Monic's Simply Kitchen

Friday, February 17, 2017

Oatmeal Chocochips Chewy Cookies



resep oatmeal chocochips chewy cookies

Postingan malam nih, sebenarnya kok malas ya, tapi tidak apa-apa dibuat saja deh, hitung-hitung menyemangati diri sendiri supaya lebih rajin update. Untungnya gambarnya sudah ada di komputer dan sudah dipermak juga dan resepnya sudah ada di memo tablet, jadi mudah tinggal salin saja. Jadi ceritanya malam ini saya mau posting resep oatmeal chocochips chewy cookies, beuh...

Nah kukis ini sudah saya buat beberapa waktu yang lalu, kepikiran buat kukis ini karena ada stok rolled oat di dapur, sudah beli di hypermart. Harga diskon sih, tapi kalau dipikir-pikir ya sama saja dengan harga normal di swalayan lain. Tapi memang rolled oat ini jarang yang jual, jadi karena malas ke swalayan yang lain itu, akhirnya beli di hypermart saja.

Hmmm kalau sudah masalah pikir-pikir, kesal tidak sih kalau kita ngomong begini kepada atasan, I think I should bla bla... lalu dijawab dengan ketus, you don't have to think, just do it. Hu hu hu sampai sekarang berbekas.. apa.. masak kerja tidak boleh berpikir, jadi hanya bekerja begitu saja, jadi robot saja donk ya.

Puasnya saya ketika melihat raut wajahnya ketika saya mengajukan pengunduran diri, setelah sekian lama saya menahan diri bekerja di sana. Hmmm tanda-tanda saya sudah tidak menikmati lagi kerja di sana adalah ketika setiap kali turun dari bus angkutan karyawan perut saya selalu mulas dan rasa mual mau muntah diikuti rasa berat di kepala, ha ha ha seperti morning sickness saja ya.. tapi ini memang morning sickness tapi bukan yang itu. Gejala tersebut semakin parah ketika saya melangkah memasuki area perusahaan, dan semakin parah ketika sudah masuk ke ruangan kerja. Begitu parahnya rasa tidak nyaman saya, dan daripada saya memaksakan diri, akhirnya saya mengundurkan diri saja.

Dan saya ingat sekali yang dikatakan atasan saya tersebut ketika saya mengundurkan diri, what have you done to me? I have arranged your new training, you are going to Malaysia to learn about moulding tools. You will help engineering regarding theses toolings. Hmm memang waktu itu saya ditempatkan di bagian maintenance... what..maintenance, sudah terbayang kan bagian maintenance itu seperti apa. Bayangan pakaian penuh oli karena membongkar mesin... aih aih tidak juga, saya waktu itu hanya bagian administrasinya lah, begitu kira-kira. Dan saya perempuan sendiri di bagian tersebut. Kerja saya ya hanya administrasi perawatan mesin, membuat formulir perawatan dan semua yang berhubungan dengan administrasi deh.

Jadi belum pernah saya itu mengutak-atik mesin tapi paling hanya mengecek berkala mesin tertentu, yang ini sih mudah ya.. mengecek kompresor, cooling tower adalah hal yang saya suka, apalagi mengecek cooling tower, saya akan naik ke lantai atas dan mengecek mesinnya. Hmmm suatu ketika, tidak ada satu pun personel yang bebas tugas, semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing, ternyata ada request urgent, di mana ada satu alat yang rusak..alat ya bukan mesin, kalau di istilah mesinnya, jig & fixture (pengarah dan penepat). Nah di situ saya terpaksa mengutak-atik alat tersebut, dan ketika beberapa rekan sekerja saya masuk ke ruangan, serentak mereka berkata, akhirnya... kamu bekerja juga setelah sekian lama...sambil tertawa mereka melihat saya sibuk dengan alat tersebut.

Aih sebenarnya kalau masalah rekan sekerja sih asyik-asyik saja, hanya saya tidak betah dengan pekerjaan saya tersebut apalagi dengan atasan, yang sebenarnya membingungkan, semua bisa memberi perintah. Atasan tidak hanya satu, ada 3 orang, yang terkadang tidak sejalan. Hmmm singkat cerita, akhirnya saya bisa lega mengundurkan diri dari sana dengan membawa kesan dan ingatan yang sampai hari ini tidak terlupakan.

Ya begitulah ceritanya.. yang sekali lagi tidak ada hubungan dengan resep kukis yang akan saya posting he he he...

Membuat kukis ini sangatlah mudah, hanya aduk-aduk, bulatkan dengan 2 buah sendok kecil, panggang dan jadi deh. Nah karena saya di sini menggunakan margarin dan merknya adalah blueband (bukan iklan bukan postingan berbayar) jadi tidak perlu memasukkan adonan ke dalam kulkas ya, beda kalau menggunkan butter atau mentega yang harus dimasukkan ke kulkas paling tidak selama 30 menit supaya adonan tidak melebar dengan suksesnya ketika dipanggang.

Jadi kukis yang saya buat ini masih terlihat gemuk, tidak tipis ya, sedikit berubah bentuk dari awalnya bulat seperti bakso yang dicetak dengan 2 buah sendok. Mengenai rasa... enak menurut saya, dan saya suka, dan yang penting Sophie pun suka.

Sipp berikut resep kukisnya, silakan..

Oatmeal Chocochips Chewy Cookies

Bahan :
  • 100 gr tepung terigu protein rendah, saya gunakan merk hana emas
  • 1/4 sendok teh baking powder
  • 110 gr margarin
  • 100 gr gula palem
  • 1 butir telur
  • 60 gr chocochips
  • 175 gr rolled oats

Cara membuat :
Panaskan oven, set di suhu 180 derajat celcius, siapkan loyang, oles tipis margarin. Di mangkuk, campur tepung terigu dan baking powder, sisihkan. Di mangkuk lain, whisk margarin sampai lunak, tambahkan gula palem, whisk kembali sampai tercampur rata, tambahkan telur, aduk kembali. Masukkan tepung, aduk rata kemudian tambahkan chocochips dan rolled oats, aduk rata kembali. Dengan menggunakan 2 buah sendok kecil, bentuk bulat adonan, letakkan di loyang dan beri jarak karena kukis akan melebar. Panggang selama kurang lebih 10-15 menit sampai bagian bawah kecoklatan dan garing. Keluarkan dari oven dan dinginkan.


resep kukis oatmeal chocochips

Nah semoga resep Oatmeal Chocochips Chewy Cookies ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..



Selamat mencoba...



Thursday, February 16, 2017

Resep Ayam Tuturaga khas Manado



ayam tuturaga

Demam masakan Manado masih berlanjut huahahaha... jangan kabur dulu ya.. begini ini karakter pemilik blog, selagi belum bosan ya bakalan itu-itu terus he he he. Nah kali ini masih masakan ayam, dan kali ini adalah ayam tuturaga

Kalau saya katakan ayam tuturaga ini mirip ayam woku, hanya saja bersantan dan rasanya malah mirip masakan mangut, pernah posting mangut ikan tongkol dan mangut kakap sebelumnya. Sedaplah pokoknya.. 

Nah memasak masakan jenis begini tidak butuh lama untuk memasaknya, jadi tadi sambil menonton serial favorit di FOX dan jika iklan pindah ke FOX Crime akhirnya selesai juga sebelum saatnya menjemput Sophie pulang sekolah.

Tadinya saya itu ragu mau menambahkan santan di masakan ini, tapi kalau tidak bersantan, namanya bukan ayam tuturaga donk ya, menyalahi konsep. Hmmmm sebelum ditambah santan sudah saya cicipi rasanya dan enak donk, tambahkan santan makin enak.. makin gurih dan makin mirip dengan mangut rasanya, hanya ini mangut ayam he he he.

Karena ini makanan pedas dan memang saya buat cukup pedas untuk ukuran anak-anak, jadi tadi Sophie saya buatkan saja ayam goreng simpel, berbumbu bawang putih, garam, kunyit bubuk dan merica hitam. Sedap rasanya walaupun bumbunya simpel, dan masakan begini jadi favoritnya Sophie. Untuk sayurannya, tumis saja kapri dicampur jamur white crab berbumbu bawang putih, garam dan merica, simpel. 

