Monic's Simply Kitchen: Telur
Showing posts with label Telur. Show all posts
Showing posts with label Telur. Show all posts

Monday, September 24, 2018

Sambal Goreng Kentang Pete Telur Puyuh



resep sambal goreng kentang telur puyuh

Yuhuuu... apa kabar semua pembaca Monic's Simply Kitchen? terima kasih ya walaupun saya jarang posting tapi tetap mau mampir di sini. Hmmm begitulah kesibukan dunia nyata menyita waktu dan satu faktor utama sebenarnya adalah lebih tepatnya ke rasa malas...ha ha ha... hufff..

Nah di siang hari yang sangat terik di Batam kali ini saya mau posting resep masakan yang tentunya bagi penyuka sambal goreng begini bisa membuat lapar mata, apalagi kalau sudah waktunya makan siang tapi belum sempat makan...nah loh.. apalagi kalau bukan sambal goreng kentang telur puyuh ditambah pete lagi, beuhhh lezatnya..disantap dengan sepiring nasi hangat..sipp.

Sambal begini sekarang Sophie sudah bisa makan, walaupun tetap kalau makan sambal-sambalan masih suka berkeringat keningnya, hanya saja katanya sudah tidak keluar lagi asap dari telinganya..he he he..

Sekarang dia kalau libur suka saya ajak beli sarapan, nah belakangan ini sarapan favorit dia adalah nasi lemak. Tapi yang ini nasi lemaknya orang Padang yang buat, agak tidak biasa kalau orang Padang jual nasi lemak, tapi nasi lemaknya sedap. Dulu pernah beli nasi lemaknya, saya tidak begitu suka, eh kok setelah lama tidak beli, kemudian beli lagi kok sudah enak ya.. ya nasinya, sambalnya, mienya dan sambal tempehnya. Hmmm sepertinya uni yang jual sudah meningkatkan rasanya deh jadi lebih sedap.

Selain nasi lemak, uni ini juga menjual lontong pecal (atau lontong pecel), kalau orang Padang menyebut pecel itu pecal atau pical. Kalau saya sukanya lontong pecelnya ini. Nah selain itu ada juga lontong sayur dan gado-gado. Jadi ceritanya di etalase uni ini tertera tulisan sedia lontong pecal, gado-gado, nasi lemak, lontong sayur. Hmmm Sophie bertanya, ibu beli yang mana? lalu saya beritahu mana yang saya beli dan menyebutkan kira-kira bentuknya bagaimana. Lalu tiba di bagian urang Minang..dia bertanya..ibu beli juga tidak urang Minang? ha ha ha... saya tertawa..

Memang sih tulisan urang Minang itu agak jauh letaknya, tapi menurut Sophie urang Minang itu ya salah satu menu yang dijual oleh tante uni..eh tante uni, begitulah sebutan Sophie. Kalau saya sebut uni dia akan bilang tante uni. Nah penjual di toko bahan kue saya sebut koko, lalu dia sebut om koko..he he he..

Lalu saya beritahu Sophie, urang Minang itu bukan makanan nak.. urang Minang itu artinya orang Padang, lalu mulai deh dia ber ohhhh...orang Padang.

Oh iya kelupaan, saya mau cerita sedikit nih... waktu itu setelah saya posting resep cupcake moka, ealah ternyata saya mau balik lagi ke blogger sore harinya, akun G+ saya di suspend, waduh pusing kepala kenapa ya.. coba telaah lagi saya melakukan apa... saya hanya blogwalking ke blognya mba Rina Audie, mba Sitti Taslimah, mas Himawan dan kang Nata. Nah loh kok bisa ya..

Lalu saya berpikir lagi apa lagi ya.. hmmm jangan-jangan karena komentar juga kali ya yang saya publish. Memang sih saya agak curiga ada satu komentar yang sempat saya publish, ragu-ragu saya publish atau tidak, tapi saya tidak melihat ada link mencurigakan di komentar itu tapi kok perasaan komentarnya agak aneh dan akhirnya saya yakin itu komentar mengandung link yang mengarah ke sesuatu yang melanggar TOS. Nah setelah saya coba masuk ke blogger lagi, saya hapus komentar tersebut dan saya langsung lakukan request review untuk akun G+ saya, dan akhirnya keesokan harinya akun saya sudah pulih. Berniat dalam hati... jangan sembarangan publish komentar...camkan buat diri sendiri.

Uppps jadi ngelantur lagi deh.. sipp ahhh berikut langsung ke resep ya.. silakan.. oh iya resepnya sama saja sih pada dasarnya dengan resep sambal goreng kentang ati ampela yang dulu pernah saya posting.

Sambal Goreng Kentang Pete Telur Puyuh

Bahan :
  • 3 buah kentang ukuran sedang, potong-potong, goreng
  • 30 butir telur puyuh, rebus, goreng hingga berkulit
  • 4 papan pete, goreng sebentar
  • 3 lembar daun jeruk
  • 65 ml santan instan
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 butir asam kandis
  • gula jika suka (saya tidak pakai)
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis 

Bahan sambal :
  • 100 gr cabai merah keriting
  • 5 butir cabai rawit merah
  • 6 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5 butir kemiri
  • 1 buah tomat ukuran besar, potong ukuran kecil

Cara membuat :
Panaskan minyak, tumis tomat sampai layu, masukkan bahan sambal yang sudah dihaluskan. Tumis sampai matang dan tidak langu, masukkan asam kandis dan daun jeruk, tambahkan santan, aduk rata, masukkan kentang, telur puyuh, pete dan garam, aduk rata dan masak hingga sambal mengering. Cicipi rasanya. Angkat dan siap dihidangkan.


resep sambal goreng kentang

Okeh... semoga resep sambal goreng kentang pete telur puyuh ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..


Selamat mencoba...



Tuesday, August 7, 2018

Gulai Udang Telur Daun Melinjo



resep gulai udang daun melinjo

Huahhh ternyata susah juga menjadikan satu postingan akhir-akhir ini, ketika diniatkan eh malah batal. Lalu postingan setengah jalan, diabaikan dulu, cepat-cepat matikan laptop. Ya begini ini ya.. maklumlah emak-emak dengan kesibukan di rumah.

Yang namanya emak-emak di rumah itu ada saja sibuknya, saya saja sampai heran juga, kok ada saja yang harus dikerjakan. Jadi ketika malam hari aih leganya bisa berbaring. Hmmm jadi ternyata emak-emak di rumah itu banyak kerjanya ya.. apalagi kalau seperti saya, tanpa ada yang bantu, istilahnya tanpa ada asisten rumah tangga, atau juga kerabat dekat yang bisa jadi asisten, ha ha ha... 

Di kepala ini sudah terjadwal, nanti setelah a, b, kemudian c... nah pernah ketika linglung.. tadi mau mengerjakan apa dulu ya..lalu saya jalan ke sini mau mengerjakan apa ya? aih begitulah ya..

Seperti halnya postingan satu ini, 3 paragraf di atas sudah saya buat bulan Juli lalu, lah baru bulan Agustus ini saya lanjutkan kembali ha ha ha.. dasar.

Jadi tentu saja masakan ini sudah entah kapan habisnya he he he.. Nah menurut saya masakan gulai begini adalah masakan yang cukup mudah untuk dibuat. Jadi gulai-gulaian termasuk masakan favorit yang suka saya buat.

Sebelumnya saya iseng beli daun melinjo di swalayan, hmmm menurut saya cukup murah. Kalau di pasar terkadang ada terkadang tidak. Jadi pas ketika melihat ada daun melinjo saya beli saja. Biasanya daun melinjo ini dimasak sebagai campuran sayur asem. Hmmm tapi kalau dimasak tersendiri begini saya belum pernah coba. Dan ternyata enak juga daun melinjo digulai. 

Nah tanpa lama-lama lagi, berikut resepnya ya... siapa tahu ada yang mau coba juga... ini enak loh.. apalagi kalau dimakan dengan nasi hangat, beuh... hi hi hi.. ngomporin, yang lagi diet jangan tergoda ya..eh tapi yang lagi diet pantang karbo, makanan ini enak juga kalau tanpa nasi, halah..

