Monic's Simply Kitchen

Friday, February 12, 2016

Granola Bars Tanpa Oven



granola bars tanpa oven

Akhirnya kesampaian juga buat granola bars, versi yang tanpa oven, setelah sejak lama ingin buat snack yang satu ini. Nah ketika beberapa hari yang lalu lihat tayangan bake with Anna Olson, jadilah saya buat ini tadi pagi. Pas memang sedang ada stok rolled oat juga, wah terealisasi juga nih buat ganola bars.

Tapi kali ini saya tidak mau buat granola bars menggunakan oven, jadi kali ini tanpa oven, jadi rolled oats saya sangrai sampai kecoklatan dan garing, kacang mete juga hanya saya sangrai. Nah memang membutuhkan kesabaran juga sih, harus sering mengaduk supaya matangnya merata. Tapi tidak lama kok, paling hanya 15 menit masing-masing disangrai.

Okey, yang belum punya oven dan ingin makan granola bars, mari merapat ke sini, ini resep granola bars yang cukup mudah dibuat. Dan tada, akhirnya bisa juga menikmati granola bars ini. Oh iya resep granola bars ini tanpa tambahan gula ya, pemanisnya hanya madu dan ada tambahan manis dari kismis. Jadi rasanya menurut saya tidak begitu manis. Yang suka manis silakan tambahkan gula sendiri, bisa ditambahkan ketika proses memanaskan madu dan selai kacang sambil diaduk hingga rata. Jadi bisa tambahkan gula ke dalam campuran madu dan selai kacang. Banyaknya sesuai selera, mungkin sekitar 2 sendok makan sudah cukup.

Tidak mau menambahkan gula? silakan perbanyak jumlah kismis, atau kalau mau gunakan juga kurma, atau hanya gunakan kurma dengan takaran yang lebih banyak, kalau yang ini bakalan manis alami deh.

resep granola bars unbaked

Yang sudah punya oven, silakan gunakan oven untuk mematangkan rolled oat dan mete, jika malas harus melakukan proses sangrai. Jadi proses ini kembali kepada masing-masing ya, maunya bagaimana. Resep ini khususnya bagi yang belum memiliki oven tetapi ingin menikmati snack yang satu ini.

Untuk kacangnya silakan gunakan kacang jenis apa saja, hanya tentu yang sudah matang ya. Bisa gunakan kacang tanah, almond, walnut, dll. Untuk kismis, bisa diganti kurma, buah kering lainnya. Atau bisa dimodifikasi sendiri bahan-bahannya, tambahkan biji-bijian juga bisa...

Okey deh tanpa lama-lama lagi berikut resep granola bars yang saya buat ya...silakan...

Granola Bars 

Bahan :
  • 160 gr rolled oat
  • 50 gr kismis, cincang
  • 50 gr chocochips
  • 50 gr kacang mete
  • 4 sendok makan selai kacang
  • 4 sendok makan madu

Cara membuat :
  1. Siapkan loyang ukuran 20cmx20cm, beri alas plastik wrap atau kertas baking, lebihkan hingga ke sisi loyang supaya nanti memudahkan mengangkat granolanya,sisihkan
  2. Sangrai rolled oat sampai garing dan kecoklatan dengan api kecil selama kurang lebih 15 menit sambil sering diaduk, angkat lalu letakkan di dalam mangkuk
  3. Sangrai kacang mete hingga matang dan kecoklatan (saya bagi 2 kacangnya tepat di garis bagi kacang, sehingga kacang bisa cepat matang)
  4. Di panci, campur selai kacang dan madu, panaskan sebentar dengan api kecil sambil diaduk hingga tercampur, angkat jika sudah tercampur
    membuat granola bars
  5. Di mangkuk berisi rolled oats, tambahkan kismis cincang, chocochips dan kacang mete, aduk perlahan, kemudian tuang campuran madu selai kacang, aduk hingga tercampur rata
  6. Masukkan ke dalam loyang, ratakan dengan tangan sambil disebarkan merata di loyang, tekan-tekan dengan bagian bawah gelas supaya adonan granola padat
    resep granola bars
  7. Simpan di dalam kulkas selama kurang lebih 15-20 menit sampai mengeras, keluarkan dari loyang dengan cara mengangkat platik wrap yang berlebih di sisi loyang, potong-potong sesuai selera (saya potong menjadi 15 bagian)
  8. Siap dinikmati, atau bisa disimpan di wadah kedap udara (saya masukkan ke dalam wadah kedap lalu saya masukkan ke dalam kulkas kembali)

resep granola bars praktis tanpa oven

Nah semoga resep granola bars praktis tanpa oven yang sangat mudah dibuat ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera ya....


Selamat mencoba.......


Thursday, February 11, 2016

Oseng-Oseng Mercon



oseng-oseng mercon

Okey deh, kali ini masih edisi resep yang saya eksekusi karena lapar mata, tak lain tak bukan adalah resep oseng-oseng mercon. Nah sebenarnya sudah cukup lama sih tahu ada yang namanya oseng-oseng mercon ini, hanya belum ada niat mau buat sendiri, secara belum begitu tertarik dengan masakan satu ini.

Ealah sejak sering sekali mampir ke blognya mas Anis Hidayah, pemilik blog Sang Petualang, eh disuguhi liputan kuliner oseng-oseng mercon bu Narti. Hmmm walaupun kalau dari penampakan oseng-oseng ini malah kelihatan seperti hanya sambal bawang. Tapi sudah terbayang deh oseng-oseng mercon ini sangat pedas.

Nah kalau resep-resep yang sekiranya pedas, walaupun dengan campuran rasa manis, hmmm saya tergoda untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah. Ada yang pakai resep kira-kira dan ala-ala saya karena saya tidak pernah langsung mencicipinya, seperti halnya ayam geprek, yang terinspirasi dari ayam geprek bu Rum dan mas Kobis, atau sate petir ayam yang terinspirasi dari sate petirnya pak Nano. Hmmm kira-kira apa lagi ya? maunya coba mie lethek, tapi apa daya di Batam tidak ada yang jual mie lethek.

Untuk oseng-oseng mercon ini menggunakan daging sapi tetelan atau istilahnya koyor, nah di Batam saya bingung beli yang beginian, di pasar hanya ada daging rendang (biasa disebut daging rendang karena kebanyakan digunakan untuk rendang), daging cincang (biasanya digunakan untuk membuat gulai cincang khas Padang) dan tulang berserta jeroan. Jadi saya putuskan pakai daging cincang saja deh, daging sapi dengan sedikit lemak. 
contoh daging untuk gulai cincang
daging sapi untuk cincang
Dan googling sejenak, siapa tahu ada resep oseng mercon ala bu Narti ini, dan ternyata ada, bisa deh jadi referensi saya, yaitu oseng-oseng mercon Yogyakarta -resep Bango. Lumayan jadi ada sedikit gambaran untuk membuat oseng mercon ala bu Narti ini, ditambah dengan deskripsi dari mas Anis juga, hmmm semakin mantap mencoba resep oseng mercon ini.

Begitu baca resepnya dan melihat takaran cabai rawitnya, alamak banyak sekali, apa nanti saya tidak akan mabuk pedas??? untuk 500 gr koyor/tetelan menggunakan 200gr cabai rawit merah..wuih... nah akhirnya saya gunakan takaran saya sendiri saja ya, secara saya buatnya juga tidak banyak hanya 200 gr daging sapi. Jadi hanya pedoman pada bahan, takaran sesuai dengan selera saya.