Jadi memang untuk Sophie itu masakan tidak perlu aneh. Beberapa waktu yang lalu saya masak pasta untuk dia tapi saya beri saus tomat botolan, tidak berapa lama dia batuk-batuk. Jadi bertambah lagi varian yang membuatnya batuk. Sejak saat itu saya belum pernah lagi membuatkannya pizza bersaus tomat, padahal Sophie sudah beberapa kali minta pizza. Saya katakan nanti ya nak, belum buat saus tomatnya.... ahai emaknya masih malas membuat saus tomat sendiri, belum mood. Untungnya anak ini sabar... jadi di saat-saat tertentu hanya berkata, nanti kalau ibu sudah buat saus tomat, buat pizza ya... hi hi hi... emaknya belum buat juga sampai hari ini.

Untungnya Sophie itu tidak bandel, jadi untuk makanan dan minuman dia selalu bertanya, Pipi boleh makan ini tidak? boleh minum ini? jadi ketika belanja di swalayan terkadang dia ingin sesuatu sebut saja makanan anak-anak, lalu kami katakan tidak boleh nak, nanti batuk. Akhirnya dia menurut. Suatu ketika temannya ulang tahun dan pulangnya dia membawa goodie bag, tapi isinya semua makanan anak kemasan pabrikan. Lalu sebelum dia buka goodie bagnya, dia tanya, yang mana yang boleh Pipi makan? lalu saya periksa, oalah nak... tidak ada yang boleh.. oh tidak ada ya... begitu saja katanya, sedikit kecewa di wajahnya tapi dia mengerti menderitanya kalau batuk. Aih aih untungnya kalau dia sudah mengerti.

Uppps kembali lagi ke resep ayam tuturaga ini ya, nah yang saya buat ini ala-ala saya ya... seperti biasa saya tidak menambahkan daun pandan ke masakan begini, belum mood, suatu saat nanti deh. Padahal daun pandan ada stoknya di kulkas. Kebetulan ada di penjual bumbu, jarang-jarang ada. Sekalinya beli 1 pokok begitu, murah hanya seribu rupiah. Si uni penjuan berkomentar ketika saya membeli daun pandan ini,  banyak kan daun pandan seribu, daripada minta ke tetangga, iya kan... ha ha ha tahu saja nih si Uni. 

Tapi saya memang tidak punya tetangga yang punya daun pandan, bagaimana bisa minta? sekalinya pernah lihat ada yang menanam daun pandan tapi di blok lain yang cukup jauh, aih aih masa iya minta daun pandan ke sana...padahal duh ngiler lihat daun pandannya.. banyak sekali dan subur-subur menghijau.

Di rumah saya itu terkendala kalau hal tanam menanam, lahan semua dimanfaatkan dan saya belum mood lagi menanam dengan menggunakan polybag. Secara dulu pernah mencoba, ceritanya sedang hobi menanam, jadi saya coba tanam cabai, tomat, pare dan melon. Tapi semua tidak membuahkan hasil, semua terserang hama putih. Sempat berbuah tapi kerdil... akhirnya saya menyerah.. belum mood lagi menanam bahkan untuk pandan sekalipun.

Okeh deh, lanjut ke resep ah sekarang, ini dia resepnya.. silakan..

Ayam Tuturaga

Bahan :
  • 800 gr daging ayam tanpa kulit, potong sesuai selera
  • 1 buah jeruk nipis ukuran besar
  • 2 genggam daun kemangi
  • 2 lembar daun kunyit, sobek-sobek
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 300 ml air
  • 200 ml santan (saya gunakan 65ml santan instan +air)
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu halus :
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 5 butir kemiri, sangrai
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 10 butir cabai rawit
Cara membuat :
Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 10-15 menit, bilas, sisihkan. Tumis daun jeruk, daun kunyit dan serai sampai daun-daunan berubah warna, masukkan bumbu halus, masak hingga harum dan tidak langu, masukkan potongan daging ayam, aduk rata dan masak hingga ayam berubah warna. Tambahkan air, masak hingga ayam matang, beri garam, aduk rata, cicipi rasanya. Tambahkan santan, masak hingga mendidih sambil sesekali diaduk, cicipi lagi rasanya, jika perlu tambahkan garam, kemudian sesaat sebelum diangkat masukkan daun kemangi.


resep ayam tuturaga

Nah semoga resep ayam tuturaga khas Manado ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...




Wednesday, February 15, 2017

Lalampa Khas Manado



resep lalampa manado

Aih aih apa kabar hari ini? wah ternyata hari ini hari libur nasional ya..kenapa juga saya tidak tahu ya kalau di Batam juga libur, dan ternyata lihat kalender online, oalah tanggal 15 Februari itu libur. Padahal sudah dengan yakinnya antar Sophie ke sekolah... loh kok sepi.. pada kemana nih.. jangan-jangan libur, sampai di rumah cepat-cepat buka kalender online..ya pantas nak.. sekolahmu tutup..orang hari ini hari libur.

Hmmm tidak yakin, telepon gurunya, dan ternyata memang benar libur pilkada, dan ternyata memang ada surat pemberitahuan dari sekolah yang sialnya tidak saya lihat. Secara saya lupa memeriksa isi tas Sophie bagian depannya. Hu hu hu... dasar..

Kalau bicara Pilkada, sudah lama sekali heboh ya.. , duh.. kalau lihat berita kok bawaannya tidak tahan untuk berkomentar. Akhirnya kami pilih tidak ikut-ikutan saja deh, dan apa yang ada dalam pikiran kami, hanya kami utarakan saja di rumah, tidak perlu mengumbar di media sosial ataupun di mana saja. Biarlah sudah heboh di luar sana, masak kami juga mau buat heboh di sini ha ha ha..

Tapi memang saya itu suka geregetan kalau baca-baca time line facebook, ada saja komentar yang aneh-aneh, sharing sesuatu yang aneh-aneh yang membuat saya geregetan untuk tidak berkomentar. Upsss tapi saya tahan saja komentarnya untuk hanya saya bicarakan kepada bapaknya Sophie, tidak di kolom komentar fb... tahan niatmu buk..

Upss kembali kepada postingan kali ini saja ya... kali ini saya akan memposting resep lalampa, lemper khas Manado. Sudah cukup lama saya penasaran dengan lemper manado ini secara saya itu penyuka makanan dari ketan, dan boleh dikatakan saya itu maniak lemper he he he. Setiap kalinya ke Holland bakery, selalu beli lemper. Nah ternyata Sophie juga doyan lemper seperti emaknya. Dan suatu ketika saya menemukan lalampa ini di sana... ha... senangnya ada lalampa.

Akhirnya saya beli satu buah. Bentuknya kecil dan rasanya memang gurih, karena isiannya adalah ikan. Selain gurih tentu saja sedikit pedas. Tapi kalau saya boleh katakan tentu saja tetap kesukaan saya adalah lemper... namanya juga lemper maniak ha ha ha..

Okelah, karena saya sudah coba lalampa ala Holland bakery ini, jadi lanjut coba sendiri buat. Nah unuk resep ketannya saya pakai resep lemper ayam dengan menghilangkan gula di resep, lalu untuk isiannya saya gunakan isian resep kue panada dengan modifikasi. Untuk ikannya sendiri saya gunakan ikan tuna. Ikan tuna sendiri bisa digantikan dengan ikan tongkol. Tadinya saya mau gunakan ikan tongkol, tapi malas ah ke pasar lagi... pakai ikan tuna saja yang ada di freezer.

