat :
Blender labu kuning dengan 300 ml air hingga halus, sisihkan. Di panci, campur gula, agar-agar dan campuran air santan, aduk hingga agar-agar larut, masak hingga panas, tuangkan labu kuning halus, masak hingga mendidih sambil diaduk agar tidak meluap, cicipi rasanya, matikan api, hilangkan uap panas dan tuangkan ke dalam cetakan atau cup plastik, dinginkan hingga mengeras dan masukkan ke dalam kulkas, sajikan dingin.


resep puding labu kuning santan

Nah semoga resep labu kuning santan ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...

Mau mencoba resep puding labu kuning lainnya, silakan klik link berikut ya :



Selamat mencoba...



Monday, April 24, 2017

Bakpao Coklat



resep bakpao coklat

Yeayyy...libur lagi..hmmm kalau libur buat saya efeknya hanya tidak perlu repot pagi hari mempersiapkan Sophie ke sekolah, selebihnya biasa saja he he he. Ah tapi libur kali ini cukup repot, efek karnaval hari Kartini ternyata tidak hanya saya yang tepar. Ternyata hari Jumat malam itu Sophie sudah ada gejala sakit, tapi hari Sabtu pagi saya anggap biasa.

Ealah ternyata demam tinggi dan berkelanjutan sampai hari Minggu, terpaksa hari Minggu siang kita bawa ke UGD. Sudah diberi obat oleh dokter, tapi ternyata tidak pengaruh, walaupun sudah saya kompres juga tetap saja panasnya berkisar di 39 derajat celcius. Kemudian malam harinya jam sebelas, bawa lagi ke UGD, huffff....Aih tapi untungnya pagi ini sudah reda demamnya, tapi tetap harus waspada neh... jadi masih terus dikontrol. 

Bapaknya Sophie sampai sempat ngedumel, kenapa juga karnaval kok jam 3 sore, kenapa tidak pagi hari saja, ini anak-anak loh, apa tidak kasihan dengan anak-anak. Kamu saja tepar, bagaimana dengan anak-anak? hmmmm biasalah ya.. bawaan orang tua panik.

Jadi dalam perjalanan pulang dari UGD siang harinya, saya berkomentar ketika melihat para pekerja yang sibuk mengerjakan proyek jalan layang di simpang Jam-Batam, mantap mereka ya.. panas terik begini tapi tahan bekerja. Langsung ada yang nyambung, he eh..ada loh yang baru sebentar kena panas langsung sakit.. hi hi hi... ini ngomongin saya atau Sophie ya..atau ngomongin kami berdua? Saya hanya senyum tapi tidak berkata apa-apa.

Ya begitulah ceritanya he he he... nah hari ini saya posting resep bakpao coklat ya.. buatnya sih setelah buat selai coklat, jadi tidak begitu lama selai coklat jadi saya langsung cussss buat bakpao coklat ini. Nah resepnya masih sama pakai resep bakpao ayam yang pernah saya bagikan di sini nih... bakpao ayam.

bakpao selai coklat


Dan untuk selai coklatnya, resepnya di sini : selai coklat homemade. Nah ternyata walaupun coklatnya masih meleleh ketika saya menyantap bakpao hangat tapi rasanya sedap, dan saya bisa mengatasi lelehan cokat tersebut tanpa harus tumpah-tumpah. Tidak seperti Sophie yang selalu menumpahkan selai coklatnya ketika menyantap bakpao, jadi butuh bantuan piring untuk menampung lelehan coklatnya ha ha ha... ya iyalah.. Sophie kan masih kecil.. dia selalu katakan begini kalau dia tidak bisa, Pipi kan masih anak.. jadi tidak bisa, halah..

Hmmmm enak mana dengan bakpao ayam? dua-duanya enak, serius.. tapi kalau disuruh memilih saya akan tetap memilih bakpao ayam ha ha ha... 