Karena masakan ini pedas, jadi yang mau mencoba membuatnya sendiri, takaran cabai sesuaikan dengan selera ya, dikira sendiri banyaknya sesuai dengan kemampuan kita terhadap rasa pedas. Nah menurut saya resep ini pas pedasnya tidak terlalu pedas sekali karena terbantu dengan rasa manis gula merah dan kecap. Hanya saja begitu sudah mengunyah cabai rawit utuh baru terasa pedasnya...baru deh...air mana...air mana...

Berikut ini resep oseng-oseng yang saya buat ya....

Oseng-oseng mercon

Bahan :
  • 200 gr daging sapi bagian tetelan/koyor (saya gunakan daging untuk gulai cincang), potong kecil
  • 2 lembar daun salam
  • 1 cm lengkuas, memarkan
  • 1 sendok makan gula merah iris
  • 1/4 sendok teh garam
  • 100 ml air
  • 10 butir cabai rawit merah utuh 
  • 2 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus : (saya haluskan bumbu dengan blender dengan tambahan sedikit air)
  • 10 butir cabai rawit merah
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 8 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 cm jahe

Cara membuat :
  1. Tumis daun salam dan lengkuas sejenak, masukkan bumbu halus tumis sampai harum, masukkan daging sapi tetelan/koyor, lalu tambahkan cabai rawit utuh, masak hingga daging berubah warna
  2. Tambahkan air dan masak hingga daging empuk, masukkan gula merah, garam dan kecap manis, aduk rata, cicipi rasanya
  3. Angkat dan siap dihidangkan
resep oseng mercon ala bu Narti

Nah semoga resep oseng-oseng mercon ala-ala bu Narti ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera....

Selamat mencoba....




Wednesday, February 10, 2016

Sate Petir ala Monic (Sate Petir Pak Nano Wanna Be)



resep sate petir ayam

Jiah...nama resep yang saya tampilkan kali ini adalah sate petir ala Monic, sate petir pak Nano wanna be..he he he...saya beri embel-embel pak Nano wanna be karena memang sate ini maunya saya paling tidak mirip pedasnya dengan sate petir pak Nano. Jadi namanya juga wanna be...jadi jangan protes ya, bagi yang pernah makan sate petir pak Nano...pisss ah...

Nah sate yang saya buat adalah sate ayam dengan bumbu ala sate maranggi tetapi diberi taburan cabe rawit merah yang diulek kasar. Bagaimana rasanya? huahhh jangan ditanya deh, buat saya rasanya benar-benar petir menyambar di mulut..mana air...mana air? tidak cukup juga...dibantu dengan sedikit coklat baru bisa reda rasa pedasnya... 

Secara garis besar, sate petir yang saya buat ini sudah cukup memuaskan selera saya, rasa daging ayamnya juicy berbumbu dan manis berpadu dengan pedas, wuih mantap deh pokoknya...yang penasaran..boleh coba...

Okeh deh, saya sebenarnya buat sate petir ini karena tergiur dengan sate petirnya pak Nano di Jogja yang diliput oleh mas Anis Hidayah. Sate kambing bumbu kecap dengan taburan irisan cabai rawit yang bisa disesuaikan levelnya dengan pesanan pembeli, ada level SD, SMP, bahkan Professor dengan pelengkapnya berupa irisan tomat, bawang merah dan kol atau kubis. Unik sekali deh...Nah dari liputan mas Anis mulai dari gambar dan deskripsi mengenai rasanya, wah makin ingin makan sate petir ini. Apa daya, hanya bisa menelan liur ha ha ha..dan bertekad mau coba buat sate petir sendiri.

Berhubung saya tidak pernah mengolah daging kambing, ya secara saya juga tidak makan daging kambing, akhirnya saya coba buat sate petir versi daging ayam saja. Selain mudah dibuat, saya juga sudah beberapa kali buat sate ayam jadi sudah bisa mengira tingkat kematangan sate yang saya mau yang sesuai dengan selera saya. 

Nah supaya lebih berasa, cabai rawit merahnya tidak saya iris, saya ulek saja...lalu neh yang sedikit beda, karena saya lupa beli kol di pasar (daripada harus balik lagi ke pasar buat beli kol saja...) akhirnya pakai timun saja sebagai pengganti kol. Selain itu saya bakar sate hanya menggunakan teflon, tidak menggunakan arang...wuih kebayang enaknya kalau dibakar dengan arang ya...

Untuk membumbui sate ayam kali ini, saya menggunakan bumbu sate maranggi, yang mau melihat resep sate maranggi silakan klik link sate maranggi ya. Menurut saya sate maranggi ini rasanya unik dan jenis sate manis yang menurut saya enak kalau diberi sensasi pedas ala sate petir. Hmmm jadilah berkutat membuat sate petir ini...dan ini dia....

Berikut resep sate petir ala saya ya...

sate petir pak nano wanna be


Sate Petir

Bahan :
  •  300 gr dada ayam tanpa kulit dan tulang, cuci bersih, potong kotak sesuai selera
  • 1 sendok makan air jeruk nipis
  • 3 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan minyak goreng 
  • tusuk sate secukupnya

Bumbu :
  • 5 butir bawang merah, parut
  • 5 siung bawang putih, parut
  • 1 cm jahe, parut
  • 1 cm lengkuas, parut
  • 1 sendok makan ketumbar bubuk
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1/4 sendok teh garam

Bahan lainnya:
  • cabai rawit merah sesuai selera (saya gunakan 12 butir untuk 5 buah tusuk sate) 
  • 1 buah timun ukuran sedang, potong sesuai selera
  • 5 butir bawang merah, potong sesuai selera
  • 1 buah tomat ukuran sedang, potong sesuai selera
  • kecap manis sesuai selera

Cara membuat :
  1. Di mangkuk, campur potongan dada ayam dengan air jeruk nipis, minyak goreng dan kecap manis serta semua bumbu, aduk rata dan diamkan di kulkas selama minimal 1 jam
  2. Keluarkan bahan sate, tusuk-tusuk dengan tusuk sate, banyaknya potongan daging setiap tusuk sesuai selera (saya buat 4 potong pertusuk), lakukan sampai selesai
  3. Tambahkan sisa bumbu dengan 1 sendok makan minyak goreng dan 2 sendok makan kecap manis lagi...untuk bahan olesan
  4. Panaskan pan datar, beri sedikit minyak, bakar sate sambil diberi bahan olesan, bakar hingga matang dan kecoklatan, balik dan masak hingga matang tetapi jangan sampai terlalu matang, kalau tidak sate akan terasa kering jika terlalu matang
  5. Angkat dan lakukan sampai semua tusuk dimasak

Untuk penyajian :
Ambil beberapa tusuk sate, tata di piring, beri pelengkap irisan timun, tomat dan bawang merah, lalu beri kucuran kecap manis di atas sate, beri cabai rawit merah yang sudah diulek kasar, siap dinikmati


resep sate petir ayam pak nano wanna be

Nah semoga resep sate petir ala Monic (sate petir pak Nano wanna be) ini tetap bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga sesuai dengan selera....


Selamat mencoba...


Monday, February 8, 2016

Resep Luti Gendang (ala Monic)



resep luti gendang tarempa

Halo..halo... Gong Xi Fa Cai ya buat teman-teman yang merayakan tahun baru Imlek ini, semoga di tahun monyet ini memberi kelimpahan kemakmuran dan kesehatan ya...

Jiah...akhirnya keinginan saya mengeksekusi resep luti gendang ini terlaksana juga. Sudah cukup lama ingin buat setelah beberapa waktu lalu merasakan kuliner luti gendang dan mie tarempa di RM Mie Tarempa Batam

Jadi setelah mencoba membuat tiruan mie goreng tarempa, maka sekarang saya membuat tiruan luti gendang. Ahai, luti gendang ini pakai resep kira-kira saja, menakar-nakar sendiri berdasarkan rasa yang saya ingat. Akhirnya, tada....