Terus terang untuk hasilnya saya tidak begitu puas, dari segi bentuk juga tidaklah seperti lalampa ya, yang saya buat ini besar-besar dan gemuk-gemuk. Secara kalau masalah membungkus dengan daun pisang saya bukanlah ahlinya, maaf saja kakak. Dan untuk ketannya sendiri ternyata kelembutan, harusnya ketannya cukup direndam selama 1 jam, apa yang terjadi, saya rendam hampir 12 jam wakakak... itu karena begitu saya rendam, selanjutnya saya terkena penyakit malas dan berlangsung cukup lama ha ha ha, dan malasnya berkelanjutan, saya memasaknya bukan dengan kukusan tapi dengan rice cooker, dengan menambahkan sedikit takaran santannya.

Akhirnya saya memaksakan diri untuk mengolah si ketan ini... malam harinya baru memasak si ketan, keesokan harinya lagi baru deh membuat isinya dan akhirnya penyelesaian, dengan tekstur ketan yang terlalu lembut. Tapi begitu Sophie mencicipi rasa ketannya, saya diberi jempol olehnya... enak ibu.. begitu katanya dan ternyata minta tambah lagi. Begitu sudah matang satu buah lalampa ini disikatnya juga dan tentu saja makannya menggunakan sendok he he he.

Nah resep yang saya bagikan di bawah ini kalau mengikuti takaran dan proses membuatnya tentu saja akan menghasilkan tekstur yang pas, seperti halnya tekstur lemper yang pernah saya buat. Jadi tanpa ada rasa malas seperti yang terjadi pada saya ketika membuat lalampa ini.

Oke deh, yang mau mencoba juga membuat lalampa sendiri di rumah, berikut saya bagikan resep lalampa yang saya buat ya... silakan..

Lalampa

Bahan ketan :
  • 500 gr ketan putih, cuci lalu rendam 1 jam
  • 300 ml santan (saya gunakan 2 bungkus santan instan isi 65ml + air)
  • 1/2 sendok teh garam
  • 3 lembar daun pandan, simpulkan

Bahan isi :
  • 250 gr daging ikan tuna atau tongkol, bakar/goreng/kukus, suwir-suwir (saya bakar dengan teflon tanpa minyak)
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 2 butir asam kandis, rendam dengan 1 sendok air hangat
  • 1 genggam daun kemangi, jika suka tambahkan menjadi 2 genggam
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

 Bumbu halus :
  • 6 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 3 cm jahe

Cara membuat :

  1. Untuk ketan : kukus ketan sampai setengah matang kurang lebih selama 10-15 menit, sementara itu rebus santan, garam, daun pandan hingga mendidih, kemudian masukkan ketan ke dalam panci, aduk-aduk hingga santan terserap ketan. Kukus lagi hingga matang kurang lebih selama 30 menit dengan api sedang
  2. Untuk isi : tumis bumbu halus hingga harum, masukkan semua bahan, aduk hingga rata, masak hingga kering
  3. Penyelesaian : siapkan daun pisang, cuci bersih dan lap hingga kering, ambil satu lembar daun pisang, sendokkan ketan, beri isi lalu tutup dengan ketan lagi, bungkus lalu semat dengan tusuk gigi. Lakukan sampai selesai, bakar dengan teflon hingga daun bagian bawah kecoklatan (beri sedikit minyak ketika membakar atau tanpa minyak, saya tanpa minyak), balik dan bakar lagi hingga daun kecoklatan, angkat.


Nah semoga resep lalampa khas Manado ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba....



Monday, February 13, 2017

Ayam Woku Khas Manado



resep ayam woku

Beberapa hari yang lalu saya masak ayam woku khas Manado ini, hmmm sudah lama tidak masak ayam begini. Akhirnya memuaskan keinginan menyantap makanan satu ini. Nah sebenarnya nama masakan ayam woku begini apalagi ayam woku belanga, tidaklah familiar di keluarga saya, kami selalu menyebutnya hanya ayam kemangi.

Kalau ayam kemangi sudah dari dulu ibu saya sering masak, nah setelah saya telaah..halah bahasanya.. ayam kemangi tersebut ya ayam woku ini ternyata. Dulu saya pernah posting resep ayam kemangi, tapi yang tanpa cabai. Ayam woku sendiri kalau versi keluarga kami adalah minus daun kunyit secara memang ibu saya tidak pernah memasukkan herba satu ini ke dalam masakan.

Setelah di Batam saja saya baru mulai mengenal rasa daun kunyit ini, secara dulu pernah satu kontrakan dengan teman asal Sumbar, nah teman saya ini sering sekali memasukkan daun kunyit dalam masakannya. Jadilah karena sering mencicipi masakannya akhirnya saya suka dengan aroma dan rasa daun kunyit.

Jadi sekarang itu kalau ke pasar, untuk daun-daunan selain daun salam dan daun jeruk, selalunya ada daun kunyit. Dan memang daun kunyit banyak sekali di jual di pasar, hampir semua penjual sayur, atau hanya penjual bumbu menjual daun kunyit ini.

Nah aroma daun kunyit yang saya suka adalah ketika sudah dimasak sebagai penyedap masakan asam pedas, atau rasa daun kunyit yang tajam pada cemilan khas Sumbar yaitu sala lauak, atau juga pada keripik singkong yang diberi pewarna kunyit dan dibumbui dengan daun kunyit. Rasanya khas dan jadinya enak menurut saya.

Oh iya, bicara sala lauak, saya baru mengetahui ada makanan satu ini setelah saya ke Batam, dan ternyata selalunya sala lauak ini menjadi gorengan yang ada di penjual kue pagi hari, atau di penjual lontong sayur yang penjualnya orang Minang tentu saja. Saya sejak dulu penasaran ingin membuat sala lauak sendiri tapi sampai saat ini belum juga terlaksana. 

Sala lauak ini adalah cemilan berupa gorengan yang berbentuk bulat, biasanya rata-rata sebesar bola pingpong. Nah rasanya enak, garing di luar tapi lembut di dalam, ada rasa ikannya dan tentu saja daun kunyit yang khas. Sala sendiri sih artinya goreng ya.. sedangkan lauak artinya ikan, jadi sebenarnya artinya gorengan yang ada campuran ikannya, begitulah kira-kiranya.

Di Batam sendiri, untuk harganya masih rata-rata seribu rupiah perbuah, ya dengan ukuran sebesar bola pingpong. Nah kalau sudah lebih besar sedikit ukurannya harganya biasanya lebih mahal. Kalau mengenai rasa, menurut saya rasanya hampir sama setiap kali saya membeli sala ini. Semuanya enak..he he he..

sala lauak khas minang
sala lauak
Halah... kenapa jadi membicarakan sala lauak ya... padahal kan saya posting resep ayam woku.. duh.. eits kembali lagi ke resep ayam woku ini ya, nah seperti biasa saya memasak ayam selalunya kalau bisa sih tanpa kulit, supaya tidak begitu merasa bersalah menyantapnya ha ha ha... hmm tidak juga kali ya karena memang dari kecil tidak terbiasa, di rumah ibu saya tidak pernah memasak ayam dengan kulitnya. 

Sipp berikut resep ayam woku yang saya buat ya... walaupun sudah banyak sekali resep ayam woku yang bertebaran di internet... saya ceritanya ikut meramaikan dunia ayam woku juga... ha ha ha..

Ayam Woku

Bahan :
  • 800 gr daging ayam tanpa kulit, potong sesuai selera
  • 1 buah jeruk nipis ukuran besar
  • 2 buah tomat ukuran kecil, masing-masing bagi 6 bagian
  • 2 genggam daun kemangi
  • 2 lembar daun kunyit, sobek-sobek
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 2 batang daun bawang, potong-potong
  • 400 ml air
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 5 butir kemiri, sangrai
  • 8 buah cabai merah keriting
  • 10 butir cabai rawit

Cara membuat :
Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 10-15 menit, bilas, sisihkan. Tumis daun jeruk, daun kunyit dan serai sampai daun-daunan berubah warna, masukkan bumbu halus, masak hingga harum dan tidak langu, masukkan potongan daging ayam, aduk rata dan masak hingga ayam berubah warna. Tambahkan air, masak hingga ayam matang, tambahkan tomat, beri garam, aduk rata, cicipi rasanya. Masukkan daun bawang, aduk sebentar, kemudian sesaat sebelum diangkat masukkan daun kemangi.



ayam woku belanga

Nah semoga resep ayam woku bukan versi belanga khas Manado ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya..