Oh iya buat bakpao coklat kali ini saya hanya gunakan setengah resep, jadi hanya menghasilkan 10 buah bakpao, cukup puas dan tidak sampai mabuk bakpao.

resep bakpao coklat mudah

Okey deh... untuk resep dan cara membuatnya silakan cuss ke link di atas ya, membuat bakpaonya sama saja dengan membuat bakpao ayam, hanya ganti isinya dengan selai coklat. Nah supaya tidak kerepotan ketika mengisi coklatnya, diamkan coklat sebentar di kulkas sampai sedikit mengeras.

cara membuat bakpao coklat
isian selai coklat untuk bakpao


Nah semoga postingan saya kali yaitu bakpao coklat bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..



Selamat mencoba....




Saturday, April 22, 2017

Selai Coklat Homemade




Kemarin saya absen posting lagi, kecapekan, jadi malamnya mau posting sudah tidak ada tenaga, capek seharian. Tapi yang paling menguras tenaga karena mendampingi Sophie ikutan karnaval hari Kartini.

Waktu karnaval jam 3 sore, di mana matahari sedang terik-teriknya, duh mana suasana riuh, ramai anak-anak dengan ibu-ibunya tentu saja, eits ada juga bapak-bapaknya. Pokoknya benar-benar membuat capek, jadi jalan dari TK, kemudian ke lapangan acaranya. Aih aih entah berapa banyak keringat keluar dari tubuh.. pulangnya tepar..asli tepar.

Nah di pagi harinya itu untungnya Sophie libur, karena gurunya mempertimbangkan anak-anak akan kecapekan kalau masuk sekolah juga di pagi harinya, saya kepikiran membuat lagi selai coklat versi homemade tentu saja. Selai inilah yang saya gunakan untuk membuat isian bakpao pesanan beberapa waktu yang lalu. Nah membuatnya mudah saja, mirip dengan resep ganache yang pernah saya posting sebelumnya di cake coklat kukus moist, beda tipislah ya resepnya.

Tapi setelah saya telaah, jiahhh bahasanya, isian coklat begini tidaklah cocok untuk isian bakpao yang dihidangkan hangat, karena selainya cair sekali kalau bakpaonya dimakan hangat. Padahal enaknya bakpao itu dimakan hangat kan. Tapi kalau yang suka tantangan makan bakpao isian coklat leleh, maka jadinya pas deh..atau menikmati bakpao kondisi tidak begitu hangat, jadinya malah pas, coklatnya tidak begitu leleh tapi jadinya lembut, tidaklah keras. Nah loh..bingung kan ha ha ha...

Mengenai rasanya, tentu saja enak tenan.. berasa coklat dan manisnya pas, ya iyalah ya.. kan pakai dcc (dark cooking chocolate). Nah enak tidaknya tentu juga ditentukan oleh kualitas dcc-nya ya..jadi gunakan dcc yang sekiranya dirasa cocok di lidah. Untuk resep kali ini saya pakai dcc mercolade premium. Hmmm baru tahu juga saya kalau mercolade itu ada yang biasa dan premium, selama ini tahunya ya mercolade. Atau bisa juga gunakan merk colatta, yang ini juga pastinya enak, menurut saya loh ya. Berhubung di toko bahan kue langganan stok colatta sedang kosong makanya saya beralih ke mercolade.

Okeh deh, di resep ganache sebelumnya saya menggunakan butter, hmmm kali ini saya ganti saja dengan margarin. Jadi rasanya tidak begitu tajam dan ada rasa gurih-gurihnya, jadi enak deh. Selai coklat ini begitu selesai diproses, bentuknya akan sangat cair sekali, jadi kalau mau digunakan cepat, masukkan ke dalam kulkas sebentar, begitu kelihatan mulai memadat, keluarkan dari kulkas.

Nah walaupun lama disimpan di kulkas, selai coklat ini tidak akan mengeras sekali kok, masih cukup lembut jika disendokkan, jadi tenang, kalau tidak mau terlalu padat, diamkan saja sebentar di suhu ruang.

Sophie pastinya doyan dengan selai coklat ini, mmmmm enak katanya, ketika saya beri dia satu sendok kecil selai coklat ini.

Ok deh, sekarang langsung ke resep ya..  silakan..