Gulai Udang Telur Daun Melinjo

Bahan :
  • 350 gr udang, kupas sisakan ekor, bersihkan kotoran punggung, sisihkan kulit dan kepala udang untuk kaldu
  • 6 butir telur rebus
  • 100 gr daun melinjo
  • 5 buah cabai hijau, iris serong
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 1 lembar daun kunyit, sobek-sobek
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 3 butir asam kandis
  • 1 sendok teh garam
  • 600 ml kaldu udang (kulit dan kepala udang dicuci, rebus dengan air 650ml sampai mendidih, takar kurang lebih 600ml)
  • 1 sachet santan instan kemasan 65ml (kalau mau kental kuahnya gunakan 2 sachet)
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 6 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit
  • 3 cm jahe
  • 5 butir kemiri
  • 1 sendok teh ketumbar sangrai

Cara membuat :
Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan daun salam, daun kunyit, daun jeruk, serai, asam kandis dan cabai hijau, tumis sebentar sampai daun mulai layu, tuangkan kaldu dan santan, masak hingga mendidih sambil sesekali diaduk, masukkan udang dan telur rebus. Tambahkan daun melinjo dan garam, masak hingga daun melinjo layu dan udang matang. Cicipi rasanya, angkat dan siap disajikan.


gulai udang daun melinjo

Nah semoga resep gulai udang telur dan daun melinjo ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...




Wednesday, March 14, 2018

Gulai Tauco Bumbu Iris



gulai tauco minang

Sudah siang, sudah pada makan siang belum? makan siang pakai apa kakak? apapun makanannya, tetap semangat ya.. hayo mau bilang apapun makanannya minumnya teh botol sosro ya..he he he... eh tapi memang enak sih habis makan minum teh botol sosro, walaupun teh merk apa juga bisa dan tetap enak.

Kalau di Batam nih, minuman terkenal dan merakyat adalah teh obeng, hi hi hi.. teh apa tuh teh obeng. Lucu memang kalau pertama kali dengar, saya saja ketika pertama kali ke Batam dan mendengar istilah ini kok aneh ya, kasak kusuk tanya teman, apa tuh teh obeng, oalah ternyata adalah es teh. Lalu kalau teh hangat disebut teh-o, kopi hangat disebut kopi-o. Hmmm kalau es kopi apa disebut kopi obeng? belum ada yang mencantumkan minuman kopi obeng ini di sini.

Panas-panas di Batam minum teh obeng, oalah enaknya, segar.. es batunya itu loh yang buat tambah segar, es batu bentuk tabung berlubang tengah. Kalau Sophie sudah diajak minum teh obeng, kalau tehnya sudah habis, suka sekali makan es batunya, karena bolong ditengah jadi dia juga bisa bermain-main dengan sedotannya itu memasukkan sedotan ke lubang es batu.

Uppsss kembali ke gulai tauco dulu ya, nah kemarin saya masak gulai tauco ini, bahan yang terpikirkan dan tersedia di dapur saya masukkan semua, tadinya mau ditambah tempe juga, tapi terlalu penuh sepertinya muatannya, jadi saya urungkan niat tersebut. Bapaknya Sophie malah bertanya, udangnya mana? secara dia melihat saya membersihkan udang sebelum memasak, tapi karena terlalu banyak muatan gulai ini, saya berpikir ya sudah udangnya buat dimasak apalah nanti dipikirkan. Ealah protes, langsung deh katakan, kamu itu terlalu pelit, kenapa udangnya tidak dimasak juga? janganlah terlalu pelit sama babang sendiri, begitu candanya. Saya tahu dia sudah cukup senang dengan gulai tauco ini karena ada petenya, ini yang buat enak gulai tauco.

Gulai tauco ini agak kemerahan karena memang tauconya agak gelap dan kemerahan, saya beli tauco di pasar. Biasanya saya pakai tauco botolan yang beli di swalayan. Kalau dari segi rasa tauco swalayan rasanya tidak seasin tauco pasar. Saya katakan ke bapaknya Sophie, bagaimana, penampakan kuahnya sudah mirip dengan lontong sayur gulai tauco yang biasa beli di si uda itu kan?

Memang kalau beli lontong sayur, ada satu langganan favorit, lontong sayur Minang, yang jual orang Minang asli, dengan varian gulai paku (pakis), gulai nangka dan gulai tauco. Gulai tauonya sederhana saja, isinya hanya buncis, wortel dan rimbang atau tekokak atau nama lainnya terong pipit. Mirip leunca tapi beda. Hmmmm penasaran dengan bentuk rimbang ih, cusss yuk ke resep gulai tauco ikan khas Minang, di sana saya gunakan rimbang di gulainya.

Tadinya saya berniat menggunakan rimbang juga, karena saya ingat saya masih simpan rimbang di kulkas, ternyata rimbangnya sudah menghitam, tanpa saya periksa lagi, ya iyalah ya, sudah seminggu lebih di kulkas. Jadinya batal deh saya pakai tuh rimbang.

Nah pada dasarnya gulai tauco kali ini mirip sekali dengan resep gulai tauco ikan khas Minang yang pernah saya posting sebelumnya, hanya kali ini saya menggunakan bumbu iris, lebih simpel cara membuatnya.

Oh iya, selain gulai tauco khas Minang, saya pun pernah membuat sambal tauco khas Medan, nah yang ini tak kalah sedap, cusss klik linknya kalau mau tahu dengan resepnya ya. Sambal tauco khas Medan ini biasanya dijual sebagai pendamping nasi lemak, itu nasi lemak di Batam ya, jadi biasanya judul kedainya nasi lemak khas Medan.

Untuk ikannya sendiri di sini saya menggunakan ikan benggol, sebutannya di Batam, kalau di Palembang beda lagi, sebutannya ikan sarden. Nah di Medan, colek mba Rini di Medan yang mengatakan kalau di sana sebutannya ikan Dencis, atau juga ada yang menyebut ikan layang. Bentuknya bagaimana, sayangnya saya tidak foto ikannya dalam kondisi belum dimasak, upss di foto gulainya tidak nampak jelas ya. Yang belum tahu bentuk ikannya, cusss silakan ke link ini pempek kulit ikan benggol.

Ikan ini adalah favorit saya selain ikan tongkol, dan tentunya favorit kucing kuning gembul di rumah, Adul Bedul, yang kalau saya goreng ikan ini, sudah tahu kalau dia pasti dapat jatah, duduk di dapur dengan sabar menunggu jatahnya diberikan.

Wokeh, terlalu panjang ya celoteh saya, berikut langsung ke resep ya.. silakan..


Gulai Tauco

Bahan :
  • 5 ekor ikan benggol yang sudah digoreng
  • 10 buah tahu yang sudah digoreng
  • 20 butir telur puyuh rebus
  • 3 papan pete
  • 10 buah buncis, iris serong
  • 10 buah cabai hijau keriting, iris serong
  • 20 butir cabai rawit merah utuh
  • 2 lembar daun salam
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 ruas jempol lengkuas, memarkan
  • 1 batang serai bagian putihnya, memarkan
  • 100 gr tauco
  • 600 ml air
  • 1 sachet santan instan 65ml
  • 5 butir bawang merah, iris
  • 3 siung bawang putih, iris
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bawang merah dan putih sampai harum, masukkan serai, daun salam, daun jeruk dan lengkuas, tumis kembali sampai harum. Masukkan tauco, aduk rata, tambahkan air dan santan, aduk rata kembali. Biarkan mendidih sambil sesekali diaduk. Masukkan buncis, cabai hijau, cabai rawit merah, tahu dan telur puyuh, masak sampai buncis mulai sedikit layu, sesaat sebelum diangkat masukan ikan goreng, cicipi rasanya, bisa tambahkan gula untuk penyeimbang rasa asin tauco, angkat dan siap disajikan.

resep gulai tauco bumbu iris

Nah semoga resep gulai tauco bumbu iris ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba....



Thursday, March 16, 2017

Kalio Ayam & Telur



resep kalio ayam telur

Menu masakan beberapa waktu lalu, kalio ayam dan telur. Nah yang belum tahu kalio neh, jadi kalio itu masakan sebelum jadi rendang ya. Kalau rendang kan cenderung kering, nah tentu saja kalio ini masih berkuah dan lebih sedikit kemerahan, bukan gelap seperti halnya rendang.

Kalau saya sih lebih suka dengan kalio karena sedap kuahnya dan pas sekali dicampur nasi hangat, waduh... selain itu karena memasak kalio tentunya tidak selama memasak rendang. Jadinya cukup praktis buat saya.