Luti gendang ini saya beri judul ala Monic ya, karena memang ini resep rekaan saya, secara belum dapat resep aslinya sih...nah berdasarkan rasa luti gendang yang saya coba, saya kira-kira resep rotinya pakai resep donat santan, sepertinya teksturnya sama. Dan isinya selain ada rasa abon ikannya, saya rasa juga ada yang kriuk-kriuk dan saya kira-kira itu adalah potongan kecil dari bawang bombay. Dan rasa isinya ada pedas dan manis. Jadi kalau yang merasa tahu resep aslinya dan bilang kalau resep saya melenceng, maafkan, namanya juga resep rekaan kan..

Karena mau coba buat kurang lebih bisa menyamai luti gendang di RM Tarempa, maka tentu saja saya tidak boleh skip gula dari bahan isian, karena kalau saya skip tentu rasanya akan aneh...jadi saya gunakan gula saja, hmmm jadi terserah deh bapaknya Sophie mau makan apa tidak....ealah ternyata dia makan juga walaupun tidak berkomentar apapun...he he he...

Oh iya kalau dibahas, apa sih bedanya dengan panada? kalau saya bilang rotinya sedikit mirip, sama juga menggunakan santan, dan isinya juga mirip, menggunakan ikan, hanya bumbunya beda tipis saja, kalau panada lebih menonjolkan rasa gurihnya, kalau luti gendang lebih ke rasa paduan gurih, sedikit pedas dan manis.

Nah luti gendang ini adalah salah satu andalan dari beberapa jenis kuliner Tarempa di Kepulauan Anambas. Nah saya baru tahu juga kalau ada kepulauan Anambas itu yang ternyata termasuk kabupaten di Kepulauan Riau. Setahu saya hanya kabupaten Natuna, Kota Batam, Kota Tanjung Pinang, dan Karimun. 

Jadi ceritanya sudah banyak rumah makan di Batam ini yang menyajikan masakan khas Tarempa, yang ternyata menjadi favorit juga neh. Dan sudah banyak yang mengulas tentang kuliner di rumah makan masakan khas Tarempa ini.

Nah tadi itu bahan semua lengkap, jadi mulai deh sibuk-sibuk dan biasa kalau saya sudah sibuk dengan tepung, mulai deh anak perempuan bertanya, ibu mau buat apa? hmmm kalau saya bilang buat luti gendang, halah makin banyak pertanyaan, akhirnya saya bilang buat donat...wah Pipi mau donat..jadi mulai deh ikutan sibuk..

Akhirnya, dari adonan yang sama beberapa buah saya buatkan donat, nah sukanya Sophie donat polos, jadi ketika ditawari mau pakai coklat tidak donatnya, tidak begitu katanya. Jadi bagus deh, makan donat polosan, jadi emaknya tidak ada kerja tambahan.

Untuk isiannya kan menggunakan ikan tongkol, jadi ikan tongkolnya saya panggang dulu dengan pan anti lengket, ealah karena aroma ikannya keluar, ada yang nempel-nempel di kaki, ikutan ke dapur dia, sambil mengeong berharap diberi ikan juga. Jadi setelah matang dapat jatah juga si Bedul. Memang sih dia mungkin bosan kalau makan makanan khusus, maunya ikan juga. Jadi setiap saya masak ikan, mulai deh beraksi ke dapur mengeong minta jatah.

Dulu itu Bedul makannya ikan saja, tanpa nasi, biasanya kalau tidak ikan benggol ya ikan tongkol, jadi dia mungkin sudah terbiasa dengan rasa ikan. Dia makan ikan karena dulu makan makanan khusus kucing merk F**s*i*s, ealah ternyata dia kena kencing batu, jadi dia tidak boleh lagi makan makanan merk itu. Jadi Bedul istilahnya anyang-anyangan, kasihan sekali, bawa ke dokter hewan, akhirnya ditangani dokter hewan, ternyata ada seperti kristal di saluran kemihnya. Eh tapi dokter hewannya tidak beritahu kalau ikan juga tidak boleh, akhirnya kami beri makan ikan. Dan ternyata penyakitnya kambuh lagi.

Kasihan deh, duh waktu itu hampir saja terlambat bawa si Bedul ke dokter lagi, ternyata besoknya si dokter mau ke luar negeri. Jadilah dia dipasang kateter dan biasanya pasien dengan kateter harus rawat inap, eh karena dokternya pergi, jadinya dibawa pulang. Kasihan bedul, karena dipasang kateter dia harus di kandang, biasanya bebas, ini di dalam kandang. Jadi biasanya kalau pagi saya bawa kandangnya ke luar ke dekat pagar supaya dia bisa melihat pemandangan. Nah kalau di luar dia agak tenang walaupun di kandang.

Dan akhirnya dengan makanan khusus dia bisa sembuh, dan sekarang juga walaupun bukan makanan khusus untuk urinary, karena makanan ini hanya boleh diberikan dalam waktu 6 bulan saja, dia makan makanan khusus untuk weight management, ha ha ha...bayangkan dokter hewannya bilang Bedul harus diet, untuk ukuran kucing kampung berat 6kg sudah gemuk, bisa bahaya.

Eh ada cerita, waktu itu Bedul berantem dengan kucing luar, nah mulutnya sobek, bawa lagi deh ke dokter, dijahit mulutnya. Waktu proses jahit-jahit begitu, dokternya foto-foto Bedul, dari awal sampai akhir, seperti foto step by step resep neh...he he he... saya tanya kenapa dok kok difoto? dan ternyata dokternya bilang ini buat laporan saya ke dinas...saya ini sedang menggalakkan program pemeliharaan kucing kampung. Halah....Bedul jadi contoh kucing kampung di laporan dokter hewannya.

Kalau ke dokter hewan, biasa antri, ada yang bawa kucing siam, kucing anggora, dan kucing bulu panjang dan berhidung pesek lainnya. Nah kalau lihat Bedul, suka tanya, kucing apaan? kucing kampung saya jawab tanpa rasa minder...oalah kucing kampung kok bisa bagus ya...ya begitu ya image kucing kampung itu kucing jelek dan murahan...ha ha ha.... ada benarnya juga sih...kalau mau pelihara kucing kampung bisa dengan mudah, tinggal ke pasar, lihat anak kucing terlantar, bawa pulang. Nah Bedul ini juga kucing ambil di pasar. 

Sampai pernah ada yang menawari saya kucing, harganya 9 juta rupiah, duh amit-amit dah...kucing kok mahal sekali...mau pelihara kucing saja repot...banyak kucing terlantar kalau mau pelihara. Dengan senyum manis saya tolak tawarannya, he he he...