Selai Coklat Homemade

Bahan :
  • 500 gr dark cooking chocolate, potong-potong ukuran kecil
  • 200 ml susu cair (di sini saya gunakan susu cair low fat, secara stoknya adanya itu)
  • 5 sendok makan margarin

Cara membuat :
Panaskan susu cair di mangkuk kaca atau stainless dengan cara ditim di api kecil (letakkan mangkuk tersebut di atas panci yang berisi air).  Ketika sudah mulai panas, masukkan potongan coklat, aduk rata dan masak hingga coklat meleleh, matikan api, masukkan margarin, aduk hingga margarin meleleh. Tuangkan ke wadah bersih dan biarkan dingin sejenak, masukkan ke kulkas supaya lebih padat. Jika akan digunakan keluarkan dari kulkas dan diamkan beberapa saat di suhu ruang.

 


Nah semoga resep selai coklat homemade ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..



Selamat mencoba....



Thursday, April 20, 2017

Lontong Sayur Nangka



resep lontong sayur nangka

Nah ini dia nih salah satu menu sarapan yang sudah sangat umum di mana-mana kan.. paling tidak di Batam he he he... lontong sayur. Kalau di Batam, lontong sayur banyak macam, jadi tinggal pilih mana yang disuka. Sayurnya pun beragam, mulai dari nangka muda, pakis, labu siam atau campuran nangka muda dan kacang panjang atau labu siam dan kacang panjang.

Mau versi Padang yang lebih gurih tanpa tambahan rasa manis yang kuah santannya lebih pekat atau mau versi Jawa yang ada rasa manisnya dengan kuah santan yang lebih encer. Kembali lagi kepada selera. Ketika saya mood makan yang sedikit manis maka tentu saja lontong sayur Jawa pilihan saya, begitu sebaliknya.

Nah tapi ya..berhubung sudah lama sekali saya tidak sarapan beginian jadi makanan begini saya makan siang hari, ya walaupun sama saja ya.. makanan begini tinggi lemak mau dimakan pagi ataupun siang hari ha ha ha.

Saya itu beli lontongnya sehari sebelum masak gulai nangkanya, ceritanya saya itu punya langganan baru, ibu penjual tahu, tempe dan juga lontong. Semua dibuat sendiri, jadi ibu ini tidak ada kios sih, hanya punya meja yang diletakkan di teras pasar. Kebetulan belakangan ini saya kalau ke pasar selalu masuk dari pintu belakang, pintu yang dekat penjual ikan dan ayam, jadi sekalian deh, di dekatnya juga ada penjual bumbu, penjual sayur juga, penjual kelapa parut, nangka muda dan pas ada penjual tahu dan tempe juga. Jadi saya tidak harus berjalan jauh atau pindah parkir untuk membeli semua kebutuhan memasak.

Nah ibu ini cukup lucu, setiap kali saya datang menghampiri selalunya mengajak saya berbahasa Jawa, hmmm untung saja saya mengerti dan bisa sedikit berbahasa Jawa, jadi tidak begitu kesulitan berkomunikasi, walaupun bahasa Jawa saya jauh sekali dari versi Jawanya he he he.

Jadi ketika saya melihat ada lontong, yang memang sering saya lihat di meja ibu ini ada tumpukan lontong daun pisang. Oh iya satu lagi neh, kalau ciri khas lontong orang Jawa di sini bungkusnya daun pisang nah kalau orang Padang bungkusnya plastik, dan ada juga yang malah versi ketupat. Jadi ceritanya saya beli deh 5000 rupiah, dapat 3 buah lontong.

Singkat cerita, saya cukup bingung mau buat apa neh lontong akhirnya kepikiran membuat lontong sayur tapi pakai sayur nangka. Kalau di sini, enaknya ada penjual nangka muda yang sudah dikupas dan dipotong-potong, jadi tinggal beli saja tanpa repot mengupas nangka mudanya.

Nah untuk campuran nangkanya ini supaya umami, saya campur saja dengan udang dan kaldu udang dari rebusan kepala dan kulit udang. Kalau versi ibu saya neh, membuat gulai nangka biasanya pakai daging sapi yang sedikit berlemak, hanya karena saya tidak lagi mengkonsumsi daging merah (walaupun terkadang masih ingin makan bakso he he he) maka pilihan jatuh ke udang saja.

Ok deh, yang ini lontong sayur ala-ala saya ya.. yang tertarik ini dia resepnya, silakan..