Kalau mau rendang, mudah tinggal cuss ke rumah makan padang. Di Batam banyak sekali rumah makan padang, di wilayah dekat rumah saja banyak. Tapi yang favorit saya di rumah makan padang selain asam padeh adalah ayam bakar atau ayam lado ijo.

Kalau ke rumah makan padang, selalunya pesan pakai bahasa padang, walaupun tidaklah lancar, saya ini mengerti bahasa padang, tapi selalu ya saya rasa saya itu tidak pantas bicara bahasa daerah lain selain bahasa Palembang. Memang sih sewaktu di Bandung saya belajar bahasa Sunda, tentu bukan versi yang halus, bahasa anak kuliah sehari-hari. Hmmm ketika di Surabaya ketemu lagi teman dari Bandung yang notabene orang Sunda, suka berbicara bahasa Sunda juga, aih saya percaya diri sekali bicara bahasa Sunda.

Hmmmm tapi itu tidak lama, karena sudah tertular juga dengan bahasa Jawa dan kalau dipadupadankan dengan bahasa Sunda malah suka bingung. Ealah saya malah lebih bisa bahasa Jawa walaupun ketika sedang semangatnya bicara bahasa Jawa ada yang menohok.. sudah mba, sampeyan itu tidak usah ngomong jawa, tidak pantas blass... (tidak pantas sama sekali), wakakak.. jadi sekarang itu kalau mau berbahasa daerah lain jadi pikir dua kali.

Selain memang tidak pantas, masih ada kekuatiran kalau lawan bicara saya berbicara lebih jauh dan saya tidak bisa membalas percakapannya selain kurang kosakata atau juga ada yang tidak saya mengerti dari percakapannya.

Saya ingat dulu kejadian ketika di Bandung, hmmm ceritanya saya ini sedang sangat percaya diri kalau saya bisa bahasa Sunda. Jadi ketika ada teman sekolah saya di Palembang liburan dan main ke Bandung ceritanya. Hmmm jalan-jalan ke pusat pertokoan di daerah alun-alun Bandung. Cerita punya cerita akhirnya kami sepakat melihat aneka jam tangan. Dengan percaya dirinya saya bicara bahasa Sunda dengan penjual. Tapi lama-kelamaan saya tidak mengerti, saya bingung dengan harganya. Karena malu tidak mengerti akhirnya saya mengajak teman saya pergi saja, batal dengan proses penawaran jam tangan tersebut.

Lalu kata teman saya ketika sudah jauh dari penjual jam tersebut, kenapa kamu ajak pergi, kita kan belum fix penawarannya.. apa jamnya bermasalah? lalu saya katakan, bukan.. saya tidak bisa lagi melanjutkan pembicaraan, saya tidak mengerti lagi maksud si penjual, halah.. lalu dia tertawa dengan kekonyolan saya. Akhirnya kami mencoba di tempat lain tapi tentu saja tidak berani lagi sombong sok bisa bahasa Sunda, cari aman, gunakan bahasa Indonesia ha ha ha..

Nah kalau di rumah makan padang, karena pesannya tidak rumit terkadang saya gunakan juga bahasa padang, uda yang melayani pesanan nasi padang begitu melihat pelanggan akan bertanya, makan siko, bungkui ni? lalu saya jawab bungkui da, lauak apo? ayam baka da.. jo talui dada.. begitulah kurang lebih percakapan saya dan si uda. Lalu setelah membungkus udanya akan bertanya alah ni? ciek lai da..  sampai di akhir saya tanya harga, bara da? nah lalu dijawab dengan bahasa padang juga, dan untungnya selama ini harga nasi padang di rumah makan padang selalu saya mengerti he he he.

Okeh deh, sudah cerita ngalor ngidulnya.. sekarang yang mau intip resepnya, ini dia ya.. silakan.. oh iya mirip-miriplah ya resepnya dengan resep kalio daging sapi dan kentang.

Kalio Ayam & Telur

Bahan :
  • 800 gr daging ayam, potong-potong
  • 2 buah jeruk nipis ukuran sedang
  • 6 butir telur ayam, rebus, kupas
  • 250 ml santan kental
  • 500 ml air
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 2 lembar daun kunyit, sobek-sobek ukuran 5cm
  • 3 butir asam kandis
  • 1-2 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus : (saya blender dengan sedikit air)
  • 100 gr cabai merah keriting segar
  • 10 buah cabai kering, rendam dengan air panas, tiriskan
  • 10 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 2 cm jahe
  • 3 cm lengkuas
  • 5 butir kemiri sangrai
  • 1 sendok teh ketumbar, sangrai
  • 1/2 sendok teh jinten, sangrai

Cara membuat :
  1. Bersihkan ayam dari lemak-lemak dan kulitnya, cuci bersih, lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 15 menit, bilas, sisihkan.
  2. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan serai, daun jeruk, daun kunyit, daun salam, asam kandis, aduk rata dan tumis lagi sebentar sampai benar-benar harum
  3. Masukkan potongan daging ayam, aduk rata hingga berubah warna
  4. Tambahkan air, masak hingga ayam matang, tambahkan garam, tambahkan santan kental, aduk rata kembali dan masak hingga kuah mendidih sambil sesekali diaduk
  5. Cicipi rasanya, tambahkan telur, aduk rata dan masak hingga kuah sedikit mengental, angkat dan siap dihidangkan


resep masakan kalio ayam


Nah semoga resep kalio ayam dan telur ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera...



Selamat mencoba..



Friday, December 16, 2016

Telur Dadar Padang (Telur Bebek)



resep telur dadar padang

Hari ini saya kembali lagi mengudara he he he... nah resep yang saya tampilkan adalah resep telur dadar padang tapi yang versi telur bebek. Ingin juga coba sekali-sekali membuat olahan telur dadar padang ini pakai telur bebek.

Sebenarnya telur bebek sih bukan favorit saya, tapi sekali-sekali bolehlah dicoba. Apalagi kalau buat telur padang begini, memang biasanya menggunakan telur bebek. Lagian walaupun telur bebek lebih mahal daripada telur ayam, tapi sangat mudah mendapatkan telur bebek di pasar, terutama di pasar kaget, semua penjual telur ayam pasti menjual juga telur bebek, telur puyuh dan telur ayam kampung. 

Nah kalau ke rumah makan padang, yang khas dari telur dadarnya adalah telur dadarnya tebal, dan menjadi favorit saya setiap kali ke rumah makan padang sederhana, telur dadarnya memang tidak setebal telur dadar di rumah makan lain tapi sedap, he he he..

Dulu saya pernah buat telur dadar padang ini, tapi menggunakan telur ayam, boleh lihat di link ini telur dadar khas padang. Jadi dengan menggunakan resep yang sama, saya ganti saja telur ayam dengan telur bebek, hasilnya memang sedikit lebih tebal dari pada telur ayam. Dan kali ini saya tidak skip cabai merahnya. Dan untuk bumbunya saya uleg kasar saja.

Untuk membuat telur dadar padang ini syaratnya gunakan minyak yang cukup banyak ya, supaya telurnya bisa mengembang dan keriting di bagian tepinya dan gunakan api sedang saja. Oh iya di resep ini saya tidak menggunakan kaldu bubuk ataupun penyedap rasa ya, yang suka dan biasa menggunakannya, silakan ditambahkan sesuai selera, tentu rasanya lebih maknyuss.

Kalau dulu di Palembang, waktu kecil saya cukup sering mengkonsumsi telur bebek, secara ada tetangga belakang rumah pelihara bebek dan suka menjual telur bebeknya ke rumah. Nah kalau untuk olesan kue kering, ibu saya lebih suka menggunakan kuning telur bebek, jadi warnanya lebih kuning alami.

Ok sippp berikut langsung ke resep ya, sudah bingung mau menulis apa lagi he he he..

Telur Dadar Padang (Telur Bebek)

Bahan :
  • 3 butir telur bebek
  • 1 sendok makan tepung beras
  • 1 sendok makan kelapa parut
  • 3 butir bawang merah, uleg kasar
  • 2 siung bawang putih, uleg kasar
  • 3 buah cabai merah keriting, uleg kasar
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 2 batang seledri, iris halus
  • 2 lembar daun jeruk, iris halus
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • minyak yang banyak untuk menggoreng telur

Cara membuat :

Kocok telur hingga berbuih, masukkan bahan-bahan lain, kocok kembali hingga rata. Goreng telur hingga matang, lalu balikkan dan masak kembali hingga matang dan garing. Angkat dan tiriskan minyaknya. Siap disajikan

resep telur bebek dadar khas padang

Nah semoga resep telur dadar padang dengan telur bebek ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...