Selamat mencoba..



Saturday, February 11, 2017

Donut Holes (Sate Donat)



donat holes

Waduh... kemarin absen posting ya... mulai lagi kambuh malasnya saya neh. Tapi hari ini sudah tidak malas lagi, jadi saya posting resep donut holes (sate donat) saja ya. Hmmm saya sebenarnya tadi mau beri judul sate donat saja tapi kalau sate kan ditusuk-tusuk dan disusun di tusukan sate kan ya. Ealah ternyata tusuk yang saya punya terlalu pendek. Ya sudahlah kasih judul donut holes sate donat saja deh..

Ceritanya saya itu dapat tusuk lucu begini di toko serba 8000, nah dulu saya ada postingan iseng tentang toko ini di serba 8000. Harganya memang serba 8000 dan barang-barang yang dijual di sana cepat sekali habis, ya iyalah ya... murah. Semua barang yang saya beli pertama kali sudah tidak ada lagi stoknya, sudah banyak barang baru. Nah sekalinya ke sana, saya ketemu tusuk lucu begini, ih beli donk ya. Jadi kalau ke toko serba 8000 ini perasaan kok mau beli saja bawaannya. 

Tapi untung-untungan juga sih dapat barang lucu dan murah..nah entah sudah berapa kali kami pergi ke toko tersebut he he he.. dan sekalinya beli pastinya lebih dari satu... dasar ya. Yang saya cari pertama tentu saja barang-barang peralatan dapur dan makan serta pernak-pernik yang sekiranya dapat dijadikan pelengkap foto makanan. 

Ternyata toko serba 8000 ini tidak hanya satu saja di daerah Batuaji Batam, tapi ada juga di Harbour Bay - Batu Ampar.... hmmm bingung Batu Ampar apa masih daerah Nagoya itu ya..he he he. Tapi yang sudah sering bolak-balik Singapore-Batam lewat Harbour Bay pasti tahulah ya.. yang di Harbour Bay Mall ada toko serba 8000 ini.

Ternyata eh ternyata ada lagi yang lebih murah, toko serba 7500... ada di mall top 100 Tembesi. Nah waktu saya liburan dengan Sophie ke Jawa, ternyata bapaknya Sophie katakan ada tuh toko baru serba 7500 di mall top 100. Hmmm suatu ketika karena penasaran kami cari tokonya di dalam mall top 100 tersebut. Keliling-keliling sampai capek tapi tetap tidak ketemu.. akhirnya tanya kepada satpam mall. Diberi arahan tempatnya dan ternyata arahannya juga membuat bingung... tanya lagi kepada penjaga stan mainan anak, akhirnya ketemu deh.. ternyata tempatnya bukan di dalam mall tapi di ruko sekitar mall.

Hmmm masuk toko mata langsung membelalak... mencari-cari incaran barang bagus dan lucu..he he he.. aih aih ada saja yang terlihat lucu..jadi yang lucu-lucu di mata masuk keranjang belanja..halah... memang pintar juga sih taktik belanja serba sekian ini. Terkadang tidak berasa... karena murah akhirnya jadi banyak item yang dibeli. Jadi memang semua pembeli rata-rata membeli banyak item, sampai-sampai keranjang belanjaannya terlihat penuh, hi hi hi itu kalau belinya barang-barang besar, seperti ember, tempat sampah ataupun pot bunga dll barang besar.

Nah kalau biasanya kami ini beli barang yang kecil-kecil seperti penghapus, pensil, gantungan kunci, jepit rambut dan pernak-pernik dapur...keranjang tidak penuh, tapi... banyak juga setelah ditotal di kasir.

Upss kembali bicara tentang donat ini ya..nah saya itu kok sedang ingin makan donat lagi, masih terbayang kelembutan donat kentang yang saya buat jadi donat paha ayam, sudah saya posting di resep donat paha ayam. Jadilah tadi pagi sebelum antar Sophie latihan menari di sekolah buat persiapan Porseni TK saya menyempatkan diri membuat adonan donat ini. Lumayanlah pagi-pagi mengulen... cukup pegal he he he. 

Jadi karena sudah ada beberapa kali posting resep donat kentang, ya kali ini divariasikan saja bentuknya. Kali ini bentuknya bulat kecil saja, diberi nama donat holes karena memang bentuknya ini kan bulat kecil, jadi kalau buat donat pakai cetakan donat, ada sisa adonan kecil di tengah kan, nah ini yang disebut donat holes dan biasanya dijadikan sate donat.

Tadinya saya mau bagi saja adonan kecil-kecil lalu dibulatkan, sudah saya coba satu tapi aih perasaan akan lama kalau begini caranya. Akhirnya saya putuskan digilas saja adonannya lalu dicetak pakai cookie cutter bundar yang saya punya. Cookie cutter ini juga saya pernah gunakan untuk membuat garlic moza biscuits dan kastengels (namanya kastengels tapi bundar he he he). Dulu entah saya beli di mana cookie cutter begini. Ukurannya kecil saja, diameter 2cm.

Dan dengan resep di bawah ini menghasilkan kurang lebih 60 buah donat holes, banyak kan ya... jadi bisa pesta donat holes ini ha ha ha... Dan karena dicetak saja adonannya jadi membuatnya cukup cepat. Untuk rasa... sudah tidak diragukan lagi... donat kentang memang empuk..puk..puk..

Sipp berikut saya tuliskan lagi resepnya ya.. silakan...

Donut Holes
untuk 60 buah

Bahan :
  • 250 gr tepung terigu protein tinggi, saya gunakan merk golden eagle
  • 1 1/4 sendok teh ragi instan
  • 50 gr gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam
  • 25 gr tepung maizena
  • 100 gr kentang kukus, dinginkan sejenak, haluskan
  • 2 kuning telur
  • 40 gr margarin
  • 75 ml susu cair dingin
Bahan taburan :
  • gula halus

Cara membuat :
  1. Di mangkuk, campur tepung terigu, tepung maizena, ragi instan, gula pasir, garam, aduk rata, masukkan kuning telur, kentang, susu cair dingin, uleni hingga adonan menyatu (saya uleni kurang lebih selama 2 menit)
  2. Tambahkan margarin, uleni kembali hingga kalis dan lembut, kurang lebih selama 10 menit (jika mampu, uleni sampai kalis elastis), tutup mangkuk dan biarkan selama kurang lebih 45 menit sampai 1 jam, kempiskan adonan, bagi menjadi 2 atau 4 bagian. Ambil satu bagian, letakkan di alas bertabur tepung tipis, gilas dengan ketebalan kurang lebih 1cm. Cetak dengan cookie cutter bundar diameter 2cm (catatan : celupkan cookie cutter di mangkuk berisi tepung sebelum digunakan, jika lengket celupkan lagi). Letakkan adonan donat holes di wadah bertabur tepung tipis, lakukan sampai semua adonan habis, diamkan selama kurang lebih 15-20 menit.
  3. Panaskan minyak yang cukup banyak dengan api kecil, goreng hingga kuning kecoklatan, balik dan goreng sisi sebaliknya. Angkat dan tiriskan.
  4. Jika ingin membuat sate donat, tusuk-tusuk donut holes dengan tusukan sate, beri taburan gula halus atau olesi dengan margarin/butter/buttercream dan taburi dengan meses atau coklat serut.

resep donat holes sate donat

Nah semoga resep donat holes sate donat ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...


Selamat mencoba...




Thursday, February 9, 2017

Garlic Moza Biscuits



garlic moza biscuits

Lagi rajin update blog neh, walaupun sudah sore tapi sempat-sempatkan diri mengupdate resep di blog. Untungnya gambarnya sudah saya masukkan kemarin, jadi sekarang tinggal buat intro yang tidak penting, biar tidak langsung ke resep... begitu ceritanya he he he. Jadi ceritanya saya mau posting resep garlic moza biscuits, halah namanya... padahal kalau nama versi bapaknya Sophie simpel saja.. kue bawang ha ha ha...