Lontong Sayur Nangka
untuk 3 porsi
 
Bahan :
  • 3 buah lontong
  • gulai nangka

Bahan gulai nangka :
  • 500 gr nangka muda yang sudah dipotong-potong
  • 500 gr udang
  • 1 buah jeruk nipis
  • 600 ml kaldu udang (dari kepala dan kulit udang)
  • 400 ml santan dari 250 gr kelapa parut
  • 5 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 1 lembar daun kunyit, sobek
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 3 butir asam kandis
  • 1 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu gulai :
  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 5 buah cabai merah kering, rendam dengan air panas sampai lunak, tiriskan airnya
  • 2 cm jahe 
  • 2 cm kunyit
  • 1 cm lengkuas
  • 1/2 sendok teh ketumbar bubuk (atau gunakan ketumbar butiran dengan jumlah sama, sangrai)
  • 1/4 sendok teh jinten bubuk (atau gunakan jinten butiran dengan jumlah sama, sangrai)

Cara membuat :
Rebus nangka muda sampai empuk, angkat dan sisihkan. Sementara merebus, lepaskan kepala dan kuliti udang, bersihkan kotoran punggungnya, cuci bersih dan lumuri dengan air jeruk nipis, bilas dan sisihkan. Kepala dan kulit udang dicuci bersih, lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan kurang lebih 10 menit, bilas. Rebus kepala dan kulit udang dengan air sebanyak kurang lebih 650 ml, rebus sampai mendidih dan biarkan mendidih selama kurang lebih 5 menit, saring.

Tumis daun-daunan dan serai hingga daun berubah warna, masukkan bumbu halus, tumis hingga tidak langu, masukkan kaldu udang, aduk sebentar, tambahkan nangka, dan asam kandis, masak selama kurang lebih 10 menit atau sampai kuah mendidih, masukkan santan, tambahkan garam, masak sambil diaduk hingga santan mendidih, terakhir masukkan udang, masak hingga udang matang, cicipi rasanya, siap dihidangkan.

Penyajian : potong lontong, letakkan di piring, tuangkan gulai nangka, siap disantap..nyam..nyam..enak..


resep lontong sayur

Nah semoga resep lontong sayur nangka yang saya buat kali ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..



Selamat mencoba....



Wednesday, April 19, 2017

Muffin Nangka & Kismis



resep muffin nangka kismis

Muffin...yeayyy.. ini kue yang saya paling suka buatnya, super gampang..dan senangnya kalau buat muffin itu bisa mengembung, sukses membuat saya suka. Kalau bicara muffin, walaupun mudah tapi dulu waktu buat muffin di awal-awal ada saja salahnya, tapi sekarang sudah lega, sudah bisa buat muffin yang sesuai selera saya.

Nah kalau bicara muffin, tentu saja bahan pelengkapnya dan rasanya tentu saja sesuai selera saja, kalau saya neh, tidak jauh-jauh dari kismis, chocochips, atau keju. Nah cukup penasaran juga mau coba muffin nangka. Secara ada nangka neh, beli di pasar, cukup murahlah dibandingkan kalau beli nangka di swalayan.

Hmmm akhirnya saya coba deh buat muffin nangka ini, buatnya pagi hari, tumben sekali..karena belakangan ini saya malas sekali sibuk di pagi hari lagi. Tapi kali ini sedang rajin, tidak ada salahnya, toh hanya membuat muffin, tidak pakai ribut, klentang klentung ataupun suara berisik mixer, senyap, eh tiba-tiba tada... matang dan harum mewangi.

Oh iya, kemarin saya absen posting neh, sibuk.. terima orderan bakpao..he he he.. sudah saya singgung sih di postingan sebelumnya. Nah ternyata mamanya temannya Sophie ini pesan tidak 50 buah, di pagi harinya ketemu, katanya buat jadi 60 buah saja..okeh..walaupun wajah saya mungkin sudah cukup aneh karena membayangkan membuat 60 buah bakpao yang tentu saja diproses satu-satu. Beda dengan muffin.. buat adonan, tuang saja di cup-cup, panggang, selesai.