Okey deh kepanjangan lagi...berikut resep luti gendang ala saya ya....

resep luti gendang mudah

Luti Gendang
untuk 12 buah

Bahan roti : modifikasi dari resep donat santan
  • 200 gr tepung terigu protein tinggi (saya gunakan merk cakra kembar)
  • 3/4 sendok teh ragi instan (saya gunakan merk saf instan)
  • 1 1/2 sendok makan gula pasir
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1 butir telur
  • 65 ml santan instan (1 bungkus kecil)
  • 30 ml air
  • 1 sendok makan margarin

Bahan isi :
  • 200 gr ikan tongkol putih
  • 1 buah jeruk nipis
  • 1 buah bawang bombay, potong ukuran kecil
  • 2 sendok makan saus sambal ekstra hot
  • 1 sendok makan saus tomat
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/8 sendok teh merica bubuk
  • 2 sendok makan gula pasir
  • 30 ml air asam jawa
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah keriting (bisa tambahkan cabai rawit kalau mau lebih pedas)

Cara membuat roti :
  1. Di mangkuk, campur tepung, gula pasir, ragi instan dan garam, aduk rata, tambahkan telur, santan dan air, aduk rata dan uleni hingga kalis kurang lebih selama 2 menit
  2. Tambahkan margarin, uleni lagi selama kurang lebih 3-5 menit, bulatkan adonan dan tutup lalu diamkan selama kurang lebih 1 jam hingga mengembang kurang lebih 2x lipat (sesuaikan lamanya dengan suhu ruangan, jika panas bisa lebih cepat, jika dingin bisa lebih lama, kalau mau cepat bisa letakkan air panas di rak bawah oven dan adonan di rak atas oven yang tidak menyala, tutup oven, maka adonan akan lebih cepat mengembang)
  3. Sementara menunggu adonan mengembang, siapkan bahan isian
adonan luti gendang
eitss tangan Sophie ikutan difoto....


Cara membuat isian :
  1. Cuci bersih ikan tongkol, potong ukuran sedang, sesuai kapasitas pan, kucuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama kurang lebih 15 menit, bilas
  2. Bakar dengan pan anti lengket tanpa minyak atau bisa gunakan sedikit minyak, bakar hingga matang, dinginkan sejenak, suwir-suwir
  3. Tumis bumbu halus hingga harum dan kering, masukkan suwiran ikan tongkol dan bawang bombay, beri saus sambal, saus tomat, gula pasir, garam, merica bubuk dan air asam jawa, masak hingga benar-benar kering dan bawang sudah berubah warna, cicipi rasanya, angkat lalu dinginkan sejenak

Penyelesaian :
  1. Ambil adonan yang sudah mengembang, kempiskan lalu bagi menjadi 12 bagian, bulatkan masing-masing (jika mau dibuat lebih besar atau kecil sesuaikan sendiri pembagiannya), letakkan di wadah bertabur tepung tipis, diamkan selama kurang lebih 20 menit hingga mengembang
  2. Ambil adonan, tipiskan bentuk lonjong dengan tangan , bagian tengah diusahakan lebih tebal dari bagian tepi supaya nanti adonan isi bisa pas di tengah ketika sudah ditutup. Isi dengan kurang lebih 1 sendok makan adonan (sesuaikan dengan besar kecil adonan), tutup dan bentuk lonjong, diamkan kembali di wadah bertabur tepung tipis
  3. Panaskan minyak yang cukup banyak dengan api sedang, goreng masing-masing adonan luti gendang hingga berwarna kuning keemasan, angkat dan tiriskan.
  4. Siap disajikan hangat
cara membuat luti gendang


Nah semoga resep luti gendang khas Tarempa kepulauan Anambas ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera...

resep luti gendang Tarempa Anambas


Selamat mencoba...



Sunday, February 7, 2016

Ayam Goreng Balado



resep ayam goreng balado

Ayam goreng balado ini sudah saya buat beberapa hari yang lalu sih, biasa sukanya resep yang sudah cukup lama berada di draft blog antri menunggu giliran tayang. Jadi kalau masalah mana duluan yang tayang sih masih suka-suka. Tidak ada aturan first in first out, memangnya stok inventory ya... atau first come first served, halah...

Menu balado menurut saya memang paling mudah dibuat, dan saya paling suka yang balado begini, jadi warna merahnya itu loh yang buat mata jadi lapar, eh perut ikutan lapar juga. Nah biasanya dulu itu kalau buat balado, supaya lebih pedas, saya gunakan cabai merah dan cabai rawit hijau ataupun cabai rawit merah. 

Belakangan karena perut bapaknya Sophie bermasalah dan dia suka protes kalau saya masak terlalu pedas, akhirnya kalau buat balado begini, tidak dicampur cabai rawit. Nah supaya tetap pedas dan tidak mengganggu rasa baladonya, makanya saya suka masukkan cabai rawit utuh ke dalam balado ini. Ya paling tidak ada rasa pedasnya deh.

Dan kalau ada stok bawang bombay, biasanya saya masukkan juga irisan bawang bombay, secara saya suka rasa bawang bombay. Hmmmm kalau sudah begini, biasanya yang makan bawang bombay ya saya saja, he he he...

Untuk ayam gorengnya, saya ungkep dulu ayamnya dengan ketumbar bubuk, kunyit bubuk, daun jeruk, serai dan garam, jadi kalaupun mau dimakan tanpa dibuat balado tetap bisa, secara mau sekalian masak buat Sophie, tentu dia makan hanya ayam gorengnya saja.

Kalau masak balado begini, ibu saya suka tambahkan sedikit gula merah. Nah biasanya favorit saya adalah balado ikan tongkol yang dicampur tahu. Kalau dulu pulang ke Palembang, waktu masih status anak kos, baik itu di Bandung, Surabaya ataupun Batam, saya akan pulang ke kos dengan berbekal balado ikan tongkol dan tahu ini, lumayan....

Favorit saya sekali tuh balado ala ibu saya, dengan sedikit rasa manis. Nah setelah menikah kalau masak harus menghilangkan gula dalam masakan. Daripada repot membuat masakan 2 jenis, satu bergula satu tidak. Eh akhirnya saya sekarang terbiasa kalau masak tanpa gula, jadi kalau makan sambal ataupun makanan lain yang seharusnya gurih tapi ada rasa manis malah sedikit aneh rasanya. Ya namanya juga selera ya....

Jadi yang terbiasa memasak pakai gula, kalau mau buat balado begini silakan tambahkan gula ya...sesuaikan takarannya dengan selera. 

Eh iya dulu ingat saya pernah buat kering tericang (tempe, teri, kacang). Nah menurut saya kering tericang itu enak kalau ada rasa manisnya dan tambahan gula bisa membuat tericang tidak lembek ketika sudah dicampur sambal. Jadi karena saya tahu bapaknya Sophie tidak suka yang pakai gula, terpaksa buat 2 jenis. Dan benar, dia sama sekali tidak mau makan yang bergula, sedangkan saya suka sekali yang bergula, malah yang tidak bergula rasanya aneh. Jiahhhh kembali lagi ke selera kan ya... yang namanya selera tidak boleh dipaksa...

Jadi yang namanya semur, ayam kecap, tempe dan tahu bacem, bapaknya Sophie tidak doyan, jadi kalaupun saya masak ya tetap makan juga hanya dia tidak akan berkomentar apapun, ha ha ha... jadi kasihan juga kalau saya masak beginian, hanya saya yang doyan...makanya jarang masak yang beginian... Nah kalau dia doyannya belut, tapi saya geli dengan belut, jadi saya tidak pernah masak belut, jadi kalau dia mau makan belut ya meluncur ke rumah makan padang. Pernah dia minta dibelikan belut di pasar, tapi saya menolak....

Pernah juga minta dimasakkan ikan mas, tapi saya juga menolak, akhirnya minta dibelikan saja di pasar, duh saya kasihan sekali lihat ikannya, masih berenang eh diambil... ketika sampai di rumah saya biarkan bapaknya Sophie mengolah sendiri ikan mas itu...dan akhirnya dia masak sendiri ya dia makan sendiri...

Halah....kepanjangan lagi deh...berikut resep ayam goreng baladonya ya...silakan...