Saturday, September 24, 2016

Chicken Mushroom & Broccoli Frittata



resep fritata ayam jamur dan brokoli

Hari ini posting resep frittata lagi ya, kali ini buat yang chicken mushroom & broccoli frittata, jiah... ya sebut saja frittata isian ayam, jamur dan brokoli ya, he he he... Nah ceritanya masih ya makanan yang dibawa Sophie ke sekolah. Ya lumayanlah, ada sayuran, ada telur juga, jadi cukup mengenyangkan dan tentunya terjamin, secara kan buat sendiri.

Okelah, sampai saat ini saya masih semangat membuat sendiri bekal makanan Sophie, semoga ke depan tetap semangat, secara suka bingung juga kalau beli kan ya... malah bingung kalau beli he he he... untung Sophie ini doyan saja kalau dibuatkan makanan, tidak pernah minta beli kalau untuk bekalnya sekolah... tahu dia kalau emaknya sok rajin buat-buat makanan he he he..

Oh iya, bicara masalah frittata ini, isiannya sih bebas-bebas saja, nah kalau mau buat yang lebih mengenyangkan bisa tambahkan pasta di dalamnya, seperti yang pernah saya buat yaitu frittata macaroni. Sayurannya juga bisa saja wortel, atau sayuran beku campur, atau juga bayam dan sawi, aih pokoknya sayurannya terserah selera kita saja ya.. yang penting anaknya suka..atau bisa juga kalau anaknya tidak suka, potong sayuran dengan ukuran sangat kecil, nah bisa tersamarkan deh bentuknya, jadi anak akan menikmati si frittata ini. Upss tapi ini bukan buat anak kecil saja loh, buat orang dewasa juga cocok, ini saya saja doyan.

Nah kali ini saya tidak menggunakan keju meleleh ya, hanya menggunakan keju cheddar parut saja untuk toppingnya, tapi rasanya sudah cukup gurih kok. Yang suka boleh pakai keju meleleh, mozarela atau quick melt, sesuaikan dengan selera dan ketersediaan bahan saja.

Tapi yang namanya membuat frittata itu sungguh boros telur, jadi kalau telur sedang mahal mungkin perlu dipertimbangkan untuk membuat frittata ini, ha ha ha... ini saja untuk 6 buah frittata seperti gambar menghabiskan 5 butir telur utuh, alamak, seperti buat cake saja ya.. aih tapi masih untunglah ya, setara dengan cake ekonomis, coba kalau setara dengan cake dengan puluhan kuning telur itu... tidak tahanlah yaw...

Okey deh, tanpa lama-lama lagi, berikut resep chicken mushroom n broccoli frittata ini ya, semoga bisa bermanfaat ya... silakan...

fritata ayam jamur kancing dan brokoli

Chicken Mushroom & Broccoli Frittata

Bahan :
  • 50 gr dada ayam, potong kotak kecil
  • 200 gr jamur kancing kalengan, bilas dengan air bersih, potong 2
  • 1 kuntum brokoli ukuran sedang, potong-potong
  • 5 siung bawang putih, cincang
  • 2 butir bawang merah, iris
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/8 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • 5 butir telur, kocok
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/8 sendok teh merica bubuk
  • 30 gr keju cheddar parut untuk taburan

Cara membuat :
Tumis bawang putih sampai harum dan keemasan, masukkan bawang merah, tumis hingga berwarna kecoklatan, masukkan potongan dada ayam, masak hingga berubah warna, tambahkan brokoli dan jamur kancing, tambahkan garam dan merica bubuk, masak hingga brokoli mulai berubah warna, tetapi masih renyah ya.. angkat dan sisihkan.
Kocok telur, tambahkan garam dan merica bubuk, kocok kembali hingga rata, sisihkan.
Siapkan wadah alumunium foil, isi dengan bahan tumisan, lakukan sampai habis, tuangkan kocokan telur, taburi dengan keju parut.
Panggang di oven suhu 180 derajat celcius yang sudah dipanaskan sebelumnya. Panggang selama kurang lebih 20-25 menit sampai permukaan kering dan kekuningan, sesuaikan dengan oven dan besar kecil cetakan. Keluarkan dari cetakan dan dinginkan (catatan : begitu keluar dari oven, frittata akan kelihatan sangat mengembang, tetapi akan menyusut ketika sudah mulai dingin).


cara membuat chicken mushroom broccoli frittata

Nah semoga resep chicken mushroom & broccoli frittata ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...



Tuesday, August 9, 2016

Resep Frittata Macaroni



resep frittata macaroni

Mumpung sedikit rajin ngeblog, yups saya share dulu resep frittata macaroni yang saya buat tadi pagi ya, ini resep terbaru tapi tayang duluan mendahului resep-resep lain di draft, mumpung sedang mood posting resep yang ini.

Ceritanya pagi ini saya sedang rajin, jadi hari ini saya buat frittata macaroni ini untuk bekal Sophie bawa ke sekolah. Membuatnya tidak begitu lama, jadi membuatnya pagi hari masih keburu waktu, nah secara menggunakan sayuran beku campur yang sudah beberapa waktu lalu saya buat. Jadi sekarang saya sedia sayuran beku campur di freezer, sewaktu dibutuhkan tinggal diamkan sesaat di suhu ruang, langsung bisa digunakan. Yang mau membuat sendiri sayuran beku campur ini, silakan boleh lihat postingan saya di homemade frozen mix vegetables ya.

Frittata yang saya buat kali ini adalah versi panggang, yang tidak mau panggang memanggang, boleh kok memasaknya menggunakan teflon/frying pan, hanya bentuknya saja nanti yang berbeda. Saya pilih panggang menggunakan wadah alumunium foil supaya lebih gampang saja, tinggal disendokkan saja ketika akan disantap. Walaupun kalau versi muffin lebih mudah kali ya, tinggal gigit, hanya saja berhubung ada stok wadah alumunium foil ini, ya sudah saya gunakan saja yang ini.

Membuatnya sangat mudah ya, jadi frittata kali ini saya gunakan macaroni, masih ada stok macaroni ketika beberapa waktu yang lalu membuat macaroni schotel. Jadilah dimanfaatkan saja. Untuk macaroninya bisa bebas ganti dengan pasta jenis lain.

Jadi karena ceritanya emak-emak neh, ketika di dapur ya harus multi tasking ya, jadi apa yang bisa dikerjakan sekaligus ya dikerjakan. Jadi dengan tenggat waktu tertentu bisa menyelesaikan masakan tepat waktu. Sesekali melihat jam, jadi tahu kalau harus cepat dan tepat dalam memasak. Jadi ceritanya bisa donk ya membayangkan jadi peserta kompetisi masak memasak, di mana memasak dibatasi waktu, he he he... 

Eits tapi terkadang kalau sedang santai, saya memasak sangat saya nikmati loh, terkadang saya tidak melakukan multi tasking berlebihan, saya menikmati proses mengiris, mengupas dan mempersiapkan bahan dan alat masak. Tidak terburu-buru, santai mang... Saya siapkan dulu semua bahan, baru saya akan menyalakan kompor, nah kalau terburu-buru, saya sudah mulai menyalakan kompor di awal dan apa yang saya bisa masak duluan saya masak sambil menyiapkan bahan-bahan yang lain. Dan terkadang juga sampai 3 kompor saya nyalakan sekaligus, halah... 

Kembali lagi ke frittata macaroni ini, karena ini saya buatnya cukup besar 1 porsinya, jadinya buat Sophie terlalu banyak, jadi ternyata tidak habis. Sophie katakan kalau dia terlalu kenyang, jadi tidak habis. 

Nah yang namanya frittata, jadi bahan utamanya telur ya, dan kali ini saya gunakan campuran telur utuh dan putih telur, secara ada putih telur di kulkas yang terkumpul ketika membuat roti-rotian. Nah saya manfaatkan saja deh. Untuk satu resep di bawah ini ternyata cukup banyak menggunakan telur, 5 telur utuh dan 5 putih telur.

Di sini saya menggunakan keju kraft quick melt untuk taburan. Bisa ganti dengan keju cheddar atau keju mozarella sesuai selera. 