Nah untuk isiannya saya gunakan selai coklat dari dcc, susu cair dan margarin. Hmmm lain kali saya posting deh resepnya, sekalian dengan bakpaonya. Tadinya saya mau buat lagi untuk Sophie, tapi sayang saya sudah terlalu capek. Lain waktu saja. Ah.. ternyata mengerjakan 60 buah bakpao sendirian itu membutuhkan perjuangan, tapi tetap enjoy..dan senangnya saya pinggang saya tidaklah sakit lagi, biasanya saya paling tidak tahan lama-lama di dapur, nah ini mengerjakan pesanan ini hanya berasa capek saja, tapi tidak berasa mau patah pinggang he he he... (thanks terapinya oom Prast- terapi yumeiho untuk saraf terjepit karena tulang bergeser - simak terapi saraf terjepit di sini - terapi saraf terjepit).

Dan untungnya saya punya kukusan besar, jadi saya berdayakan 2 kukusan, kukusan besar sekali kukus bisa 7 buah dan kukusan kecil 3 buah, jadi 10 buah satu kali kukus, amat sangat terbantu menghemat waktu. 

Bapaknya Sophie komentar, untungnya kukusan itu masih selamat ya, tidak saya suruh buang, begitu katanya. Lalu saya katakan, apa yang tidak disuruh buang, orang disuruh buang begitu loh, tapi saya bandel, saya simpan saja, begitu kata saya. Memang bapaknya Sophie ini tidak tahan melihat barang-barang yang disimpan saja tanpa digunakan. Nah menurutnya kukusan saya itu tidak berguna..dasar ya..untung saja saya tidak menurut waktu itu.

Oh iya kembali ke resep muffin nangka dan kismis ini ya, resep ini masih menggunakan buttermilk karena saya maunya muffin ini lebih moist. Nah kunci membuat muffin sebenarnya mudah sih, gunakan bahan berkualitas, gunakan telur suhu ruang, susu ataupun cairan suhu ruang dan semua bahan suhu ruang. Karena muffin ini menggunakan baking powder dan baking soda, maka pastikan masih aktif, cara untuk mengetahui baking powder masih aktif yaitu dengan cara siapkan air hangat kurang lebih 75ml, masukkan kurang lebih 1 sendok teh baking powder, jika berbusa, maka tandanya baking powder masih bagus. Nah untuk baking soda, tuangkan kurang lebih 3 sendok makan cuka, beri 1 sendok teh baking soda, jika berbusa maka tandanya masih bagus.

Sebaiknya ketika bahan kering dan bahan basah sudah dicampur jangan mengaduk terlalu berlebihan, memang sih adonan tidak begitu mulus, masih bergumpal, tapi tenang adonan itu baik-baik saja, kalau mau mengaduk, lakukan secara cepat.

Nah untuk muffin nangka ini, ternyata nangka saya itu dari kulkas, jadi saya siapkan dulu nangkanya, potong-potong dan sisihkan, baru menyiapkan bahan lain. Sebelum saya mencampur semua bahan, saya sudah pastikan nangka ini sudah mencapai kurang lebih suhu ruang, walaupun tidaklah suhu ruang biasa, mungkin suhu ruang ber-ac he he he... sempat ketar-ketir juga, tapi ternyata lega..intip oven, muffinnya mulai naik.

Ok deh, kepanjangan cerita saya.. berikut resep muffin nagka dan kismis yang saya buat ya, kurang lebih sama dengan resep buttermilk muffin kismis chocochips.

Muffin Nangka & Kismis
untuk 20 buah

Bahan :
  • 375 gr tepung terigu protein rendah, misal merk kunci biru atau hana emas, saya gunakan merk hana emas (atau bisa juga gunakan tepung terigu protein sedang)
  • 1 1/2 sendok teh baking powder
  • 1 sendok teh baking soda
  • 1/2 sendok teh garam (jika menggunakan minyak atau mentega tawar, skip jika menggunakan margarin yang sudah asin)
  • 3 butir telur ukuran sedang berat dengan cangkang kurang lebih @60gr
  • 200 gr gula pasir
  • 1/2 sendok teh vanili bubuk
  • 225 ml buttermilk, campur 220ml susu cair dengan 1 sendok makan cuka atau air jeruk nipis, biarkan selama kurang lebih 10-15 menit sampai menggumpal
  • 150 ml minyak goreng (atau bisa gunakan margarin atau butter leleh dengan takaran yang sama)
  • 250 gr nangka tanpa biji, potong dadu kecil
  • 50 gr kismis
 