Ayam Goreng Balado

Bahan ayam goreng :
  • 1 kg daging ayam, potong sesuai selera
  • 1 buah jeruk nipis ukuran besar
  • 2 sendok makan ketumbar bubuk
  • 1 sendok teh kunyit bubuk
  • 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 2 sendok teh garam
  • 800 ml air 
  • minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
  1. Bersihkan ayam (saya tidak gunakan bagian kulitnya), cuci bersih, kucuri dengan air jeruk nipis secara merata, diamkan selama kurang lebih 20 menit, bilas
  2. Di panci, campur ayam dengan ketumbar bubuk, kunyit bubuk dan garam, tambahkan daun jeruk dan serai, beri air, masak hingga ayam matang dan air menyusut
  3. Angkat dan tiriskan, lalu goreng hingga kecoklatan, angkat lalu tiriskan

Bahan sambal :
  • 1 buah bawang bombay ukuran sedang, bagi 2 lalu iris setebal kurang lebih 1cm
  • 25 butir cabai rawit utuh
  • 100 gr cabai merah keriting*
  • 10 butir bawang merah*
  • 3 siung bawang putih*
  • 2 buah tomat ukuran besar* (haluskan bahan bertanda *)
  • 1/2 sendok teh garam 
  • gula pasir atau gula merah jika suka (saya tidak pakai)
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat :
  1. Tumis bumbu halus sampai harum, kering dan tidak langu, masukkan bawang bombay dan cabai rawit, masak kembali hingga bawang dan cabai mulai layu, tambahkan garam, aduk rata lalu cicipi rasanya
  2. Masukkan potongan ayam goreng, aduk sebentar sampai potongan ayam terbalut sambal, angkat dan siap dihidangkan

resep sambal ayam goreng


Nah semoga resep ayam goreng balado ini bisa bermanfaat ya, semoga bisa menginspirasi, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera....

Selamat mencoba....


Saturday, February 6, 2016

Cake Pisang Kukus (Tanpa Zat Aditif)



cake pisang kukus tanpa emulsifier

Hari ini saya buat cake pisang kukus tanpa zat aditif, dengan campuran keju, taburan kismis, irisan pisang dan keju parut. Hmmm rasanya bagaimana? enak...serius...apalagi nih pisangnya berasa sekali. Sudah lama sih ingin buat cake pisang lagi yang versi kukus. Selama ini tertunda terus, jadi mumpung kemarin beli pisang barangan 1 sisir, sebelum pisangnya membusuk, cepat diolah.

Cake pisang ini saya buat sengaja tanpa tambahan zat aditif, makanya prosesnya membutuhkan mixer, he he he...tapi tidak masalah euy selagi peralatan mengocok belum disimpan bekas membuat sugar cookies kemarin.

Nah tadinya sempat bingung mau pakai resep yang mana, apa resep cake pisang simple versi panggang yang pernah saya posting sebelumnya, tinggal dirubah saja prosesnya jadi dikukus. Hmmm akhirnya saya putuskan lagi, pakai resep Russian apple cake saja deh, resep yang ini soalnya cakenya lembut, tinggal dimodif sedikit, apel ganti pisang.

Karena saya suka perpaduan pisang dengan keju juga, makanya tadi mumpung ada stok keju, sekalian ditambahkan keju di adonan dan sebagai taburan juga. Tapi kalau pemakaian keju ini optional ya, seadanya saja, dan saya yakin tanpa keju pun enak.

resep cake pisang keju kukus

Cara mengukus cake ini sama saja dengan cara mengukus cake lainnya, hanya karena ini tujuannya bukan membuat cake kukus mekar, jadi gunakan api sedang saja mengukusnya, jangan gunakan api besar. Alasi tutup kukusan dengan serbet bersih supaya tetesan air tidak mengenai adonan cake. Jangan buka tutup kukusan selama proses mengukus supaya kuenya tidak menciut atau turun.

Nah setelah cake matang memang cake agak sedikit menggembung, tetapi begitu sudah dingin cake akan rata kembali, tetapi cake ini tidak bantat ya, hanya memang sedikit padat, karena tanpa zat aditif yang digunakan, baik itu cake emulsifier, baking powder ataupun baking soda.

Oh iya, karena pisang yang saya gunakan tidak begitu halus, jadi ada bagian yang masih besar sedikit mengumpul di bagian dasar cake. Kalau tidak mau begitu, sebaiknya pastikan pisang benar-benar halus ya supaya bisa menyebar ke seluruh adonan cake, tidak menumpuk di bagian bawah. Untuk pisangnya sendiri saya gunakan pisang barangan, pisang berkulit kuning yang banyak dijual di Batam. Selain pisang barangan, bisa gunakan pisang ambon, pisang cavendish ataupun pisang uli atau pisang manis jenis lainnya.

Okey deh, sekarang langsung meluncur ke resep ya....silakan...

Cake Pisang Kukus
untuk loyang bundar diameter 18cm

Bahan :
  • 3 butir telur ukuran sedang suhu ruang
  • 100 gr gula pasir
  • 85 gr tepung terigu protein rendah (saya gunakan merk kunci biru)
  • 1/2 sendok teh vanili bubuk
  • 1/4 sendok teh garam
  • 5 buah pisang barangan, tanpa kulit beratnya total 150gr, haluskan (bisa gunakan pisang ambon, pisang cavendish, pisang uli, dll)
  • 30 gr keju cheddar, parut

Bahan taburan : *optional
  • 10 gr keju cheddar parut
  • 30 gr kismis
  • 2 buah pisang barangan, iris melintang kurang lebih setebal 2mm

Cara membuat :
  1. Siapkan kukusan, isi air secukupnya, panaskan dengan api sedang
  2. Siapkan loyang, olesi minyak goreng tipis saja, sisihkan
  3. Dengan mixer kecepatan tinggi kocok telur selama kurang lebih 1 menit hingga mengembang, tambahkan gula pasir dan vanili bubuk, kocok kembali selama kurang lebih 4-5 menit sampai kental berjejak (bisa lihat contoh adonan di russian apple cake), kurangi kecepatan mixer ke kecepatan rendah, masukkan tepung secara perlahan, kocok sebentar, tambahkan pisang dan keju parut kocok sebentar saja asal rata, matikan mixer
  4. Tuangkan adonan ke dalam loyang, susun potongan pisang di atasnya, beri taburan keju parut, beri kismis
    adonan cake pisang kukus
  5. Ambil tutup kukusan, alasi dengan serbet bersih, kukus adonan kurang lebih selama 20 menit, test tusuk
  6. Keluarkan loyang dari kukusan, dinginkan, setelah dinginkan keluarkan cake dari loyang, potong-potong, siap disajikan
    membuat cake pisang kukus

Nah semoga resep cake kukus pisang tanpa zat aditif dengan topping keju, pisang dan kismis ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera.....

resep cake pisang tanpa zat aditif

Selamat mencoba....







Friday, February 5, 2016

Sugar Cookies buat Sophie



resep sugar cookies dengan coklat

Ada yang nodong cookies neh, dari kemarin malam sih. Jadi malam hari minta dibuatkan cookies, tentu saya bilang besok ya, sudah malam. Ealah pagi-pagi nodong lagi, Pipi mau cookies, buatnya pakai cookie cutter flower sama star, begitu deh anak perempuan saya minta cookies. Nah akhirnya saya coba buatkan sugar cookies saja, khusus buat Sophie. 

Secara neh waktu 2 hari yang lalu kan beli cookie cutter di toko serba 8000, nah tentu Sophie berharap sekali akan dibuatkan cookies dengan cookie cutter yang dia pilih. Akhirnya pagi-pagi emaknya sudah sibuk buat cookies.

Karena cetakan cookies ini ada mata dan mulutnya, jadi punya ide kalau lubang mata dan mulut nantinya diberi coklat saja. Supaya lebih kelihatan bentuk mata dan mulutnya, mumpung masih ada stok dark compound coklat juga.

Membuat sugar cookies ini menurut saya cukup mudah, bahan-bahannya juga sederhana, hanya saja proses mencetak cookies ini cukup membosankan, apalagi kalau mengerjakannya sendiri. Nah asisten saya ini hanya membantu sekali saja mencetak, secara dia lebih tertarik nonton, he he he.... bagus juga sih, kalau dia ikutan malah makin memperlama.

Oh iya adonan sugar cookies ini perlu diistirahatkan di kulkas dulu ya, minimal 1 jam, supaya adonan bisa dengan mudah digilas dan dicetak. Jadinya tadi supaya Sophie teralihkan dari cookiesnya, saya ajak dia ke pasar dulu. Eh begitu pulang dari pasar langsung bilang mau makan cookies, ya belum matang nak....

Langsung deh emaknya bergegas, menyiapkan loyang dan mulai mencetak...tada.... 

Okey deh yang tertarik dengan resep sugar cookies ini, berikut resepnya ya.... saya modifikasi dari resep stained glass cookies yang pernah saya posting sebelumnya, silakan klik linknya kalau mau melihat resepnya....sipppp mari ini resep sugar cookies...


Sugar Cookies

Bahan :
  • 170 gr margarin (saya pakai blueband)
  • 100 gr gula pasir butiran halus
  • 1 butir telur ukuran sedang
  • 1/2 sendok teh vanili bubuk
  • 280 gr tepung terigu serbaguna (saya gunakan merk segeitiga biru)
  • 1/2 sendok teh baking powder 

Bahan isian coklat :
  • 75 gr dark cooking compound 

Cara membuat :
  1. Ayak tepung dan baking powder, sisihkan
  2. Kocok margarin dengan mixer kecepatan sedang sampai lembut dan mengembang, kurang lebih selama 2 menit
  3. Masukkan gula pasir, kocok kembali hingga pucat dan mengembang, kurang lebih selama 2-3 menit, lalu masukkan telur, vanili bubuk, kocok kembali selama kurang lebih 1 menit
    sugar cookies resep 1
  4. Kurangi kecepatan mixer, masukkan tepung secara bertahap, kocok hingga tercampur rata
  5. Matikan mixer, aduk adonan dengan spatula, bagi 2 adonan, bentuk bundar kemudian masing-masing dibungkus dengan plastik wrap, masukkan ke dalam kulkas, minimum selama 1 jam.
    sugar cookies resep 2
  6. Siapkan loyang, oles tipis dengan margarin
  7. Keluarkan dari kulkas, gilas adonan setebal kurang lebih 4mm, cetak adonan dengan cookie cutter, letakkan di loyang, lakukan sampai habis (jika mau mudah dalam mencetak, letakkan adonan di atas plastik wrap, kemudian tutup dengan plastik wrap, baru gilas adonan, maka adonan akan mudah digilas)
    resep sugar cookies mudah
  8. Sementara mencetak adonan, panaskan oven, set di suhu 170 derajat celcius
  9. Panggang adonan selama kurang lebih 8-10 menit sampai bagian bawah kecoklatan
  10. Keluarkan dari oven dan dinginkan, cookies akan mengeras begitu dingin
  11. Ketika cookies sudah benar-benar dingin, siapkan coklat, potong-potong ukuran kecil, tim dengan cara letakkan mangkuk stainless atau kaca di atas panci ukuran lebih kecil dari mangkuk yang berisi air panas, aduk-aduk hingga coklat meleleh 
  12. Masukkan coklat ke dalam kantong segitiga, lubangi ujungnya dengan gunting kurang lebih sebesar 3mm
  13. Letakkan cookies di alas alumunium foil, isi bagian mata dan mulut cookies dengan coklat leleh, biarkan hingga coklat mengeras, angkat cookies, siap dihidangkan atau simpan di wadah kedap
    mengisi coklat sugar cookies

Nah semoga resep sugar cookies yang saya buat untuk Sophie ini bisa bermanfaat juga ya....silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera....

resep sugar cookies


Selamat mencoba..... happy baking....



Thursday, February 4, 2016

Serba 8000



serba 8000 one stop superstore

Postingan selingan dulu ya....melenceng dari topik makanan dan resep masakan. Nah saya beri judulnya serba 8000. Nah gambar di atas adalah item yang kami beli di toko serba 8000 ini, cukup banyak kalau saya bilang, ada 17 item dan ternyata memang semua barang serba 8000.

Sudah sebulan ini lihat toko ini sudah buka, hmmmm tadinya saya pikir nih toko perluasan dari Giant Express yang tepat berada di sebelahnya. Dan ternyata baru ngeh kalau ini beda, dari jalan raya kelihatan nama tokonya dengan tulisan besar serba 8000.

Komentar saya, ah paling hanya beberapa item yang berharga 8000, selebihnya ada yang 10 ribu, dua puluh ribu, dll. Sama seperti dulu ada di mall, serba 5000, eh ternyata yang harga 5000 hanya sedikit saja, sisanya barang-barang lainnya dijual dengan harga di atas 5000. Merasa tertipu donk...he he he tapi ya tetap beli juga, sudah kepalang masuk tokonya.

Dari jalan raya, selalu lihat toko ini ramai sekali, sejak pertama kali dibuka awal Januari, tidak pernah sepi. Jadi bapaknya Sophie bilang, belum keluar semua orang-orang di sini, makanya selalu ramai. Penasaran donk jadinya, kok selalu ramai...akhirnya...

Jadi ceritanya tadi malam, pulang dari hypermart yang letaknya di Sagulung-Batam, mampir dulu ke toko ini, tapi tetap saja ramai, sudah masuk areanya, tapi bingung mau parkir di mana, penuh, jadinya keluar lagi dari pintu masuk, putar haluan dan memutuskan untuk parkir di Giant saja, area parkirnya cukup luas dan kelihatan tidak penuh.

Dan ternyata ada jalan penghubung dari Giant ke toko tersebut, dan baru tahu juga kalau orang-orang juga parkir di Giant lalu kemudian jalan ke toko itu. Wuih semakin penasaran lihat orang-orang membawa tentengan yang cukup besar....

Ok, masuklah kami ke toko tersebut, dengan tujuan hanya lihat-lihat dulu, dari pintu masuk sudah terlihat barang-barangnya, aih langsung menuju ke peralatan dapur, banyak ternyata barang-barangnya, dan setelah saya lihat harganya, benar---semua serba 8000, bukan pembohongan publik. Jadi mulai deh lapar mata....blink blink tuink tuink...

Ada tembikar, ada gelas, piring, sendok, pisau, alas panci, masih banyak....dan setelah saya lihat-lihat ternyata selain harga Rupiah ada juga harga Ringgit Malaysia. Dan dugaan saya adalah, barang-barang tersebut dibawa dari Malaysia, walaupun memang barang-barang tersebut buatan Cina.

Pokoknya banyak barangnya, banyak pembelinya juga, penuh sesak. Jadi kalau berjalan di lorong-lorong barang ya harus perlahan, begitu banyak orang yang belanja ataupun hanya melihat-lihat. Uppss tidak terasa sudah sekitar 8 item yang saya pegang, sedikit repot memang, sambil pegang Sophie, sambil pegang barang yang akan dibeli.

Akhirnya, memutuskan harus ambil keranjang, yang artinya mau menambah barang lagi yang akan dibeli, ha ha ha...benar saja lihat jepit rambut lucu, langsung ambil dan masukkan ke keranjang. Eits, ternyata bukan saya saja, bapaknya Sophie juga tidak tahan untuk tidak membeli, jadi masuklah juga pulpen, cotton bud, pembuka kaleng dan sticker dinosaurus buat Sophie.

Kemudian beli keramik panda kecil 2 buah untuk Sophie, lalu Sophie minta cookie cutter, maunya minta 2, satu lagi yang bentuk bebek, tetapi saya katakan satu saja. Entahlah Sophie selalu suka yang namanya cookie cutter, dan dia sudah tahu kalau barang itu cookie cutter. Dan permintaan berikutnya adalah minta dibuatkan cookies, halah....

Di toko ini banyak sekali barang-barangnya, tetapi sudah beberapa rak yang kosong, mungkin dari hari pertama buka sudah banyak yang borong, secara banyak orang yang datang. Jadi di sana itu, ada peralatan dapur, peralatan mandi, peralatan tulis, mainan anak, pernak-pernik hiasan, ya selayaknya toko barang-barang keperluan rumah tangga.

Nah ada juga 3 buah lorong yang ditutup dengan diberi lakban merah di depan lorong, walaupun barangnya sudah ada, nah perkiraan saya adalah barang-barang tersebut belum dimasukkan ke dalam sistem, jadi belum bisa dibeli.

Oh iya dari beberapa barang yang saya beli, yang tercantum harga Ringgit Malaysia juga, ketika saya konversi ke Rupiah, harganya lebih dari 8000 rupiah. Dan saya yakin ada juga barang yang harganya kurang dari 8000 rupiah.
one stop superstore batam

Ternyata usaha seperti ini memang cukup menjadi kesukaan pembeli ya, hmmmm boleh juga ide usahanya, semua harga dibuat sama, dan tidak terasa pembeli akan membeli beberapa barang, nah loh tidak berasa juga, ternyata kami sudah memasukkan 17 item ke keranjang. Kalau lama-lama di sana bisa lebih banyak lagi, he he he....jadi harus direm juga kali ya...

Apakah kami akan ke sana lagi? he he he..mungkin.... 
Nah bagi yang lokasi di Batam, ini dia tokonya : One Stop Superstore, di daerah Batu Aji, sebelah Giant Express dekat taman makam pahlawan.

bon belanja serba 8000 one stop


Okey deh...terima kasih ya buat yang sudah baca sampai akhir, jadi entalah kalau posting kali ini bermanfaat secara hanya postingan selingan yang tidak penting, he he he....


Wednesday, February 3, 2016

Orange (Ponkam Jumbo) Squash



resep orange squash

Yang segar mau lewat dulu ya, minuman yang melegakan tenggorokan kala cuaca panas begini, orange squash menggunakan jeruk ponkam jumbo. Wuih sungguh segar, yang mau ikutan buat, bisa kok, caranya sangat mudah dan jeruk apa saja bisa, bisa jeruk nipis jadinya lime squash, lemon jadinya lemon squash bahkan pakai jeruk calamansi juga enak.

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu beli jeruk ponkam jumbo ini di swalayan. Lihat jeruk besar-besar cukup membuat ngiler, nah baru lihat sih ada ponkam jumbo ini di salah satu swalayan di Batam. Mungkin karena mau mendekati Imlek juga kali ya, makanya ada jeruk ini. Nah masih dengan tangkai dan daunnya, maka bapaknya Sophie tidak tahan untuk tidak membelinya. 

Dia sendiri yang berinisiatif membeli jeruk ini, hmmm mungkin harapannya jeruk ini bakalan manis rasanya, jeruk manis ukuran jumbo, siapa sih yang tidak tergoda. Ealah ketika dicoba di rumah, asamnya bukan kepalang. Akhirnya saya bilang sudah nanti kita olah jadi orange squash saja, kan segar tuh, tinggal beli air sodanya saja.


jeruk ponkam jumbo

Nah akhirnya, ketika air soda sudah dibeli, air soda kalengan kemasan 330ml. Air soda ini bisa dengan mudah didapatkan di swalayan ya, jadi kandungan air soda ini hanya air dan gas CO2, tanpa tambahan apa-apa lagi. Cocok dicampur dalam minuman jenis apa saja, sebut saja minuman yang sampai sekarang tidak terlupakan oleh saya, soda gembira. Hmmmm ini minuman segar sekali deh, dulu itu kalau makan bakso di Surabaya, minumnya mesti soda gembira.

Eh tapi selama di Batam saya belum pernah minum soda gembira lagi lho, secara minuman ini tidak lazim di sini. Suatu saat ingin buat sendiri soda gembira ini. Nah yang lazim di Batam apalagi kalau bukan teh o-beng atau teh-o, he he he.  Dulu pertama kali ke Batam, sempat bingung, ada yang namanya teh o-beng, haiya teh yang bagaimana tuh? ealah ternyata hanya es teh manis, sedangkan teh-o itu adalah teh panas. Jadi di sini kalau kita pesan es teh manis, biasanya yang terima pesanan suka bingung, begitu bilang teh o-beng baru deh mengerti. 

Kembali ke orange squash ini, bahan-bahan membuatnya hanya terdiri dari jeruk ponkam, sirup gula (simple syrup), es batu dan air soda. Tidak banyak kan bahan-bahannya? Nah untuk takaran semua bahan sesuai selera ya...

Untuk sirup gulanya, saya gunakan yang jenis thick simple syrup, sirup gula yang cocok digunakan untuk membuat minuman dingin. Jadi hanya membuat sirup dengan campuran air dan gula dengan perbandingan 1 : 1 yang kemudian dididihkan hingga gula larut dan cairan bening. Untuk keterangan lain tentang sirup gula, silakan klik link simple syrup ya....

Okey deh, lanjut ke resep ya...silakan... (ini resep yang saya gunakan, silakan atur-atur sendiri takaran dan bahan jeruk yang digunakan, sesuaikan takaran simple syrup dengan tingkat keasaman jeruk)

Orange (ponkam jumbo) squash
untuk 3 gelas ukuran @450ml

Bahan :
  • 1 buah jeruk ponkam, peras airnya, jika suka bisa ambil butiran jeruknya juga
  • 2 kaleng air soda @ 330ml
  • es batu secukupnya
  • sirup gula (saya buat campuran 1/3 cup gula dicampur dengan 1/3 cup air lalu didihkan hingga gula larut, angkat diamkan hingga dingin)

Cara membuat :
  1. Di mangkuk ataupun jar, campur jus jeruk, butiran jeruk jika pakai dan air soda, sedikit demi sedikit tambahkan sirup gula sambil dicicipi sampai didapatkan rasa manis yang pas.
  2. Tambahkan es batu secukupnya, siap dihidangkan

resep ponkam jumbo squash


Nah semoga resep orange (ponkam jumbo) squash ini bisa bermanfaat ya, silakan berkreasi dengan jenis jeruk apa saja. Silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya....


Selamat mencoba....



Tuesday, February 2, 2016

Ulukutek Leunca



resep ulukutek leunca

Nah ini dia makanan khas Sunda yang sayang kalau dilewatkan, makanan sederhana tetapi sangat enak menurut saya, apalagi kalau bukan ulukutek leunca. Masih menggunakan bahan dasar leunca, yang kalau dimakan ada sensasi kletus-kletus di mulut dengan perpaduan oncom yang aromanya khas belum lagi ditambah penggunaan kencur, duh nikmatnya juragan...

Saya buat ulukutek leunca ini karena masih terbayang rasa ulukutek leunca di salah satu resto Sunda yang ada di Batam, nama restonya Saung Sunda Sawargi. Letaknya dekat dengan bundaran Ocarina Batam Center. Hmmm resto Sunda di tengah kota, tetapi ada saungnya juga. 

Menu ulukutek leuncanya dibandrol dengan harga 15.000 rupiah, hmmm murah atau mahal itu ya? tetapi menurut saya standar sih, dengan rasa yang enak dan tidak mengecewakan, dan tidak terasa, cepat sekali ulukutek leunca itu masuk ke perut, ha ha ha... cepat-cepatan siapa cepat dia dapat....

Akhirnya dengan bahan yang sudah saya peroleh, saya bisa buat ulukutek leunca ini, tetapi saya buat kira-kira saja dari ulukutek leunca yang saya makan tersebut, hmmmm agak beda sih tampilannya, yang saya buat lebih kering, tetapi rasanya sudah mendekati dan menurut saya enak sekali, halah.....

Oh iya, di bawah ini ada penampakan oncom yang saya gunakan, cukup murah dan mudah didapat di pasar dekat rumah, hanya memang kalau mau beli oncom ini harus pagi, kalau siang sudah tidak ada lagi. Karena memang stoknya hanya beberapa saja, mungkin hanya sekitar 8 buah saja sekali jual. Dan harganya cukup murah, 1 kotak di bawah ini harganya 5.000 rupiah.

oncom ampas tahu

Untuk lebih memantapkan rasanya, oncom ini saya bakar dulu dengan teflon, walaupun tanpa dibakar sih tidak masalah, suka-suka saja.

Okey deh yang mau lihat resep ulukutek leunca yang saya buat, berikut resepnya ya....

Uppsss catatan : leunca juga enak disambal hijau dicampur teri, ini resepnya ... sambal hijau teri leunca


Ulukutek Leunca

Bahan :
  • 250 gr leunca, petiki perbiji, cuci bersih
  • 1 papan oncom, bakar dengan teflon sebentar, haluskan dengan cara diulek ataupun dihancurkan dengan sendok kayu
  • 2 genggam daun kemangi
  • 3 butir bawang merah, iris
  • 3 siung bawang putih, iris
  • 3 buah cabai merah keriting, iris serong
  • 3 buah cabai hijau keriting, iris serong
  • 5 butir cabai rawit merah, iris serong
  • 1 sendok makan saus tiram *optional
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • 200 ml air (atur penggunaan air ya, kalau suka kering bisa kurangi airnya, kalau suka berkuah silakan tambah airnya)

Bumbu halus :
  • 5 butir bawang merah 
  • 5 siung bawang putih
  • 5 ruas kencur

Cara membuat :
  1. Tumis bawang merah dan bawang putih iris sampai harum, masukkan bumbu halus, tumis kembali sampai harum, lalu masukkan irisan cabai merah, cabai hijau dan cabai rawit, masak hingga cabai mulai layu
  2. Masukkan oncom, aduk rata, masak sebentar kemudian tambahkan leunca, masak hingga berubah warna, masukkan kemangi, beri garam, saus tiram dan air, aduk rata kembali, masak hingga kuah mendidih dan mulai terserap oleh oncom
  3. Cicipi rasanya, angkat dan siap dihidangkan

resep ulukutek leunca sunda


Mudah bukan ternyata resep ulukutek leunca khas Sunda ini? semoga bermanfaat ya resep ini, silakan mencoba dan semoga cocok ya...

Selamat mencoba....


Monday, February 1, 2016

Godok Tape (Bola-bola Tape Goreng)



resep godok tape singkong

Wah tidak terasa ya, bulan Januari 2016 sudah lewat, sekarang sudah masuk bulan Pebruari, hmmm cepat sekali waktu berlalu. Ahai di awal bulan Pebruari 2016 ini, saya posting resep yang ringan saja ya, resep snack berupa gorengan yaitu godok tape atau bola-bola tape goreng.

Membuat godok tape, mirip cara buatnya dengan membuat godok pisang, hanya untuk godok tape sedikit saya modifikasi bahannya. Tetapi rasanya tetap empuk lembut dan berasa tape, eits itu kalau tapenya berasa tajam ya, jadi kalau yang ini sih tergantung tape yang digunakan.

Nah mumpung masih ada stok tape singkong di kulkas, setelah kemarin digunakan untuk membuat kue mangkok tape pandan. Karena buat kue mangkoknya sedikit, ya tape yang digunakan sedikit saja. Jadi masih sisa cukup banyak tapenya.

Oh iya, yang berminat membuat tape singkong sendiri bisa kok dan ternyata sangat mudah loh membuatnya, tapi memang lebih mudah kalau beli sih daripada buat, hanya kalau buat kan bisa dapat banyak kan. Berikut link resepnya ya ... homemade tape singkong.

Kalau saya katakan sih godok tape ini malah mirip cake rasanya, he he he...mungkin karena saya gunakan telur juga ya...entahlah, tapi enak kok, dan yang pasti bisa memberikan rasa kenyang kalau makan bola-bola tape goreng ini. Jadi selain buat cemilan sore hari ditemani dengan secangkir teh, cocok juga nih buat sarapan dengan segelas susu...apalagi membuatnya juga cukup mudah.

Membuat godok tape ini saya punya asisten yang sebetulnya hanya memperlambat saja, ha ha ha..siapa lagi kalau bukan Sophie. Jadi kalau saya sudah mulai kelihatan sibuk di dapur dengan mengeluarkan tepung-tepungan dan cup ukur, mulai deh sibuk, ibu buat apa? lalu saya jawab mau buat bola tape...pipi mau..pipi mau mix... nah kalau sudah begitu ya dia akan stand by di dapur, ikut-ikutan mengaduk apa yang bisa diaduk.

Biasanya kalau buat pancake ataupun dorayaki, Sophie saya biarkan ikut terlibat karena memang membuat pancake dan dorayaki sangat mudah, mulai mengaduk bahan kering dan ketika semua adonan sudah dicampur, jadi kalau aduk-aduk saja tidak masalah.

Nah kali ini saya hanya biarkan dia mengaduk bahan kering dan tentu saja mengaduk asal ketika adonan sudah tercampur semua. Ya paling tidak dia merasa terlibat membuat kue ini...halah..anak kecil ya...

Yuk sekarang langsung ke resep saja ya, yang tertarik untuk mencobanya, ini dia resepnya....

resep bola bola tape singkong

Godok Tape (Bola-bola Tape Goreng)

Bahan :
  • 1/2 cup tepung terigu protein sedang (saya gunakan merk segitiga biru)
  • 1/4 cup tepung beras
  • 3/4 sendok teh baking powder
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/2 cup tape yang sudah dibuang seratnya dan dihaluskan dengan sendok
  • 2 sendok makan gula pasir
  • 1 butir telur
  • 20 ml air
  • minyak untuk menggoreng secukupnya 
  • gula halus untuk taburan *optional

Cara membuat :
  1. Di mangkuk, campur tepung beras, tepung terigu, baking powder dan garam, aduk rata, sisihkan
  2. Di mangkuk yang lain, campur tape, gula pasir, telur dan air, aduk rata lalu masukkan campuran ini ke dalam campuran tepung, aduk rata
    membuat adonan bola-bola tape
    upss tangan siapa itu?
  3. Panaskan minyak, ambil satu sendok makan adonan atau setengah sendok, tergantung selera besarnya, bentuk bulat dengan dua buah sendok, dorong adonan ke dalam minyak dengan sendok lainnya (adonan akan membulat ketika sudah matang)
  4. Goreng godok tape hingga matang kuning kecoklatan dengan api sedang-kecil
  5. Angkat dan tiriskan, dinginkan sejenak
  6. Taburi dengan gula halus

godok tape

Nah semoga resep godok tape atau bola-bola tape goreng ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba semoga sesuai dengan selera.....


Selamat mencoba......