Okey deh daripada terlalu panjang intronya, berikut langsung ke resep saja ya, silakan...

frittata macaroni cara buat

Frittata Macaroni

Bahan :
  • 150 gr macaroni
  • 1/2 sendok teh garam
  • 100 gr dada ayam tanpa tulang dan kulit, cincang
  • 3 buah sosis ayam, potong melintang
  • 5 siung bawang putih, cincang
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • 100 gr sayuran beku campur, biarkan sejenak di suhu ruang
  • 3 sendok makan mayonnaise
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 5 butir telur utuh
  • 5 putih telur
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 50 gr keju quick melt, parut kasar
  • 1 batang daun bawang bagian hijaunya saja, iris halus

Cara membuat :
  1. Didihkan air, rebus macaroni kurang lebih selama 10 menit, jangan sampai terlalu matang, beri garam, aduk rata, angkat dan tiriskan, sisihkan
  2. Tumis bawang putih sampai harum, masukkan ayam cincang dan sosis, masak hingga matang, angkat dan sisihkan
  3. Di mangkuk ukuran cukup besar, campur macaroni, sayuran beku campur, tumisan ayam sosis, mayonnaise, tambahkan garam dan merica bubuk, aduk rata, cicipi rasanya
  4. Di mangkuk lain campur telur utuh dan putih telur, kocok hingga rata, tambahkan garam dan merica bubuk, kocok kembali hingga rata, kocok cukup dengan garpu saja
  5. Panaskan oven, set di suhu 180 derajat celcius, siapkan loyang dan wadah alumunium foil. Masukkan campuran macaroni sampai 3/4 penuh, lakukan sampai selesai. Tuang kocokan telur dengan menggunakan sendok sayur sampai hampir penuh. Taburi dengan keju parut dan dan irisan daun bawang
    cara membuat frittata macaroni
  6. Panggang selama kurang lebih 20-25 menit sampai pemukaan kelihatan garing, kuning kecoklatan (sesuaikan waktu panggang dengan oven masing-masing dan besar kecil cetakan) keluarkan dari oven dan dinginkan sejenak (frittata akan mengembang begitu di dalam oven, begitu keluar oven dan didinginkan, fritata akan sedikit menyusut), santap dengan saus tomat dan saus sambal

resep mudah frittata macaroni

Nah semoga resep frittata macaroni yang saya buat kali ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya....


Selamat mencoba...



Thursday, August 4, 2016

Tahu Tauco Telur Puyuh & Bunga Bawang



tahu tauco telur puyuh bunga bawang

Semakin ke sini kok selalu ada rasa malas ya untuk update blog, tapi hari ini saya coba tetap update deh walaupun masih cukup malas. Hari ini saya posting resep tahu tauco dengan telur puyuh dan bunga bawang saja. Resep ini sudah cukup lama ngendon di draft, jadi saya putuskan diposting saja sekarang.

Bunga bawang sendiri, terus terang saya baru sekarang coba masak sendiri, tapi kalau makannya baru sejak saya mulai kuliah di Bandung. Jadi di Bandung itu kebetulan ibu kos punya warung makan, nah menu yang selalu ada di sana salah satunya adalah tumis tahu bunga bawang. Pertama makan rasanya sedikit aneh, lama-lama jadi suka.

Jadi setiap pagi, saya selalu beli lauk untuk sarapan di warung makan ibu kos, dan tumis tahu bunga bawang ini adalah menu yang selalu dimasak duluan selain gorengan tahu, tempe, ayam tepung dan ikan pindang. Hmmm lumayan hampir tiap hari makan tumisan ini jadinya.

Nah sejak saya pelihara kucing yang saya ambil di jalan, tiap pagi ikan pindang pun selalu saya beli. Dan si ibu sudah tahu, buat makan puss ya neng..begitu katanya. Kucing ini saya temukan di jalan masuk ke kampus. Jadi ceritanya kan kampusnya di Jalan Kanayakan. Jadi begitu turun dari angkot, cukup jauh masuk ke dalam, biasanya dan tiap kuliah ya jalan kaki dari depan. Begitu juga kalau sudah pulang kuliah, jalan lagi.

Beberapa hari lihat anak kucing yang tiduran di jalan, kadang di tempat satunya, kadang di tempat lainnya, ya di sepanjang jalan Kanayakan itu. Ceritanya kucing terlantar, secara kucingnya walaupun berwarna putih, tetapi kelihatan tidak terawat.

Akhirnya ketika pada suatu kesempatan saya pulang bersama teman saya yang juga penggemar kucing, saya katakan begini, kasihan tuh kucingnya, terlantar begitu. Nah dikompor-komporin oleh teman saya, sudah kamu bawa pulang saja, kamu pelihara, kalau saya kan tidak mungkin pelihara kucing. Okeh deh, saya akan bawa pulang, tetapi kalau kucingnya jantan ya, kalau betina saya tidak mau. Sipp kita periksa dulu ya jantan atau betina, begitu kata teman saya, akhirnya kami berdua pegang kucingnya dan memeriksanya, eng ing eng... ternyata kucingnya jantan.

Selamat saya punya kucing peliharaan, nah masalahnya bagaimana membawa nih kucing pulang ke rumah? Untungnya teman saya ini kan tinggal di Dago Atas dan saya tinggal di Dago Pojok, searah jadinya. Dan dia berbaik hati mau ikut saya pulang membawa si kucing dan bergantian memegangi kucingnya selama di angkot. Cukup menjadi perhatian para penumpang angkot yang lainnya, tapi untung cuma sebentar saja naik angkotnya.

Dan ketika itu saya ingat, kami sedang kuliah di minggu praktek bengkel permesinan di mana syarat praktek adalah menggunakan sepatu safety yang buat ukuran cewe yang masih unyu-unyu terlalu macho. Jadilah cewe penampilan macho bergantian memegang kucing di angkot, halah... Jadi ingat juga ketika pertama kalinya memakai sepatu safety, langsung praktek mengikir dan harus berdiri selama berjam-jam mengikir baja, bukan mengikir kuku kakak...

Jadi begitu melepas sepatu safety, lihat kalau telapak kaki sudah kemerahan, hadeuh. Nah karena namanya juga praktek di bengkel permesinan ya, jadi ketika istirahat makan siang jadinya lapar sekali, tentu segera ke kantin yang memang kantin prasmanan, ternyata begitu sudah di meja kasir buat bayar, alamak piring penuh, pas lagi ada salah satu dosen yang ikut antri menyeletuk, kalian cewe-cewe makannya ternyata banyak juga ya, duh... jadi malu kan...

Ah tapi lama-lama di sana jadi tidak tahu malu kok cewe-cewenya, ha ha ha... kalau malu-malu tidak akan maju dan akan kalah bersaing dengan para lelaki yang jumlahnya sangat jauh lebih banyak. Perempuan di kampus tersebut bisa dihitung dengan jari, dan tentu saja para perempuan ini menjadi lebih terkenal ha ha ha...

Sejak saat itu, saya memelihara kucing putih yang saya beri nama Pindi. Nama yang sama dengan kucing peliharaan dulu di Palembang yang hilang karena pindah rumah. Bedanya Pindi yang di Bandung berwarna putih dan Pindi di Palembang berwarna kuning. Mulailah Pindi ini menjadi salah satu tanggungan saya dan juga penghibur tentunya, soalnya saya suka kucing... he he he...

Aih aih... kepanjangan ya... berikut langsung ke resep saja ya.. siapa tahu bisa menginspirasi ya...

Tahu Tauco Telur Puyuh & Bunga Bawang

Bahan :
  • 15 butir telur puyuh rebus
  • 5 buah tahu putih, kukus potong 4 masing-masing
  • 250 gr bunga bawang, potong-potong
  • 3 sendok makan tauco
  • 5 butir bawang merah, iris
  • 3 siung bawang putih, memarkan, iris
  • 250 ml air
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
  1. Tumis bawang putih sampai harum dan keemasan, masukkan bawang merah, tumis sampai harum dan kecoklatan, masukkan tahu putih, telur puyuh dan bunga bawang, aduk rata
  2. Tambahkan tauco, aduk rata, tuangkan air, beri saus tiram, aduk rata kembali dan masak hingga kuah mendidih, bunga bawang mulai sedikit layu, cicipi rasanya
  3. Angkat dan siap dihidangkan

resep tahu tauco bunga bawang

Nah semoga resep tahu tauco telur puyuh dan bunga bawang ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera ya...