Cara membuat :
Siapkan cetakan muffin, alasi dengan paper cup (saya gunakan cetakan bolu kukus yang dialas paper cup). Panaskan oven, set di suhu 180 derajat celcius.
Campur tepung, baking powder, baking soda dan garam, aduk rata dengan balloon whisk, sisihkan. Di mangkuk lain campur telur dan gula serta vanili bubuk, aduk dengan balloon whisk sampai gula sedikit larut, tambahkan minyak dan buttermilk, aduk rata kembali, tuangkan ke dalam mangkuk berisi tepung, aduk cepat asal rata, masukkan kismis dan nangka , aduk kembali asal rata. Tuangkan  adonan muffin sampai 3/4 penuh (kurang lebih 8mm-10mm dari tepi paper cup) lakukan sampai habis.  Tata di loyang, panggang selama kurang lebih 25-30 menit sampai permukaan kuning kecoklatan, lakukan test tusuk. Keluarkan dari oven dan dinginkan.


cara membuat muffin nangka

Nah semoga resep muffin nangka dan kismis ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..


Selamat mencoba...



Monday, April 17, 2017

Mie Ayam & Jamur



resep mie ayam jamur

Buat mie ayam dan jamur beberapa hari yang lalu, hmmm sebenarnya buat ini lebih dulu daripada buat bakpao ayam sih, nah setelah saya cicipi topping ayam dan jamur di mie ini makanya jadilah kepikiran kayaknya enak nih kalau jadi isian bakpao. 

Mie ayam begini sangat simpel buatnya, dan tidak pakai kuah-kuahan lagi, sampai-sampai bapaknya Sophie tanya tidak pakai kuah mie ayamnya? 
Dan karena malasnya juga cabainya juga hanya menggunakan cabai rawit iris, jadi termasuk mie ayam praktis he he he...

Kalau mie begini, yang doyan hanya saya..jadi saya buat hanya 1 porsi, masih ada sisa mie telur sedikit, dan untungnya pas deh satu porsi saya, jadi sudah sangat kenyang makan begini, hi hi hi.. terlalu kenyang malah.. bapaknya Sophie tidak mau bantuin makan, tapi hanya mencicip sedikit. Nah kalau Sophie ogah makan beginian.

Oh iya, waktu buat bakpao ayam yang sudah saya posting resepnya, kan ceritanya walaupun saya dan Sophie mabuk bakpao, tapi ada beberapa yang saya beri ke mamanya teman Sophie sekolah. Kebetulan tinggal satu komplek, hanya beda blok. 

Eh ternyata tadi pagi ketika mengantar Sophie sekolah, ketemu dengan mamanya teman Sophie ini, dan ternyata ada orderan bakpao, hanya requestnya isi coklat saja, tidak usah isi ayam. Dan tidak tanggung-tanggung, pesannya 50 buah, what.. banyak ya.. saya sempat ragu, terima tidak ya.. ah tapi saya terima saja.. langsung deh kepikiran harus mengeluarkan si kukusan besar dari tempat peraduannya, kalau tidak bakalan lama sekali saya mengukus kan.

Nah semoga sukses deh dengan orderan yang banyak ini...hi hi hi..doakan saya ya..secara saya ini tukang masak partai kecil, kecuali puding baru bisa partai besar, ya iyalah ya.. gampang kalau puding ha ha ha...

Lain kali saya beri tester puding dan muffin juga deh, biar lebih gampang buatnya kalau ada orderan banyak..ngarep.com bakal ada orderan lagi he he he..

Sippp ah..kembali ke resep mie ayam dan jamur ini ya.. berikut resep gampangnya..siapa tahu ada yang tertarik..silakan..