Sebenarnya sudah cukup lama saya itu penasaran buat biscuits, hmmm dari resep dan cara buatnya sih tidak beda jauh dengan pembuatan scone. Nah walaupun bahan-bahannya tidak susah, tapi malasnya itu, ya namanya juga harus menunggu mood datang.

Jadi ceritanya pagi-pagi saya sudah rajin, membuat biscuit ini, saya mualai jam setengah 6 pagi. Dan akhirnya tanpa terkendala akhirnya biscuits ini bisa dijadikan bekal Sophie ke sekolah. Dan ternyata Sophie suka sekali dengan biscuits ini, ya iyalah ya.. secara gurih renyah.

Untuk resep kali ini saya pakai rujukan resep dari king arthur flour - baking powder biscuits. Nah dari penampilannya walaupun bahannya cukup sederhana tapi menggugah selera, hmmm dari gambarnya juga maka saya tertarik untuk mencoba resep ini. Tapi... tetap ya.. tidak afdol kalau tidak memodifikasi resep... ah tambahkan keju sepertinya enak ya..tapi tidak ada stok keju cheddar, hmm pakai keju mozarella saja deh. Hmmm enak juga kali ditambahkan bawang putih halus, biar wangi.. jadilah tambahkan juga bawang putih, ih seru kali ya kalau ada hijau-hijaunya sedikit... jadilah tambahkan juga irisan daun seledri dan daun bawang...tada jadilah garlic moza biscuits ini.

Di resep asli memang cukup banyak penggunaan baking powdernya, sedangkan takaran saya kurangi di resep yang saya buat...mungkin karena itu kali ya jadinya biskuit king arthur merekah dan membuat ngiler. Nah biskuit yang saya buat tidaklah begitu merekah, aih tapi tidak masalah lah ya.

Nah untuk mencetak biskuit ini saya menggunakan cookie cutter berbentuk bundar dengan diameter 2cm, jadinya cukup mungil, pas buat anak kecil he he he. Dan atas permintaan Sophie dia mau dibentuk bunga juga, jadi ada sedikit yang saya cetak dengan cookie cutter bentuk bunga. Dan pesan Sophie adalah, Pipi mau bawa yang flower ke sekolah, yang circle makan di rumah saja. Aih aih bisa saja nih anak.

Sore ini sedang asyik membahas hadiah ulang tahun untuk temannya besok. Jadi sedang berbincang dengan bapaknya mau membeli apa. Maunya Sophie adalah mobil-mobilan, nah entah bagaimana akhirnya berubah mau membeli buah naga saja buat hadiahnya. Lah saya katakan kok buah naga, iya kalau buah naga itu kan sehat, biar dia sehat ibu. GB itu tidak suka susu, jadi tidak usah belikan susu ya, halah...

Oh iya di resep, tidak dikatakan kalau harus menggunakan butter/mentega beku, tapi perasaan saya mengatakan kalau ingin renyah ya gunakan butter beku. Hmmm memang lebih baik gunakan saja butter beku, secara memang kalau lihat di resep lain juga menggunakan butter beku. Sippp...

Karena suka sekali dengan biskuit ini, pulang sekolah Sophie masih minta biskuitnya. Dan bapaknya yang agak pilih-pilih makanan, suka juga dengan biskuit ini. Jadilah tidak perlu menunggu lama, sore sudah lenyap biskuitnya. Eh tapi ada juga yang saya berikan ke guru sekolah Sophie, jadi sebenarnya mereka tidaklah begitu banyak makan biskuit ini.

Ok deh.. lanjut ke resep ya..silakan..

Garlic Moza Biscuits

Bahan :
  • 360 gr tepung terigu serbaguna
  • 1 sendok teh baking powder
  • 1/2 sendok teh garam
  • 10 gr gula pasir
  • 90 gr butter/mentega, potong kotak
  • 1 batang daun seledri, iris halus
  • 1 batang daun bawang ukuran kecil, iris halus 
  • 4 siung bawang putih, haluskan
  • 50 gr keju mozarella, parut kasar (atau bisa gunakan keju cheddar)
  • 220 ml buttermilk (susu cair dicampur dengan 1 sendok makan air jeruk nipis atau jus lemon atau cuka)

Cara membuat :
Panaskan oven, set di suhu 200 derajat celcius. Di mangkuk, campur tepung terigu, garam, gula pasir, aduk rata. Tambahkan butter beku, dengan menggunakan 2 buah garpu atau ujung jari, atau juga pisau pastry, aduk hingga berbutir, tambahkan irisan daun bawang, daun seledri, bawang putih dan keju mozarella, aduk rata. Tambahkan buttermilk sekaligus, aduk rata secara cepat sampai didapatkan adonan yang lembut. Letakkan adonan di alas bertabur tepung, gilas, setebal 2 cm, lipat 3 bentuk surat, gilas kembali setebal 1.5 cm - 2cm. Cetak dengan cookie cutter. Letakkan di loyang beroles margarin tipis. (catatan : untuk sisa adonan saya bentuk bundar, tebal 1.5cm, bagi 8 dan saya jadikan scone mini) Panggang selama kurang lebih 15-20 menit sampai kecoklatan. Keluarkan dari oven.


Berikut resep biscuits versi King Arthur Flour :

Baking Powder Biscuits

Ingredients :
  • 361g King Arthur Unbleached All-Purpose Flour*
  • 1 teaspoon salt
  • 14g baking powder
  • 12g to 50g sugar, to taste*
  • 57g to 85g butter or shortening
  • 227g milk, buttermilk, or water

Directions :
  1. Preheat your oven to 425°F.
  2. Mix together the dry ingredients. With two knives, a pastry blender, or your fingertips, cut or rub the butter or shortening in until the mixture looks like bread crumbs.
  3. Add the liquid all at once, mixing quickly and gently for about 20 seconds until you have a soft dough.
  4. To make drop biscuits: Drop the dough by the spoonful onto a lightly floured baking sheet; or for tidier shapes, fill the cups of a greased muffin tin about two-thirds full.
  5. To make cut biscuits: Pat the dough into a rectangle about 3/4" thick. Fold it into thirds like a letter and roll gently with a floured rolling pin until the dough is 3/4" thick again.
  6. Cut into circles with a biscuit cutter for traditional round biscuits. Or, to avoid leftover dough scraps, cut the dough into squares or diamonds with a bench knife or bowl scraper.
  7. Bake the biscuits for 15 to 20 minutes, until they're lightly browned. Remove them from the oven, and serve warm.

biskuit keju bawang putih

Nah semoga resep biskuits keju bawang putih  (garlic moza biscuits) ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...



Wednesday, February 8, 2017

Mie Ayam Goreng Kunyit



mie ayam goreng kunyit

Ini menu kemarin, entahlah punya ide buat mie goreng tapi pakai dicampur ayam goreng kunyit, hmmm jadilah mie ayam goreng kunyit ini. Secara kemarinnya lagi ketika beli timun di pasar... iseng tuh penjualnya menawarkan kacang panjang, murah katanya 10 ribu rupiah saja. Tapi saya menolak.. eh tapi kemarin kok malah jadi ingin beli kacang panjang.

Dan ternyata harganya masih sama, hmmmm jadi pas deh.. semua bahan ada untuk membuat mie ayam goreng kunyit ini. Nah dulu saya pernah posting resep ayam goreng kunyit ini, tapi ini sebenarnya tumisan saja sih bukan ayam goreng biasa berbumbu kunyit. Dan ternyata ayam goreng kunyit ini termasuk salah satu makanan khas Thailand juga.

Walaupun bumbunya sederhana tapi rasanya enak. Hmmm karena ceritanya biasalah ya kalau dapat yang murah begitu, sebut saja kacang panjang kali ini, jadi saya tambahkan kacang panjang cukup banyak dan setelah dicampur mie dan semua bahan, loh kok malah dominan kacang panjangnya..mienya malah menyelip.. jadi sebenarnya lebih cocok kacang panjang ayam goreng kunyit dengan mie ha ha ha...