Temukan resep lain yang menggunakan tauco di sini :
Sawi Tauco   


Selamat mencoba...



Tuesday, June 7, 2016

Memasak dengan Bumbu Dasar : Sambal Goreng Kentang Telur Puyuh



resep sambal goreng kentang telur puyuh

Setelah membuat bumbu dasar yang terdiri dari 4 bumbu dasar, yaitu bumbu dasar putih, kuning, merah dan bawang, saatnya menggunakannya pada masakan. Nah untuk resep pertama menggunakan bumbu dasar ini, jatuh pada masakan yang simple dan sudah bukan merupakan resep baru lagi dan merupakan resep yang sudah sering dimasak di dapur kita kan, apalagi kalau bukan sambal goreng kentang dan telur puyuh.

Nah untuk memasak sambal goreng ini, yang dibutuhkan adalah campuran bumbu dasar merah dan kuning. Hanya lebih dominan bumbu dasar merahnya ya. Untuk sambal goreng ini silakan jika suka bisa ditambahkan terasi, ataupun serai yang dimemarkan, tapi karena saya mau yang versi tanpa tambahan kedua bahan tersebut, jadi untuk bumbu hanya menggunakan kedua bumbu dasar tersebut.

Untuk bumbu dasar sendiri, jika disimpan dalam kulkas dan ditutup rapat, bisa bertahan kurang lebih 1 minggu ya, itu yang menurut yang saya baca-baca, nah setelah membuat bumbu dasar ini maka baru akan saya coba tahan berapa lama neh bumbu-bumbu dasarnya.

Kalau mau lebih awet lagi, sebaiknya simpan bumbu di freezer, dalam kemasan kecil, supaya ketika proses mencairkan bumbu, hanya porsi kecil yang kita butuhkan yang kita cairkan. Supaya sesuai dengan kebutuhan dan tidak butuh waktu lama untuk mencairkan bumbunya.

Di resep sambal goreng kentang telur puyuh ini, saya mencampurkan santan di sambalnya, yang tidak suka, boleh diskip, hanya memang dengan santan rasa sambal goreng ini menjadi lebih gurih ya. Kembali lagi ke selera masing-masing.

Okey deh langsung ke resep ya, silakan....

Sambal Goreng Kentang Telur Puyuh
silakan lihat resep bumbu dasar di 4 bumbu dasar

Bahan :
  • 2 buah kentang ukuran sedang, potong-potong, goreng
  • 20 butir telur puyuh, rebus, goreng sebentar hingga berkulit
  • 125 ml santan (campuran 65ml santan instan + air hangat, aduk rata hingga tercampur)
  • 4 sendok makan bumbu dasar merah
  • 2 sendok makan bumbu dasar kuning
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • (gula dan garam, sesuai selera), saya tidak menambahkan lagi garam dan saya tidak menambahkan gula

Cara membuat :
Panaskan minyak, tumis bumbu dasar merah dan kuning, aduk rata sampai harum, tambahkan santan, aduk rata kembali dan masak hingga kuah mulai mengental, masukkan telur puyuh dan kentang goreng, aduk rata dan masak sampai mengental, angkat dan siap dihidangkan.


Nah semoga resep dengan menggunakan bumbu dasar ini yaitu sambal goreng kentang telur puyuh bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba....





Thursday, June 2, 2016

Tahu Goreng Telur Puyuh



resep tahu goreng telur puyuh

Hari ini sedang ada mood dan kepikiran buat tahu goreng telur puyuh ini, sudah lama tidak makan tahu telur puyuh begini, secara sudah lama tidak pernah beli lagi. Entalah walaupun tiap hari ada snack yang satu ini di penjual kue pagi hari, tapi tidak ada selera mau beli lagi.

Oh iya, tahu ini sebutannya sih kalau saya bilang ya tahu goreng telur puyuh, tapi ternyata tahu ini ada juga yang menyebutnya tahu fantasi telur puyuh, tahu mahkota atau tahu sarang puyuh. Hmmm yang mana satu yang disuka lah ya menyebutnya.

Dulu suka dengan tahu begini, rasanya enak, tapi sejak beli yang terakhir kesannya tidak enak, tahunya asam, akhirnya belum berminat sampai sekarang. Kalau beli, tahu begini rasanya dominan tahunya, hanya ada sedikit campuran daun bawangnya, jadi kalau mau makan yang agak beragam bahan-bahannya, buat sendiri, suka-suka mau ditambahkan apa.

Nah kebetulan semua bahan yang saya butuhkan ada semua di kulkas, jadi tidak perlu pergi ke pasar lagi, cukup dengan bahan seadanya. Membuatnya sangat mudah ya, tapi memang prosesnya agak lama, itu yang buat lama mengisi adonan ke cetakan, lalu menyempilkan telur puyuhnya ke tengah, lalu merapikan permukaannya dengan sedikit ditekan supaya padat. Lalu yang buat lama lagi adalah kalau kukusan kecil, nah karena kukusan saya kecil, jadi harus 3 kali mengukus, secara resep di bawah ini jadinya banyak juga, jadi 20 buah.

Tadinya saya menyiapkan telur puyuh hanya 10 butir, ah buatnya tidak mau banyak rencana saya, eh tapi begitu sudah semua bahan dicampur, loh kok banyak, 10 butir kurang neh, akhirnya sambil mengukus batch pertama, sambil merebus tambahan telur puyuh lagi. Tapi senang juga, banyak buatnya karena hasilnya enak, tidak mengecewakan, ya karena tahunya juga tidak asam, untung deh. Kebayang kalau tahunya asam...wah penonton kecewa neh.

Sebenarnya tahu telur puyuh yang sudah dikukus sudah bisa disantap, tapi pakemnya tahu begini, digoreng dulu dengan balutan telur kocok, baru deh afdol.

Waktu menggorengnya, gorengan pertama, tahu telur puyuh ini saya balik, alhasil telur puyuh yang posisinya di bawah jadi meletus, bergelembung, jadinya jelek sekali permukaannya. Nah untuk gorengan yang selanjutnya, tahu telur ini tidak saya balik, goreng dengan minyak cukup banyak, lalu permukaan atasnya cukup disiram-siram saja dengan minyak menggunakan sutil sampai warnanya kekuningan, jadi telur puyuhnya masih bagus, tidak meletus.

Okey deh, begitu sekelumit tentang proses membuat tahu goreng telur puyuh ini, maklumlah ya, baru pertama kali buat, jadi belajarnya dari batch pertama... oh iya mengenai bahan, suka-suka saya menambahkan bahan dan mengira saja takarannya ya... 

Untuk cetakannya, saya menggunakan cetakan cucing, yang ternyata baru 3 kali saya gunakan, termasuk membuat tahu ini, beberapa waktu yang lalu buat kue mangkok tape dan kue gandus dengan cetakan ini juga.

Berikut resepnya ya....silakan...

Tahu Goreng Telur Puyuh

Bahan :
  • 2 buah tahu putih ukuran besar, total berat 400gr
  • 1 buah wortel ukuran sedang, parut halus dengan parutan keju
  • 10 ekor udang ukuran sedang, tanpa kulit dan kepala, haluskan atau cincang
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 35 gr keju cheddar, parut
  • 2 sendok makan mayonnaise
  • 1 butir telur
  • 1 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 4 siung bawang putih, goreng lalu haluskan
  • 20 butir telur puyuh rebus

Bahan pelapis:
  • 2 butir telur, kocok dengan garpu

Cara membuat :
  1. Di mangkuk, remas-remas tahu dengan tangan sampai hancur, masukkan bahan lain kecuali telur puyuh, aduk rata
  2. Cicipi rasanya dengan cara mengambil sedikit adonan, goreng atau kukus, tambahkan garam atau merica bubuk jika suka
  3. Siapkan kukusan, panaskan hingga air mendidih, siapkan juga cetakan plastik (saya menggunakan cetakan cucing untuk kue mangkok atau kue gandus), olesi dengan minyak tipis saja
  4. Isi cetakan sampai 3/4 penuh, tambahkan telur puyuh sambil sedikit ditekan, biarkan telur puyuh muncul setengah bagian, ratakan adonan disekeliling telur puyuh sambil sedikit ditekan, jika kurang banyak, bisa tambahkan sedikit sampai adonan tahu rata dan rapi
  5. Lakukan hingga adonan habis
  6. Kukus dengan api sedang selama kurang lebih 20 menit sampai matang, keluarkan dari kukusan, dinginkan kemudian keluarkan dari cetakan (keluarkan tahu kukus dari cetakan setelah cukup dingin supaya tahu kukus ini lebih padat jadi tidak berubah bentuk)
  7. Balutkan tahu telur puyuh kukus ini dengan telur kocok, goreng hingga kecoklatan dan garing permukaannya, angkat dan tiriskan
  8. Siap disajikan hangat, dengan cocolan saus sambal, ataupun mayonnaise, atau bisa disantap dengan nasi


Nah semoga resep tahu goreng telur puyuh ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera....


Selamat mencoba....


Monday, May 9, 2016

Sambal Tahu Kacang Merah Telur Puyuh



sambal tahu kacang merah telur puyuh

Resep sambal tahu kacang merah dan telur puyuh ini adalah resep yang sudah beberapa waktu lalu saya buat. Jadi seperti biasa ya, resep draft yang tayang kali ini. Nah ide buat sambal begini juga karena mau masak cepat dan menggunakan bahan yang ada saja di dapur.

Memang kalau resep sambal-sambalan begini saya paling doyan, doyan masak dan juga doyan makan, he he he....
Ceritanya bapaknya Sophie beli kacang merah segar di swalayan, nah keesokan harinya baru saya tanya maunya kacang merahnya dimasak apa? ternyata maunya dimasak pakai tauco. Lah saya tidak beli tauco dan memang stok tauco tidak ada. Akhirnya beberapa hari tuh kacang merah di kulkas. Nah setelah saya periksa sudah mulai bertunas, jadi ya daripada makin panjang tunasnya, segera diberdayakan saja.

Lihat bahan, hmmmm ada semua untuk membuat sambal ini, dan sedang punya banyak stok daun seledri, secara kalau ke carrefour suka beli daun seledri organik, harganya cukup murah, hmmm jadilah diberdayakan juga nih daun seledri sebagai campuran sambal.

Untuk kacang merahnya, karena ini menggunakan kacang merah segar, jadi kacang merahnya saya rebus saja di panci biasa sampai lunak dan tidak butuh waktu yang cukup lama. Nah kalau menggunakan kacang merah kering, sebaiknya rendam semalaman, baru rebus deh, dan kalau mau cepat gunakan panci presto.

Okey deh, langsung ke resep ya, walaupun hanya resep sambal-sambalan, semoga tetap bisa bermanfaat buat yang bingung dengan masakan harian...siapa tahu bisa menjadi inspirasi....

Sambal Tahu Kacang Merah Telur Puyuh

Bahan :
  • 250 gr kacang merah segar, rebus sampai empuk, tiriskan
  • 15 butir telur puyuh rebus
  • 10 buah tahu, potong sesuai selera, goreng
  • 5 batang daun seledri, iris sesuai selera
  • 2 batang daun bawang, iris sesuai selera
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 butir asam kandis
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan sambal : haluskan
  • 8 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 15 buah cabai merah keriting
  • 5 butir cabai rawit merah (optional)
  • 2 buah tomat ukuran sedang

Cara membuat :
  1. Tumis bahan sambal sampai harum dan kering serta tidak langu, masukkan daun jeruk, daun bawang dan daun seledri serta asam kandis, masak sebentar
  2. Masukkan tahu dan telur puyuh, aduk rata, tambahkan kacang merah dan garam, aduk rata kembali, cicipi rasanya
  3. Angkat dan siap dihidangkan

resep sambal kacang merah telur puyuh

Nah mudah sekali kan resep sambal tahu kacang merah dan telur puyuh ini, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya....


Selamat mencoba....



Thursday, April 21, 2016

Telur & Nanas Masak Habang



telur nanas masak habang

Setelah sukses suka dengan rasa ayam dan telur habang khas Banjar yang pernah saya coba sebelumnya, hmmm rasanya ingin makan lagi neh menu begini, bumbunya serius enak, cocok dengan selera saya, ada manis dan pedas dan rasa rempahnya...laziz pokoke masakan Banjar ini, bagaimana dengan telur & nanas masak habang?

Ketika ingin makan masakan begini lagi, apa mau dikata, ayam tidak ada stoknya di freezer, hanya ada telur, eits ada nanas juga, hmmm mulai deh berpikir, enak kali ya dicampur nanas, jadi rasanya mungkin mirip-mirip dengan pajri nanas juga kali ya, nah yang ini ngarang secara waktu mau masak begini tidak ada lihat resep pacri nanas dulu, he he he... ternyata memang miriplah untuk penggunaan rempah kayumanis, dkk serta penggunaan cabai merah keringnya.

Lalu lihat stok cabai merah kering, yahhhh tinggal 10 buah...ah tapi seadanya saja deh, semoga enak, dan benar deh rasanya enak, nanas dimasak habang atau masak merah begini enak...nyam-nyam apalagi saya masukkan cabai rawit merah utuh ke dalam masakan ini, duh rasanya klop..sesuai..he he he...nulis begini jadi lapar deh membayangkan masakan ini.

Oh iya, bagi yang baru mulai-mulai belajar masak, nah kalau bingung dengan beberapa bumbu yang digunakan dalam masakan ini, berikut saya beri gambarnya ya....hanya cengkeh, kapulaga, kayumanis, pekak atau nama lainnya kembang lawang atau star anise, hmmm sekalian gambar cabai merah keringnya, yang lainnya standar, pasti sudah pada tahu kan?

rempah kayumanis pekak kapulaga cengkeh

cabai merah kering

Nah sekarang lanjut ke resep telur nanas masak habang atau masak merah ini ya, silakan....

Telur & Nanas Masak Habang

Bahan :
  • 1 buah nanas ukuran sedang, kupas lalu potong sesuai selera
  • 5 butir telur rebus
  • 10 butir cabai rawit merah utuh
  • 35 gr gula merah, sisir
  • 1 batang kayu manis @4cm
  • 5 butir cengkeh
  • 2 butir kapulaga
  • 1 butir pekak/kembang lawang/star anise
  • 1/2 sendok teh garam
  • 200 ml air
  • 2 sendok makan air asam jawa
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 10 buah cabai merah kering, rendam dengan air panas sampai lunak kurang lebih 10 menit, tiriskan (jika mau lebih merah, tambahkan jumlahnya)
  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 1 cm jahe
  • 1 sachet terasi

Cara membuat :
  1. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan pekak, kapulaga, kayumanis dan cengkeh, aduk rata dan masak sampai tidak langu
  2. Tambahkan air asam jawa dan gula merah, aduk rata kembali, tuangkan air, masukkan telur dan nanas, masukkan garam, tambahkan cabai rawit merah, aduk rata dan masak hingga kuah menyusut dan kental, cicipi rasanya
  3. Angkat dan siap dihidangkan

telur dan nanas masak merah


Nah semoga resep  telur & nanas masak habang atau masak merah ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera....


Selamat mencoba....


Tuesday, April 12, 2016

Sambal Tahu Telur Puyuh



resep sambal tahu telur puyuh

Hufff...sambal-sambalan lagi ya, nah yang ini adalah sambal tahu telur puyuh. Secara memanfaatkan telur puyuh yang sudah beberapa hari di dapur, kalau terlalu lama tidak dimasak bisa-bisa tidak selamat nih telur puyuhnya.

Kali ini saya buat sambalnya dicampur antara cabai merah dan cabai hijau, ceritanya resep ini saya buat karena terinspirasi dengan salah satu menu yang ada di salah satu rumah makan padang yang tidak begitu jauh dari rumah.

Nah dulu pernah beli sambal ikan benggol/peda/layang/sarden yang dicampur tahu di warung makan si uda ini. Hmmm begitu menggiurkan deh sambalnya, dengan sambal merah dan hijaunya itu, jadinya sekali sekali ingin buat sambal versi begini.

Warung padang ini tidaklah besar dan tidaklah ramai seperti warung padang lainnya, letaknya persis di ruko depan perumahan Muka Kuning Indah 1 atau Genta 1, persis bersebelahan dengan toko bahan kue Vanilie. Menu di rumah makan ini kalau boleh saya katakan persis seperti menu rumahan, jadi untuk orang-orang tertentu ya enak saja, dan pastinya harganya murah dibanding warung makan padang yang lain, itu yang penting, he he he....

Kalau ke warung makan ini biasanya sih saya selalu cari asam padehnya (asam pedas), yang biasanya menggunakan ikan tongkol dan menurut saya dan bapaknya Sophie asam pedasnya enak. Hmmm tetapi belakangan berapa kali ke sana asam padehnya selalu tidak ada.

Nah suatu ketika saya melihat menu sambal ikan dan tahu ini, ikannya sih bukan yang ukuran besar tetapi yang kecil, jadi untuk satu porsi cukup banyak juga ikannya. Dan karena sambalnya ternyata enak juga, akhirnya suka deh.

Dengan mereka-reka sambalnya, akhirnya saya buat versi saya, hanya tidak pakai ikan, pakai telur puyuh dan tahu. Sambalnya juga ulekan cabainya benar-benar kasar, kalau si uda sambalnya kasar hanya tidak begitu kasar seperti yang saya buat. Rasanya? beda tipislah...he he he... tapi lebih enak kalau semisal diberi penyedap atau kaldu bubuk, halah makin nampol pasti rasanya, jiahhhh...

Okey deh berikut resepnya ya...

Sambal Tahu Telur Puyuh

Bahan :
  • 10 buah tahu putih ukuran kurang lebih 4x4cm, potong 2, goreng garing
  • 15 butir telur puyuh rebus, goreng hingga berkulit
  • 50 gr teri, goreng garing
  • 1 batang daun bawang, potong ukuran kurang lebih 1cm
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 1 buah jeruk nipis ukuran kecil
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan sambal :
  • 15 buah cabai merah keriting
  • 10 buah cabai hijau keriting
  • 10 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 2 buah tomat ukuran sedang 

Cara membuat :
  1. Potong-potong bahan sambal ukuran besar, rebus sampai berubah warna, angkat lalu tiriskan lalu ulek kasar, sisihkan
  2. Tumis bahan sambal, masukkan daun jeruk dan daun bawang, masak hingga harum
  3. Tambahkan garam, aduk rata
  4. Masukkan tahu goreng dan telur puyuh goreng serta teri goreng, aduk rata, kucuri dengan air jeruk nipis, aduk rata lalu cicipi rasanya, tambahkan apa yang dirasa perlu (jika suka gula, boleh tambahkan gula pasir atau gula merah atau jika suka bisa tambahkan penyedap ataupun kaldu bubuk, takaran disesuaikan dengan selera masing-masing, bisa dimulai dengan 1/2 sendok teh dulu, cicipi rasanya, baru dikoreksi lagi rasanya)
  5. Angkat dan siap dihidangkan

cara buat sambal tahu telur puyuh

Nah semoga resep sambal tahu telur puyuh yang saya buat ini bisa bermanfaat ya sebagai alternatif menu harian di rumah, silakan mencoba semoga cocok dengan selera....


Selamat mencoba....



Saturday, February 13, 2016

Opor Ayam & Telur Puyuh



resep opor ayam telur puyuh

Kebiasaan Sophie kalau ikutan ke pasar, Pipi mau ini, Pipi mau itu. Eh lihat ada oom sedang memilih-milih telur puyuh langsung latah, Pipi mau tulul (baca: telur) kecil begitu katanya. Karena ini maunya dia, jadinya saya berpikir dimasak opor saja, campur ayam dan kentang juga dan buatnya versi opor kuning. Jadilah si opor kuning ayam & telur puyuh ini.

Lihat si oom ini memilih telur puyuh 1 papan, nah di penjual yang ini ternyata bisa memilih telur puyuhnya, dan ternyata tidak harus beli 1 papan yang berisi 100 butir telur puyuh. Kebayang bakal bingung saya kalau beli sampai 100 butir lagi. Seperti halnya waktu sebelumnya saya terpaksa membeli 100 butir karena penjualnya tidak membolehkan beli sedikit. Akhirnya saya olah menjadi sambal goreng telur puyuh dengan pete dan kentang.

Jadi ternyata bisa beli seharga 5000 rupiah dengan 13 butir telur puyuh. Dan walaupun sedikit begitu bisa pilih juga. Aih baik sekali si uni ini...wah jadi bakalan sering mampir ke sini donk saya. Tadinya kebetulan sih ke kios ini. Nah karena mau cepat ketika membeli bawang bombay, jadi cari kios yang tidak begitu ramai. Akhirnya mampir ke kios si uni, dan si uni ini lengkap juga jual bumbu-bumbu, nah kebetulan kehabisan asam kandis, kembang lawang dan cengkeh, jadinya sekalian beli di sini.

Ketika pilih-pilih bumbu, lihat ada bumbu butiran kecil warnanya mirip dengan ketumbar, penasaran, belum pernah lihat sebelumnya dan ketika saya tanya apa itu dan ternyata itu adalah kas-kas. Pernah baca di mana saya lupa, kalau ada juga yang menggunakan kas-kas ini di soto banjar. Nah karena penasaran, saya tanya si uni, kas kas itu buat bumbu apa dan si uni katakan kalau biasanya rumah makan saja yang suka pakai bumbu kas-kas ini, bisanya untuk soto dan gulai, jadi kas-kas ini dicampur dengan bahan lain kemudian dihaluskan, ketika bercampur dengan bumbu lain maka kas-kas ini akan terasa, begitu kata si uni.

Dan ketika saya googling ternyata kas-kas ini juga banyak digunakan pada masakan India dan ternyata kas-kas ini adalah white poppy seeds, edisi baru tahu. 

Walaupun sudah membeli kas-kas ini, berat 60gr seharga 5000 rupiah, tapi saya belum berniat membuat gulai ataupun soto dengan kas-kas ini, tapi penasaran dengan resep soto banjar yang menggunakan kas-kas...suatu saat ingin coba juga kalau mood datang.

bumbu kas kas


Okey deh kembali ke resep opor ayam & telur puyuh ini ya, resep ini pada dasarnya sama dengan resep opor ayam kuning yang pernah saya posting, beda tipis saja, secara kali ini pakai ketumbar dan jinten bubuk saja, saya kehilangan jinten, perasaan masih ada stoknya, ealah ternyata dicari-cari entah di mana jinten tersebut. Tidak mau repot melakukan proses sangrai, akhirnya saya pakai ketumbar bubuk sekalian. Eitss padahal kalau pakai ketumbar dan jinten bijian yang disangrai baru kemudian dihaluskan lebih harum lho baunya...

Berikut resep opor kuning ayam & telur puyuh ini ya...

Opor Ayam & Telur Puyuh

Bahan :
  • 500 gr daging ayam, potong sesuai selera (saya gunakan yang tanpa kulit)
  • 1 buah jeruk nipis
  • 1 buah kentang ukuran berat kurang lebih 200 gr, potong-potong, goreng
  • 13 butir telur puyuh, rebus
  • 1 buah santan instan kemasan 65ml
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • 400 ml air
  • 1 sendok teh garam (sesuaikan dengan selera)

Bumbu halus :
  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 2 cm jahe
  • 2 cm lengkuas
  • 3 cm kunyit (skip kunyit jika mau membuat opor versi putih)
  • 4 butir kemiri, sangrai
  • 1/2 sendok teh ketumbar, sangrai (saya gunakan 1/2 sendok teh ketumbar bubuk)
  • 1/2 sendok teh jinten, sangrai (saya gunakan 1/2 sendok teh jinten bubuk)

Bumbu lainnya :
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 3 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 batang kayu manis @3cm
  • 3 butir kapulaga
  • 1 butir kembang lawang
  • 5 butir cengkeh
  • 2 butir asam kandis

Cara membuat :
  1. Cuci potongan ayam, lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 15 menit, bilas, sisihkan
  2. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan bumbu lainnya (serai, daun salam, dll), tumis kembali sampai daun-daunan berubah warna, masukkan potongan daging ayam, aduk rata sampai ayam berubah warna
  3. Tambahkan air, masak hingga ayam matang, lalu tambahkan santan instan yang dilarutkan dengan sedikit air panas
  4. Masak hingga kuah mendidih sambil sesekali diaduk, tambahkan garam dan merica bubuk, aduk rata, cicipi rasanya, lalu tambahkan kentang goreng dan telur puyuh, masak sebentar
  5. Angkat dan siap dihidangkan, taburi dengan bawang goreng

resep opor kuning ayam telur puyuh & kentang


Nah semoga resep opor ayam dan telur puyuh dengan kentang ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera..


Selamat mencoba...