Mie Ayam & Jamur

Bahan :
  • mie telur untuk 1 porsi, kurang lebih 50gr
  • 2 batang sawi hijau, cuci bersih, potong-potong
  • 1 genggam tauge
  • 8 butir cabai rawit, iris, atau rebus cabai lalu blender dengan sedikit air

Topping ayam jamur :
  • 50 gr dada ayam, potong kotak
  • 5 buah jamur kancing, bagi 2
  • 1 buah bawang bombay ukuran kecil, potong ukuran cukup besar (potong sesuai selera)
  • 3 siung bawang putih, cincang
  • 2 sendok makan kecap manis
  • 1/2 sendok makan kecap asin gelap
  • 1 sendok teh minyak wijen
  • 1 sendok teh saus tiram
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • 1/2 sendok makan tepung maizena larutkan dengan 100 ml air

Cara membuat :
Buat tumisan ayam jamur terlebih dahulu, tumis bawang putih sampai harum, masukkan bawang bombay, masukkan dada ayam, masak sampai berubah warna, tambahkan jamur, aduk rata sebentar, tambahkan kecap manis, saus tiram, minyak wijen, kecap asin dan merica bubuk, aduk rata sebentar, masak hingga ayam matang. Tambahkan larutan maizena, aduk hingga mengental, cicipi rasanya, angkat dan sisihkan.
Rebus mie sampai sedikit lunak, masukkan sawi hijau dan tauge, masak sebentar hingga sedikit layu dan mie sudah lunak, angkat dan tiriskan, tuangkan ke dalam piring saji, tuangkan tumisan ayam jamur, beri irisan cabai rawit.


cara membuat mie ayam jamur

Nah semoga resep mie ayam jamur sederhana yang saya buat kali ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...



Saturday, April 15, 2017

Bakpao Ayam



resep bakpao ayam

Kemarin tiba-tiba ingin makan bakpao, seru kali ya makan bakpao lagi, hmm sudah terbayang roti lembut isi ayam yang manis...hmmm sedap. Jadilah sibuk sebentar di dapur, hmm tidak sebentar juga kali ya.. cukup lama he he he..karena roti isian begini memang membuatnya cukup menyita waktu, tapi hasilnya sepadanlah ya... 

Nah walaupun saya masih ada tepung pao, yang pernah saya posting resepnya di bakpao ayam dan wortel dengan tepung pao, tapi kali ini mau buat yang versi biasa saja, campuran tepung terigu protein rendah dan sedang. Biasanya saya buat bakpao dengan menggunakan susu cair, tapi kali ini mau buat yang versi hemat saja, dengan air saja. Tapi hasilnya tidak kalah enak kok, aih menulis beginian lihat foto bakpao lagi serasa ingin makan lagi...jiahhh..

Jadi kemarin itu saya dan Sophie puas sekali makan bakpao, terutama saya ya.. jadi kemarin itu saya dan Sophie tidak makan nasi... bapaknya sampai katakan awas loh sakit perut nanti cuma makan bakpao.. lalu saya balas..orang bule saja makan roti tidak makan nasi tidak masalah. Tapi benar deh sangat kenyang makan bakpao ini..sukses membuat saya dan Sophie mabuk bakpao. Walaupun kemarin kenyang bakpao tapi rasanya hari ini ingin makan lagi ha ha ha..

Oh iya, saya buat juga versi bakpao tanpa isi, tidak berbentuk mantau sih hanya bentuk bulat biasa tapi tanpa isi. Atas permintaan Sophie, secara dia suka bakpao tanpa isi, walaupun tetap makan juga yang dengan isi.

Saya memilih resep ini karena memang saya sudah suka sekali dengan resep ini, membuatnya gampang tidak perlu menguleni dengan serius, hanya butuh waktu sebentar saja menguleni hanya sampai adonan tercampur rata.

Oh iya kunci membuat bakpao supaya tidak mengkerut kala tutup kukusan dibuka adalah gunakan api besar dan mengukusnya tidak boleh terlalu lama, kemarin itu saya hanya mengukusnya selama 6-7 menit saja. 