Tadinya saya takut kebanyakan mienya, jadi saya hanya gunakan 1/2 bungkus mie telur. Dan ternyata tidak sebanding dengan kacang panjangnya...he he he.... jadi resep ini sebenarnya cocok untuk 1 bungkus mie telur... atau kacang panjangnya dikurangi, tapi eits yang suka sayuran tidak masalah kok..malah enak kan ya.

Nah untuk Sophie saya buatkan ayam goreng kunyit saja, tanpa tambahan apa-apa, jadi ayam yang sudah dibumbui dengan garam, kunyit bubuk dan merica hitam serta sedikit minyak, langsung saja dimasak dengan sedikit minyak sampai ayamnya matang. Hmm ternyata Sophie suka dengan masakan ayam begini.

Ok deh... sekarang lanjut ke resep ya.. ini dia.. silakan...

resep mie ayam goreng kunyit

Mie Ayam Goreng Kunyit

Bahan :
  • 100 gr mie telur, masak lalu tiriskan
  • 300 gr dada ayam tanpa kulit dan tulang, potong memanjang
  • 1 sendok teh kunyit bubuk
  • 1/4 sendok teh merica hitam, haluskan (atau gunakan merica bubuk putih)
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak goreng
  • 1 buah bawang bombay, iris memanjang
  • 10-15 batang kacang panjang, cuci, potong ukuran kurang lebih 5cm
  • 5 buah cabai merah keriting, iris serong
  • 6 siung bawang putih, memarkan
  • 1/4 sendok teh garam
  • minyak untuk menumis
  • 1 sendok teh saus tiram
  • 1 sendok makan kecap asin gelap (dark soy sauce) atau gunakan kecap asin biasa
  • 1/4 sendok teh merica hitam halus (atau gunakan merica bubuk putih)

Cara membuat :
  1. Campur dada ayam dengan merica hitam, kunyit bubuk, garam dan minyak goreng, diamkan selama kurang lebih 10-15 menit
  2. Panaskan teflon atau frying pan sampai benar-benar panas, tambahkan 1 sendok teh minyak, tumis bawang bombay dan cabai hingga bawang bombay transparan, angkat dan sisihkan
  3. Panaskan lagi teflon, beri sedikit minyak, tumis kacang panjang sampai berubah warna, angkat dan sisihkan
  4. Panaskan lagi teflon, beri sedikit lagi minyak atau tanpa minyak jika suka, masak ayam hingga berubah warna dan sedikit kecoklatan, angkat dan sisihkan
  5. Panaskan lagi teflon, beri sedikit minyak, tumis bawang putih sampai harum, masukkan ayam yang sudah dimasak tadi, masak hingga lebih kecoklatan, tambahkan kacang panjang, bawang bombay dan cabai merah, aduk rata, masukkan mie goreng, beri kecap asin, saus tiram dan merica hitam, aduk rata, cicipi rasanya, tambahkan garam jika perlu, angkat dan siap dihidangkan

mie goreng kacang panjang

Nah semoga resep mie ayam goreng kunyit dengan kacang panjang ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...



Selamat mencoba...




Tuesday, February 7, 2017

Pindang Ayam Kemangi (Palembang)



resep pindang ayam kemangi

Kemarin itu kok ya kepikiran mau makan pindang ayam kemangi ini, itu loh masakan pindang khas Palembang. Mungkin karena sudah lama tidak makan kali ya, jadi ingin makan atau mungkin karena ingin makan yang tidak begitu berat.

Kalau di Palembang sendiri, masakan pindang bisa macam-macam jenisnya, sebut saja pindang tulang yang memang sangat terkenal, lalu pindang udang, pindang ikan patin yang biasanya dicampur juga dengan tempoyak dan tentu saja pindang ayam.

Selain itu ikan gabus pun enak dijadikan pindang. Nah kalau dulu kecil, biasanya ibu saya sering masak pindang ikan gabus. Aih dulu saya masih suka makan ikan gabus, nah sekarang entahlah, saya tidak mau lagi makan ikan gabus, kecuali ikan gabusnya diolah menjadi pempek, padahal kalau membayangkan makan pempek ikan gabus agak geli tapi berusaha tidak memikirkannya, lanjut terus makan... pura-pura tidak tahu ha ha ha...

Kalau ikan patin, sampai sekarang saya juga tidak mau makan, jadi kalau ibu saya masak pindang ikan patin atau pepes ikan patin, hmmmm lewat saja deh...pass dulu.. tapi ibu saya dan adik saya suka dengan olahan ikan patin ini. Jadi sampai sekarang saya belum pernah masak ikan patin sendiri he he he.. namanya juga selera ya... beda orang beda selera.

Kalau saya tetap pindang ikan tongkol adalah favorit, nih saya pernah posting resep pindang kuning ikan tongkol di blog ini. Oh iya dulu saya pernah posting resep pindang ayam ini, tapi waktu itu buat versi diet rendah garam, secara memang garamnya dikurangi. Nah pindang ayam ini memang cocok untuk diet karena memang memasaknya tanpa minyak. Ikan bisa diganti dengan ikan-ikanan sesuai selera.

Membuatnya juga sangat mudah, bumbu hanya diiris, dan menjadikan masakan ini masakan yang ringan. Nah tadinya saya ingin mencampur irisan cabai rawit atau cabai rawit utuh di pindang ini, tapi berhubung saya mau Sophie juga makan, jadi saya buat sambal cabai rawit terpisah saja. Ealah tapi tetap saja Sophie tidak mau makan ayam kuah. Hmmmm ujung-ujungnya telur ceplok lagi buat dia.

Sambal cabai rawit yang saya buat mentah saja, hanya bawang putih, cabai rawit dan garam, begitu sudah dihaluskan masukkan ke mangkuk, beri air jeruk nipis. Aihhh dulu sambal begini adalah favorit saya. Kalau ibu saya membuat bandeng bakar, sambalnya sambal begini saja. Tapi nikmatnya beuh.... terkenang sampai sekarang, jadi takana jo kampuang ini.

Nah untuk pindang ayam kemangi ini saya buat menggunakan dada ayam tanpa kulit ya, kalau di pasar di Batam ini disebut ayam sate. Jadi biasanya kalau mau membeli khusus dada ayam, selalunya beli ayam sate, dada ayam saja tanpa sayapnya, tapi masih berkulit sih. Nah kulitnya tinggal dibuang saja kalau mau.. dan biasanya memang saya tidak pernah menggunakan kulitnya untuk dada ayam begini. Selalunya saya stok dada ayam begini, jadi sewaktu-waktu butuh tinggal gunakan, apalagi kalau ada request ayam kupuk kecil (popcorn chicken ala2).

Sippp ah... lanjut ke resep ya sekarang, ini dia..silakan..

Pindang Ayam Kemangi (Palembang)

Bahan :
  • 500 gr dada ayam tanpa kulit, potong-potong kecil
  • 3 buah tomat ukuran kecil, potong-potong
  • 1 batang daun bawang, potong melintang ukuran kurang lebih 1-2cm
  • 3 butir asam kandis
  • 2 genggam daun kemangi
  • 1 sendok teh garam
  • 1 ruas jahe, memarkan
  • 1 ruas lengkuas, memarkan
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 1000 ml air

Bumbu iris :
  • 4 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit

Cara membuat :
Didihkan air, masukkan bumbu iris, jahe, lengkuas, daun salam, serai dan asam kandis, biarkan lagi hingga mendidih sekali lagi, masukkan potongan ayam, masak hingga ayam matang, tambahkan tomat dan daun bawang, beri garam, aduk rata, cicipi rasanya. Begitu sudah pas rasanya, sesaat sebelum diangkat masukkan kemangi, matikan api, siap dihidangkan.



Nah semoga resep pindang ayam kemangi (Palembang) ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...

Temukan resep pindang-pindang lainnya di label kategori pindang ya.... ini dia... pindang



Selamat mencoba...




Monday, February 6, 2017

Donat Paha Ayam



donat paha ayam

Donat paha ayam, namanya cukup unik, dikarenakan bentuknya mirip paha ayam kali ya. Hmmm asal donat ini sebenarnya dari mana ya...tapi dikatakan kalau donat ini asalnya dari Medan, tapi ada juga di Pekanbaru dan ada juga tentunya di Batam.

Saya tidak ingat sih pernah melihat donat begini di tempat lain, tapi dulu di Batam donat paha ayam ini merupakan salah satu jajanan yang dijual di jajanan kue pagi hari. Dan ternyata cukup laris.. walaupun saya tidak begitu menyukainya karena memang biasanya yang dijual taburannya adalah meses berwarna-warni.

Dulu ingat yang menerima titipan kue-kue ini sempat mengatakan kepada saya kalau yang biasanya buat donat paha ayam akan pulang kampung. Jadi si ibu ini bertanya kepada saya, bisa tidak buat donat paha ayam? kalau bisa buat donk, biar jual di sini, laris loh... hmmm bisa tidak ya.. begitu jawaban saya.. tapi dalam hati tidak pernah berniat mencoba membuatnya..he he he..

Dan setelah saya perhatikan memang saya tidak pernah lagi melihat donat paha ayam yang di jual di jajanan pagi hari di tempat saya ini. Sudah lama menghilang dari peredaran, sudah banyak kue-kue baru juga selain tentunya kue-kue yang tak lekang oleh waktu, sebut saja wajik gula merah, lemper, bolu kukus, onde-onde, sala lauak, dll.

Nah beberapa waktu yang lalu lihat mba Vika Lyn posting donat paha ayam, hmm jadi kepikiran mau buat juga, apalagi lihat donat paha ayamnya mba Vika taburannya meses ceres coklat, jadi mengundang selera saya. Akhirnya kemarin coba buat sendiri deh.. tapi bingung mau pakai resep yang mana, periksa stok kentang dulu, eh ada.. jadilah saya memutuskan menggunakan resep donat kentang ncc saja. 

Dan mengenai fotonya, konsepnya mirip juga dengan konsep foto mba Vika, hi hi hi... nyontek konsepnya ya mba... habis cute sih... sederhana tapi buat ngilerin orang yang lihat. Terima kasih ya mba..

Tapi taburan donat paha ayam saya adalah dcc yang diserut pakai parutan keju saja, secara sedang tidak ada stok meses coklat, adanya meses warna-warni, kalau nekat pakai meses warna-warni juga, bakalan tidak ada yang mau makan donk.. akhirnya ya sudah, pakai dcc, dan rasanya enak...enak.. enak..

Dan tetap ya... Sophie dan bapaknya doyan yang tanpa taburan, jadi mereka lebih memilih makan yang polosan. Untungnya saya buat hanya 3 buah yang diberi topping, dua sudah saya santap, sisa satu yang belum tahu kapan mau saya santap lagi he he he...

Sophie sudah makan juga yang donat dengan taburan tapi hanya versi pantomim saja, ketika saya makan donatnya, dia pura-pura mengambil donat saya, lalu pura-pura makan donatnya, ha ha ha... bisa saja nih anak. Gerakan pantomim makan sambil senyum-senyum.

Ok deh... yang mau lihat resepnya ini dia.. silakan...


donat paha ayam khas medan

Donat Paha Ayam
untuk 14 buah donat


Bahan :
  • 250 gr tepung terigu protein tinggi, saya gunakan merk golden eagle
  • 1 1/4 sendok teh ragi instan
  • 50 gr gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam
  • 25 gr tepung maizena
  • 100 gr kentang kukus, dinginkan sejenak, haluskan
  • 2 kuning telur
  • 40 gr margarin
  • 75 ml susu cair dingin

Bahan olesan :
  • buttercream abal-abal : 1 sendok makan blueband + 1/2 sendok makan susu kental manis, aduk rata dengan sendok

Bahan taburan :
  • dark cooking coklat serut

Cara membuat :
  1. Di mangkuk, campur tepung terigu, tepung maizena, ragi instan, gula pasir, garam, aduk rata, masukkan kuning telur, kentang, susu cair dingin, uleni hingga adonan menyatu (saya uleni kurang lebih selama 2 menit)
  2. Tambahkan margarin, uleni kembali hingga kalis dan lembut, kurang lebih selama 10 menit (jika mampu, uleni sampai kalis elastis), tutup mangkuk dan biarkan selama kurang lebih 45 menit, kempiskan adonan, bagi menjadi 14 bagian dengan berat kurang lebih 40gr, bulatkan masing-masing, letakkan di alas bertabur tepung tipis. Ambil satu bulatan, bentuk menyerupai paha ayam (bentuk lebih panjang lagi kalau ingin bentuknya tidak begitu bulat), letakkan kembali di wadah bertabur tepung tipis, lakukan sampai selesai diamkan kembali selama kurang lebih 20 menit dalam kondisi tertutup (tutup dengan serbet atau plastik wrap)
    cara membuat donat paha ayam
  3. Panaskan minyak yang cukup banyak dengan api kecil, goreng hingga kuning kecoklatan, balik dan goreng sisi sebaliknya. Angkat dan tiriskan.
    donat stik paha ayam
  4. Beri olesan butter cream dan taburi dengan meses atau dcc parut, tusuk dengan tusuk sate

resep roti donat paha ayam

Nah semoga resep donat paha ayam ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera...


Selamat mencoba...




Saturday, February 4, 2017

Pempek Tuna (Kapal Selam & Lenjer)



resep pempek tuna

Saya itu walaupun bukan orang Palembang asli, hanya numpang lahir dan besar di Palembang, tetap ya karena sudah terbiasa dari kecil, selalu suka dengan yang namanya pempek. Jadi kalau lama tidak makan pempek, terkadang suatu waktu ingin makan. Jadilah berapa hari yang lalu buat pempek ikan tuna dan lagi-lagi buat pempek kapal selam dan lenjer kecil.

Walaupun terkadang saya juga ingin sekali-sekali buat yang lenjer besar, nah nanti setelah direbus, tinggal dipotong-potong baru digoreng. Tapi terkendala panci merebus, saya tidak punya panci besar, mau pakai dandang kukusan besar, aih terlalu ribet, kembali lagi...malas tepatnya mengeluarkan si dandang dari tempat peraduannya, jiahhhhh...

Nah mumpung ada ikan tuna di freezer, pakai ikan tuna deh kali ini, jadi warna pempeknya tidak begitu terang ya seperti halnya kalau menggunakan ikan berdaging putih seperti tenggiri, kakap ataupun gabus. Tapi juga tidak terlalu gelap seperti kalau membuat pempek ikan tongkol ataupun ikan sarden/benggol.

Untuk resep pempek kali ini saya membuat adonan biang dulu, yaitu terigu yang dicampur air mendidih yang sudah diberi bumbu garam, gula dan bawang putih halus. Aihh akhirnya saya membuat lagi pempek versi biang ini. Nah memang kalau pempek dengan menggunakan adonan biang terigu teksturnya lebih empuk ya dibanding tanpa biang. Saya sendiri lebih suka pempek dengan ada campuran tepung terigunya, jadi tidak hanya kenyal tapi cukup empuk.

Kali ini untuk cukonya saya masih menggunakan gula merah batok yang dulu saya bawa dari Palembang.. disayang-sayang gula batoknya. Jadi gula batok ini saya hanya gunakan untuk membuat cuko. Dan rasanya memang enak cuko dengan gula batok. Gula batoknya sendiri dibawa dari Linggau oleh adik saya. Jadi saya sudah pesan lagi neh, kalau dia ke Linggau, bawakan gula batok lagi, nanti simpankan buat saya he he he...

Untuk resep cukonya sedikit beda kali ini, di cuko ini saya tidak menggunakan ebi dan tidak menggunakan cuka makan juga. Jadi untuk mengasamkannya saya hanya menggunakan asam jawa yang cukup banyak. Mengenai rasa? enak...enak... cuko kental dan asam..mantap deh pokoknya. Hmm saya jadi punya resep cuko yang ingin saya buat lagi..dan lagi dan lagi.

Nah bicara mengenai cuko kental, memang pas sekali menggunakan gula batok ini ya karena walaupun kita menggunakan gula batok yang cukup banyak, tapi cukonya tidak akan terlalu manis karena memang gula batok ini tidaklah terlalu manis dibandingkan gula merah lainnya. Jadi untuk mendapatkan cuko kental bukan hal yang susah.

Tapi tentu saja untuk membuat cuko ini tergantung dengan stok gula merah yang ada ya... tapi enak tidaknya cuko tergantung gula merahnya. Gunakan gula aren jika mau cukonya lebih enak... ternyata dengan gula aren pun bisa membuat rasa cuko lebih nendang.

Untuk takaran resep yang saya tuliskan di bawah menghasilkan 18 buah pempek lenjer kecil dan 3 buah pempek kapal selam... hmmm cukup banyak kan.. jadi kami di rumah pesta pempek ha ha ha... sampai Adul Bedul pun suka sekali dengan pempek ini. Ya memang sih kalau ada bau ikan yang tajam tidak bisa membohongi penciuman Bedul he he he. Sophie pun suka sekali dengan pempek tuna ini, sekali makan langsung habis 4 potong, ini lapar atau doyan ya.

Ok deh, untuk ikannya sendiri, silakan gunakan ikan sesuai stok saja ya, tentu saja ingat ya kalau warna akhir pempek ditentukan oleh warna daging ikannya.

Sippp... berikut langsung ke resep ya.. ini dia..silakan..

Pempek Tuna (Kapal Selam & Lenjer)

Bahan :
  • 100 gr tepung terigu protein sedang
  • 250 ml air
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • 300 gr ikan tuna, haluskan dengan chopper atau gunakan ikan giling jenis lain
  • 350 gr sagu tani
  • 2 butir telur ukuran kecil berat dengan cangkang kurang lebih @55gr

Bahan isian :
  • 3 butir telur, pecahkan, letakkan di mangkuk (jangan sampai putih dan kuningnya bercampur)

Cara membuat :
Didihkan air, masukkan garam, gula dan bawang putih, aduk rata, matikan api, masukkan tepung terigu dan aduk rata hingga kalis, diamkan sampai dingin.
Begitu sudah cukup dingin, pindahkan ke mangkuk, beri telur, aduk rata, tambahkan tuna giling, aduk rata kembali. Aduk dengan sendok kayu atau tangan. Kemudian secara bertahap masukkan sagu tani, lakukan sekitar 3 atau 4 tahap. Uleni perlahan saja sampai tercampur rata dan adonan kalis.
Lumuri tangan dengan tepung sagu tani, ambil secukupnya adonan, bentuk lenjer kecil, letakkan di wadah bertabur tepung sagu tani. Lakukan untuk beberapa buah pempek lenjer kecil sesuai selera jumlahnya (saya buat 18 buah). Lalu sisa adonan dibagi 3 bagian, bulatkan asal, bentuk sumur di bagian tengah, sendokkan satu kuning telur dengan sedikit putih telurnya, tutup adonan, dan letakkan di wadah bertabur tepung sagu tani (lihat gambar di pempek dos )
Sementara itu didihkan air secukupnya, beri 1 sendok makan minyak goreng, rebus pempek hingga mengapung dan untuk pempek kapal selam, biarkan sedikit lebih lama mengapung supaya telurnya matang.
Angkat dan tiriskan, goreng hingga garing, angkat dan tiriskan, sajikan dengan cuko yang diberi potongan kecil timun.


Cuko Pempek

Bahan :
  • 200 gr gula merah/gula aren  (saya gunakan gula batok)
  • 400 ml air
  • 8 siung bawang putih
  • 20 butir cabai rawit (sesuaikan dengan selera jumlahnya)
  • 3 sendok makan asam jawa
  • 1/2 sendok teh garam

Cara membuat :
Potong kecil gula merah, campur dengan air dan asam jawa, rebus hingga mendidih, saring. Masukkan kembali ke dalam panci, masukkan cabai rawit dan bawang putih yang sudah dihaluskan, masak hingga mendidih, tambahkan garam, aduk rata, cicipi rasanya. Angkat dan biarkan dingin, saring., siap digunakan. Masukkan ke dalam kulkas jika cuko akan diinapkan.



cara membuat pempek tuna

Nah semoga resep pempek tuna (kapal selam dan lenjer) ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera...



Selamat mencoba...



Thursday, February 2, 2017

Kimchi Fried Noodles (Mie Goreng Kimchi)



resep mie goreng kimchi

Sudah masuk bulan kedua di tahun 2017, wah tidak terasa satu bulan terlewati ya..aih begitu cepat waktu berlalu. Hmmm postingan pertama di bulan Februari ini, mie goreng kimchi (kimchi fried noodles). 

Ceritanya saya itu masih cukup banyak stok kimchi di kulkas, sekali buat kimchi dan rasanya saya suka, akhirnya saya buat lagi dengan jumlah yang lebih banyak. Jadi karena banyak saya sudah cukup bosan menyantapnya dengan nasi hangat saja. Dan stoknya terasa tidak habis-habisnya he he he... nah akhirnya saya coba buat mie goreng kimchi ini.

Pada dasarnya mirip sih resep mie goreng ini dengan nasi goreng kimchi yang sudah pernah saya posting resepnya. Hanya kali ini campurannya bukan lagi teri tapi dada ayam saja, biar sedikit beda dengan versi nasi gorengnya. Nah yang mau membuat olahan nasi goreng, mie goreng, ataupun bihun goreng dengan kimchi ini, suka-suka saja memasukkan bahan campurannya, intinya hanya tambahkan kimchi..

Di mie goreng atau nasi goreng kimchi yang saya buat, ada terlihat irisan wortelnya, nah irisan wortel ini bukan saya siapkan ketika membuat nasi atau mie goreng ini ya, irisan wortelnya terdapat pada campuran kimchi. Hmmm mau membuat sendiri kimchi yang mudah, murah, tidak pakai repot.. ini dia resepnya... mak kimchi atau simple kimchi. Yang suka kimchi.. boleh donk coba buat sendiri, daripada beli, kan mahal..setuju.

Kalau sudah diolah menjadi mie goreng atau nasi goreng, bapaknya Sophie jadi mau makan kimchinya, tapi kalau makan hanya dengan nasi hangat malah tidak suka. Jadi kalau saya mau dibantu menghabiskan stok kimchi ya harus diolah lagi.

Okey, sipp, daripada saya menuliskan hal-hal tidak penting lagi, berikut resep mie goreng kimchi ala saya ya.. silakan..

Mie Goreng Kimchi
untuk 2 porsi
 
Bahan  :
  • 100 gr mie telur, rebus, tiriskan, beri sedikit minyak, sisihkan
  • 50 gr dada ayam, potong-potong
  • 1 butir telur
  • 1 batang daun bawang, iris
  • 5 siung bawang putih
  • 1 mangkuk kecil kimchi, potong ukuran kecil (jumlah kimchi sesuai selera, bisa tambahkan atau kurangkan)
  • 3 sendok makan air kimchi
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • irisan daun bawang dan seledri untuk taburan

Cara membuat :
Dengan api besar, tumis bawang putih sampai keemasan, masukkan dada ayam, masak hingga berubah warna, tambahkan telur, orak-arik sampai matang, masukkan kimchi, aduk rata. Tambahkan mie telur yang sudah direbus, beri saus tiram, merica bubuk, daun bawang dan air kimchi, aduk rata. Masak hingga benar-benar tercampur rata, cicipi rasanya, tambahkan garam jika dirasa perlu atau jika suka bisa tambahkan sedikit kecap ikan. Angkat dan hidangkan, beri taburan daun bawang dan daun seledri.


kimchi fried noodles


Nah semoga resep kimchi fried noodles atau mie goreng kimchi ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera.


Selamat mencoba...