Oh iya satu lagi, jangan terlalu lama proses fermentasinya ya.. nah karena kukusan saya kecil, jadi untuk satu resep di bawah ini yang menghasilkan 20 buah bakpao maka proses mengukusnya bertahap, satu kali kukus hanya bisa 3 buah bakpao saja. Dan ternyata di bakpao terakhir yang dikukus, begitu tutup kukusan diangkat, sedikit mengkerut. Nah ada baiknya punya kukusan yang cukup besar ya.. jadi bisa mengukus lebih banyak atau buat sedikit saja, bertahap sehingga tidak ada adonan bakpao yang menunggu terlalu lama untuk dikukus.
Sippp ahhhh, berikut resep bakpao ayam yang saya buat kali ini ya.. silakan..  (oh iya resep rotinya kurang lebih sama dengan resep pao sayur yang pernah saya posting sebelumnya)

Bakpao Ayam

Bahan roti pao :
  • 300 ml air hangat, atau bisa gunakan susu cair hangat (jangan sampai panas, ragi akan mati jika panas)
  • 3 sendok makan gula pasir butiran halus
  • 2 sendok teh ragi instan 
  • 300 gr tepung terigu protein sedang, misal merk segituga biru atau bola salju
  • 200 gr tepung terigu protein rendah, misal merk kunci biru atau hana emas
  • 1/2 sendok teh garam
  • 3 sendok makan gula pasir
  • 1 sendok teh baking powder (optional, biasanya saya tidak pakai tapi kali ini pakai) 
  • 3 sendok makan minyak goreng

Bahan isian :
  • 300 gr dada ayam tanpa tulang dan kulit, potong kotak kecil
  • 5 siung bawang putih, cincang
  • 2 buah bawang bombay ukuran sedang, potong sesuai selera
  • 3 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan kecap asin (saya gunakan kecap asin gelap)
  • 1 sendok makan saus tiram
  • 1/2 sendok makan minyak wijen
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok makan tepung maizena, larutkan dengan 150 ml air
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
  1. Buat adonan roti terlebih dahulu : di mangkuk ukuran sedang, larutkan gula dengan air hangat, tambahkan ragi, aduk rata, diamkan selama kurang lebih 10-15 menit sampai berbuih
  2. Di mangkuk ukuran cukup besar, campur tepung, garam dan gula, baking powder, aduk rata dengan sendok atau balloon whisk
  3. Tuangkan campuran ragi, susu dan gula, aduk asal rata, beri minyak, aduk lagi dengan sendok, kemudian uleni dengan tangan hingga kalis dan adonan menyatu dengan baik, uleni selama kurang lebih 5 menit
  4. Bentuk bulat adonan tutup dengan plastik wrap dan diamkan selama kurang lebih satu jam sampai adonan mengembang kurang lebih 2x
  5. Sementara itu kita siapkan bahan isian : tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum dan bawang bombay transparan, tambahkan dada ayam, aduk rata dan masak hingga berubah warna, masukkan kecap manis, kecap asin, saus tiram, minyak wijen, gula, aduk rata
  6. Tuangkan larutan maizena, aduk rata, tambahkan merica bubuk, aduk rata kembali, masak hingga mengental, cicipi rasanya, bisa tambahkan kembali kecap manis atau asin sesuai selera, angkat dan dinginkan sejenak
  7. Penyelesaian : Siapkan kertas roti, potong-potong ukuran kurang lebih 8cmx8cm atau gunakan paper cup
  8. Setelah 1 jam, kempiskan adonan, bagi menjadi 20 bagian, bulatkan masing-masing adonan, letakkan di tempat beralas tepung tipis,
  9. Ambil satu adonan, dimulai dengan urutan dari yang pertama kali dibulatkan,  gilas hingga diameter kurang lebih 12-14cm, beri isian kurang lebih 1-2 sendok makan, tutup isian dan cubit-cubit bagian atasnya
  10. Letakkan di atas kertas roti/paper cup, sementara itu panaskan kukusan hingga air mendidih, lakukan untuk beberapa buah sesuai dengan kapasitas kukusan, diamkan selama kurang lebih 5 menit, begitu air kukusan sudah mendidih, kukus bakpao (masukkan bakpao secukupnya, beri jarak karena bakpao akan mengembang), sementara mengukus, lakukan proses mengisi adonan.
  11. Kukus selama kurang lebih 6-7 menit dengan api besar, alasi tutup kukusan dengan serbet bersih (jangan terlalu lama untuk mencegah pao berkerut)
  12. Angkat, lakukan untuk sisa adonan bakpao

bakpao ayam simpel

Nah semoga resep bakpao ayam yang simpel ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba..